Tittle : Not Sensitive

Pairing : NaruGaa (Naruto x Gaara)

Genre : Romance , Friendship (maybe)

Rating : T

WARNING:YAOI,BL,LIMEEE…DLL *nyengir*

Silahkan di nikmati bagi yang suka fict ini, jika tidak suka ya nggak usa d baca karena kyuu tidak menerima FLAME YANG TAK MENDUKUNG!.

.

.

.

"emm..ah! Naru hentikh..eung! hentikan!" Gaara dengan kasar menyingkirkan kepala durian Naruto yang entah kapan sudah menyelinap di perpotongan leher mulus Gaara sembari menjilatinya dan membuat Gaara terganggu, padahal ia semalaman tidak bisa tidur setelah bertemu dengan Daimyo kemarin. Dan ia baru bisa tidur saat pukul 04.00 pagi dan terimakasih pada kekasih barunya yang sudah mengganggunya hingga ia terbangun pukul 05.45.

"Hei, tidak biasanya kau kesiangan begini? Temari bahkan menyerah untuk membangunkanmu beberapa menit lalu yang tidur seperti kerbau" kata Naruto lembut sembari tetap menindih tubuh Gaara yang masih tetap menutup matanya.

"Aku baru saja tidur, dan aku mengantuk sekali" Gaara berbicara dengan suara parau khas orang bangun tidur yang membuat Naruto gemas.

"Aw" erangan sakit keluar dari bibir Gaara saat Naruto tiba-tiba mencubit kedua pipinya dan membuat Gaara membuka lebar matanya.

"Kau tidak akan pergi ke kantor? Apa kau lupa misi dari Daimyo untuk kita, heum? Ayo cepat bersiaplah dan kita sarapan bersama di bawah".

Naruto pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar Gaara dan meninggalkan sang empunya berjalan sempoyongan ke dalam kamar mandi.

Skip Time

"Aku tidak akan mengizinkanmu Naruto" erang Gaara frustasi untuk kesekian kalinya.

"Ayolah Gaara, kau hanya harus percaya padaku. Biarkan aku berangkat ke Negeri Matahari dan menyelesaikannya. Setelah itu kita akan memikirkan syarat Daimyo yang ke dua dan yang ke tiga. Aku janji tak akan lama, bagaimana?" entah sudah berapa kali Naruto mengeluarkan puppy eyes andalannya pada sang kekasih, ia baru tau jika Gaara adalah Kage yang lebih menyusahkan di bandingkan Tsunade-baachan.

"Hhh! Baiklah, aku mengizinkanmu pergi sendiri. Aku memberimu waktu selama satu minggu, jika kau tidak kembali aku sendiri yang akan menyusulmu. Dan aku tidak mau menerima penolakan lagi" jelas Gaara tegas meskipun terdapat nada putus asa di dalamnya.

"Itu terlalu lama, cukup 5 hari. Heheheh" cengir Naruto yang membuat Gaara tak bisa menahan senyumannya.

Blush..

Entah kenapa saat Gaara tersenyum membuat wajah Naruto memanas dan sedikit salah tingkah.

"Naruto"

"Huh?"

"Wajahmu merah, kau sakit?" Gaara yang khawatir segera berjalan mendekat ke arah Naruto.

"Benarkah? Aku tidak apa-apa. Baiklah aku akan berangkat 5 menit lagi"

"5 menit lagi? Kenapa tidak sekarang?" tanya Gaara heran.

"Karena aku menunggu bekal darimu. Hmm sejenis penyemangat mungkin, heheheh"

"Huh? Apa maksud.."

Cup

Gaara berjengit kaget saat tiba-tiba Naruto memotong perkatannya dengan mencium bibir ranum Gaara. Mau tidak mau Gaara pun memejamkan matanya dan menikmati ciuman maut ala kekasihnya ini. Ya, ciuman maut seseorang yang sangat kaku dalam hal seperti ini. Karena setau Gaara, Naruto tidak pernah berciuman seperti ini dengan seeorang sebelum dirinya.

