Sesampainya di ranjang, Kibum meletakkan Kyuhyun dengan hati-hati. Meski miliknya sendiri kini sudah tak sabar ingin di jamah agar membaik. Pemandangan Kyuhyun yang terengah dengan mata yang sesekali ia pejamkan malah membuat Kibum semakin tak kuasa menahan nafsunya sendiri.
"Sial. Kenapa dia begitu indah?" Gumam Kibum yang hanya dirinya sendirilah yang mendengarnya. Tak tahan dengan mangsa yang sudah lemas itu, Kibum segera melepas kaus yang membalut ketat tubuh berototnya itu, meninggalkan celana panjangnya yang di baliknya menyimpan miliknya yang menggembung.
"Nnhh... aahh.. Ki-Kibum-ssi.." desah Kyuhyun geli saat Kibum mengecupi telapak kakinya. Kyuhyun meronta kecil karena tak tahan dengan rasa geli di telapak kakinya yang kini jari-jari kakinya di masukkan ke dalam mulut Kibum dan di kulumnya. Kibum benar-benar tak merasa jijik sama sekali padahal telapak kaki adalah bagian yang kotor. Mulut dan lidah Kibum perlahan naik dan merambat ke atas, ia berikan flying kiss di lekukan antara betis dan paha yang adalah salah satu bagian tersensitif Kyuhyun sehingga membuat remaja itu menggelinjang kenikmatan dan menahan kepala Kibum untuk memberikan lebih di sana.
.
.
.
.
.
.
.
Jamahan Kibum kini kian naik menelusuri paha bagian dalam Kyuhyun. Sesekali jejak bitemark ia tinggalkan yang menuai desahan keras dari bibir ranum Kyuhyun. Keringat sudah membanjiri tubuh Kyuhyun meski Kibum masih memulai foreplaynya membuat kulitnya licin dan semakin menggoda. Seakan otaknya ditarik oleh sesuatu, Kibum membawa Kyuhyun ke kamar mandinya dengan gendongan bridal style dan menyambung ciuman mereka kembali sepanjang jalan menuju kamar mandi.
"Kita akan mandi bersama. Jadilah anak yang penurut." Tutur Kibum setelah melepas ciuman yang mendesahkan kekecewaan dari Kyuhyun. Tangan Kyuhyun yang mengalung di leher Kibum kini ia pindahkan untuk menopang beban tubuhnya agar tak terpeleset di dalam bathup yang belum terisi air.
Mata Kyuhyun mengawasi pergerakan Kibum yang sedang melakukan sesuatu dengan diam. Jadilah anak yang penurut. Adalah kata-kata yang ditanamkan di dalam pikiran Kyuhyun.
Merasakan air dingin yang perlahan naik mengisi bathup yang tadinya kosong, ditambah Kibum menuangkan sesuatu ke dalamnya yang menyerbakkan bau harum, dengan inisiatifnya sendiri Kyuhyun mengaduk cairan itu hingga menumbuhkan busa yang teramat banyak. Pakaian Kyuhyun sudah ditanggalkan habis saat masih di ranjang tadi sedangkan Kibum masih mengenakan celananya.
Dengan tergesa Kibum melepas celananya yang menyimpan sesuatu yang keras lagi sesak lalu bergabung bersama Kyuhyun di dalam bathup yang sama.
Luas bathup kamar mandinya tidaklah seluas tempat tidurnya, maka dari itu Kibum mendudukkan Kyuhyun di atas pangkuannya dan membiarkan kaki mereka terjulur ke depan.
"Apa kau merasa terganggu dengan sesuatu yang mengeras dan mengganjal pantatmu?" Bisik Kibum sambil sesekali mengulum dan menjilati telinga Kyuhyun. Kecupannya ia turunkan ke belakang leher Kyuhyun yang memberikan respon dengan menjenjangkan lehernya juga tambahan sedikit desahan. Tangan Kyuhyun meraba kebelakang menemukan tengkuk Kibum dan di dorongnya ke arahnya berharap Kibum lebih memperdalam kesibukannya dengan lehernya. Apa yang dilakukan Kyuhyun bukanlah keahlian tersembunyinya, melainkan sebuah refleks karena merasakan kenikmatan disana dan tersugesti untuk meminta lebih.
"Aahh... n-ne."
