Loving You

Author :

Anisaaa

Rate :

T

Category :

Yaoi/BL, family, lil angst, drama, Childish!Grumpy!Min

Cast :

- Lee Sungmin

- Cho Kyuhyun

- Other cast

Summary:

Sungmin terjebak dalam pernikahan yang tidak diinginkan bersama seseorang bersama Cho Kyuhyun. Namja kaku yang menurutnya sangat-sangat pabbo. Sangat-sangat menyesal mengapa ia berakhir dengan suami bodoh seperti Kyuhyun yang bahkan tidak bisa mengelap kaca.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

DISLIKE? GO AWAY!

ENJOY~

.

.

"Haish!"

Kyuhyun mendesis jengkel. Namja itu benar-benar menyesal membiarkan Sungmin melakukan semua hal seenaknya. Sebulan lebih hidup dengan Sungmin seharusnya ia bisa sedikit kebal dengan jurus puppy eyes andalan namja kelinci itu.

Sungmin, si namja kelinci, secara menganggetkan datang padanya lalu bersikap―sedikit―lebih baik padanya. Bagaimana mungkin seorang Kyuhyun tidak kaget sekaligus senang di waktu yang bersamaan. Yang lebih mengaggetkannya lagi, sepulang Kyuhyun dari rumah sakit Sungmin, yang entah pada saat itu salah makan apa, tiba-tiba bilang bahwa ia akan memaafkan semua kesalahan Kyuhyun dan mulai mengaggap namja berkulit pucat itu sebagai temannya asal Kyuhyun memenuhi 3 syarat darinya : membiarkan Sungmin mencintai Siwon seumur hidupnya, membiayai semua yang berhubungan dengan kegiatan 'pemujaannya' pada StepUp seumur hidupnya, dan tidak melakukan segala bentuk kekerasan pada Sungmin.

Dan atas ketiga syarat tadi, disinilah Kyuhyun sekarang. Berada dalam lautan manusia yang berjubel, berdesak-desakan saling mendahului untuk masuk ke area fanmeeting StepUp. Kalau saja ini bukan bagian dari syarat yang Sungmin berikan, Kyuhyun tidak sudi berdesak-desakan seperti ini hanya demi bertemu 'monyet-monyet' itu.

Kyuhyun mengela napas panjang lagi sambil sesekali menekuk kaki-kakinya yang terasa kebas karena terlalu lama berdiri untuk mengantri. Namun sebaliknya, Sungmin yang telapak tangannya digamit erat oleh sang suami malah seperti punya banyak kekuatan. Namja itu sesekali berteriak-teriak menyebut biasnya atau ikut menyanyi dengan ratusan fans lainnya yang juga ingin masuk ke area fanmeeting. Entahlah… acara fanmeet kali ini terasa berbeda. Terasa lebih ramai, mungkin. Karena yang menemaninya bukan Ryeowook, melainkan Kyuhyun.

"Ya! Senyum sedikit, Kyu! Sebentar lagi kita akan masuk. Aku tidak ingin ada wartawan yang tidak sengaja menyorotmu dan memberitakan bahwa kau dipaksa ikut acara ini untuk mendongkrak popilaritas StepUp!" pekik Sungmin setelah menyadari namja disampingnya yang sedari tadi memasang wajah kusut.

"Neee" Kyuhuyun hanya bisa meng'iya'kan pasrah.

Menatap jengah antrian yang sebenarnya masih sangat panjang. Mungkin sekitar 10 atau 15 menit lagi mereka baru bisa masuk. Mencoba bersabar demi hubungan mereka yang kini sudah mengalami kemajuan. Setidaknya dengan ini mereka bisa punya banyak waktu untuk bersama dan saling memahami. Kyuhyun mencoba berpikir positif dan mengambil hikmahnya.

.

.

"Aigoo, Siwonnie tampan sekali dan… dan Henry? Namja itu terlihat lebih cerah. Nanti aku akan tanya apa produk yang ia pakai, lalu sepulang dari sini kau akan membelikannya untukku. Iyakan, Kyuuu?"

