SUMMARY : Apa arti cinta sebenarnya? Perasaan seperti apa? Maniskah? Atau hanya akan membuat sakit.
CAST : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, + another member + OC.
PERINGATAN : CERITA INI MURNI HASIL KARYA SENDIRI. APABILA TIDAK SUKA JANGAN DIBACA. NO BASH! PLEASE REVIEW. GOMAPTA.
LeeJihye
Presents
"Cinta membuatmu gila ya?"
"CINTA BUKAN HANYA PERUMPAAN KATA. CINTA BISA MEMBUAT HAL YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN. CINTALAH YANG MEMPERSATUKAN MEREKA"
Sesosok namja datang dari belakang Luhan, sontak membuat Baekhyun yang menghadap ke Luhan tiba-tiba memanggil nama namja tersebut.
"Hei, Kris. Dia disini!" seru Baekhyun.
Merasa terpanggil namja tersebut langsung menghampiri meja Luhan dan teman-temannya. Dan tidak disangka sekarang ia sudah memeluk Luhan dari belakang dengan sangat erat.
"Ah, Luhannie, akhirnya aku bertemu denganmu lagi!" ucap Kris.
Merasa terganggu dengan perlakuannya Luhan segera menarik dirinya dari kungkungan Kris dan berdiri, dengan mimik wajah menahan emosi.
"Apa yang kau lakukan disini! Masih punya nyali untuk menunjukan batang hidungmu didepanku hah?! Belum cukup dengan apa yang sudah kau lakukan padaku dulu!" teriaknya emosi.
Bersamaan dengan meledaknya Luhan seluruh pengunjung restoran tersebut memandang kearah mereka dengan tatapan risih. Merasa diperhatikan Kris lalu emnarik tangan Luhan keluar restoran walaupun Luhan sudah berusaha untuk melepaskan genggamannya.
Diluar restoran sebuah Maybach 62s sudah terparkir dengan cantiknya, menunggu sang empunya dengan setia. Kris menarik tangan Luhan dan membawanya masuk ke mobil dan langsung menjalankan mobilnya.
"Ya! Apa yang kau lakukan? Kau berencana menculikku eoh? Tidak kusangka kau sangat rendah, bahkan kau tidak ingin mengakui kejadian 5 tahun yang lalu itu? Itu adalah kesalahanmu dan kau tidak ingin bertanggung jawab begitu? Brengsek!" amarah Luhan meledak-ledak sekarang dia tidak akan terlihat lemah didepan namaj brengsek ini namja yang telah merenggut kebahagiaan hidupnya. Sang pembunuh!
Kris memelankan laju mobilnya lalu berhenti didekat danau dan taman. Luhan namja yang telah memaki-makinya tadi sekarang hanya bisa terlelap disampingnya, dengan wajah yang damai. Luhan sangat cantik ketika tertidur. Dengan gemetar Kris memberanikan diri untuk menyentuh wajah Luhan dan menyusuri setiap inci permukaan wajahnya mulai dari mata, hidung, pipi, dan bibir plumnya.
Kris mendesah, ia mulai memutar memori di otaknya untuk menampilkan sebuah film pendek yang menyakitkan. Sebuah peristiwa yang bisa membuat namja yang ia cintai pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun.
FLASHBACK
"Eomma, hari ini aku akan mengantarmu ke butik ya, sepertinya aku penasaran dengan desain terbaru eomma minggu ini, kekekeke."
"Aigoo, Lu ada apa denganmu tidak biasanya kau seperti ini" ucap ibu Luhan.
"Aku juga tidak tahu aku hanya penasaran dengan desain terbarumu dan ingin sekali mengantarmu ke butik, karena hamper 2 bulan terakhir aku seperti tidak perduli dengan kegiatanmu, mian." Ucap Luhan lesu.
"Gwaenchana, Park ahjussi bisa mengantar eomma kemanapun eomma minta, tidak usah khawatir anakku."
"Aniya. Pokoknya mulai hari ini aku akan terus mengantar eomma ke butik, lagipula aku juga tidak sibuk Kris sedang ada urusan dengan appanya di kantor. Kajja kita berangkat."
