Loving You
Author :
Anisaaa
Rate :
M
Category :
Yaoi/BL, family, lil angst, drama, Childish!Grumpy!Min
Cast :
- Lee Sungmin
- Cho Kyuhyun
- Other cast
Summary:
Sungmin terjebak dalam pernikahan yang tidak diinginkan bersama seseorang bersama Cho Kyuhyun. Namja kaku yang menurutnya sangat-sangat pabbo. Sangat-sangat menyesal mengapa ia berakhir dengan suami bodoh seperti Kyuhyun yang bahkan tidak bisa mengelap kaca.
.
.
DON'T LIKE DON'T READ
DISLIKE? GO AWAY!
ENJOY~
.
.
Kyuhyun memandang sendu kardus yang ada di hadapannya. Kotak itu teronggok tak berdaya di sudut ruang kerjanya. Selama ini semua hal-hal yang batal ia berikan untuk Sungmin pasti berakhir di kotak itu. Bahkan si pemilik tak sadar bahwa tidak ada lagi ruang kosong dalam kotak itu, terlalu banyak benda yang batal diberikan untuk Sungmin. Album foto pernikahan, tiket bioskop, tiket konser, album StepUp berbagai versi dengan harga termahal. Namun sayang, sekedar meletakkannya diam-diam di meja saja Kyuhyun merasa sulit. Ia hanya bingung bagaimana mengatakan semuanya pada istrinya. Terutama tentang betapa ia mencintai namja itu.
Drrt… drrt…
Seohyun's calling
Pria itu mengerenyitkan dahinya. Sahabatnya itu tipe yeoja yang sangat sibuk bekerja dan sekarang belum waktunya istirahat makan siang. Apakah sesuatu terjadi hingga membuat yeoja itu meluangkan waktu untuk menelponnya di saat jam kerja seperti ini.
"Yeo―"
"Kyu! Aku punya kabar baik. Makan siang nanti, bisakah kita bertemu?"
Kabar baik?
"Tidak. aku sibuk, Seo"
"Begitukah. Yasudah, tidak apa-apa."
PIP
Dan sambungan itu terputus secara sepihak. Yeoja itu, kebiasaan sekali batin Kyuhyun seraya mengutak atik ponselnya. Dan tiba-tiba tubuhnya kaku, terkejut akan apa yang dilihatnya dari benda tipis di genggamannya itu.
Pesan dari sahabatnya, Donghae, beberapa waktu lalu saat ia berada di Denmark. Bahkan Sungmin juga sempat mengiriminya puluhan pesan serta panggilan yang tidak pernah dijawab. Kyuhyun terperanjat membaca satu demi satu pesan dari mereka
January 18, 2013
Donghae
Kyuhyun-ah kau dimana? Istrimu bilang kau ke Namwon, tetapi kenapa lama sekali?
January 20, 2013
Sungmin
YA! Cho Kyuhyun! Kau ingkar janji! Ini bahkan sudah lebih dari seminggu lebih bodoh!
January 26, 2013
Sungmin, Lee
Cho Kyuhyun kau pergi kemana? Kapan kau akan pulang?
January 28, 2013
Sungmin, Lee
YA! Balas pesanku brengsek
February 4, 2013
Donghae, Lee
Kyuhyun-ah, gwaenchana? Sungmin mengkhawatirkanmu
February 1, 2013
Donghae, Lee
Kyu, lusa hari ulang tahunmu. Kau pulang kan? kami menyiapkan sesuatu untukmu
February 2, 2013
Sungmin, Lee
YA! Babbo namja! Kau harus pulang besok! Aku tidak mau rugi, pokoknya kau harus pulang di hari ulang tahunmu!
February 3, 2013
Donghae, Lee
Hey, Kyu. Kau dimana? Kami menunggumu. Cuaca dingin sekali, kau tahu? Kasihan istrimu
February 3, 2013
Donghae, Lee
Kyuhyun-ah, ini sudah larut. Kau sudah di Seoul kan? Balas pesanku atau angkat telponku, Kyu.
February 3, 2013
Donghae, Lee
Kau belum pulang ya? Tidak apa-apa, mungkin tahun depan. Istrimu baru saja pulang, kkokjongma
February 4, 2013
Donghae, Lee
Kyuhyun-ah istrimu diopname. Kau tau, dia sakit karena sendirian menunggumu di luar dengan cuaca sedingin ini. Dia sangat merindukanmu, pulanglah
February 4, 2013
Sungmin, Lee
Kau membuatku terlihat seperti orang bodoh. Aku sangat membencimu, jangan pulang!
