Dururruduruduuu ~ Part 4 in da house!
Makasih yang udah review ^^
By the way ada chara baru disini, dari Boyband yang kita tunggu comebacknya … BAP !
So, Enjoy !
What am I To You :
Ketika Racun dan Darah bertemu, menjauhlah
Mata Jin menerawang ke langit langit kamar. Pikirannya penuh dengan kejadian kemarin malam. Gambaran Namjoon yang tiba-tiba muncul dihadapannya berputar seperti film yang terus di replay. Wajahnya sungguh berbeda sejak terakhir kali ia melihat Namjoon 4 tahun lalu. Pipinya yang tirus dan rambutnya yang putih. Bagaimana rambutnya bisa seputih itu ? Apa dia selalu menghabiskan makanannya ? Apa semua ini karena Jin ? Apa Namjoon merindukannya selama 4 tahun terakhir ?
Dasar bodoh. Untuk apa kau menunggu orang yang sudah mati, pabo.
Air mata mulai menuruni pipi halus Jin. Kamar itu memang gelap, namun cahaya bulan yang menerobos masuk lewat jendela memperlihatkan wajah Jin yang berurai air mata.
Venom yang berbaring di samping Jin terbangun. Ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Jin. Dengan kedua tangannya ia mengusap perlahan air mata Jin dan mendekap kepala Jin di atas dadanya yang tak ditutupi sehelai benang itu. Tanpa memberontak sedikitpun, tubuh Jin melakukan semua yang di inginkan oleh Venom.
" Diamlah Kkanji-ah. Kau bersama dengan denganku disini. Jangan pernah lagi kau menangis di hadapanku. " Venom mengecup puncak kepala Jin dengan lembut. Sama seperti yang biasa Namjoon lakukan 4 tahun lalu.
Dingin, yang kurasakan hanya dingin. Bukan ini yang aku mau. Joon-ah, aku merindukanmu.
...
Someone POV
12 tahun yang lalu. Awal agustus 2003. Gwancheon
" Hyung ! Hyung! Kau dimana ?"
Hihihi, dia takkan menemukanku disini. Pohon peach ini memang tempat terbaik untuk bersembunyi. Selain bayak buah peach yang sudah masak, pohon ini cukup tinggi. Dia takkan bisa memanjat pohon ini tanpa bantuanku.
"Hyung, keluarlah! Aku menyerah ! kau tak usah berjaga ! Ayolah hyung !" Rupanya anak sudah kelelahan mencariku. Padahal dia sudah berada di bawah pohon tempatku bersembunyi.
" aku disini, wee.. hahaha. Tunggu sebentar aku akan turun dulu". Astaga, dengan mulut poutnya wajah anak itu semakin lucu.
Eh, mobil siapa itu ? Setahuku warna mobil Ahjussi berwarna silver, bukan hitam. Pasti itu punya tamunya Ahjussi.
" Hyung ! Kenapa malah bengong ! Ayo cepat turun !".
" Mian ! Sebentar ne !" . Siapa orang itu ? Aku belum pernah melihatnya. Ah, sudahlah. Bukan urusanku juga.
Tiba-tiba jam tanganku berbunyi. Sudah jam setengah 3 sore. Gawat ! Aku bisa telat latihan !
" maafkan hyung ya. Hyung harus pulang. Kapan kapan hyung akan kesini lagi. "
" uugh, kan belum selesai main petak umpetnya" . Ku acak acak rambutnya.
" hyung pasti kembali lagi. Titip salam buat Ahjussi ya ! Anyeong !"
" chakkaman hyung ! berikan tanganmu " anak itu menaruh sebuah gigi kecil di telapak tanganku.
" itu gigiku yang ke 12. Hati hati ya hyung !"
Okay, anak itu cukup aneh.
Keesokan harinya aku kembali lagi datang kerumah anak itu. Sejujurnya aku tak tahu siapa nama anak itu. Aku sangat jarang pergi ke Gwancheon, itupun hanya saat liburan musim panas saja. Rumahku berada di Seoul, tak begitu jauh dengan Gwancheon. Setahuku dia tak punya eomma, karena aku selalu hanya melihat Ahjushi saat datang kerumahnya.
Asap hitam dari mana itu ? Astaga ! Rumah anak itu terbakar ! Gawat ! segera kutelpon 119. Menunggu bisa terlalu lama. Sekarang aku harus membantu menyelamatkan mereka. Keran, keran, dimana dia ? Ah ada satu di dekat garasi mobil ! Kebetulan sekali ada selang disana. Ku guyur seluruh badanku dan kubasahi handuk latihanku.
Untunglah pintu depan tak terkunci. Kututupi mulutku dengan handuk basah tadi. Sepertinya api berasal dari perapian di ruang keluarga. Dimana Ahjushi dan anak itu. Sebentar, aku mendengar suara dari balik pintu di dekat ruang tamu. Kubuka pintu itu setelah aku mengecek panas atau tidak pintu itu dengan punggung tanganku. Akhirnya kutemukan ahjushi dan anak itu. Sepertinya Ahjushi tidak sadarkan diri. Mungkinkah Ahjushi keracuanan gas CO?