20 menit pertama semuanya tampak normal sampaiā¦
Drrttt Drrttt Drrrttt
"Hah, siapa sih daritadi mengganggu saja!" keluh Luhan.
"Wae? Ada apa Lu?"
"Aniyo, eomma hanya daritadi handphoneku terus menerus bergetar entah itu pesan atau telfon yang masuk, aku hanya malas mengangkatnya karena aku ingin fokus saat menyetir."
"Mungkin itu pesan dari Kris siapa tahu ada kabar penting." Ucap eommanya.
Dengan sedikit memaksa Luhan mencoba merogoh kantung belakang celananya untuk mengambil handphonenya dan benar saja. 35 pesan masuk dan 27 kali tefon masuk dari Kris. Semuanya.
Isi dari hampir semua pesan Kris adalah, Kris meminta Lu untuk cepat membalas pesannya karena Kris akan berencana untuk mengajak Lu kencan. Dan seperti tidak tahu situasi dia terus saja mengirim pesan dan menelfon.
Saat sibuk dengan kegiatannya dan eomma Lu yang sibuk dengan tabletnya, tiba-tiba ada bunyi klakson yang mengagetkan mereka. Ada penyempitan jalan mendadak. Reflek Lu segera membelokkan mobilnya kearah kiri dan saat itu sebuah truk tangki besar juga melintas bersamaan dengan melajunya mobil Lu di belakang truk tersebut dan akhirnya tabrakan pun tak dapat dihindari.
Singkatnya, seperti itulah peristiwa tersebut terjadi. Kris sebenarnya tidak menyadari kesalahannya atau bahkan tidak ingin menyadarinya. Karena begitu berat menahan beban digunjingkan orang-orang yang mengatakan dia seperti telah membunuh seseorang. Secara tidak langsung ia di cap sebagai pembunuh kan? Bulir Kristal mengalir dari mata elangnya, deras, tak tertahankan. Ia merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh memaksa Luhan untuk membalas pesan singkatnya karena ia ingin mengajak Luhan untuk berkencan, dan saat itu ia tidak tahu kalau Luhan sedang berada dalam perjalanan.
Walaupun disesali tidak ada yang bisa diubah, takdir telah menggariskannya kerjadian itu, peristiwa itu sudah terjadi dan kita tidak bisa memutar ulang waktu untuk memperbaikinya.
Tidak lama kemudian Luhan terbangun dari tidur lelapnya, Kris langsung buru-buru menghapus air matanya dan menegakan badan bersiap mendapat serangan apapun dari Luhan sekarang. Apa itu dimaki, dipukuli, bahkan ditendang keluar dari mobilnya sendiri dia rela.
Luhan terbangun karena merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya, ia muai membuka mata dan mengerjapkannya berkali-kali, dan menarik tangannya karena badannya terasa sangat pegal. Dan tiba-tiba ia ingat ia berada di dalam mobil, berdua, dengan seseorang yang sangat ia benci. Ia menengok ke arah kirinya dan menemukan namja tersebut sedang duduk tegak menatap jalan dengan tatapan kosong. Atau, khawatir?
Merasa canggung dengan suasana seperti ini Luhan berani membuka suara
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kuharap kau mengerti bahwa aku tidak ingin bertemu denganmu, ingat satu hal sampai kapanpun aku tidak bisa memaafkanmu dan tidak bisa melupakan perbuatanmu dulu. Aku turun disini. Jangan berani mengikutiku, Pembunuh." Ucap Luhan tegas.
Membuka pintu mobil dan keluar, berjalan menuju bangku panjang di taman tersebut. Dia duduk disana sambil termenung. Bertemu dengan Kris adalah hal yang paling ia hindari, karena bertemu dengannya hanya akan membangunkan memori tentang ibunya.
Ia mengeluarkan handphone dari saku celananya dan dengan segera menekan speed dial nomor 2 "Shin ahjussi".
"Jemput aku di taman bermain, 12 blok dari Yifan Restaurant, kau ingat kan taman bermain favoritku dulu? Cepatlah aku tunggu 10 menit!" ucap Luhan dan segera menutup telfon.
TBC