Naruto melepas ciumannya pada bibir Gaara dan beralih pada leher jenjang nan putih milik Gaara berniat memberi hickey menandakan bahwa Gaara sudah ada yang memiliki, yaitu ia Uzumaki Naruto.

"Ah! Naru..hh" erang Gaara saat Naruto menggigit kecil kulit lehernya.

"Kau milikku Gaara" bisik Naruto sembari mengelus tanda merah yang baru saja ia buat.

"Baiklah, aku berangkat sekarang. Tunggu aku, jangan selingkuh di belakangku. Mengerti?"

Naruto pun melangkahkan kakinya untuk segera meninggalkan Suna dan menjalankan misinya, tentu saja tak lupa mencuri kecupan pada kedua pipi Gaara. Dan berakhir dengan meninggalkan Gaara yang sedang ber-blushing ria karenanya.

'Ah benar, aku harus memberitahu Konoha bahwa Naruto akan tinggal sedikit lama' batin Gaara. Ia pun melangkahkan kakinya keluar ruangan tersebut dan berniat menemui kedua saudaranya.

"UAPAH?! APA MAKSUDMU GAARA?" Teriakan Temari menggema di dalam rumah besar Sabaku yang terlihat sangat sepi, dan di ruang tamu telah berkumpul Sabaku bersaudara. Dan alangkah kagetnya kedua kakak itu setelah mendengar penjelasan sang bungsu.

Kankurou yang tak ingin terlihat OOC seperti Temari, akhirnya ia hanya menghela nafas dan mencoba menasehati sang adik.

"Gaara, aku tahu perasaanmu pada Naruto dan aku yakin kau sudah lama menginginkan hal seperti ini terjadi meskipun kau tidak terlalu peka pada perasaanmu. Tapi setidaknya kau harus berfikir untuk ke depannya, apa kau tidak ingat bagaimana susahnya kau menduduki kursi Kazekage? Lalu untuk syarat yang terakhir itu adalah hal yang sangat konyol. Kalian sesama lelaki, dan aku sangat yakin kalian tahu akan hal itu" Kankurou dengan sabar dan sedikit menghaluskan nada bicaranya agar sang adik bisa mengerti semua yang di katakannya semata karena peduli dengan Gaara.

Setelah diam beberapa saat untuk sedikit berfikir dan merangkai kata-kata, akhirnya Gaara mulai menyuarakan jawabannya atas penjelasan sang kakak.

"Aku tau semuanya, dan aku juga mengerti suatu saat tidak hanya masalah ini yang kami hadapi. Dan aku sangat tau jika suatu saat aku harus siap menerima penghianatan dan lain sebagainya. Karena hubungan dan perasaan seperti ini tidak mungkin jika tidak meminta imbalannya bukan?" Gaara menjawab dengan tenang dan masih tetap dengan wajah datarnya.

"Lalu bagaimana menurutmu dengan syarat yang kedua dan ketiga?" Temari dengan nada sedikit ketus karena heran dengan Gaara yang sangat keras kepala.

Gaara memejamkan matanya, sebenarnya ia sedikit ragu untuk mengatakannya. Ia takut jika suatu saat Naruto pergi meninggalkannya, apalagi jika Uchiha itu kembali. Jika mengingat marga itu, entah kenapa perasaannya sedikit tidak enak. Entah sejak kapan, ia sudah jatuh terlalu dalam perasaannya pada Naruto. Bagaimana jika ia sedikit saja egois dan ingin menjadikan Naruto miliknya? Ya, tentu saja hanya miliknya. Baiklah, mungkin ia harus sedikit kembali pada dirinya yang dulu. Yang selalu ingin membunuh manusia, dan tentu saja ia hanya melakukan itu jika ada yang berani membuat Naruto jauh darinya. Well, sudah ia putuskan. Gaara mulai membuka matanya dan dengan keyakinan yang sangat tinggi ia berkata.

"Jika pada saatnya nanti, aku rela jika harus meninggalkan jabatan ini dan hidup mendampingi Naruto yang akan menjadi Hokage. Lalu untuk syarat yang ketiga, aku yakin Godaime Hokage bisa membantuku. Lagi pula Orochimaru sudah tidak bermasalah lagi, aku akan meminta bantuan pada mereka. Setelah Naruto kembali, aku akan berkunjung ke Konoha" tegas Gaara yang membuat Temari dan Kankurou membatu seketika lalu membuang nafas mereka secara bersamaan.

