I WILL TRY TO TRUST YOU
Pairing: Naruto x Gaara
Genre: Romance , Friendship, Drama
Rate : T - aman dikomsumsi
WARNING : BL,BXB,ACAK-ACAKAN BIN NGGAK KARUAN,TYPO BERTABURAN,HUMOR GARING BIN GOSONG,DLL.
YANG NGGAK SUKA JANGAN DI BACA, KYUU NGGAK MAU ADA FLAME YANG ANEH2. FF HANYA BUAT SEBUAH HIBURAN BAGI KYUU. DAN KYUU NGGAK MAU DI TUNTUT YANG ANEH2, DAN GAK TAU KENAPA HARI INI PAS LAGI GARAP CHAPTER INI KEADAAN KYUU LAGI SENSITIVE BANGET. PADAHAL KYUU JUGA GAK LAGI BULAN DATANG, HAHAHA.
SO, YANG PENGEN BACA SILAHKAN!
.
.
.
.
.
CKIITT….
Sebuah mobil merah berhenti melaju di pinggir jalan raya lalu keluarlah sesosok pemuda tampan nan manis berambut merah yang sedang menampakkan raut kebingungan menoleh ke kanan kiri seperti sedang mencari sesuatu.
"KYUUBI!" suara teriakan berasal dari jalan seberangnya, ia melihat sosok pemuda yang seakan memberi isyarat bahwa dirinya ada disana, ia menajamkan mata kucingnya untuk melihat siapa gerangan yang memanggil dirinya.
"NARUTO" ia pun lari kegirangan ke arah pemuda di seberang jalan, tentu berhati-hati dengan segala kendaraan yang melaju berlalu lalang.
Sesampainya ia pun memeluk sosok itu erat.
"Naruto, bagaimana kabarmu? Aku tidak menyangka kau datang ke Seoul" Kyuubi melepaskan Naruto dan mengacak-acak rambut durian sang pemilik.
"Aissh, jangan mengacak rambutku! Hei, ayo cepat ikut aku. Kita menjemput yang lain"
Belum sempat Naruto berlari ke arah mobil Kyuubi, sebuah tangan tan mungil menangkap pergelangan tangannya.
"Tunggu, dengan siapa kau kemari?" tanya Kyuubi dengan menatap Naruto bingung.
"Sudahlah, nanti juga kau akan tau. Ayo cepat!" Naruto pun menarik Kyuubi ke mobil yang sudah terparkir di seberang.
Akhirnya mereka pun melajukan mobil merah itu ke sebuah kedai di pinggir jalan tak jauh dari situ, mereka hanya putar balik sedikit maju dari arah Naruto berdiri sebelumnya.
Saat mereka sampai di sebuah kedai siap saji, mereka pun masuk ke dalam kedai tersebut. Berjalan ke arah meja di paling ujung.
"SHINA-NEE!" Kyuubi berteriak semangat ketika penglihatannya menangkap sosok perempuan paruh baya berambut merah panjang tetapi terlihat sangat cantik.
Perempuan itu pun menoleh "KYUU-CHAN"
Kushina pun berlari memeluk sang adik yang sudah lama tidak ia jumpai. Begitu juga dengan Minato sang suami yang juga ikut memeluk sang adik ipar untuk melepas rindu.
Setelah itu Kyuubi pun di suruh untuk ikut bergabung di acara makan mereka sembari berkenalan dengan teman-teman Naruto.
"Naruto, mobilku tidak akan muat jika masanya sebanyak ini. Kenapa tidak bilang waktu kau menelponku?" tegur Kyuubi.
"Mianhe ahjussi, aku lupa. Heheheh" cengir Naruto.
"Ggrrr, JANGAN PANGGIL AKU SEBUTAN HARAM ITU!" Kyuubi pun geram, wajahnya memerah menahan marah. Yah, dari dulu Naruto selalu suka memanggilnya dengan sebutan itu meskipun hanya lewat e-mail saja. Ia kan masih muda bukan pria paruh baya yang bangkotan hingga ia di panggil seperti itu.
