Loving You
Author :
Anisaaa
Rate :
M
Categori :
Yaoi/BL, family, lil angst, drama, Childish!Grumpy!Min
Cast :
- Lee Sungmin
- Cho Kyuhyun
- Other cast
Summary:
Sungmin terjebak dalam pernikahan yang tidak diinginkan bersama seseorang bersama Cho Kyuhyun. Namja kaku yang menurutnya sangat-sangat pabbo. Sangat-sangat menyesal mengapa ia berakhir dengan suami bodoh seperti Kyuhyun yang bahkan tidak bisa mengelap kaca.
.
.
DON'T LIKE DON'T READ
DISLIKE? GO AWAY!
ENJOY~
.
.
—KyuMin—
Seoul
February 17, 2013 : 4.30 pm
Sepasang mata foxy itu terus bergerak liar kesana-kemari. Memperhatikan wajah satu per satu orang yang berlalu-lalang di sekitarnya. Berharap menemukan orang yang sedang ditunggunya sejak 10 menit yang lalu. Minggu siang seperti hari ini, jalanan nampak begitu ramai. Janjian bertemu di ujung penyebarangan sepertinya bukan ide yang bagus, pikirnya sedikit menyesal.
"MIN!"
Kepalanya yang semula tertunduk lesu, terangkat antusias memandang seseorang di sebrang yang sedang melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Seseorang yang terlihat aneh dengan mantel yang seperti jubah, topi hitam, masker hitam, dan kaca mata hitam yang membuat beberapa orang memandangnya curiga.
Bibir namja bermata foxy itu melengkung ke atas. Seseorang dengan pakaian aneh di seberang sana, dia sangat-sangat mengenalnya. Melihat orang itu tersenyum, membuat Sungmin seperti tersadar akan satu hal. Sepertinya… ujung benang merah tak kasat mata di kelingkingnya terhubung dengan kelingking namja dengan pakaian aneh yang berdiri seraya tersenyum ramah di seberang sana.
Dan ketika lampu berganti menjadi warna hijau dengan gambar orang menyebrang di dalamnya, Sungmin langsung berlari secepat yang ia bisa menuju orang di ujung sana yang telah membuatnya menunggu lama.
"Kau lama sekali, Siwon-ah. Ish!" bibirnya mengerucut imut. Sementara yang diajak bicara hanya terkekeh kecil lalu menarik tangan Sungmin tanpa menghiraukan bibir Sungmin yang terus menggerutu sepanjang perjalanan menuju sebuah café.
Bahkan Sungmin tidak sadar jika ia sudah duduk di kursi di sebuah café. Mulutnya tidak berhenti menggerutu bahkan sesekali menyumpah serapah pada Siwon yang tetap saja memasang wajah ramahnya. Mungkin efek menjadi seorang artis.
"Siwon-ah…"
"Hmmm"
"Aku sepertinya…. mengenal tempat ini…."
Siwon tersenyum lebar hingga kedua matanya tampak menghilang.
"Ini… café milik Eunhyuk. Kau tau Eunhyuk? Ah sepertinya aku belum pernah menceritakannya padamu. Nanti aku akan mengenalkannya padamu. Sebaiknya aku ke dalam untuk memanggilnya―"
Tepat ketika Sungmin hendak berdiri, tangannya ditahan oleh Siwon. "Tidak. Tidak perlu, Min. aku sudah mengenal Eunhyuk, yeah meskipun sepertinya ia belum mengenalku"
Dahi Sungmin berkerut bingung. "Dari mana kau mengenal Eunhyuk? Aku tidak pernah menceritakannya padamu, aku juga tidak pernah membawanya ke konser StepUp"
Siwon tersenyum lagi. "Kau tahu Hyukjae?"
Sungmin mengangguk mantap. Sebagai fans setia StepUp tidak mungkin ia lupa dengan sosok penari handal bernama Hyukjae itu.