"Baiklah, jika itu memang keputusanmu Gaara. Aku dan Temari akan selalu mendukung dan membantumu. Jika kau butuh bantuan, katakan saja. Kami hanya ingin yang terbaik untuk kebahagiaanmu, ya kan Temari?"

"Hhh! Mendokusei na~.. Memang apa lagi yang harus aku katakan? Gaara sangat keras kepala sekali" jeda sedikit untuk perkataan Temari, lalu menatap tajam Gaara.

"Pastikan Uzumaki tidak membuatmu sedih Gaara, aku sangat yakin jika cinta itu merepotkan. Dan aku tau imbalan yang kau maksud, cinta tidak akan menemukan tuannya jika dia belum membuat seseorang sakit hati. Hm, mendokusai!" dengus Temari sewot.

"Oi Temari, sejak kapan kau ketularan rusa pemalas itu hm? Lalu apa maksudmu berbicara seperti itu? Seperti kau pernah mengalaminya saja!" nada sebal meluncur begitu saja dari mulut Kankurou.

"Apa?! Aku memang pernah mengalaminya, kau mau mengejekku?!" ketus Temari seperti membentak, membuat Gaara dan Kankurou sedikit berjengit kaget.

"A-a-ap-apa? Te-Tema-ri k-kau tidak be-ber-canda kan?" Kankurou terbata dengan omongannya karena terlalu kaget dengan pernyataan kakak sulungnya ini.

"Temari" Gaara yang tidak sabar juga menunggu penjelasan dari Temari, akhirnya mengeluarkan kalimat tegas dan sedikit nada memerintah.

"Yare yare. Aku tidak di tolak, hanya saja aku merasa akan di tolak. Dan tidak mungkin kan wanita sepertiku mengungkapkan perasaannya pada lelaki duluan?" jawab Temari sedikit lesu.

"Hei, jika kau mencintainya kenapa tidak? Harga dirimu terlalu tinggi, turunkanlah sedikit Temari" kata Kankurou.

"Bukan seperti itu, hanya saja aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri jika dia sudah berbahagia dengan orang yang ia cintai. Dan tidak mungkin kan aku merusak hubungan mereka, lagipula aku melihat mereka saat dia menyatakan cintanya. Dan sebenarnya aku juga tidak menyangka orang seperti dia bisa mengungkapkan perasaan seperti itu, aku kira ia bukan seorang yang bisa melakukan hal romantis seperti itu. Jadi, aku sangat yakin jika dia sangat mencintai pemuda itu"

"PEMUDA?" kaget bukan main yang di rasakan Gaara dan Kankurou saat ini.

"Ya, pemuda. Ada masalah dengan itu?" jawab nan tanya Temari dengan santainya.

"Tunggu Temari! Apa maksudmu? Jangan bilaaanngg…"

"Ya, yaoi kau tau? Seperti Gaara dan Naruto" Temari yang mengerti kegundahan adik-adiknya pun langsuing menjawab cepat.

"ASTAGANAGA!" Kankurou dengan cepat menepuk jidatnya dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa untuk mengatur nafasnya yang sepertinya akan terkena serangan jantung dadakan.

"Ah Temari, aku mempunyai sedikit saran padamu" Kankurou pun langsung menegakkan tubuhnya menghadap sang kakak.

"Lebih baik kau turunkan sedikit harga dirimu, aku takut kau tidak akan kebagian lelaki di dunia ini. Dan lebih parahnya lagi, aku tidak mau memiliki saudara yang mempunyai cita-cita untuk menjadi perawan tua"

PLETAK!

Jitakan manis mampir di kepala Kankurou, Gaara hanya tersenyum kecil melihat saudaranya.

'Hhh! Kenapa aku selalu memikirkan Naruto? Apa ini yang dinamakan rindu? Entahlah, lebih baik aku mengirim surat padanya nanti'

.

.

