NOT SENSITIVE
Cast : Uzumaki Naruto , Gaara
Genre : Romance , Friendship , M-Preg
Rate : naik T+
WARNING: YAOI,BL,BXB,HOMO,MAHODANSEJENISNYA,TYPOBANYAK,LIME,LEMON,RAPE,ALURGJ,GAKTAULAHBINGUNG.
Yah, sesuai janji habis bulan puasa dan lebaran ratenya kyuu naikan sedikit. Tapi gak jamin kalau bagus, karna kyuu masih bau kencur dalam dunia ffn ini.
So, please enjoyed
.
.
.
.
.
"GAARA/NARUTO/NARUTO-SAN!"
'Oh Kami-sama, mimpi apa aku semalam hingga kau lihatkan pemandangan seperti ini!' jerit suara hati Kankuro, Temari dan Aozora.
Sedangkan yang menjadi objek pemandangan mereka yaitu Naruto dan Gaara hanya diam di posisi mereka, sepertinya mereka masih syok dengan apa yang dialaminya saat ini.
Gaara yang di atas Naruto, dan Naruto sepertinya hanya pasrah saja berada di bawah Gaara yang benar-benar masih syok. Ah, jangan lupa wajah mereka yang sangat dekat bahkan tidak ada jarak sama sekali. Mulai kening sampai bibir mereka pun saling menempel, yah mungkin juga seluruh tubuh mereka juga saling menempel.
GAARA POV
Deg
Deg
Deg
Kami-sama ada apa denganku? Apa hari ini aku mulai terkena penyakit serangan jantung? Ini gila, ini gila! Lihatlah, matanya itu sungguh indah sekali. Oh dan bibirnya juga menempel pada bibirku, apa yang harus kulakukan? Rasanya aku tidak ingin mengakhiri ini, tidak tau kenapa tubuhku tidak bisa menolaknya. Hangat, itulah yang kupikirkan.
GAARA POV END
Gaara yang sadar atau tidak ia mulai menutup matanya, mungkin ingin menikmati moment yang langkah ini. Sedangkan Naruto menatap Gaara dengan bingung, benar-benar tidak tau atau mungkin tidak sadar dengan posisinya sekarang. Hhh! Benar-benar polos atau bodoh sih?
Aaahh, Gaara benar-benar melupakan ketiga penonton yang masih setia di tempat dan posisinya. Temari yang sadar langsung menarik kerah baju Kankuro dan Aozora menggeret mereka untuk meninggalkan tempat itu.
"Kita pergi, berikan mereka privasi" kata Temari sambil menggiring Kankuro dan Aozora kembali ke ruang tamu.
.
.
.
Naruto kaget bukan main tiba-tiba bibir Gaara mengamit bibir bawahnya. Matanya terbelalak dan tubuhnya menegang, ia merasakan seperti terkena sengatan aneh di tubuhnya. Sedangkan Gaara sudah mulai kehilangan akal sehatnya, ia terus melumat bibir atas dan bawah Naruto secara bergantian. Ia sangat menikmatinya, sepetinya bibir Naruto mulai menjadi candu bagi Gaara.
Entah setan apa yang merusak kepolosan bocah Uzumaki ini sehingga ia hanya mengikuti instingnya sebagai lelaki. Naruto sedikit demi sedikit mulai memejamkan matanya, sepertinya ia ingin mencoba menikmati ciuman partnernya saat ini.
"Euung~…" Gaara mengerang. Tangan yang berada di dada Naruto sontak mencengkram kerah jaket Naruto, saat tiba-tiba bibir Naruto membalas pagutannya.
Mereka saling memagut dan di iringi desahan tertahan Gaara yang tidak bisa menahan kenikmatan yang di berikan Naruto. Dalam hati Naruto juga tidak tau apa yang ia lakukan saat ini, ia hanya ingin menikmatinya. Tangannya yang semula menganggur terarah untuk menekan tengkuk leher Gaara dan menekan pagutannya lebih dalam lagi lalu memiringkan kepalanya mencari posisi yang lebih nyaman. Mereka tau ini gila, tapi mereka tidak peduli. Mereka menginginkan kenikmatan ini, lebih lagi.
"Euung..emm..ah..Naruh..hhtoh" erang Gaara ketika ciuman Naruto lebih dalam.
