Disclaimer : Tokoh dalam fanfiksi ini sepenuhnya milik Masashi Kishimoto-sama. (saya hanya meminjamnya) – NARUTO

.

.

.

Warning : OOC (udah berusaha dibikin gak OOC, tapi susah), AU, typo's, dan banyak kekurangan lainnya.

Mengandung beberapa konten yang tidak pantas dibaca anak dibawah umur (DLDR)

.

.

.

Mini Black Briefcase

.

.

.

"Ah sudahlah, yang pasti kamu harus menerima perjodohan ini karena kita sudah terlanjur menyetujuinya. Kau pasti tidak mau mempermalukan Uchiha didepan orang banyak, kan?"

Sasuke pun terdiam, ia mulai bimbang dengan keputusan yang dia ambil. Memilih untuk menerima perjodohan ini atau mendapatkan Sakura yang belum pasti itu.

.

.

.

Chapter 7

.

.

.

'Drrt... drrt... drrt...'

Suara getar notifikasi dari ponsel Sasuke cukup untuk kedua Uchiha itu mengalihkan pandangannya menuju benda persegi panjang diatas meja kecil yang terletak diatas nakas samping tempat tidurnya.

Dengan gerakan yang setara dengan kecepatan cahaya, Sasuke pun menyambar ponselnya. Dilihatnya sekilas, ternyata ada email masuk. Rasa penasaran pun muncul dari benak sang Uchiha bungsu tersebut, membuat tangannya tergerak untuk membuka email tersebut.

'Sakura Haruno ya, hmmm' raut wajahnya berubah menjadi lebih cerah dibanding ketika ia berdebat alot dengan Itachi. Nii-san Sasuke yang bingung dengan perubahan ekspresi Sasuke langsung merebut dan membaca email masuk diponsel itu.

"Dari Sakura," seketika itu juga kening Itachi berkerut heran melihat email singkat yang membuat Otoutonya terkesan tertarik itu. Itachi yang sedang lengah karena membaca nama pengirim email, membuat Sasuke bisa merebut ponsel itu dari tangannya.

"Jangan-jangan ini dari perempuan berambut aneh yang pernah kulihat dikantormu itu, huh?" Sasuke terdiam mendengar pernyataan sang Nii-san.

"Hufftt, sudah kubilang kan? Bagaimana pun kau menghindarinya, perjodohan ini harus tetap berlanjut. Kita semua sudah sepakat menyetujuinya, jadi belum ada alasan yang bisa menyelamatkanmu dari posisi ini," ucap Itachi sembari menghembuskan nafasnya berat seolah masalah ini cukup sulit untuk diselesaikan.

"Tapi, sepertinya aku sudah menemukan alasannya," Sasuke pun menyeringai dan menatap Itachi yang tengah kebingungan dihadapannya.

"Maksudmu?"

"Bukankah sudah jelas wanita itu tidak mau dijodohkan denganku? Ini sangat menguntungkanku, Nii-san,"

"Tapi setelah perempuan itu ditemukan, kalian akan dinikahkan secara resmi. Jika kau tidak tahan dengannya, kau bisa menceraikannya. Mudah bukan?" Itachi menawarkan solusi terbaik untuk sang adik, tapi sayang sepertinya saran tersebut ditolak mentah-mentah ketika Sasuke menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak mau ambil resiko gadis yang kusuka menjadi benci dengan statusku nanti, Duda," sang kakak yang mendengarnya pun tertawa dengan sangat keras membuat seringai kemenangan yang sedari tadi terpatri diwajah Uchiha bungsu itu luntur.

"Kenapa kau tertawa?"

"Baka! Jika dia benar-benar mencintaimu, tentu saja dia akan menerimamu kembali. Kecuali, kau yang sudah terikat jadi jatuh cinta dengan istrimu sendiri nanti,"

"Cih! Perempuan itu tidak semudah yang kau pikirkan, Nii-san. Tapi aku akan berusaha menjadikan gadisku untuk menjadi yang pertama bagiku," senyuman tipis terlihat dibibir Sasuke. Memang benar yang dia katakan, perempuan itu tidak mudah. Bahkan sang kakak hingga saat ini masih sendiri karena memikirkan sebab-akibat yang akan diterimanya ketika hidup berdampingan dengan sosok yang bernama 'perempuan'. Sepertinya keteguhan Itachi untuk tidak menikah hingga saat ini masih kuat dan menjadikan Sasuke sebagai sasaran empuk dalam perjodohan ini.