Malam setelah Naruto pergi untuk menjalankan misinya, dan Gaara yang sudah menyelesaikan pekerjaannya dikantor memutuskan untuk segera kembali pulang, mandi, makan, lalu bergulung dengan selimutnya.

"Aku seperti melupakan sesuatu" gumam Gaara pada dirinya sendiri.

Ia pun segera menyerah saat ia belum bisa berkonsentrasi mengingat sesuatu. Gaara dengan langkah pelan berjalan ke arah balkon kamarnya dan memandang bintang-bintang nan jauh di langit. Entah kenapa tiba-tiba ia teringat Naruto dan itu membuatnya terkikik geli, ia tak menyangka akan menjalin hubungan seperti ini dengan Naruto. Padahal ia juga jarang sekali bertemu, dan lagi setiap mereka bertemu tidak banyak hal yang di bicarakan. Entahlah, ia sendiri juga tidak tau. Yang ia baru tau adalah, perasaan yang di sebut cinta ini memang datang dan pergi tanpa permisi dan seenaknya sendiri seperti tak ada peraturan apapun di dalamnya. Gaara tidak tau lagi selain menyebut cinta seperti itu, ini kali pertamanya merasakan perasaan seperti ini. Ah, kata orang cinta bisa membuat kita bahagia?. Entahlah, mungkin Gaara akan mencobanya.

"Kami-sama, aku lupa!"

Gaara pun segera berlari menuju meja kerjanya setelah mengingat sesuatu itu. Ia membuka laci dan mengeluarkan kertas yang ia potong menjadi beberapa bagian, tinta dan pena. Ia segera menulis sesuatu yang ia ingin ucapkan melalui kertas itu, setelahnya ia pun bersiul keras melaui balkon kamar dan selang beberapa detik munculah seekor burung berwarna coklat. Gaara pun mengikat surat itu di kaki burung tersebut, dan berkata "kirim ini pada Naruto di Negeri Matahari, pastikan kau cepat sampai". Dan burung itu pun terbang menuju alamat yang sudah di beritahu oleh Gaara.

Gaara pun menutuskan untuk bersantai di balkon kamarnya dan menunggu balasan dari sang terkasih. Negeri Matahari tidak begitu jauh dari Suna, jadi ia memutuskan untuk menunggu saja. Ia tiba-tiba tersenyum kecil ketika mengingat isi suratnya yang ia kirimkan pada Naruto, yah meskipun isinya sangat singkat sekali dan tidak terlalu penting.

Apa yang kau lakukan sekarang? Ingat, jangan ceroboh.

Hanya itu. Sebenarnya ia sedikit merasa OOC jika harus surat menyurat begini, mau bagaimana lagi? Ia merindukan sosok berambut pirang kekasihnya.

NGOOK! NGOOK! *bener gak sih suara burungnya kyk gtu?*

Gaara pun terlonjak senang saat ia melihat burung itu kembali dan berhenti tepat di depannya, ia pun segera membuka lalu membaca surat tersebut. Dan..

Blusshh!

Aku sedang menikmati makan malamku, dan burungmu ini mengacaukannya kau tau?. Hei, aku tidak menyangka kau akan mengirim surat kepadaku. Jangan bilang kau sudah merindukanku eh, Gaa-chan? Apa kau sudah makan? Bagaimana pekerjaan hari ini?

Yah, itu adalah surat balasan dari Naruto yang membuat Gaara ber-blushing ria untuk kesekian kalinya karena Naruto.

"Gaa-chan? Dia memperlakukanku seperti wanita saja. Hm, sok perhatian sekali" gumam Gaara pada dirinya sendiri dan mulai untuk membalas surat dari kekasihnya dengan senyum merekah di wajah putihnya.

Jangan perlakukan aku seperti wanita, baka! Tidak ada hal menarik dengan pekerjaan, dan ya aku sudah makan. Maaf untuk makan malammu, apa aku menganggumu?

Setelah mengecek balasannya, ia pun segera mengirim kembali burung tersebut pada Naruto.