"AHH..Naruh!" Gaara mendesah keras saat lidah Naruto juga ikut bermain dan memasuki goa hangat miliknya tanpa mengetuknya dulu. Ia benar-benar kaget dan ingin pingsan kalau bisa.
Tangan Gaara yang awalnya mencengkram kerah jaket Naruto kini berpindah pada masing-masing pipi bergaris Naruto. Menangkup wajah Naruto dengan kedua tangannya untuk memerdalam ciuman mereka. Ah bukan, lebih tepat lagi kuluman mereka. Karena tidak mungkin kegiatan sepanas ini sampai menggunakan lidah di sebut ciuman, bukan begitu?.
BUGH…
Naruto tiba-tiba membalik posisinya. Naruto berfikir, jika ia berada di atas tubuh Gaara jadi semakin mudah ia mengobrak-abrik goa hangat milik Gaara. Gaara pun juga tak kalah antusias membalas ajakan lidah Naruto untuk berdansa dengan lidahnya.
"Aaahh...mmph..mmm…." Gaara mendesah hebat saat ia merasakan tangan Naruto mulai meraba-raba seluruh tubuhnya. Ia benar-benar tidak bisa mengatasi kenikmatan yang ia rasakan saat ini, apalagi kuluman lidah Narutro yang mulai menjilati seluruh penghuni di goa hangat miliknya. Ia tidak bisa mengatasi semuanya, jadi Gaara hanya pasrah saja. Sayang kan kalau di hentikan, pikirnya.
.
.
.
NARUTO POV
"Aaahh...mmph..mmm…."
Aaarrgghh! Sial! Siaaall!. Ada apa ini? Apa benar Gaara ini laki-laki?
Aaahh.. Aku seperti di surga.. Bibirnya manis sekali, tubuhnya kecil dan ramping. Sexy sekali, apa benar dia Gaara yang aku kenal? Wajar saja aku tidak tau apa yang di sembunyikan Gaara di tubuhnya ini. Kami kan berada di desa yang berbeda, jadi jarang sekali jika kita harus bertemu.
Hahahah… Aku bersumpah, pasti kulit yang di baik bajunya ini sangat mulus. Sial! Kenapa peyakit Ero-Sennin menular padaku? Ya sudahlah, mesumku kan lihat-lihat dulu.
Lihat pipinya yang chubby itu, manis sekali. Sungguh menggemaskan, apalagi saat ini pipinya berwarna merah seperti warna rambutnya. Benar-benar pemandangan langkah sang Kazekage, ah coba ku pegang pipinya. Akhirnya ku taruh tanganku pada pipi Gaara lalu mengusapnya sedikit.
Waahh,, ternyata benar halus sekali. Ah, kulit Gaara juga putih bukan? Yah, meski tidak seputih kulit Sasuke.
.
.
Eh?! Sasuke?!
NARUTO POV END
"SASUKE!"
Tiba-tiba Naruto menghentikan ciumannya dan menyingkirkan tubuhnya dari Gaara. Tubuh Naruto menegang dan tiba-tiba pandangannya menjadi kosong. Gaara yang melihatnya pun panik dan segera bangkit menepuk pundak Naruto untuk menyadarkannya.
"Na-naruto?" panggil Gaara panik dan sedikit mengguncang bahu Naruto.
"Eh!" Naruto yang sadar dari lamunannya pun langsung menatap Gaara canggung, begitu pula sebaliknya.
"Gaara gomen!" Gaara terjengat kaget dengan gerakan tiba-tiba Naruto yang berdiri langsung membungkukkan badannya dan berteriak meminta maaf padanya. Padahal kan ini bukan salahnya, bukankah Gaara juga bersalah karena kehilangan akal sehatnya lebih dulu dan memancing Naruto untuk melakukan itu semua.
Naruto mengangkat tubuhnya dan berdiri tegak begitu pun Gaara yang sudah bangkit dari duduknya. Mereka pun berhadapan dan tidak ada yang berani saling menatap. Keadaan menjadi hening, Naruto yang tidak suka keadaan tersebut akhirnya mengeluarkan suaranya.
"A-aku akan ke-kembali ke kamar, pe-permisi" Naruto pun berlalu pergi meninggalkan Gaara yang masih setia membatu di tempatnya, tidak tau apa yang harus ia lakukan.
