Naruto © Masashi Kishimoto
Heirs © Okiniiri-Hime
.
Fic ini masih banyak mengandung kesalahan.
Warning : Fem!Naru. GS. OOC. Dan masih banyak kesalahan lainnya.
.
Kurama hanya bisa menatap datar ruang keluarga Uzumaki ini. Pemuda itu menatap lurus pada sang nenek yang sedari tadi tengah memeriksa hasil dari laporan yang wanita itu minta.
"Kita berbicara mengenai Uchiha & Itu tak mudah untuk ditelusuri, Mito Baa-sama." Kurama membuka suara. Sang Nenek sendiri masih diam meneliti semua data yang Kurama dapat.
"Sudah mendapatkan hal ini sudah cukup, 'Ku. Semoga saja ini menjadi titik terang dari hilangnya Naruto."
Tunggu! Naruto? Jangan katakan jika mereka mencurigai jika Naruto sedang ada di tangan mereka?
"Tapi kita tetap tak dapat gegabah. Ini hanya persepsi sementara, 'Ku." Sambung Mito kemudian. Wanita itu meletakan map berisi laporan itu di atas meja di depannya.
"Tapi, Baa-sama... semuanya mengarah pada Uchiha. Kau ingatkan jika bungsu Uchiha itu terobesi dengan Naruto kita?" Kurama masih bersikeras mengenai hal ini. Pemuda itu nampaknya sangat tak suka dengan keluarga Uchiha.
"Jangan membawa dendam lamamu dalam hal ini, 'Ku." Mito masih tenang. Bahkan wanita tua itu kini menyesap tehnya sekarang.
"Aku tak punya dendam apapun. Aku hanya ingin adikku di temukan. Itu saja. Masalah yang lain akan ku singkirkan."
Mito menghela nafas mendengarnya. Kurama memang berkata demikian namun dirinya adalah nenek pemuda itu. Dan Kurama tumbuh dengan pengawasannya. Dia kenal cucunya seperti apa melebihi Minato dan Khusina.
Sementara di tempat lain. Tepatnya di sebuah apartemen megah di pusat kota Konoha. Sasuke tengah melewati lorong menuju salah satu pintu apartemen.
Namun langkahnya terhenti saat dering ponselnya menginterupsi.
From : Sunshine
To : Sasuke Uchiha
Subject : No subject
Sasuke-kun, kau langsung masuk saja. Aku sedang keluar sebentar membeli persediaan makanan.
Sasuke dengan cepat membalas pesan dari orang tersebut. Dan kembali melanjutkan langkahnya.
Sakura sekali lagi nampak membolak balikan Novel kesukaannya itu. 'Dreams' selalu menduduki posisi pertama Novel yang Sakura selalu baca berulang ulang kali.
"Kau masih saja penasaran dengan si Blondie itu?"
Ino melemparkan pandangan mencemooh andalannya pada Sakura. Sementara gadis berambut bubble gum itu hanya melirik sekilas, mengacuhkan sang Yamanaka.
"Ku dengar Namikaze itu mengeluarkan Novel baru lagi." Ino kemudian membuka topik baru untuk memancing Sakura berbicara.
"Yah. Judulnya Kyuubi, This is for u."
Kyuubi, this is for U, Novel terbaru yang sang Blonde keluarkan dalam awal Oktober ini. Mengisahkan mengenai manusia yang melakukan pengorbanan kepada Kyuubi dan membiarkan Kyuubi menguasai semuanya. Novel dengan genre horror pertama yang Sang Namikaze tulis. Apalagi Sakura berpendapat jika Misteri dalam Novel itu sungguh sangat banyak.
"Kyuubi, yah... Aku jadi ingat Kurama." Perkataan Ino yang tiba tiba itu membuat Sakura berhenti membaca. Kenapa dia lupa hal ini.
Segara gadis itu mengambil ponselnya dari dalam handbag yang ada di sebelahnya.