Melihat sang kakak masih berkutat dengan pikirannya sendiri membuat Sasuke beranjak menuju kamar mandi. Itachi pun tak bisa berbuat apa-apa lagi, akhirnya pergi meninggalkan Sasuke sendiri dikamarnya.

Setelah lima belas menit, terlihatlah seorang pemuda dengan tetesan air yang terjatuh dari rambut ravennya. Dengan lilitan handuk putih dipinggangnya, Sasuke pun keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju nakas untuk mengambil ponselnya yang ia letakkan tepat sebelum memasuki kamar mandi. Sepertinya ia teringat akan email dari Sakura yang belum terbalas.

Perlahan diketiknya lah balasan untuk gadis berwarna merah muda tersebut. Sepertinya ia berjanji untuk bertemu dengan perempuan itu. Lalu, Sasuke pun kembali menggunakan ponselnya untuk menelepon seseorang.

"Tolong cari data mengenai perempuan yang akan dijodohkan denganku. Aku ingin besok pagi data itu sudah siap," sepertinya Sasuke akan menghancurkan citra baik wanita merah jalang itu didepan keluarganya agar ia bisa memperjuangkan Sakura dengan bukti-bukti yang didapatnya. Setelah itu, Sasuke pun mematikan teleponnya dan berjalan menuju lemari untuk memakai piyama tidurnya. Ia pun menidurkan dirinya di kasur king size untuk melepas lelah. Terlihat senyum tipis dibibir Sasuke, tak sabar untuk memenangkan Sakura, eh?

.

.

.

Sinar mentari yang masih mengintip-intip melalui jendela kamar sang Uchiha bungsu ini cukup untuk menyilaukan sepasang mata Onyx yang masih terpejam ditempat tidurnya. Lenguhan pelan terdengar dari bibirnya, nampaknya ia sudah tidak kuat menahan sinar mentari yang semakin lama semakin terang di matanya yang masih terpejam. Ia pun memutuskan untuk membuka mata dan terpaksa duduk untuk menghindari pancaran sinar yang sedari tadi menyorot wajahnya.

Diraihnya ponsel dari atas nakas dan terlihat jam yang menunjukkan pukul 7 pagi. Ia masih bergeming, nampaknya ia masih mengantuk tapi apa boleh buat sepertinya janji dengan perempuan berambut merah muda itu cukup untuk membuatnya menahan diri memindahkan tubuhnya ke posisi tidur yang lebih baik tanpa cahaya matahari, eh?

Ia pun beranjak dari tempat tidur setelah menaruh kembali ponselnya dan berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Nampaknya hal itu menjadi solusi akan permasalahan rasa kantuknya tadi, karena kegiatan ini sangat menyegarkan.

Dan seperti biasanya setelah selesai mandi, ia akan mengeringkan tubuhnya dengan handuk dan memakai pakaian casualnya. Ya ini akhir pekan, jadi ia tidak perlu repot-repot datang ke kantor untuk bekerja. Dan sepertinya, pertemuan dengan Sakura kali ini memang benar-benar harus membuat dia menyisihkan waktunya.

Diambilnya lagi ponsel itu, dan dibukanya email kemudian menuliskan pesan yang akan menjawab rasa penasarannya jika dibalas pada sang pemilik mata hijau hutan tersebut. Dia ingin tau dimana tempat tinggal Sakura sekarang, karena terakhir kali yang dia ingat, gadis itu berada di sebuah hotel.

Dering notifikasi dari ponselnya kembali terdengar, ternyata tak perlu waktu lama untuk Sakura membalas email Sasuke. Setelah dilihat, ternyata sampai saat ini Sakura masih berada di hotel. Mengejutkan memang.

Sasuke yang sudah siap itu pun langsung turun ke lantai bawah untuk menuju garasinya dan pergi untuk menjemput Sakura. Saat kakinya sudah menginjak lantai bawah, ia belum menemukan satu pun dari anggota keluarganya. Mungkin semuanya masih terlelap dalam mimpi pikirnya. Hanya ada beberapa pelayan yang sepertinya sedang sibuk dengan kegiatan pagi mereka. Sesekali terdengar sapaan ramah dari mulut para 'maid' itu. "Ohayou, Uchiha-sama," sedangkan yang disapa hanya menganggukkan kepalanya kecil.

