"Long time no see… Cho Kyuhyun"

Kyuhyun tersentak dan suhu tubuhnya menurun drastis. Pandangannya terkunci pada sosok mungil yang berdiri angkuh di hadapannya seraya memamerkan seringai yang penuh arti. Namja itu secara mengejutkan datang ke kantornya dan tiba-tiba sekarang berdiri berhadapan dengan pemilik kantor yang sedang ia pijak.

"Kau…" desis Kyuhyun tertahan

Kibum tersenyum miring, memandang rendah sosok di depannya, duduk di kursi yang sarat akan keangkuhan. Tatapan namja berkulit seputih salju itu masih sama. Masih sama seperti berahun-tahun yang lalu. Mereka berdua saling memandang dalam diam.

"Jadi ini ucapan 'selamat datang' darimu heh, Cho Kyuhyun?"

"Apa―"

"Baiklah aku saja yang memulai. Jadi… selamat bertemu kembali, rivalku"

Loving You

Author :

Anisaaa

Rate :

T

Category :

Yaoi/BL, family, lil angst, Smut, drama, Childish!Grumpy!Min

Cast :

- Lee Sungmin

- Cho Kyuhyun

- Other cast

Summary:

Sungmin terjebak dalam pernikahan yang tidak diinginkan bersama seseorang bersama Cho Kyuhyun. Namja kaku yang menurutnya sangat-sangat pabbo. Sangat-sangat menyesal mengapa ia berakhir dengan suami bodoh seperti Kyuhyun yang bahkan tidak bisa mengelap kaca.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

DISLIKE? GO AWAY!

ENJOY~

.

.

April 1, 2013

Gravity Corp. Buildings

"Heung?"

Sungmin menyipitkan kedua matanya, berharap kalau apa yang dilihatnya kali ini salah. diam-diam namja itu berdoa dalam hati jika ini hanya rekayasa Kyuhyun untuk merayakan april mop. Berpura-pura selingkuh di belakangnya dan kejutan… Sungmin tertipu. Ya, iya harap begitu. Namun kenyataannya dua namja yang sedang duduk berhadapan di cafeteria kantor Kyuhyun itu memang suaminya dan… Kim Kibum.

Wajah namja manis itu menjadi sendu mengingat perkataan Donghae kemarin. 'Ah, aniya!' ia menggeleng-gelengkan kepalanya, secepat mungkin merubah raut wajahnya. Kakinya melangkah masuk ke cafeteria seraya memasang wajah palsu miliknya.

"Ah! Kim Kibum, aniya?" pekiknya―sok―girang.

Salah satu dari dua namja yang sedang sibuk dalam keheningan itu tersenyum riang dan menganggukkan kepalanya lucu. Kibum menepuk-nepuk kursi di sampingnya, memberi isyarat pada teman barunya untuk duduk di sampingnya.

"Senang bertemu denganmu lagi" ucap Sungmin riang

"Ne, aku juga Hyung" balas Kibum kalem. Namja berkulit seputih salju itu tersenyum manis hingga kedua matanya menyipit.

"Apa yang kau lakukan di sini? Kau bukan salah satu dari kolega 'Kyuhyun' kan?" Sungmin memandang sosok di seberangnya dengan tatapan sinis lalu kembali menatap Kibum dengan wajah penuh suka cita. "Aku harap bukan. Hey kau tau Kibum-ah, lebih baik batalkan niatmu untuk bekerja sama dengan orang seperti dia. Kau akan rugi, kujamin itu"

Kibum dan Sungmin tergelak. Lelucon Sungmin benar-benar berhasil mencairkan suasana, yeah meskipun Kyuhyun merasa menjadi batu di antara mereka berdua. Selain itu, Sungmin juga sangat berhasil dalam… menyembunyikan perasaannya.

"Kami teman satu SMA dan pertemuan yang kemarin itu adalah pertemuan pertama kami sejak bertahun-tahun terpisah. Selama di Amerika, aku sangat merindukan sainganku yang satu ini. Makanya aku langsung menemuinya di sini"

'Rindu? Cih!' batin Kyuhyun kesal. Namja yang sedang mengakrabkan diri dengan istrinya ini ternyata makin ahli bersandiwara.

