Loving You

Author :

Anisaaa

Rate :

T for this chapter, someday M

Categori :

Yaoi/BL, family, lil angst, drama, Childish!Grumpy!Min

Cast :

- Lee Sungmin

- Cho Kyuhyun

- Kim Ryeowook

- Lee Eunhyuk

- Lee Donghae

Summary:

Sungmin terjebak dalam pernikahan yang tidak diinginkan bersama seseorang bersama Cho Kyuhyun. Namja kaku yang menurutnya sangat-sangat pabbo. Sangat-sangat menyesal mengapa ia berakhir dengan suami bodoh seperti Kyuhyun yang bahkan tidak bisa mengelap kaca.

Note :

Haduh maap yaa, saya lupa kalo namanya Hyukjae udah dipake jadi member StepUp. Anggep aja Hyukjae-Eunhyuk itu beda orang yaa. Kalo mau tau Hyukjae, inget aja video Mr. Simple. Kalo Eunhyuk, bayangin muka polosnya di video SPY pas pake jas abu-abu kemeja pink. FYI Eunhyuk itu bukan fans setia StepUp kayak Sungmin, dia cuma suka Siwon doang.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

DISLIKE? GO AWAY!

ENJOY~

.

.

-KyuMin—

Pukul 7 malam, rumah yang ditinggali Sungmin hampir sebulan ini terasa begitu sunyi. Namun beberapa lampu sudah dalam keadaan hidup, itu artinya Kyuhyun memang berada di rumah. 'Apa dia marah?' pikir Sungmin curiga.

Cklek

Pintu utama rumah yang kental akan kesan klasik itu terbuka. Lampu ruang tamu dalam keadaan hidup, namun tidak ada Kyuhyun yang menyambut kedatangannya. Ia masih kesal dengan namja yang berstatus sebagai suaminya itu, ditambah lagi dengan tidak menyambut kepulangannya membuat amarahnya naik sampai ke ubun-ubun.

Rasa jengkelnya bahkan membuatnya lupa bahwa tubuhnya sudah menggigil kedinginan sejak di dalam bus tadi karena keadaan baju yang basah kuyup. Ia melirik pelan pergelangan tangan kirinya, tersenyum manis melihat gelang berwarna cokelat muda yang aman dari air hujan. Mengingat akan hal itu membuat amarahnya sedikit reda.

Cklek

Sungmin berjengit kaget mendengar suara pintu yang berada tak jauh di belakangnya terbuka secara tiba-tiba. Sedikit ragu, ia membalikkan badannya. Dan kini, orang yang paling ingin dihajarnya berdiri kaku di ambang pintu dengan raut wajah yang sedikit kaget namun bibirnya terkatup rapat.

"Kyuhyun-ah, kau—kemana saja…?" tanyanya dengan bibir bergetar.

Mengingat Kyuhyun yang membiarkannya menunggu lama di Bandara dan pulang sendirian di tengah hujan lebat seperti tadi membuat matanya terasa panas. Sementara itu yang ditanya masih membisu seraya menutup pintu pelan-pelan.

"Kyuhyun-ah…." Lirihnya mencoba memecah keheningan.

Kyuhyun sedikit kaget setelah menyadari bahwa bibir mungil istrinya membiru, belum lagi keadaan tubuhnya yang basah kuyup dan wajahnya yang agak pucat. Namun, niat untuk sekedar menyentuh keningnya, memastikan suhu tubuh istrinya, ia tepis jauh-jauh. Mencegah terjadinya hal-hal bodoh yang tidak sengaja ia lakukan agar istrinya itu tidak marah lalu berteriak padanya dalam keadaan over tired seperti ini.

Lama terjebak dalam keadaan yang begitu hening dengan kedua pasang mata yang saling bertatapan satu sama lain. Sungmin menghela napasnya pelan, lalu tersenyum miris pada namja yang di depannya. Sejurus kemudian, tiba-tiba pandangannya menggelap dan tubuhnya ambruk ke lantai.

.

.

.