" ayo cepat keluar dari sini ! Kau bisa keracunan gas beracun !"
" shireo ! aku mau sama appa ! ".
" kau keluar dulu sama hyung ! Ayo !"
" SHIREO !" Kalau dia rewel begini tak ada pilihan lain. Ku gendong paksa dia meski badannya meronta rota minta turun.
" KALAU KAU MAU SELAMAT, DIAM"
Dia langsung berhenti meronta dan terdiam. Apa aku tadi terlalu kasar ? Sudahlah, aku harus mengeluarkannya sekarang.
DDDUAAR...!
Tepat saat aku menurunkannya di dekat gerbang depan rumah. Terjadi sebuah ledakan dari dalam rumah. Dengan cepat kudorong badan anak itu menjauh dari rumah.
" APPA , APPA ...! "
Dan yang terakhir kudengar adalah suara sirine pemadam kebakaran dari kejauhan.
...
Aku tahu keadaannya akan seperti ini. Ketua mengirim orangnya untuk menolongku, lebih tepatnya menjemputku. Aku lupa semua handphone anggota pasti disadap oleh organisasi. Dan sekarang aku dipanggil untuk menghadap ke Ketua. Ah, aku pasti mendapat hukuman .
" Anyeong haseyo Leader-nim" kubungkukkan badanku 90 derajat.
" keluarlah" Ketua menyuruh orang lain diruangan ini selain diriku untuk keluar. Sepertinya hukumanku sangat berat.
" apa yang kau lakukan di Gwancheon ?" Tanya Ketua dengan tenangnya. Tapi nada tenangnya inilah yang membuatku semakin tidak tenang.
" Latihan mixed boxing dengan Lee songsaengnim"
" Lalu, siapa anak kecil yang kau bawa itu ?"
Bukan aku yang membawanya! Aku menolongnya lalu terbawa oleh orang-orangmu, ketua !
" Saya menyelamatkannya saat rumahnya kebakaran"
" kau tahu aturan disini, bukan ? Once you come in , you can't come out"
" Saya tahu hal itu ketua. Tapi saya pikir dia bisa bergabung dengan kita"
Ketua hanya terdiam menunggu kalimatku selanjutnya.
" saya sudah mengamati kehidupannya dan juga ayahnya. Kematian ayahnya yang tak wajar bisa kita jadikan alasan yang tepat"
Pena berwarna metalik di tangan kanannya mulai berputar putar di jemari tangan ketua. Kutelan saliva yang ada dimulutku.
" saya berada di TKP saat kejadian. Ayahnya sudah lebih dulu meninggal karena keracuan CO diruang kerjanya. Namun api berasal dari perapian yang terletak diruang keluarga. Kemungkinan anak itu mencari ayahnya saat kebakaran terjadi dan saya menemukan anak itu bersama ayahnya. Setelah itu muncul ledakan yang berasal dari ruang tengah yang menghubungkan ruang tamu dan ruang keluarga. "
Pena itu berhenti berputar. Ketua berdiri dari balik mejanya berjalan ke arahku. Selamat tinggal dunia.
" untung saja kau selamat, Nak" ucapnya hangat setelah memeluk erat tubuhku. Lalu kedua tangannya menepuk pundakku.
" Kerja bagus. Aku juga sudah menganalisis hidup bocah itu. Sisanya kuserahkan padamu"
" ne Abeoji ! kalau begitu aku permisi dulu !"
Terlukis senyum tipis diwajah Ayah. Senyumnya secara otomatis menular padaku. Fyuuh, kali ini aku selamat. Terimakasih telah memperpanjang hidupku, Ketua !
...
Seminggu berlalu, anak itu terus saja diam di kamarnya. Untung dia masih mau makan dan minum, itupun karena aku yang menyuapinya setiap hari. Mungkin ini salahku membentaknya waktu itu. Tapi aku benar-benar bingung dan khawatir saat itu. Aishi, andai aku bisa mengontrol emosiku lebih baik-
" jalan jalan"
Eh? Dia barusan ngomong apa?
" J-jalan ? Jigeum ?"
Dia menganggukkan kepalanya sekali. Ya Tuhan, aku tidak bermimpi kan?
" okay, ayo kita jalan jalan disekitar sini. Mau ku gendong ?". Wajah mungilnya mengangguk sekali lagi. Aih, neomu kyeopta ^^
...
" nah, kenalkan ini Daehyun-ssi. Dia seorang Equipment Developer disini. Ayo beri salam "
" Anyeong ! Siapa namamu ?" Daehyun hyung menyunggingkan senyum angelicnya. Namun yang disapa malah diam saja.
" wah, kau cukup dingin juga. Ah, itu Youngie !"