"Wae? Wae? Wae? Bukankah kau memang pamanku, eoh?" Naruto sedikit menjauhkan tubuhnya dari sang paman yang siap menerkamnya.
PLETAK
"Hm!" Kyuubi pun memalingkan wajahnya setelah menghadiahkan sebuah jitakan pada kepala sang ponakan.
"Ita-ta-itai" Naruto meringis sembari memegangi kepala duriannya yang terkena pukulan Kyuubi.
"Aishh! Jinjja! Cepat pikirkan cara agar kita cepat sampai di apartementmu" Naruto pun akhirnya mengalah.
Setelah Kyuubi tenang akhirnya ia merogoh saku celanya lalu mengambil handphone merahnya, ia berniat menghubungi seseorang.
"Oi keriput, cepat kau jemput aku di kedai Afuku yang tidak jauh dari bandara. PALLI!" Kyuubi langsung memutuskan panggilannya sebelum orang di seberang telepon menjawab panggilannya.
"Kita tunggu saja disini, nanti ada yang menjemput kita"
Setelah mendapat arahan Kyuubi, mereka pun mengangguk dan memulai pembicaraan kembali. Yah, seperti apa saja yang mereka alami selama ini. Tentu saja kecuali Naruto, meskipun begitu semua sudah mengetahuinya seperti apa hancurnya Naruto sebelum ini. Tetapi mereka tidak ada yang mempunyai fikiran untuk membahas masalah itu di dalam obrolan mereka, termasuk Kyuubi.
Other side
Pemuda berambut raven di kuncir mentap handphonenya bingung, baru saja ia menerima telepon dari sang kekasih untuk menjemputnya. Sedangkan ia saat ini mendapatkan jadwal pemotretan yang tidak bisa di tinggal. Ia ingat jika Kyuubi sedang menjemput keponakannya, apa mungkin Naruto tidak datang sendiri. Lebih baik ia menyuruh seseorang untuk menggantikannya. Ia pun memutuskan untuk menghubungi seseorang setelah menemukan nama di list kontak HP hitam miliknya
"Hn, Itachi-hyung?" Itachi pun menghela nafas lega ketika mendengar suara dari seberang.
"Gaara, neo eodiseo?"
"Bukan urusanmu, wae?
Itachi hanya bisa menghela nafas maklum mendengar nada dingin Gaara.
"Bisa kau gantikan aku menjemput Kyuubi di kedai Afuku yang tidak jauh dari Bandara Seoul?"
"Hn"
Untuk kedua kalinya, Itachi menghela nafas mendengar nada dingin Gaara. Lalu ia mendengar nada tut tut yang berarti telepon telah di putuskan secara sepihak.
Padahal yang ia tau keluarga Uchiha adalah makhluk paling dingin di seluruh jagad raya, Itachi memang sedikit merinding jika harus berhadapan dengan Gaara yang sekarang. Padahal dulu Gaara adalah dongsaengnya yang paling manis di antara member lainnya.
.
.
Di depan sebuah makam, berdiri pemuda berambut merah memiliki bola mata hijau yang memandang datar makam tersebut. Padahal di dalam hatinya, ia sedih dan hancur. Penyebabnya adalah sang penghuni makam tersebut. Setelah puas memandangi makam tersebut, ia pun memutuskan untuk pergi menyusul sang pelatih menggantikan seseorang yang menelponnya tadi.
Gaara pun bersiap-siap turun dari mobil setelah menemukan kedai Afuku, tak lupa memakai kaca mata hitam dan topi untuk menutupi identitasnya sebagai idol.
Ia pun memasuki kedai tersebut, berhenti di depan pintu lalu menoleh kanan kiri untuk mencari sang pelatih. Setelah ketemu, Gaara berjalan ke arah bangku yang paling ujung .
"Kyuubi-hyung"
Merasa namanya di panggil, Kyuubi menoleh dan menajamkan mata kucingnya pada sang pemanggil begitu juga dengan penghuni meja Kyuubi.
