Last chap in da house !
Author saranin bacanya sambil denger lagu Butterfly -BTS ! Makin dapet deh feelnya (^^)b
Enjoy !
What am I to You ?
Akhir dari Kisah Terhebat
Author POV
07.15 am2 KST
5 Februari 2016.
Hyundai Hotel, Ulsan
Semua persiapan sudah selesai. Di pangkuan Venom sekarang terdapat sebuah laptop khusus untuk menghack security system dan electrical system di sebuah hotel tempat ia berada sekarang. Hotel yang akan di tempati Presiden di Ulsan. Menurut jadwal yang didapat Venom, presiden akan datang ke hotel setelah jam 06.00 pm.
Agak aneh rasanya bekerja sendiri, rasanya seperti saat aku menerima tugas pertamaku.
Venom menghempaskan badannya ke kasur. Dengan tangan kanannya ia membuka lagi rancangan rencana eksekusi di smartphonenya. Tiba tiba muncul sebuah foto dengan 2 anak laki laki kecil yang sedang tersenyum.
Up coming call
-Nae Dongsaeng-
Sejujurnya Venom sangat ingin mengklik ikon dial. Namun ia tahu kalau telpon itu diangkat, si penelpon bisa melacak lokasinya sekarang. Jadi Venom memilih untuk mendiamkan panggilan telepon itu hingga foto di layar itu hilang lalu menutup matanya dengan lengan kanannya.
Namjoon POV
18.00 pm KST
Private Dining Room, Hyundai Hotel
Ulsan.
Kerjasama bodoh ini benar benar merepotkan saja ! Sekarang Team A dan Team B harus digabung di ring satu. Sementara anggota elit kepolisian menjaga di ring 2. Gara gara penambahan personel pengamanan ruang gerak team kami jadi lebih sedikit. Yah, walaupun kami jadi sedikit terbantu.
Sejauh ini keadaan tampak aman - aman saja. Sepertinya umpan mahal ini tak berhasil memancing Bloody Berry. Saat ini Presiden sedang menikmati makan malamnya bersama para pemegang proyek Ulsan Chemical di Hyundai Hotel. Aku dan Suga berjaga di depan pintu ruang makan. Keadaan disini juga aman aman saja.
Piip!
" apa ada yang mencurigakan disana?"
" semua aman terkendali"
Piip!
"AAAH!"
BRUGHH !
Baru saja aku memutuskan hub. earphoneku, seorang yeoja berkacamata tersandung tali sepatunya sendiri dan jatuh tepat di depan ku. Barang yang ada di dalam box yang dipegangnya berhamburan keluar. Kertas kertas, pulpen, stempel, semuanya berjatuhan. Segera aku bantu dia berdiri dan mengambil barang barangnya. Suga hanya melihat dan tak membantu apapun sambil mengunyah permen karetnya.
" eh, Gamsahamnida, Kim-ssi"
Ucapannya cukup pelan hingga aku tak begitu mendengarnya. Kemudian ia berlalu bergitu saja dengan langkah yang agak cepat.
" Suga, kenapa kau malah diam saja tadi ?"
POOP !
Bukannya menjawab pertanyaanku, Suga malah mengambil sebuah stempel bewarna pink yang tergeletak di depan kakiku sambil menguyah permen karetnya.
" ini yang membuatku diam dari tadi. Aku memperhatikan gerak geriknya dan barang yang terjatuh tadi "
Di bukannya tutup stempel dan mencobanya di punggung telapak tangannya.
'OUT'
" ternyata hanya stempel biasa, "
" boleh aku melihatnya, hyung ?"
Ku perhatikan baik baik stempel itu. Entah mengapa aku punya firasat aneh tentang benda ini. Stempel pink dengan tulisan "OUT" dan penutup bergambar mawar merah. Stempel ini mengingatkanku akan sesuatu...
" ya ! Joon-ah! Kamu sedang menonton apa ?" Jin datang dan langsung mencabut earphone di telinga kananku lalu memasangnya di telinga kirinya sambil duduk di sampingku.
" whoah, ini lagu mu ? Daebak !"