"Apa kau ingin aku berhenti disini?" Bisik Kibum lagi. Kyuhyun yang tidak lagi merasakan panas akibat lidah dan mulut Kibum yang sudah mulai terbiasa diterima oleh kulitnya, merasa Kibum seperti mempermainkannya. Ia tentu saja marah. Maka dengan kesal Kyuhyun meremas kuat benda panjang lagi keras yang sedari tadi bergerak-gerak menyentuh kulit pantatnya. Kyuhyun sangat tahu kalau itu adalah kemaluan Kibum yang nanti akan membuatnya menjerit-jerit nikmat hingga melupakan segalanya. Kyuhyun tidaklah bodoh. Ia hanyalah bertingkah laku sebagai anak polos yang bertemu dengan harimau mesum yang menawarkannya kenikmatan dunia. Karena ini juga pertama kali bagi Kyuhyun.
"Awhh..." Menerima remasan nikmat oleh tangan nakal Kyuhyun secara tiba-tiba, jelaslah membuat Kibum berteriak dengan suara beratnya yang agak serak. Melihat kelakuan Kyuhyun yang mulai berani, membangkitkan jiwa liar Kibum yang tertahan.
"Apa kau marah? Jadilah anak yang penurut. Apa kau lupa apa yang tadi kukatakan padamu hmm?" Kibum mendorong tubuh Kyuhyun kesamping agar bersender di pinggiran bathup untuk memudahkannya menyapa nipple Kyuhyun sebagai balasan remasan tangan nakalnya itu.
"Aahhh... n-ne. Kibum-ssi... jebal jangan menggigitnya terlalu keras. Ahhh... mmhhh..." meski Kyuhyun kesakitan karena nipplenya yang ditarik dan digigit oleh gigi Kibum, tetapi desahan nikmat secepatnya digantikan dengan hisapan selanjutnya.
"Lalu dimana aku harus menggigitnya secara lebih lembut? Katakan." Kyuhyun masih terengah menerima balasan secara langsung dari Kibum tetapi tubuhnya yang lemas itu ia angkat sedikit dan diputar menghadap Kibum. Kibum yang hanya menatap dan menebak apa yang akan dijawab atau di lakukan oleh Kyuhyun selanjutnya, menjadi paham saat ia menerima bibir Kyuhyun yang berusaha belajar dari pergerakan yang Kibum ajarkan tadi.
Kibum sengaja tak merespon apa yang diminta oleh Kyuhyun yakni untuk membalas ciumannya, ia ingin tahu dulu sudah sampai sejauh mana Kyuhyun meniru ciumannya tadi. Awalnya Kyuhyun mengecup bibir bawah dan atas Kibum, lalu menyesap bibir bawahnya dan dimainkan di dalam mulutnya sendiri menggunakan gigi dan lidahnya dengan ditarik ulur. Begitu juga saat memperlakukan bibir atas Kibum. Kini Kyuhyun berusaha membobol pertahan Kibum agar membukakan mulutnya untuk lidahnya masuk. Lama Kyuhyun tak mendapatkan izin dari Kibum, akalnya tak habis pikir. Salah satu tangannya ia keratkan untuk memeluk leher Kibum lebih erat. Sedangkan satunya lagi ia turunkan untuk meremas lagi benda panjang yang mengeras agar Kibum bisa berteriak seperti tadi. Tetapi tangan Kyuhyun yang akan melancarkan rencana liciknya terhenti oleh cekalan tangan Kibum. Kibum tak akan lengah untuk yang kedua kali. Merasa kaget, Kyuhyun melepas ciumannya dan menatap wajah Kibum yang mengeluarkan smirk berbahaya.
"Trik yang sama tak akan berpengaruh padaku bocah nakal." Kibum menarik pinggang Kyuhyun agar semakin menempel padanya dan membuat milik mereka dibawah saling bergesekan.
"Bagaimana kalau kita mandi dulu? Aku akan menggosok punggungmu." Kyuhyun mengangguk. Ciumannya gagal, trik liciknya dihentikan Kibum. Jadi Kyuhyun hanya bisa menurut. Kyuhyun memutarkan kembali tubuhnya sehingga memunggungi Kibum. Sementara Kibum memandikan tubuhnya, Kyuhyun mengambil sikat dan pasta gigi. Ia memilih sikat gigi yang masih terasa lembab di tangannya menandakan itu adalah yang sering Kibum pakai. Saat Kibum sadar bahwa Kyuhyun memakai sikat giginya, Kibum memberikan hukuman kecil terhadap Kyuhyun dengan menarik dan memelintir kedua nipple Kyuhyun sehingga menimbulkan desahan dari Kyuhyun.