Apa katanya? Sungmin? Menunggunya? Sakit? Kyuhyun benar-benar tidak tahu kalau istrinya sempat menelpon dan mengiriminya pesan berkali-kali selama ia menghilang. Kyuhyun pikir Sungmin benar-benar serius akan ucapannya. Ia pikir Sungmin memang tak mengharapkan ia kembali. Ia pikir Sungmin tidak peduli padanya. Ia pikir Sungmin tidak pernah sedetikpun memikirkannya.
Ternyata ia salah dan apa yang dikatakan Eunhyuk benar bahwa Sungminnya bukan orang jahat. Sungminnya adalah namja berparas manis dengan hati yang lembut, penyayang, dan baik hati. Namun sikap galak yang selalu ia lihat dari istrinya membuat pria tampan itu lupa akan sosok Sungmin yang sebenarnya.
Sungmin bermulut pedas bukan karena tanpa alasan. Namja manis itu bahkan telah mengatakannya berkali-kali bahwa sikap kaku Kyuhyun lah yang selalu membuatnya naik darah. Bukan karena Kyuhyun tidak setampan dan sealim Siwon. Sungmin hanya belum mengerti bahwa jantung namja tampan ini selalu berdetak abnormal setiap berada di dekatnya bahkan mendengar suaranya. Dan Kyuhyun tidak mengerti bahwa mereka hanya belum saling memahami. Mereka butuh waktu lebih banyak lagi untuk saling memahami.
Well, menyesalinya Tuan Cho yang terhormat?
.
.
.
Ryeowook's home
February 19, 2013 : 07.18 am
Poster yang semalam terlihat lecek dan robek disana-sini itu sekarang sudah lebih baik keadaannya. Yeah meskipun isolasi menempel di berbagai bagian dan membuatnya terlihat seperti pungutan sampah, tapi setidaknya ini lebih baik dibandingkan apabila Kyuhyun merobeknya menjadi potongan-potongan kecil sehingga sulit untuk diperbaiki. Sungmin benar-benar harus berterimakasih pada sahabatnya Ryeowook yang rela bangun pagi-pagi hanya untuk membantunya memperbaiki benda berharga miliknya yang hancur berantakan.
Sementara Ryeowook serius menempel satu demi satu robekan poster milik sahabatnya, Sungmin sibuk dengan plester dan obat luka. Pecahan pigura tadi malam tidak sengaja membuat goresan kecil di jari-jarinya dan beberapa luka yang agak dalam di kakinya. Sangking kacaunya, Sungmin baru sadar bahwa tangan dan kakinya terluka ketika Ryeowook melihat jejak darah di lantai yang dipijak Sungmin.
Ryeowook tahu bahwa terjadi sesuatu yang buruk pada sahabatnya dan ini berhubungan dengan Kyuhyun. Namun melihat keadaan Sungmin yang sangat menyedihkan seperti ini, ia tidak tega untuk membuat Sungmin mengungkit luka yang bahkan belum mengering. Sahabatnya itu terlihat lebih pendiam. Ketika ditanya ia hanya tersenyum simpul tanda setuju atau menggelengkan kepalanya pelan jika ia menolak sesuatu. Belum lagi dengan kedua matanya yang biasanya berbinar lucu, kini terlihat bengkak dan sembab.
"Minnie, sebaiknya hari ini kau tidak usah bekerja saja yaa?" pinta Ryeowook menatap sahabatnya yang masih fokus dengan luka-luka di kakinya.
"Hm" balanya seraya mengangguk pelan.
"Pasti sakit sekali ya…"
"…"
Ryeowook mendekat ke sahabatnya lalu menggenggam tangannya lembut. "Kalau terjadi sesuatu, bilang padaku ne?"
"…."
"Kau tahu… kau terlihat jelek sekarang. Dengan tubuh gendut dan wajah yang seperti itu"
"…"
Sungmin hanya bergeming, sama sekali tidak berniat membalas candaan Ryeowook yang biasanya selalu berhasil menyulut emosinya. Namun saat ini, candan itu sama sekali tidak menarik untuknya. Ryeowook hanya menghela napas panjang dan mengusap kepala sahabatnya.
