"When I Meet You"

.

.

.

.

.

.

Warning : ff ini terinspirasi dari Manga karya Matsuda Usachiko judulnya "Oniisan to yobinasai".

.

.

.

.

.

.

Summary : Saat sedang berjalan-jalan di pagi hari, Kibum melihat orang yang akan bunuh diri. Selanjutnya apa yang akan ia lakukan? / Terinspirasi dari Manga / Yaoi. BOYSLOVE. KibumxKyuhyun.

.

Baca Chapter 1 dulu biar nyambung^^

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Waaaaa! Kenapa kau tiba-tiba berada di belakangku?!"

"Memangnya kenapa?"

"Kau muncul seperti hantu." Kyuhyun menerima tumpukan majalah yang Kibum berikan padanya, saat ini mereka berada di apartemen Kibum. Kyuhyun langsung melupakan kejadian Kibum yang datang secara tiba-tiba dan mengagetkannya. Fokusnya kini sibuk membuka-buka majalah yang isinya adegan-adegan rated dewasa yang mempertontonkan tubuh-tubuh tanpa busana.

"Baca itu. Kuberi kau waktu 15 menit." Kibum mengambil duduk di seberang sofa yang Kyuhyun duduki. Ia bersedekap sambil memerhatikan Kyuhyun yang tak mau menoleh ke arahnya.

"Majalah apa ini? Apa mereka tak merasa kedinginan berfoto seperti ini?" Baru saja lima menit berlalu Kibum memerhatikan Kyuhyun membaca dalam diam, kini Kibum merasa sangat gemas dan ingin sekali rasanya langsung menerkam Kyuhyun. Apa Kyuhyun tidak tahu itu majalah apa? Komentarnya polos sekali. Benar-benar Kyuhyun itu, dengan kepolosannya saja sudah berhasil membuat benda diantara kedua kaki Kibum perlahan mengeras.

"Ck. Ssshh." Kibum menumpukkan kakinya untuk menutupi sesuatu yang perlahan menggembung. Tatapannya masih ke arah Kyuhyun yang dengan tenang masih membolak-balikkan majalah tanpa tahu aura singa lapar yang terus memerhatikannya tanpa jeda.

"Oh. Mungkin ini majalah penjual bikini. Kuperhatikan dari tadi yang wanita-wanita ini pakai selalu berbeda. Si pria juga menggunakan celana dalam berbeda. Tapi, hanya merknya saja. Modelnya sama semua." Kibum sebenarnya ingin terbahak. Tetapi ia tahan. Ia ingin melihat sampai mana Kyuhyun paham dengan bacaan yang saat ini di pegangnya.

Sepuluh menit berlalu.

Tiga belas menit berjalan. Kibum selalu mengecek jam di tangannya. Hingga kini tak ada tanda-tanda Kyuhyun akan bertanya sesuatu padanya.

Lima belas menit. Sesuai ucapan Kibum. Kini majalah-majalah laknat yang telah mengotori pikiran dan mata polos Kyuhyun telah di rebut paksa dari tangan Kyuhyun. Padahal Kyuhyun belum selesai melihat-lihat.

"Umurmu berapa saat ini, Kyuhyun-ssi?"

"18 tahun."

"Selama 18 tahun, kau hidup di zaman batu ya?"

"Apa katamu? Zaman batu?" Kibum mengangguk masih dengan muka datarnya. Di balik muka datar itu sebenarnya menyimpan satu ekspresi yang akan memalukan jika ia perlihatkan pada bocah polos di hadapannya.

"Kau paham apa yang ada di majalah itu?"

"Paham."

"Bagus. Kukira kau benar-benar makhluk primitif."

"Kau menyuruhku membaca majalah yang isinya orang-orang telanjang dan berpose aneh. Isinya hanya pakaian dalam. Tetapi tak ada katalog harganya." Cukup sudah. Kini Kibum kelepasan. Ia tertawa terbahak-bahak. Satu ekspresi yang di tahannya dari tadi.

Mendengar jawaban dari Kyuhyun benar-benar mengocok perutnya. Ia pikir Kyuhyun sudah paham. Eh ternyata malah sebaliknya.

