Loving You
Author :
Anisaaa
Rate :
T+ for this chapter
Categori :
Yaoi/BL, family, lil angst, drama, Childish!Grumpy!Min
Cast :
- Lee Sungmin
- Cho Kyuhyun
- Mr. & Mrs. Lee
- Kim Ryeowook
- Kim Jongwoon
- Choi Siwon
Summary:
Sungmin terjebak dalam pernikahan yang tidak diinginkan bersama seseorang bersama Cho Kyuhyun. Namja kaku yang menurutnya sangat-sangat pabbo. Sangat-sangat menyesal mengapa ia berakhir dengan suami bodoh seperti Kyuhyun yang bahkan tidak bisa mengelap kaca.
DON'T LIKE DON'T READ
DISLIKE? GO AWAY!
ENJOY~
-KyuMin-
"Appa…. Kasihanilah akuuuu huweeee"
"SHIREO!"
"Appa…. Huweeee jebbal…. Aku sangat membutuhkannya"
"YAH!" pekik Mr. Lee mendapati anaknya memeluk kakinya seperti anak kucing yang meminta makan.
"Appa…. Kepada siapa lagi aku minta tolong jika bukan padamu, kumuhon Appa hueee" Sungmin masih merengek dan mempertahankan posisinya meskipun kaki ayahnya terus bergerak risih.
"Aish. Sungmin-ah, suamimu kan kaya raya. Lagi pula sejak kau menikah, kau bukan lagi tanggung jawabku melainkan suamimu" nada suara Mr. Lee merendah.
"Dia bukan suamiku…" cicit Sungmin
"Mworago?"
"Ah aniyo~ Appa jebbal…." Ia menatap ayahnya dengan tatapan menyedihkan.
"Ish!"
Mr. Lee berlalu begitu saja, pusing dengan keributan yang putra sulungnya buat. Pagi-pagi sekali tiba-tiba bocah itu datang dan menyerangnya dengan rengekan manja tanpa memedulikan keadaan ayahnya yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya. Selalu seperti ini, setiap menginginkan sesuatu yang tidak bisa dikabulkan sendirian maka ayahnyalah yang selalu jadi tempat merengek. Mr. Lee pikir setelah menikah kebiasaan merengek Sungmin akan hilang, ia pikir Sungmin pasti akan meminta apapun pada suami kaya rayanya, bukan pada ayahnya yang kini rambutnya mulai memutih. Beruntung dari 2 putranya hanya Sungminlah yang bersikap kelewat batas seperti ini. Sedangkan Sungjin, putra bungsunya itu terlihat jauh lebih dewasa dari Hyungnya.
Karena ayahnya meninggalkannya begitu saja tanpa jawaban pasti, Sungmin melangkah ke dapur untuk beralih pada Ummanya. Setidaknya Ummanya bisa membantunya untuk membujuk ayahnya agar memberikan beberapa ratus ribu won untuk menemui Siwonnienya.
"Umma…." Lirihnya, memeluk tiba-tiba Mrs. Lee yang sibuk dengan masakan paginya dari belakang.
"Min-ah…" mematikan kompor lalu membalikan badan dan menatap putra manjanya dengan lembut. "Berhenti membuat Appamu pusing. Kau sudah menikah sekarang, dewasalah" ucapnya lembut.
"Umma… Pernikahan itu―"
"Keinginanmu atau bukan, kenyataannya sekarang Kyuhyun adalah suamimu. Bagaimana mungkin kau menjadi seorang istri dengan sifat yang kekanakan seperti ini"
"A-aku hanya mencintai Siwonnie… Umma, jebbal bantu aku merayu Appa…" kali ini Sungmin mengeluarkan jurus puppy eyesnya berharap ibunya takluk namun sayangnya Mrs. Lee hanya tersenyum dan menggelengkan kepala sera mengusap kepalanya.
"Jika Appa tidak memberikannya untukku, aku akan bekerja part time sampai tengah malam selama seminggu!" ancamnya.
Iris Mrs. Lee melebar. Ia tidak mungkin membiarkan putranya yang memiliki penyakit anemia akut itu berbuat nekat dan membahayakan dirinya untuk kesekian kalinya. Ia masih cukup trauma dengan kejadian 7 tahun lalu ketika Sungmin harus diopname selama seminggu lebih karena tidur di luar selama 5 hari 5 malam demi Choi Siwon dan 2 hari tidak makan apapun karena diusir ayahnya.