"Apa Eunhyuk belum pernah menceritakannya padamu?"
Pertanyaan Siwon kali ini membuatnya tambah bingung. Apa hubungannya cerita Eunhyuk dengan Hyukjae?
"Hyukjae dan Eunhyuk, mereka kembar non identik"
Tubuhnya menjadi kaku seketika. Apa? Kembar katanya? Hah, ini terdengar seperti lelucon konyol.
"Apa kau tidak menyadari kemiripan mereka berdua? Meskipun hanya sedikit, tapi itu sangat terlihat lhoo. Hyukjae sering menceritakan tentang kembarannya, Eunhyuk, padaku. Makanya, aku bisa kenal Eunhyuk. Tapi, kami belum pernah bertemu sama sekali, jadi Eunhyuk sama sekali tidak mengenalku" tutur Siwon panjang lebar.
Pikiran Sungmin menerawang jauh. Di dalam kepalanya, ia mulai membanding-bandingkan antara Hyukjae dengan Eunhyuk, temannya. Dan kalau diperhatikan secara seksama, mereka berdua memang terlihat agak mirip. Astagaaa, mengapa ia bodoh sekali. Bersahabat bertahun-tahun, tetapi sama sekali tidak menyadari bahwa Hyukjae-Eunhyuk memiliki sedikit kemiripan. Yang membuatnya agak bingung, mengapa Eunhyuk selama ini tidak pernah cerita tentang keluarganya?
"Tetapi mengapa Eunhyuk tidak pernah mengatakannya padaku? Apa hanya aku yang menganggapnya sahabat" ucapnya sedih.
Siwon mengusap surai namja manis di depannya seraya tersenyum lembut. "Mungkin, dia ingin kau tau sendiri. Kau tahu, menjadi saudara selebritis itu tidak mudah. Terlebih mereka kembar"
"Eih, Minnie?" dan seseorang tiba-tiba muncul dari belakang Siwon.
"Hyukkie, kau berhutang penjelasan padaku"
Eunhyuk berjalan mendekat ke meja Sungmin dengan errrr seseorang yang sepertinya asing baginya. Dan matanya terbelalak lebar begitu melihat bahwa orang asing itu adalah SIwon, Choi Siwon yang ternyata bila dilihat secara langsung terlihat sangat tampan.
"OMO!"
"Annyeong haseyo, Eunhyuk-ssi" sapa Siwon ramah.
Sungmin menarik tangan sahabatnya yang sedang terkejut parah hingga terduduk di kursi antara dia dan Siwon. "Kau ternyata kembar dengan Hyukjae. Mengapa kau tidak pernah mengatakannya padaku, hyukkie?"
Eunhyuk sadar dari keterkejutannya. "Heh? Kau tau dari mana?"
"Kau jahat sekali. Hal sepenting itu kau simpan sendiri. Kalau tahu kembaranmu itu teman satu grup Siwon, aku tidak perlu susah-susah untuk bertemu dengan Siwon" ucap Sungmin jengkel.
"Mianhae. Aku hanya tidak ingin kalau kau berteman denganku hanya karena saudaraku adalah selebritis. Itu sangat tidak menyenangkan, kau tau" bela Eunhyuk
Sungmin menghela napasnya jengah. "Aku bukan orang yang seperti itu. Ah, sekarang aku mengerti mengapa sejak dulu kau sangat-sangat tidak peduli dengan dunia selebritis terlebih StepUp. Pantas saja, setiap aku cerita heboh tentang StepUp kau langsung meninggalkanku begitu saja"
"Hehe, mianhae neeee. Yang penting sekarang kau sudah bertemu bahkan berteman dekat dengan Siwon-ssi"
"Itu benar Sungmin-ah. Eunhyuk-ssi pasti punya alasan mengapa ia menyembunyikan semuanya sendirian. Ah iya, kapan-kapan kita harus berkumpul bersama Hyukjae" imbuh Siwon bijak
"Hyukjae? Eung! Aku akan sangat-sangat menanti hari itu" sambut Sungmin antusias.
