Bakal ada flashback 4 tahun yg lalu dan bakal kasih hint siapa itu bloody berry . Atau mungkin malah tambah bingung ? Hehhe.

: bakal kejawab ( mungkin di chapter ini)

Lee Shikuni : Ah, siapa ya ? Hehe. Makasih banyak !Btw So'PD itu apa ?

Gummysmiled : Makasih banyak ! Aku pun tak tahu bakal sad ending atau happy ending. Fighting !

NamJin Couple/ Yaoi/BTS ff

Enjoy !

Jeju Island, 9 Desember 2015

Krsskkk...krsskk

" Pusat ke team B, VIP bersiap kembali ke seoul. Laporkan keadaan "

" Team B ke Pusat. Pintu gerbang barat daya, Clear"

" Pusat ke Team B. Segera masuk mobil pertama. VIP akan menggunakan mobil kedua"

"Baik"

Krsskkk...krsskk

Ini adalah tugas tesmi pertama Namjoon setelah diangkat menjadi Pasukan Pengawal Presiden. Hanya sebuah pertemuan informal antara Presiden Korea selatan dengan Perdana Menteri Jepang. Meski begitu Presiden dikawal ketat oleh 2 pasukan elite, team A dan team B. Walau sama2 pasukan pengawal presiden, team A yang unggul dibanding Team B . Namjoon sendiri adalah anggota dari team B. Kali ini bukan team B yang berada dekat dengan Presiden. Namun hal itu tak mengurangi rasa gugup yang dirasakannya sejak berangkat dari Seoul menuju Jeju kemarin malam. Kedua kakinya tak akan berhenti menghentak-hentak pelan dan mulutnya terus menggumamkan free style rap yang liriknya hanya Tuhan dan Namjoon yang tahu.

...

Hari sudah gelap, sangat gelap malah, saat Namjoon tiba di dorm. Yap, sejak ia resmi bekerja, Namjoon pindah ke dorm ini. Dorm ini khusus untuk anggota pasukan pengawal. Ada Jeon Jungkook dan Min Yoongi a.k.a Suga yang sekamar denganya. Ah, mandi dengan air hangat mungkin bisa menghilangkan pegal di tubuh Namjoon. Ia segera menuju kamar mandi setelah melepas seluruh atribut kerjanya.

Suga langsung mengambil hanphonenya dan ber kakao talk dengan pacarnya, Park Jimin yang kini sedang menyiapkan debut solonya di Jepang.

Lain dengan Jungkook, anggota termuda di pasukan pengawal ini langsung melempar badannya ke kasur setelah selesai mandi dan menyalakan tv dengan kakinya. Bisa ditebak apa yang ingin dia tonton sekarang. Apalagi kalau bukan acara langsung American Street Dance Competition.

Belum 5 menit Jungkook menikmati acara kesayangannya. Tiba-tiba muncul breaking news tepat saat dancer jagoan Jungkook muncul.

" Agh ! Andwae ! Ugh, ga setiap hari aku bisa nonton ini tau ! Oh, Jackie !"

Kim Suwon, anggota dewan perwakilan , ditemukan telah meninggal dunia di kediamannya pribadinya di Apgujong dengan luka tembak di kepalanya.

" hei bukankah dia itu tersangka dalam kasus peyuapan hakim baru- baru ini ?" Ucap Suga sambil menunjuk gambar wajah Kim Suwon di tv. Jungkook ikut memicingkan matanya.

" Aigooo ! Benar itu dia !Woaah, daebak !" Mata Jungkook melebar dan bulat sempurna.

Korban ditemukan di ruang kerjanya bersama dengan laptop yang masih menyala. Terdapat bukti bukti tindak penyuapan dan rekap aliran dana milik Kim Suwon dalam laptop tersebut. Ditemukan juga sebuah cherry merah di dalam mulutnya mulut korban. Bahkan ruangan tempat kejadian beraroma cherry. Seperti 2 kasus pembunuhan yang membunuh tersangka kasus korupsi bulan lalu, diduga Bloody Berry lah pelaku dari pembunuhan ini.