"Jadi, kalian teman lama, ya? Kibum-ah, apakah dari dulu orang ini memang sudah seperti ini?"

Dahi Kibum mengerut bingung. "Seperti ini bagaimana, hyung?"

Sungmin tersenyum aneh lalu membisikkan sesuatu ke telinga Kibum.

"YA! Yang kalian bicarakan ada di depan kalian!" ucap Kyuhyun dongkol yang hanya dibalas tatapan aneh dari dua namja berwajah manis itu.

"Dia memang sudah bodoh dari dulu, Hyung. Itulah mengapa aku menolaknya, meskipun secara tidak langsung"

"Menolak?" ulang Sungmin. Sebenarnya ia hanya memastikan bahwa yang ia dengar salah karena jika benar ia sudah tau apa yang akan menjadi kelanjutannya.

"YA! YA! YA! Berhenti menggosip di depanku!" pekik Kyuhyun ketika rahasia yang ia pendam dalam-dalam dari Sungmin selama ini nyaris dibongkar.

"Ish, pengganggu!" Sungmin menjulurkan lidahnya ke Kyuhyun. Ia melirik jam yang bertengger manis di tangan kanannya, "Jam makan siang hampir habis, aku harus kembali bekerja. Kibum-ah, sampai jumpa"

"Ah, ne. Sampai jumpa. Hati-hati, Hyung"

Namja bermata foxy itu melangkah tergesa-gesa menuju pintu keluar. Ia tidak sedang dalam keadaan terburu-buru. Tidak sama sekali. Hanya saja, pandangan namja itu sudah mulai kabur, ditambah dengan kedua matanya yang memanas dan berkaca-kaca. Belum lagi dadanya yang terasa… sesak.

.

.

.

KyuMin's home

'Kyuhyun jatuh cinta pada Kibum'

'Kyuhyun cinta Kibum'

'Kyuhyun… Kibum'

Pandagan Kyuhyun pada Kibum…

Tatapan Kyuhyun…

Sikap Kyuhyun…

Kenapa rasanya seperti ini?

Kedua telapak tangan Sungmin sudah penuh busa. Terlalu sibuk melamun hingga ia tak sadar bahwa sejak tadi belum ada satu piring pun yang sudah dicucinya. Matanya memandang kosong ke arah keran yang terus mengalirkan air. Ia bahkan tidak sadar jika seseorang yang berdiri tak jauh di belakangnya sedang memandanginya sejak tadi.

"Sungmin-ah, gwaenchana?"

KLANG

Sungmin tersentak kaget dan piring yang digenggamnya lepas dari tangannya yang memang licin.

"Aku―tidak apa-apa"

"Tapi―"

"Aku tidak apa-apa!" suara namja manis itu meninggi.

"Arraseo, hati-hati…" balas Kyuhyun pelan lalu meninggalkan Sungmin yang diam-diam terisak sendirian di depan bak cucian piring.

Dadanya sesak sekali, berkali-kali ia mengusap kasar kedua pipinya namun tetap saja sesuatu tidak berhenti mengalir dari kedua matanya. Ia bahkan tidak menyadari bibirnya yang mulai memerah karena terlalu keras digigit demi menghalau isakan yang akan keluar.

"Bodoh!"

.

.

.

April 4, 2013

Garosu Street, Gangnam, Seoul

"Berhenti tersenyum-senyum seperti itu atau aku akan menciummu, Kibummie"

Kibum mendengus. "Jadi kau lebih memilih aku marah-marah tanpa sebab? Menghancurkan benda-benda antik berharga selangit milikmu? Menjambak rambut lebatmu? Ah.. atau menendang selangkanganmu, hm?"

"Aigoo, kejam sekali!" Siwon bergidik ngeri ketika membayangkan aset kebanggaannya ditendang tanpa berkeprimanusiaan oleh kekasihnya.

"Jadi, hari ini kita bertemu di sini hanya untuk saling berdiam diri seperti ini? Astaga, Choi! Aku punya banyak urusan yang harus dikerjakan dan kau lebih baik menggunakan waktu luangmu untuk hibernasi" ucap Kibum sarkastis

"Demi Tuhan, Kim Kibum. Aku sangat sangat sangat merindukanmu. Akan lebih baik jika masa hibernasiku dipotong untuk memandangi kecantikanmu" goda Siwon.