"Eoh Gaara, wae yeogi?" Kyuubi menatap bingung pada Gaara.
"Aku menggantikan Itachi-hyung" singkat Gaara.
"Hm, baiklah"
Kyuubi mengalihkan pandangannya pada Naruto.
"Naruto, Konan, Minato, dan kau Kushina ikut dengan Gaara"
Rasanya Kushina ingin menguliti Kyuubi yang tidak menambahkan "nee" di belakang namanya, tapi melihat kondisi ia pun mengurungkan niatnya.
Mereka pun mengikuti Gaara, dan teman-teman Naruto ikut di dalam mobil Kyuubi.
Di dalam mobil Gaara, sangat hening sekali membuat tamu mobil itu tidak enak pada sang pemilik.
Jadi Naruto yang kebetulan duduk di samping Gaara, memutuskan untuk berbicara.
"Ehem, kau Gaara lead vocal Super Junior kan? Kau tau, aku sangat suka dengan suaramu. Jadi, sejak kapan kau mulai menyanyi?"
Gaara hanya menoleh ke arah Naruto.
Deg
CKIITTT…
Tiba-tiba mobil Gaara berhenti mendadak menyebabkan penumpang lainnya terjungkal kaget.
Gaara hanya terpaku melihat wajah Naruto yang tak asing di matanya. Mata biru lautan, rambut pirang cerah mengingatkannya pada seseorang yang sudah meninggalkannya.
"APA YANG KAU LAKUKAN? KENAPA BERHENTI TIBA-TIBA?" Naruto menoleh ke arah Gaara, ia menaikkan sebelah alisnya setelah tau bahwa Gaara sedang menatap dirinya intens.
Sedangkan penumpang lain yang duduk di jok belakang berusaha menahan nafas melihat interaksi Gaara dan Naruto. Mereka dari awal memang sedikit tidak nyaman berada satu mobil dengan Gaara yang terlihat sangat dingin.
TIINN.. TIINN..
Mendengar bel yang saling menyaut di belakang mobilnya, Gaara pun sadar dari lamunannya lalu mulai menjalankan mobilnya munuju apartement Kyuubi. Memang sejak sampai di dalam kedai, ia tidak memperhatikan wajah satu persatu tamu pelatihnya itu.
Skip Time
Sesampainya di apartement milik Kyuubi, mereka pun menata barang masing-masing di kamar yang sudah di tentukan oleh sang tuan rumah. Begitu juga dengan Gaara yang di paksa oleh Kyuubi supaya ikut menginap, karena Kyuubi tau bahwa Gaara hanya tinggal sendirian di apartementnya. Lagipula sepertinya Gaara akan di butuhkan Kyuubi nanti, dari apa yang sudah di jelaskan Naruto saat di kedai tadi.
"YOSH! MINNA CEPAT BERKUMPUL DI RUANG TV!"
Pletak!
"Appo! Yak Ahjussi! Kenapa memukulku, eoh?" Naruto mengaduh kesakitan saat tiba-tiba Kyuubi memukul kepalanya tanda sebab. Ia sungguh meratapi nasib kepalanya yang sudah menjadi bully-an Kyuubi dan Kushina.
"Jangan berteriak di dalam apartementku, pabbo-ya! Dan sekali lagi jangan panggil aku dengan sebutan haram itu, panggil aku HYUNG" Kyuubi heran, kenapa anak dan ibu suka sekali berteriak di dalam rumah. Ia ingat sekali bagaimana sifat sang kakak, dan baru menyadari bahwa sifatnya itu diwarisi oleh sang anak.
"Kenapa sih kau daritadi selalu memukul kepalaku,eoh? Dasar Kakak dan Adik sama saja, suka sekali membully kepalaku" Naruto merenggut kesal dan memutuskan untuk duduk di sofa ruang TV yang di sediakan. Kyuubi yang tidak terima di tindas oleh keponakannya sendiri begitu juga sebaliknya, akhirnya pertengkaran mulut pun berlanjut. Mereka tidak menyadari bahwa pertengkaran mereka menjadi bahan tontonan semua tamu yang menahan senyum mereka melihat pertengkaran kedua bayi tua yang tidak ada yang mau mengalah. Aah, kecuali pemuda berambut merah yang bersender di depan kamarnya sedang menatap intens pemilik surai pirang yang membuat hatinya tidak karuan saat pertama pertemuan mereka tadi.