Hhhhh~ Kyuhyun mengangguk pasrah

Mereka berdua sedang antre untuk mendapatkan tanda tangan. Sungmin antre di barisan Siwon dan Kyuhyun… di barisan Hyukjae yang sebenarnya ia bahkan tidak tahu kalau Hyukjae termasuk dalam member 'monyet-monyet' itu. Mungkin karena barisan Siwon-Hyukjae bersebelahan, makanya Kyuhyun memilih mengantri di sana.

"Min…"

"Hmmm"

"Jingkrak-jingkrak seperti itu, apa kau tidak takut kelelahan. Nanti malam kan kita akan nonton konser, kakiku saja sudah kebas"

Sungmin menoleh. Menatap Kyuhyun tajam dan merendahkan. "Ya! Kau ini namja atau apa. Lemah sekali! Kalau kau sudah lelah yasudah pulang saja sana. Aku juga tidak membutuhkanmu!" sungutnya.

Astagaa. Kyuhyun memang benar-benar sedang diuji kesabarannya. "Ani. Bukan begitu, maksudku―"

"Sudah! Pergi saja sana. Tidak usah pedulikan aku!"

"Min, aku―"

"Kau memang egois! Memintaku memaafkanmu, tapi syarat mudah seperti ini saja kau sudah mengeluh. Aku membenci―"

"Ya! Kalian berdua! Pertengkaran kalian membuat antriannya macet! Cepat maju!" marah seseorang yang berdiri tak jauh di belakang Sungmin.

Namja manis itu terdiam, melangkah ke depan meskipun matanya masih menatap Kyuhyun penuh emosi. Setelahnya, tidak ada lagi teriakan riuh yang keluar dari bibirnya. Amarahnya pada Kyuhyun sukses membuat moodnya anjlok dan kalau saja ini bukan di tempat umum, Sungmin sudah menggeplak kepala Kyuhyun atau menjambak rambut ikal kecoklatannya.

"Sungmin-ah?"

Bahkan saking marahnya pada Kyuhyun, ia tidak sadar kalau tubuhnya sudah ada tepat di depan Siwon. Sungmin cepat-cepat merubah mimik mukanya, memasang wajah semanis dan seriang mungkin. Tanpa banyak bicara, namja manis itu menyerahkan CD asli StepUp versi termahal dan beberapa lembar foto dan poster StepUp yang baru dibeli oleh Kyuhyun seminggu yang lalu.

"Kau datang sendiri?" tanya Siwon sambil membubuhkan tanda tangannya.

"Ani, dengan Kyuhyun. Dia ada di barisan Hyukjae" jawabnya.

"Kyuhyun? Suamimu?" tanya Siwon memastikan.

Mata Sungmin membulat. Tahu dari mana orang ini tentang Kyuhyun.

"Hyukjae yang bilang. Kau tidak lupa kan kalau sahabatmu itu saudara kembarnya"

Sungmin membulatkan mulutnya. Aish, kalau sudah begini makin rumit sudah. Kemungkinannya untuk bersama Siwon makin tipis. Yang ia tahu, Siwon kan namja alim. Tidak mungkin kalau dia sampai mau merebut istri orang.

"Hey, Min. kau melamun?"

Sungmin menggeleng lemah, tangannya meraih benda-benda miliknya yang sudah diberi tanda tangan oleh Siwon. "Ah ya, bagaimana kalau kita double date?" ajak Siwon.

"Hng?" Sungmin berlagak bingung padahal hatinya sudah menjerit tidak suka. Double date artinya Siwon akan membawa saingan dunia-akhiratnya ke hadapannya secara langsung. Astaga, kalau Sungmin tidak memiliki pertahanan diri yang baik, bisa saja kekasih namja impiannya itu akan berakhir mengenaskan setelah ikut acara double date dengannya.

"Iya, double date. Kau dengan Kyuhyun dan aku dengan kekasihku. Otte?"

Sungmin diam, mencoba menimbang-nimbang mana yang harus ia pilih. "Eonje?"