Selesai memandikan Kyuhyun, kini giliran Kyuhyun untuk memandikan Kibum. Ia menggosok punggung Kibum dengan pelan seperti tanpa tenaga. Kyuhyun berulang kali melakukannya meski Kibum sering memarahinya dan menyuruhnya untuk melakukannya dengan benar. Tak jarang tawa hangat keluar dari bibir mereka berdua. Kini tinggal bagian pinggang kebawah yang harus Kyuhyun urus. Kibum sudah berdiri dan menghadap Kyuhyun dengan batang kemaluan yang masih mengeras. Apalagi tadi Kyuhyun senang bermain-main di sekitar pusar perut Kibum yang adalah salah satu titik sensitifnya, inilah akibatnya.
"Waeyo? Kenapa hanya menatapnya saja?" Kibum memperhatikan wajah Kyuhyun yang merona terlihat sangat cantik. Apalagi saat melihat kebawah nipplenya terlihat tegang.
Dengan sedikit bergetar, tangan Kyuhyun menggosok tubuh Kibum tanpa melihatnya. Mukanya yang memerah ia palingkan ke arah lain selain melihat ke depan. Tangan kiri Kyuhyun ia gunakan untuk menahan pinggang Kibum agar tak bergerak menjauh. Sedangkan tangannya yang lain untuk menggosok tubuh Kibum yang belum terjamah.
Kibum meraih dagu Kyuhyun yang memalingkan muka darinya.
"Waeyo? Bukankah tadi kau berani memegangnya bahkan meremasnya? Lalu kenapa melihatnya saja tak mau?" Goda Kibum. Dalam hati ia bersorak ria melihat respon Kyuhyun yang seperti harapannya.
"A-aniyo. Aku tidak takut. Aku sedang melihatnya." Kibum menahan tawanya. Kyuhyun benar-benar bocah yang polos. Kibum menuntun tangan Kyuhyun untuk memegang miliknya lalu ia gerakkan naik dan turun. Setelah Kyuhyun sudah bisa melakukannya sendiri, bahkan kini kedua tangannya sedang memainkan milik Kibum yang kini tengah terpejam merasakan sensasi nikmat yang tangan Kyuhyun buat, desahan nikmat keluar dari bibir sexy Kibum tanpa diaba. Setelah Kibum berhasil keluar dan cairannya sedikit mengotori wajah Kyuhyun, Kibum melepas sumbatan di bawah bathupnya dan membiarkan airnya semakin surut dan habis. Kini keduanya membasuh tubuh penuh busa mereka di bawah guyuran shower. Setelah selesai mandi, Kibum membalut tubuh mereka berdua dengan handuk yang mereka bagi bersama.
Sesampainya di tempat tidur, Kibum menjatuhkan tubuh Kyuhyun dan menindihnya dibawahnya. Dimulai dari memberikan ciuman panas dan berebut dominasi, menyusuri leher jenjang Kyuhyun dan memberikan kenikmatan dengan tanda merah yang membentuk di jejaknya. Lalu mengemut nipple Kyuhyun yang menggoda. Kini ciumannya turun ke area sekitar pusar mempermainkannya sedikit lebih lama disana setelah menerima respon desahan yang lebih keras dari sebelumnya. Punggung Kyuhyun merespon dengan melengkungkannya ke arah bibir Kibum. Belum lagi tangan Kibum yang tak tinggal diam mempermainkan milik Kyuhyun naik turun sesekali meremas. Jempolnya ia gunakan untuk menggesek-gesek lubang kecil di kepala penis milik Kyuhyun. Menerima perlakuan yang mengeluarkan segala sisi lemah Kyuhyun tentu saja tubuhnya menggelinjang dahsyat menerima semuanya. Salivanya berceceran tanpa bisa di hentikan. Desahan demi desahan memenuhi segala penjuru ruangan.
Napas Kyuhyun terengah-engah, tubuhnya sangat lemas setelah berhasil keluar sangat banyak sampai mengotori beberapa bagian tubuh Kibum yang berada diatasnya. Tak jauh dari Kyuhyun, Kibum yang mendengar desahan juga teriakan memohon yang Kyuhyun keluarkan tadi, precumnya sudah berkali-kali keluar.
"Aku tak akan memberikanmu pemanasan. Jadi tahanlah sedikit. I'll be gentle." Kibum mengelap cairan Kyuhyun yang bercecer di perut Kyuhyun sendiri, melumurinya untuk membuat licin miliknya. Setelah itu, ia menekuk kaki Kyuhyun ke atas untuk memamerkan lubangnya. Dengan perlahan, Kibum membawa miliknya ke depan lubang Kyuhyun dan mendorongnya masuk.
Tangan Kyuhyun yang masih lemas mencoba menggantikan tangan Kibum menekuk kakinya.
"A-aaahh..." desah Kyuhyun saat sepenuhnya milik Kibum berhasil masuk.
"Bagaimana rasanya?" Tanya Kibum khawatir.
