Yang bingung di chap sebelumnya angkat tangan !(banyak banget TT)
Chap ini bakal jelasin semua kebingungan kalian ko ^^
Jangan lupa Read and Review !
Enjoy !
What am I to You ?
Penulis Kisah Terhebat
…
Firasatku benar, hanya ada 5 orang yang punya mobil ini di korea. 2 orang wanita, 1 warga negara asing dan 2 pria. Salah satunya adalah pengusaha paruh baya. Dan dia adalah tamu terakhir Ahjussi,
Kim Hyunjoon
" hey Taehyung ! Yongjae menyuruhmu segera ke dapur!" Kepala Daehyun hyung menyembul dari balik pintu.
" aku ? Sekarang ?"
Daehyun hyung memberikan tatapan -_- sebagai jawaban dari pertanyaan bodohku dan menarikku ke arah dapur.
"A-aa, chakkaman !".
Ternyata Youngjae dan anak itu memasak spaghetti. Kurasa spaghetti untuk makan siang agak sedikit-
" hyung mau ?" Anak itu menyodorkan sesuap spaghetti ke mulutku. Apa ini sebuah ilusi ? Ekspresinya terlihat sangat bahagia. Tampaknya ia sudah baikan.
" ayo buka mulutmu, hyung !" Pintanya kepadaku. Mulutku otomatis terbuka lebar dan memakan spaghettinya.
Ini, enak !
" masakan Youngjae hyung memang lezat !" Kuacungkan dua jempolku untuknya.
" ani, Jin yang membuatnya " tangan kananya mengelus kepala anak kecil itu.
Jin ? Jadi namanya Jin ?
" nde ! Aku yang masak ini tadi. Hehe " ucap Jin dengan mulut yang belepotan saus spaghetti.
Daehyun yang baru saja menyuap spaghetti ke mulutnya tampak terkejut. " O- hya ? bwhe-a-fha wu-mu-mu ?"
" Nde ?"
Disaat seperti ini aku yang selalu menjadi translator bahasa aliennya " Berapa umurmu Jin ?"
" 10 tahun " dimasukkannya sesuap spaghetti lagi ke mulutnya. Perkembangan kesehatan mentalnya sangat cepat. Aku harus berterimakasih pada Yongjae hyung. Kalau keadaannya sudah membaik seperti ini, mungkin aku bisa menanyakan beberapa pertanyaan untuk Jin.
" Jin, apa kau mau tinggal bersama kami ?".
Wrong step, Taehyung.
Ekspresinya kini mulai mengeras. Youngjae hyung dan Daehyun hyung langsung terdiam dan memandang kearahku seperti berkata -
Bodoh !
Hey ! Aku hanya mencoba !
" Appa selalu bilang aku harus kuat tanpa Appa. Apa hyungdeul bisa membuatku semakin kuat ? ".
Tanpa pikir panjang, aku anggap kata-katanya barusan sebagai kata 'iya'. Sambil tersenyum lebar aku menjawab,
" Tentu saja Jin "
...
Jin POV
5 tahun kemudian
Black Gun Organization
Organisasi pembunuh bayaran, menakutkan, gelap, penuh dengan orang yang tak berperasaan.
Itulah yang mereka katakan tentang kami. Tapi, apa yang kurasakan sangat berbeda. Kami adalah keluarga. Saling melindungi. aku akan melakukan apapun untuk terus bersama mereka, meski itu artinya harus membasahi tanganku dengan darah. Aku hanya ingin terus melihat mereka menyambutku saat pulang. Menyemangatiku melewati semua.
Dan juga, untuk appaku. Aku akan terus berusaha menjadi lebih dan lebih kuat lagi. Daehyun hyung memberitahuku semuanya sebelum peresmianku sebagai anggota setahun lalu. Rasa marah dan sedih selalu menggangguku sejak aku tahu tentang kematian ayahku. Andai saja Taehyung hyung. Ah, salah, Venom tak menyelamatkanku, aku mungkin sudah mati.
Jin POV end
...
Aih, anak itu suka sekali menghilang. Untung saja aku berhasil menemukannya sedang melamun di pinggir atap. Sinar merah senja membuatnya terlihat seperti lukisan siluet yang indah. Rambut apricotnya bergerak searah angin bertiup pelan. Aneh, mulutku langsung tersenyum dan kakiku secara otomatis melangkahkan kakiku mendekatinya.