Sekian breaking news kali ini. Selamat menikmati acara anda kembali.

" heol, Bloody Berry Jjang ! Dia benar benar seperti pahlawan penakluk penjahat !" Ujar Jungkook dengan mata yang berbinar. Ia bahkan lupa dengan tarian Jackie di tv. Suga melirik ke Jungkook sebentar lalu kembali menatap layar hanphonenya. " Ttch.. pahlawan? Dia sama seperti pembunuh atau psycho lainnya."

"Ah, bagaimana menurutmu hyung ? Bloody Berry itu pahlawan, benar kan ? " tanya Jungkook kepada Namjoon yang baru saja keluar kamar mandi dengan rambut yang masih basah *wawwawaa*. Muka Namjoon langsung mengeras setelah mendengar kata ' Bloody-Berry'. Ia segera tidur di kasurnya dan membalikkan badannya membelakangi Jungkook.

" entahlah"

" huh, kau benar benar tidak seru."

" sudahlah Jungkook. Tidur sana. Bukannya kau anggota team A ? Siapkan staminamu" Suga ikut ikutan tidur sambil membelakangi Jungkook.

" heol, ga seru banget". Meski begitu, ia menuruti kata kata Suga dan mematikan tv lalu tidur.

Saat semua sudah tertidur. Namjoon masih membuka matanya. Kali ini bukan Jin yang ada dipikirannya, melainkan Bloody Berry. Orang yang telah membunuh orang yang disayanginya 4 tahun lalu.

...

(Flash back start !)

Namjoon POV

Jin dimana ya ? Ah itu dia dekat pintu gerbang sekolah !

" hey ! Mau pulang bareng ga?"

"Aisshi, turunkan tanganmu dari pundakku Joon ! Tas ku sudah berat nih !"

" oh, ya ? Coba sini kubawa. Ah, ini sih ringaan !"

Aku bohong... tas ini pasti isinya batu. Aku tahu pundaknya lebar, tapi gak gini juga T^T

" kau bohong Joon-ah, mukamu lebih jujur dari mulutmu. "

" aku serius ! Lihat mataku !"

Tepat saat Jin melihat mataku. Kuberi dia wink maut ku. Aha ! Gotcha ! Jin tersipu dan tertawa sambil tersenyum (pada tau senyum angelic nya Jin kan ? Hoho) Okay, kali ini aku yang terpesona dengan senyumnya *melting*

Tiiin tiin !

Mobil hyundai hitam itu berhenti tepat di gerbang sekolah. Ah, itu sih mobil ...

" annyeong haseyo Namjoon Harabeoji !"

Seperti biasa, Jin selalu bersemangat saat bertemu kakek. Kakek juga selalu tersenyum saat melihat Jin.

" kenapa kakek kesini ?.

Bletaak !

"Awwh.." aduuh, kakek menjitak kepalaku pelan. Jin malah ketawa melihatku begini. Awas kau Jin !

" memangnya aku tak boleh melihat cucuku sendiri ? Jin, kau mau kakek antar pulang ?"

" No no ! tidak bisa kek ! Aku sudah mengajaknya duluan . Kalau mau kakek bisa jemput Jin besok !"

Bletaak !

Kali ini Jin yang menjitakku. Apa apaan ini ! Apa mereka berdua tak sayang lagi padaku?

" bicaralah yg sopan, Namjoon !. "

" temanmu ini benar sekali , Namjoon. Hahahaha"

" Oh, ya kakek tak usah repot repot mengantarku pulang. Biar Namjoon saja yang ikut dengan kakek . Aku ada urusan sebentar"

Urusan ? Urusan apa ? Kok aku tidak tau.

" oh, kalau begitu hati- hati dijalan ya Jin !"

" ne, aku duluan ya ! Anyeongi gaseyo harabeoji !"

Dan Jin melambaikan tangannya, dan dia berjalan semakin jauh semakin jauh dan...

" ayo masuk Namjoon !".

" ne !"

(di dalam mobil)

" kakek ! Kenapa kau memukulku ? "

" mungkin, karena aku rindu dengan cucuku satu-satunya?"