" begitulah"
" Lalu video ini adalah mv nya ? " telunjuk Jin mengarah ke layar .
" ya, jimin suga dan aku yang membuatnya. Hanya mv sederhana "
Pandangan Jin terpaku pada layar smartphone . Kepalanya bergerak sesuai irama laguku. Bibirnya yang kiss-able itu terus tersenyum*melayang* sambil memperhatikan setiap adegan di MV itu.
" Neomu charae ! Tapi kenapa disini kau jadi tattoo artist ?" Tanya Jin selesai menonton MV itu.
" entahlah, itu ide Suga hyung "
" oh ya! Apa judul lagunya?"
" Danger "
" Daen-jeu- mwo ?" Jin mengerutkan kedua alisnya
" Danger, Jinnie. Bahaya"
" ah, arrasseo!" Bahaya ..."
Pink adalah warna kesukaan Jin. Hasil gambar stempel ini seperti gambar tattoo di tangan Suga hyung. Maldo andwae ! Mungkin saja namja tadi adalah Jin !. Aish! Ingin sekali aku mengejarnya tapi aku masih dalam tugas. Shit.
Sudah kuduga Jin memang masih hidup. Berarti arti dari stempel ini kira kira ' ada bahaya, cepat keluar'. Tapi aku masih belum mengerti dengan gambar mawar merah di penutupnya.
Apa ini artinya Bloody Berry akan datang ? Kalau begitu apakah Jin benar benar si Bloddy Berry ? Kalau benar, apa aku tak usah mengabarkan komandan tentang stempel ini ?
POPP!
Bunyi dari balon permen karet milik Suga memecahkan lamunanku.
" Apa yang kau pikirkan Namjoon ?"
" Aniya Hyung, eobbseo"
-Author POV-
PATZZ !
Tiba-tiba semua menjadi gelap. Semua personil pengamanan langsung bersiap di tempatnya menanti apa yang akan terjadi. J hope yang sudah memperkirakan hal ini segera memberi perintah untuk menyalakan sumber daya cadangan. Sayangnya ada yang sudah menghack system komunikasi milik Kepolisian. Kondisi ini sangat menyulitkan Jhope yang ada di ruangan lain untuk memantau keadaan ruang tempat Presiden dan lainnya yang berada di ruangan makan karena cctv di ruangan itu tidak bisa berfungsi lagi. Sial untuk Jhope, seluruh pintu di gedung itu juga terkunci otomatis lewat syatem security. Ruang makan telah menjadi ruang tertutup tanpa jalan masuk atau keluar.
Tanpa di sadari oleh Presiden, ada seseorang yang sudah berada di belakangnya. Orang itu mendekatkan bibirnya ke arah telinga kanan Presiden lalu membisikkan sesuatu
" Tenang dan jangan bertingkah gegabah, atau kau akan-"
PATZZ !
Lampu di ruangan kembali menyala.
" kau akan berakhir seperti mereka"
Namjoon POV
Ugh, sial ! Earphone ku tak berfungsi dan aku tak bisa membuka pintu ini. Ah, untung saja lampu lampu lampu kembali menyala. Huh ? Pintu ini jadi bisa terbuka ?
.
.
.
...Semua orang kecuali Presiden , terbunuh dengan darah yang seperti...
.
.
.
...Rangkaian mawar merah
" Bukankah sudah kubilang untuk pergi, Joon-ah ?."
Jin POV ( flashback )
" Jin"
Tiba tiba Jongup hyung memegang tanganku.
" aku harap bukan Namjoon yang ada dipikiranmu sekarang."
Aku tahu Jongup hyung akan berkata seperti ini.
" mungkin dia terlihat seperti monster,tapi percayalah, dia hanya tak bisa menunjukkan isi hatinya dengan baik. Dia-"
" sangat bodoh, ya aku tau itu." Aku melepaskan tangan Jongup dari tanganku ." Hyung, boleh aku minta tolong sesuatu ?"
" tentu "
" apa Jihyo Noona sedang off dari tugas ?"
" iya, dia ada di markas sekarang."
