Disclaimer : Tokoh dalam fanfiksi ini sepenuhnya milik Masashi Kishimoto-sama. (saya hanya meminjamnya) – NARUTO
.
.
.
Warning : OOC (udah berusaha dibikin gak OOC, tapi susah), AU, typo's, dan banyak kekurangan lainnya.
Mengandung beberapa konten yang tidak pantas dibaca anak dibawah umur (DLDR)
.
.
.
Mini Black Briefcase
.
.
.
Tangan Sasuke memerah dan terlihat bekas gigitan yang baru. Matanya melotot memancarkan kekesalannya. Tangannya terkepal menahan emosi didadanya yang membuncah, kalau saja ia tidak ingat orang dihadapannya ini adalah perempuan, sudah pasti tangannya telah bersarang dipipi kiri orang itu.
"KEMBALIKAN KOPERKU, JALANG !" geram Sasuke.
"APA MAKSUDMU, UCHIHA-SAN? KOPERMU TAKKAN KEMBALI SEBELUM KOPERKU ADA DISINI," pekik Sakura frustasi.
.
.
.
Chapter 2
.
.
.
[malam hari]
"Aku perlu koperku sekarang! Ada rapat penting yang- " ucapan Sasuke seketika terpotong saat ada bunyi ponsel berdering. Dilihatnya sekilas nama yang tertera.
'Sekretarisku? Ada apa?' batinnya. Seketika itu otak pintar Sasuke berpikir, dianalisisnya lah kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika ia mengabaikan telepon dari Sekretarisnya tersebut.
'Apa jangan-jangan...' segeralah diangkatnya telepon itu, dengan cepat ia geser jarinya ke kanan dilayar ponsel pintarnya.
"Apa kau berhasil menahan mereka?" tanya Sasuke kepada orang yang telah meneleponnya.
"Maaf, Uchiha-sama. Pihak Suna sudah menunggu Anda sangat lama. Mereka pun memutuskan untuk pulang dan saya tidak bisa menahan mereka lebih lama lagi. Sepertinya mereka akan membatalkan kerja sama dengan pihak Uchiha Corp, tuan." jelas sekretarisnya, Lihat! otak pintar Uchiha bungsu itu telah berhasil menerka apa yang terjadi dikantornya sekarang. Para clientnya akan pergi sebelum ia sempat mendapatkan datanya. Dia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahi sekretarisnya atas apa yang telah terjadi.
Dilihatnyalah perempuan berambut merah muda dihadapannya. Karenanya, kini ia mengalami kerugian besar. Sasuke pun semakin kesal saat Sakura menampakkan wajah yang sama kesal dengan dirinya.
Ditariknya pergelangan tangan Sakura. Perlahan tapi pasti, tangannya terus mencengkram pergelangan itu hingga ada pekikan yang keluar dari mulut perempuan itu...
"Uhh, apa yang kau lakukan?" tanya Sakura sambil terus meringis dan berusaha menarik tangannya agar terlepas dari tangan lelaki yang terus-menerus mengekang tangannya. Tapi tetap saja gagal, karena kekuatan laki-laki memang berbeda dari perempuan.
"Karena kau ! Proyek kerja sama perusahaan ku gagal !"
"Bagaimana bisa?" tanya Sakura bingung karena tiba-tiba disalahkan.
"Koper itu. Ada data penting didalamnya," sekilas terlihat kilatan amarah di mata Sasuke yang sukses membuat Sakura yang ada dihadapannya bergidik ngeri. Satu tangan Sakura yang tadinya bebas pun kini dicengkram erat oleh Sasuke, membuat kedua pergelangan tangan Sakura nyeri akibat jari-jari Sasuke yang melingkarinya.
Tubuh Sasuke pelan-pelan mendekati tubuh Sakura, dipersempitnya jarak itu. Melihat gerakan tersebut, Sakura pun refleks memundurkan badannya menjauhi tubuh Sasuke yang terus menyudutkannya. Hingga kaki Sakura terantuk ke tepian ranjang yang membuatnya benar-benar terpojok.
Melihat hal tersebut, kini seringai nakal pun terpatri di bibir seksi milik Sasuke Uchiha tersebut.
"Apa yang kau lakukan, Uchiha-san?" tanya Sakura, pelipisnya kini telah dibasahi oleh bulir-bulir keringat. Lihat ! kini ia sudah benar-benar tidak bisa lari.
"Membuatmu jera bermain-main denganku," jawab Sasuke dengan nada sensual sambil meniup pelan telinga Sakura.