.
.
.
BRUK
"Aaaarrrgghh! Baka Naruto, apa yang sudah kau lakukan? Melakukan pelecehan pada Kazekage yang sebentar lagi akan menikah. Ya ampun, kalau calon istrinya tau pasti aku akan di penggal kepalaku. Wajah seperti apa yang aku pasang jika nanti bertemu dengan Gaara lagi?" Naruto yang frustasi setelah meninggalkan Gaara dan menjatuhkan tubuhnya pada kasur empuk yang di tempatinya dan tak lupa sembari mengumpat pada dirinya sendiri.
Naruto menolehkan kepalanya pada jendela kamar, menerawang langit malam yang mengingatkannya pada mata milik seseorang yang entah dimana keberadaannya sekarang. Terlalu lama menerawang hingga mata birunya perlahan menutup saat rasa kantuk menyerang, Naruto pun jatuh dalam mimpi yang entah membawanya kemana.
oOo
Pagi pun menjelang, matahari sudah menampakkan dirinya. Tetapi tidak untuk salah satu pemuda berambut merah yang masih bergelung dengan selimut tidurnya. Yah, tidak biasanya memang Gaara membiarkan matahari menampakkan dirinya sebelum Gaara terbangun. Mau bagaimana lagi? Itu karena kejadian semalam yang susah membuatnya tidur. Selain karena aksi ciumannya dengan Naruto, obrolannya tentang permainan dirinya dengan Shukaku semalam cukup menguras pikirannya. Menurut Gaara itu adalah permainan yang sangat konyol, benar dari rencana tersebut Shukaku masih memikirkan perasaan Gaara. Tapi bagaimana dengan masa depan Gaara?
Tok..Tok..Tok
"GAARA! APA KAU SUDAH BANGUN? CEPATLAH TURUN SARAPAN, NANTI KAU TERLAMBAT PERGI KE KANTOR!" teriak Temari dari luar pintu kamar Gaara.
Merasa ada yang mengganggu tidurnya, Gaara pun menggeliat kecil.
"Euung.." Gaara pun membuka matanya sedikit demi sedikit lalu menoleh melihat jam wekker di samping kasurnya. 'pukul 06.40? huh, tidak biasanya aku kesiangan' batin Gaara.
Setelah merasa nyawanya sudah terkumpul, Gaara pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dengan ritualnya selama 10 menit, Gaara pun memakai pakaian dan jubah putih Kage miliknya. Setelah merasa dirinya sudah rapi, ia pun keluar kamar untuk sarapan.
Saat ia sudah keluar, ia berpapasan dengan Naruto yang kebetulan juga baru keluar dari kamarnya. Gaara merutuki Temari yang menyiapkan kamar untuk Naruto di samping kamarnya, jika begini apa yang harus Gaara lakukan?
Gaara dan Naruto hanya terdiam canggung, mata mereka melirik sana-sini. Tidak ada salah satu pihak yang ingin menatap pihak lainnya, aahh andai waktu dapat di putar kembali. Mereka berharap agar memperbaiki kejadian semalam, tetapi itu tidak mungkin kan?
Naruto yang tidak tahan dengan suasana canggung pun memilih berdehem pelan lalu berjalan cepat melewati Gaara yang menatap sendu kearahnya. Gaara hanya menghela nafas samar untuk menetralisir jantungnya, lalu berjalan mengikuti Naruto ke arah meja makan yang sudah terisi tiga manusia disana sedang duduk dengan manis sembari menatap Naruto dan Gaara . Mereka juga tiba-tiba merasa canggung, apalagi mereka sudah melihat awal kejadian semalam. Setelah Naruto dan Gaara duduk di kursi meja makan yang kosong, mereka memulai sarapan dalam diam. Tidak ada yang memulai pembicaraan, sampai Naruto benar-benar geram, ia kan memang tidak bisa diam orangnya.
"Kenapa semuanya diam? Ayolah, kalian jangan seperti ini. Aku tidak tahan dengan kesunyian kalian tahu itu?" Naruto memecah keheningan, berbicara sembari memasang wajah memelasnya.
Tidak ada jawaban. Naruto pun akhirnya menghela nafas panjang lalu menatap Gaara yang ada di depannya memakan makanannya dengan tenang.