"Mmm. Hari selasa minggu terakhir di bulan Maret, jam 7 malam di restoran Jepang di daerah Gangnam"

"Baiklah" jawab Sungmin pasrah. Tidak ada pilihan lain yang lebih bagus. "Dan terimakasih untuk tanda tangannya. Aku tidak sabar menonton konser kalian nanti malam" ia tersenyum meskipun sedikit terpaksa karena di kepalanya terus terbayang kekasihnya Siwon yang katanya pemain film itu. Setelah itu, berlalu dari hadapan namja yang paling dicintainya setelah ayahnya dan Sungjin.

Setelah menghabiskan waktu selama 1.5 jam dengan hadir di acara fanmeet, akhirnya namja manis itu keluar juga dari ruangan yang setelah bertemu Siwon malah terasa gerah dan panas. Kepalanya celingukan mencari sosok jangkung berkulit pucat yang tadi sempat bertengkar dengannya. Apa Kyuhyun benar-benar pulang? Batin Sungmin sedih.

PUK

Tepukan di kepalanya membuatnya menoleh kebelakang dan menemukan sosok yang dicarinya sejak tadi tersenyum lembut ke arahnya. Dan entah bagaimana, Sungmin langsung memeluknya. Menenggelamkan kepalanya yang mungil ke dada si pria tampan yang kini memasang wajah shock.

"Wae irae?" tanya Kyuhyun ketika merasa cengkraman tangan Sungmin di jaketnya mengerat. Sedangkan yang ditanya hanya menggeleng pelan di dadanya.

"Kau lapar? Mau mencari makanan?" tawar si tampan.

Sungmin mendongakkan kepalanya. Memperlihatkan kedua mata rubahnya yang berkaca-kaca. "Es krim…" lirihnya,

"Ani" tolak Kyuhyun tegas. "Kau belum makan siang, Min"

"Kyuuu~"

Oh ayolah, mengapa sejak hubungan mereka membaik Sungmin jadi sering merengek seperti anak kecil padanya. "Sekali tidak, tetap tidak. Tidak ada es krim sebelum memakan makan siangmu yang tertunda, arrachi"

Pada akhirnya, Sungmin kalah dengan Kyuhyun yang berubah menjadi tegas seperti ini. Hanya bisa menurut dan berjalan mengekor di belakang namja yang sangat ingin ia pukul untuk melampiaskan emosinya karena bayangan kekasih Siwon.

.

.

.

Two weeks later

Sungmin menatap sendu langit kelabu dari jendela ruang tamu rumahnya. Ia baru saja pulang kerja, belum berganti pakaian apalagi mandi. Pikirannya bercabang kemana-mana. namja itu belum siap menerima kenyataan bahwa malam ini ia akan dipertemukan secara langsung dengan saingan dunia-akihiratnya. Ia harap malam ini hujan deras saja, agar ada alasan untuk membatalkan janjinya pada Siwon dua minggu lalu di acara fanmeeting StepUp.

Drrt…. Drrrt…..

Namja kelinci itu merogoh sakunya dan menemukan layar ponsel miliknya berkedip-kedip.

Siwonnie :3

Jangan lupa nanti malam jam 7. Ingatkan Kyuhyun-mu juga Sungmin-ah

Arrachi?

Tuh kan. Baru saja ia berniat membatalkan janjinya, Siwon malah mengiriminya pesan yang sepertinya namja itu sangat-sangat menunggu moment ini sejak lama. Ia malah terpikir untuk membawa pisau lipat. Ketika Siwon pergi ke toilet, Sungmin akan menusukkan pisau itu ke dada kekasihnya dengan Kyuhyun yang membantunya membekap mulut dan hidung orang itu. Lalu ketika Siwon kembali, Sungmin akan memasang muka sedih dan mengatakan bahwa yang membunuh kekasihnya adalah Kyuhyun. Hahaha ide bagus, Sungminnie.

"Cepat mandi, Min. bukannya malah senyum-senyum di depan jendela seperti itu. Ini sudah sore, bukankah jam 7 kita ada acara?" sebuah suara dari arah belakang yang sudah pasti milik Kyuhyun membuatnya tersentak kaget.

Astaga. Baru saja ia memikirkan hal-hal kejam tentang Kyuhyun yang akan ia jadikan kambing hitam atas kejahatannya dan kini orangnya sudah berdiri tak jauh di belakangnya. Memasang pose seperti seorang ayah yang sedang memarahi anaknya yang belum mandi.