Surat menyurat pun terus mereka lakukan hingga Naruto menyuruh Gaara agar istirahat dan menyambungnya kembali besok. Dan Gaara pun menurut, ia ingin menjadi uke penurut pada semenya. *ehem*

oOo

Gaara menghela nafas lelah sekaligus lega karena ia baru saja sedikit menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk, jangan lupa ia juga sedikit tidak fit beberapa hari ini. Karena waktu tidur malamnya berkurang hanya untuk surat menyurat dengan kekasihnya yang sedang menunaikan misinya di Negeri seberang.

Tidak terasa sudah 4 hari Naruto meninggalkannya, padahal mereka baru saja menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih. Tapi sudah harus terpisah jarak seperti ini, ia baru tau jika cinta itu sungguh menyiksa perasaan seseorang secara perlahan. Tentu saja seperti itu, karena ia selalu saja merindukan kekasihnya yaitu Uzumaki Naruto.

'Eh, bukankah Naruto bilang hanya membutuhkan waktu selama 5 hari? Lebih baik aku bertanya perkembangannya nanti saat pulang' batin Gaara dan ia pun mulai meneruskan pekerjaannya yang hanya mengecek berkas-berkas entah apalah itu. Ia tidak sabar ingin segera mengirim surat pada Naruto saat pulang nanti.

Tuk Tuk Tuk

Gaara menoleh kearah kaca jendela di belakangnya, ia melihat burung pengantar pesan yang biasa ia pakai untuk surat menyurat dengan Naruto mengetuk kaca jendela tersebut. Dengan rasa penasaran, ia pun cepat-cepat berdiri dan membuka kaca tersebut. Alangkah senangnya Gaara saat melihat sepucuk kertas yang di lipat di kaki burung tersebut. Dengan senyum yang mengembang, Gaara membuka secarik kertas tersebut.

Gaa-chan, cepat selesaikan pekerjaanmu. Aku ingin besok saat aku pulang kau sudah harus bersiap. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat sangat indah yang ku temukan. Bersemangatlah Gaa-chan, jika ada waktu balas merindukanmu, kau tak merindukanku?

Dengan secepat kilat Gaara berbalik duduk dan melanjutkan pekerjaannya dan menyelesaikan semuanya agar besok ia bisa bertemu dengan Naruto. Sebenarnya ia tidak sabar ingin bertanya-tanya pada Naruto, tapi ia urungkan dan menundanya saat pulang ke rumah nanti.

Cklek

Gaara membuka pintu kamarnya lalu menyalakan saklar yang tidak jauh dari jangkauannya untuk menyalakan lampu kamarnya. Ia berjalan ke arah lemari untuk mengambil beberapa setel piyama dan segera ingin melakukan ritual membersihkan tubuhnya. Cukup waktu sekitar 10 menit ia menyelesaikan mandinya, Gaara segera turun ke bawah untuk menghangatkan makanan yang Temari buat saat makan malam tadi. Untung saja Temari menyisihkannya saat Gaara selalu tak bisa bergabung untuk makan malam karena ia harus lembur mengerjakan pekerjaannya.

Setelah Gaara selesai dengan makanannya lalu mencuci piringnya, ia memutuskan untuk langsung kembali ke kamarnya dan dengan terburu-buru ia mengambil beberapa peralatan alat tulisnya dan tentu saja ia akan memulai aktivitasnya sebelum tidur. Gaara akan mengirim surat pada Naruto, kekasih barunya.

Entah karena terlalu lelah atau apa sampai-sampai Gaara tidak menyadari jika ia tertidur, dan tidak tau bahwa surat balasan dari Naruto telah sampai. Sedangkan Naruto yang di seberang sana mulai sedikit khawatir karena jika ia berfikir Gaara akan tertidur, biasanya mereka akan berpamitan satu sama lain. Yah, mungkin ia harus mematiskan kondisinya besok jika ia sudah kembali.

'Selamat malam Gaa-chan, semoga mimpi indah' ucap Naruto dalam hati, lalu ia pun memutuskan untuk menemui Gaara di alam mimpi saja. Naruto pun tertidur di sebuah kasur empuk di sebuah penginapan desa yang ia sewa, ia tak sabar ingin segera memberi kejutan pertamanya pada sang terkasih.

