We Got Love?
Author: Menusdof
Rating: Teen
Genre: Romance
Cast: BTS member
Warning: Genderswitch untuk kepentingan cerita
Sixth Day of Date
"Dimple, kenapa melamun?" tanya Hoseok.
"Tidak. Terpesona padamu mungkin?" goda Namjoon.
"Ya! Aish… aku serius" kesal Hoseok
"Aku juga serius" ujar Namjoon.
"Ish" kesal Hoseok.
"Mau tahu lebih tentangku tidak?" tanya Namjoon.
"Huh? Tahu lebih tentangmu? Maksudmu?" tanya Hoseok.
"Maksudku ka-" ujar Namjoon.
"Tidak tidak. Aku belum siap Dimple. Kau terburu-buru sekali. Aku aku memang serius tapi tapi aku belum siap" potong Hoseok.
"Hah? Apanya yang tidak siap?" tanya Namjoon heran.
"Kau mau membawaku ke orang tuamu kan?" tanya Hoseok.
"Oang tuaku? Bwahahahahaha dasar terlalu percaya diri. Bukan. Maksudku kau itu mau ku ajak ke sekolahku dulu. Mau tidak?" ejek Namjoon.
"Ja-jadi begitu ya? Maaf ya kkk~ aku mau kok kesekolahmu. Tapi, nanti pasti ramai. Aku tidak jadi ikut" ujar Hoseok.
"Tentu saja tidak. Ini kan hari libur untuk siswa tingkat dua dan satu" ujar Namjoon.
"Memangnya ada apa?" tanya Hoseok.
"Ujian negara. Bukannya adikmu juga sedang libur juga?" tanya Namjoon.
"Ya begitulah. Tapi aku tidak tahu kenapa Jungkook libur" jawab Hoseok.
"Jungkook sekolah di XXX school kan?" tanya Namjoon.
"Ya. Lalu?" tanya Hoseok.
"Itu sekolahku juga" jawab Namjoon.
"Benarkah? Kau ambil jurusan apa?" tanya Hoseok.
"Rap dan membuat lagu" jawab Namjoon.
"Pantas. Jungkook ambil dance, rap dan vocal" ujar Hoseok.
"Dia maknae kan di rumahmu?" tanya Namjoon.
"Ya, dan… bagaimana kau bisa tahu? Jangan-jangan kau sudah menguntitku ya?" selidik Hoseok.
"Aku sudah pernah berbincang-bincang dengan Jungkook. Tidak ada untungnya menguntitmu Hwimang. Kalau perlu aku tinggal tanya saja. Tapi, adikmu itu multitalent ya sepertinya"
"Memang. Dia yang terbaik. Golden Maknae. Julukannya saat ada pertemuan keluarga. Dia anggota paling muda di keluarga besarku. Oh ya, dan dia paling tidak sopan" jelas Hoseok.
"Hahaha, dia masih remaja Hwimang. Mau berangkat sekarang?" tanya Namjoon.
"Boleh" jawab Hoseok.
Namjoon dan Hoseok berangkat ke sekolah Namjoon dulu. Sekolah yang identik dengan jas berwarna kuning dan aksen hitamnya. Sekolah yang cukup terkenal dan berprestasi dan telah mencetak artis artis dan penayanyi terkenal.
"Jadi dimana kelasmu dulu?" tanya Hoseok.
"Disini. Ini kelasku" jawab Namjoon.
"Benarkah? Ini juga kelas Jungkook. Jangan-jangan kau ini sebenarnya jodoh dengan Jungkook ya" ujar Hoseok.
"Tidak tentu saja. Aku jodoh dengan kakaknya" ujar Namjoon.
"Kakaknya? Seokjin Oppa?" tanya Hoseok.
"Kau, bodoh" ujar Namjoon.
"Tapi aku tidak mau" ujar Hoseok.
"Tidak mau? Kenapa?" tanya Namjoon.
"Soalnya… Kamu sukanya drama India aku sukanya drama Turki. Maaf, kita tidak bisa bersama" canda Hoseok.
"Aih… bisa saja. Tau tidak, julukanku dulu adalah sexy brain" ujar Namjoon.
"Sexy… brain?" heran Hoseok.
"Ya, aku juga tidak tahu kenapa" ujar Namjoon.
"Mungkin, otakmu memakai bikini?" ujar Hoseok polos.
"Bikini? Bwahaha tidak tidak bukan itu sepertinya. Kalau kau? Dulu sekolah dimana? Apa julukanmu semasa sekolah?" tanya Namjoon.
"Aku sekolah di akademi dance dan rap di Gwangju. Julukanku, Dance Goddess. Julukan yang membanggakan~" ujar Hoseok.
"Kenapa tidak ikut audisi ikut girlband? Kau cukup berbakat sepertinya" ujar Namjoon.