"Baguslah aku ingin bertemu dengannya, Ah satu lagi. Nanti, saat Taehyung hyung-"
Salah satu mataku meneteskan air mata
"- saat dia pulang, katakan padanya agar jangan menjadi orang bodoh lagi"
(flashback ends)
Author POV
" Bukankah sudah kubilang untuk pergi, Joon-ah ?."
"Jin ? K-kau? Double B ?"
Muka dan rambut coklat Jin penuh dengan bercak merah. Tangan kiri yang ia gunakan untuk menutup mulut Presiden juga bersimbah darah. Sedangkan tangan kanannya memegang sebuah pisau kecil yang diarahkan ke leher Presiden. Suga langsung mengarahkan senapannya ke arah Jin. Namjoon yang yakin bahwa orang di depannya adalah Jin langsung terkejut melihat reaksi Suga.
" Jauhkan dirimu dari VIP sekarang atau-"
"Kepalamu akan meledak sebelum kau menembaknya"
Satu moncong senapan menempel di belakang kepala Suga. Senapan itu ternyata milik Venom. Dia datang tiba tiba dengan nafas yang sedikit terengah engah. Meskipun ditodong dengan senapan,Suga berusaha untuk menjaga dirinya tetap tenang dan mempertahankan wajah datarnya.
Shit, earphone sialan ini masih belum berfungsi. Aku takkan bisa meminta bantuan dari manapun.
Jin memperhatikan di tangan kanan Venom terdapat sebuah belati yang berbeda dari miliknya. Jin teringat kalau belati itu adalah karya hasil modifikasi dari Daehyun hyung sebagai Equipment Developer BGO dan Youngjae hyung sebagai Chemical Expert BGO. Belati khusus yang bisa menyimpan racun dan meracuni korban yang tertusuk oleh pisau itu. Singkatnya Namjoon bisa mati kalau Venom menyerang dengan belati itu.
Keadaannya menjadi sangat rumit sekarang. Jin ditodong oleh Suga, Suga ditodong oleh Venom, Namjoon yang masih terkejut dengan apa yang terjadi juga menjadi sasaran dari belati milik Venom.
Jin memejamkan matanya sejenak lalu tangan kanannya bergerak memotong nadi di leher Presiden dan melempar pisau itu mengenai perut Namjoon.
Tepat saat pisau itu lepas dari tangannya, Suga segera melepaskan tembakannya ke arah dada Jin yang terbuka karena Presiden sudah ambruk kebawah.
Bersamaan dengan itu, Venom menarik pelatuknya dan memecah kepala Suga menjadi berkeping keping.
Semuanya terjadi sangat cepat. Begitu cepat hingga Venom tak sempat mengedipkan matanya barang sekali saja. Setelah ia beehasil menguasai dirinya kembali, kedua matanya nanar melihat sekelilingnya.
Seorang lagi yang ia tahu bernama Namjoon terduduk dengan darah segar yang terus mengalir dari luka di perutnya dan ujung bibirnya.
Seorang personel NIS entah siapa namanya tergeletak dengan kepala pecah dan isinya yang berceceran di lantai.
Dia lalu mendekati Jin, melangkahi mayat mayat lain yang sudah terbunuh pisau yang tadi dipakai oleh Jin. Senyum miris terlihat di bibirnya melihat Jin yang terbujur diam dengan lubang bekas peluru tepat di jantungnya. Dengan lembut ia menutup kedua mata Jin. Lalu ia melihat kedua tangan Jin menggunakan sarung tangan. Itu berarti tak ada sidik jari Jin di gagang pisau tersebut.
Venom melepaskan sarung tangannya dan menggenggam erat pisau itu ditangannya.
...Tapi kuingatkan sekali lagi, kau mungkin akan menyesalinya nanti...
...mungkin ... suatu hari nanti...
Setahun setelah kejadian di Ulsan
Namjoon terduduk di sebuah bangku di taman. Ditangannya terdapat rangkaian bunga baby breath yang manis. Ia akan memberikannya kepada Jin sebagai hadiah untuk merayakan hari jadi mereka .Dari kejauhan ia melihat Jin dengan kemeja berwarna baby pink dan celana jeans pendek berlari ke arahnya. Namjoon segera berdiri untuk menyambutnya.