Sementara itu, mendengar nama saudara kembarnya, Hyukjae, membuat Eunhyuk memutar bola matanya malas.
.
.
.
KyuMin's home
Cklek
Pintu rumah yang tiba-tiba saja terbuka membuat Sungmin yang sedang duduk cantik di sofa ruang tamu berjengit kaget. Pikirannya sudah melayang-layang pada berita kejahatan yang tidak sengaja ia tonton saat sarapan. Namun, melihat orang yang berdiri di dekat pintu itu membuat pikiran buruknya lenyap sudah.
Namja itu, Kyuhyun, akhirnya pulang…
"Lama tidak bertemu… brengsek" ucap Sungmin sambil tersenyum sinis.
Kedua tangannya yang sedang memegang poster Siwon terkepal erat namun ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak menghancurkan poster dengan tanda tangan Siwon yang sudah susah payah ia dapatkan. Sementara itu Kyuhyun hanya menghela napas pelan dan tetap memasang wajah datarnya seraya menatap istrinya begitu dalam.
Sungmin berdiri dari duduknya. Balik menatap Kyuhyun tajam dan terkesan merendahkan.
"Aku pikir kau lupa jalan pulang, tsk!" melihat wajahnya yang menurut Sungmin sok datar dan sok menyeramkan itu membuat amarahnya meledak-ledak. Belum lagi dengan bayangan ingkar janji dari orang di depannya makin membuat tekanan darahnya naik.
"Kenapa menatapku seperti itu?! Kau pikir aku takut, huh? Aku. Lee Sungmin. Tidak akan pernah takut dengan namja sepertimu"
"….."
"Hei, si bodoh yang ternyata sangat brengsek! Bukankah aku sudah bilang jangan kembali, lalu kenapa kau masih berani kembali?!"
"….."
"YA! Kenapa diam saja?! Jawab pertanyaanku?!"
"Apa dikepalamu hanya ada orang itu, huh?" sahut Kyuhyun dengan sudut mata yang melirik sesuatu di genggaman Sungmin.
"Mwo?" Sungmin mencondongkan telinga kanannya. Ia rasa ia salah dengar, begitu pikirnya.
"Lee Sungmin, secara hukum kau itu istriku. Tetapi kenapa hanya Choi Siwon yang ada di kepalamu"
Sungmin mulai merasa bahwa Kyuhyun yang ada di hadapannya sekarang bukan Kyuhyun yang biasanya ia bentak-bentak. Kyuhyun yang ada di hadapannya terlihat sangat berbeda. Wajah pucat yang begitu kentara, dan tatapan datar nan dingin yang baru pertama kali Sungmin lihat sejak ia mengenal Kyuhyun.
"Ada apa dengan tatapanmu itu?! KAU BERUSAHA MENAKUTIKU, HUH?! AKU TIDAK TA—"
"Aku pikir dengan bersabar, kau bisa mengerti. Namun nyatanya tidak"
"…."
"Lee Sungmin, mengapa kau egois sekali, hm?" ucap Kyuhyun―masih dengan tatapan datarnya— sangat lembut namun menusuk. Dan 3 detik kemudian, Kyuhyun berlalu dari hadapan Sungmin yang masih diam terpaku.
Jujur, ia agak terkejut dengan perubahan suaminya yang bisa dibilang cukup drastis. Apa itu karena pengaruh pergi terlalu lama? Kyuhyun yang ia kenal, tidak pernah mampu berbicara dengan baik, benar, dan jelas dengannya. Kyuhyun yang ia kenal tidak pernah berani menatap matanya lebih dari 2 detik. Kyuhyun yang ia kenal, tidak pernah berani memotong ucapannya. Dan Kyuhyun yang ia kenal, tidak pernah membuatnya terpaku seperti ini.