"Stop it! Kau membuatku ingin muntah"

Siwon terkekeh sambil mencubiti pipi chubby milik kekasihnya yang sedang kesal. "Memang sejak kapan kau punya urusan penting selain melakukan rutinitas membosankan itu, hm?"

"Kau pikir karena kau artis, jadi hanya kau yang boleh punya banyak urusan penting, begitu?"

"Aigoo, kemana Kibumku yang manis? Kemana perginya kekasihku yang memanggilku 'Hyung' dengan suara lembut nan sexy miliknya?"

Kibum memandang kekasihnya dengan tatapan iritasi. Bertahun-tahun menjalin hubungan dengan Choi Siwon, si artis papan atas, tidak membuatnya berhasil menghilangkan penyakit 'dramaking' kronis yang memang sudah dibawa Siwon sejak lahir.

PLAK

"Awwww" pukulan telak yang diberikan secara gratis oleh Kibum di kepalanya membuat senyum pervert Siwon tergantikan dengan erangan sakit.

"Berhenti tersenyum seperti itu, Choi! Aku tahu apa yang sedang ada di kepalamu tentang tubuhku"

"Arraseo… Arraseo. Maafkan aku, nee?" ucapnya dengan nada manja yang makin membuat Kibum iritasi.

"Ya… Ya… terserah!" jawab Kibum sekenanya dan meninggalkan Siwon yang berjalan cepat di belakang, berusaha menyamai langkahnya.

"Sejak bertemu dengan Kyuhyun kau jadi sering marah-marah" adu Siwon dengan nada merajuk.

Kibum menghentikan langkahnya dan menoleh pada sosok besar yang ada di sampingnya. "Benarkah?" tanyanya serius.

"Ya" jawab Siwon ―pura-pura―serius.

Kibum mengalihkan pandangannya ke arah lain. Kepalanya mulai penuh terisi oleh bayangan akan sosok Kyuhyun.

"Ahahahahaha"

"Wae?" tanya Kibum yang heran mendengar kekasihnya tiba-tiba tertawa sendiri. Kibum memang pernah berpikir kalau Siwon mulai gila karena stress dengan jadwalnya yang padat sebagai seorang artis kebanyakan.

"Kau kan dari lahir memang pemarah, Kibum-ah. Sama seperti, Hyungmu… Kim Heechul hahaha" jawab Siwon sambil bersusah payah meredam tawa bahagianya karena sukses membuat Kibum tertipu.

"Haish!" desis Kibum kesal dan berlalu dari hadapan kekasihnya yang makin hari makin menyebalkan.

"Kau menyukai namja Cho itu, ya?" tanya Siwon ketika ia berhasil menyamai langkah kekasihnya lagi.

"Bercandamu kali ini tidak lucu dan selamat… aku tidak tertipu!" balas Kibum tanpa melihat ke arah kekasihnya.

"Aku serius, Kim Kibum"

Mendengar nada serius milik Siwon, mau tak mau Kibum menoleh dan memandang wajah rupawan milik kekasihnya. Sejurus kemudian ia tersenyum kaku dan merangkul pundak namjanya hingga Siwon harus agak menunduk karena Kibum memang lebih pendek darinya.

"Namja Cho itu sudah punya istri, Hyung. Dan aku sudah mempunyai Choi Siwon~" ucapnya dengan nada manis manja

"Kalau kau menyukainya lantas mengapa waktu itu kau berusaha mati-matian untuk menjauhkannya darimu?" tanya Siwon yang masih terbawa suasana serius.

"Hyuuuuung~" rengek Kibum.

Dan Siwon sudah mengerti kalau kekasih mungilnya ini memang tidak pernah mau membahas masa lalunya tentang Kyuhyun lebih jauh lagi.

"Ne… Ne… Arraseo" ucapnya lelah.

.

.

.

KyuMin's Home

Sungmin refleks membuka kedua manik foxynya ketika merasakan ranjang yang sedang ia tiduri bergoyang. Dan yang pertama kali dilihatnya siapa lagi kalau bukan Kyuhyun, sosok yang paling ia hindari sejak hari april mop siang itu. Namja manis itu hanya bisa menghela napas kasar, tidak ada jalan lain selain menghadapi Kyuhyun dengan memasang poker face andalannya.