Ia terus saja memperhatikan tingkah dan wajah Naruto yang membuat hatinya sedikit berdesir merasakan rindu kepada sang mantan kekasih yang telah tiada meninggalkannya sendirian.
Mirip.
Sangat mirip.
Itu yang dipikirannya sedari tadi, hanya saja gender mereka berbeda. Gaara terus saja melamun sampai tidak menyadari bahwa semuanya sudah berkumpul di ruang tengah tersebut. Sampai ia tidak menyadari bahwa semua mata tertuju padanya, awalnya Naruto tidak peduli karena sekarang ia sedang mengutak-atik mp3 miliknya. Karena di ruangan itu sangat hening dan ia merasa di perhatikan, Naruto pun mengangkat kepalanya dan melihat apa yang terjadi. Ia sedikit kaget saat semua mata sedang terkunci pada pemuda berambut merah yang ternyata sedang melihatnya, mau tidak mau Naruto pun menatap balik Gaara.
Gaara terkaget saat obsidiannya bertemu dengan obsidian Naruto, mereka heran karena tubuh mereka tak bisa di gerakkan seakan menikmati dan menyelami obsidian masing-masing. Mata itu, penuh dengan kesedihan dan seperti tidak ada cahaya sama sekali. Padahal warna matanya sangat bagus, itu yang di pikirkan Naruto. Semua mata menatap Naruto heran, saat Naruto tiba-tiba berdiri dan berjalan ke arah Gaara yang berdiri tak bergerak sedikit pun di depan pintu kamar.
Naruto pun menghentikan langkahnya di depan Gaara lalu menundukan kepalanya, ia ingin menyelami lebih dalam lagi mata hijau tanpa sinar itu. Entah kenapa Gaara merasa tubuhnya sangat kaku tak bisa di gerakkan sama sekali, saat obsidian biru itu menatapnya lebih dekat lagi.
Cup
Hanya beberapa detik Naruto mencuri kecupan di bibir Gaara, lalu ia tanpa dosa memberikan cengiran lebarnya dan tak menyadari semua pasang mata terbelalak lebar menatap horror pada dirinya.
BUGH!
"AHAHAHAHAH!" semuanya menertawakan Naruto kecuali Gaara yang sedang menatapnya tajam, rasanya ia belum puas hanya dengan menginjak sebelah kaki Naruto setelah dengan beraninya mencuri ciuman darinya.
Tanpa bicara ia pun kembali masuk ke dalam kamar meninggalkan Naruto yang sedang memegangi kaki kirinya menahan sakit lalu mengunci pintu kamar tersebut.
GAARA POV
'Dasar rambut durian kurang ajar, jika tidak ada orang tuanya sudah ku pastikan dia akan mati di tanganku saat itu juga' aku pun menyamankan diriku di atas kasur dan—bibirku?.
Aku meraba bibirku, masih terasa bekas ciuman rambut durian gila itu. Dasar kurang ajar, kini aku merasa menyesal karena menyamakan dia dengan Naruko ku. Mereka berbeda, sangat berbeda. Naruko ku, dia wanita yang anggun dan manis. Sedangkan dia hanya pemuda gila tak tau sopan santun, yah meskipun wajah sangat tampan dan sifatnya membuat orang nyaman saat bersamanya.
Eh?
Apa yang ku katakan tadi? Tampan? Nyaman? Yang benar saja.
Sudahlah lebih baik aku tidur, tidak terasa sudah pukul sepuluh malam. Baiklah, semoga kita bertemu di dalam mimpi dan selamat malam, Naruko.
GAARA POV END
.