Ah putra sulungnya ini seharusnya menikah dengan Choi Siwon saja agar sifatnya berubah dan ia berhenti merepotkan kedua orangtuanya terutama ayahnya.
"Yeobo" Mrs. Lee memanggil suaminya yang tiba-tiba saja ke dapur untuk mengambil minum. Sedangkan Sungmin masih mengerucutkan bibirnya meskipun dalam hatinya sudah bersorak kegirangan. Umma cantiknya pasti membantunya, aaah Appanya yang gila dan keras kepala itu selalu takluk dengan kelembutan Ummanya hahaha batin Sungmin nista.
"Yaa Yaa Yaaa…" Nah kan. Sungmin mulai menyeringai. "Appa akan transfer ke rekeningmu jam 9 nanti" ucap Mr. Lee pelan.
"JEONGMAL? Aaahh gomawoyo Appa~ neomu neomu saranghae hehehe" menyengir lebar sambil memeluk kedua orangtuanya erat.
"Aish, lepas! Ini yang terakhir!" Mr. Lee melepaskan pelukan Sungmin sarkastik lalu pergi dari dapur sebelum mendengar keributan yang makin membuat kupingnya bising.
"Yeoboseyo. Wookie?"
"Ah ne, yeoboseyo. Wae geurae minnieya?" balas Ryeowook di sebrang.
"Aku bisa datang di acara konser dan fanmeeting di Jepang hahahah" ucap Sungmin bangga.
"Jinjja? Kau pasti habis merengek di depan bumonimmu. Kita harus berangkat bersama"
"Tentu… aku menggunakan tabunganku untuk tiket pesawat dan segala macam transportasinya. Aku hanya merengek untuk tiket konser, wookie-ya. Eh, tunggu… kau yakin akan menghabiskan uang simpananmu untuk acara tour kita kali ini?"
"Aniyo~ Jongwoon Hyung yang membayar semuanya hehehe" jawab ryeowook malu-malu. Kim Jongwoon, kekasih Ryeowook yang berusia 3 tahun lebih tua darinya merupakan dewan direksi di sebuah perusahaan video game. Tentang penghasilan tentunya tidak perlu dipertanyakan lagi. Yeah meskipun masih belum sebanding bila dibandingkan dengan penghasilan Kyuhyun.
"Kau beruntung sekali, neee…" ucap Sungmin sedikit iri pada sahabatnya
"Ya! Minnie-ya hidupmu bahkan lebih beruntung dariku. Kau lupa dengan kekayaan suamimu huh?" pernyataan Ryeowook mengingatkannya pada Khyuhyun. Ah iya, ia sempat lupa pada namja satu itu.
"Aish, geumanhaera(hentikan)! Apa kau sudah memesan tiketnya? Ah lalu kapan kita berangkat?" tanya Sungmin mengalihkan pembicaraan.
"Sepertinya Jongwoon Hyung belum memesannya dan dia bilang kita bisa berangkat jum'at malam. Ah iya, untuk masalah penginapan Jongwoon Hyung yang akan mengurusnya"
"Geurae, kau bisa kan tolong pesankan untukku sekalian. Cari tempat yang paling dekat dengan mereka nee, aku tidak mau rugi wookie-ya. Ah, kekasihmu itu baik sekali…"
"Tentu. Eh, Minnie-ya apa kau tidak akan dimarahi atasanmu karena menelpon terlalu lama saat sedang bekerja…" ucap Ryeowook polos
Sungmin terperanjat, ia baru sadar jika selama 10 menit ia mengacuhkan murid-muridnya yang dengan sabar menunggunya untuk memulai pelajaran. Bahkan beberapa diantara mereka menatapnya tajam karena terlalu lama diacuhkan oleh seonsaengnim manis yang dikenal memilki kepribadian yang unik itu. Sangking kagetnya, ia langsung mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam tasnya secara serampangan. Tidak masalah jika ponselnya rusak, toh Kyuhyun pasti tidak akan protes untuk membelikannya lagi.