Yang dimaksud Daehyun hyung itu Youngjae, ahli analisis kimia dari organisasi kami. Tapi aku yakin di dalam tabung elemeyer di tangan kanannya itu adalah kopi. Astaga, bukankah lebih mudah membuat kopi dengan coffee maker ?
" wah, apa kita punya anggota baru ?" Tanya Youngjae setelah membuka google glassnya.
" ya begitulah. Tapi dia sedikit hmm, rusak" Jawab Daehyun sambil menyeruput kopi milik Youngjae.
" Jjinja ? Ah, kau mau ikut aku ke dapur ? Aku mau membuat makan siang, mau ?"
Secara ajaib mata anak itu berbinar dan turun dari gendonganku meraih tangan Youngjae menuju dapur. Aku yang lebih lama bersamanya bahkan baru bisa berkomunikasi lagi hari ini.
"Tck..tck, pesona Yougjae hyung tak bisa diremehkan "
Daehyun hyung menaruh tabung elemeyer itu diatas meja lalu kembali mengutak atik shotgun di hadapannya.
" apa dia benar benar ingin bergabung ?"
" entahlah hyung. Tapi aku yakin dia pasti mau tinggal disini. Dari data yang ku kumpulkan, keluarganya hanya satu yaitu ayahnya. Tidak ada data anggota keluarga lainnya. Takkan ada yang mencarinya, setidaknya sampai polisi sadar ada anak kecil hilang dalam kebakaran itu"
" kalau begitu coba lihat ini" ia meluncur ke rak arsip dengan kursinya yang beroda( bukan kursi roda) dan mengambil sebuah dokumen, lebih tepatnya koran edisi 2 hari yang lalu. "Coba kau baca headline newsnya"
Hmm.
Rumah dari anggota penyidik resort Gwancheon terbakar, Ayah dan Anak meninggal bersama.
Judul berita yang cukup aneh. Ayah dan anak meninggal bersama ?
" kau ingat Zelo?
" Zelo hyung? tentu saja. Zelo hyung adalah orang kita di kepolisian Gyeonggi do."
" Dia bilang itu hasil penyelidikan forensik dari gigi yang ditemukan disana karena jasad keduanya 'hancur' karena ledakan." Ucapnya sambil meluncur kembali ke meja kerjanya.
Gigi ? pantas saja. Pasti gigi dari anak itu terjatuh di ruang kerja ayahnya. Dengan ini semuanya menjadi lebih jelas! Pasti ada sesuatu yang beres.
" hyung, dimana Jongup hyung ?"
" emm, coba kau cari di basement. Seingatku dia tak mau diganggu sejak kemarin. Ada sedikit trouble di jaringan kita, begitu katanya."
...
Jongup hyung adalah salah satu ahli IT terbaik kami, kalau tak mau di sebut sebagai hacker paling berbahaya di organisasi ini. Handphoneku yang disadap adalah satu karya kecilnya untukku.
" hyung ! Bisa kau cari tahu tentang pemilik mobil ini?" Aku mengambil pulpen dan kertas di mejanya lalu menggambar sebuah mobil.
Dia menoleh kepadaku dengan muka blank nya " kau datang disaat yang tepat. 2 jam yang lalu akan kubunuh siapapun yang masuk tiba tiba dan menganggu pekerjaanku. Coba sini kulihat, bocah"
"Aku bukan bocah lagi hyung !, lagipula kau cuma lebih tua 10 bulan !"
" terserah... hmm coba kau lihat ini. Aku mau ke toilet sebentar" ucapnya sambil berlalu meninggalkan layar komputernya.
Firasatku benar, hanya ada 5 orang yang punya mobil ini di korea. 2 orang wanita, 1 warga negara asing dan 2 pria. Salah satunya adalah pengusaha paruh baya. Dan dia adalah tamu terakhir dari Ahjussi,
Kim Hyunjoon
...
3 januari 2016
...
" kau yakin dia itu Bloody berry ?"
" belum komandan. Tapi sudah ada kesaksian dari saksi mata dan korban"
" Kalau begitu segera lengkapi berkasnya dan segera limpahkan ke kejaksaan."
" siap komandan"
….TBC…
Behind The Story (BTS)
Hmm someone pov disini cukup sulit. Kadang lupa siapa yang dimaksud disini -_-
Makin bingung ? jangan dong… *bakar aja authornya, BAKAR!*
Di Chap selanjutnya kamu ga bakal bingung ko ^^
For Jeruk manis: BB? Byun Baekhyun ?Bloody berry ? Bloody berry itu jin ^^". Makasih buat reviewnya !
For : makasih ya buat reviewnya !
For Lee shikuni : Maafkan aku ~. Terimakasih buat reviewnya !
For Gummysmiled : Disini udah jelas kan? ( belum!) hehe ditunggu di chap berikutnya yah! Makasih banyak buat masukan dan reviewnya !
