Chapter 6 telah datang ! Maaf buat yang udah nunggu lama buat chapter ini.

Semua rahasia akan terbuka lebar, hohoho !

ENJOY !

...

D-day , 14.15 p.m

Markas Black Gun Organization

Taehyung a.k.a Venom terdiam mematut layar besar di hadapannya. Kali ini di mulutnya terselip sebatang chupa chups strawberry, bukan sebatang Malboro mild seperti biasanya.

" Laporan. Semua persiapan, beres. Tinggal eksekusi dan semua selesai" Jongup menunjukkan semua status persiapan di layar.

" bisa kau perlihatkan data lengkapnya hyung ?". Mendengar peeintah Venom, jemari Jongup langsung meluncur diatas keyboard san menampilkan rincian data di layar.

" Kim Hyunjoon tinggal sendiri bersama para pekerja rumah tangga termaauk supir dan penjaga rumah. Semua pekerja di rumahnya telah diganti dengan orang kita secara bertahap sejak tahun lalu. Pihak polisi sekitar wilyah ini sudah diganti dengan orang kita oleh Zelo m. Kamera cctv dan kamera kendaraan sekitar TKP sudah di hack sejak 3 hari yang lalu.

Semua berjalan sesuai perintahmu,Venom"

Ploopp !

Venom mengeluarkan permen dari mulutnya. Smirk liciknya kembali terlukis di bibir Venom.

" Siapkan eksekutor kita, Bloody Berry. "

Daehyun yang sedang berusaha menyalakan rokoknya terdiam mendengar kata2 Venom. " Kau yakin semua akan berjalan sesuai rencanamu ?"

BLAMM!

" Jeosunghamnida ! Aku sedikit terlambat. " Tiba-tiba datang Bloody Berry masuk ke dalam ruangan. Lengkap dengan masker hitam metalik dan pakaian serba hitamnya.

" kalau begitu ikut aku, akan ku jelaskan tentang alat eksekusinya" Daehyun merangkul pundak Jin dan menuju ruangan lain. Mata Venom memperhatikan mereka lewat pantulan bayangan di layar besar.

Ini lebih dari rencana biasa. Aku yelah menulis sebuah kisah yang dramatis dan epik. Dan semuanya akan berakhir sesuai keinginanku.

...

D-day, 21.15 pm

Kediaman Kim Hyunjoon

Semua anggota telah bersiap di posisi sesuai tugas masing-masing. Venom, Jongup, Youngjae dan beberapa teknisi ada di dalam sebuah Truck di dekat kediaman Kim Hyunjoon. Daehyun dan Bloody menyusup ke dalam rumah Kim Hyunjoon. Kini Bloody Berry mulai bergerak menuju target di ruang kerjanya.

Piip!

"Daehyun hyung" suara Venom terdengar di earphone Daehyun.

" Biarkan Jin yang eksekusi, kau berjaga di balik pintu ruang kerja Hyunjoon " Daehyun mengernyitkan dahinya.

" Bukankah dia tak tahu wajah target ? Selama ini kau yang menyuruhku untuk tak membocorkan foto target"

" Tenang, dia pasti akan mengikuti instruksiku. Bersiaplah untuk perintah selanjutnya" Daehyun bisa membayangkan senyum smirk Venom dari suara di earphonenya.

" aku penasaran dengan alur ceritamu, Venom-"

CCRAAANG !

" Harabeoji ?"

Tiba - tiba terdengar suara kaca terjatuh dan suara Jin yang terkejut..

" SHOOT IT !, NOW!"

Mendengar perintah Venom, Daehyun langsung menembak, atau lebih tepatnya meniup jarum bius ke arah leher Kim Hyunjoon dan tepat sasaran. Kepalanya langsung ambruk diatas meja kerjanya.

Bloody Berry yang menyaksikan kejadian itu terkejut dan terdiam untuk beberapa saat. Otaknya tak bisa mencerna apa yang baru saja terjadi.

Daehyun hyung baru saja.., Harabeoji.., ini berarti...

Daehyun melangkah memasuki ruang kerja "Cepat selesaikan sisanya, Double B" . Namun dia langsung dihadang dengan moncong shotgun milik Jin. Daehyun bisa melihat mata merah Jin yang berkaca-kaca dan penuh amarah juga kebingungan.