"Orang itu… kenapa?" tanyanya pada diri sendiri. Namun setelahnya, Sungmin kembali pada dirinya.
Menganggap bahwa yang baru saja terjadi hanyalah lelucon Kyuhyun, atau mungkin Kyuhyun terlalu banyak minum sebelum sampai rumah. Ah entahlah pikir Sungmin cuek sambil mengedikan bahunya.
.
.
.
Cafetaria
February 18, 2013 : 12.10 pm
Sungmin mengunyah menu makan siangnya dengan terburu-buru. Sebenarnya ia tidak sedang dikejar-kejar sesuatu, namun dua orang yang dihadapannya ini benar-benar membuatnya sangat-sangat kesal. Ingin sekali ia menendang dua orang itu jauh-jauh dari pandangannya, namun apa daya. Salah satu dari mereka umurnya lebih tua darinya, dan itu menjadi penghalang untuk Sungmin menendang orang-orang itu. Alhasil, menu makan siang di hadapannyalah yang menjadi korban kekesalannya.
"Aish, Minnie-ya berhenti makan dengan cara seperti itu. Kau membuatku risih!" ucap salah satu dari orang yang duduk berhadapan dengan Sungmin, Ryeowook.
Menelan kunyahannya dengan kasar. "Mwo? Risih? Ah, baguslah. Kalau begitu kalian berdua boleh segera enyah dari hadapanku sekarang juga"
"Ya! Kau ini jahat sekali. Aku dan Ryeowook hanya bermaksud memberimu pencerahan tentang rumah tanggamu, bodoh!" hardik Yesung yang tidak terima karena merasa diusir.
"Berhenti mengurusi rumah tanggaku dan buatlah rumah tangga sendiri, Hyung!" balas Sungmin kesal. "Kalian ini sebenarnya kenapa? Kau, Kau, dan Eunhyuk sama saja" menunjuk satu-satu orang di hadapannya. "Mengapa kalian sangat cerewet dengan hubunganku bersama Kyuhyun, huh? Apa keuntungan yang kalian dapat? Apa Kyuhyun yang membayar kalian?!"
"SUNGMIN!" bentak Yesung, membuat beberapa orang di sekitar mereka melihat ke arah mereka bertiga. Terutama Yesung yang berteriak pada salah satu warga sekolah itu di tengah jam makan siang seperti ini.
"MWO?" balas Sungmin makin menantang.
Hahhhh, kalau sudah begini Yesung hanya bisa mengalah. "Dengar, kami melakukan ini untuk kebaikanmu, Sungmin-ah" nada bicara Yesung melembut.
"Semalam kau bilang pada Wookkie kalau Kyuhyun sudah pulang, namun ia terlihat berubah drastis. Tidakkah itu aneh, hm? Dengar… aku tau kau tidak mencintai Kyuhyun sejak awal. Namun, sekarang keadaannya berbeda. Ia suamimu, meskipun tidak mencintainya setidaknya kau bersikap baik padanya, Sungmin-ah"
"Hyung, kalau aku bersikap baik padanya apa keuntungan yang akan aku dapatkan, huh? Aku hanya mencintai Siwon dan aku tidak mau bersikap baik padanya sebagai teman atau apapun itu!" tolak Sungmin dengan tegas. Ia sudah sangat jengah mendengar nasihat yang membuat telinganya panas.
"Kalau begitu kalian bercerai saja"
Dan seketika, ucapan dari si polos Ryeowook membuat 2 orang lainnya terperangah kaget.
"Ryeowokkie… k-kau—"
"Ah, ide bagus. Aku akan memintanya menceraikanku ketika aku pulang nanti" Sungmin berkata dengan wajah sumringah tanpa dosa. Sementara Ryeowook tampak sangat menyesali ucapannya barusan.
Haah, si polos Ryeowook membuat masalah besar kali ini.
.
.
.