Sungmin menatap Kyuhyun tajam. Rasanya ingin sekali ia melempar sendok sayur ke kepala Kyuhyun yang menatap enggan ke arah masakannya. Apa namja ini bermaksud menghina masakannya? Meskipun belum seenak buatan Ummanya, setidaknya sebagai uhuksuamiuhuk yang baik, setidaknya Kyuhyun memakannya, bukannya malah memandanginya dengan tatapan jijik ingin muntah.
"YA! CEPAT MAKAN!" Pekik Sungmin sadis.
Kyuhyun makin berkeringat dingin. Rasanya tidak mungkin jika namja pembenci sayur sepertinya dipaksa memakan makanan yang didominasi oleh warna hijau di depannya. Membayangkan rasanya yang pahit saja membuatnya ingin cepat-cepat ke kamar mandi lalu muntah sebanyak-banyaknya.
"Wae? Kau bermaksud menghinaku? Kau pasti berpikir masakanku sangat-sangat tidak enak, aniya?" ucap Sungmin dengan nada yang terasa begitu menusuk Kyuhyun.
Kyuhyun kalap hingga menjatuhkan sumpit dan sendok yang tidak sengaja tersenggol. Mendengar dentingan benda yang jatuh itu pasti membuat Sungmin makin beringas pikir Kyuhyun.
"Neo!" Sungmin menunjuk Kyuhyun tepat di depan wajahnya. Ah ini sungguh sangat tidak sopan, don't try this at home.
"Mi-mi-mian-hae… Aku tidak suka sayur, Sungmin-ah" suara Kyuhyun sangat lirih, nyaris tak terdengar. Hanya bibirnya saja yang bergerak kecil.
Sungmin terkelu. Si bodoh di hadapannya ini ternyata tidak suka sayur. Sedangkan semua yang ia sajikan di dominasi oleh sayur. Sedikit iba melihat keringat dingin di pelipis Kyuhyun, belum lagi tatapannya yang kapan saja akan muntah jika di hadapkan dengan sesuatu bernama sayur. Namun, rasa iba itu ditepis jauh-jauh oleh namja manis itu. Ia mengambil satu sendok penuh sayur dan menyodorkannya tepat di depan mulut Kyuhyun.
"Buka mulutmu!" titah Sungmin.
Kyuhyun gelagapan. Senang sekali rasanya Sungmin menyuapinya, namun melihat sesuatu yang tertumpuk di sendok itu membuatnya bingung. Dengan penuh keraguan, namja tampan itu memasukan seoonggok sayuran yang disodorkan Sungmin untuknya ke dalam mulutnya. Mengunyahnya pelan, dan nyaris berdiri untuk ke kamar mandi untuk memuntah apa yang baru dikunyahnya sebelum istrinya kembali membentaknya.
"Telan!"
Gulp
Satu sendok penuh sayur itu berhasil ditelan Kyuhyun. Untuk pertama kali dalam hidupnya Kyuhyun merasa harga dirinya jatuh setelah dipaksa menelan satu sendok penuh sayur. Sementara itu Sungmin menyeringai mengerikan dan terus menyuapi Kyuhyun sampai semua sayuran di atas meja habis tak bersisa.
"Otte?" tanya Sungmin dengan nada mengerikan. "Kau… Dengan jabatan cukup tinggi di perusahaan berlian keluargamu dan CEO di perusahaanmu sendiri bukan berarti bisa memilih-milih makanan seenaknya. Kau seharusnya bersyukur masih bisa makan tanpa perlu bekerja terlalu keras" Sungmin beranjak dari duduknya untuk merapikan meja makan tanpa memedulikan Kyuhyun yang terdiam terpaku mendengar ucapannya barusan.
Istrinya baru saja menasihatinya. Menyuapinya meskipun dengan sayur dan diiringi dengan bentakan tajam. Aah, bukankah ini sebuah kemajuan untuk rumah tangga mereka? Kyuhyun tersenyum memikirkannya.
"Ya! Kau terlihat bodoh dengan senyumanmu itu!" Ucap Sungmin sarkastik lalu meninggalkan Kyuhyun begitu saja setelah selesai membereskan meja makan dan piring kotor. Biar Kyuhyun saja yang mencucinya pikir Sungmin. Poor Kyuhyunnie.