.

.

.

Kukuruyuuukk~~…

Ayam berkokok pertanda pagi pun menjelang dan matahari mulai menampakkan sinarnya secara perlahan. Sosok berambut merah yang masih bergelung dengan kasurnya itu sedikit terganggu, ia mencoba menarik selimutnya kembali tapi tak ia temukan. Sedikit demi sedikit ia mulai mengingat jika malam itu ia ketiduran dan tak sempat menata tidurnya yang tanpa memakai selimut dan bantal. Gaara mencoba untuk membuka matanya dan sedikit mengumpulkan sebagian nyawanya yang pergi entah kemana saat ia tidur.

"HAH?!"

Gaara sontak berteriak kaget dan kelewat OOC melihat sosok berambut kuning seperti durian tiba-tiba menjadi objek pertama saat ia membuka matanya.

"Selamat pagi Gaara-sama" sapa sosok itu sembari tersenyum.

Gaara masih belum sepenuhnya sadar dan mengerti hanya bisa menganga tak percaya.

"Oi Gaara-sama, ini sudah siang. Aku sarankan kau segera mandi, dan aku tau tempat yang enak untuk mandi"

Tiba-tiba sosok itu menggendong Gaara ala pengantin membawa Gaara beranjak dari kasurnya, spontan Gaara mengalungkan kedua tangannya pada leher sosok tersebut.

"Hiraisihin No Jutsu" setelah sosok itu mengucapkan sebuah mantra, tiba-tiba mereka menghilang.

Dan alangkah terkejutnya Gaara saat mereka tiba di sebuah tempat seperti ke dalaman hutan yang sangat jauh dan Gaara juga bisa melihat di depan matanya terdapat sebuah pemandian air panas liar yang sepertinya terbentuk dengan sendirinya.

Gaara membelalakkan matanya saat mata jade-nya menyapu sekelilingnya.

'Indah' batin Gaara lalu menolehkan kepalanya pada sosok yang masih mengendongnya.

"Naru-to" panggilnya gugup dan sedikit bingung.

"Heheheh, rencananya berubah Gaa-chan. Aku tidak sabar jika menunggu sampai nanti sore untuk menunjukkan ini padamu, aku harap kau suka" ucap Naruto sembari tersenyum lembut, hingga membuat Gaara sedikit terharu karena Naruto sudah memberikan kejutan pertama dalam hidupnya.

"Naruto, bisa turunkan aku? Aku ingin mencoba pemandian air panasnya" pinta Gaara sembari tersenyum senang.

Naruto akhirnya menurunkan Gaara, lalu melepas pakaian mereka yang hanya tersiksa kain tipis berbentuk segitiga yang membalut barang di bawahnya. Yah, meskipun sangat memalukan sekali mereka pun memutuskan untuk berendam bersama.

Naruto menyenderkan punggungnya pada batu kolam tersebut, lalu ia menarik Gaara agar menyenderkan punggungnya pada dada bidang Naruto. Naruto yang merasakan kulitnya bersentuhan dengan kulit Gaara tak bisa menahan kedua tangannya untuk memeluk erat pinggang tubuh persolen di hadapannya ini.

"Aku merindukanmu Gaara" entah sadar atau tidak Naruto sudah terbuai dengan aroma tubuh Gaara, ia menelusupkan kepalanya pada perpotongan leher Gaara dan membuat Gaara merasa panas dan malu. Mukanya memerah, entah efek pemandian air panas atau karena Naruto yang memeluknya terlalu intim seperti ini.

Berhubung Gaara juga sangat merindukan Naruto, ia pun tak menolak dan malah membalas pelukan Naruto dengan menumpukkan kedua tangan putihnya di atas kedua tangan tan milik Naruto yang melingkar manis di pinggangnya. Gaara tersenyum tipis dan menutup matanya mencoba menikmati pelukan sang terkasih dan merilekskan tubuhnya agar bersandar penuh pada Naruto.

"Kenapa kau dengan mudah menyetujui persyaratan Daimyo?" tanya Gaara tanpa merubah posisinya.