" Apa maksud semuanya, Hyung?!" Jin benar benar menghiraukan semua perintah Jongup hyung yang menyuruhnya untuk berhenti dan meneruskan tugasnya dari earphonenya. Pikirannya sangat kacau sekarang. Dia ingin penjelasan dari semua ini, segera. Dan hal itu membuatnya menjadi gelap mata.

Daehyun masih berdiri di tempatnya dengan ekspresi datar. " Jalankan saja perintah Ketuamu, Jin ".

" Persetan dengan perintah ketua-"

BRUUGGH...

Tepat saat Jin akan menarik pelatuk shotgunnya, Daehyun meniup 3 jarum ke leher Jin. Kali ini hanya jarum biasa, namun sasarannya adalah titik akupuntur untuk melumpuhkan badan Jin sementara. Seketika badan Jin ambruk ketanah dan shotgunnya terlepas dari pegangannya.

Dengan langkah santai, Daehyun bergerak ke arah Kim Hyunjoon untuk menyiapkan tempat kejadian sesuai dengan perintah Venom.

" seperti yang dikatakan Jongup, kau suka sekali cherry cocktail " ucap Daehyun sambil mencabut jarum racun dari leher Hyunjoon. Lalu mencampur sedikit racun AR-X21 kedalam ceceran cocktail juga diminumkan sedikit ke dalam mulut Kim Hyunjoon. Tak lupa ia menuangkan Cherry Parfume di sekitar mayat Hyunjoon.

" Kau juga suka wangi cherry kan, Jin ?" Daehyun melirik ke arah Bloody Berry yang tergeletak ditanah. Meski badannya lumpuh, namun matanya tetap terbuka menyaksikan aksi Daehyun dengan mata penuh amarah.

Nah, Venom. Sekarang apa yang akan kau lakukan ?

...

D+2 dari kematian Kim Hyunjoon.

Kematian Kim Hyunjoon telah diketahui media. Semua stasiun tv nasional menayangkan berita ini dan koran koran menulis berita ini sebagai headline news mereka. Tapi markas Black Gun Organization tetap beroperasi seperti biasa. Tidak ada pesta. Tidak ada perayaan.

Jangan tanya bagaimana kondisi Jin sekarang. Setelah kejadian waktu dia terlihat seperti manequin hidup yang diam terduduk di pojok kasurnya dengan kedua tangan yang terus mendekap kedua kakinya. Keadaannya kini sama seperti 8 tahun lalu saat ia kehilangan ayahnya. Pipinya sedikit tirus karena tak ada makanan bahkan air yang masuk ke mulutnya sejak dua hari terakhir. Begitu banyak hal yang berputar di kepalanya.

Tidak... tidak mungkin ini terjadi. Aku berusaha membunuh orang yang sangat disayangi Namjoon. Bagaimana bisa aku merenggut kebahagiaannya demi kebahagiaanku.

Airmata mulai menetes dari kedua mata hazelnya.

Bukan, ini bukan salahku. Ini semua karena Daehyun hyung. Dia tak menceritakan seluruhnya padaku. Ani, Daehyun hyung tak mungkin berbuat jahat padaku. Venom, pasti dia yang menyuruhnya melakukan hal itu. Kau memang jahat hyung.

BLAM !

Datang Venom ke kamar Jin untuk menengok keadaan Jin. Di tangannya terdapat nampan berisi semangkuk bubur dan segelas teh hangat. Kedatangan Venom tidak digubris sama sekali oleh Jin. Lalu Venom duduk di samping Jin sambil berusaha menyuapi sesendok bubur ke mulut Jin.

" Selamat Jin ! Kau berhasil membalaskan dendammu. Nah, sekarang hyung akan menyuapimu bubur. Ayo buka mulutmu, aa...Ack !"

Begitu Venom menyodorkan sendok ke mulutnya, saat itu juga Jin mengambil sendok dari tangan Venom. Kemudian ia mengunci badan Venom dan lalu berusaha menusuknya dengan ujung sendok tersebut. Untung saja Venom dengan cepat menahan kedua tangan Jin. Posisi Venom kini dibawah badan Jin dengan mata yang saling menatap satu sama lain.