"Jangan lupa makan lalu minum obatmu, ne? ah kau juga tidak boleh lupa memberiku kabar setiap 2 jam sekali"
"Neee" Ryeowook menjawab malas pesan-pesan kekasihnya yang over perhatian ini.
Sungmin dan Ryeowook beserta pasangan masing-masing sedang berada di bandara. Jongwoon dan Kyuhyun hanya bertugas mengantarkan mereka sampai bandara meskipun sebenarnya kalau bisa Kyuhyun ikut ke Jepang untuk mengawasi istrinya, siapa tahu saja Sungmin selingkuh dengan monyet-monyet itu pikir Kyuhyun yang sepertinya mulai gila.
"Kalau kau merasa tidak enak badan, kau harus sesegera mungkin istirahat"
"Neee"
"Kalau kau lapar, harus segera makan. Jangan ditunda, apalagi sampai lupa"
"Neee"
"Kalau kau ingin pipis―"
"Aish, Hyungie aku ini bukan anak kecil lagi. Kalau aku ingin pipis aku akan segera ke toilet, aku sudah tau itu!" ucap Ryeowook kesal karena kekasihnya terlalu berlebihan.
"Aku kan hanya mengingatkanmu, baby" Jongwoon mencoba membela diri.
Sementara itu Sungmin menatap malas pasangan yang ada di depannya. Kalau Jongwoon tidak lebih tua darinya dan bukan kekasih sahabat sehidup sematinya, maka sudah sejak mereka tiba di bandara ia akan segera menendang Jongwoon kuat-kuat. Melihat perhatian Jongwoon yang berlebihan terhadap kekasih mungilnya membuat Sungmin ingin muntah.
Berbeda dengan Kyuhyun yang menatap iri ke arah Jongwoon. Seandainya saja ia tidak selalu kehilangan dirinya ketika berada di dekat Sungmin. Seandainya saja ia mampu berbicara dengan lancar di depan Sungmin. Seandainya saja ia tidak melakukan hal-hal yang mempermalukan Sungmin setiap penyakit salah tingkah kronisnyanya mulai kambuh. Seandainya saja ia bisa menunjukkan perhatian, kasih sayang dan cintanya secara terang-terangan seperti Jongwoon pada Sung―
"Ya! Mwol bwa (Apa yang kau lihat) ?!" suara tinggi Sungmin mengaburkan angan-angannya setelah melihat kemesraan JongWook yang diumbar-umbar.
"A-ah-ni-yo…" jawab Kyuhyun sekenanya. Ia menggelengkan kepalanya berkali-kali, terlihat begitu aneh di depan Sungmin dan membuat namja manis itu makin malu. Orang-orang pasti berpikir kalau ia membawa namja autis ke bandara pikirnya jahat.
"Sungmin-ah, sebaiknya kau jangan terlalu galak pada Kyuhyun" Jongwoon mencoba menasihati sikap buruk Sungmin pada suaminya. Meskipun dia sendiri tidak terlalu mengenal Kyuhyun. Ah, pilihan yang salah Jongwonnie…
"Aish, shikkeuro!" bentak Sungmin tidak sopan, padahal Jongwoon lebih tua darinya. Namja manis itu selalu lupa diri setiap ia marah karena Kyuhyun.
"Ah, Minnie-ya kkaja, 8 menit lagi pesawat kita take-off" Ryeowook mencoba mencairkan suasana.
"Jja, Nae Ryeowookie jangan lupa pesan-pesanku, ne?" Jongwoon mengusap kepala Ryeowook seperti anak kecil. Ryeowook hanya tersenyum manis dan mengangguk patuh lalu menarik tangan Sungmin, namun sahabatnya itu masih berdiri terpaku menatap tajam suaminya.
"Ya! Cho Kyuhyun…"
"…?" Kyuhyun mengerenyitkan dahinya. Heran kenapa Sungmin tiba-tiba memanggilnya padahal istrinya itu harus cepat-cepat pergi atau ia akan ketinggalan pesawat. Apa istrinya itu akan memberikannya ciuman perpisahan? Pikir Kyuhyun eror.
"Kau tidak mengucapkan apapun untukku?" tanya Sungmin masih dengan nada dan wajah yang mengintimidasi.
"Hng?" Kyuhyun bingung
"….." suasana menjadi hening selama beberapa saat.