Mereka berbaring dalam diam. Hanya terdengar deru napas masing-masing. Sungmin menatap sendu langit-langit kamarnya, sementara Kyuhyun menatap intens wajah istrinya dari samping. Namja tampan itu sedikit bingung. Jujur saja, ia merasa seperti sedang dihindari keberadaannya oleh Sungmin. Ah ya, namja manis itu bahkan sudah jarang marah-marah dan berteriak lagi padanya.

"Wae?" tanya Sungmin datar ketika mendapati Kyuhyun memandanginya intens.

"Ha? A―ku hanya… hanya…. Aku hanya―"

"Hanya sedang bernapas sambil berpikir!" potongnya. Ia paling benci ketika penyakit lama Kyuhyun kambuh seperti tadi.

"Mianhae…" sesalnya.

Sungmin tersenyum sinis mendengarnya. Ia membalikkan badannya, berbaring menyamping menghadap Kyuhyun. "Kenapa kau selalu meminta maaf?"

"Ha?" tanya Kyuhyun cengo.

"Kenapa kau selalu meminta maaf padahal kau tidak melakukan kesalahan apapun. Kyuhyun-ah, kalau kau terus seperti itu… kau akan diremehkan oleh orang lain. Apalagi kau seorang pimpinan"

"Aku seperti itu hanya pada orang yang aku sayangi, Min" bela Kyuhyun.

Sungmin tersenyum kecut. Ia membalikkan tubuhnya lagi menjadi berbaring, menatap langit-langit dengan pandangan yang hampa. "Itulah kesalahanmu, Kyu. Kau tidak akan membuat orang yang kau sayangi berbalik menyayangimu dengan sifat mengalah seperti itu. Apalagi orang yang setipe… Kibum"

"Kibum?" ulang Kyuhyun. Ia tidak mengerti mengapa kini nama Kibum sering disebut-sebut dalam rumah tangga mereka.

"Ah, aku mengantuk. Kyuhyun-ah, jaljayo" jawab Sungmin lalu meraih ujung selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Meninggalkan Kyuhyun yang masih memandang langit-langit kamar mereka dengan tatapan bingung.

Terlalu sibuk berpikir hingga Kyuhyun bahkan tidak akan pernah tahu bahwa seseorang di balik selimut itu setengah mati menahan isakannya diiringi dengan bahu yang bergetar halus.

.

.

.

April 5, 2013

Teacher's room, St. Marie Arts School

Manik kembar namja itu melengkung manis memandangi lembaran-lembaran yang ada di tangannya. Lembaran-lembaran itu, foto Kyuhyun semasa SMA yang didapatkannya dari hasil merengek pada Donghae. Ah, termasuk rengekan Eunhyuk yang membuat Donghae akhirnya dengan terpaksa mengontak Changmin yang sedang berada di negeri nun jauh di sana hanya untuk mengiriminya foto-foto lama Kyuhyun saat SMA. Ya, Donghae berteman dengan Changmin namun tidak terlalu mengenal Kyuhyun.

Tiba-tiba tubuhnya membeku ketika mendapati foto jepretan diam-diam milik Changmin. Di foto itu menggambarkan Kyuhyun memandangi punggung seseorang yang Sungmin yakin itu pasti Kibum. Yang membuat dadanya kian sesak adalah senyuman yang ditunjukkan oleh Kyuhyun. Ah, cinta pertama memang sangat kuat.

Pandangannya kembali mengabur dan matanya turut memanas. Mungkin sedikit obrolan dengan Ryeowook akan mengurangi beban pikirnya.

Drrt… drrrt…

Ia buru-buru mengalihkan pandangannya ke layar datar yang tergeletak di meja kerjanya. Tersenyum senang ketika mendapati tulisan 'Ryeowook's calling' di layar ponselnya. 'Sepertinya kami memang punya ikatan batin' ucap Sungmin dalam hati.

