~Angel's Soul~
Ansatsu Kyoushitsu
Rated : K+
Characters : Karma.A, Nagisa.S, Nakamura.R, Asano.G
Genre : Friendship, Romance, Humor, ect.
Disclaimer:
Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam Charactersnya saja, Kesamaan alur cerita,tempat,ect hanyalah kebetulan.
Warning:
Hanya semata imajinasi saya, Typo bertebaran, penyiksaan Characters oleh author…. Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silahkan pencet tombol balik
Summary:
Bagaimana kalau Malaikat dan Iblis mendapatkan kesempatan untuk menjadi manusia biasa?
Second Chapter…
Saat membuka matanya matahari yang tadinya bersinar terang sudah berubah menjadi cahaya lembut matahari terbenam yang menarpa wajahnya, Karma membenarkan posisinya dan mulai beranjak dari duduknya, matanya berputar ke segala arah "Tch!, apa yang terjadi disini?" cairan berwarna merah menetes bebas di wajahnya Karma memengai kepalnya yang terasa sakit, tanpa harus berpikir lagi ia sudah tau, Murid murid kelas 3E telah kalah…kelas pembunuhan mereka selama setahun terkhir, melawan pembunuh professional dari seluruh dunia dan pemerintah…
Karma berlari menuju gedung tua yang ada di depannya, beberapa mayat tergelatak bebas disana tapi Karma tidak peduli, tujuannya sekarang adalah mencari teman temannya dan Korosensei, langkah Karma terhenti saat mendengar suara tembakan dari belakang gedung matanya terbelak saat melihat siapa yang ada disana…."Nakamura?, Asano?...teman teman?!" tubuh tubuh mereka tergelatak disana, dengan melihatnya saja Karma sudah tahu….sebagian besar dari mereka sudah tidak bernyawa….
Karma berjalan mendekati mereka tubuhnya bergetar hebat, sebuah suara mengagetkannya "Ka…rma..kun….Na…gisa…chan…to..long" Karma mendekati Nakamura, Karma bisa melihat jelas luka luka di tubuhnya, di dekapannya Asano Gakushuu terbaring lemas dengan bekas tembakan di perutnya "Tch, pengang ini Nakamura kau akan membutuhkannya aku akan kembali" Karma memberikan senjata api terakhirnya lalu berlari mencari Nagisa, ia berusaha tetap kuat walaupun sebenarnya tubuhnya sudah bergetar hebat dan otaknya sudah hampir tidak bekerja
Kerja kerasnya memuakkan hasil ia menemukan Nagisa, Karma berlari mendekatinya sambil meneriakkan namanya, Nagisa terduduk lemas rambut kuncir duanya sudah tergerai berantakan, luka luka di tubuhnya juga sudah sangat parah, Karma melihat sekeliling, melapasakan jaketnya dan perlahan memakaikannya "cepat…pergi…Karma" suara Nagisa mengalun lembut di telinganya "Tidak akan jika kau tidak bersamaku" Karma terus mengamati keadaan sekitar, ia harus mencari cara untuk keluar dengan selamat, tapi kemana ia akan kabur?
DORR!—suara tembakan yang terdengar jelas dan dekat dengan reflek Karma menenggok ke sekitarnya "Shiro?" pria berbaju serba putih itu tersenyum meledek, pandangan Karma berpindah kearah Nagisa cairan berwarna merah keluar dari perutnya
Karma mengangkat tubuh Nagisa kedalam bekapannya "Bertahanlah sebentar lagi Nagisa,kau harus kuat!" Nagisa tersenyum manis "G…Gomen…ne….selamatkan….dirimu….Karma" air Mata Nagisa tidak berhenti keluar mata biru langit itu terpejam.
.
.
Karma's POV
2nd Month: Karma's POV
Karma bangun dari tidurnya, keringat dingin sudah membasahi tubuhnya otaknya tak berhernti bekerja, "mungkinkan itu, masa lalunya?, tapi dengan seluruh ingatannya yang sudah dihapus bagaimana bisa?"