"Gaara"
Sontak semua menghentikan acara makannya lalu menatap tajam Naruto, menunggu Naruto melanjutkan bicaranya. Sedangkan Gaara hanya melirik Naruto tanpa menghentikan makannya, ia masih sedikit tersinggung dengan Naruto yang mengacuhkannya tadi dan jangan lupa juga yang semalam tiba-tiba pergi meninggalkan Garra.
"Pukul berapa kau selesai dengan pekerjaanmu?" tanya Naruto
"Kenapa?" tanya balik Gaara.
"Antarkan aku jalan-jalan, kau kan yang memanggilku kemari? Jadi kau harus bertanggung jawab, sekaligus aku akan menagih urusan pribadimu denganku. Aku akan menunggumu selesai dengan urusanmu, temui aku jika kau sudah selesai" ucap Naruto lalu kembali memakan makanannya yang sempat ia abaikan. Setelah Naruto selesai berbicara, Kankurou, Temari dan Aozora pun menoleh ke arah Gaara dan menunggu jawaban.
"Hn" gumam Gaara.
Setelah mengetahui jawaban Gaara, semua mulai kembali makan dengan tenang.
oOo
"Hhh! Membosankan sekali" Seorang pemuda berambut kuning yang hanya mempunyai pekerjaan menghela nafas setiap menitnya. Ia menatap Akademi Suna di atas atap penduduk, hanya melihat anak-anak yang berlarian kesana-kemari. 'Apa aku ikut bermain saja ya? Daripada bosan sendiri disini' batin Naruto.
Naruto pun meloncat dari atap ke atap.
TAP
"Hai anak-anak" sapa Naruto sembari tersenyum di depan para murid Akademi.
Murid-murid pun menghentikan aktifitasnya dan mulai menatap Naruto heran. Salah satu murid laki-laki berambut hitam jabrik bermata coklat maju mendekati Naruto lalu melihat lambang pada ikat kepala Naruto.
"Nii-chan dari Konoha?" katanya sembari mengangkat sebelah alisnya.
Naruto pun berjongkok menyamakan tingginya dengan anak itu lalu mengusap rambut bewarna hitamnya.
"Benar, siapa namamu?" Tanya Naruto masih mengusap rambut hitam anak itu.
"Uhm, namaku Hitoshi. Nama nii-chan?" tanya Hitoshi.
"Oh hai Hitoshi. Namaku Naruto, salam kenal" ucap Naruto sembari menghentikan usapannya pada rambut Hitoshi.
"Salam kenal juga Naruto-nii" ucap Hitoshi sembari memberikan cengirannya pada Naruto.
"Hahahah, boleh aku ikut bermain denganmu dan teman-temanmu?" kata Naruto.
"Tentu saja boleh, ayo Naruto-nii" Hitoshi pun menggeret tangan Naruto yang di ikuti Naruto di belakangnya, lalu mereka pun bermain bersama.
.
.
.
Tok..Tok..Tok
"Masuk" ucap seorang pemuda berambut merah yang sedang duduk di singgahsananya sembari mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan kertas-kertas berhamburan di atas mejanya.
Cklek
Munculah sosok pria baya yang sebagian matanya tertutupi oleh kain.
"Kazekage-sama" ucap pria baya itu.
"Ada apa, Baki? Bagaimana keadaan murid-murid Akademi? Bukankah kau sudah kuberi misi untuk menjaga murid-murid selama gedung dalam proses renovasi?" jelas Gaara masih dengan bergelut dengan kertas-kertasnya.
"Maaf Kazekage-sama, apa yang dilakukan Uzumaki Naruto di desa ini? Aku melihatnya ia sedang bermain dengan para murid Akademi saat ini" jelas pria baya yang bernama Baki itu.
Setelah mendengar penjelasan Baki, Gaara pun sontak menghentikan pekerjaannya. Ia menghela nafas dan menyenderkan punggungnya pada kursi Kage yang ia duduki lalu melirik jam dinding sejenak berfikir.
