I WILL TRY TO TRUST YOU
Cast : Uzumaki Naruto , Gaara , slight NaruSasu, Itakyu
Genre : Romance , Hurt/Comfort , Friendship
Rate : masih T , aman di konsumsi
WARNING:YAOI,BXB,HOMO,MAHO,GUY,RAPE,LEMON,ALURGJ,TYPOBERSERAKAN
YO MINNA-SAN! KITA JUMPA LAGI. SEBENERNYA SIH KYUU MALES NGLANJUTIN NIH FF, SOALNYA YANG REVIEW CUMA DIKIT SIHH JADI GAK ADA ASUPAN SEMANGAT.. TAPI KYUU GAK MAU NGECEWAIN YANG UDAH REVIEW FF KYUU YANG GAK BERMUTU INI. JADI KYUU HARAP YANG UDA READ TOLONG TINGGALIN REVIEWNYA YA BIAR KYUU BISA SEMANGAT DAN CEPET NGGARAP NIH FF. DAN FF INI ASLI DARI OTAKNYA KYUU, JADI TERSERAH KYUU MAU DI BUAT KAYAK GIMANA. JADI KALAU SEKIRANYA AGAK GAK NYAMBUNG YA BERARTI OTAKNYA KYUU YANG KONGSLET HAHAH:-D. OK SAMPAI SINI DULU CURCOLNYA :-D
SO, PLEASE ENJOYED ;-)
oOo
Naruto, dkk : 18 tahun
Gaara, Sasuke : 20 tahun
Kyuubi : 28 tahun
Itachi : 25 tahun
Minato : 40 tahun
Kushina : 37 tahun
.
.
Now he's bigger than me,
Taller than me.
And he's older than me,
And stronger than me.
And his arms a little bit longer than me.
But he ain't on a JB song with me!
I be trying a chill
They be trying to side with the thrill
"NARUTOO CEPAT TURUN! TEMAN-TEMANMU SUDAH MENUNGGU KITA, CEPATLAH!" teriakan dari bawah menginstrupi Naruto yang sedang berkaca menyisir rambutnya sembari menirukan gaya seorang rapper.
"YA KAA-SAN TUNGGU SEBENTAR! LIMA MENIT LAGI!" teriak Naruto membalas panggilan kaa-sannya.
Setelah merapikan rambut dan pakaiannya, Naruto pun berjalan dan menaiki kasurnya lalu memandang sebuah poster yang terpampang di tembok sebelah tempat tidurnya. Ia memandang poster itu dengan senyum yang mengembang di wajah tannya sembari berkata "tunggu aku, Teme. Pastikan kau mengingatku, jika tidak aku akan menghukummu" lalu mengelus salah satu gambar seseorang yang ada di dalam poster itu dengan jari-jarinya.
.
.
Drap..Drap..Drap..
Naruto menuruni tangga rumahnya dan menyapa semua orang yang duduk di ruang tamu.
"Ohayyo minn-san" sapa Naruto.
Mereka pun membalasnya dengan senyum pagi yang menghiasi wajah mereka "Ohayyo.."
"Baiklah, apa semuanya siap? Kita akan berangkat sekarang." Minato pun angkat suara dan bangkit dari duduknya.
"Tunggu Anata, mobil kita tidak akan muat untuk kita semua. Lalu bagaimana?" kata Kushina pada Minato.
"Tenang saja kaa-san, aku dan tou-san sudah menyewa bus mini untuk kita ke bandara. Jadi ayo kita tunggu busnya di depan, apa sudah tidak ada yang ketinggalan?" sahut Naruto sembari mengecek barang-barang yang ada di tas ranselnya.
Setelah mendengarkan pertanyaan Naruto, teman-temannya pun hanya menggeleng kecil. Memangnya apa yang mau di bawa? Mereka kan tidak punya apa-apa selain baju, itu saja masih beruntung baju-baju mereka masih sedikit layak untuk di pakai, batin teman-teman Naruto.