Dicondongkannya lagi wajah Sasuke hingga mendekati wajah Sakura yang sukses membuatnya semerah tomat. Jarak wajah keduanya sudah semakin dekat, sontak Sakura menjauhkan wajahnya agar tak bersentuhan dengan wajah Sasuke. Tapi usahanya untuk menghindar malah jadi petaka.
"Kyaa" badannya kini sudah terlentang diatas kasur tersebut. Tanpa disadari, tubuh Sasuke kini sudah berada diatas tubuh Sakura.
"Lihat, nona. Apa kau sedang menggodaku, huh?" tanya Sasuke dengan seringai seksinya.
"Tentu tidak, Uchiha-san !" elak Sakura dengan tegas, walau terlihat wajahnya yang masih merona karena posisi mereka yang berbahaya.
"Apa? Tidak? Lalu apa ini?" tatapan Sasuke tak bisa lepas dari selembar handuk yang masih setia membalut tubuh mungilnya.
"Apa kau bodoh? Semua bajuku ada didalam koper mini hitam kesayanganku yang saat ini ada dikantormu, Uchiha-san," ujar Sakura, otaknya masih mengingat pernyataan Sasuke tentang keberadaan koper kesayangannya itu.
Mata Sasuke kini kembali diliputi emosi, buku-buku jarinya memutih akibat dari cengkraman kasarnya di pergelangan tangan mungil itu.
"Aww, sakit" ringis Sakura, tangannya sudah benar-benar lemas dan tak bisa melawan tangan yang mencengkramnya dengan kuat.
"Kau membuatku marah !" suara Sasuke terdengar berat dan hal itu membuat Sakura benar-benar takut.
Tangan Sakura pun telah disatukan dan ditahan dengan satu tangannya, sedangkan satu tangan Sasuke lainnya digunakan untuk melepas dasi yang sedari tadi sudah bertengger di lehernya. Diikatnya lah kedua tangan Sakura agar menyatu dengan kepala ranjang itu. Setelah simpul itu terasa cukup untuk menahan Sakura, Sasuke pun berbisik ke telinganya.
"Rasakanlah, nona."
.
.
.
[pagi hari]
Keesokan paginya, para karyawan Uchiha Corp sudah berangkat menuju perusahaan paling besar di Konoha itu, tak terkecuali untuk pimpinan mereka.
"Ohayou, Uchiha-sama" terlihat seorang pegawai menyapa Sasuke yang merupakan pimpinan Uchiha Corporation sambil membungkuk dalam. Melihat hal itu ia menunduk kepalanya sedikit tanda bahwa ia merasa senang dihormati seperti itu.
Kaki Sasuke terus berjalan menuju ruang kerjanya dengan tegas menunjukkan kewibawaannya. Sesaat sebelum ia masuk kedalam ruangannya, terlihat sekretaris itu membungkuk dalam tepat dihadapan Sasuke yang sukses membuatnya berhenti melangkah.
"Ada apa, Yamanaka-san?"
"Maafkan saya, tuan. Karena saya gagal melaksanakan tugas dari anda kemarin," jawab sekretaris Sasuke yang diketahui bernama Yamanaka Ino. Posisinya kini sudah tidak membungkuk lagi tapi ia masih menunduk karena tak berani menatap langsung mata pimpinannya yang sangat ia yakini 'sangat marah'.
"Hn, bukan sepenuhnya salahmu,"
Lega mendengar pernyataan Sasuke bahwa Ino tidak membuatnya murka, ia pun memberanikan diri bertanya alasan atasannya itu meninggalkan proyek kerja samanya yang penting itu.
"Apa yang membuat Anda meninggalkan proyek kerja sama ini, Uchiha-san?"
"Aku kehilangan data penting yang diperlukan untuk membahas hal penting dalam kerja sama ini kemarin, jadi aku mencarinya," jawab Sasuke.
"Maaf, tuan. Kenapa tuan mengkhawatirkan data yang hilang itu? Saya memiliki copy-an data yang diperlukan untuk pertemuan dengan pihak Suna itu, tuan," ucap Yamanaka Ino sambil memperlihatkan flashdisk ditangannya.
Wajah stoic itu masih bertengger diparas tampannya, tapi hatinya telah benar-benar meledak karena kecerobohannya sendiri. Tapi bagaimana bisa data itu apa pada sekretarisnya? Setahunya flashdisk berisi data itu ada didalam koper hitam kecilnya yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya.
"Bagaimana bisa flashdisk itu ada ditanganmu?" tanya Sasuke dingin.