"Ryeowok-ah, aku ingin pulang…" lirih Sungmin.
"Pulang? Apa aku perlu menelpon Kyuhyun untuk menjemputmu"
Mendengar nama Kyuhyun disebut, wajah Sungmin pias. Ingatan tentang semalam kembali membayanginya.
"Wae Minnie?" tanya Ryeowook yang heran melihat perubahan raut wajah sahabatnya.
"Aku ingin pulang ke rumah bumonimku. Bisa antarkan aku?"
Ryeowook berpikir sebentar lalu menangguk setuju. "Tentu. Aku ganti baju dulu, ne"
Dan setelah itu Ryeowook berlalu, meninggalkan Sungmin yang melihat ke luar jendela dengan tatapan kosong. Sungmin benar-menar merindukan masa-masa ketika ia hidup tenang dan bebas. Tidak perlu repot mengurus rumah, sering mengganggu Sungjin yang menjadi hiburan tersendiri untuknya, dan ia tidak perlu membagi kamarnya dengan orang asing yang tiba-tiba hadir di hidupnya lalu mengacaukan segala kenyamanan yang ada.
Matanya kembali memanas mengingat kejadian semalam. Meskipun ia manja dan ke kanak-kanakan, ayahnya tidak pernah melakukan hal seperti itu padanya. Bahkan ayahnya yang sering ia jadikan korban pencurian dompet itu tidak pernah tega untuk melukai kulit mulusnya dengan pukulan kasar. Setiap marah, ayahnya hanya memandangnya dingin lalu menghujaninya dengan kata-kata singkat yang menusuk. Itu saja, tidak lebih. Sungmin terbiasa disayang dan dimanja banyak orang. Ia tidak pernah menyangka orang asing, si Cho brengsek itu, tega melakukan kekerasan pada istrinya sendiri.
.
.
.
Sungmin's parents home
Ryeowook sudah pergi 15 menit yang lalu setelah menghabiskan secangkir teh dan hampir setengah toples kue kering buatan Mrs. Lee. Dan selama itu pula, Sungmin sudah mengurung dirinya di kamar dan mengubur diri dalam selimut. Wanita berusia hampir setengah abad itu bingung melihat putranya yang tiba-tiba saja datang lalu langsung masuk ke kamarnya tanpa mengucapkan salam dan mengecup pipinya seperti biasa. Yang ia lihat, wajah putranya terlihat begitu lelah dan matanya agak bengkak. Apa sesuatu terjadi padanya? Batin Mrs. Lee khawatir
"Sungmin-ah…" panggilnya lembut seraya mengusap gundukan selimut berwarna biru muda itu.
"Sesuatu terjadi? Kau terlihat berbeda. Ceritakan pada umma, sayang"
"…"
"Hey, Sungmin-ah… umma berbicara padamu"
Sungmin membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan menatap kedua mata ibunya. Ia beranjak duduk meskipun rasanya lemas sekali karena tadi pagi ia hanya memakan 3 sendok bubur buatan sahabatnya.
"Umma menunggumu bercerita"
GREP
Namja manis itu memeluk ibunya erat. Berharap agar segala kesedihannya akan berkurang dengan pelukan hangat dari ibunya. Sementara itu sang ibu mengelus sayang punggung putra sulungnya. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali ia memeluk putranya seperti ini.
"Umma…" namja itu akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Hmm"
"Bolehkah aku menginap di sini selama beberapa hari?"
Mrs. Lee tercenung. Ia yakin, sesuatu pasti terjadi pada rumah tangga putra sulungnya yang bahkan belum sampai setengah tahun itu. Namun sepertinya belum tepat jika ia menanyakannya sekarang.
"Tentu" jawabnya dan tersenyum. Berusaha menyembunyikan raut penasaran dan kekhawatirannya.
"Ah ya, dan tolong bilang pada Sungjin untuk mengemasi beberapa barangku yang ada di sana"
"Ne, apapun untukmu sayang"
Sungmin tersenyum lucu. Setidaknya dengan melihat ibunya selama berhari-hari akan membuatnya lupa akan masalah yang menimpanya dan juga namja itu… Cho Kyuhyun.
.
.
.