"Kyuhyun-ah… kenapa sekarang kau cerewet sekali. Mau kupukul?!" tantang Sungmin.

"Ck" namja tampan dengan rambut yang masih basah karena habis mandi itu berdecak kesal. Dan menatap meremehkan pada namja yang kini berjalan mendekat ke arahnya.

"Mau kupukul?!" Sungmin menatapnya nyalang dan meninggikan suaranya.

Kyuhyun memasang wajah tidak peduli. "Kau berani?" tanyanya dengan nada datar dan wajah yang dibuat seseram mungkin.

Sungmin menciut. Namja didepannya ini sangat menyeramkan bila sudah bertingkah sebagai suami dengan benar. "Apa? Mau memukulku?" si namja manis mencoba membalikkan pertanyaannya untuk menutupi rasa takutnya. "Bunuh. Bunuh saja aku. Ayo bunuh! Bunuh!" ucapnya seraya menyeruduk-nyerudukkan kepalanya ke dada Kyuhyun.

Dan akhirnya sore itu berakhir dengan jam mandi Sungmin yang tertunda karena acara seruduk-seruduk dari Sungmin yang sedang menutupi rasa takutnya pada sosok Kyuhyun yang tegas.

.

.

Sejak datang di tempat ini, Sungmin benar-benar tidak bisa duduk dengan tenang. Namja manis itu gelisah. Berharap-harap cemas dengan kenyataan yang akan ia hadapi kurang dari 10 menit lagi. Siwon dan kekasihnya belum datang karena mereka terjebak macet, itu yang Sungmin baca dari pesan yang dikirimkan Siwon untukknya. Hatinya makin gelisah. Di satu sisi ia penasaran setengah mati tapi di sisi lain ia takut menelan kenyataan pahit.

Sementara itu di sampingnya, Kyuhyun hanya menatap bingung istrinya yang sedang duduk dengan gelisah di tempatnya dan jangan lupakan tetesan keringat di keningnya. Padahal menurut Kyuhyun, suhu di ruangan ini sudah cukup rendah.

"Kau kenapa?" tanya Kyuhyun.

Sungmin menoleh dan menggenggam tangan kiri Kyuhyun dengan tangan kanannya dan Kyuhyun langsung tersentak kaget menyadari dinginnya tangan milik istrinya.

"Apa kau sakit? Lebih baik kita pulang saja, ayo!" Kyuhyun sudah semangat menarik tangan istrinya untuk pergi dari ruangannya yang diperuntukkan untuk pertemuan 4 orang itu. Namun Sungmin menggeleng pelan dengan wajah yang menyedihkan.

"Gwaenchana. Aku belum mau pulang, aku masih penasaran"

"Penasaran dengan ap―"

"Annyeong haseyo" sebuah suara mengintrupsi, sepasang suami istri itu menoleh ke arah pintu. Dan di sana si tampan Choi Siwon sedang tersenyum ramah yang menampakkan dimple smile-nya dan dengan tangan yang sepertinya sedang menggandeng seseorang. Namun, seseorang itu tertutup pintu geser ruangan yang hanya dibuka sedikit oleh Siwon.

"Ah, annyeong haseyo. Silakan masuk, Siwon-ssi" sambut Kyuhyun ramah. Bagaimanapun ia tidak boleh mencoreng nama baiknya dengan melakukan tindakan yang tidak sopan pada artis seperti Siwon yang merupakan rival terberatnya.

Sepasang kekasih itu akhirnya dan Kyuhyun tercengang melihat seseorang yang tangannya digandeng oleh Siwon. Mulut serta matanya membulat, dan itu mengundang tatapan bingung dari pasangan kekasih yang baru datang itu.

"Kanapa, Min?" tanya Siwon bingung.

"Dia... Kekasihmu?"

"Ya, dia orangnya. namanya―"

"Aku pikir orang yang kau sebutkan di prees-con waktu itu adalah yeoja…" lirih Sungmin.

Siwon tersenyum, seseorang di sampingnya juga ikut tersenyum. "Kim Kibum imnida" akhirnya namja di samping Siwon itu mengeluarkan suaranya.

"K-kibum?" tanya Kyuhyun memastikan.

