SUMMARY : Apa arti cinta sebenarnya? Perasaan seperti apa? Maniskah? Atau hanya akan membuat sakit.
CAST : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, + another member + OC.
PERINGATAN : CERITA INI MURNI HASIL KARYA SENDIRI. APABILA TIDAK SUKA JANGAN DIBACA. NO BASH! PLEASE REVIEW. GOMAPTA.
LeeJihye
Presents
"Cinta membuatmu gila ya?"
"CINTA BUKAN HANYA PERUMPAAN KATA. CINTA BISA MEMBUAT HAL YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN. CINTALAH YANG MEMPERSATUKAN MEREKA"
From: Kyungsoo-ya
"Eoddiga? Kami mengkhawatirkanmu, kau tahu tadi Kai ingin menyusulmu dan menghabisi Kris kalau saja aku tidak mencegahnya. Malam ini jam 7, di apartemenku. Datanglah dan kita bicarakan semuanya sekaligus merayakan kedatanganmu ke Beijing. Saranghae~"
Luhan tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh Kyungsoo, berysukurlah dia mempunyai sahabat yang sangat perduli terhadapnya.
"Kita sampai Tuan Muda, Direktur sedang ada rapat di kantor dia bilang jika kau sudah berada di apartemen istirahatlah dan_"
"Dan tidak pergi kemanapun sampai Appa mengijinkanku keluar. Dan aku boleh menggunakan fasilitas Appa selama Appa rapat. Aku tahu, itu adalah perintah appa sejak aku berumur 17 tahun kau tahu? Dirumah ataupun disini perintahnya tetap sama. Aku tidak akan kemana-mana, tapi nanti tolong antarkan aku ke apartemen Kyungsoo mereka mengadakan pesta penyambutan untukku jam 7 malam. Aku tidak menerima penolakan ahjussi." Ucap Luhan seraya bergegas keluar dari mobil.
Yap melihat kelakuan Tuan Mudanya Shin ahjussi hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Cklek
Luhan memasuki apartemennya, dan langsung mendudukan dirinya di sofa berwarna merah maroon dan menyalakan tv plasmanya. Tv didepannya menyala tapi ia tidak memperhatikannya, ia sedang berpikir apa yang dilakukan Kris tadi.
Bagaimana bisa Kris berani mendatanginya setelah kejadian tragis yang menimpa ibunya membuatnya ibunya tewas dan merenggut semua kebahagiaannya. Kris tidak lain adalah seorang pembunuh baginya.
Tanpa disadari mata rusanya mengeluarkan bulir Kristal dan jatuh ditangannya, mengingat kejadian itu hanya membuat hatinya sakit, kehilangan seorang ibu diusia yang terbilang sangat muda sangatlah tidak mengenakan. Masa-masa sekolahnya hanya ditemani dengan appa dan sahabat-sahabatnya yang setia menemaninya. Mereka rela berbagi kasih saying ibunya hanya untuk Luhan, bukan karena kasihan, tapi Karen mereka memang menyayangi Luhan. Sangat.
Itulah gunanya sahabat bukan? Seperti saudara.
Luhan memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan mandi, mungkin berendam air hangat bisa menenangkan pikirannya.
Apartemen Luhan, 06:37 KST
"Ne appa aku mengerti, aku hanya akan pergi ke apartemen Kyungsoo, dan besok kami berlima akan pergi ke kantor."
"Aku tahu appa, apa kau pikir aku kesini hanya untuk bermain? Aku sudah bertekad akan menjadi CEO terbaik di perusahaan kita, dan aku pasti akan mengalahkan reputasimu di perusahaan, kekeke."
"Arraseo, appa juga, berhati-hatilah. Saranghae."
Luhan menutup telfonnya setelah meyakinkan appanya bahwa mala mini ia hanya pergi ke apartemen Kyungsoo karena mereka akan merayakan pesta untuk penyambutan Luhan.
Tinn Tinn
"Ah sepertinya Shin ahjussi sudah datang. Kim ahjumma, aku pergi dulu ya, aku sudah izin pada appa. Kalau kau sudah selesai dengan pekerjaanmu lekaslah pulang udara malam ini sangat dingin, ne?" ucap Luhan.
"Baiklah Tuan Muda. Hati-hati, dan jangan pulang larut." Ucap Kim ahjumma.
"Ne, aku berangkat dulu, annyeong."
Apartemen Kyungsoo, 07:15 KST
To: Kyungsoo
Cepat buka pintu apartemenmu, kedua tanganku sibuk tidak bisa memencet bel. Jangan banyak bertanya dan cepat!"
Sesampainya di lorong apartemen Kyungsoo, Luhan bisa melihat Kyungsoo yang berdiri di depan pintu dengan bersandar pada pintu apartemennya.