Setelah Kushina dan Minato mengecek keadaan rumahnya, mereka pun keluar dari rumah itu dan menunggu bus jemputannya datang. Setelah menunggu kurang lebih selama 10 menit, akhirnya bus itu datang. Mereka menaiki bus itu, di dalam bus mereka pun tak luput dari canda tawa di sela perjalanan mereka. Bahagia dan senang yang dirasa, mereka berdo'a semoga apa yang mereka raih menjadi kenyataan dan Tuhan memberkati mereka . Terutama Naruto, ia tidak akan menyerah dan akan menunjukkan kemampuannya bahwa ia mampu. Bahwa musiknya bukan suatu omong kosong belaka, ia akan membuktikan pada semuanya terutama Teme-nya bahwa ia mampu menemukan jati dirinya dan tidak di pandang rendah lagi.
oOo
SEOUL, UNIVERSITAS SM INTERNATIONAL
"one..two..three..four..five..six..seven..eight.. once more!"
Disebuah ruangan yang di kelilingi kaca yang setara dengan tinggi dan luas ruangan tersebut, 13 pemuda yang sedang melakukan aktifitas sehari-harinya. Latihan adalah hal yang wajib bagi para idol seperti mereka. Mereka bergerak mengikuti gerakan satu pemuda yang ada di depan mereka, ia adalah seorang pelatih yang melatih mereka untuk mempersiapkan tarian atau dance yang akan mereka gunakan untuk single baru mereka nanti.
"Okay, ulangi mulai dari awal. Musik!" ketika sang pelatih berteriak, langsung terdengan musik yang akan mengiringi mereka menari. Mereka pun menari sembari melakukan lipsing agar bisa merasakan feelnya dan dapat menari dengan baik. Meskipun ini hanya sekedar latihan, tetapi mereka selalu menginginkan yang terbaik untuk hasil usaha mereka selama menjadi idol sampai sekarang.
"STOP" sang pelatih berteriak sembari mengangkat satu tangannya seperti memberi kode, musik pun berhenti begitu pun gerakan mereka.
PLOKK
Satu tepukan dari sang pelatih sembari memandang ke-13 pemuda dari depan kaca yang memantulkan bayangan mereka. Sang pelatih pun berkata "Break 30 menit, ok bubar. Dan pastikan kalian kembali tepat waktu, karena kita sedang di kejar oleh waktu. Kalian mengerti?".
Mereka pun serempak menjawab "YEEE HYUNG"
Akhirnya mereka pun memutuskan meninggalkan ruangan kecuali seorang pemuda berambut raven mencuat ke belakang yang sedang menatap sang pelatih dengan pandangan datar andalannya. Sang pelatih pun menatapnya bingung lalu berbalik menghadap Sasuke, ia pun memutuskan untuk bertanya "Mu seun illiseo, Sasuke?" (1)
"Hn, latih aku Kyuubi-hyung"
"Mwo?(2) Apa maksudmu? Aku memang pelatih kalian kan?"