KyuMin's home : 7.50 pm
Kyuhyun tampak serius dengan tumpukan kertas dan deretan angka-angka di layar laptopnya. Meninggalkan perusahaannya dipimpin orang lain selama berminggu-minggu berakibat banyak tugas menumpuk yang harus segera selesaikan secepatnya. Sesekali kepalanya berdenyut nyeri dan itu membuatnya mau tidak mau harus rehat sejenak.
Sungmin tiba-tiba muncul dan duduk di sofa dekat Kyuhyun bekerja di ruang tv. Kyuhyun yang sangat serius sepertinya tidak menyadari atau pura-pura tidak menyadari kalau Sungmin duduk di dekatnya. Matanya masih terfokus pada layar laptop di hadapannya.
"Hei, Cho" Sungmin memanggilnya dengan suara pelan.
Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin, langsung menatap matanya. "Wae?" tanyanya
"Bagaimana jika kita… bercerai saja?"
DEG
Sontak Kyuhyun menegang. Apa? Bercerai katanya? Kyuhyun melepas kan kacamata minus yang semula bertengger di hidungnya. Memandang istrinya sejenak lalu berdiri, berjalan ke arah kamar, meninggalkannya begitu saja. Dan Sungmin, karena merasa belum mendapat jawaban yang diinginkannya, ia mengikuti langkah suaminya pelan-pelan.
Ketika mereka berdua sudah sampai di kamar, secara tiba-tiba Kyuhyun menghentikan langkahnya. Membalikkan badan untuk berhadapan dengan Sungmin yang masih memasang tampang polos dan penuh rasa ingin tahu.
Tuk tuk
Jari telunjuk Kyuhyun mengetuk sesuatu di sampingnya yang tertempel rapi di dinding kamar mereka : poster Choi Siwon. Bahkan beberapa benda serupa turut menghiasi kamar pasangan suami istri itu. Dan jangan lupakan sebuah pigura Choi Siwon dengan ukuran besar yang seharusnya terpampang foto pernikahan mereka. Siapa lagi kalau bukan Sungmin pelakunya.
"Apa orang ini benar-benar membuatku tidak bisa terlihat olehmu, huh?" ucap Kyuhyun dengan nada sarkastik
"Hei, kau ini sebenarnya kenapa. Sejak pulang, kau bersikap aneh" Sungmin berusaha mencairkan suasana.
"Sungmin-ah… aku mencintaimu, tetapi sungguh…. rasanya sakit sekali" pandangan Kyuhyun berubah menjadi sendu.
"Hei… hei.. kau ini sebenarnya kenapa?" Sungmin makin bingung dengan Kyuhyun yang tiba-tiba berubah menjadi melankolis.
Secara tidak sengaja, kedua mata Kyuhyun melihat sebuah boneka kelinci berukuran besar yang terletak di sudut kamar. Boneka kelinci? Ah ia jadi teringat dengan tragedi bandara beberapa waktu lalu. Ngomong-ngomong, apa yang terjadi dengan boneka itu sekarang?
Kyuhyun tersenyum sinis begitu melihat catatan kecil bertuliskan 'From Choi Siwon' yang tergantung di telinga boneka kelinci yang asing untuknya. Sebelum ia pulang ke Korea, sebenarnya ia sudah tau bahwa Sungmin akhir-akhir ini makin dekat dengan idolanya itu. Entah bagaimana caranya, yang Kyuhyun tau hubungan Sungmin dengan salah satu member monyet-monyet itu makin dekat.
"Choi Siwon, tsk!" ucapnya sinis lalu menendang boneka itu hingga terguling tak berdaya di lantai.
"YA! APA YANG KAU LAKUKAN!" Sungmin jelas berang melihat apa yang baru saja dilakukan Kyuhyun.
Kyuhyun membalikkan badannya menghadap Sungmin yang menatapnya nyalang.
"MWO?! AKU TIDAK TAKUT PADAMU CHO BRENGSEK!"
"…."