"Tidak. Ayah dan Ibuku tidak ingin melihatku memakai rok mini dan higheels. Aku juga tidak suka. Sebenarnya, aku pernah menjadi rapper underground, tapi aku pernah diseret Ibuku karena ikut itu. Terlalu liar katanya. Maksudnya, kata-kata yang biasa dipakai terlalu liar. Ibuku tidak ingin aku berkata kasar. Yah, kecuali saat terpaksa" jelas Hoseok.
"Lalu kenapa sekolah disitu?" tanya Namjoon.
"Karena aku ingin. Bakatku itu, tapi aku malah masuk universitas jurusan dokter gigi. Aku sebenarnya tidak tahu kenapa bisa masuk universitasku sekarang" ujar Hoseok.
"Hidupmu, mudah sekali sepertinya" tanggap Namjoon.
"Ya bisa dibilang begitu. Tapi, ada saat-saat sulit juga. Saat krisis ekonomi dulu, aku sekeluarga pernah tidak makan selama 2 hari. Saat itu Kookie masih kecil. Sangat. Ibuku selalu menangis semalaman karena memikirkan Kookie yang semakin hari semakin kurus. Tapi, saat hidup kami di ujung tanduk, Ayah membawa kabar bahagia dan krisis ekonomi juga sudah selesai. Sejak saat itu, hidup kami perlahan membaik dan Ayah semakin sukses" jelas Hoseok.
"Hmm… jadi begitu. Sepertinya kita sudah cukup lama disini. Kau tidak ingin jalan-jalan ke tempat lain?" tanya Namjoon.
"Aku tidak punya ide" jawab Hoseok.
"Aku juga" ujar Namjoon.
"Bagaimana kalau ke rumahku saja? Mau bermain dengan Kookie?" tawar Hoseok.
"Rumahmu? Kookie senang bermain ya?" tanya Namjoon.
"Ya, hampir setiap hari. Yah, kuakui dia yang paling jenius, tapi dia kan juga harus belajar untuk ujian kenaikan kelas" ujar Hoseok.
"Tapi, murid-murid sekolah sekarang lebih berat. Berangkat jam 8 pulang jam 5 sore. Benar-benar" ujar Namjoon.
"Yah memang berat. Tapi untungnya Kookie tidak ikut les tambahan. Jadi bisa langsung istirahat" ujar Hoseok.
"Beruntungnya Kookie" ujar Namjoon.
"Memang. Tapi, setidaknya dia harus belajar" ujar Hoseok.
"Tapi, kalau tidak mau, mau bagaimana lagi?" tanya Namjoon.
"Yah, terserahlah. Ini hidup Kookie. Aku juga tidak akan memaksa Kookie" ujar Hoseok.
"Kau kakak yang baik" puji Namjoon.
"Terimakasih. Kau tidak punya saudara kandung?" tanya Hoseok.
"Tidak. Ayah dan ibu pernah bertanya padaku, apa aku ingin seorang adik atau tidak, dan tentu saja tidak. Menyusahakan menurutku" ujar Namjoon.
"Wah wah… kejam sekali. Kau, tidak suka anak kecil?" tanya Hoseok.
"Bukannya tidak suka, hanya tidak bisa merasa nyaman kalau bersama anak kecil. Aku tidak terbiasa bersama anak kecil. Aku tidak pernah berinteraksi dengan teman sebayaku dulu. jadi, aku tidak pernah merasa menjadi anak-anak. Dan tidak familiar dengan anak kecil" jelas Namjoon.
"Bagaimana dengan anakmu nanti?" tanya Hoseok.
"Bagaimana apanya?" tanya Namjoon.
"Tentu saja, kau ikut mengurusnya tidak?" tanya Hoseok.
"Mungkin. Kau suka anak kecil kan?" tanya Namjoon.
"Ya, kenapa?" ujar Hoseok.
"Kau bisa mengurus anak kita nanti" ujar Namjoon.
"Anak… kita?! What?!" ujar Hoseok terkejut.
"Kenapa kau tidak mau menikah denganku?" tanya Namjoon.
"Kau ini. Kita kan baru saja kenal. Tidak mungkin kan dalam waktu dekat menikah" ujar Hoseok.
"Siapa bilang dalam waktu dekat?" ujar Namjoon.
"Aish… kau ini. Jangan bercanda. Lagipula aku juga tidak mau menikah denganmu" elak Hoseok.
"Ei… jangan mengelak. Sudahlah. Ayo pulang saja" ujar Namjoon.
"Baiklah, ayo pulang" ujar Hoseok.
Kencan hari ke-6. Mengenal lebih jauh Namjoon semasa high school.
Terimakasih ya yang sudah mau mereview :) Hwimang itu artinya harapan. Nanti akan dijelaskan kenapa Namjoon memanggil Hoseok dengan sebutan Hwimang.
