Mereka berkejaran. Bercanda dan saling tertawa dalam kebahagiaan. Yang lebih tua terus mengejar yang lebih muda, hingga akhirnya mereka berdua sampai di atas bukit yang menyajikan pemandangan yang sangat indah.

Kyungsoo tersenyum lebar melihat pemandangan kesukaannya. Ia berlari dengan cepat ke ujung bukit dan merentangkan tangannya. Matanya terpejam, ia menarik nafas sedalam-dalammnya lalu melepaskannya ketika matanya terbuka. Kemudian ia tersenyum dan menoleh ke belakangnya.

"Hyuung~"

Baekhyun tersenyum sembari menatap adiknya yang ada di ujung tebing sana. Bahunya bersandar pada pohon besar yang menyejukan. Suasana sore hari dari atas bukit ini memang sangat indah, dan Baekhyun bersyukur karena adiknya membawanya ke tempat ini.

Ia terkekeh pelan ketika melihat Kyungsoo yang berputar-putar dengan riangnya. Mata adiknya itu terpejam dan bibirnya terus tersenyum.

"Hei! Kyungsoo .. hati-hati .."

Kyungsoo berhenti berputar. Ia membuka matanya dan menghadap pada kakaknya. Ia kemudian berseru dengan lantang.

"TAK APA-APA HYUNG~ AKU SEDANG SENANG~ AHAHAHA~"

Kyungsoo kembali berputar-putar. Namun kemudian ia tersandung kakinya sendiri. Baekhyun hendak terkekeh.

.

Deg.

.

Namun kemudian semuanya berubah menjadi berwarna hitam putih..

Senyuman diwajah Baekhyun hilang. Matanya terbelalak saat melihat wajah adiknya yang kosong dan sedikit berlinang air mata. Ia dapat melihat dengan jelas bagaimana kini tubuh adiknya limbung. Latar tempat mereka tiba-tiba berganti menjadi sebuah Apartement.

Semua gerakan disana terasa lambat. Bahkan geraknya pun melambat. Tangannya menggapai-gapai sejauh yang ia bisa. Ia meneriakan nama adiknya. Tubuh adiknya perlahan jatuh dari balkon Apartement.

Kemudian semua kembali normal saat sang adik sudah terjatuh dari balkon Apartementnya. Ia melihat ke bawah. Tubuhnya bergetar, air matanya tumpah. Ia terduduk lemas, tangannya menggenggam ujung balkon. Nafasnya tiba-tiba sesak.

"K-Kyung … Soo …"

Tubuh adiknya ..

.

.

.

.

.

.

Hilang …

.

.

.

"Hyung .."

"Hm?"

"Jika aku mati … Aku ingin dimakamkan di depan pohon ini .."

"Kenapa?"

"Agar aku bisa terus memandangi pemandangan ini …"

.

.

.

Hill

.

.

Character's :

Do Kyungsoo & Kim Jongin

Byun Baekhyun & Park Chanyeol.

Genre : Family, Fantasy

Disclaimer : All Characters are belong to God. But, this story and plot belong to ByeolBaek.

.

.

.

.

..


Hyung … Aku menyayangimu …

.

.

.

.

.

.

Chanyeol dan Baekhyun langsung di sambut oleh angin sore yang kembali berhembus ketika mereka hampir sampai di puncak bukit. Baekhyun menghentikan langkahnya, matanya terpejam sejenak untuk menikmati angin sore yang membuat hatinya menghangat.

"Merindukannya …?"

Baekhyun tersenyum tipis kemudian mengangguk. Chanyeol tersenyum ketika merasakan genggaman di tangannya mengerat. Kedua tangan itu saling mengerat sebelum akhirnya mereka kembali berjalan.

.

.

.

"Kalau begitu, sebaiknya aku pulang, ya?"

Jongin tersenyum tipis kemudian mengusap pelan poni Kyungsoo dan menepuknya di akhir. Tak lupa ia memberikan ciuman sayang pada dahinya.

Mata Kyungsoo terbuka ketika sentuhan pada dahinya menghilang. Ia menatap Jongin kemudian menggenggam kedua tangan Jongin. Mencegahnya untuk pergi.

"Jangan pergi .."

Jongin menatapnya.

"Kenapa? Bukankah kau ingin bertemu dengan Hyungmu ..? Aku hanya tidak ingin mengganggu moment kalian berdua .."

Jongin kembali tersenyum dan mengusap pelan rambut Kyungsoo. Namun Kyungsoo segera menggelengkan kepalanya cepat. Ia menatap Jongin penuh harap lalu menundukan kepalanya.