"KEMBALIKAN BONEKA ITU KE POSISI SEMULA"
"….."
"LAKUKAN!"
"….." Kyuhyun tak bergeming
"KUBILANG LAKUKAN!"
GREP
Tangan kanan yang mulanya akan memukul kepala Kyuhyun ditahan dengan cengkraman Kyuhyun yang begitu kuat hingga terasa menyakitkan. Namun sebisa mungkin Sungmin menyembunyikan ringisan sakit di pergelangan tangannya. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan Kyuhyun, terlebih dalam situasi seperti ini.
Sedetik kemudian, Kyuhyun menghempaskan tangan Sungmin begitu saja hingga membuat Sungmin tersungkur ke lantai. Dan yang terjadi selanjutnya benar-benar membuat mata Sungmin terbelalak lebar.
KREK
KREK
KREK
KREK
KREK
Kyuhyun merobek semua poster Choi Siwon yang tertempel rapi di kamarnya seperti orang kesetanan. Mengabaikan Sungmin yang berteriak-teriak pilu, dan air mata yang mengalir di kedua pipinya.
"ANDWAE! ANDWAE KYUHYUN-AH! ANDWAE!"
Kyuhyun terus menghancurkan semua yang berhubungan dengan Siwon ataupun StepUp di kamarnya. Tetap tidak menghiraukan Sungmin yang sampai bersimpuh memeluk kakinya agar ia berhenti menghancurkan properti berharga milik istrinya yang kini terlihat begitu tak berdaya dan menyedihkan.
DUG
Kyuhyun bahkan tidak menyadari bahwa kepala istri yang sangat dicintainya sempat terbentur dinding ketika ia menghempaskan kaki kanannya yang dipeluk Sungmin. Pikirannya sangat kacau sekarang dan ia butuh semua benda-benda laknat itu sebagai pelampiasan amarah dan kekecewaannya.
KREK
KREK
KREK
"ANDWAE! ANDWAE! ANDWAE!" Sungmin terus berteriak pilu, berharap Kyuhyun yang sedang dikuasai amarah menghentikan kegiatan penghancurannya.
"Hah… hah… hah… hah…" napas Kyuhyun agak tersengal. Ia berhenti di depan pigura besar dengan foto Choi Siwon, dan seketika amarahnya kembali meledak.
PRANG
Pigura cantik berharga mahal itu akhirnya harus berakhir di tangan Cho Kyuhyun.
"Hiks…. Andwae… hiks… Andwae…." Suara Sungmin melemah.
Sungmin seperti kehilangan tenaga begitu melihat benda berharga terakhirnya tak luput dari amukan kyuhyun. Dadanya terasa begitu sakit menatap foto Choi Siwon yang ukurannya sangat besar dengan pecahan kaca di atasnya dan kayu dari pigura yang sudah patah. Ia merangkak ke arah robekan poster-poster yang berserakan di lantai dan memegangnya dengan tangan yang gemetar.
"Hiks… Eomma…. Eotteokhae… hiks" tangisnya pilu
Terlihat begitu menyedihkan dengan wajah yang basah dengan air mata, dan tangan yang berusaha menyatukan robekan-robekan poster yang ia kumpulkan satu demi satu dengan susah payah sejak ia pertama kali menjadi fans StepUp.
Sementara itu Kyuhyun dengan napas yang masih agak tersengal menghampiri Sungmin yang terduduk lemah tak berdaya di antara sobekan poster-poster hasil ulahnya. Ia menarik kasar bahu istrinya, hingga istrinya itu berdiri. Menatap mata istrinya yang basah karena air mata lalu mencengkram kedua pundaknya erat.
"LIHAT APA YANG AKU LAKUKAN PADA SIWONMU! LIHAT!"
"Hiks…" bahu Sungmin bergetar. Menahan tangis sekaligus takut.
"KATAKAN! KATAKAN SEKALI LAGI BAHWA KAU INGIN BERCERAI! KATAKAN LEE SUNGMIN! KATAKAN!" bentak Kyuhyun dengan mata nyalang.