"Aneh. Di dalam terasa sangat penuh. Ahk! Ki-Kibum-ssi! Yak! Ahk!" Kibum menyeringai. Ia menarik dan mendorong miliknya secara perlahan sebagai awalan.
"Ah. Ahh. Ahhn... mmhh.. yaaahh..ah!" Mendengar desahan Kyuhyun yang seperti mengompori dirinya untuk berbuat lebih, Kibum mempercepat gerakannya maju mundur lalu menurunkan temponya menjadi lambat. Berulang kali ia lakukan dan berhasil menerima protesan Kyuhyun di saat temponya melambat.
"Ah-Ahjussi!"
"Mwoya?! Memanggilku ahjussi. Kau harus dihukum bocah." Kibum mempercepat gerakan pinggulnya menarik keluar dan mendorongnya lagi masuk hingga bunyi tabrakan kulit mereka terdengar mengiringi desahan keduanya.
"Akh. Ahk! Di-disana! Ahk! Ahhh! Nnnhhh... ohh j-jebalhhh... lebih cepat! Nyaaaaahh..." Kyuhyun berhasil keluar lebih dulu sedangkan Kibum masih melakukan tugasnya.
Sebagai hukuman, Kibum menarik miliknya keluar, selanjutnya menarik Kyuhyun untuk tengkurap. Kibum memposisikan tubuh Kyuhyun dengan menekuk kakinya sehingga memperlihatkan dengan jelas lubang berkedut Kyuhyun yang mengacung tinggi ke atas menantang milik Kibum untuk memasukinya kembali.
Milik Kibum yang belum mencapai klimaks sama sekali, kini menggoda lubang pantat Kyuhyun dengan menggesek-gesekkan kepala penisnya di depan lubang Kyuhyun, sesekali memukul-mukulkannya benda keras itu untuk merangsang agar milik Kyuhyun kembali tegak untuk ikut berjuang bersamanya lagi.
"Je-jebal..."
"Untuk apa kau memohon bocah nakal?"
"Jebalyo.. ahhh..."
"Wae? Katakan dengan jelas. Kau pikir orang yang tadi kau panggil ahjussi ini mengerti apa permintaan bocah nakal sepertimu?"
"Je-jebalyo Kibum hyungiii... Maafkan Kyunnie yang nakal ini. Jebal.. masukkan cepat."
"Masukkan apa? Bagian mana yang harus kumasuki?"
"Jebalyo... masuki lubang Kyunie yang nakal ini. Buat Kyunie menjeritkan nama Kibum hyungie. Jebalyo..." Pantat Kyuhyun bergerak-gerak mundur mendekati penis Kibum yang sedari tadi menggodanya habis-habisan. Ia bahkan membuang semua harga dirinya sebagai lelaki dan memohon untuk meraih kenikmatan yang tadi hilang. Kyuhyun benar-benar sudah jatuh dan diperdaya Kibum sangat dalam.
"Permintaan dikabulkan." Kibum kali ini tak bisa menahan diri lagi. Ia menyodok lubang Kyuhyun dengan kasar dan cepat. Posisi doggy style adalah posisi terbaik agar penisnya bisa masuk secara penuh dan dalam. Kenikmatan yang diberikan juga jauh berlipat ganda dibanding posisi lainnya.
"Ahk. Ah! Ah! Yah! Aahhhh! Ne! Disitu! Mo-morehhh... Ah! Ah! Ah! Nnhh.. Aaahh!" Desahan demi desahan bersahut-sahutan. Deru napas mereka tak lagi teratur. Keringat yang diproduksi tubuh sudah membanjiri tubuh mereka dan terlihat mengkilat saat pantulan cahaya mengenai kulit mereka. Rambut yang basah sehabis mandi tadi kini semakin terlihat lepek bercampur dengan keringat. Wajah yang menahan nikmat itu terlihat benar-benar hot membuat siapa saja yang melihatnya merasakan akibatnya.
"Teriakkan namaku Kyuhyun!"
"Ki-Kibum! KIM KIBUM!"teriak Kyuhyun saat pelepasan hebatnya. Begitu juga dengan Kibum yang meneriakkan namanya saat klimaksnya keluar di dalam Kyuhyun. Kibum terjatuh di atas tubuh Kyuhyun dan memeluknya begitu mencapai pelepasan paling hebat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
End.
.
.
.
.
Ffiuuuhhh... akhirnya setelah tiga bulan ff ini baru apdet. Mari kita rayakan ulang tahun si Snow White Kim Kibum dengan meriah... Mianheyo typo.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian semua readers. Hargailah jerih payah imajinasi fi yang liar ini ne^^ Gomawoyo atas dukungannya!
Review! Review!