Saat Kyuubi, Minato, dan Kushina tengah mengajari berbahasa korea pada teman-teman Naruto, ia malah melamun. Entah kenapa di pikirannya sedang di isi sosok pemuda berambut merah yang telah ia curi ciumannya.
Blush..
Wajah Naruto tiba-tiba memerah saat mengingat sensasi yang ia dapat saat mencuri ciuman tersebut walau hanya beberapa detik. Ia pun meraba bibirnya, ia masih bisa merasakan sensasi bibir Gaara yang sangat lembut seperti jelly yang sangat manis.
'Aaarrgh, apa yang ku pikirkan? Kenapa aku jadi berpikiran yadong seperti ini sih?' batin Naruto sembari sedikit menjambak rambut kuning jabriknya.
Kyuubi yang menyadari tingkah aneh keponakannya itu pun tiba-tiba menyeringai, lalu bangkit dan berpindah duduk di sebelah Naruto.
"Oi, jangan bilang kau mulai menyukai Rakun merah itu eoh?" tanya Kyuubi dengan nada menggoda sembari menyikut perut Naruto.
Tiba-tiba semua pasang mata menuju ke arah Naruto setelah mendengar pertanyaan Kyuubi yang dilontarkan kepada Naruto, sedangkan Naruto pun bingung dengan keadaan yang tiba-tiba menyudutkannya.
"Y-yak! Jangan bicara sembarangan, kau tau kan aku datang ke Seoul untuk menyusul Sasuke?"
"Ck" Kyuubi tiba-tiba berdecak tidak suka saat mendengar jawaban Naruto.
"Kau benar-benar pabbo, eoh? Kau tau, bahkan sampai saat ini pun si pantat ayam itu tidak berubah sedikit pun. Kau tau apa maksudku kan, Naruto?"
Tiba-tiba tatapan Naruto menjadi sendu menatap meja kaca di depannya.
"Aku tidak tau apa yang Sasuke lakukan padamu sampai kau seperti ini? Bahkan sampai kau menutup hatimu sampai sekarang, aku bahkan ingin sekali menghajar anak ayam tidak tau diri itu saat Kushina-nee mengatakan semuanya padaku"
"Aku tidak merasa sudah menutup hatiku" sela Naruto cepat.
"Yah, secara tidak sadar kau sudah menutupnya BAKA! Maka dari itu aku memanggilmu bodoh. Buktinya kau masih saja jomblo sampai sekarang sejak kau di tinggalkan dengan buntut bebek itu?"
Naruto diam, ia merasa perkataan Kyuubi ada benarnya.
"Jika kau datang untuk menunjukkan dirimu yang sebenarnya pada Sasuke, tentu aku akan membantumu karena aku percaya kau mempunyai bakat alami dan aku yakin dengan itu kau mampu mencapai cita-citamu. Tapi, jika itu kau gunakan agar Sasuke kembali padamu, aku tidak akan sudi membantumu meskipun kau keponakanku. Arra?"
"….." Hening.
Kyuubi pun menghela nafas, saat tidak ada reaksi apapun dari Naruto. Sedangkan Minato dan Kushina hanya bisa meratapi nasib anaknya, meskipun begitu mereka salut pada Naruto yang mampu menjaga hatinya sampai saat ini meskipun telah di khianati.
"Kau tau Gaara?"
Naruto pun menoleh menatap Kyuubi dengan tatapan bertanya.
Didalam hati Kyuubi menyeringai senang, karena ia merasa mulai sekarang nama itu membuat Naruto sedikit sensitive. Kyuubi tau bahwa sebenarnya keponakannya menyimpan sedikit ketertarikan pada Gaara, hanya saja Naruto terlalu bodoh untuk menyadari hal itu dan lagi kenapa keponakannya itu harus menutup hatinya segala hanya karena bocah ayam tidak tau diri itu. Kyuubi bersumpah akan membantu Naruto untuk membuka hatinya kembali dan sedikit menyadarkan perasaan Naruto yang sedikit eror itu.