" bohong, kakek rindu dengan Jin kan ?"

" aku menyukainya"

" Eh? Dengat ya kek. Aku mau berbagi semua barang ku sesuai dengan ajaran kakek. Tapi aku tidak akan memberikan Jin. Dia bukan barang !. Dia milikku"

" hahaha.. kau ini benar benar !. Kalau kau tak mau berbagi berarti aku ini siapanya kau , nak ? "

" kakekku. Selamanya"

Kakek memelukku erat. Aku sangat menyukai momment ini. Aku sangat sayang dengan kakekku. Aku juga suka dengan bau kakek. Cherry masak yang segar. Ah, kenapa perjalanan ke rumah kali ini terasa sangat singkat.

~Namjoon POV end~

2 hari kemudian, Kakek Namjoon ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya. Hasil autopsi mengatakan kakek Namjoon meninggal karena racun yang berasal dari Cherry cocktail yang diminumnya. Dan wangi khas cherry masak memenuhi tempat kejadian. Kasus ini ditutup dengan kesimpulan bahwa Kakek bunuh diri, karena kakek sempat memberikan surat wasiat kepada ayah Namjoon dua hari sebelum kematiannya. Hari saat Jin menolak untuk diantar pulang oleh Kakek.

Jangan tanya bagaimana perasaan Namjoon. Ia sangat terpukul kehilangan kakek yang sangat dekat dengannya. Beruntunglah Namjoon memiliki Jin disampingnya. Jin selalu datang ke rumah Namjoon untuk menghiburnya. Bahkan Jin juga membantu menyiapkan masakan saat upacara pemakaman kakek. Entah apa jadinya Namjoon tanpa Jin.

Sebulan berlalu. Namjoon sudah bisa melupakan kesedihannya dan mengikhlaskan kepergian kakeknya. Hari ini Namjoon mengajak Jin untuk makan malam di resto bulgogi favorit mereka.

" ah, sedap sekali !" Kata Namjoon sambil menepuk nepuk perutnya.

" Jelas saja kau makan sampai 2 set !"

" hmm, kau tidak mau tambah lagi, Jinnie ?"

" aniya, kau selalu membelikanku bulgogi. BUL-GO-GI " ( kebayang army rookie king)

" hehe, mianhae chagi ya" di cubitnya kedua pipi Jin.

" lepaskan pipiku Joon-ah. aku mau ke toilet dulu "

Setelah 5 menit berlalu. Jin kembali dari toilet namun ekspresinya sedikit kosong. Seperti orang yang terkejut. Dia bahkan menabrak seorang waitress. Untung saja waitress itu tidak membawa makanan.

" gwaenchanayo Jinnie ?" Tanya Namjoon khawatir. Tidak biasanya Jin bertingkah seperti ini.

" Ah, ne. Nan gwaenchana Joon" Jin memang menjawab pertanyaan Namjoon. Namun matanya kembali kosong.

" Jjinjayo ? Apa kau habis bertemu seseorang di toilet ?

" A-aniya, Jjinja"

Tiba- tiba datang seorang Namja berambut ash menyela pembicaraan mereka. Dengan senyum smirknya namja itu bertanya pada Jin.

" wah, kau melupakanku padahal baru saja kita bertemu. Hati ku jadi sakit, neomu apa " kata orang itu sambil mengelus dadanya.

" kau siapa ? Temannya Jin ?" Jujur saja Namjoon belum pernah melihat orang itu sebelumnya. Apa dia mantan-

" d-dia itu"

" ah, kau pasti pacarnya Jin, iya kan ? Jin sering bercerita tentang mu. Benarkan, Jinnie ?" Potong orang bersurai Ash itu dengan cepat. " Tenang saja, aku hanya teman lama Jin. Ah,sepertinya aku mengganggu kalian. Anyeong !" Dan dia pergi begitu saja dengan smirk yang terus menempel di wajahnya.

Saat di bus menuju rumah Jin, Jin tetap saja diam dan memandang jendela dengan pandangan yang kosong. " wajahmu terlihat pucat Jinnie. Apa kau sakit ?"