-Flashback-

Airport, 3.5 hours ago

Kyuhyun melirik jam tangannya. Masih pukul 3.30, setengah jam lagi pesawat istrinya akan mendarat. Ia duduk manis di kursi yang tak jauh dari eskalator dengan tangan kiri yang menggenggam boneka kelinci berwarna putih berukuran sedang. Ia tidak sengaja melihat boneka itu di toko yang ia lewati menuju bandara. Hal pertama yang terlintas di kepalanya ketika melihat boneka yang terlihat manis itu adalah istrinya, itulah alasannya ia membeli boneka ini. Toh selama mereka menikah Kyuhyun belum pernah memberikan hadiah apapun pada istrinya.

Membayangkan istrinya tersenyum walaupun tanpa mengucap terimakasih membuatnya bibirnya sedikit melengkung ke atas. Hampir 48 jam tidak bertemu, rasa rindunya terasa begitu membuncah di dadanya. Mungkin setelah bertemu Siwon, tingkah istrinya akan melembut padanya atau setidaknya intensitas teriakan dan bentakkan sadisnya berkurang. Sejujurnya, kalau saja istrinya itu meminta langsung padanya. Bukan hal yang sulit baginya untuk mendatangkan Siwon secara langsung ke rumah mereka. Tetapi mengingat betapa autisnya Sungmin pada Siwon sedikit banyak membuatnya cemburu.

an hour later

Menengok ke kanan dan ke kiri, ia sedikit heran mengapa istrinya yang seharusnya sudah sampai setengah jam yang lalu tidak juga kelihatan batang hidungnya. Seharusnya, istri manisnya itu muncul dari eskalator yang berada di sebelah kirinya sejak setengah jam yang lalu. Kyuhyun menghela napas panjang, mungkin ia memang harus menunggu lebih lama lagi.

Tanpa ia sadari, seseorang yang sedang ditunggunya dan kini sedang menunggunya di depan arrival gate dengan wajah kusut dan bibir yang bergerak lucu. Sepertinya Kyuhyun menunggu di tempat yang salah. eskalator yang berada tak jauh di sampingnya itu mengarah ke departure gate. Dan Kyuhyun tidak sadar akan hal ini hingga ia memutuskan untuk pulang ketika jam menunjukkan pukul 6.30 KST. 'Mungkin Sungmin berniat mengerjainya. Pulang bersama Ryeowook dan kini ia sedang duduk manis di kamar membongkar benda-benda yang baru ia dapatkan dari Jepang' pikir Kyuhyun seraya membuang boneka kelinci di tangannya ke kotak sampah.

-Flashback end-

.

.

.

-KyuMin's bedroom-

Kyuhyun memandang sedih namja manis yang terlentang di depannya. Suhu tubuhnya tinggi sekali, sehingga ia buru-buru mencari handuk dan air hangat untuk mengkompres kening istrinya tadi. Ia menyentuh pelan kening istrinya lalu menghela napas kecewa ketika suhunya tubuhnya belum juga turun.

Setelah nyaris membuatnya serangan jantung karena pingsan tiba-tiba, dan kini istrinya itu membuatnya terus berkeringat dingin. Kyuhyun sangat khawatir dengan suhu tubuhnya yang belum juga turun di tambah dengan Sungmin yang belum juga sadar setelah pingsan 3 jam lalu.

Apabila terjadi sesuatu pada Sungmin, Kyuhyun tentunya tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri. Ini semua terjadi karena ia menunggu di tempat yang salah. Ia tidak menyangka jika Sungmin sudah menunggunya selama berjam-jam lalu pulang sendiri di tengah hujan lebat dan angin yang cukup kencang. Kyuhyun terlalu kaget hingga ia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun ketika pertama kali melihat keadaan istrinya yang begitu menyedihkan.

Pikirannya melayang ke masa pertama kali ia mengenal Sungmin. Waktu itu, si manis yang sekarang telah menjadi istrinya itu terlihat sangat menawan dengan balutan pakaian casual dan senyum kelinci yang membuat dada Kyuhyun berdesir. Donghae, teman sekantornya mengenalkan sahabat namjachingunya itu padanya di hari jadi mereka yang pertama. Sungmin terkesan tidak terlalu banyak bicara dibandingkan dengan Eunhyuk yang memang dikenal cerewet. Namun ketika Eunhyuk mulai menyinggung tentang monyet-monyet itu—maksudnya StepUp—Sungmin berubah menjadi fanboy heboh yang mengetahui segalanya tentang idolanya.