"Bukan begitu, aku ingin kau lebih memperhatikan latihanku. Kau tau kan bahwa tarianku masih belum cukup untuk di bilang bagus"
"Hm lalu? Bukankah kau sudah ambil baginmu sendiri, suaramu sangat bagus bahkan setara dengan Gaara. Hanya saja warna suara kalian memang berbeda, apa kau masih kurang puas? Sebenarnya apa tujuanmu? Aku senang jika kau ingin belajar lebih, tapi menurutku lebih baik jika kau menekuni yang sudah menjadi tugas dan kewajibanmu, yaitu menyanyi. Lagipula kau tidak akan lebih unggul dari Ranmaru, karena menari adalah tugas dan bagiannya yang ia selalu tekuni. Kurasa inilah kekuranganmu Sasuke, kau selalu mengabaikan sesuatu yang sudah kau dapatkan yang seharusnya sudah singgah pada dirimu. Intinya, kau selalu merasa kurang puas dengan apa yang kau miliki, naïf dan terburu-buru. Kurasa kau harus merubahnya sedikit demi sedikit jika kau tidak mau menyesal dengan sesuatu yang sudah kau abaikan nantinya. Pikirkan baik-baik Sasuke, hilangkan sedikit ego-mu" Kyuubi pun berjalan meninggalkan Sasuke yang tak bergeming dari posisinya. Sasuke hanya memasang wajah super datarnya ketika mendapat wejangan dari Kyuubi. Ia pun sedikit mengingat masa lalunya yang sudah meninggalkan orang yang sangat ia sayangi dulu hanya demi ambisinya. Tetapi ia tak menyesal sekarang jika akhirnya ambisinya sedikit tercapai hanya perlu beberapa proses lagi. Lagipula dengan begini ia sudah mengangkat derajat orang tuanya yang sempat terancam bangkrut, yah meskipun ia harus merahasiakan masa lalunya dari publik. Selama ia mempunyai cara untuk menutup mulut teman-teman gigolonya agar tidak membongkar rahasianya pada siapapun. Dan untuk orang terkasih yang dulu ditinggalkannya, ia yakin jika mantan kekasihnya itu sudah gila karena ia tinggalkan, jadi ia tk perlu khawatir jika orang itu akan membongkar masa lalunya. Ck, kau benar-benar salah perkiraan Sasuke!
Drrttt..Drrtt..
Handphone yang ada di atas ranselnya pun bergetar menghentikan lamunannya, ia pun beranjak dari posisinya dan segera mengambil handphone miliknya dan sedikit melihat siapa yang menelpon "ck, aku sedang tidak dalam mood melayani mereka", ia pun mengangkatnya.
"Hn"
"Apa kau sedang sibuk, sayang? Aku ingin menemuimu dan meminta jatahku tentu saja. Aku tunggu kau didepan apartement milikmu. Dan aku tidak mau kau terlambat lebih dari jam 10 malam, karena aku sudah datang jauh-jauh dari Tokyo hanya ingin memakanmu" suara bass berat dengan nada menggoda membuat Sasuke hanya memutar bola matanya .
"Hn, tentu saja. Kau tunggu saja, aku akan memberikan jatahmu jika kau mau menutup mulutmu Tua Bangka!" jawab Sasuke sinis.
"Oh ayolah sayang jangan terlalu galak padaku, kau tau aku akan menepatai janjiku jika kau juga menepati janjimu tentu saja"
"Hn, aku sibuk. Aku tutup sekarang"
Sasuke pun mengakhiri panggilannya, dan keluar dari ruangan menyusul teman-temannya.
.
.
.
Seorang pemuda bersurai merah berdiri melamun di depan sebuah kolam yang tak jauh dari tempatnya ia berdiri. Badannya sedikit menegang tiba-tiba merasakan tangan kekar seseorang yang memeluknya dari belakang. Setelah mencium aroma tubuh seseorang yang memeluknya, akhirnya ia sedikit tenang setelah tau siapa pemilik aroma itu dan mulai menyamankan tubuhnya pada pelukan itu.
"Apa kau masih marah setelah apa yang adikku lakukan pada keponakan kesayanganmu dulu, Kyuu sampai kau memberinya wejangan seperti itu?" Orang yang memeluk Kyuubi itu berbicara sembari menyandarkan dagu lancipnya pada punggung Kyuubi.
"Hn, tentu saja Keriput. Apa kau tak pernah berfikir bagaimana rasanya di khianati dan di campakkan begitu saja oleh orang yang kau cintai?" Setelah Kyuubi berbicara seperti itu, pelukan orang itu pun tiba-tiba semakin kencang. Dan Kyuubi merasakan sedikit gelengan kepala orang yang memeluknya, ia pun hanya tersenyum dan tangannya tergerak untuk mengelus punggung tangan orang yang sedang memeluknya.
"Jeongmal Saranghae(3), Kyuu. Sungguh maafkan adikku, tetapi jangan samakan aku dengan Sasuke, di posisi kita aku yang sangat-sangat membutuhkanmu. Aku akan menukar segalanya agar bisa bersamamu…" Orang itu menghentikan kata-katanya dan melepas pelukannya lalu membalikkan tubuh Kyuubi menghadap ke arahnya. Akhirnya Kyuubi pun dapat melihat kesungguhan di mata onyx gelap itu, ia terus menatap mata itu menunggu orang tersebut melanjutkan perkataannya.