Saat kepalanya tak sengaja menengok ke arah dapur, ia melihat beberapa makanan tersaji untuk sarapan. Aroma yang menguar dari deretan makanan dengan berbagai macam pilihan itu cukup membuat Sasuke merasa lapar. Untung dia adalah Uchiha yang sangat pandai menjaga perilakunya, jika dia adalah Naruto mungkin saat ini sudah ada air liur yang siap menetes diujung bibirnya. Sejenak diliriknyalah jam yang terpasang ditangan dan perutnya yang keroncongan itu hanya bisa dielus pelan agar cacing didalamnya bisa berhenti mengeluarkan bunyi. Dia sadar bahwa ia sudah hampir terlambat menjemput seseorang. Ternyata akhir pekan memang waktu yang pas untuk bermalas-malasan dikasur dan bersantai dirumah dengan berbagai cemilan ketimbang berpergian, hei memangnya siapa yang memaksamu berpergian dengan Sakura, Sasuke?

'Setelah ini, aku akan mengajaknya untuk sarapan saja,' pikir Sasuke karena ia harus bergegas menemui Sakura agar sesuai dengan janji mereka.

Ia yang sudah sampai digarasi langsung memasuki mobilnya dan memacu kendaraannya menuju hotel itu dengan kecepatan sedang.

Setelah menaiki lift dan sampai di lantai 4, ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar atas nama Uchi- ups Haruno Sakura maksudnya.

Yakin dengan ingatannya beberapa hari lalu, ia pun berdehem menyiapkan mentalnya. Perlahan diketuknya pintu hingga terdengar bunyi 'Ckleek' dari dalam, sudah ditunggu sepertinya.

Ketika yang akan dijemput menampakkan batang hidungnya, ia pun terkesiap melihat Sakura yang masih memakai baju tidur. Dalam hatinya meragukan apakah Sakura benar-benar ingin pergi dengannya atau tidak, padahal ia sampai rela tak sarapan pagi ini.

"Umm, anda cepat sekali Uchiha-san. Aku kira akan membutuhkan waktu lama untuk-" belum sempat Sakura menyelesaikan kata-katanya, Sasuke sudah memotongnya.

"Cepatlah siap-siap dan biarkan aku menunggumu didalam," seketika wajah Sakura berubah menjadi cemberut dengan bibir yang sudah dimajukan sepanjang 5 cm, oke ini berlebihan. Dan dengan terpaksa, Sakura mempersilahkan si bungsu Uchiha itu masuk sambil menghentak-hentakkan kakinya keras seperti anak kecil. Sasuke yang mendengar suara hentakan itu hanya bisa tersenyum tipis, ternyata menggoda perempuan ini memang menyenangkan dan bisa menjadi agenda rutin kegemarannya nanti, eh?

Sakura yang sedari tadi mencak-mencak karena kesal langsung berlalu meninggalkan Sasuke yang berjalan didepannya menuju kamar mandi. Sasuke yang bingung dengan sikap Sakura yang masih merajuk pun hanya mendudukan diri di sofa ruangan itu sambil memeriksa gadgetnya yang bergetar. Panggilan dari Rock Lee ternyata.

"Halo,"

"Ohayou, Uchiha-sama. Data yang anda minta kemarin malam sudah saya kirimkan melalui email anda,"

"Hn, terima kasih,"

"Baiklah, tuan. Saya akan menutup teleponnya," ucap Rock Lee permisi.

"Tunggu,"

"Ada apa lagi, Uchiha-sama?" Lee pun bingung dengan majikannya tersebut.

"Jangan beritahu siapapun tentang saya yang menyuruhmu mencari informasi ini,"

"Baiklah, tuan. Saya mengerti," Rock Lee pun memutuskan sambungan teleponnya dan kembali melanjutkan tugasnya yang tertunda.

Sasuke tak ragu lagi dengan hasil kerja Rock Lee mengingat keluarganya sudah turun-temurun melayani Uchiha. Bahkan ayahnya Rock Lee yaitu Maito Guy lahir dan besar dikeluarga Uchiha sampai maut menjemputnya beserta istri dan meninggalkan Rock Lee yang kala itu sudah remaja.

Guy dan istrinya meninggal dunia saat akan menghadiri acara pemakaman keluarganya, dan dengan terpaksa mereka meninggalkan Lee yang harus sekolah karena sedang ulangan. Ternyata diperjalanan kedua orang tua Lee tersebut berakhir dengan kecelakaan dan Guy beserta istrinya pun menyusul keluarga mereka yang saat itu dimakamkan.