Matanya berbinar ketika ia mulai menceritakan tentang Siwon meskipun Donghae menatapnya jengah. Terlebih kekasihnya, Eunhyuk, malah terhipnotis dengan ketampanan Choi Siwon yang di perlihatkan Sungmin dari ponselnya. Kyuhyun tidak berkata apa-apa, karena bibirnya benar-benar terkelu. Ia hanya menatap datar Sungmin yang terus bercerita heboh tentang StepUp, berusaha sebisa mungkin menyembunyikan kegugupannya ketika berada di dekat Sungmin. Kyuhyun sudah terlalu malu dengan menjabat tangan Sungmin terlalu erat dan berbicara dengan terbata-bata ketika mereka berkenalan. Ia tidak ingin menambah daftar nilai minusnya di mata Sungmin.

Mencintai secara diam-diam, lalu memendamnya sedalam mungkin merupakan hal tersulit yang Kyuhyun lewati semasa hidupnya. Ia harus berkali-kali marah pada dirinya sendiri setiap Sungmin menatapnya dengan pandangan yang seolah-olah berkata kau-orang-aneh karena ia tidak kuasa menyembunyikan kegugupannya yang berakhir dengan ia yang berbuat bodoh di depan Sungmin. Seringnya mereka berempat―Donghae, Eunhyuk, Kyuhyun, Sungmin—bertemu, membuat secara perlahan Kyuhyun merasa dekat dengan Sungmin. Meskipun Sungmin lebih sering menghakiminya dengan julukan-julukan aneh yang ia ciptakan atau berteriak padanya ketika salah tingkahnya mulai kambuh, cintanya pada namja bermarga Lee itu tidak sedikitpun memudar.

Sayangnya, hingga kini Sungmin belum juga menyadari betapa Kyuhyun mencintainya. Sepertinya, cinta memang butuh waktu untuk mereka.

"Eungh…" telapak tangan Sungmin yang sedang digenggam Kyuhyun bergerak pelan disertai lenguhan lirih.

Rasa kantuk Kyuhyun yang nyaris membuatnya tertidur ketika mengingat masa lalunya bersama Sungmin hilang. Ia membantu istrinya duduk lalu memberikan segelas air untuknya.

"Aku sudah membeli bubur, ayo makan dulu biarpun hanya sesuap. Kau belum makan kan?" ucap Kyuhyun yang sarat dengan kekhawatiran. Untuk pertama kalinya, Kyuhyun bisa berkata sepanjang itu tanpa terbata sedikitpun.

Sungmin tidak membalas ucapan suaminya. Ia langsung mengambil semangkuk bubur yang ada di meja dekat tempat tidurnya dan memakannya perlahan-lahan. Ia bahkan tidak menggubris Kyuhyun yang menyentuh dahinya. Biasanya dalam keadaan normal, Sungmin pasti sudah menepis kasar tangan Kyuhyun dan membentaknya dengan kata-kata yang menusuk.

"Syukurlah, demamu turun" sepertinya penyakit salah tingkah Kyuhyun sembuh untuk hari ini.

"…." Sementara itu Sungmin tidak menghiraukannya, masih sibuk dengan semangkuk bubur di pangkuannya.

Dahi Kyuhyun berkerut saat menyadari benda berwarna cokelat muda yang melingkari pergelangan tangan Sungmin. Ia mengulurkan tangannya, mencoba menyentuh benda yang menarik perhatiannya itu. Namun sebelum Kyuhyun berhasil menyentuhnya, Sungmin sudah menjauhkan pergelangan tangannya. Menjaga benda yang kini amat sangat keramat untuknya. "Berani kau menyentuhnya, aku pastikan besok ada lebam di mata kirimu!" ucapnya horror.

"M-mi-mian-hae…" Kyuhyun kembali tergagap.

Penyakit lamanya kambuh lagi. Ia cepat-cepat pergi dari sisi Sungmin sebelum ia melakukan hal bodoh yang membuat Sungmin membentaknya. Ia tidak masalah jika Sungmin mengamuk dalam keadaan tubuh yang sehat, namun dengan keadaan sakit seperti ini membuat Kyuhyun tidak tega. Aaah, perhatiannya suami satu ini..

.

.

.

Monday, 7.10 am

Dining Room

Kyuhyun sedikit heran melihat Sungmin yang tiba-tiba sudah duduk manis di meja makan dan mengunyah rotinya. Ia terlihat rapi dan baik-baik saja meskipun wajahnya yang pucat tidak bisa menyembunyikan keadaan tubuhnya yang masih belum pulih sepenuhnya.