"Bukankah anda menyuruh saya untuk mengcopy data tersebut dan memberikannya kepada Uchiha Itachi-sama? Saat itu saya langsung mengcopynya dan lupa jika Uchiha Itachi-sama sedang berada di Oto dan belum kembali ke Konoha, tuan."
Uchiha Itachi yang merupakan kakak kandung Sasuke memang berhak mengetahui proyek-proyek yang dilaksanakan dalam perusahaan itu. Tapi bagaimana bisa ia lupa kalau kakaknya masih mengurus cabang Uchiha Corp di Oto.
'Benar-benar bodoh, kenapa aku bisa melupakan Itachi-nii yang sekarang ada di Oto?' batin Sasuke.
'Astaga, setelah lupa dengan Itachi-nii, sekarang aku lupa dengan perempuan berambut pink itu' dalam hatinya, seakan sadar akan sesuatu Sasuke pun langsung kembali keluar kantor menuju mobilnya yang terparkir rapi dihalaman parkir kantornya.
.
.
.
'Tap... tap... tap'
Suara langkah tergesa-gesa menguar dari sepatu lelaki berambut raven tersebut. Kakinya terus melangkah menuju kamar hotel yang kemarin ia tinggalkan.
'Duakk'
Pintu itu dibuka dengan tergesa-gesa dan dibantingnya tak sengaja saat ia melepaskan gagang pintu yang terbuka dengan kasar olehnya sendiri.
Matanya terbelalak kaget saat melihat perempuan berhelai pink itu masih dengan posisi terlentang dengan kedua tangannya yang terikat. Didekatinya lah Sakura dan dilepaskannya lah ikatan dasinya yang menyatukan lengan mungil itu dengan kepala ranjang.
Dilihatnya lah pergelangan tangan mungil itu, membiru. Ikatan kencang pada tangan Sakura membuat gadis itu benar-benar lemas. Ditatapnya mata itu, terpejam lelah. Dirabanya lagi pergelangan tangan mungil itu, ada denyut nadi yang lemah dan sangat samar membuat Sasuke mendekap erat tubuh Sakura. Kenapa begitu? Ia sudah merasa sangat bersalah saat ini.
Saat ia memeluk Sakura, dirasakannya lah punggung Sakura yang begitu dingin. Bagaimana Sasuke bisa lupa? Saat ini Sakura hanya mengenakan selembar handuk untuk menutupi tubuhnya. Dilepasnya lah jas dibadan Sasuke, di pakaikannya ke tubuh Sakura yang dingin. Setelah itu dipeluknya lagi tubuh Sakura agar dapat berbagi kehangatan tubuhnya untuk Sakura.
'Hangat, mengapa ini begitu hangat? Rasanya nyaman sekali, apa yang terjadi denganku? Ahh aku ingat, tanganku diikat dengan kencang oleh Uchiha brengsek itu. Sakit sekali, perih, tapi kenapa aku juga merasakan kehangatan? Apakah aku sudah berada disurga?' batin Sakura saat matanya masih terpejam.
Perlahan Sakura membuka kedua kelopak matanya yang sangat berat itu. Ia pun mengeluarkan sebuah lenguhan kecil tapi itu dapat terdengar oleh Sasuke yang jaraknya sangat dekat dengan Sakura. Sasuke pun melepaskan dekapannya dari Sakura dengan sangat lembut seolah-olah Sakura sangat rapuh. Ditahannya kedua bahu Sakura agar dapat menopang badannya yang lemas. Dilihatnya lah ekspresi Sakura yang begitu lemah membuat hari Sasuke teriris, bagaimana bisa ia setega ini dengan perempuan yang tak sepenuhnya salah?
.
.
.
.
tbc
.
.
.
.
Akhirnya chapter 2 selesai juga, saya nulisnya sambil baper loh. Sasuke udah dibikin dingin, gabanyak omong dan angkuh, tapi sepertinya malah bikin aneh fic ini ya :'v Di chapter 1 kemaren tulisan saya benar-benar berantakan dan gak enak dipandang sama sekali dan ada beberapa typo yang tidak bisa dihindari yang membuat saya mengedit ulang. Semoga hasil chapter 1 yang sudah diedit tidak terlalu mengecewakan, hehehe :v Dichapter 1 juga alurnya terkesan terlalu cepat dan di chapter 2 ini alurnya agak lambat.
Special thanks to :
Chiwe Sakura, ElzaMarquez, echaNM, Gue, lightflower22, Mashasi566, Aikaa-chan, dan zarachan
Karena saya masih belajar dan akan terus belajar, mohon berikan review dan saran untuk memperbaiki fic saya yang berantakan ini jika berkenan..
18/09/2016
Hime Luvchubby