"Aku.. Uchiha Itachi bersumpah akan selalu mencintai dan selalu di sisi Uzumaki Kyuubi. Apapun yang terjadi, bagaimana pun kondisimu, bahkan siapapun kau, aku tidak peduli. Yang aku tahu hanyalah Uzumaki Kyuubi adalah segalanya bagi Uchiha Itachi. Kau harus percaya itu Kyuubi" Itachi merapalkan sumpahnya sembari menatap iris mata ruby Kyuubi.
"Kau tau yang aku dengar darinya, dulu mereka juga membuat janji seperti ini Tachi. Dan berakhir adikmu yang melanggar janjinya, bahkan masih memberikan bonus menjualkan tubuhnya di hadapan NAR…" belum selesai dengan teriakannya tiba-tiba bibir dingin Itachi membungkam mulutnya dan lepas sudah air mata yang ia tampung di pelupuk matanya, Kyuubi menangis tanpa suara.
Itachi melepas pelukannya, tangannya terangkat menghapus air mata yang mengalir di pipi chubby Kyuubi. "Bunuh aku jika aku tidak bisa menepati janji dan sumpahku padamu, Uzumaki Kyuubi".
Bola mata Kyuubi membulat setelah mendengar pernyataan Itachi. 'Aku harap kau menepati janjimu, Uchiha Itachi. Karena aku mencintaimu' Kyuubi hanya bisa membatin dalam hati. Ia memang tidak pernah mengatakan perasaannya pada Uchiha sulung ini, tentu saja ia memiliki harga diri yang sangat tinggi mungkin, ia sendiri tak tau mengapa? Tetapi ia tak pernah menolak mengakuinya jika ia sudah terperosok jauh dalam pesona seorang Uchiha Itachi.
Kyuubi tak bisa menahan keinginannya untuk memeluk pemuda yang sudah mengambil hatinya ini. Kyuubi memeluk Itachi begitu erat seakan tak mau jauh-jauh dari sosoknya dan Itachi tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya, Itachi pun membalas pelukan Kyuubi tak kalah erat sembari mengusap dan mencium lembut rambut halus Kyuubi.
oOo
"Akhirnyaa…Akhirnyaa…AKHIRNYAAAA…SEOULLL TUNGGU AKUUU!"
*PLAKK!*
"ITTTAAAIII..! KAA-SAN APA YANG KAU LAKUKAN? INI SAKIITT"Naruto mengusap-usap kepalanya setelah mendapatkan geplakan dari sang ibu.
"Apa-apaan teriakanmu itu? Kau tau kan kita masih di tengah-tengah bandara? Lihat, semua orang jadi melihat kita bodoh! Kau ini membuat malu saja Naruto, jangan seperti orang primitive idiot!"
"Sudahlah kalian ini seperti anak kecil saja, Kushina kau ini sudah tua berhentilah bertengkar dengan anakmu" akhirnya Minato sang ayah pun melerai pertengkaran ibu dan anak yang tidak jelas ini.
Yah mereka telah sampai pada Negri Gingseng tempat tujuan mereka saat ini, setelah mereka turun dari pesawat dengan hebohnya Naruto merentangkan kedua tangannya lalu berteriak seperti orang gila. Jadi wajar jika Kushina sang ibu malu setengah mati apalagi posisi mereka masih berada di dalam Bandara, ia membatin kenapa pula punya anak yang mempunyai sifat berlebihan seperti itu. Aduhh, jeng Kushina ini gimana? Namanya juga anaknya ya pasti dapat dari orang yang buat toh.
"Oh ya Naruto, rupanya kau sudah berani membentak kaa-sanmu ya sayang?" Kushina pun menunjukkan senyum manisnya yang bisa membuat mimisan para kaum Adam yang melihatnya, tapi menurut Naruto dan Minato itu adalah sebuah senyum setan yang akan mengantarkannya pada sang penjaga neraka.