"Hm? Entahlah. Bagaimana menurutmu, Gaara?" kata Naruto masih juga dengan posisi yang sama yaitu memeluk Gaara, tapi tidak dengan pandangan matanya yang kosong menatap air kolam tersebut.

Gaara terdiam sebentar untuk memikirkan apakah perkataannya yang ia ajukan selanjutnya akan menyinggung Naruto atau tidak. Ia pun menghela nafas panjang lalu membuka matanya dan berbalik menghadap Naruto, Naruto pun menegakkan kepalanya tanpa melepaskan pelukannya.

"Bagaimana dengan Uchiha Sasuke? Aku mempunyai firasat kau sudah mencintainya, apa aku benar?" tanya Gaara dengan wajah datar, tetapi tidak dengan tatapan matanyanya yang menyiratkan rasa takut dan sedih secara bersamaan.

Naruto tersentak kaget, ia bingung dan gugup. Entah kenapa lidahnya sangat kelu, apalagi melihat tatapan mata Gaara. Ia hanya bisa merunduk mencoba menghindari tatapan mata Gaara, entah kenapa ia juga sangat takut.

Gaara yang mengerti kekalutan dari Naruto mencoba agar lebih tenang, ia menangkup kedua sisi wajah Naruto agar menatapnya dan berkata "Aku tidak peduli pada apapun, yang ku pedulikan hanya kau ada disisiku, jadi aku juga tidak peduli apa saja yang ku lakukan nanti untuk menarik perhatianmu dan membuatmu jatuh padaku seutuhnya. Mungkin aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan dirimu dan hatimu seutuhnya, karena baru pertama aku merasakan perasaan yang seperti ini. Untuk itu, aku harap kau juga mau membantuku" dan Gaara menghadiahkan Naruto sebuah senyuman manis nan tulus yang tidak pernah Gaara tunjukkan pada siapapun.

Naruto sangat dan sangat tertegun, ia mencoba agar tenang supaya debaran jantungnya tidak terdengar oleh Gaara. Apalagi jarak mereka yang sangat dekat, Naruto tidak mau jika wajahnya jadi memerah di depan Gaara.

Gahh! Naruto tak kuat. Ia pun dengan kasar menarik leher Gaara dan menciumnya dengan sangat ganas. Tak akan memberikan Gaara ruang untuk bernafas, ia menyerah dan akan menyerahkan semuanya pada Gaara. Entah kenapa ia pun tak tahu, hanya dalam sekejap Gaara sudah terasa seperti separuh dari nyawanya. Bahkan terpisah dengan Gaara pun ia sudah merasa seperti kehilangan separuh nyawanya. Ia tak tahu perasaan seperti ini disebut apa, ia tak pandai dengan uruasan perasaan seperti ini.

Ciuman penuh gairah pun akhirnya terputus dan menyisakan saliva yang terhubung di kedua bibir Gaara dan Naruto. Mereka meraup oksigen sebanyak mungkin, dan melanjutkan ciuman tersebut sampai mereka puas melepas rindu yang membelenggu.

.

.

.

TBC

YOHH Minna-san! Tanggal 16-10-2015 sesuai janji, kyuu bakal update semua fict yang kyuu buat. Meskipun feelnya kurang, mau gimana lagi. Di samping kurang ada waktu senggang, kyuu juga masih bau kencur di dunia ffn. Jadi harap maklum ya minna-san, trus otaknya kyuu juga uda sedikit berkarat karena tak prnah di asah. Kyuu harap minna-san gak bosen buat ninggal in sumbangan review-nya, heheheh..

And Happy Birthday for me

Thanks to: Ahn Ryuuki,306yuzu,tina anggriani,MisarLenranasta878,namie,echaWiratanu,Namikaze Sora 10,Guesta,pingki954,dianarositadewi4,hibiki kurenai,Eun810,AprilianyArdeta,Dahlia Lyana Palevi,Urushibara Puterrizme,julihrc,novisaputri09.

Maaf jika ada kesalahan penulisan nama atau nama-nama yang tak tertulis, wajar kyuu juga manusia biasa. So, jangan bosan-bosan baca fict kyuu yang gak jelas ini yaa. Trims ;-)