"Sungmin-ah…."

"Hm" Sungmin menyahut dengan deheman kecil, mulutnya masih sibuk mengunyah potongan roti pertamanya.

"K-kau m-masih s-sa-kit…."

Sungmin menatap Kyuhyun penuh tanya

"Sebaiknyakaudirumahsaja" sambung Kyuhyun tanpa jeda. Degupan jantungnya kembali tak terkendali melihat Sungmin yang berpose imut dengan dahi yang berkerut.

"Ya! Kau pikir aku selemah itu! Aku baik-baik saja!"

"Tap-tapi—"

"Cho Kyuhyun! Berhenti bertingkah seakan-akan peduli padaku. Aku cukup dewasa untuk mengurus hidupku sendiri"

"Mian…." jawab Kyuhyun pelan. Dadanya kembali terasa sesak. Ia menundukkan wajahnya, tidak mampu menatap sungmin yang kini seakan-akan menatap bengis ke arahnya. "Mmm… Sungmin-ah…"

"MWOYA?!"

Sifat asli istrinya kembali. Bukannya mengucap terima kasih karena sudah merawatnya semalaman, Kyuhyun malah dibentak seperti ini bahkan sebelum ia mengucapkan apa maksudnya.

"Besok… aku—akan ke Namwon. A-ada se-sua-tu y-yang ha-rus k-ku-urus di-sana"

"….."

Sungmin selesai dengan sarapannya, ia berdiri lalu membalikkan badannya. Bermaksud meninggalkan Kyuhyun begitu saja. Ia masih sangat kesal dengan kejadian kemarin, terlebih Kyuhyun sama sekali tidak mengucapkan kata 'maaf' padanya sama sekali. Apa orang itu benar-benar bodoh hanya untuk menyadari kesalahannya sendiri? Pikir sungmin. Namun baru 3 langkah ia beranjak dari meja makan, tiba-tiba ia berhenti walaupun sama sekali tidak membalikkan badan.

"Kalau kau ingin pergi, maka pergilah. Lakukan sesukamu. Aku-tidak-peduli! Ah, kalau perlu tidak usah kembali lagi" dan setelahnya, Sungmin pergi begitu saja meninggalkan Kyuhyun yang duduk mematung di meja makan.

"Sungmin-ah…."

.

.

.

Eunhyuk's Café, 4.25 pm

"Bagaimana hubungan kalian? Apa ada kemajuan?" tanya Eunhyuk antusias

"Hubungan? Hubungan macam apa yang kau maksud, Hyukkie" jawab Sungmin sekenanya lalu menyesap vanilla latte yang dipesannya.

"Aish, apa sekarang kau sudah mulai menerima Kyuhyun?"

"Never! Dalam mimpimu Hyukkie sayang"

"Eh, wae? Menurutku dia sudah sempurna, memang apalagi yang kurang darinya?"

"Dia bodoh. Itu alasan utamanya. Dan yang paling tidak bisa dimaafkan adalah dia menjebakku"

"Menjebak apanya?" tanya Eunhyuk heran, pasalnya ia sama sekali tidak merasa kalau teman kekasihnya itu menjebak sahabatnya.

"Pernikahan itu… hanya jebakannya, kan? Dia pikir aku sebodoh itu!"

Mengingat kembali tentang pernikahannya membuat tensi Sungmin naik. Kalau dipikir-pikir selama ini ia tidak pernah berbuat jahat kepada siapapun, namun kenapa Tuhan membiarkannya terperangkap dalam jebakan Kyuhyun. Ini sangat tidak adil baginya.

"Dia mencintaimu, Minnie-ya. Kau harus tau itu. Dan soal pernikahan, seandainya Kyuhyun punya cara yang lebih baik namun sama cepatnya untuk bisa mendapatkanmu, ia tidak akan melakukan hal itu. Menurutku itu bukan jebakan" Eunhyuk mulai menjelaskan. Sahabatnya itu memang sangat keras kepala, dan seringnya memandnag sesuatu hanya dari sisi negatifnya saja.