Jin hanya menggeleng lemah dan menaruh kepalanya di pundak Namjoon. Namjoon membalasnya dengan mengusap rambut Jin. Belaian tangan Namjoon membuat hati Jin sedikit merasa entah apa yang dipikirkan Jin saat ia tiba tiba bertanya-

" Namjoon ah"

" ne ?"

" What am I to you ?"

" My life"

Singkat, padat, dan jelas. Jin diam terpaku menatap Namjoon tanpa bisa berkata apapun. Dalam hatinya Jin berharap waktu berhenti saat Namjoon mengecup bibirnya perlahan dan mendekapnya mata Jin menetes membasahi dada Namjoon. Dikecupnya lembut kepala Jin dan mengelus kembali kepalanya.

Seminggu kemudian.

Air mata itu menetes lagi.

Tangan itu mengelus kepalanya lagi.

Raga itu didekapnya lagi.

Untuk yang terakhir kali.

...

(Flash back ends)

...

Author POV

Somewhere, 9 Desember 2015.

23.50 KST

Tv LCD itu terus berganti ganti channel. Meski terlihat tidak memperhatikan isi acara tv tersebut, orang yang terus mengganti channel itu menyunggingkan senyum smirknya terlihat puas sambil terus menyesap anggur di tangan itu lalu berkata

" pahlawan ? Wow, aku tak menyangka mereka akan memberi julukan itu padamu"

Yang ditanya hanya melirik sebentar ke arah orang tersebut lalu kembali menyesap anggur sambil berdiri memandang keluar jendela.

" hey, ayolah lihat ini. Kau sangat populer !. mungkin sekarang waktu yang tepat untuk mengungkapkan siapa dirimu sebenarnya, bukan begitu ?" Kali ini senyumnya benar benar terlihat sangat licik.

" aku tak mudah termakan leluconmu, Venom"

" benarkah ?" Orang yang bernama Venom itu berjalan menuju lawan bicaranya." Aku pikir malah sebaliknya. Benar kan , Blood Berry. Kau sangat mudah termakan leluconku. Sama seperti 4 tahun lalu"

Orang yang disebut Blood Berry itu meneguk habis anggur di tangannya." Terimakasih atas perayaan kecil ini. Aku ingin mencari udara segar di luar". Kali ini ia langsung keluar tanpa menutup pintu kembali.

Venom menjilat ujung bibirnya dan berkata " sudah berkali-kali ku bilang. Kau sangat, sangat menarik "

...

Krsskkk...krsskk

" team B ke pusat. Team B ke pusat. VIP dalam bahaya. Meminta squad tambahan segera ke lokasi. Sekali lagi. VIP dalam bahaya. Meminta squad tambahan segera ke lokasi. "

Krsskkk...krsskk

" team B ke pusat, team B ke pusat. Salah satu anggota terluka parah keadaan tidak sadar. Meminta bantuan paramedis. Meminta bantuan paramedis. "

Krsskkk...krsskk

" ... hello fellas, i've got your very innoncent person a.k.a VIP ~... "

Krsskkk...krsskk

" ...tetap tenang semua, aku tidak apa apa..."

Krsskkk...krsskk

"...whooopss that's the worst last word. Anyeong !..."

Krsskkk...krsskk

... TBC...

BTS ( Behind The Script)

aku bener bener bingung menciptakan suasana keakraban kakek dan cucu disini. Maaf kalo ga dapet feelnya. Aku ga sempet ngerasain itu, hiks

karakter Namjoon disini mungkin sedikit berbeda dari aslinya. Mulai dari ceria, nakal, manja dengan kakeknya, dan dingin.

Panggilan Joon-ah dan Jinnie itu murni ngarang, ada yg tau panggilan sayang mereka di dunia nyata (?) apa ?

Venom diambil dari kata Venomous yang artinya beracun. Kaya ular berbisa menggigit, that's venomous. Kalo poisonous kaya kamu makan tahu beracun.

...

Buat chap selanjutnya ….. tunggu ya!

Jangan lupa reviewnya !