"Ahh, kaa-san pasti salah paham. Iya kan tou-san?" Naruto melirik sang ayah berharap sedikit bantuan.
Sang ayah yang mengerti tatapan anaknya pun berusaha menenangkan istrinya dan ia juga tak ingin bandara yang susah payah di bangun Pemerintah ini hancur rata oleh tanah.
"Sudahlah Kushina, sekarang ayo kita mencari taksi untuk menemui kakek dan nenekmu Naruto. Dan ingat, kita sudah tidak di Jepang lagi. Jadi kita harus terbiasa berbicara dalam bahasa Korea, kalian mengerti?" jelas Minato sembari menatap teman-teman Naruto yang sempat mereka abaikan.
"Anoo ji-san, kami tidak terlalu bisa berbahasa Korea. Bagaimana? Kami juga tidak terlalu bisa berbahasa Inggris" Konan berbicara kaku dan sedikit menunduk mengingat ia dan teman-temannya tidak ada yang bisa mereka lakukan dan hanya merepotkan keluarga Naruto saja.
Seakan mengerti kekalutan hati teman-temannya, Naruto pun memutuskan "Em, kita cari penginapan saja bagaimana? Aku yakin kalian juga lelah kan mengingat selama perjalanan tidak ada yang bisa tidur karena terlalu senang tadi? Lagipula aku ingin membicarakan strategi awalku pada kalian, bagaimana? Aku juga akan mengajari kalian sedikit percakapan dasar dalam bahasa Korea nanti, agar kalian bisa sedikit berinteraksi nantinya".
"Tapi Naruto, kami tidak ada biaya. Kami juga tidak ingin terlalu merepotkanmu, bisakah kita mencari tempat yang lebih sederhana tapi nyaman begitu? Atau kita istirahat sebentar di sebuah kedai nanti?" usul Nagato.
"Hmmm.." Naruto tampak berfikir sembari memjamkan matanya.
"Aahh aku tauu.." seakan ada bola lampu menyala di atas kepalanya, ia pun cepat-cepat merogoh saku celananya dan menganbil sebuah benda kecil. Dan mencari nama seseorang untuk ia hubungi, yang lainnya pun hanya menatap Naruto heran.
"Yoboseyo"(4) Setelah mendapat jawaban dari orang yang di seberang telepon, Naruto berinisiatif melordspeaker panggilannya agar orang tua dan teman-temannya ikut mendengarkan.
"Kyuu, jigeum eodie isseo?(5) Apa sedang sibuk? jika tidak menjauhlah dari orang-orang disekitarmu sekarang"
"Eoh, jamkkan man"(6)
Orang tua Naruto pun hanya sedikit kaget setelah mengetahui siapa yang di telepon oleh Naruto dan mendengar suara yang tidak asing bagi mereka, tetapi mereka memilih untuk diam dan membiarkan Naruto melanjutkan pembicaraannya.
Sedikit lama menerima respon di seberang sana akhirnya telepon itu bersuara lagi.
"Sudah, ada apa? Apa kau ada masalah?
"Tidak, bisa kau jemput kami di Bandara. Kami baru saja sampai Seoul, dan bisakah kami menumpang dulu di rumahmu? Jika ingin lebih jelas, nanti aku akan ceritakan. Dan jangan siapapun tahu termasuk kakek dan nenek, apalagi "dia". PALLI(7)!"
*TUTT* setelah menutup teleponnya, Naruto pun hanya nyengir setelah mendapat tatapan kebingungan dari orang di sekitarnya.
"Ayo kita cari kedai dan bersantai sebentar sambil menunggu jemputan, heheheh" Naruto berlalu meninggalkan mereka yang mentap cengo Naruto dan memutuskan menuruti perkataan Naruto lalu mengikutinya.
.
.
.