"Terserah apa katamu. Menurutku itu jebakan. Orang jahat dan bodoh macam apa yang melamar seseorang ketika orang itu sedang mabuk. Apa itu terlihat logis, huh?" sanggah Sungmin, ia kesal bila namja yang sudah dianggap sebagai sahabatnya selain Ryeowook ini selalu saja membela Kyuhyun.

"Min…" Eunhyuk menggenggam tangan sahabatnya dan menatapnya lembut. "Setidaknya kau bisa memandang sisi baiknya. Aku harap kau mulai memperlakukan Kyuhyun dengan baik mulai sekarang. Persetan dengan pikiran burukmu tentangnya. Aku hanya tidak ingin kau menyesal, eum?"

"Hyukkie sayang… apa yang harus aku sesali? Apakah ada hal-hal yang perlu kusesali? Aku tidak akan menyesal… kupastikan itu" balas Sungmin percaya diri. Si bodoh itu, ada atau tidak kehadirannya, tidak akan berpengaruh pada hidupnya pikir Sungmin.

"Yaa, aku harap juga begitu. Tidak ada penyesalan yang terjadi di akhir nanti" lirih Eunhyuk.

Sedikit kecewa mendengar sahabatnya yang masih saja keras kepala dan berusaha menutup kuping tentang nasihat dan nasihatnya. Di satu sisi, Eunhyuk memang setuju dengan Sungmin tentang Kyuhyun yang melamar sahabatnya ketika ia mabuk. Tapi di sisi lain, ia kasihan melihat Kyuhyun yang tidak pernah diperlakukan layaknya suami secara normal. Padahal selama ini Kyuhyun sudah memberikan segalanya untuk sahabatnya, meskipun penyakit salah tingkah kronis yang dideritanya belum juga pulih. Apa salahnya menerima, pikir Eunhyuk. Ah tapi mau bagaimana lagi, ini adalah rumah tangga sahabatnya, ia hanya bisa mengingatkan, tidak lebih. Terlalu ikut campur dalam hal yang pribadi seperti ini pastinya akan tidak baik, meskipun mereka berdua sudah bersahabat dekat sejak lama.

.

.

.

Thursday, 7.45 pm

Living Room

Sungmin berguling kesana kemari di atas karpet bulu di depan tv untuk mencari posisi ternyaman. Lima belas menit lagi, acara reality show yang dibintangi oleh StepUp akan mulai. Sejak 10 menit lalu ia sudah sibuk membersihkan karpet tempatnya berbaring sambil menonton beserta cemilan-cemilan yang hampir semuanya ia pindahkan dari kulkas ke ruang tv.

Sudah 3 hari ini rumahnya terasa sepi. Yeah meskipun ketika ada Kyuhyun pun keadaannya tidak akan berbeda jauh. Mungkin terkesan agak ramai dengan teriakan-teriakan Sungmin untuk Kyuhyun. Ah meningat namja itu, membuat Sungmin sedikit merasa kesepian. Padahal jarak Seoul-Namwon tidak sejauh jarak Seoul-Busan, tetapi mengapa orang yang paling ingin dijambak rambutnya saat ini belum juga pulang. Awalnya Sungmin mengira jika orang itu hanya akan pergi sehari, namun beberapa jam setelah Kyuhyun pamit padanya ponselnya menerima pesan dari Kyuhyun bahwa orang itu mungkin akan pulang rabu sore. Dan lihat, sekarang sudah kamis malam dan orang itu belum juga pulang bahkan namja itu tidak memberikan kabar sama sekali dan ketika ditelpon tidak diangkat. Saat ia pulang nanti, Sungmin berencana untuk memukulinya dengan bantal bunny sampai ia puas.

Lagu terbaru StepUp yang sedang diputar di acara Reality Show yang baru saja mulai itu membuyarkan lamunan Sungmin. Melihat Siwon, pikirannya tentang Kyuhyun hilang begitu saja. Ia bahkan tersenyum-senyum sendiri ketika memandangi benda berwarna cokelat muda yang ada di pergelangan tangannya.

Drrrrt…. Drrrrt….

One message received~

Sungmin mengalihkan pandangannya dari tv ke ponselnya yang tergeletak tak jauh di sampingnya. Siapa yang berani mengganggu acaranya bersama Siwonnienya, awas saja kalau orang itu adalah Kyuhyun ancam Sungmin dalam hati.