Karma keluar dari kamarnya ia berjalan ke lantai bawah dan menemukan Nagisa disana, setelah kejadian 'penculikan' beberapa hari yang lalu Nakamura dan Asano resmi jadian, Asano mengusirnya dan menyuruhnya tinggal di apartemen Nakamura bersama Nagisa, baginya itu bukan masalah besar tapi setelah mimpi aneh tadi Karma jadi sedikit gugup
"Ohayo Karma-kun" Nagisa yang baru menyadari kehadiarannya menyapanya ramah sambil menuangkan susu kedalam gelas
"Ohayo" aku membalasnya singkat sambil berjalan kearah ruang tamu
"Karma-kun kenapa mukamu pucat?" Nagisa menatapnya khawatir
"Nee- Nagisa-chan, apakah sudah pernah bertemu denganku sebelumnya?" Nagisa yang sedang memasak sarapan menghentikan kegiatannya dan berpikir
"Aku tidak beritu yakin, tapi bagiku Karma-kun begitu familiar" Nagisa melanjutkan kegiatannya lagi
"soal itu kau bisa memanggilku Karma, tidak masalah bagiku" aku tersenyum tipis sambil berjalan kearah meja makan ia ingin memasak sesuatu, toh aku juga sudah mulai lapar
"Karma-kun, maksudku Karma juga boleh memanggilku Nagisa" Nagisa tersenyum sambil mengangkat dua buah katsu dari pengorengan
"kau juga memasak untukku?" katsu buatan Nagisa terlihat sangat lezat
"aku biasanya memasak bergantian dengan Nakamura-chan, memangnya biasanya Karma dan Asano-kun masak sendiri sendiri?"
"Hm, biasanya begitu" jawabku datar sambil duduk di depan Nagisa
"Memangnya kenapa? Nakamura-chan bilang kalau memasak sekaligus itu akan menghemat energi lho" Kata Nagisa sambil memindahkan sepiring katsu lengkap dengan salad ke hadapanku
"ya begitulah, Asano tidak sudi memakan masakanku, aku juga begitu" Jawab Karma cepat, Nagisa langsung sweatdrop
"Dasar laki-laki bergengsi" ledek Nagisa, aku tersenyum tipis
"Itadaikimasu!" ucapku cepat sambil menyantap sarapannya, Nagisa juga melakukan hal yang sama
Aku mencuci piringnku sambil melirik kearah sofa, disana Nagisa sedang asyik dengan ponselnya, awalnya aku berpikir tinggal serumah dengan sesaorang yang akan membunuhnya itu akan sangat tegang dan menyeramkan apalagi ditambah dengan bloodlust Nagisa yang sangat misterius dan menyeramkan, tapi setelah melihat kenyataannya aku menjadi sedikit tenang selama 24 jam ini Nagisa tidak menunjukkan bloodlust dan keinginan membunuhnya, Nagisa justru membuatnya nyaman dengan senyuman ramahnya dan semua yang ia lakukan, seorang pembunuh yang memasakkan sarapan untuk targetnya itu sangat aneh kan? Tapi ia percaya Nagisa tidak menyiapkan jebakan apa apa untuknya tanpa harus diyakinkanpun ia percaya pada Nagisa, Karma sendiri juga tidak tahu sebabnya
.
.
.
Di tempat lain
"kalian ingin aku membunuh mereka?, sungguh munafik"
"tolong lakukanlah dewa kematian, kau senangkan bisa membunuh mantan bungamu"
"Asano, Nakamura, aku tahu maksud kalian, membunuh mereka sama saja dengan menyelamatkan mereka, dan ingatlah kau juga akan terlibat"
"apa yang harus kami lakukan?"