Sangat menyedihkan memang, tapi dengan kerendahan hati yang diberikan oleh pemimpin klan Uchiha, Fuugaku akhirnya Lee bisa menamatkan sekolahnya dan diperbolehkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi Rock Lee menolak dan lebih memilih melayani keluarga Uchiha. Karena sikap setia itulah yang membuat Sasuke tak ragu untuk membebankan tugas kepada Rock Lee tentang masalah pribadi dan keluarganya seperti ini.

Sasuke pun membuka email yang masuk dan membacanya. Air muka nya langsung terkejut sesaat setelah melihat data wanita yang akan dijodohkan dengannya. Terlihat foto wanita bersurai merah muda dengan setelan formal yang terlihat seperti SAKURA.


Nama : Haruno Sakura

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat Tanggal Lahir : Sunagakure, 28 Maret

Zodiak : Aries

Umur : 24 tahun

Tinggi Badan : 161 cm

Berat Badan : 45,4 kg

Golongan Darah : O

Nama Orang Tua

Ayah : Haruno Kizashi

Ibu : Haruno Mebuki

Pekerjaan : Direktur Keuangan Haruno Corporation

Anak tunggal dari keluarga Haruno pemilik perusahaan terbesar di Sunagakure, Haruno Corporation. Memiliki rambut berwarna soft pink dan mata Emerald berwarna hijau hutan, hidung mancung, kulit putih dan badan yang proporsional.

Bercita-cita menjadi dokter tapi terpaksa mengambil kuliah ekonomi untuk membantu sang ayah diperusahaan. Memiliki teman kecil bernama Uzumaki Naruto yang pindah ke Konohagakure saat SMP dan Hyuuga Hinata yang saat ini menjadi calon istri Naruto.

Seorang Tsundere yang tomboy dan keras kepala, sangat menyukai warna merah muda seperti : pohon sakura dan tentu saja rambutnya sendiri. Sangat membenci makanan pedas dan menyukai makanan man-


Sasuke yang tengah asyik membaca dikejutkan oleh Sakura yang sudah keluar dari kamar mandi. Ia sudah rapi, sepertinya alasan perempuan itu menghabiskan waktu lama dikamar mandi adalah untuk berpakaian dan merias wajahnya.

Pria bermata Onyx itu tersihir dan terkesima dengan penampilan Sakura saat ini. Make up tipis diwajahnya sangat cantik, ditambah rambutnya yang tergelung menampilkan lehernya yang jenjang. Gaun tanpa lengan diatas lutut berwarna merah muda yang sesuai dengan rambutnya menambah keindahan tubuhnya saat ini. Sepertinya, fakta bahwa Sakura adalah seorang Tsundere yang tomboy tidaklah benar. Sakura pun berjalan menuju sofa yang diduduki Sasuke dan mendudukan diri disana sehingga posisi mereka berhadapan.

"-san,"

"chiha-san,"

"Uchiha-san?" tangan Sakura melambai-lambai didepan Sasuke.

Sasuke yang merasa ada gerakan dihadapannya langsung mengerjap-ngerjapkan mata Onyx nya dan berdehem untuk menetralisir rasa canggungnya.

"Ada apa Uchiha-san?" ucap Sakura sambil memiringkan kepalanya karena bingung dengan kelakuan Sasuke yang sedari tadi diam sambil terus menatapnya. Dan ini terlihat sangat imut dimata jelaga Sasuke.

"Bolehkan aku bertanya sesuatu?" Sakura pun mengangguk.

"Apa margamu itu Haruno?" Sakura pun kaget tapi tetap menguasai dirinya dan tetap tenang padahal dalam hatinya sangat bingung karena tiba-tiba Sasuke bertanya tentang hal pribadinya.

"Umm, iya nama ku adalah Haruno Sakura. Kenapa kau masih bertanya tentang hal ini, Uchiha-san?" Sasuke pun menyeritkan keningnya.

"Saat kita berjabat tangan, kau bahkan tidak menyebutkan namamu," Sakura yang mendengarnya pun menutup mulutnya tanda bahwa ia kaget.

"Umm-"

"Mari kita berkenalan lagi, nona," ucap Sasuke sambil mengulurkan tangannya dan hal itu sukses membuat wajah Sakura bersemu merah. Dan Sakura pun menggenggam tangan Sasuke dan mereka pun kembali berjabat tangan. Ini seperti deja vu, eh?