From : Lee Donghae

Sungmin-ah apa Kyuhyun sedang sangat sibuk? Ada hal yang perlu kubicarakan dengannya dan ini menyangkut tentang kantor, namun tidak ada satupun pesan maupun panggilanku yang digubris olehnya. Bisakah kau sampaikan pesanku ini untuknya. Gamsahae

Dahi Sungmin mengerenyit bingung. Ada apa dengan si bodoh itu, apa dia sedang bertapa di salah satu goa yang ada di Namwon. Ini terdengar agak aneh. Biasanya jika Sungmin menelpon Kyuhyun, maka ia hanya perlu menunggu 3 detik dan suara Kyuhyun langsung menyambutnya dari sebrang. Namun akhir-akhir ini, tidak satupun panggilannya yang di angkat maupun pesannya yang di jawab. Dan ketika Donghae menghubunginya untuk membicarakan masalah pekerjaan, hal yang sama terjadi. Bukankah Kyuhyun itu bukan tipe orang yang lalai dari tanggung jawabnya sebagai CEO?

Eh, tunggu… di drama-drama yang sering Sungmin tonton, bila hal seperti ini terjadi biasanya dikarenakan…. KYUHYUN SELINGKUH! Hah? Demi apa Kyuhyun berani selingkuh di belakangnya? Ya, sepertinya presepsi Sungmin benar : si bodoh itu sedang berselingkuh. Awas saja, jika si bodoh itu masih berani menginjakkan kakinya dirumahnya. Sungmin akan mencekiknya, lalu memberikan 7 bogem mentah tepat di perutnya hahahah, Sungmin menyeringai jahat.

Tiba-tiba ia teringat dengan ucapannya waktu itu. 'kalau perlu tidak usah kembali' apa benar Kyuhyun menanggap serius ucapannya. Waktu itu kan ia hanya sedang kesal karena namja itu sama sekali tidak meminta maaf padanya tentang pengingkaran janjinya yang akan menjemput Sungmin di Bandara.

"Apa benar….?" Lirih Sungmin sedih.

To : Lee Donghae

Nado Molla. Selasa kemarin dia pergi ke Namwon, katanya akan pulang hari rabu sore tapi sampai sekarang belum pulang juga. Aku juga tidak bisa menghubunginya, Donghae-ah.

Sungmin meletakkan ponselnya asal, menatap boneka bunny berwarna merah muda di pelukannya dengan sedih. Ia memang—sedikit―kecewa karena Kyuhyun sama sekali tidak memberinya kabar. Ah, hatinya jadi sedih, bahkan ia lupa jika sedang menonton acara Siwonnienya.

"Ah, memang apa peduliku"

Sungmin mengedikan bahunya, berusaha untuk tidak peduli dan kembali fokus dengan Siwonnienya di tv.

.

.

.

A week later

Tuesday, 5.15 pm

Sungmin berdiri termenung sendirian di depan toko buku. Matanya menatap tetesan air hujan yang semakin lama malah semakin lebat. Tadi sepulang kerja, ia ke toko buku untuk membeli beberapa buku resep masakan. Namun ketika ia baru saja melewati pintu keluar, tiba-tiba turun hujan dan semakin lama semakin deras.

Eunhyuk bilang sabtu ini adalah ulang tahun Kyuhyun. HaeHyuk Couple itu bahkan sudah sibuk dengan Surprise Party untuk suaminya sejak 2 minggu yang lalu. Namun, ia yang sebagai istrinya malah baru tahu tadi pagi. Sungmin yang pada dasarnya memang baik hati merasa agak tidak enak pada Kyuhyun bila ia yang sebagai istrinya malah tidak memberikan apa-apa untuknya. Karena bingung ingin memberikan apa, maka ia hanya membuat makanan kesukaan Kyuhyun—yang ia tahu dari Eunhyuk―sebagai hadiah ulang tahunnya. Ia juga berencana untuk memberikannya lewat Eunhyuk. Sungmin masih tidak ingin harga dirinya jatuh rupanya.