"A-ani… a-aniya, Kyuhhh" cengkraman Kyuhyun yang menguat di pundaknya membuat pertahanannya dari rasa sakit jebol seketika.
BRUG
Dengan penuh emosi, Kyuhyun melempar tubuh Sungmin ke ranjang dan menindihnya. Kyuhyun masih tidak melepaskan pandangannya dari mata istrinya yang menutup karena ketakutan. Kesal karena Sungmin tidak membuka matanya, Kyuhyun mencengkram rahang Sungmin dengan tangan kanannya.
"TATAP AKU LEE SUNGMIN!"
Sungmin benar-benar dalam posisi terjepit kali ini. Ia ketakutan setengah mati, belum lagi Kyuhyun yang menindih tubuhnya membuatnya tidak bisa bergerak bebas. Menatap mata Kyuhyun dalam keadaan seperti ini rasanya sangat sulit.
Kyuhyun makin kesal karena Sungmin tidak mendengarkannya. Ia merobek kemeja putih susu yang dikenakan Sungmin secara serampangan, tidak mempedulikan kancing-kancing yang terlepas dan loncat kemana-mana. Dengan robekan kasar seperti itu, bisa dipastikan kalau kemeja itu tidak akan pernah bisa dipakai lagi.
Dan akhirnya terpampanglah tubuh mulus milik Lee Sungmin yang belum pernah dilihatnya bahkan meskipun mereka sudah menikah. Kyuhyun yang saat itu sedang dikuasai oleh amarah, tanpa ragu memagut kasar bibir Sungmin. Tidak mempedulikan istrinya yang meronta-ronta, berusaha lepas dari cengkramanya yang kelewat kuat, bahkan hingga menyakiti.
"Eunghh, Kyuhhh… andwaeyohhh… andwaeee" Sungmin berusaha menjauhkan kepala Kyuhyun dari lehernya.
"Mphhh… mphfttttt… kyumphhhh… hentimphhhh"
"Kyuhhh… hiks…. hiks… hiks…"
Tiba-tiba Kyuhyun berhenti dari kegiatannya ketika ia mendengar Sungmin menangis. Kyuhyun baru sadar bahwa apa yang ia lakukan menyakiti istrinya. Astaga, apa yang ia lakukan.
Ia menatap wajah istrinya yang sepertinya sangat ketakutan dan seketika rasa sesal menyeruak masuk ke dalam dadanya. Ia bangkit dari atas tubuh Sungmin lalu meninggalkan Sungmin yang terisak pilu di atas ranjang.
Tak berselang lama setelah Kyuhyun pergi, Sungmin beranjak dari kasurnya lalu merogoh-rogoh laci meja di samping tempat tidur seperti mencari sesuatu. Dan dengan sabar dan air mata yang terus mengalir, ia mencoba untuk menyatukan kembali robekan demi robekan poster meskipun terlihat sangat tidak mungkin.
Sungmin bahkan lupa bahwa ia half naked. Mengabaikan udara dingin dari AC kamarnya, ia terus berusaha menyatukan robekan-robekan benda berharganya meskipun air mata tidak bisa berhenti mengalir di pipinya.
"Hiks… eomma, eotteokhae? Tidak bisa diperbaiki… hiks… hiks…" isaknya pilu.
.
.
.
―TBC—
Hai hai semuanya long time no see haha
Mangkir dari jadwal ngerjain tugas buat presentasi akhirnya jadilah chapter ini
KyuMin momentnya udah banyak kan?
Maaf ya kalo chapter ini failed banget, soalnya masih kebawa feel tugas presentasi jadinya ya beginilah
Semoga suka yaa dengan chapter ini
Thanks banget sama yang udah review di chapter sebelumnya :* maaf nggak bisa sebutin satu-satu
Keep review pweaseeeeee :3
September 15, 2013