"Gantikan tugas-tugasku untuk hari ini" ucap Gaara sembari bangkit dari duduknya berjalan keluar ruangan melewati Baki yang sudah memberikan hormat padanya.
oOo
Gaara mengamati gedung Akademi dari kejauhan, dari situ ia bisa melihat sosok pemuda berambut kuning yang tengah asyik bercanda dan bermain dengan banyak anak kecil di sekelilingnya. Sadar atau tidak, Gaara tiba-tiba menyunggingkan senyum manisnya yang sangat sayang tidak ada satu orang pun melihatnya. Ah, kecuali satu orang mungkin.
Naruto yang sedang duduk di atas ayunan kayu dan dengan Hitoshi berada di pangkuannya, ia pun sedikit merasakan cakra kuat seseorang yang berada tak jauh darinya. Naruto pun mengedarkan pandangannya, dan saat menolehkan kepalanya ke arah kiri tertuju pada Gaara yang tengah tersenyum manis yang ia lihat senyum itu terarah padanya. Naruto terpaku sejenak, memang jarak mereka sedikit jauh. Tapi mata Naruto tidak rabun untuk melihat senyum manis yang jarang Kazekage muda itu tunjukkan. Bahkan jika di ingat-ingat, Naruto sendiri tidak bisa mengingat kapan Gaara menunjukkan senyum semanis itu padanya. Memikirkan senyum manis Gaara, jantungnya tiba-tiba berdetak cepat seperti menggedor-gedor ingin keluar dari cangkangnya. Naruto pun cepat-cepat menggelengkan kepalanya, mengenyahkan pikiran ngawurnya.
Blush…
'Kenapa denganku? Akhir-akhir ini Gaara membuat jantungku bekerja lebih keras dari biasanya'
Hitoshi mulai terheran-heran dengan sikap Naruto yang terbengong-bengong seperti orang sedang bingung.
"Naruto-nii kenapa? Tanya Hitoshi sembari mendongakkan kepalanya ke atas menatap Naruto.
Naruto diam tak memberi jawaban, Hitoshi pun hanya menggedikkan bahunya tidak peduli.
"Naruto"
Naruto terlonjak kaget seketika tahu suara tidak asing menyapa gendang telinga, lalu menoleh ke orang tersebut. Sejak kapan Gaara sudah berdiri di hadapannya, entahlah Naruto tidak tau. Naruto tidak tahu ada apa dengannya, tiba-tiba darahnya berdesir aneh dan tatapan matanya tidak bisa di alihkan dari wajah Gaara. Ia pun menurunkan Hitoshi lalu bangkit dari duduknya, matanya belum lepas dari wajah Gaara sampai ia berdiri berhadapan dengan Gaara.
Blush…
Rona merah Gaara sedikit terlihat ketika ia sadar Naruto sedang memandangnya seperti ingin menelanjanginya. Gaara hanya bisa mengalihkan pandangannya pada tanah pasir yang ia pijaki saat ini. Ya ampun, Naruto dan Gaara tidak sadar jika anak-anak di sekeliling mereka sedang memperhatiakan kediaman yang menyelimuti mereka.
Entah mendapat keberanian dari mana, Gaara perlahan membalas tatapan Naruto. Mereka saling menatap tanda mengedipkan mata mereka.
Tatap
Tatap
Tatap
Tatap
.
.
"EHEM!"
.
.
.
.
.
TBC
Cepat tidaknya update ke chapter selanjutnya tergantung riviewnya ya minna-san, rencana mau kyuu banyakin wordnya dan cerita agak lebih panjang. Tapi kyuu nggak yakin moodnya kyuu baik terus, jadi kyuu update sampai sini dulu. Terus ada banyak yang PM kea kun ff kyuu nyuruh cepet-cepet update, karena kyuu nggak mau bikin readers kecewa jadi kyuu cepet update deh. Heheheh :-D
So, yang kyuu nggak bisa balas lewat preview maaf yaa.. kalau ada yang mau kasih saran atau mau ngomong sesuatu bisa PM di akun ff atau facebooknya kyuu. Tenang aja kyuu orangnya terbuka kok, jangan takut minna.. bicara apa adanya aja sama kyuu, okay ;-)
Terima kasih yang udah mau baca ff kyuu yang gak bermutu ini, paling tidak bisa di buat hiburan para readers karena menurut kyuu ff ini belum bisa di buat referensi. Ahahahah :-D
Sekian dari androkyuubi desu