"tidak banyak, berikan ini pada si iblis saat hari sehari sebelum hari terakhir malaikat dan selipkan ini di baju malaikat di hari terakhirnya"
"baiklah, terimakasih atas bantuanmu"
3rd Month: Karma's POV
Tak terasa sudah sebulan Aku dan Nagisa tinggal di apartemen yang sama. kami menjadi semakin dekat, kami juga banyak menghabisakan waktu bersama, aku merasa pernah mengenal Nagisa sebelumnya tapi aku tidak tahu pasti tentang itu, sampai akhirnya mimpi aneh itu berlanjut
"Nagi…sa…" ia memeluk tubuh lemas itu "tetaplah…hi..dup…Kar…ma" Mata biru langit Nagisa terbuka perlahan, ia menangkat tubuh Nagisa berlahan sambil berusaha kabur dari tempat itu "Kar..ma.." tangan lemas Nagisa memegang bahunya "Tidak hanya aku Nagisa, kau juga akan tetap hidup bersamaku" pegangan di bahunya melemah "Nagisa?" ia terus berlari "Dai…suki…dayo, Kar…ma…wata..shi..wa…gomen…ne" Mata biru langit itu benar benar terpejam muka bersimbah darah itu menjadi dingin dan pucat , kakinya sudah tak kuat menahan getaran tubuhnya lagi perlahan ia meletakkan tubuh tidak bernyawa itu di tanah airmatanya meluncur bebas membasahi wajah pucat di depannya
Semua yang terjadi selama ini, ditambah dengan mimpi aneh itu membuatku sadar kalau aku menyukai Nagisa, dengan kondisi saat ini dimana Nagisa adalah orang yang lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri dan tidak pernah mencoba untuk membunuhku aku tidak bisa mengatakannya kan? Itu hanya akan membuatnya semakin bersalah jika ia membunuhku
"Karma…Karma….bangun Karma" suara lembut yang terdengar panik itu meneluarkannya dari dunia mimpi, wajah Nagisa panik perlahan memudar, mukanya pucat dia tersenyum
"Kau tidak apa apakan Karma?" Nagisa tersenyum lembut
"aku baik baik saja" aku mengubah posisiku menjadi duduk, Nagisa masih berdiri disampingku
"yokatta" Nagisa kelihatan lega, aku tersenyum tipis untuk meyakinkannya
"Ne Nagisa, apakah kau pernah bertemu denganku sebelumnya?"
"Hm…sepertinya iya tapi aku lupa dimana apakah Karma merasa begitu?" Nagisa kelihatan masih berpikir
"Nagisa, malam ini dead-linenya kan?" aku menatapnya sambil tersenyum lembut
"Um" Nagisa menangguk sampai akhirnya menunduk
"tapi tidak apa apa Karma aku tidak akan membu—" Nagisa melanjutkan ucapannya sambil tersenyum
"Kau harus mengakhiri ini Nagisa" aku mengeluarkan pisau pemberian Asano dari bawah bantalku
"Kenapa kau menyimpan itu Karma?" Nagisa shock, dia menjauhkan pisau itu dari tanganku
"ini hanya untuk berjaga jaga, aku tau pada akhirnya kau akan seperti ini jadi aku menyimpannya jadi lakukan tugasmu Nagisa"
"aku tidak bisa melakukannya Karma" air mata mulai membasahi matanya, aku tersenyum lembut mengambil pisau itu sambil memegang tangannya
"dengarkan aku Nagisa, yang harus kita lakukan adalah menjalankan tugas masing masing—"
"tapi aku tidak bisa menjalankan tugasku, kau temanku Karma aku tidak bisa membunuhmu" Nagisa terisak, aku membantunya duduk di kasurku
"aku sudah mengabulkan 99 permintaan Nagisa"
"karena itu Karma, aku melihat semua kerja kerasmu, kau membuat orang lain bahagia, aku tidak ingin merebut orang seperti itu dari dunia ini, mereka akan bahagia dengan keberadaanmu Karma"
"kau juga melakukan hal yang sama, ingat anak hilang di mall kemarin? Mereka sangat menyukaimu Nagisa, bukan hanya aku, aku yakin orang orang di dunia ini juga membutuhkan orang yang lembut, penyayang, pengertian dan sepertimu, kau mau kan memberikanku permintaan ke-100?" Nagisa semakin terisak, aku mengerti perasaannya tapi memang inilah satu satunya jalan untuk mengakhiri quiz Hidup dan Mati ini
"Aku ingin Karma bahagia" Nagisa tersenyum kearahku
KRANG! DORR! Suara kaca pecah diikuti dengan suara tembakkan mengagetkanku, aku menoleh kearah jendela disana kepala pirang dan orange menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan, aku tersenyum, rencanaku dan mereka berdua berhasil, pistol kecil yang berada di ujung pisau yang kupegang menembak kaca jendela, disaat Nagisa menenggok secara bersamaan pistol modifikasi yang diselipkan Nakamura di belakang bajunya menembakku
"Kau berhasil melaksanakannya Nagisa"
.
.
.
.
Saya kembali/dih orang ngga ada yang nyariin juga :v
Reviews:
raniaasalsabila: saling suka ngga ya?, huhuhu
hanazawa kay: Yup, terimakasih sudah mampir+review :D
Amaya Kuruta: Hmm…bagaimana ya…iya semacam itu :)
Thanks for Review!
.
.
Maaf kalau ceritanya pendek dan alur ceritanya terlalu cepat, kalau banyak banyak takut ngga ada yang baca soalnya :
Kindly Review Please :D
Next chapter: Epiolog