"Dekati dia, belajarlah darinya apa yang tidak kau ketahui Naruto. Aku yakin suatu saat kalian akan saling memahami"
"Huh?" Naruto memiringkan kepalanya bingung alias tidak paham apa yang di katakan pamannya.
"Geezz, kau itu bebal sekali sih. Menyesal aku mempunyai ponakan bodoh sepertimu" geram Kyuubi.
Karena Naruto tidak ingin memulai pertengkaran, akhirnya ia pun hanya bisa merenggut kesal.
"Sudahlah, aku ingin tidur. Jangan lupa rencana yang kita bicarakan sebelum ini, aku harap kau membantuku Ahjussi, kalian tidurlah kita harus bangun pagi-pagi besok. Selamat malam" Naruto pun berlalu pergi.
"Hei, jangan lupa pesanku terutama tentang Gaara"
Naruto mendengar, hanya saja ia sedang malas untuk menanggapinya. Mungkin ia akan sedikit memikirkannya, tidak ada salahnya juga kan mendekati salah satu personil artis papan atas.
.
.
.
Pagi pun menyingsing, tepat pukul 06.00 Naruto pun masih terjaga dan itu artinya ia tidak tidur sama sekali. Itu karena di pikirannya di penuhi oleh sosok pemuda berambut merah yang menginjak kakinya kemarin malam. Ia juga tidak tahu, padahal ia hanya memikirkan kata-kata Kyuubi, tapi entah kenapa pikirannya jadi kemana-mana. Ia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, mungkin benar apa kata Kyuubi. Jika di lihat, Gaara seperti orang yang berpengalaman dalam hidupnya. Apa salahnya jika ia belajar sedikit, bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik juga. Mungkin setelah ia dekat dengan Gaara dan sedikit belajar, ia akan tahu apa yang harus ia lakukan tentang masalah percintaan terutama.
"Eungh"
Naruto menoleh ke asal suara tersebut, ia melihat Hidan yang sedikit bergeliat kecil sembari mengucek matanya. Ia bahkan hampir lupa jika ia sekamar dengan Hidan, ia pun melihat Hidan sudah menatapnya dan sepertinya sedikit mengumpulkan nyawanya.
Tatap
Tatap
Tat..
"HUWAAAA! HANTUU!" Hidan pun berlari keluar dari kamar, Naruto yang asalnya juga takut dengan hantu pun akhirnya juga berteriak kaget dan ikut berlari mengejar Hidan.
DAK DAK DAK
"YAHIKO, NAGATO BUKA PINTUNYAA! ADA HANTU!"
Karena teriakan Hidan begitu menggelegar, akhirnya semua penghuni pun terbangun lalu keluar dari kamar mereka.
"Kenapa berteriak sih? Ada apa?" Kyuubi yang keluar duluan akhirnya di terjang oleh Hidan.
"I-itu a-ada ha-ha-hantu" tunjuknya ke arah Naruto bersamaan dengan keluarnya penghuni kamar yang lain , yang di tunjuk pun hanya menatap bingung. Karena kondisi Naruto sangat lemas sebab tak tidur, ia hanya memasang ekspresi seperti orang sekarat.
Semua mata menatap Naruto
"HUWAAA!" semua orang berteriak takut dan kaget, bahkan Gaara meskipun hanya sedikit berjengit dan melebarkan matanya saat melihat sosok Naruto sekarang.
"SIAPA KAU? PERGILAH KAU HANTU JELEK!" teriakan Kyuubi bersamaan dengan posisi siap menerjang Naruto.
"Kenapa sih dengan kalian ini? Aku Naruto" kata-kata itu akhirnya bisa di keluarkan oleh Naruto, meskipun nadanya sangat pelan dan lemas.
"Astaga! Ada apa denganmu Naruto?" Kushina yang berperan menjadi ibu pun akhirnya menerjang Naruto dan menangkup kedua sisi wajah anaknya.
