SUMMARY : Apa arti cinta sebenarnya? Perasaan seperti apa? Maniskah? Atau hanya akan membuat sakit.

CAST : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, + another member EXO + OC.

PERINGATAN: CERITA INI MURNI HASIL KARYA SENDIRI, APABILA TIDAK SUKA JANGAN DIBACA. NO BASH! PLEASE REVIEW. GOMAPTA.

LeeJihye

-
Present

"Cinta membuatmu gila ya?"

"CINTA BUKAN HANYA PERUMPAAN KATA. CINTA BISA MEMBUAT HAL YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN. CINTALAH YANG MEMPERSATUKAN MEREKA"

Thursday, 2017.08.08-10.00 KST

Bertepatan dengan hari ini sudah seminggu setelah kejadian antara Luhan dan Sehun di lapangan outdoor kampus. Sudah seminggu pula Luhan tidak melihat Sehun, ini aneh tiba-tiba Sehun menghilang tanpa kabar, semua pesan yang Luhan kirim tidak dibalasnya, telepon? Tidak pernah diangkat. Sebenarnya apa yang terjadi pada Sehun, semua dosen dan rektor bahkan teman teman satu klub basketnya tidak tahu kemana Sehun pergi bahkan ia melewatkan pertandingan basketnya.

"Sehun-ah neo eodisseo? Nan bogoshipo.." Monolog Luhan.

Ya, Luhan memang merindukannya karena percaya atau tidak dia memang sudah menyukai ah lebih tepatnya dia memang mencintai Sehun dia mencintai hoobaenya itu semenjak kejadian di lapangan tersebut, bahkan kalau bisa ia akan berterima kasih pada bola basket yang sudah mengenai kepalanya itu.

Tapi sekarang yang ia dapat apa? Sehun menghilang tak ada kabar, ayahnya pun sama tidak muncul di kantor bahkan tidak menghadiri rapat pemegang saham di perusahaan Tuan Lu. Padahal saat itulah kesempatan perdana Luhan datang ke perusahaan untuk sekedar menggantikan ayahnya menghadiri rapat pemegang saham dengan harapan ia bisa bertemu dengan Sehun tapi kenyataan berbanding terbalik dengan pikirannya.

Tunggu? Luhan mencintai Sehun? Bukankah kalian sama-sama namja? Bagaimana bisa? Kau bilang sangat tidak mungkin kau menjadi gay?

Semua didunia ini bisa saja terjadi atas dasar kata "cinta". Cinta yang membuat seorang Xi Luhan tidak pernah terlambat untuk dating ke kampus, cinta juga yang membuat Luhan rajin datang ke kantor hanya sekedar untuk melihat apakah Sehun akan muncul dihadapannya. Tapi nihil hasilnya sia-sia apa yang Luhan lakukan selama ini hanya membuang-buang waktu cintanya tak terbalaskan bahkan ia tidak tahu apa Sehun menyukainya atau membencinya?

Tok Tok Tok

"Luhannie, keluarlah aku sudah memasak untukmu makanlah, sudah seminggu kau tidak pernah keluar kamar, walaupun kau makan tapi tidak setiap harinya kau menghabiskan makananmu. Kau tidak kasihan melihatku yang memasak untukmu setiap hari huh? Ayolah Luhannie~" panggil Kyungsso

Selama satu minggu keempat sahabatnya –Kyungsoo, Baekhyun, Chanyeol dan Kai- selalu menemani Luhan dirumahnya, Luhan sekarang mulai mengurung dirinya di kamar, tidak pernah pergi kuliah, atau sekedar keluar kamarpun dia tidak mau.

"Ya Xi Luhan! Cepat keluar kau mati eoh? Cepat makan atau kami akan mendobrak pintu kamarmu!" teriak Baekhyun.

Luhan mendengus "Coba saja kalau berani, aku pastikan kau mengganti pintu kamarku yang mahal itu".

Baekhyun jengkel mendengar jawaban Luhan, disaaat seperti ini dia masih bisa memikirkan kamar pintunya? Heol!

"Tuan Muda permisi, ini kunci cadangan kamar Tuan Muda Luhan" suara seorang maid bernama Hwang ahjumma menginterupsi niat baekhyun chanyeol dan kai yang akan mendobrak pintunya.

"Ah, Hwang ahjumma, untunglah kau datang cepat, mana kuncinya?" pinta chanyeol.

Setelah memberikan kunci cadangan Hwang ahjumma lekas pergi ke dapur untuk melanjutkan tugasnya. Yaa dirumah ini Luhan hanya ditemani Hwang ahjumma dan 19 maid yang masih muda, serta 12 bodyguard di setiap sisi rumahnya dan 5 supir pribadi yang siap mengantarnya kemana saja.

19 maid? Untuk apa?

Hei kau pikir rumah seorang pengusaha terkaya ketiga di Korea ini seperti apa? Hanya rumah 1 tingkat dengan 1 pintu dan garasi? rumah Luhan sangatlah megah, rumah tingkat 2 ini jarang memiliki tembok karna didominasi dengan kaca, dikelilingi taman bunga dan sungai kecil, dan uniknya pintu masuk rumah ini berada di atas lalu turun ke bawah ada ruang tamu dan dapur yang sangat luas.

