SUMMARY : Apa arti cinta sebenarnya? Perasaan seperti apa? Maniskah? Atau hanya akan membuat sakit.

CAST : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, + another member + OC.

PERINGATAN : CERITA INI MURNI HASIL KARYA SENDIRI. APABILA TIDAK SUKA JANGAN DIBACA. NO BASH! PLEASE REVIEW. GOMAPTA.

LeeJihye

Presents

"Cinta membuatmu gila ya?"

"CINTA BUKAN HANYA PERUMPAAN KATA. CINTA BISA MEMBUAT HAL YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN. CINTALAH YANG MEMPERSATUKAN MEREKA"

"Hai, Kyungsoo, aku kesini untuk mencari _"

BLAM!

"Kris is here!" teriak Kyungsoo

Kai tersedak makanannya, dan Luhan menjatuhkan sendoknya. "Apa!" teriak mereka bersamaan.

"Bagaimana Kris tahu kalau aku ada disini. Shit!"

"Cepat masuk ke kamarmu, aku dan Kyungsoo akan menahannya, atau mungkin mengusirnya." Perintah Kai dan langsung berjalan menuju pintu.

Luhan segera berlari ke kamarnya dan dengan sigap menutup pintu kamarnya sebelum Kris melihatnya.

BLAM!

"Sial! Bagaimana Kris tahu aku disini, lebih tepatnya kris tahu apartemen Kyungsoo? Hoel. Siapa pengkhianat disini?" Sambil berpikir Luhan berusaha menghubungi Baekhyun.

"Yeobseyo"

"Baekkie, kau dikamar? Tolong bantu aku, Kris disini dia pasti mencariku. Aku harus pergi!"

"Tentu saja Kris tahu kau disini, kemarin saat di restoran, ada orang bodoh yang dengan gamblangnya memberi tahu rencana kita dan memberi tahu apartemen Kyungsoo juga."

"Siapa?"

"Orangnya adalah Chanyeol. Kau tidak tahu kalau dia bodoh?"

"Oh shit! Ingatkan aku untuk membunuhnya setelah ini."

"Dengan senang hati. Sekarang begini saja, sepertinya Kyungsoo tidak mengunci pintu belakang. Coba kau lihat dan pastikan kau tidak terlihat."

Luhan berjalan keluar kamarnya dan pergi ke dapur, dia mencoba untuk membuka pintu belakang apartemen Kyungsoo. Klek! BINGO!

"Thankyou God! Oke, Baekkie, kau ambil mobilmu dan temui aku di pintu depan."

"I'm ready."

Luhan segera berlari menuju pintu depan apartemen, dan menunggu Baekhyun dengan harapan Kris tidak melihatnya.

Tinnnn!

"Oh, this is my lovely Barbie. Thankyou Baekkie." Ucap Luhan saat masuk ke mobil dan langsung memeluk Baekhyun.

"Lepaskan aku bodoh. Hanya Chanyeol yang boleh memanggilku "Barbie". Arraseo!"

"Hmm, setahuku tadi ada seseorang yang malas untuk membicarakan Chanyeol, tapi kenapa sekarang kau menyebut namanya? I know that you miss him, haaa?"

"Kau mau aku selamatkan atau aku akan teriak, agar Kris mendengarku dan menangkapmu?"

Seketika tubuh Luhan menegang dan diam seribu bahasa. "Sial, sahabat macam apa kau Baek." Baekhyun yang melihat itu hanya menampilkan smirk licik di wajah cantiknya.

"Anak pintar." Kata Baekhyun dan langsung menjalankan mobilnya.

Kyungsoo's apartment

"Aku sudah berulang kali bilang padamu kan, Baekhyun tidak ada disini, lagipula ini apartemenku bukan apartemen Luhan. So, silahkan kau pergi dari sini." Ucap Kyungsoo geram.

"Atau aku harus membantumu untuk pergi? Mungkin aku harus menyeretmu keluar pintu hah? " timpal Kai.

Yap, selama Baekhyun dan Luhan sibuk untuk kabur, Kyungsoo Kai dan Kris sibuk berdebat didepan pintu apartemen Kyungsoo. Kris bersikeras memaksa untuk masuk dan mengatakan bahwa Baekhyun ada didalam.

"Tujuanku datang kesini hanya untuk bertemu dengan Luhan, bukan untuk berdebat dengan kalian. Tolong, biarkan aku menemuinya."

Ow, jadi seorang Kris Wu bisa memohon juga rupanya? Ajaib.

"Ini terakhir kalinya aku mengatakan ini, Luhan is not here! And now, just leave!" teriak Kyungsoo dan langsung membanting pintu tepat didepan wajah Kris.

"Arrrgghhh! What should I do Lu? Kemana aku harus mencarimu sekarang?"

Kris terpaksa pulang dengan tangan kosong. Terseok melangkah keluar gedung. Sesaat sampai di tempat parkir, mata elangnya menangkap sosok pria seperti Luhan berlari memasuki sebuah mobil. Dengan tergesa-gesa Kris memasuki mobilnya dan mengikuti arah perginya mobil yang dimasuki Luhan tadi.

"I'm sure that is you Lu. I know you more than anyone. I'm sorry Lu, so sorry." Monolog Kris.

Selama perjalan tidak ada yang membuka suara satupun, jengah dengan suasana sepi seperti ini Baekhyun akhirnya bicara.

"Where do we go now Lu? Thinking about something great place."

"Hmm.. Chanyeol's office!"

Ciiitttt!

"Baekkie! What are you doing? I still want alive. Don't do that again!"