"Yeob―"

"Hiks… Minnie-ya…"

Isakan di seberang sana membuat Sungmin terperanjat, ia menegakkan tubuhnya. "Waeyo, Wookie?" tanyanya khawatir.

"Hiks… eotteokhae Minnie… eotteokhae… hiks"

"Astaga, Kim Ryeowook kau kenapa?" Sungmin makin panik dan sekelebat bayangan yang tidak menyenangkan tentang sahabatnya terlintas di kepalanya.

"Jongwoon hyung… hiks… jongwoon hyung, Minnie…. Hiks"

"Jongwoon hyung kenapa, Wookie?"

Selama beberapa saat, hanya terdengar isakan pilu dari seberang dan Sungmin hanya bisa bersabar menunggu Ryeowook untuk sedikit mengendalikan emosinya.

"Jongwoon hyung hiks… dia mengakhiri hubungan kami hiks…."

TUT TUTTTTTTTTTT

Sambungan telepon terputus dan tanpa sadar Sungmin melepaskan ponselnya dari genggamannya. Berita mengejutkan dari pasangan manis yang selalu terlihat romantis itu membuatnya lunglai. Terlalu shock untuk mendengar berita seperti itu secara tiba-tiba. Apalagi Ryeowook yang kini sedang mengalaminya? Bagaimana keadaan sahabatnya itu? Kepalanya berdenyut nyeri. Keadaan yang seperti ini, sangat tidak memungkinkan untuknya berbagi seputar masalah rumah tangganya pada Ryeowook.

.

.

.

Ryeowook's Home

Eunhyuk dan Sungmin terduduk lesu di lantai sembari bersandar dengan pintu kamar sahabatnya, Ryeowook. Namja itu sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja sekarang, bahkan mereka berdua sudah berkali-kali gagal membujuk Ryeowook untuk memakan makan malamnya.

Sungmin ditelpon ketika jam makan siang dan ia baru datang sepulang kerja. Bukan karena tidak simpati atau apa. angka bolosnya sudah terlalu banyak, Sungmin hanya takut ia dipecat karena terlalu sering meninggalkan kelas dan melimpahkan kewajibannya pada guru lain. Apalagi dengan keadaan rumah tangga yang memburuk seperti ini, kehilangan pekerjaan bukan hal yang bagus. Kemana lagi ia bisa melupakan rasa sesaknya jika tidak dengan bekerja?

"Eunhyuk-ah, bagaimana bisa seperti ini?"

"Nan molla. Seminggu yang lalu mereka masih baik-baik saja, dan tadi siang jantungku nyaris copot ketika mendengarnya menangis di telepon" balas Eunhyuk pelan.

"Eunhyuk-ah, kau bisa pulang. Ryeowook biar aku yang menjaganya"

"Ani, aku sudah memberitahu orangtuaku tentang hal ini. Lagi pula aku juga sudah mendapat izin dari Donghae. Kau saja yang pulang, Sungmin-ah"

Sungmin menegakkan tubuhnya. Menatap Eunhyuk dengan tatapan otoriter. "Biarkan aku saja yang disini, Eunhyuk-ah. Jebbal…"

"Kyuhyun… bagaimana?"

Sungmin agak menegang ketika nama itu disebut namun cepat-cepat ia mengendalikan emosinya. "Gwaenchana. Jebbal, biarkan aku saja yang disini"

Eunhyun terdiam, memandang raut wajah sahabatnya yang kini terlihat sendu. "Kalian bertengkar?" tanyanya tiba-tiba.

"Tidak. Sama sekali tidak. Kami baik-baik saja" bohong Sungmin.

"Kau bahkan tidak yakin dengan ucapanmu…"

"…." Sungmin menunduk dalam. Ia terlalu lelah untuk membuka luka yang mati-matian dipendamnya dari semua orang.

"Sungmin-ah, mau kuberitahu sesuatu?" ucap Eunhyuk dan Sungmin menoleh, menunggu seseuatu terucap dari bibir sahabatnya. "Dalam sebuah hubungan, terkadang kita tidak boleh egois. Jika kau ingin dia membiarkanmu menyukai yang lain maka kau juga harus mau membiarkannya menyukai seseorang di luar sana. Suka tidak suka, kau harus melakukannya"

Sungmin terkesiap. Ucapan sahabatnya barusan seakan-akan berhubungan erat dengan masalah rumah tangganya. Namun ia cepat-cepat kembali pada sandiwaranya. Memasang wajah jenaka seperti orang yang baru saja ditipu.