February 19, 2013 : 08.10 pm
Kyumin's home
Pria berusia 23 tahun itu kaget ketika mendapati adik dari istrinya berdiri di depan rumahnya. Ia bahkan sudah memikirkan yang tidak-tidak. Mulai dari Sungjin yang akan menghajarnya sampai babak belur sampai Sungjin yang akan membunuhnya dengan pisau dapur milik ibunya. Namun begitu melihat senyum ramah milik adik iparnya begitu ia membukakan pintu, semua pikiran buruknya lenyap begitu saja.
"Hai, hyung" Sungjin bersikap ramah pada kakak iparnya. Sebenarnya ia juga agak segan karena pria yang berdiri di depannya ini adalah konglomerat.
"Oh, h-hai" Kyuhyun agak terbata.
"Aku ingin mengambil beberapa pakaian milik Sungmin hyung dan juga barang-barang yang berhubungan dengan pekerjaannya"
"Ah, ya. Tunggu di ruang tamu, aku akan menyiapkannya untukmu"
Sungjin menatap kagum rumah yang ditempati Hyungnya. Simple namun tak menutupi bahwa semua barang yang ada di sini bukanlah barang murahan. Mungkin sesekali ia harus menginap di sini, pikirnya. Sementara itu Kyuhyun masuk kedalam kamarnya untuk mengambil apa yang Sungjin minta.
Dengan telaten, ia memasukan satu per satu pakaian milik istrinya ke dalam koper dan beberapa barang yang berhubungan dengan pekerjaannya ke dalam sebuah kardus berukuran sedang. Namun gerakannya terhenti ketika tak sengaja melihat sesuatu di bagian bawah lemari istrinya.
Sebuah kotak berwarna cokelat dengan pita pink di atasnya. Dan ketika dibuka, ternyata isinya adalah kenangannya selama masa sekolah. Kyuhyun menutup kotak itu lagi dan meletakkannya di atas ranjang lalu keluar kamar untuk memberikan barang-barang yang ia siapkan tadi pada Sungjin.
"Maaf menunggu lama dan ini barang yang kau pinta" ucapnya sambil menyerahkan koper dan kardus pada adik iparnya.
"Gomawo, hyung. Aku langsung pulang ya, umma bilang tidak boleh terlalu lama karena sudah malam"
Kyuhyun tersenyum. Sungjin mirip dengan Sungmin, patuh dengan ibunya. "Ya, gwaenchana. Hati-hati di jalan, adik ipar" ucap Kyuhyun ramah
Sementara itu Sungjin tersenyum dan masuk ke dalam mobil. Setelah mobil Sungjin benar-benar menghilang dari pandangannya, Kyuhyun kembali ke kamarnya dan melihat kotak milik istrinya yang masih ada di atas tempat tidur.
Benda pertama yang ia lihat adalah sebuah album foto ketika istrinya masih menjadi pelajar sekolah menengah atas. Sungmin tidak banyak berubah, masih manis sama seperti bertahun-tahun yang lalu. Dalam album foto itu, Kyuhyun juga menemukan foto Sungmin yang sedang menghadiri konser bersama fans StepUp lainnya. Sungmin benar, ia memang sudah menjadi fans monyet-monyet itu sejak di bangku senior high. Bahkan Kyuhyun juga menemukan kartu organisasi fans StepUp milik istrinya. Namja tampan itu tidak menyangka kalau namja semanja Sungmin pernah menduduki jabatan penting di organisasi fans monyet-monyet itu.
Sungmin memang tidak pernah memaksakan kehendaknya pada bumonimnya, Kyuhyun sangat paham akan hal itu. Itulah mengapa Sungmin bisa menghadiri berbagai konser dengan uang seadanya, yeah apalagi kalau bukan karena part time yang dilakukannya secara sembunyi-sembunyi dan bergabung serta menduduki jabatan penting dalam klub pecinta grup monyet-monyet Choi Siwon.
Kyuhyun tersenyum tipis. Ia pikir ia hampir mengetahui segalanya tentang Sungmin. Ternyata ia malah tidak tahu apa-apa. Ia benar, mereka butuh waktu yang lebih banyak lagi untuk bersama dan saling memahami.
.
.
.
February 19, 2013 : 08.10 pm
Star Art School
Sungmin menghela napas panjang seraya menutup pintu di belakangnya. Hhh, jam kerjanya bertambah selama seminggu ini karena kemarin ia bolos kerja. Jika biasanya ia hanya mengajar dari pukul 9 pagi sampai 3 sore. Maka selama seminggu ini ia harus mengajar dari pukul 8 pagi sampai 6 sore. Selamat menikmati hari-hari yang melelahkan Lee Sungmin, batinnya miris.