"Perkenalkan nama saya Uchiha Sasuke. Nona harus memanggil saya dengan Sasuke!" perkataan bernada perintah itu cukup membuat Sakura terkikik geli sampai Sasuke terbatuk kecil.

"Nama saya Haruno Sakura, panggil aku Sakura," balas Sakura sambil tersenyum manis yang membuat Sasuke menampilkan rona kemerahan tipisnya.

Mereka berdua pun melepaskan tangan, tanda mereka sudah selesai berkenalan. Kemudian, Sasuke pun menunjukkan ponsel yang sedari tadi berada ditangan kirinya kepada Sakura. Perempuan bersurai merah muda itu pun langsung melongo melihat sang Uchiha bungsu ini memiliki data dirinya.

"Uchiha-sa-"

"Sasuke,"

"S-Sasu-ke. Bagaimana bisa kau memiliki ini?" ucap Sakura sambil menunjuk ponsel Sasuke.

"Apa kau tidak tau ini data siapa?"

"Tentu saja data tentangku, Uchi- umm S-Sasuke,"

"Kau salah,"

"Hah? Aku tidak mengerti,"

"Ini data calon istri ku,"

"HHHAAAAAAAAHHHHHH?" Sakura pun langsung teriak karena tak bisa menutupi keterkejutannya. Sedangkan Sasuke langsung menjentikkan jarinya ke dahi Sakura agar ia tidak teriak-teriak.

"Aww, sakit," Perempuan itu langsung mengerucutkan bibirnya lagi sambil memegang kening lebarnya.

"Kau nakal sekali, Sakura. Berusaha menghindariku, eh?" ucap Sasuke sambil menunjuk koper mini hitamnya yang terletak dibawah tempat tidur.

"Umm, etto. Sebenarnya aku tidak tahu jika pria yang dijodohkan denganku adalah Uchi- umm S-Sasuke dan orang yang kulihat saat itu adalah pria kepala mangkok. Jadi.. jadi... a-aku-" Sasuke pun langsung mengotak-atik gadgetnya seperti mencari sesuatu lalu menunnjukkan layar ponselnya itu pada Sakura.

"Maksudmu orang ini?" Sakura yang melihat ponsel Sasuke pun mengangguk dan ia merasa malu karena salah mengira seperti ini.

"Ini adalah Rock Lee, pelayan setia yang sudah dianggap keluarga kami sendiri," ucap Sasuke.

"Maaf, aku tidak bermaksud menghinanya atau membuat anda tersing-" jari telunjuk Sasuke kini sudah berada di bibir Sakura.

"Ssttt... aku mengerti jika kau hanya menginginkanku, bukan?" ujar Sasuke sembari menyeringai dan berdiri kemudian mendudukkan dirinya disamping Sakura.

Hening

"S-Sasuke, apa kau tidak lapar?" ucap Sakura memecah keheningan yang tercipta. Sasuke yang merasa heran dengan Sakura karena tahu kalau dia sudah kelaparan hanya bisa berbicara untuk menjaga gengsinya.

"Aku tidak lapar, Saku-"

'KRUYUUKK' cacing diperut Sasuke sudah berontak minta dikasih makan ternyata. Dan bunyi ini sukses membuat Sakura tertawa.

"Aku tahu kau lapar, Sasuke. Tunggu sebentar ya, aku akan memesan makanan agar bisa diantar kekamar ini," dengar rasa malu yang berlebih, Sasuke pun hanya dapat mengangguk menyetujuinya.

Makanan pun datang dan mereka menikmati sajian yang dipesan beberapa waktu lalu. Setelah selesai, kecanggungan kembali menyelimuti ruangan itu. Netra Emerald yang sedari dari mengarahkan pandangannya pada sang Onyx hanya bisa terbelalak saat merasakan tangan Sasuke memeluknya erat.

"S-Sasuke..."

"Sakura, tak sadarkah jika kau begitu indah, hmm?" ucap Sasuke sembari membenamkan kepalanya diceruk leher wanita berambut soft pink itu.

"Maksudmu apa?" ucap Sakura sambil mendorong kedua bahu Sasuke, mata mereka pun bertatapan.

"Aku mencintaimu, Sakura,"

"Aku juga menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu, Sasuke,"

"Apa? Kau hanya menyukaiku? Akan kubuat kau mencintaiku, Sakura,"

"Hah? KYAAAA," Sasuke pun menyeringai dan membawa tubuh Sakura ke atas ranjang di kamar hotel tersebut.