" kenapa kau tak memberitahuku tentang kakek Namjoon !" Jin akhirnya bersuara setelah 2 hari terus terdiam.

" Bukankah sudah kubilang putuskan hubunganmu dengan Namjoon ?" Venom membalik badannya sehingga Jin berada di bawah badannya sekarang. " ini konsekuensi yang harus kau tanggung !"

" terserah kau mau bilang apa, Venom". Jin melayangkan tinjunya ke muka Venom hingga Venom jatuh dan melepas kuncian dari badan Jin.

" I'm quit !"

Jin melenggang keluar dari kamarnya dan meninggalkan Venom yang tersungkur di lantai.

Setelah Jin pergi, Venom tidak mengejarnya. Ia malah menyelipkan sebatang Malboro mild di bibirnya yang sedikit berdarah dan menyalakan rokok itu dengan macis miliknya.

Tiba- tiba muncul Youngjae dan masuk ke kamar Jin dengan wajah khawatinya. " Ketua ! Jin berkata ia ingin keluar dari Black Gun dan sekarang dia sudah meninggalkan markas !"

Hufff... asap putih keluar dari mulutnya secara perlahan. Smirk andalannya kembali terlukis di wajahnya.

" Tenanglah hyung. Semua sudah sesuai dengan alur ceritanya"

...

Jin POV

Aku benar benar tak ingin berhubungan lagi dengan organisasi sialan itu. Untuk sementara aku akan menyewa rumah kecil untuk tempat tinggalku. Aishi, Betapa bodohnya aku sampai tak tahu siapa Kim Hyunjoon sebenarnya. Salahku yang terlalu percaya dengan apa yang dikatakan Venom. Aku sungguh merasa bersalah dengan Namjoon. Aku yakin kini dia merasa sangat kehilangan. Seharusnya aku tak perlu membunuh pembunuh ayahku dengan alasan balas dendam. Seharusnya aku, aku, aghh... Namjoon mianhae...

Kini aku berada di acara peringatan kematian kakek Namjoon yang diadakan di rumah Namjoon. Cukup banyak orang yang datang ke acara ini. Ku berikan penghormatan terakhirku untuk kakek di depan sebuah photo besar wajah kakek yang sedang tersenyum hangat dengan karangan krisan putih di sekitarnya. Walaupun dia telah membunuh ayahku, tapi dia selalu memperlakukanku dengan baik.

Kulihat Namjoon dengan jas hitam dan kemeja putih terduduk dengan mata kosong menerawang langit- langit ruangan. Meski begitu ia langsung berdiri saat melihatku dan menghampiriku. Aku tahu senyum di wajahnya saat ini hanya senyum palsu, dan aku semakin merasa bersalah karena itu. Saat ini aku belum berani untuk menatap langsung mata Namjoon. Tapi demi menghilangkan sedihnya, ku ajak ia berjalan ke taman belakang rumahnya.

" terimakasih telah datang kesini, Jin" Lagi lagi senyum palsu itu. Aku bernar benar tak tahan dengan aktingmu, Namjoon.

" Peluk aku " pintaku ke Namjoon. Dengan sedikit bingung dia melingkarkan kedua tangannya di leherku. Aku membalasnya dengan menaruh tanganku di sekeliling pinggannya.

" sekarang tak ada yang melihatmu"

" apa maksudmu jinnie?"

" menangislah, aku tahu semua ini sangat berat bagimu. Jadi-"

Aku bisa merasakan airmatanya jatuh di pundakku. Badannya mulai bergetar sesegukan. Ku elus elus punggungnya perlahan untuk menenangkannya.

" Gwaenchana, ong, gwaehchana"

Meski tak begitu terdengar, aku yakin tangisnya kini lebih deras. Tak terasa air mataku ikut jatuh menetes. Hatiku benar benar kalut.

Venom, kau benar benar keterlaluan.

...

Jin POV

Sebulan berlalu. Ku rasa Namjoon sudah bisa melupakan kesedihannya dan mengikhlaskan kepergian kakeknya. Syukurlah ?. Hari ini Namjoon mengajakku untuk makan malam di resto bulgogi favorit kami berdua.