" kau sedang apa disini ?"
" nothing, hyung sendiri ?" Ia menoleh kearahku dan melemparkan senyum manisnya. Percayalah, jantungku belum pernah berdetak secepat ini bahkan saat aku menjalankan tugasku sekalipun.
" obbseo, kau mau ?" Aku menyodorkan permen chupa cups rasa strawberry untuknya. Jin mengambil permen itu dan membuka bungkusnya lalu memasukkan permen itu ke mulutku.
" kau saja yang makan permen itu" Jin kembali melamun memandang ke langit.
" jin"
"Emm.."
" apa kau ingin bersekolah?"
" huh ?" Jin menoleh padaku dengan ekspresi 'apa-maksud-mu?'
" Yah, kalau kau mau. Kau selalu melamun akhir akhir ini. Aku pikir itu bisa membuatmu eng, senang ?" Kuputar putar tangkai chupa cups dimulutku.
" Senior High School , ya ? Boleh juga. Tapi apa itu tak membahayakan organisasi ?"
" tidak, tidak akan. Aku yang jamin " kutarik keluar permenku sebentar ."Aku akan menyiapkan dokumen yang kau butuhkan, jadi kau tenang saja. "
Senyum manisnya kembali menghias wajahnya. " gomawoyo hyung"
" oh, satu lagi. Ini kado ulang tahunmu yang ke 15 ! Saengil cukhae !"Ku masukkan permen yang tadi aku makan ke mulutnya lalu ku acak-acak rambutnya. Tiba-tiba tangannya memegang kedua tanganku dan matanya lurus menatap mataku. Damn it ! Dia berhasil membuatku salting lagi.
" kau jorok seperti biasanya" di masukkannya permen tadi kembali ke mulutku lalu pergi menuju tangga.
Kuputar-putar tangkai permenku sambil memandang ke langit senja. Kutarik keluar permen itu dan ku baringkan badanku menghadap langit.
Hemm, undirect kiss ya...
...
Seoul,
12 Oktober 2011
Malam ini kami semua berpesta merayakan peresmianku sebagai pengganti ketua di sebuah diskotik di Seoul. Ya, umurku memang baru 21 tahun tapi ayahku meminta pensiun dini. Hah, begitulah nasib anak semata wayang.
Hanya Jin yang tak bersama kami, tentu saja karna di masih 18 tahun. Selain itu dia bilang kalau dia punya janji dengan temannya.
Aku benci suasana ramai seperti, lebih baik aku keluar sebentar. Sekalian mencari udara segar. Hhmm musim gugur tahun ini cukup dingin, padahal ini masih bulan Oktober.
Kakiku melangkah ke taman kota . Disaat seperti ini banyak orang yang berjalan bersama kekasihnya. Kumasukkan kedua tanganku yang kedinginan ke saku jaket hitamku. Sepertinya satu batang saja bisa sedikit menghangatkanku. Aku berhenti sebentar untuk duduk di salah satu bangku di taman yang agak sepi. Lalu kunyalakan satu Malboroku dan menghirupnya pelan. Fffuh... asap putih keluar dari mulutku. Tunggu, siapa itu? Ada dua Namja saling berciuman. Bukannya aku tak suka dengan hal-hal seperti ini tapi salah satu namja itu adalah ,
Jin?
Ku injak rokokku ke tanah dan aku berusaha mendekati mereka tanpa ketahuan. Nah, akhirnya aku dapat melihat namja yang sedang bersama Jin. Tapi masih belum jelas. Entah mengapa saat aku melihat mereka bersama ada desiran aneh di dadaku. Bukan debaran, ini lebih seperti bunga api. Hanya sedikit, tapi bila tak hati-hati itu dapat membakar sekelilingnya. Kukeluarkan handphoneku untuk mengambil gambar mereka.
Ckrik..
... Maldo andwae...
Dia itu-
...
Sehari sebelumnya.
Taehyung termenung di kamarnya menatap semua data tentang Kim Hyunjoon di salah balik lemari dinding kamarnya. Benang benar merah mengarah ke beberapa titik di atas selembar peta yang penuh dengan beberapa photo dari Kim Hyunjoon. Riwayat hidup, jumlah kekayaan, semua lengkap. Tak terkecuali riwayat kejahatannya.