.

.

.

.

tbc

.

.

.

.

Note anti-EYD

Akhirnya dengan waktu selama 1 bulan lebih 1 hari, chapter ini saya selesaikan dalam 3 hari. Bikin fic ga bermutu gini aja sampe 3 hari, payah banget kan? Iya, karena dalam 3 hari itu saya cuma pegang laptop saat malam dan subuh doang karena siangnya bener-bener full. Dan saya ga mungkin begadang karena terlalu beresiko *halah*

Mohon maaf karena data diri Sakura diubah sesuai dengan keperluan fanfic ini. Seperti tempat lahir, pekerjaan, dsb.

Reader dan senpai-senpai jangan tanya chapter selanjutnya tentang apa. Menurut kalian, lebih baik ch 8 diisi dengan lemon atau lime atau adegannya di skip aja dan langsung lanjutin plotnya?

Sekarang balesan review dulu ya ^_^

Nasyaila : Rock Lee ga ngejar Sakura, kok :D Jadi, Sasuke gak jealous ya ehehe. Makasih semangatnya ya, makasih reviewnya senpai ^_^

Hanazono yuri : Ini udah, makasih reviewnya senpai ^_^

Blqist : Gak, kok. Sasu tetep punya Saku, tenang aja. makasih reviewnya senpai ^_^ ini udah update. Kilat gak?

Rizuki Yoshida : Makasih semangatnya, senpai. Iya, susah sih bikin cerita yang mengalir kayak air *eh #plakk. Btw, makasih reviewnya senpai ^_^

zarachan : udah dilanjut nih, makasih semangat dan reviewnya senpai ^_^

Olivia Jaezmine : Iya ehehe, Sasuke kan ehem-mesum-ehem banget ahahaha :v makasih semangat dan reviewnya senpai ^_^

Guest : Udah kilat belum updatenya? Ch depan ya?

Asuka Kazumi : Ini udah ch 7 loh ehehe. Ehem iyakali, padahal kan badan Sakura gak ngegoda banget #plakk *dichidori* ini udah next ya, makasih reviewnya senpai ^_^

Luca Marvell : di ch ini udah dijelasin ya, makasih reviewnya senpai ^_^

Rein Riekho Kei : Hooh, tapi sekarang udah gak bingung lagi loh #plakk Ohh, pen name nya jauh bgt ya :'v makasih reviewnya senpai ^_^

Laifa : That's true. Reader-san pinter bgt sih :* makasih reviewnya senpai ^_^

Cherry Kanako-Ah : Ini udah, makasih reviewnya senpai ^_^

Aikaa-chan : OOC banget ya, maaf reader-san semoga di ch ini Sasu gak menggelikan deh *eh*. Ini udah update, makasih reviewnya senpai ^_^

puma178 : Hahaha iya, bener bgt. Lucu kan? Genre nya ganti Humor gak ya? makasih reviewnya senpai ^_^

Yukihana Miyano : Terima kasih atas koreksinya, akan diperbaiki nanti. Makasih reviewnya senpai ^_^

sqchn : Siapa bilang? Gak kok, mereka udah dideketin kok sampe mau nyatu di ch depan loh *eh* #plakk ini udah update, makasih reviewnya senpai ^_^

YoriYoriko : Ini udah lanjut, makasih reviewnya senpai ^_^

Guest(2) : Ini udah lanjut, makasih reviewnya senpai ^_^

tripleS : Ini udah lanjut dan words nya udah dibanyakin, kok. Udah kilat belum updatenya? makasih reviewnya senpai ^_^

Special thanks to :

Nasyaila, hanazono yuri, Blqist, Rizuki Yoshida, zarachan, Olivia Jaezmine, Guest, Asuka Kazumi, Luca Marvell, Rein Riekho Kei, Laifa, Cherry Kanako-Ah, Aikaa-chan, puma178, Yukihana Miyano, sqchn, YoriYoriko, Guest(2), tripleS , dan semua silent reader yang baca fic gaje ini :'v

ID Line : Luvchu_bby udah gak dipakai, terima kasih.

Karena saya masih belajar dan akan terus belajar, mohon berikan review dan saran untuk memperbaiki fic saya yang berantakan ini jika berkenan..

13/11/2016

Hime Luvchubby