" ah, sedap sekali !" Kata Namjoon sambil menepuk nepuk perutnya.

" Jelas saja kau makan sampai 2 set !"

" hmm, kau tidak mau tambah lagi, Jinnie ?"

" aniya, kau selalu membelikanku bulgogi. BUL-GO-GI "

" hehe, mianhae chagi ya" di cubitnya kedua pipiku. Aish, anak ini jongmal !

" lepaskan pipiku Joon-ah. aku mau ke toilet dulu "

Author POV

Setelah selesai dengan urusannya di toilet, Jin mencuci tangannya di westafel toilet. Tampaknya hanya Jin yang berada di ruangan toilet sekarang. Tepat saat dia melihat kembali cermin setelah mengeringkan tangannya, tampak bayangan seseorang dengan kaos putih longgar dan jeans belel juga topi hitam. Namja itu berdiri tepat di belakangnya bersandar di depan salah satu pintu toilet sambil mengemut chupa cups kesukaannya.

Venom !

Menyadari hal itu, Jin berusaha cepat cepat keluar namun tangannya langsung dipegang oleh Venom.

" kenapa terburu- buru ? bukannkah kau harus mengucapkan 'anyeong' padaku,Jin ? Ah, haruskan ku sebut kau-" mata Venom melirik ke arah cctv di dekat pintu keluar toilet.

" Lepaskan aku Venom! Aku sudah tak ada hubungannya dengan mu!" Jin berusaha menarik tangannya. Namun ,Venom malah mempererat genggamannya hingga terdapat berkas merah di pergelangan Jin.

" Once you come in, you can't come out. You know that well, don't you ?"

" Lalu apa maumu ?"

" kembali, atau-"

Jangan sebut Namjoon, kumohon

" Your Joon-ah will die, here. Dia bisa saja tahu tentang kita darimu. Benar kan ?"

" hah, aku takkan termakan leluconmu. Ah, aku juga takkan kembali !" Mendengar jawaban Jin, Venom mendorong dan memojokkan Jin ke dinding.

BUGHH..

"Kau tidak bisa berbuat apapun disini, Venomm"

" really ? Kau pikir cctv itu berfungsi ? Apa kau pikir aku sebodoh itu datang sendiri ke sini? " Smirk licik itu kembali terkembang.

Kalau begini nyawa Namjoon benar benar dalam bahaya. Dan ini karena aku lagi. Damn it !

" Jangan sentuh Namjoon ! Kau boleh membunuhku atau apalah asal jangan Namjoon"

Venom membelai rambut dan wajah Jin lembut. Jin hanya terdiam sambil memejamkan matanya. " aww, that's so sweet Jinnie. ".

" Hyung tunggu kau di markas"

Akhirnya Venom melepaskan pegangan tangannya dan membiarkan Jin keluar dari toilet. Venom menatap ke cermin lalu bergumam untuk dirinya sendiri.

" i gotcha!. It's too easy"

Author pov ends

...

Jin POV

Apa yang harus aku lakukan? Ah, shit !

BUGGH...

Haduh, gara gara melamun, Aku menabrak seorang waitress di sini. Untung saja dia tak membawa makanan atau minuman. T-tunggu ! Bukankah dia anggota Black Gun juga ? Kalau di lihat- lihat lebih teliti hampir semua orang disini termasuk beberapa pelanggan adalah anggota Black Gun. Aku benar- benar dikepung !

" gwaenchanayo Jinnie ?" Tanya Namjoon khawatir.

" Ah, ne. Nan gwaenchana Joon"

Aniya !, Tempat ini tidak aman untukku dan Joon-ah. Kita harus pergi dari sini

" Jjinjayo ? Apa kau habis bertemu seseorang di toilet ?

" A-aniya, Jjinja"

" wah wah, kau melupakanku padahal baru saja kita bertemu. Hati ku jadi sakit, neomu apa "

Venom ! Untuk apa dia mendekati Namjoon ?

" kau siapa ? Temannya Jin ?"

Tidak, Namjoon tidak boleh tahu siapa dia.