"Ne" jawab Siwon sumringah sementara namja yang disampingnya menyeringai menatap Kyuhyun.

Kim Kibum. Rival abadi Kyuhyun semasa SMA. Satu-satunya orang yang bisa mengalahkan Kyuhyun di bidang akademik dan game. Dan termasuk orang yang paling Kyuhyun hindari. Namun takdir kini mempertemukan dua manusia itu kembali.

Sementara itu di sisi lain, kini Sungmin malah memasang wajah yang berbinar-binar. Tatapannya terkunci pada sosok yang tadi baru saja menyebutkan namanya. Kulit seputih salju, pipi chubby yang lucu dan minta dicubit. Serta penampilan casual yang membuat namja bernama Kim Kibum itu makin terkesan menarik. Bukankah Kibum ini pemain film, kenapa Sungmin tidak mengenalnya? Mungkin itu karena Sungmin selama ini hanya fokus pada StepUp.

"Kibum-ssi, berapa umurmu?" tanya Sungmin ramah.

"Aku 2 tahun lebih muda dari Siwon Hyung" jawabnya lembut.

Sungmin kegirangan. "Jeongmal, berarti aku boleh memanggilmu Kibummie"

Mendengar Sungmin yang sepertinya menyukai kehadirannya, Kibum tersenyum dengan mata yang menyipit lucu. "Ne"jawabnya.

Tanpa mempedulikan imagenya, namja kelinci itu pindah tempat duduk ke samping Kibum. Mengamati tubuhnya intens dengan tatapan mata yang berbinar-binar. Bahkan sesekali mencubit pipi tembam namja di sampingnya dan tertawa bersama.

"Lee Sungmin!" suara datar Kyuhyun mehentikan acara 'Tali Kasih' antara Kibum dan Sungmin. Ia menatap tidak suka ke arah Sungmin yang sepertinya akrab sekali dengan Kibum. "Ayo pulang" desisnya tajam.

Sungmin langsung memasang wajah tidak suka. "SHIREO!" protesnya seraya memeluk tubuh Kibum, tidak ingin dipisahkan dari si Putri Salju. "Pulang sana sendiri!"

"Pulang sekarang atau kupaksa"

"SHIREO!" balas Sungmin sengit. Ia sangat-sangat tidak rela dipisahkan dengan Kibum, mereka baru saja beberapa menit bertemu dan mengobrol.

"Sungminnie Hyung sebaiknya kau turuti si pemarah ini. Kalau aku punya jadwal kosong, aku janji kita akan bertemu lagi" bujuk Kibum dengan mata yang menatap remeh pada Kyuhyun.

Kyuhyun makin tersulut emosinya. Apa tadi, Sungminnie? Istrinya dipanggil semanis itu oleh rival abadi SMAnya yang bahkan belum satu jam mengenal dengan istrinya.

Sebelum Kyuhyun makin melebarkan matanya ke arah Kibum, Sungmin menggerung lucu. Mengucap pamit pada Siwon dan Kibum sekaligus memasang wajah bersalah karena acara makan malam mereka berakhir seperti ini.

Sungmin berjalan di depan Kyuhyun. Sebelum menggeser pintu untuk menutupnya, Kyuhyun memandang sinis pada dua orang yang ada di ruangan itu. Choi Siwon dan Kim Kibum. Cocok sekali, keduanya merupakan saingannya.

Dan tragisnya… kini saingannya untuk mendapatkan hati Sungmin bertambah dengan kehadiran Kibum.

Poor Kyuhyun

.

.

TBC

.

.

Sebenernya udah mulai bingung mau ngelanjutinnya kayak gimana.

Sempet kehilangan ide sampe jadinya totally failed kayak chapter kemaren T.T

Bantu saya buat semangat nerusin FF ini sampe END donggg

Banyak ide berseliweran tapi bukan untuk FF ini.

Haduhhh, masih kepikiran utang sekuel nih ToT

Akhir kata, makasih banget buat yang review di chap sebelum-sebelumnya

Tanpa review dari kalian, nggak bakalan nih FF sampe sini. Thanks banget yaa :***

Keep RnR pleaseeee

November 3, 2013