SUMMARY : Apa arti cinta sebenarnya? Perasaan seperti apa? Maniskah? Atau hanya akan membuat sakit.
CAST : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, + another member EXO + OC.
PERINGATAN: CERITA INI MURNI HASIL KARYA SENDIRI, APABILA TIDAK SUKA JANGAN DIBACA. NO BASH! PLEASE REVIEW. GOMAPTA.
LeeJihye
-
Present
"Cinta membuatmu gila ya?"
"CINTA BUKAN HANYA PERUMPAAN KATA. CINTA BISA MEMBUAT HAL YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN. CINTALAH YANG MEMPERSATUKAN MEREKA"
"Oh Sehun!"
"Luhan hyung!"
"Neo! Ya! Neo bichieso! Ini sakit tahu!" Luhan meringis.
"Mianhae hyung, aku tidak lihat kalau ada orang disini, lagipula apa yang kau lakukan disini bukankah seharusnya kau kelas vocal sekarang?" Tanya Sehun.
"Kau tahu, aku terlambat lagi hari ini, dan aku dihukum disini., ditempat ini, bersama Lee seosangnim. Menyebalkan!" desahnya.
"hmmpttthh… hahahahahahaa... kau dihukum lagi? Hahahahaha" tawa sehun meledak saat itu juga. Bagaimana tidak seorang pewaris tunggal dari Lu Corporation, anak yang selalu dibanggakan oleh Tuan Lu ini dihukum karena keterlambatannya lagi? Daebak!
"Ya! Ya! Cukup tertawanya, aku malu!"
"Haha okay okay. Wah jinjja aku sampai sakit perut setelah tertawa. Kau tahu bagaimana ekspresi yeoja yeoja pemujamu itu kalau tahu kau dihukum karena terlambat. Berapa jam kali ini?" Tanyanya.
Luhan mendelik kesal "Cih, aku hanya terlambat 15 menit tidak sampai 2 jam. Tak usah berlebihan Oh Sehun."
"Bwahahahaa…. Aku tidak percayaa… hahaha" dan kali ini tawa Sehun lebih keras.
"Kali ini apa lagi hah?! Berhentilah tertawa sehun-ah." Luhan memelas.
"Hmm.. baiklah. Ah ini gila, bagaimana Kim seosangnim bisa setega itu terhadapmu, kau hanya terlambat 15 menit dan sekarang kau sudah berada di sini untuk membereskan bola bola basket. Kim seosangnim sangatlah menyeramkan ya." Pikir Sehun.
Luhan hanya mendesah pelan. Dia pun tak habis pikir bahwa ini ada hukuman teraneh yang pernah ia terima. Untuk apa dihukum sekedar membereskan bola-bola basket tak berguna itu. Ayahnya pasti bisa langsung membeli yang baru tanpa dimintapun.
"Yasudah, sekarang kan sudah waktu istirahat untuk kelas olahraga, bagaimana kalau kita ke kantin saja, aku akan mentraktirmu bubble tea sebagai permintaan maafku. Otte?" Tanya Sehun.
Luhan masih menimbang-nimbang ajakan Sehun sembari berpikir ia memajukan mulutnya dan mengetuk-ngetuk jarinya ke bibirnya.
Manis.
Yah, manis. Itulah yang mendeskripsikan tingkah Luhan saat ini. Luhan-lah namja yang berhasil mencuri perhatian Sehun sejak lama.
Mereka berteman dari saat mereka masih kecil, Tuan Lu dan Tuan Oh adalah partner kerja yang sangat dekat bisa dibilang mereka bersahabat, namun semenjak kecelakaan yang menimpa ibu Luhan Tuan Oh dan keluarganya tidak bisa membantu banyak, semuanya berubah. Luhan tidak ceria seperti dulu, dia hanya bisa marah, menangis, melamun. Hidupnya benar-benar kacau, ditinggal orang yang sangat kita cintai pasti membuat kita terpukul kan?
"Baiklah! Aku mau, tapi kau harus ingat jangan sampai ceroboh seperti tadi itu bisa saja membahayakan orang lain selain diriku, arra?" ucap Luhan.
Sontak Sehun terjaga dari lamunannya.
"Ah.. ye hyung, aku janji tidak akan ceroboh lagi. Kajja sebelum kita kehabisan tempat." Sambil menarik tangan Luhan, Sehun berlari menuju kantin.
Deg
Deg
Deg
Astaga. Apa ini? Kenapa jantungku berdetaknya tidak normal? Kenapa rasanya jantungku ingin keluar? Tidak boleh Luhan ingat kau itu namja mana bisa kau menyukai Sehun. Apa yang akan yeoja pemujamu itu katakana setelah mereka tau kau itu GAY? BIG NO LUHAN!
KAFETARIA UNIVERSITAS KYUNGHEE
Suasana kafetaria di jam istirahat memang sangat penuh oleh anak-anak tim basket dan volly dan hamper semua kursi disana penuh sebelum mata jeli Luhan mendapat satu meja yang amsih kosong.
"Sehunnie, aku akan duduk disana pesankan aku tao bubble tea ne, jebal~" rengek Luhan.
"Ne hyung, arraseo. Duduklah disana sementara aku memesankanmu bubble tea dan makan siang." Tegas Sehun.
Luhan duduk di meja yang dekat jendela itulah tempat favoritnya dimanapun itu, mau di café, kelas, bahkan rumah sekalipun dia selalu suka duduk didekat jendela. Duduk dekat jendela itu bisa menenangkan pikiran dan merefresh kembali otak kita. 10 menit kemudian Sehun pun dating dengan membawa nampan berisi 2 cup bubbletea dan 2 mangkuk jjangmyeun.