" d-dia itu"

" ah, kau pasti pacarnya Jin, iya kan ? Jin sering bercerita tentang mu. Benarkan, Jinnie ?" Potong orang bersurai Ash itu dengan cepat. " Tenang saja, aku hanya teman lama Jin. Ah,sepertinya aku mengganggu kalian. Anyeong !"

Venom berjalan melewatiku dan Namjoon. Tepat di belakangku, Venom membisikkan sesuatu yang membuatku diam membeku. " let him go or he'll die". Setelah itu dia menghilang berbaur dengan keramaian.

Fyuuh, syukurlah dia sudah pergi. Aku ingin cepat cepat pergi dari sini.

" Joon-ah, ayo kita pulang"

...

Author POV

Keesokan harinya, Jin kembali lagi ke Black Gun Organization. Younjae hyung menyambutnya dengan memasak spaghetti untuknya. Sama seperti saat Jin pertama kali bergabung di Black Gun.

" Bagaimana, enak kan ?"

" emm, Mashita "

Seperti biasa kau lupa menambah keju di atasnya, hyung. Tapi rasa spaghetti ini cukup enak.

" gomawo! Sayang Daehyun sedang ada tugas dan Jongup tak mau diganggu, hmmph. Ya sudah. Aku tinggal dulu, ne !" Youngjae berjalan kembali ke ruangannya.

Sambil menghabiskan spaghettinya, Jin berpikir bagaimana caranya agar ia bisa keluar dari BGO(kepanjangan kalo ditulis mulu) tanpa membahayakan Namjoon. Mendengar kata ' Daehyun' Jin jadi teringat saat Kakek Jin terbunuh dihadapannya. Jin langsung memejamkan matanya untuk menghilangkan bayang bayang tentang itu.

AR-X21 !

Jin ingat sehari sebelum kejadian itu, Daehyun hyung memberinya racun itu sebagai alat eksekusi. Dan Youngjae hyung yang menjelaskan cara kerja racun itu. Tentu saja karena sebagai ahli kimia di BGO, dialah yang bertugas menciptakan racun itu. Seharusnya Youngjae masih punya racun itu di ruangannya.

...

Jin POV

Malam ini cukup dingin. Wajar karena sekarang tanggal 31 Oktober. Musim gugur akan segera berganti menjadi musim dingin. Kini di tanganku ada sebotol kecil serum dari racun AR-X21. Otakku telah memikirkan ribuan cara, namun sepertinya cara terakhir ini adalah cara yang terbaik. Untukku, Namjoon dan untuk Venom.

Kenapa untuk Venom? Jujur saja aku masih menganggapnya seperti hyungku sendiri. Bagaimanapun juga, karena dia aku bisa hidup sampai sekarang. Kalau saja dia tak menolongku waktu itu.

Benar ! Aku mengerti. Yang harus kulakukan adalah mengembalikan'nya' dan Namjoon akan selamat. Ya! Aku akan melakukannya. Tapi, bisakah Namjoon menerimanya ? Masih teringat jelas dalam pikiranku kata katanya kemarin.

" Namjoon ah"

" ne ?"

" What am I to you ?"

" My life"

Seharusnya kau tak usah mengatakan itu, pabo.

...

Author POV

Diruangan lain, Venom sedang duduk di kursinya sambil mendengarkan alunan musik musik klasik dari sebuah piringan hitam. Kedua matanya terpejam menikmati nada nada yang terdengar. Daehyun yang duduk di salah satu kursi di depan Venom tamoak gelisah.

" Sekarang salah satu serum itu hilang. Apa ini juga bagian dari rencanamu ?"

Jari telunjuk Venom bergerak mengikuti irama musik. " sst, diamlah. Tenang dan nikmati saja. Sebentar lagi adalah klimaks dari musiknya"

" tidakkah ini sedikit berlebihan ?"

" aniya, semua sangat pas. Alurnya mengalir dengan sangat indah "

" Baiklah, terserah kau saja "

...