"J-Jongin … Maukah kau membantuku?"

Jongin menatapnya bingung.

"Membantumu?"

Kyungsoo mengangguk pelan. Kepalanya terangkat saat Jongin mengusap pipinya. Genggaman tangannya semakin kuat kemudian ia menarik Jongin menuju kearah pohon.

"Hyungku semakin dekat .."

.

.

.

.

Kedua pasang sepatu itu berhenti tepat di depan sebuah nisan. Sebuah buket bunga di simpan di samping nisan tersebut. Kemudian semilir angin kembali berhembus lembut, menggoyangkan rerumputan dan juga bunga-bunga yang ada disana. Beberapa kelopak bunga tertiup dan menyapu keatas nisan tersebut.

"Setelah ini .. Kau harus berjanji padaku untuk tidak menyalahkan dirimu lagi, kau mengerti?"

Baekhyun mengangguk pelan. Ia mendongak menatap Chanyeol. Dimatanya masih banyak keraguan dan ketakutan yang cukup besar, dan Chanyeol dapat melihat itu semua. Di hadapan mereka berdiri sebuah pohon besar yang indah. Chanyeol menarik Baekhyun kedalam pelukannya. Di depan Kyungsoo, ia sudah berjanji. Untuk menjaga malaikat cantik dalam pelukannya.

Baekhyun mejamkan matanya sesaat. Menikmati pelukan hangat dari tubuh tinggi di hadapannya. Setelah kejadian itu, hanya Chanyeol yang ada di sampingnya. Chanyeol yang terus menjaganya. Dan Chanyeol yang selalu membuatnya tenang.

Mereka terdiam disana, hanya suara desiran angin yang bertiup serta suara gesekan daun yang menemani mereka. Tak ada yang mengganggu mereka. Udara di sana mendukung mereka. Membawa hawa damai serta nyaman pada keduanya.

Tak berapa lama, usapan tangan Chanyeol pada kepala Baekhyun terhenti. Ia dapat merasakan tubuh yang ada dalam pelukannya bergetar kecil. Baekhyun menangis. Bahkan dugaannya semakin menguat saat dirinya mendengar isakan yang perlahan terdengar dari Baekhyun. Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya.

"Sst .. Jangan menangis .."

.

.

.

Mereka tak tahu, mereka tak menyadarinya. Di atas pohon sana, Kyungsoo menatap keduanya dengan senyuman yang lembut. Jongin yang berada di sampingnya kemudian mengusap pelan bahunya dan merapatkan jarak diantara tubuh mereka. Memeluknya dengan erat.

Mereka saling bertatapan sejenak. Kemudian pandangan keduanya kembali mengarah pada dua orang yang masih berpelukan disana. Baekhyun menangis, punggungnya bergetar, mereka dapat melihat itu.

"Kau tidak ingin menemuinya?"

Kyungsoo menoleh sebentar kemudian menundukan kepalanya. Ia tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya pelan. Matanya menatap hyungnya dengan pandangan yang tulus.

"Kupikir .. Tidak"

Jongin menoleh padanya dengan cepat. Satu alisnya teranngkat.

"Kenapa tidak?"

Kyungsoo menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan sekali helaan. Ia mengangkat kepalanya, ia dapat melihat matahari yang mulai tenggelam. Kemudian matanya menerawang jauh ke depan.

"Entahlah … Aku, ragu .."

Kemudian ia menolehkan kepalanya. Matanya langsung bertatapan dengan mata Jongin yang sedari tadi menatapnya.

"Jongin .. Kau mau membantuku, kan?"

Jongin tersenyum. Tangannya mengusap kepala belakang Kyungsoo kemudian ia menyandarkan Kyungsoo pada bahunya. Ia mengangguk.

"Tentu saja ..."

.

.

.

.

Do Kyungsoo & Byun Baekhyun..

Dua orang dengan watak, sikap, perilaku serta kepribadian yang berbeda.

Mereka bertemu saat makan malam di sebuah restoran mewah di distrik sebelah. Duduk saling berhadapan dan saling melemparkan senyuman. Ahh .. Sebenarnya hanya Kyungsoo yang tersenyum disana. Berbeda dengan Baekhyun yang hanya menatapnya sebelum akhirnya membuang pandangannya kearah lain.

Makan malam itu terasa sangat hangat, dimana Kyungsoo bisa melihat sang ibu tersenyum penuh kebahagiaan dengan pria yang ada di hadapannya, yang akan menjadi ayah baginya. Namun pandangannya beralih pada pemuda yang ada di hadapannya. Baekhyun tidak menyentuh makanannya sama sekali.