Kyungsoo yang menyadari kedatangan Luhan langsung membantunya membawa satu papper bag dari tangan Luhan.
"Untuk apa membeli semua ini, kau pikir aku tidak punya makanan hah? Sangat menyinggung."
"Hmm, tidak juga. Aku hanya membantumu memenuhi keinginan perut besar Kai dan Chanyeol, kau lupa kalau mereka berada di pesta mereka makan seperti orang kelaparan. Hahaha."
"Hah, dasar kau ini. Tidak pernah berubah. Cepatlah disini sangat dingin."
Luhan dan Kyungsoo memeprcepat langkah mereka dan masuk ke apartemen Kyungsoo. Didalam mereka langsung menuju dapur menyiapkan segala macam makanan untuk pesta malam ini.
Selama acara berlangsung Luhan menceritakan kejadian tadi siang antara dirinya dan Kris. Selama ini mereka tidak tahu kalau ternyata Luhan dan Kris adalah sepasang kekasih,mereka bersahabat sejak Luhan pindah ke Korea untuk mengasingkan diri dan melanjutkan sekolahnya, dan kebetulan tinggal satu komplek perumahan dengan Baekhyun. Dan disitulah awal keakraban mereka. Mereka satu kampus, satu jurusan dan rumah mereka berdekatan, itulah yang menjadikan Luhan merasa nyaman untuk berteman dengan mereka.
Mereka sudah menganggap Luhan seperti saudara sendiri. Berbagi kasih sayang dari ibu mereka untuk Luhan.
Keesokan harinya…
Luhan terbangun dari tidurnya, ia membuka mata dan mengerjapkannya berkali-kali untuk menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke kamarnya. Dia meraih handphonenya di nakas dekat tempat tidurnya.
From: Baekhyunnie
"Hari ini kita menghadiri rapat pemegang saham di perusahaan ayahmu, rapat dimulai pukul 02:00 KST, sebelum itu datanglah ke apartemen Kyungsoo."
From: Kyungsoo
"Hei pemalas! Cepat bangun lalu ke apartemenku, semuanya sudah menunggumu, aku tahu appa mu pasti sudah berangkat ke kantor untuk mempersiapkan rapat kali ini dan Kim ahjumma tidak akan datang sepagi ini kan? Sarapanlah di apartemenku."
Setelah membaca pesan dari Baekhyun dan Kyungsoo, Luhan mengambil jam weker di nakasnya yang menunjukan pukul 07:00 KST.
"Benar, Kim ahjumma tidak mungkin datang ke apartemenku jam segini, karena Kim ahjumma biasanya datang jam 9 pagi. Appa pasti sudah ke kantor setengah jam yang lalu, menyedihkan sekali seharusnya ada eomma yang membangunkanku sekarang. Eomma aku merindukanmu." Keluh Luhan.
Luhan bergegas menyibak selimutnya dan pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap ke apartemen Kyungsoo.
Satu setengah jam kemudian Luhan sudah berada di apartemen Kyungsoo, lebih tepatnya berada di meja makan bersama Baekhyun, Kyungsoo dan Kai.
"Baek, dimana Chanyeol? Dia tidak datang atau ke kantor terlebih dulu?" Tanya Luhan.
"Molla, aku tidak peduli. Aku malas membicarakannya." Sahut Baekhyun.
Kyungsoo menyikut lengan Luhan dan berbisik "Mereka bertengkar semalam, yah kau tahu Chanyeol lupa akan hari jadi mereka dan akhirnya beginilah. Baekhyun merajuk dan langsung menuju ke apartemenku jam 6 pagi. Dia pikir apartemenku ini hotel keluar masuk seenaknya! Lalu aku berusaha menghubungi Chanyeol untuk membawa anak ini keluar dari apartemenku tapi Chanyeol tidak berani kesini mungkin karena takut dimaki-maki oleh Barbie itu."
"Aku mendengarmu Do Kyungsoo! Aku kenyang!" sergah Baekhyun sambil berjalan meninggalkan meja makan.
"Ya Baek! Berhentilah merajuk! Kau laki-laki tidak seharusnya laki-laki pintar merajuk sepertimu. Aku curiga kau sebenarnya namja atau Barbie yang menyamar sebagai namja huh?" Ucap Kai.
"Shikero!" teriak Baekhyun sambil masuk ke kamarnya. (Apratemen Kyungsoo mempunyai lima kamar untuk sahabatnya dan dirinya sendiri)
Akhirnya mereka bertiga meneruskan sarapan mereka hingga suara bel pintu apartemen menginterupsi kegiatan mereka.
[Ting Tong Ting Tong]
"Tunggulah disini, habiskan makananya aku akan membuka pintu." Perintah Kyungsoo.
Kyungsoo bergegas menuju pintu dan saat dia membuka pintu pemandangan yang muncul adalah…
TBC