Author POV

Hari Jin meninggal dunia

" Sekarang Jin sedang duduk di bangku taman sekitar pinggiran sungai Han." Kata Jongup melaporkan keadaan terkini dari Jin " dan sekarang dia meminum serum itu"

Venom mengamati pergerakan Jin dari layar besar di hadapannya. Asap putih mengepul cepat keluar dari lubang hidungnya. Meski wajahnya terlihat tenang, jantungnya tak dapat berbohong.

The twist plot... I've wait too long for this chapter...

Layar besar itu kini menampilkan Jin yang tak sadarkan diri di pelukan Namjoon. Venomm segera memasang earphone ke telinganya." Jongup hyung, hubungkan aku dengan Zelo hyung "

" sudah terhubung"

" Zelo hyung, jalankan rencanaku. Bawa Jin ke markas dalam waktu 4 jam atau dia takkan selamat "

" as your wish, Leader"

Sambungannya dengan Zelo sudah terputus. Mata Venomm terpaku melihat angka di jam digitalnya.

3 jam 45 menit lagi

Venomm melirik ke arah Younjae yang berada di belakangnya. "Youngjae hyung, apa antidot nya sudah siap ?"

" sudah, Ketua". Youngjae menjawabnya dengan ekspresi penuh khawatir. " tapi dia harus segera kembali tepat waktu, kalau tidak-"

" Tenanglah, aku sangat percaya dengan Zelo hyung. Dia akan membereskan semua. Bahkan sampai ke detail kematiannya "

….

8 Desember 2011

Jin POV

Jin … Seokjin …

Semuanya terlihat gelap, tapi aku mendengar sayup sayup seseorang memanggil namaku dari kejauhan. Aneh, aku mencium wangi musk yang sangat familiar. Parfume yang biasa Taehyung hyung pakai. Kurasakan pundakku disentuh oleh seseorang dari belakangku. Saat kuberbalik, seorang anak laki-laki berumur sekitar 13 tahunan tersenyum kearahku.

"Taehyung hyung ?"

Dengan tingginya yang hanya sepundakku, anak itu memelukku dan menangis.

" Hiks-hiks … J-jangan hiks tinggalkan aku. Jangan pergi lagi, ne? aku takkan memarahimu lagi "

Raut wajahnya benar-benar mirip dengan Taehyung hyung 8 tahun lalu. Aku sendiri masih terkejut dan tak bisa berkata apa-apa. Lalu dia menyuruhku untuk menautkan jari kelingkingnya dengan jariku.

" berjanjilah untuk tidak meninggalkanku"

Tiba-tiba semuanya memudar dan mataku perlahan terbuka.

Aku berada dikamarku di markas. Ah, sepertinya aku tidak jadi mati. Bisa kulihat jarum infus tertancap di telapak tanganku dan aku juga bisa merasakan alat bantu pernafasan menutupi mulutku. Tapi ada yang lebih mengejutkanku.

Kepala Venom berada di sampingku dan jari kelingkin kananya bertautan dengan kelingkingku!

"mm… yakso.. ne?..." Terdengar Vernom mengigau dalam tidurnya.

" ne, hyung…"

...

Seoul, Awal Februari 2016

" jung hoseok !"

"Siap!"

" kau yang akan memimpin operasi kali ini."

Namja paruh baya yang berbicara dengan Jhope menunjukkan berkas file ke hadapan jhope. Melihat judul berkas itu Jhope menaikkan kedua alisnya.

" Double B's Chase ?"

" kau keberatan ?"

" Aniya, saya akan melaksanakannya dengan baik "

...TBC...

BTS ( Behind The Story)

Juseonghamnida ! *deep bow* chapter ke 6 ini datengnya telat banget ! Maaf ya !

Maaf juga ga bisa jawab review kalian satu satu disini. Biar full cerita gitu...Tapi aku bales kok lewat PM. Gomen ~!

gimana ? jelas kan kenapa jin bisa 'balik lagi' sama V ? hehe ..

Jadi 2 minggu lalu scoliosis brace punya author baru selesai di upgrade dan harus penyesuaian lagi. Karena itu jadi ga bisa fokus lanjutin ff. G ada inspirasi ngalir dan kerasa nyut nyutan ... maaf banget !

Tapi tenang kok, ff ini bakal author lanjut sampe completed ! so please keep give me your support by read and review p !

flying kiss :*