Hari itu adalah hari dimana orang tua mereka merencanakan sebuah pernikahan..

.

.

Setengah tahun berlalu..

Baekhyun sudah berubah. Sikapnya pada Kyungsoo kini sedikit menghangat. sesekali mengobrol dan bercanda jika sempat. Seperti Adik Kakak pada umumnya. Dan Kyungsoo senang dengan hal itu, akhirnya ia mendapatkan perhatian dari Baekhyun setelah sekian lama.

"Hyung .."

"Hm?"

"Mau ikut denganku ke suatu tempat?"

"Kemana?"

"Ahh .. Sudahlah, Ayo!"

"T-Tung-Hei!"

Dan hari itu adalah hari pertama Kyungsoo membawa Baekhyun menuju tempat favoritnya …

.

.

Hari-hari selanjutnya, mereka selalu mengunjungi tempat itu bersama. Menghabiskan waktu sore hari yang menghangatkan hati.

Hingga hari terburuk itu terjadi ..

Dimana kedua orang tua mereka pergi meninggalkan mereka untuk selamanya.

Kyungsoo menunduk, mengepal erat kedua tangannya di depan foto kedua orang tuanya. Ia menangis, tubuhnya bahkan bergetar hebat. Ia Hancur.

Berbeda dengan Baekhyun yang berdiri di samping Kyungsoo. Wajahnya memang terlihat sedih dan sangat terpukul, namun kemampuan mengontrol emosinya sangat baik. Ia menatap foto kedua orang tuanya, sebelum akhirnya mendelik pada Kyungsoo.

Tubuhnya berbalik, ia bersiap meninggalkan Kyungsoo sedangkan Kyungsoo masih terdiam di tempatnya.

"Ini semua gara-garamu, Kyungsoo .."

"…"

"Jika saja kau tidak meminta mereka buru-buru pulang dan membuat mereka panik, mungkin hal ini tak akan pernah terjadi .."

Begitu dingin dan menusuk. Baekhyun meninggalkan Kyungsoo begitu saja tanpa mengetahui kini pemuda tersebut jatuh terduduk dan semakin mengeluarkan tangisnya.

Baekhyun pergi, dan tak akan pernah mau kembali.

.

.

Baekhyun duduk terdiam di kursi santainya. Ia menatap langit dari balkon apartementnya. Langit malam yang kelam, bahkan bintang pun tak menampakkan dirinya disana. Hari ini sudah memasuki hari ke 8 di bulan ke 7 semenjak dirinya meninggalkan Kyungsoo.

Pikiran Baekhyun melayang memikirkan adiknya. Terbesit sedikit kekhawatiran di benaknya mengingat adiknya yang terlihat sangat rapuh. Ia tahu, ia mengetahui satu fakta tentang Kyungsoo. Adiknya itu sedikit memiliki gangguan pada control emosionalnya.

Kyungsoo memang sangat ceria dan hangat saat mereka tengah bersama. Namun pada suatu malam saat kedua orang tuanya tak ada di rumah, ia pernah mendengar suara gaduh dari dalam kamar adiknya. Adiknya berteriak-teriak dan menangis.

'Rrrt .. rrt'

Tangannya beralih mengambil ponsel yang terletak di meja kecil yang ada di sampingnya. Matanya melihat sebuah kontak yang tertera pada layar ponselnya. Sebuah nama yang sudah lama tak pernah terlihat olehnya.

'Kyung-ie'

Dengan sekali gerakan, ia menaruhkembali ponselnya tersebut. Membiarkan ponsel tersebut terus bergetar di sana. Mengabaikan adiknya yang mencoba menghubunginya.

.

.

Hari ini tanggal 10 May.

Mungkin ini adalah hari yang paling menyesalkan baginya.

Sore ini Baekhyun sudah rapih dengan pakaian formal serba hitamnya. Helaan nafas terdengar saat ia bercermin dan melihat wajahnya. Wajahnya tidak cerah, terlalu banyak raut ke sedihan di sana. Ia memejamkan matanya kemudian mendongak menatap langit-langit kamarnya. Setetes air mata keluar dari matanya.

Kemudian ia kembali menghela nafasnya sebelum akhirnya mengambil beberapa barangnya lalu pergi bergegas.

.

Baekhyun menapakan kakinya kembali di tempat yang sudah beberapa bulan ini tak pernah dikujunginya. Langkahnya perlahan menuntunnya ke puncak di atas sana. Genggamannya pada sebuket bunga mengerat.