"Sungmin seonsaenim…"
Ia menolehkan kepalanya ke kiri dan melihat staf kantornya memanggilnya. "Ah, ne…"
"Ada tamu untuk anda di lobby"
"Nugu?"
"Namja. Dia bilang, dia keluarga anda"
"Ne. Terima kasih, kau boleh kembali bekerja"
'Keluarga? Umma? Tidak mungkin? Sungjin? Untuk apa? Lalu siapa?' Batin sungmin heran
Ia melihat seorang pria dengan setelan abu-abu duduk membelakanginya di lobby. Dari belakang, orang itu terlihat seperti seorang eksekutif muda. Sungmin berusaha mengingat-ingat kerabatnya yang memakai setelan chaebol seperti pria itu, namun tidak berhasil.
DEG
Tubuhnya membeku seketika ketika melihat orang yang saat ini sangat tidak ingin ditemuinya melihat kearahnya dengan senyuman manis—yang menurutnya sangat menjijikan. Namja itu, Cho Kyuhyun ada di tempat kerjanya dan merusak harinya.
"Hei, apa kabar?" tanya Kyuhyun kaku
Sungmin hanya diam, duduk kaku di hadapan pria itu seraya mengepalkan tangannya untuk menahan emosi yang sudah meluap-luap di kepalanya.
"Untuk yang malam itu… aku―aku minta maaf. Aku menyesal Sungmin-ah"
"…"
"Yeah aku tau memaafkanku memang tidak semudah itu. Tapi bisakah kau memberikan kesempatan kedua untuk hubungan kita?"
"…"
"Aku pikir kita butuh lebih banyak waktu untuk saling memahami. Benar begitu kan, Sungmin-ah?"
"…"
"Hey, apakah kau tidak merasa aku sudah berubah. Aku bisa berbicara lancar dan bersikap normal di depanmu sekarang. Bukankah itu bagus?"
"Pergi!"
"Hm? Kau bilang apa?" Kyuhyun berharap apa yang baru didengarnya salah.
"Pergi! Aku ada jam mengajar"
"Ah, ya. Aku minta maaf karena telah menganggu jam kerjamu. Dan… aku harap kau segera pulang, aku menunggumu" Kyuhyun mencoba tersenyum manis meskipun hatinya miris.
"Pergi dari sini sebelum aku memintamu bercerai!"
Kyuhyun membatu. Pria itu benar-benar tidak bisa berkutik ketika kata 'cerai' terucap dari bibir istrinya. Ia berusaha terlihat kuat dan menganggap ucapan Sungmin hanya gurauan dengan tertawa kaku.
"Khalkkae. Jaga dirimu baik-baik, Sungmin-ah" ucapnya lalu pergi dari hadapan istrinya.
Sementara itu Sungmin langsung buru-buru mencari toilet terdekat dan menangis tanpa suara di sana. Di tangan pria itu, semuanya hancur. Hidupnya, kebahagiaannya, cita-citanya, impiannya. Dan Sungmin tidak ingin membiarkan dirinya ikut hancur bersama mimpinya 'menjadi asisten Siwon' sejak ia terikat dengan namja bernama Kyuhyun.
Sungmin butuh waktu untuk berpikir. Tentang hidupnya, tentang kelanjutan rumah tangganya, dan tentang Kyuhyun. Ia tidak ingin terjebak dalam perubahan Kyuhyun yang menawarkan kenyamanan yang selama ini ia cari dari sosok suami yang dulu selalu ia bentak-bentak. Ia butuh sesuatu yang dapat meyakinkannya bahwa Kyuhyun tidak sejahat itu dan bisa mendampingnya meskipun ia lebih mencintai Siwon. Ia butuh hanya butuh waktu dan kepercayaan. Ya, hanya itu
.
.
-TBC-
.
.
Update lama, mianhae neeee. Semoga chapter ini nggak bikin tambah kecewa
Makasih buat yang udah review di chap sebelum-sebelumnya *kecup satu-satu* :3
Ah ya, dan selamat Hari Raya Idul Adha bagi yang merayakannya
Dagingnya boleh dikirim ke rumah hihihi
Keep review pleaseee~ :*
October 15, 2013