DUG
"Pabbo!" hardik Sungmin setelah puas memukul kepala Kyuhyun dengan bogem gratisnya lalu berlalu begitu saja bersama Ryeowook dari hadapan Jongwoon dan Kyuhyun.
Setelah Sungmin dan Ryeowook tak terlihat lagi. Jongwoon melirik Kyuhyun di sampingnya yang masih mengusap-usap kepalanya yang tadi dipukul istrinya sendiri dengan mata yang masih memandangi punggung Sungmin yang kini sudah tidak kelihatan lagi. Meskipun baru saja disakiti, ternyata suami tampan satu ini masih perhatian pada istrinya.
"Kyuhyun-ssi…"
"Hm…" Kyuhyun kembali ke image coolnya yang cukup membuat Jongwoon heran. Pasalnya sedari tadi Kyuhyun memang terlihat seperti namja bodoh + autis ketika Sungmin ada di sekitar mereka dan kini tiba-tiba saja aura dari bocah itu berganti menjadi lebih berkharisma. Jongwoon curiga jangan-jangan suami sahabat kekasihnya ini memiliki kepribadian ganda, atau mungkin seorang psikopat yang sudah memakan banyak korban batin Jongwoon yang otaknya ikut-ikutan eror
"Sungmin sebenarnya baik hati, dan sangat penyayang. Kau harus lebih bersabar lagi, nee. Hwaiting!" Jongwoon mencoba menyemangati Kyuhyun.
"Gamsahamnida" jawab Kyuhyun sambil mengulas senyum tipis lalu berlalu begitu saja dari hadapan Jongwoon. Sepertinya Jongwoon mulai menyesal telah menaruh rasa iba pada Kyuhyun. Bocah itu angkuh sekali, tapi terlihat bodoh di dekat istrinya batin Jongwoon sambil memandangi punggung Kyuhyun yang menjauh.
"Aigoo Wookie-ya aku tidak sabar untuk melihat Siwonnie hihihi" kini Sungmin yang mulai autis karena beberapa menit lagi StepUp akan datang dan acara fanmeeting di mulai. Duo sahabat itu sudah duduk nyaman di kursi yang berada di barisan terdepan. Setelah ini sepertinya Sungmin harus berterima kasih pada Jongwoon Hyung yang mengusahakan semua.
"Na do, Minnie-ya. Tinggal 2 menit lagi, aaah aku tidak sabar sekali. Bolehkah aku langsung duduk di sofa itu saja" ucap Ryeowook yang ikut-ikutan autis.
Plak
"Ya! Kau akan diusir bila tiba-tiba duduk disana!" Sungmin kesal kenapa sahabatnya mirip dengan Kyuhyun : sama-sama bodoh.
"Aku hanya bercanda Minnie-ya" cicit Ryeowook.
3
2
1
Dan suara tepuk tangan disertai teriakan dari 100 fans StepUp menyambut kedatangan boyband yang beranggotakan Choi Siwon, Henry Lau, Kim Youngwoon, Shim Changmin, dan Lee Hyukjae itu. Sungmin dan Ryeowook tak luput dari kegiatan berteriak seperti orang gila ketika melihat bias mereka masing-masing dalam jarak sedekat ini. Bahkan Sungmin tidak menghiraukan tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnya ketika ia mulai bereteriak sambil meloncat-loncat kegirangan. Terlebih ketika Siwonnienya melihat ke arahnya lalu menatapnya dan tersenyum manis. Aigoo, rasanya Sungmin ingin pingsan saja.
Acara berjalan dengan sangat lancar diiringi dengan beberapa teriakan girang ketika member StepUp mulai menggoda fansnya dengan ucapan-ucapan manisnya. Hingga akhirnya mereka sampai pada acara yang terakhir yaitu fans diminta menjawab pertanyaan seputar StepUp dan jika jawabannya benar akan mendapatkan hadiah.
Sungmin dan Ryeowook terus mengangkat tangan mereka ketika MC mulai menunjuk orang yang akan menjawab pertanyaan. Namun sayangnya sejauh ini dari mereka berdua hanya Ryeowook yang mendapatkan kesempatan emas itu. Jawabannya juga benar sehingga ia mendapatkan jaket yang dipakai Henry Lau sebagai hadiahnya. Sungmin sempat kesal karena MC tidak memberinya kesempatan, kalau saja di depan mereka tidak ada member StepUp mungkin ia sudah menghajar dan mengumpat ke MC yang menurutnya curanng.