Hingga akhirnya ia sampai tepat di sebuah nisan yang ada di puncak bukit. Ia jatuh terduduk. Tangisnya pecah. Buket bunga yang ia bawa terjatuh. Kedua tangannya menutup wajahnya. Ia menangis kencang.

Isakan Baekhyun terdengar sangat pilu. Bahjkan nafasnyapun sudah mulai tersendat. Namun kemudian wajahnya mendongak saat merasakan sebuah jaket memeluk tubuhnya. Ia menoleh ke belakang, menemukan seseorang dengan rambut gelap yang tengah tersenyum kecil padanya.

Hari itu ia bertemu dengan Chanyeol, teman Kyungsoo …

.

.

Baekhyun baru sadar akan kesalahan yang ia perbuat. Selama lebih dari seminggu dirinya mendekam di kamar. Berbagai macam sumpah serapah keluar dari mulutnya untuk dirinya sendiri.

Kematian Kyungsoo ..

Chanyeol menerangkan semuanya padanya. Kyungsoo mengalami depresi berat setelah kematian orang tua mereka. Ditambah dengan dirinya yang terus menerus menyalahkan Kyungsoo dan bahkan pergi meninggalkan adiknya yang rapuh itu sendirian.

Baekhyun merasa menjadi kakak yang paling jahat di dunia ini. Karena ia telah membiarkan Kyungsoo bunuh diri. Saat Kyungsoo menelfonnya terakhir kali, ternyata malam itulah adiknya memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Semua hidupnya. Dengan melompat dari ujung bukit tempat mereka biasa meghabiskan waktu bersama.

Matanya melirik sebuah sobekan kertas kecil yang berada tak jauh darinya. Itu adalah esan terakhir yang Kyungsoo tinggalkan di rumah mereka.

~Hyung … Aku menyayangimu … Sampai jumpa~

.

.

.

.

Suara seseorang terjatuh dari atas pohon membuat Chanyeol dan Baekhyun melepaskan pelukannya. Mata mereka menangkap seorang laki-laki yang berdiri bersandar pada pohon besar yang ada di hadapan mereka. Laki-laki itu tersenyum pada mereka.

"Hallo .. Senang bertemu dengan kalian .."

Laki-laki tersebut berjalan kearah keduanya dan berdiri di hadapannya.

"Perkenalkan aku Kim Jongin .."

Jongin membungkuk sopan.

Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan satu sama lain. Mereka tidak tahu siapa laki-laki yang mengenalkan dirinya sebagai Jongin di hadapan mereka. Jongin dapat melihat raut kebingungan yang ada pada wajah mereka, ia terkekeh pelan kemudian kembali menatap dua orang di hadapannya.

"Aku adalah kekasih Do Kyungsoo, asal kalian tahu .."

Baekhyun terbelalak kecil.

"Kekasih?"

Jongin menolehkan kepalanya kearah pohon, ia mendongak sedikit untuk menatap Kyugsoo yang tengah tersenyum kearahnya. Jongin tersenyum tipis.

"Hmm .. Tepatnya 3 bulan yang lalu"

Raut kebingungan tampak jelas di wajah Baekhyun dan Chanyeol. Chanyeol menolehkan kepalanya kearah yang sama sebelum akhirnya kembali menatap leaki-laki yang ada di hadapannya.

"3 bulan?"

Jongin mengangguk.

"T-tapi, bukankah Kyungsoo sudah tidak ada .. 2 tahun lalu?"

Suara Baekhyun sedikit bergetar. Jongin menoleh kearah keduanya, kemudian ia berjalan ke unjung bukit. Matanya memandang laut lepas dan juga matahari yang semakin tenggelam. Ia meghela nafasnya.

"Ya … Percaya atau tidak, itu memang benar terjadi … Kami bertemu"

Baekhyun melepaskan diri dari rengkuhan Chanyeol. Ia maju mendekati Jongin dan berhenti tak jauh di belakangnya. Tangannya terkkepal mencengkram ujung sweater yang ia kenakan. Matanya menatap punggung Jongin.

"B-bagaimana bisa kau bertemu dengannya?"

Baekhyun sedikit berharap-harap cemas menunggu jawaban dari Jongin. Jika memang benar Jongin bertemu dengan Kyungsoo. Apa … dirinya juga bisa … bertemu dengan adiknya? Tanpa sadar, kepalanya tertunduk.

Jongin tersenyum saat mendengar penuturan Baekhyun. Ia menundukan kepalanya kemudian berbalik menghadap Baekhyun.

"Kau ingin bertemu dengannya?"