"Hei bocah, kenapa dengan wajahmu itu? Menyeramkan sekali. Lihatlah, matamu hampir mirip seperti Gaara. Hitam sekali, kau tidak tidur eoh?" Kyuubi menghampiri Naruto yang juga ikut khawatir dengan kondisi keponakannya, sedangkan Gaara yang menjadi korban pelecehan sang pelatih hanya bisa membatin miris. Yang lainnya hanya mengangguk membenarkan perkataan Kyuubi.
Naruto tak menghiraukan Kushina dan Kyuubi, matanya hanya terpaku pada Gaara. Ia pun berjalan mendekati Gaara, lalu…
"Huwaa Gaara tolong aku! Hiks.."
Gaara hampir saja berteriak meminta tolong saat tiba-tiba Naruto mengguncang tubuhnya.
BUGH!
"ITTAII! YAK, KENAPA KAU SUKA SEKALI MENGINJAK KAKIKU EOH?" Naruto meringis saat Gaara menginjak kakinya untuk yang kedua kali.
Gaara mendengus lalu melipat tangannya di depan dada.
"Kau pirang idiot" Gaara pun berjalan kembali ke kamarnya.
"Yak, YAK! GAARA BUKA PINTUNYA, AKU INGIN BICARA DENGANMU!"
DAK DAK DAK…
Cklek. Pintu terbuka
Bugh!
BRAK.. Pintu kembali tertutup
"ITTAAIII! ADUUHH KAKIKU YANG MALANG, hiks hiks" Naruto memegangi kakinya yang di injak Gaara untuk yang ketiga kalinya.
Sedangkan penghuni kamar yang lain menatap Naruto dengan miris.
'Ya Tuhan, anakku sudah gila.. hiks,, hiks' batin Kushina dan Minato.
'Temanku benar-benar sudah gila' batin teman-teman Naruto.
Sedangkan Kyuubi hanya tersenyum tipis, tetapi tidak dengan hatinya yang sedang bersorak gembira. Ia sangat bersyukur dengan bertemunya Gaara dengan Naruto. Ia tidak menyangka mereka akan akrab secepat ini, ia berharap Naruto sedikit saja membuka hatinya. Dan juga Gaara, ia tidak menyangka reaksi yang di berikan pada Naruto sedikit menunjukkan kemajuan. Ia berharap agar Gaara bisa kembali seperti dulu, menjadi dongsaengnya yang sangat manis dan manja padanya. Dan yang paling penting, Gaara tidak selalu merasa kesepian lagi karena Kyuubi sudah menganggapnya sebagai adiknya karena kelembutan hatinya meskipun wajah Gaara sangat kaku. Yah, sepertinya ia harus memberi sedikit hadiah pada kekasih Keriputnya yang sudah menyuruh Gaara menjadi pengganti untuk menjemput Kyuubi kemarin.
.
.
.
TBC
Akhirnya.. akhirnya.. akhirnya.. demi ff ini kyuu harus rela bolos kerja loo. Karena uda janji sama seseorang yang sdh inbox d fb kyuu supaya ff ini di publish minggu kemarin sih sebenarnya. Hahaha, telat dikit gpp kan. Bayangin kyuu garap ff ini hanya sekali penggarapan doang bahkan kyuu sampai lupa makan lupa mandi, jadinya emak bapak teriak-teriak dah.. karena pekerjaan yang selalu menuntut jadi gak ada waktu deh, jadi kalo gak bolos ya gak bakal ke garap nih ff. jadi jangan lupa review-nya ya minna-san, biar kyuu semangat.. dan kyuu makasih banget buat yang udah setia baca ff kyuu yang gak bermutu dan gak jelas ini.
Maaf ya gak bisa bales review kalian :
-AkaSunaSparKyu
-novisaputri09
-nelsonthen52
-kise cin
-yuu
-aoi
-christinejoannita
-Panda Qingdao
-Dahlia Lyana Palevi
Maaf jika ada kesalahan nama atau nama-nama yang belum tercantum, dan terimakasih pada para readers silent.
Maaf jika ada kesalahan pada ff ini, dan alur tidak sesuai dengan keinginan anda sekalian
androkyuubi desu ;-)