/"Hallo, Kurama Uzumaki di sini."/
/"Kurama-nii. Kau sudah baca Novel terbaru Blonde Namikaze?"/
/"Belum. Aku sendang sibuk sekarang, Haruno. Tak ada waktu."/
/"Kyuubi, This is For U. Itu judulnya."/
Sakura bisa menebak jika saat ini Kurama pasti terdiam mendendangkan berita ini.
/"Bercerita mengenai manusia yang melakukan pengorbanan kepada Kyuubi dan membiarkan Kyuubi menguasai semuanya. Kau mengerti artinya?"/
Sakura kembali melanjutkan perkataannya saat dirasa Kurama tak kan menjawab pertanyaannya.
/"Terimakasih informasinya."/
Dan Kurama dengan seenaknya langsung mematikan sambungan telepon tersebut. Yang anehnya Sakura sudah terbiasa.
"Kenapa kau memberitakan hal itu pada Kurama-nii?" Tanya Ino.
Sakura hanya tersenyum kecil sebelum kembali tenggelam dalam Novelnya kembali.
Seiring berjalannya waktu,semua rahasia pun akan terbongkar dengan sendirinya. - Kurama Uzumaki.
.
Pemuda bersurai merah kecoklatan itu berjalan dengan nada angkuhnya melewati lorong tempat di mana Uzumaki Enterprise akan menggelar rapat dengan Uchiha Corp. Ini yang pertama kalinya semenjak 'kematian' Naruto.
Kurama duduk di barisan sebelah Kiri ruangan rapat
Dibagian paling depan. Pemuda itu nampak cuek cuek saja saat orang orang nampak tak suka dengan sedikit keterlambatan sang Uzumaki.
"Tunggu apa lagi? Silahkan di mulai." Dan dengan tidak sopan pemuda itu malah dengan seenaknya menyuruh agar rapat di mulai. Padahal dengan jelas jika semuanya menunggu wakil direktur Uzumaki Enterprise itu.
.
Rapat berjalan dengan lancar. Kecuali jika tatapan tajam Kurama pada Itachi tak dihitung.
"Uchiha, tunggu!"
Kurama dengan seenaknya (lagi) menahan sang pimpinan Uchiha, Uchiha Itachi.
"Siapa yang Anda maksud, Kurama-san? Ada dua Uchiha di sini. Uchiha Itachi atau Uchiha Shisui?"
Kurama memasang tampang mencemoohnya pada Shisui. Seperti mengatakan jika Shisui itu bodoh!
"Kau tau siapa maksudku, Shisui-san."
Itachi yang melihat hal itu segera menghentikan keduanya, "Apa yang ingin kau bicarakan, Kurama-san?"
Kurama mengangkat dagunya tinggi, Gaya angkuh khas Kurama Uzumaki yang Itachi kenal betul. "Aku ingin kita berbicara berdua,"
"Maaf jika aku tak tak bisa mengabulkannya, Kurama. Itachi masih punya segudang jadwal Meeting lainnya." Shisui mencela ucapan sang Uzumaki. Sontak saja Kurama langsung menatap tajam pemuda itu. Seenaknya saja dia tak mengizinkannya.
"Heh, baiklah. Tapi... satu yang ingin ku ingatkan Uchiha. Seiring berjalannya waktu,semua rahasia pun akan terbongkar dengan sendirinya." Dan setelah berkata demikian tanpa membiarkan sang lawan bicara menanggapi Kurama segera beranjak dari sana. Berjalan dengan angkuh diiringi beberapa bawahannya yang bertugas mengawal sang Uzumaki. Meninggalkan Itachi yang mematung di tempatnya.
"Bos, Sasuke-sama menghubungi anda." Suara salah satu pengawal itu menginterupsi pikiran Itachi. Dan akhirnya rombongan Uchiha Corp segera beranjak dari sana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
Okiniiri-Hime