"Pertanyaan terakhir…" ucap MC. Fans sudah berdebar-debar, ini kesempatan terakhir meraka untuk mendapatkan hadiah langsung dari member StepUp. "Apa kejadian paling tidak terlupakan bagi Siwon tentang ayahnya semasa SMA?"
"Yeogiyo!"
"Yeogi!"
"Yeogi juseyo!"
"Choneun!"
"Ah, ya kau…." MC menunjuk ke arah Sungmin.
"Hng? Choneun?" Sungmin menunjuk dirinya sendiri.
"Nee" jawab MC
"Waktu SMA Siwon-ssi pernah nekat bekerja di Pom Bensin. Lalu tiba-tiba ia bertemu ayahnya yang sedang mengisi bensin dan siwon-ssi dimarahi oleh ayahnya" jawab Sungmin dengan penuh percaya diri.
"Ne, majayo(benar)"
Sungmin melompat-lompat kegirangan, di pertanyaan terakhir ini dia yang menjawabnya dan ia mendapatkan hadiah yang terakhir. Aaaah, bahagianya. Tanpa ragu ia berjalan menaiki panggung dan mendekat ke MC dan member StepUp yang menunggunya untuk menyerahkan hadiah.
"Ireumi mwoyeyo?" tanya MC
"Choneun Lee Sungmin imnida" jawab Sungmin sopan, pipinya merona ketika melihat Choi Siwon sedang tersenyum ke arahnya dalam jarak sedekat ini.
"Ah, Sungmin-ssi siapa bias anda di StepUp?" tanya MC lagi.
"Choi Siwon" jawabnya tanpa ragu. Matanya berbinar-binar lucu menatap Siwon.
"Ah, jeongmalyo? Gamsahamnida" Siwon tersenyum hingga menampakan dimple smile tampannya yang membuat Sungmin ingin pingsan saja.
"Aku sudah menjadi fans setia StepUp dan Siwon-ssi sejak kalian debut sekitar hampir 8 tahun yang lalu" ucap Sungmin jujur dan makin tidak bisa menyembunyikan rona di wajahnya.
"Aah manisnyaaa, kalau begitu aku akan memberimu ini" Siwon memberi gelang yang dipakainya pada Sungmin. "Itu gelang keberuntunganku, aku selalu memakainya sejak masih trainee" sambungnya.
"Hiks… Gamsahamnida… hiks… Jeongmal gamsahamnida Siwon-ssi" dan akhirnya Lee Sungmin tak mampu lagi membendung rasa haru dan bahagianya ketika ia berbicara langsung dengan 'Pasangan Masa Depan'nya.
Melihat Sungmin yang menangis lucu di depannya, Siwon segera mendekap namja manis yang sudah menjadi istri orang itu. Wangi sekali pikir Siwon ketika menghirup aroma vanilla yang menguar dari tubuh fanboy setianya. Sungmin yang dipeluk Siwon malah menangis histeris sangking bahagianya. Bahkan hingga menyebabkan beberapa orang disana mengira Sungmin kesurupan -_-
Akhirnya acara berakhir dengan StepUp minus Siwon yang menyanyikan lagu baru mereka. Sementara itu, Sungmin di bawa ke ruang ganti StepUp bersama Siwon di sisinya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Siwon-ssi, gamsahamnida…" ucap Sungmin saat isak tangisnya telah reda dan beberapa staff mengira bahwa setan yang tadi masuk ke tubuh sungmin sudah keluar -_-
"Cheonma. Kau manis sekali Sungminnie"
DEG
Sungmin salah tingkah. Pipinya merona hebat. Ia hanya tersenyum karena bibirnya kelu. Tangannya merogoh-rogoh sesuatu di tasnya, setelah menemukannya ia menyerahkannya pada Siwon.
"Ini untukmu" menyerahkan sebuah gantungan kunci berbentik miniatur kamus perancis yang bisa dibuka isinya. "Josonghamnida, aku hanya punya ini" ucapnya sedih.
"Ah, gwaenchana. Ini lucu sekali. Ah ya, nanti malam kau menonton konser kami kan?"