Ddururdudu...
Taehyung menyentuh tanda dial di handphone yang sedari tadi ia mainkan.
" waeyo, Jongup hyung "
...
" ah, tak ada kemajuan berarti. Kim Hyunjoon selalu berpindah pindah lima tahun belakangan. Dan dia suka sekali plesir ke luar negeri."
...
" Kau dapat data baru lagi ? Woah, daebak!"
...
" okay, akan kulihat emailku sekarang"
Taehyung membuka laptopnya untuk mengakses akun emailnya. Hmmm, ini dia email dari Jongup hyung. Oh, ini data terbaru tentang keluarga Kim Hyunjoon lengkap dengan fotonya. Anaknya kini terpilih menjadi walikota Seoul. Kim Ryujoon. Berarti namja di sebelahnya adalah cucu dari Kim Hyunjoon,
Kim Namjoon.
...
Kim Namjoon ? dengan Jin ?
...
Jujur saja aku benci Namjoon. Aku benci harus membagi senyum Jin dengannya. Aku benci melihat Jin tersenyum lepas saat bersamanya. Aku benci untuk berbagi Jin ku dengannya. Aku tahu mungkin Jin hanya menganggapku sebagai kakaknya. Tapi sungguh, bagaimana bisa Jin berhubungan dengan cucu dari pembunuh ayahnya ! Ya, benar. Karena ia tak tahu akan hal itu. apa yang akan dirasakan Jin kalau ia tahu hal ini ? Apakah ia akan sedih ? Atau, agghh. Demi apapun aku tak tega melihatnya bersedih, apalagi kalau itu karena Namjoon. Agghh... eottokhaeji ...aghh
" kau sedang apa hyung " kepala Jin tiba -tiba muncul dari pintu kamarku. Buru buru aku mengambil komik di sebelah bantalku dan berpura pura membacanya.
" ah, kau Jin. Masuk masuk !"
Jin mengambil komik dari tanganku dan membetulkan posisinya." kau membaca komik itu terbalik, hyung " .
"Ah, keurokuna... hehe"
Dia malah memberiku tatapan 'what's-wrong-with-you?'
" Hari ini kau pulang malam lagi, kemana saja kau seharian ?" Tanyaku sekenanya sambil membetulkan posisi komik di tanganku.
" sekolah, lalu pergi kerumah teman"
"Oh, ya ? Siapa temanmu itu? "
"Namjoon , Kim Namjoon"
Namjoon ? Jadi dia habis dari rumahnya? Begitu? ( iya bodoh).
" Dia pacarmu ? "
" a-aniya"
" tak apa. Aku tahu, mustahil kalau aku tak tahu data setiap anggota organisasi, bukan ?" Wajah Jin memerah dan kuanggap itu sebagai pernyataan ' ya dia memang pacarku' atau semacamnya.
"B-bagaimana dengan perkembangan Kim Hyunjoon ? Apa kau sudah menemukan data baru ?" Jin mencoba mengalihkan pembicaraan. Langsung saja ku pegang kedua pundaknya menghadap kearahku
" sudah berapa lama kau dengannya ?"
" s-sekitar setahun yang lalu..."
Setahun ? Dan aku tak tahu? bodoh sekali kau Taehyung.
" kenapa kau baru memberitahuku sekarang ? Kau pikir aku ini siapa !". Kueratkan penganganku dipundaknya. " tatap mataku Jin ! Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu? "
Bukan pandangan marah yang kuberikan padanya. Melainkan pandangan penuh rasa khawatir dan takut akan terjadi sesuatu padanya.
" jangan khawatir, hyung. Dia anak yang baik. Bahkan aku juga dekat dengan kakeknya. Beliau orang yang sangat hangat "
Kini kedua tanganku melepas pundak Jin. Jin dekat dengan kakeknya Namjoon ? Berarti dia tahu kalau-
" siapa kakeknya ?"
" dia seorang pengusaha, dan sepertinya ia mau pensiun. Begitu katanya"
Aku sedikit terhenyak mendengar perkataan Jin. Jadi dia belum tahu kebenarannya. Astaga, kenapa sekarang semua menjadi begitu rumit. Pandanganku kosong untuk beberapa waktu. Kini hanya diam diantara kita.