"Hahaha. Apa aku terlihat seperti itu, Hyukkie? Dengar, aku dan dia baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir, oke" ucapnya dengan senyum palsu.

Merengkuh tubuh mungil sahabatnya seraya mengusap lembut punggungnya. Seakan-akan disini Eunhyuklah yang sedang butuh dukungan moril. Terhanyut dalam pelukan hangat persahabatan, melupakan sejenak Kim Ryeowook yang sedang memeluk boneka Poohnya dengan mata sembab dan mengabaikan getaran halus di saku celananya. Panggilan dari Kyuhyun.

.

.

TBC

.

.

Sorry for late update. Kemarin-kemarin sibuk persiapan buat UAS ToT doain semoga besok hasilnya memuaskan yaaa hehehe

zaAra evilkyu : Kibum nggak jahat kok, chingu. Snow white kan perannya protagonis hehehe

: Min masih galau nih, antara Siwon sama Kyuhyun.

: Cemburu iyaa, tapi nggak mau ngaku .

nuralrasyid : ini udah next

sandrimayy88 : Mpreg? Suka baca Mpreg sih tapi belum pernah nyoba buat. masih belajar bikin NC dulu hahahah

WineKyuMin137 : Min emang suka gitu tuh. Bilangnya imut pdahal hati dongkol

Guest : thanks yaa :) ini udah lanjut

Ria : Iya Ming cemburu tapi gengsinya masih ngikut -_-

Rilianda Abelira : ini udah lanjut

ammyikmubmik : saya sih kasian sama Kibumnya(?)

NaizhuAmakusa : lagi berusaha chingu, tapi ternyata susah ._. doai ya biar next next bisa sampe 4k+

ButtCouple137 : inspirasi suka ngadat, chingu :( yaah namanya Sungmin, suka labil. Maklum

Kyutaminieya : ini udah lanjut

sider imnida : ho'oh mulai cemburu tuh anak

lee sunri hyun : sekarang? Mungkin masih suka… mungkin engga heheh

Cho Na Na : betul banget, aku aja gak tahan #eh. Kalo nggak KDRT, bukan Sungmin namanya hahahah

ChanMoody : nanti kalo udah saling memahami #setttt

minnie kyumin : naik ratenya nanti kalo aku udah yakin sama karya NC perdanaku hahahah. Maunya sih gitu chingu, tapi yaa namanya inspirasi dan waktu

sary nayolla : untuk kesekian kalinya Kyuhyun harus menelan 'pil pahit' hahahah

Zen Liu : iya, agaknya sih jantungan -_- nanti aku yang jadi dokter spesialis jantungnya biar bisa bebas grepe-grepe dada Sungmin hahaha

kyuminjoy : mungkin masih… mungkin ngak

kimshippo1 : intinya KyuBum dulunya itu rival kelas berat, tapi sebenernya Kyu diem-diem naksir Kibum. Dan berusaha ngedapetin Kibum (biarpun cuma sehari) lewat taruhan nilai Ujian kelulusan yang akhirnya dimenangkan Kibum. Dan Kyuhyun pun harus menerima kekalahannya, menghilang dari Kibum selama 5 tahun

AnieJOYERS : ini udah lanjut

Winecouple : Ho'oh, KyuBum masa lalunya begitu

Sissy : ini udah update Chingu :)

LauraRose14 : jawabannya udah tau kan sekarang. KyuBum ketemu lagi, bahkan sekarang ketemu langsung. Cuma berdua. BERDUA hahahah *dicekek Sungmin*

UnyKMHH : Ming emang gitu, gengsinye tinggi -_-

dirakyu : biar Tuhan yang hukum, mari kita doakan Sungmin biar cepet sadar sebelum dihukum Tuhan *menundukkan kepala* #MengheningkanCipta

Fishy kece : aku juga pengen :3 tapi takut sama KyuKyuuu :(

Oke, thanks for reading guyssss

Keep RnR, Ok! ;)

December 13, 2013