Debaran itu terasa. Baekhyun kembali mengangkat kepalanya. Ia menatap Jongin yang masih tersenyum ke arahnya. Baekhyun tanpa ragu mengangguk. Matanya sedikit berkaca-kaca. Ia tersenyum kecil.

"T-Tentu .. Tentu sja .."

Suaranya kembali bergetar. Angin berhembus, sedikit kencan kali ini. Jongin menoleh ke arah lain.

"Sebelumnya … Ia meminta pertolongan padaku .."

Baekhyun masih menatap Jongin. Bibirnya tidak mengeluarkan sepatah katapun.

"Ia meminta … Agar kau berhenti untuk menyalahkan dirimu lagi …"

Baekhyun terbelalak kecil. Debaran di jantunngnya kembali. Mulutnya sedikit terbuka. Matanya pun semakin berkaca-kaca, siap menumpahkan tangisnya. Benarkah ..? Benarkah adiknya mengatakan itu?

"Dia sangat menyayangimu .."

Kaki Baekhyun terasa lemas. Beberapa tetes air mata sudah membasahi pipinya. Tangannya menutup mulutnya agar isakan tidak keluar dari sana.

"Dia akan selalu menyayangimu .. Baekhyun .."

Tangis Baekhyun pecah sudah. Ia tersusuk di tanah. Isakannya terdengar. Dan matanya terus mengeluarkan air mata. Dadanya terasa sesak, namun beban yang selama ini selalu di pikirkannya seakan sirnah sudah.

"A-Aku .. A-Aku juga menyayangi Kyungsoo .."

Chanyeol menghampiri Baekhyun dan memeluknya dengan erat. Tangisan Baekhyun terredam di dadanya. Ia menoleh pada Jongin yang tersenyum kearahnya.

"Kyungsoo .. Kau bisa keluar .."

Kemudian mata Chanyeol membelalak. Di belakang tubuh Jongin, seorang pemuda dengan sweater putih bersih muncul, mengintip di balik punggung Jongin.

"K-kyungsoo .."

Chanyeol berbisik. Baekhyun mendongak, kemudian mengarakhan pandangannya kearah yang sama. Seketika matanya terbelalak, itu adiknya … Adiknya, Kyungsoo!

"K-Kyung-ie .."

Baekhyun melepaskan pelukan Chanyeol dengan perlahan. Lalu ia berdiri berhadapan dengan Jongin, dan juga Kyungsoo di belakangnya.

Kyungsoo sedikit menyembunyikan dirinya saat Baekhyun berdiri dan menatapnya. Namun Jongin menoleh lalu tersenyum padanya.

"Jangan menyia-nyiakan waktu .. Hyung mu sangat merindukanmu .."

Mata Kyungsoo berkaca-kaca. Ia menatap Baekhyun. Seketika ia berlari mendekati Baekhyun dan langsung menubrukan tubuhnya pada sang kakak yang sudah sangat lama ia rindukan.

"Hyuung~ Baekhyun Hyuuung~"

Kyungsoo menangis saat merasakan pelukan hangat Baekhyun. Begitu pula dengan Baekhyun yang kini menangis tanpa suara. Bibirnya membentuk lengkungan tipis, tangannya mengusap kepala dan punggung adiknya. Saling melepas rindu satu sama lain.

Chanyeol bangkit berdiri. Ia tersenyum melihat kedua kakak beradik itu. Matanya sedikit berkaca-kaca. Seakan ia juga turut merasakan apa yang mereka rasakan. Ia melirik ke arah Jongin, dimana lelaki itu tengah tersenyum ke arah keduanya, sama seperti dirinya.

Angin sore hari itu menghantarkan rasa hangat yang menyelimuti kedua Kakak beradik yang tengah berpelukan itu. Beberapa dedaunan dan bunga juga ikut bergoyang dengan pelan seakan mengikuti sebuah irama.

.

.

.

.

F

I

N

.

.

.

A/N :

Huft~ Akhirnya ini selsai ~~ Mungkin saya tidak menjelaskan secara detail bagai mana alur flashbacknya, tapi itu memang sengaja saya lakukan. Saya hanya mengikuti apa yang terputar di otak saya dan menuangkannya dalam sebuah tulisan XD

Well, mungkin ada beberapa bagian aneh dari fanfiction ini, namun saya harap para pembaca tidak kecewa dengan hasil karya saya ini. Dan saya selalu tidak pernah bosan untuk meminta maaf atas segala kekurangan dalam fanfiction ini mengingat saya langsung memposting cerita ini tanpa mengeditnya terlebih dahulu *deep bow

Selanjutnya~ Mind to Riview ? ^^