Kyuhyun memandang Kibum dengan sorot herannya. Tidak ada yang lucu dan butuh di tertawakan menurutnya. Mengabaikan Kibum, Kyuhyun mengambil minuman yang Kibum tuangkan di gelasnya tadi. Baru saja satu teguk. Ia merasakan lidah dan tenggorokannya terasa terbakar. Sehingga dari leher, muka dan telinganya memerah dengan sempurna. Kibum yang sudah menghentikan tawanya, mendadak terpesona dengan wajah putih Kyuhyun yang memerah.

"Ugh. Minuman ini tidak enak sama sekali. Warnanya... apa ya? warnanya hijau ahahaha" Kibum kembali tertawa. Baru seteguk Kyuhyun minum wine saja, sudah mabuk. Dasar bocah.

Tetapi saat Kyuhyun akan meminum untuk tegukan yang kedua kalinya, dengan cepat di sambar oleh Kibum dan di jauhkan dari jangkauan Kyuhyun agar tak meminumnya lagi.

"Berikan padaku. Aku belum menghabiskannya hik. Warna hijau hik tadi hik hehe" tak tega melihat Kyuhyun yang mabuk dengan muka sangat menggairahkan, Kibum mengambilkan segelas air putih dan memberikannya ke tangan Kyuhyun.

Tak beberapa lama setelah Kyuhyun pulih dari mabuk pertamanya di sepanjang hidupnya, ia mengeluh sakit di kepalanya. Hangover. Kibum memberikan obat sakit kepala dan menyuruh Kyuhyun langsung meminumnya. Setelah Kyuhyun sudah merasa baikan, Kibum malah menyuruh Kyuhyun pulang.

"Tapi..."

"Cepat pulang. Orangtuamu pasti akan mencarimu."

"Mereka tidak-"

"Kalau kau terus menghindar, kau tak akan tahu apa kesalahanmu. Belajarlah menyelesaikan masalahmu sendiri. Kau sudah besar."

"Mereka tetap tak akan peduli padaku. Lagipula aku masih ingin disini."

"Kau boleh berkunjung kesini kapan saja. Aku tak akan melarangmu. Tapi sekarang lebih baik kau pulang." Kibum mendorong pelan Kyuhyun dan menggiringnya ke arah pintu keluar.

"Wae? Bukankah kau yang mengajakku kemari Kibum-ssi. Kenapa sekarang aku di suruh pulang? Aku masih ingin disini. Katakan alasanmu dulu baru aku akan mengerti kenapa kau menyuruhku pulang secepat ini." Kyuhyun mendekati Kibum hingga hanya ada jarak satu jengkal di antara mereka. Oh Kyuhyun tidak tahu apa? Dia tidak peka apa? Napas Kibum bahkan terdengar berat. Kedekatan jarak tubuh mereka kini malah menambah Kibum merasa frustasi.

Kyuhyun itu masih kecil. Kibum berumur tiga puluh tahun sedangkan Kyuhyun delapan belas tahun. Awalnya niat Kibum menyuruh Kyuhyun pulang itu baik, karena dengan keberadaan Kyuhyunlah Kibum tak bisa lagi mengerem nafsu buasnya untuk segera melakukan you-know-what-i-mean kepada Kyuhyun. Kibum seperti seorang pedophile jika benar-benar meniduri bocah polos macam Kyuhyun yang bahkan sudah dijejeli majalah seks saja masih tak mengerti. Kibum memundurkan badannya, Kyuhyun masih tetap melangkah maju. Ia ingin mendengar alasan dari Kibum. Sampai tubuh Kibum terpojok di dinding, Kyuhyun tetap melangkah maju.

"I-itu. Baiklah. Akan kukatakan alasanku. Tapi sebelumnya jaga jarak dariku bocah." Kibum salah. Seharusnya ia menyentuh bagian tubuh Kyuhyun yang berbalut kain untuk menjauhkannya, tetapi ia malah memegang kulit halus nan putih Kyuhyun yang membuat benda di utara tubuhnya itu semakin menggembung. Selangkangannya benar-benar tersiksa.

"F*ck! Aku tak tahan lagi. Persetan dengan pedophile dan bangsanya." Umpat Kibum dalam hati yang langsung menyambar bibir ranum Kyuhyun yang masih perawan itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kecewa dengan apdetan chapter ini? Silahkan tulis kekecewaan Anda di kotak review hahahahha

.

.

See ya next chapter^^