"Hyung. Ayo dimakan, kau pasti sangat lapar karena harus membereskan bola basket yang sangat banyak."
"Wah, sehunnie, gowamooo~" jawab Luhan dan langsung melahap jjangmyeun didepannya dengan lahap.
Tak lama kemudian kelas vocal Kim seosangnim pun bubar. Kyungsoo dan teman-temannya segera keluar dari kelas dan berjalan kearah kafetaria.
"Kyungsoo-ya, kau tahu dimana Luhan? Aku tidak bisa menghubungi handphonenya sejak tadi."
"Aku juga pesan yang kukirim tidak dibalas, sebenarnya apa yang Kim seosangnim lakukan kali ini terhadapnya ya?" Tanya Chanyeol dan Kai kebingungan.
"Disana! Itu Luhan dengan_ommo!" ucapan Baekhyun terpotong saat melihat Luhan yang duduk bersama dengan seorang namja lain. Setahu baekhyun Luhan sangat anti dekat dekat dengan namja lain selain mereka berempat.
Mereka berempat langsung berlari menghampiri Luhan dengan tergesa-gesa dan penasaran tentunya.
"Luhannie!" sebuah suara berhasil menghentikan kegiatan yang akan memakan jjangmyeun-nya.
"Ah jadi kau disini, kemana handphonemu kami sama sekali tidak bisa menghubungimu tahu." -Kyungsoo
"Siapa ini? Ah sepertinya dia anak dari tim basket kampus kita, iya kan Kai?" -Chanyeol
"Benar juga, kau Sehun kan? Anak semester 2 klub basket kampus ini!" -Kai
Dan itulah pertanyaan-pertanyaan aneh terus dilontarkan teman-temannya, sedangkan Luhan hanya memutar bola matanya malas.
"Ya! Sebenarnya kalian mengkahwatirkanku atau hanya penasaran dengan dia. Tidak peduli sekali sih!" Luhan mendengus kesal.
"Yasudah lupakan". Cegah Baekhyun. "Luhannie, kau kemana saja handphonemu tak bisa kami hubungi. Apa Kim seosangnim memberikan hukuman berat untukmu? Apa kau dimaki habis-habisan olehnya, tidak bisa dipercaya dia benar benar menyeramkan. Baekhyun bergidik.
"Gwaenchanha, aku hanya disuruh untuk membereskan bola basket di lapangan outdoor yang dipakai anak anak klub basket itu." Jawab Luhan tegas.
"Daebak! Seorang Kim seosangnim bisa menyuruhmu melakukan itu? Ayahmu saja harus berusaha keras untuk menyuruhmu ke kantor dan dia hanya tinggal menyuruhmu membereskan bola basket? Dan kau melakukannya? Gila!" cecar Chanyeol.
Perbincangan merekapun berlanjut, sampai jam istirahat untuk anak kelas olahraga selesai.
"Luhan hyung, sepertinya aku harus pergi waktu istirahatku sudah selesai" tukas Sehun
"Jinjja? Ah cepat sekali, baiklah kalau begitu. Semangat untuk latihannya^^"
"Ne hyung, gomawo. Sunbaedeul, aku permisi dulu ya, annyeong!" ucap Sehun seraya berlalu.
Setelah kepergian Sehun keempat pasang mata langsung tertuju kearah Luhan dengan tatapan menuduh. Hoho, tamat riawayatmu Xi Luhan.
"Sejak kapan kau akrab dengannya? Setahuku kau itu anti dekat dekat dengan namja lain selain kami." Tanya Bekhyun penuh selidik.
"Kau juga menyemangatinya? Aku tidak salah dengar? Kai kau juga dengar kan?"
"Ne aku dengar itu dengan jelas channie" jawab Kai.
"A…apaa! Kenapa kalian menatapku seperti itu, wajar sebagai hyung yang baik aku menyemangatinya. Kalau bukan karena dia aku tidak akan bisa kabur dari hukuman Kim seosangnim dan berada disini." jawab Luhan tergagap.
Kyungsoo mendesis "Apa yang bisa dia lakukan?".
"Saat aku sudah selesai menjalani hukuman tiba-tiba sehun tidak sengaja melempar bolanya dan mendarat di kepalaku" jelas Luhan.
"MWO!" teriak mereka berempat.
"YA! Jangan berteriak kalian mau jadi perhatian satu kafetaria hah? Aisshh telingaku sakit jadinya. Aku tidak apa apa jadi kalian tidak usah khawatir dan tidak usah berteriak!" jelas Luhan panjang lebar.
"Mana bisa seperti itu! Kau tidak apa apa kan? Dirimu itu selalu sial ya, setelah kau dihukum Kim seosangnim kau malah harus mendapat kenang-kenangan dengan lemparan bola? Dunia tidak adil Luhannie~" Kata Kai.
"Haha berlebihan kau kkamjong, naneun gwenchana. Hanya terkejut saja ternyata pelakunya adalah Sehun, bersyukurlah dia yang melempar bolanya kalau bukan mungkin aku tidak akan bersamanya tadi^^" Jawab Luhan.
Semua mata tengah memandang dengan tatapan menuduh (lagi). Merasa diperhatikan Luhan langsung berniat untk pergi.
"Sebentar lagi kelas drama aku harus bersiap kalau tidak aku akan dimarahi lagi oleh Shin seosangnim. Aku duluan ya, annyeong!" ucap Luhan dan langsung melesat pergi.
TBC
Terima kasih untuk yang sudah mau baca ff gaje ini. Review please.