"Tentu!" jawab Sungmin semangat.
"Geuraeyo, aku akan menunggumu" ucap Siwon sambil lagi-lagi mengulum senyum dan Sungmin melting parah.
Sungmin merasaan sakunya bergetar. Sahabatnya pasti sudah di luar gedung menunggunya. "Siwon-ssi, aku harus segara pergi. Sahabatku menunggu di luar. Terimakasih untuk hadiahnya hehe"
"Perlu ku antar?"
"Tidak usah, aku bisa sendiri. Sekali lagi jeongmal gamsahamnida" Sungmin membungkukan badannya lalu keluar dari ruang ganti meninggalkan Siwon sendirian.
"Hyung!" Ryeowook memeluk kekasihnya erat. "Neomu bogoshipo"
"Na do bogoshipo, baby. Senang dengan 2 harimu di Jepang?" tanya Jongwoon, Ryeowook mengangguk semangat.
"Ah, Jongwoon Hyung terimakasih yaa. Karena kau, aku mendapatkan ini. Tadaaaa" Sungmin memamerkan gelang yang dipakainya pada yesung.
"Ish, dekil sekali. Kau memungutnya dimana, Sungmin-ah?" tanya Jongwoon polos.
"Ya! Ini milik Siwon. Dia bilang ini gelang keberuntungan hehe"
"Ah, Hyung… jaket yang kupakai ini, milik Henry lhoooo hihihi" Ryeowok ikut-ikutan pamer namun sayangnya Jongwoon hanya menatap datar kekasihnya. "Ah mianhe, hehe" ucap ryeowook tidak enak.
"Minnie-ya, Kyuhyun eodisseo?" tanya Jongwoon heran. Hanya mereka bertiga yang ada di bandara.
"Molla, tapi sebelum naik pesawat aku sudah mengirimnya pesan untuk menjemputku di bandara pukul 4 sore" jawab Sungmin.
"Kalau begitu, kau ikut kami saja yaa. Aku tidak mungkin membiarkanmu sendirian disini menunggu Kyuhyun" pinta Ryeowook.
"Ah, tidak usah. Mungkin si bodoh itu sedang di perjalanan. Nan gwaenchana wookie-ya"
"Benar tidak apa-apa?" Jongwoon coba memastikan, Sungmin mengangguk mantap.
"Ya sudah, kami duluan nee. Kalau ada apa-apa, cepat hubungi kami, OK?" Ryeowook menyodorkan kelingkingnya pada Sungmin
"Ok" jawab Sungmin sambil menyabut kelingking sahabatnya dengan kelingkingnya. Setelah itu, sepasang kekasih yang terlihat mesra itu benar-benar meninggalkannya sendirian di bandara.
"Aish, kemana si bodoh itu, kenapa panggilanku tidak dijawab, ck!"
Sudah hampir jam 6 sore, Sungmin benar-benar gusar. Apa suaminya itu ketiduran dirumah? Ah, sial sekali. Ponselnya mati kehabisan baterai, dan sekarang di luar sedang hujan deras. Sungmin makin terlihat panik, bibirnya terus bergerak lucu mengumpat pada suaminya tanpa henti. Ia pikir Kyuhyun enak-enakan tidur di rumah dan melupakan tugasnya.
"Kyuhyun-ah eodisseo…?" ucapnya lirih. Berlari menerobos hujan, berusaha sebisa mungkin untuk melindungi gelangnya dari tetesan air hujan tanpa memikirkan keadaannya yang sudah basah kuyup.
Sendirian, dingin, kehujanan, dan basah kuyup. Ia terlihat sangat menyedihkan saat ini, matanya mulai terasa panas. Kemana suaminya itu di saat ia benar-benar membutuhkannya saat ini? Sungmin segera menghapus air matanya ketika melihat bus melintas di depan halte. Berlari secepat mungkin di tengah hujan deras menuju halte.
"Cho Kyuhyun pabbo… hiks"
.
.
To Be Continued
.
.
agak garing yaa chapter ini u,u , KyuMin momentnya dikit, jeongmal mianhae….
Terimakasih banyak buat yang udah review di ch. Sebelumnya^^ maaf nggak bisa sebutin satu-satu
Keep Review please :3
August 18th, 2013