" putuskan hubunganmu dengannya"
" apa maksud hyung-"
" ini perintah dari Ketua. Kuharap kau tak melupakan siapa dirimu disini dan kepada siapa kau berbicara " entah apa yang merasuki pikiranku. Suara barusan terdengar seperti bukan diriku saja.
" hyung !" Jin menatapku dengan ekspresi kaget dan bingung. Namun wajahku tetap datar dan tanpa ekspresi.
"Ku anggap kau mengerti maksud perkataanku. kalau kau sudah mengerti, cepatlah keluar dari sini"
...
D-1 sebelum Kim Hyunjoon tewas.
Gelap mata ? Itu hanya kata-kata murahan dari orang yang tak tahu diriku dan menilaiku dengan otak kecil mereka. Aku tahu siapa itu Jin. Aku tahu betapa rapuhnya dia. Karena itu aku berusaha melindunginya. Apa yang akan kulakukan, semata mata untuk dirinya. Hanya aku yang bisa bersamanya. Karena akulah penyelamatnya.
...
" Tempatkan beberapa 'tikus' lagi di sekitar rumahnya. Jaga komunikasi dengan orang kita di dalam rumah itu. Besok kita laksanakan misi. Bloody Berry,kau datang kemarkas jam 2 setelah kau pulang sekolah."
" Baik"
" Jongup, hubungi Zelo sekarang dan informasikan tentang misi kita. Jangan sampai ada polisi di sekitar TKP"
"emm"
" Youngjae , apa chemical eksekutor sudah siap ?"
" Sesuai dengan efek yang kau minta Ketua, semua sudah siap"
" Jika ada yang ingin mundur dari misi ini, silahkan nyatakan pendapatnya"
Tak ada satu pun yang berniat undur diri. Bahkan mata Jin pun terlihat sangat bersemangat.
Mianhae..
" Baiklah, aku sangat berterimakasih untuk semua. Once you come in, you can't come out. Untuk Jin !"
" Untuk Jin !"
" sekarang kalian boleh kembali ke tempat masing- masing"
Disaat semua orang keluar ruangan, hanya Daehyun hyung yang tidak keluar. Ia malah menyisipkan rokok di bibirnya dan menyalakannya.
" apa kau yakin dengan semuanya, Venom ? " tanyanya sambil menawarkan macis miliknya kepadaku. Segera ku keluarkan sepuntung rokok untuk dinyalakan.
" ya, semua akan berjalan sesuai dengan kisah yang kutulis " asap putih mengitari kami berdua.
" baiklah, kuserahkan semua padamu. Tapi kuingatkan sekali lagi, kau mungkin akan menyesalinya nanti" Daehyun berlalu keluar dari ruangan.
Fffuuh...
mungkin ... suatu hari nanti...
...
D-Day
" Oh, ya kakek tak usah repot repot mengantarku pulang. Biar Namjoon saja yang ikut dengan kakek . Aku ada urusan sebentar"
" oh, kalau begitu hati- hati dijalan ya Jin !"
" ne, aku duluan ya ! Anyeongi gaseyo harabeoji !"
….TBC...
BTS (Behind the Story)
Jadi, ceritanya, maunya ( ga efektif amat ) mau ngasih tau kalian tentang sisi lain dari Venom a.k.a. V a.k.a. Taehyung yang sebenernya unyu-unyu gimana gitu :)
By the way ada yang udah nonton BTS on stage: prologue ? banyak Namjin and Taejin nya !, siapapun yang bikin ceritanya, Bless you ! Penuh dengan teka-teki pararel dengan MV I Need U, Jjang !
Jadi pingin bikin fanfic tentang itu :D
For akainekochan410 : disini sudah terjawab kan ? Singkatnya, Venom itu sebenarnya baik dan kakek namjoon adalah pembunuh ayah Jin.
Makasih buat reviewnya !
For Lee Shikuni : Makasih buat reviewnya ! dan chap ini masih bagian dari flashback,hehe
For gummysmiled : Terimakasih buat Reviewnya !sebenarnya aku kurang suka anak kecil ._.
Disini jelas kan kenapa Jin bisa sama Venom :D
Terimakasih buat Reviewnya yah semua !
Sampai jumpa di chap berikutnya!