Hari ini tepat seminggu Kyuhyun pergi ke Namwon. Namun keadaannya masih sama. Kyuhyun belum pulang dan tidak ada satupun yang bisa menghubungi Kyuhyun. Pernah terlintas di kepalanya untuk menanyakan hal ini pada ibu mertuanya. Namun sebelum ia sempat bertanya, ibu mertuanya sudah menghubunginya dan mengajukan pertanyaan yang tadinya ingin ia ajukan padanya. Tidak ingin dianggap sebagai istri yang tidak bertanggung jawab, maka dengan pasrah ia menjawab bahwa Kyuhyun pergi ke Namwon beberapa hari yang lalu dan belum pulang sampai saat ini. Sungmin juga bilang bahwa mungkin saja Kyuhyun sangat sibuk sehingga telepon dari ibunya tidak juga diangkat.

Ia jadi semakin dihantui dengan bayangan Kyuhyun yang berselingkuh di belakangnya. Jika hal itu benar, ia hanya takut orang-orang akan menyalahkannya karena ia tidak bisa menjadi pasangan yang baik untuk Kyuhyun sehingga suaminya itu menjalin hubungan dengan yang lain.

"Hhhhhhh" Sungmin menghela napas panjang, memandang sedih pada tetesan air hujan di depannya. "Aku bahkan tidak tahu kapan ulang tahunnya. Apa hobinya. Apa makanan-minuman kesukaannya. Sepertinya aku memang tidak tahu apa-apa" ucap Sungmin sedih.

Ia memandang buku-buku resep yang ada di kantung plastik di tangan kirinya. "Bahkan cincin pernikahan saja aku tidak memakainya. Dan parahnya, aku lupa meletakkannya dimana"

Terbiasa tinggal berdua dengan Kyuhyun lalu selama seminggu ini tinggal sendiri membuatnya merasa agak kesepian. Biasanya jika ia sedang menonton tv, Kyuhyun pasti ada di sampingnya meskipun dengan tumpukan berkas laporan dan laptop di sekitarnya. Biasanya setiap selesai makan Kyuhyunlah yang mencuci semua piring kotor, sudah seminggu ini ia membiarkan piring-piring kotor tertumpuk di dapurnya. Ia hanya terlalu terbiasa dengan Kyuhyun. 'Ya, hanya terlalu terbiasa' ucapnya dalam hati.

Sungmin mengaduk-aduk isi tasnya, mencari benda persegi panjang berwarna putih yang sering diperlakukannya dengan tidak manusiawi. Setelah ketemu, ia mencari suatu nama lalu menekan tombol virtual call.

"Yeoboseyo, wookie-ya?"

"….."

"Ingat janjimu? Kau harus menemaniku malam ini. Sepertinya si bodoh itu tidak akan pulang hari ini"

"….."

"Oke. Ah ya, bisakah kau menjemputku di toko buku yang tidak jauh dari café Eunhyuk? Disini sedang hujan deras sekarang, aku tidak bisa pulang"

"…"

"Ya aku tidak akan kemana-mana. Jangan lama-lama, oke"

PIP

Sungmin melengkungkan bibirnya ke atas. Ah, akhirnya Ryeowook bisa menemaninya di rumah. Setidaknya malam ini ia tidak akan kesepian. Daripada memikirkan kapan si bodoh itu pulang dan terbayang-bayangi dengan perselingkuhannya, lebih baik ia mengobrol semalaman dengan Ryeowook tentang StepUp.

"Wookie-ya, kau yang terbaik hihi"

.

.

To Be Continued

.

.

Apa KyuMin-nya udah banyak? Belum kayaknya yaaaa, mianhae…

Kemarin banyak banget yang ngasih kritik-saran tentang ff abal ini, thanks banget yaaaaaaaa. Love you dehh 3 3 3

Ternyata banyak banget kekurangannya yaaa. Masih newbie, jadi perlu banyak belajar hehe

Ini ngetik buru-buru, dan publish buru-buru juga. Soalnya besok masa aktif modem udah abis, jadi takut nggak bisa update. Maap banget kalo nilai minusnya masih banyak.

Eh iya, makasih banget buat yang udah komen di ch. sebelum-sebelumnya. Masih belum bisa sebutin dan bales satu-satu nih, maap yaa.

Kecup cinta buat yang udah komen dan mendukung kelanjutan ff ini deh :******* hehehe

Dan terakhir, aku agak gimana gitu yaa dipanggil 'author/ thor'

Aku 96line, biar cepet akrab panggil anisa, chingu, unnie, atau saeng aja yaaaa. Oke ;)

Keep Review pweaseee :3

August 23, 2013