" Joon-ah !" Bibir merah Jin tersenyum sangat manis. " apa itu untukku ? "
Tanpa sadar Namjoon juga tersenyum lebar " ani, ini buka untukmu. Kau kan tak suka bunga seperti ini "
" hmmphh, kalau begitu aku pergi saja" Jin langsung berbalik dan berlari meninggalkan Namjoon.
" tidak Jinnie ! Aku hanya bercanda !"
Jin menghentikan langkah kakinya lalu menoleh ke arah Namjoon. " Jjinja ? Kau bohong, weee" Ia menjulurkan lidahnya lalu tertawa lepas sambil kembali berlari.
" Tunggu Jinnie !"
Aneh, tiba tiba kedua kaki Namjoon kaku dan tak bisa digerakkan. Badannya juga tak dapat bergerak seperti patung.
" Jin ! Tunggu aku !" Jin terus ia berbalik badan dengan tersenyum dan melambaikan tangannya lalu kembali berlari. Semakin jauh dan semakin jauh.
" bagaimana perkembangannya, Dok ?"
" tidak ada perkembangan berarti sejak setahun lalu , Jung Hoseok ssi. Kau bisa melihatnya sendiri"
J hope melihat ke dalam sebuah kamar dari sebuah jendela kaca anti pecah. Disana terlihat Namjoon yang berdiri dengan tangan menggapai gapai kedepan dan menangis nangis sambil memanggil nama Jin.
"Jiwa Namjoon ssi benar benar tak kuat menerima apa yang telah terjadi. Sebelumnya ia telah menderita dengan mimpi mimpi buruk setelah kekasihnya meninggal. Lalu kekasihnya yang muncul kembali dan mati terbunuh di depan matanya membuat depresi yang dialaminya semakin parah. Walaupun dia berhasil selamat dari luka tusukan di perutnya"
" aku tahu itu dengan baik." J hope melirik ke arloji di tangan kirinya. " Terimakasih atas semua bantuan darimu Dokter. Ah, aku harus kembali lagi."
" apa itu tentang kasus Double B? Aku melihat berita di TV bahwa ia akan di eksekusi hari ini."
Lebih tepatnya seseorang yang mengaku sebagai Bloody Berry.
" begitulah, Aku menitipkan Namjoon padamu, Dok. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya selama ini " J hope menjabat tangan dokter paruh baya di depannya dan membungkuk kepadanya
" ya, ya!. Sering seringlah menjenguk Namjoon ssi. Hati hati di jalan "
Jhope membungkukkan badannya sekali lagi dan pergi dari rumah sakit jiwa menuju Kantor Pusat KNPA.
-FIN-
BTS ( Behind The Story)
Wowowowowowow yowyowyow ! Akhirnya kelar sodara sodara sebangsa setanah air ! Setelah update terakhir seminggu lebih yang lalu . Fanfict ini kelar jugha !
Terimakasih buat yang udah setia baca ff ini, yang ninggalin jejak maupun tidak. Love you :*
Buat gummysmile, Lee Shikuni, akainekochan410, callieag97, Jeruk manis yang udah kasih review, kritik dan saran, Gomawoyo ! Kalau bukan karena kalian, author bakal kehilangan semangat hidup *timpuk mochi*
Buat yang udah nge follow dan ngefav ! Selamat, kalian telah masuk perkumpulan hitam namjin shipper huhahahhuhaha! Engga ding, makasih banyak buat kaliann :*Makasih udah percaya author ini bisa bikin cerita *huehuehue* lope lope dah buat kalian!
Makasih banyak lah buat semua. Tunggu update cerita lain dari author ya ! Muach muach :*
P.S : Author bakal bikin 1 chapter spesial buat ff ini. Ff yang berisi kumpulan NGs behind the scenes dari FF ' What am I to You '. Bakal penuh dengan kegilaan member BTS dan BAP yang gila gila. Mau ? Mau ya ! Heheh. Tunggu update selanjutnya !