12 bodyguard? Heol, siapa yang butuh?

Semenjak kejadian 3 bulan lalu, kecelakaan yang menimpa ibu Luhan, ia lebih banyak berontak, menjadi nakal, pembangkang, tukang mabuk dan suka pulang malam, maka dari itu ayahnya menyediakan banyak bodyguard untuk mengawasi Luhan takut-takut Luhan mencoba kabur lagi.

Supir? Luhan tidak bisa menyetir?

Ia bisa! Tapi, sekarang ia trauma, kecelakaan yang membuat ibunya meninggal adalah kecelakaan yang disebabkan olehnya. Ia menyetir mobil untuk mengantarkan ibunya ke butik milih ibunya di Seoul, saat ditengah perjalan ia sibuk dengan handphonenya sampai ia tidak sadar didepannya ada penyempitan jalan dan mobilnya menabrak truk tangki besar di depannya. Dan kejadian itu sukses membuat ibunya tewas ditempat, didepan matanya sendiri. Sejak saat itu ia tidak menyetir karena traumanya, ia selalu diantar Jang ahjussi kemana mana.

Setelah berhasil masuk ke kamar Luhan dengan susah payah, mereka semua langsung menghampiri Luhan yang terduduk diam di balkon kamarnya dengan tatapan kosong.

"Luhannie, ini sudah seminggu lebih kau begini, aku tidak percaya kau bisa seperti ini hanya karena kehilangan sosok hoobae tidak jelas seperti itu."

Kyungsoo langsung memukul keras kepala Kai agar ia berhenti.

"Aw! Kyungsoo itu sakit. Kenapa? Aku salah bicara? Itu kan memang benar. Ish" desah Kai.

"Sudahlah jangan ada yang bertengkar. Lebih baik sekarang kita pikirkan cara untuk membuat Luhan kembali normal." Ucap Baekhyun menengahi.

Mendengar kata "kembali normal" Luhan mendesis.

"Cih, apa maksudmu dengan kata kembali normalmu itu Byun Baekhyun! Kau pikir aku gila? Aku hanya malas untuk menemui dunia luar sekarang, setelah kau kehilangan penyemangat hidupmu apakah kau bisa melanjutkan hidupmu lagi? Dengan apa, mengharapkan belas kasihan orang lain agar kau tetap bisa hidup? Ini bukan negeri dongeng Tuan Putri." Cecar Luhan.

"Hah. Okay aku menyerah. Sekarang apa yang kau inginkan? Kau ingin kami mencari Sehun-mu itu? Yang kutahu dia sedang berada di Jerman untuk suatu pengobatan, entahlah apa nama penyakitnya aku tak peduli yang jelas_aw!" ucapan Baekhyun terpotong saat Chanyeol memukul bahunya dan memberikan deathglarenya.

Ups! Sepertinya Baekhyun keceplosan untuk saat ini, dan itu berarti kesempatan hidup kalian berempat berada diujung tanduk.

"Apa kau bilang? Sehun di Jerman? Pengobatan? Sakit? Apa maksudnya jelaskan padaku!" perintah Luhan.

"MIanhae Luhan, jeongmal mianhae kami tidak bermaksud untuk menutupi semua ini darimu tapi ini adalah permintaan dari Sehun untuk merahasiakan semuanya padamu Lu…" ucap Kyungsoo.

"Rahasia apa?"

"Sebenarnya seminggu yang lalu sebelum Sehun pergi ke Jerman ia menemui kami saat rapat antar CEO di perusahaan ayahku, lalu tiba-tiba dia mengatakan bahwa ia harus pergi ke jerman untuk menyembuhkan kankernya. Dia tidak bilang berapa lama dia harus berada disana, tapi yang ia pastikan itu tidak akan lama jadi dia meminta kami untuk merahasiakan kepergiannya bukan hanya darimu tapi kepada pihak kampus juga sama. Maafkan kami, tapi kami terlanjur berjanji padanya untuk merahasiakan ini darimu karena dia sangat memohon Lu. Kumohon kau mengerti."

Seperti terssambar petir di siang hari, Luhan terpaku mendengar penjelasan dari Kyungsoo, setega itu kah mereka merahasiakan hal yang sangat penting darinya, dan tidak pentingkah Luhan untuk Sehun sampai sampai Sehun tidak mau memberitahunya.

Tes
Tes

Air mata Luhan jatuh tak terbendung, ia tidak mengerti semua keadaan ini dan ia pun tidak tahu harus berpikir seperti apa lagi sekarang yang ia tahu ia hanya merasakan sakit di hatinya. Dengan kepala yang pusing dan terus menangsi ia berjalan gontai kearah tempat tidurnya, tapi saat beberapa centi lagi dari tempatnya berada ia sudah pingsan.

TBC

Mohon Review. No Silent readers.