Angin berhembus menerpa dua orang pemuda yang saling menutup matanya menikmati indahnya dunia yang bagi mereka adalah miliknya untuk saat ini. Pemuda berambut raven panjang sedang duduk menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon sakura di belakang punggungnya, sembari memeluk erat dari belakang pemuda berambut merah yang sedang duduk diantara kedua kakinya. Mereka sungguh menikmati saat-saat seperti ini, tapi sayang sekali angan-angan mereka harus sirna sudah.
Drrtt…Drrtt..Drrtt..
"Ck, menganggu sekali. Siapa yang menelponmu, Kyuu?" Tanya pemuda berambut raven.
Kyuubi pun mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menghubunginya.
"Huh? Naruto?" sahut Kyuubi heran. Karena tidak biasa Naruto menelponnya, paling jika ada apa-apa Naruto akan meng-emailnya saja. Tak jauh dengan Itachi, ia pun segera member isyarat untuk Kyuubi mengangkatnya.
"Yoboseyo" ia pun sengaja melordspeaker teleponnya agar Itachi bisa mendengarkannya juga.
"Kyuu, jigeum eodie isseo? Apa sedang sibuk? jika tidak menjauhlah dari orang-orang disekitarmu sekarang"
"Eoh, jamkkan man"
Setelah mendengar sahutan dari Naruto, Kyuubi mengernyitkan alisnya heran sembari menatap Itachi. Itachi pun menggelang pelang sembari memegang pergelangan tangan kiri Kyuubi yang bebas, memberi isyarat agar Kyuubi tetap pada posisinya. Kyubi hanya bisa menghela nafas pelan dan melanjutkan percakapannya dengan Naruto.
"Sudah, ada apa? Apa kau ada masalah?
"Tidak, bisa kau jemput kami di Bandara. Kami baru saja sampai Seoul, dan bisakah kami menumpang dulu di rumahmu? Jika ingin lebih jelas, nanti aku akan ceritakan. Dan jangan siapapun tahu termasuk kakek dan nenek, apalagi "dia". PALLI!"
Tutt..Tutt.. teleponnya tiba-tiba mati.
"Eottoke?(8) Aku mempunyai firasat baik sekarang." Kyuubi menoleh pada Itachi sembari menunjukkan seringainya yang membuat Itachi bergidik ngeri.
"Jika kau menyayangi adikmu, maka bersiap-siaplah menjadi SPY untuk adikmu itu keriput. Khukhukhukhu..." Kyubi memberikan kekehannya pada Itachi, dan membuat Uchiha sulung itu harus menelan ludahnya sendiri.
.
.
.
Disini pasti minna-san penasaran kan dari mana Kyuubi mengetahui semua tentang masa lalu keponakan kesayangannya? Tunggu chapter selanjutnya aja.
Terus disini Kyuubi itu adik dari Kushina, berhubung Kyuubi mempunyai bakat yang membuat orang tua Minato kagum. Akhirnya dia diambil anak angkat dan merawat Kyuubi, karena Kyuubi dan Kushina juga tidak punya keluarga lagi. .
Oke sampai sini dulu yaa, lagi buntu nih otak. Jangan lupa review aja lah, tapi kyuu jarang bisa balas. Mungkin kalau PM bisa kyuu balas atau lewat fb,bbm,tweet,atau terserah lah. Setelah ini kyuu mau garap yang not sensitive, jadi next chapter agak lambat. Lalu mohon maaf bagi yang kecewa karena Gaara gak kyuu tampilkan dulu, tapi setelah Gaara ketemu Naruto nanti pasti kyuu selalu tayangin adegan mereka berdua kok tenang saja.
oOo
"Mu seun illiseo, Sasuke?" : "Ada masalah apa, Sasuke?"
"Mwo?" : "Apa?"
"Jeongmal Saranghae" : "Sungguh aku mencintaimu"
"Yoboseyo" : "Hallo"
"Kyuu, jigeum eodie isseo?" : "Kyuu, kau dimana sekarang?"
"Eoh, jamkkan man" : "Ya, tunggu"
"PALLI" : "CEPAT"
"Eottoke?" : "Bagaimana?"