"What the fuck happen with you Lu? Chanyeol's office? That's not good idea I think. You know that Chanyeol and me have problem, we fight today, and now you want to come there? Don't be crazy Lu. I swear."

"Hei. Right now don't think about your relationship with Chanyeol, the important thing is me. Chanyeol can help me now. I want to asking Chanyeol some question about Kris."

"Are you think Chanyeol is Kris's mom? Why you asking about Kris to him?"

"Chanyeol have many relations, many bodyguard, and spy. I know you know what I mean."

"That's all about bullshit Lu. I'm done!"

"Oh, please. This is the last. And I promise to you I will make your relationship with Chanyeol can be better from now. I promise."

"Oh, don't do that Lu, please."

"Please, you want to help me right? Maybe I will give you some clothes by Supreme, Moschino T-shirt, shoes by Nike, and pants by SPAO. Oh, don't forget I have a limited edition suits by Emporio Armani, and I have _"

"Just shut up Lu! We go there!"

"I know, this is my Baekkie!"

Tanpa sepengetahuan mereka ada sebuah mobil yang mengikuti mereka dari belakang, itu mobil Kris! Hebat sekali dalam sekejap ia berhasil menemukan mereka, setelah tertinggal di persimpangan akibat rambu lalu lintas.

30 menit untuk sampai di kantor Chanyeol. Dan sekarang mereka sudah berada di meja sekretaris Chanyeol.

"Oh, . Apa kabarmu? Ada yang bisa kubantu?" Tanya sekretaris Chanyeol yang diketahui bernama Lee Jinhae. Seorang wanita seksi yang pasti bisa membuat Chanyeol bahkan Luhan sekalipun akan tergiur. Sayangnya, mereka semua sadar bahwa mereka seorang gay.

"Langsung saja. Apakah Chanyeol ada didalam, atau sedang rapat, atau dia ada tamu?"

" sedang tidak ada jadwal hari ini, jadi dia ada di ruangannya." Sahut Jihae.

"Tch, . Aku pikir dia tidak akan memakai nama panggilannya di kantor ini, secara tidak langsung itu adalah panggilan dirumah dariku untuk dia. Dan sekarang yang menyebutkannya adalah sekretarisnya? Aku terharu." Ucap Baekhyun.

"Baek!"

"I'm just saying it, don't be mad!"

Luhan dan Baekhyun memasuki ruangan Chanyeol tanpa permisi dengan sang pemilik ruangan.

"Ow! Luhan. What makes you come to here. You need me?"

"Yes, of course. Can you help me, I wanna ask you some question about Kris." Ucap Luhan sembari duduk di sofa putih milik Chanyeol.

Di lain tempat, sebuah mobil Ferrari merah baru saja sampai di depan gedung kantor Chanyeol, Kris keluar dari mobilnya dan menatap gedung pencakar langit itu dengan heran.

"Untuk apa kau datang kesini Lu? Apa kau mempunyai hubungan dengan CEO itu?"

Chanyeol berniat menghampiri Luhan, tapi niatnya terhenti saat melihat Baekhyun yang berdiri di depan pintu.

"Baek? That's you?"

"Yes, of course it's me? Do you think I'm your secretary? With sexy suits, or I mean lingery. And I must sit in front of you, on the table? Like bitch? Hoel."

"What do you mean?"

"Don't act like you don't know anything Sir, I'm loathe.

"Baek, I'm sorry about our problem this morning."

"Don't say anything to me."

Luhan yang menjadi penonton pasif hanya bisa memijit pelan alisnya, dan merasakan kepalanya yang tiba-tiba menjadi pening.

"Hei kalian berdua! Aku datang kesini bukan untuk melihat drama rumah tangga. Kenapa kalian sangat suka menyajikan drama rumah tangga yang menjijikan?"

"I told you! Jangan datang kesini. Kau selalu membantah!" ucap Baekhyun yang langsung menuju Luhan, tapi sayang, lengannya sudah dikunci oleh Chanyeol.

"Kita belum selesai Baek, aku hanya ingin minta maaf padamu atas kejadian tadi pagi."

"Oh, tolong lupakan itu Chan, aku sudah muak untuk memikirkan kejadian itu."

"Wait, you call me what?"

"I call you chan! C-H-A-N! That's the name that I gave to you Park Chanyeol. dan sekarang aku sangat terharu saat nama itu disebut oleh sekretarismu. Gosh!"

"Itu tidak masalah Baek." Chanyeol memegang bahu Baekhyun agar memandangnya. "Dengar, di dunia ini aku tidak akan pernah menyukai orang lain, sekalipun itu wanita. Hanya kau milikku Baek, selamanya."

"Oh, itu terdengar seperti adegan di salah satu drama."

Chanyeol mengusap wajahnya dengan kasar, "Okay, aku minta maaf padamu Baeka bila ada perilaku diriku yang menyakitimu. Maafkan aku." Ucap Chanyeol sambil memeluk Baekhyun.

"Why you must show up, I mean, yeah, masalah tadi pagi kita bisa saja melupakannya, karena itulah kita kan. Kau menyebalkan Chan, tapi kau sangat seksi. Gosh!" pikir Baekhyun.

"Ya, mungkin aku akan mempertimbangkannya."

"This is my lovely Barbie, heum."

Melihat Baekhyun dan Chanyeol yang bermesraan didepannya, membuat Luhan jengah.

"Hei! I'm here! I need you Park Chanyeol. Now!"

"Hm, sorry Lu. Okey, now" Chanyeol berjalan menuju Luhan "What you need?"

"I want you use your spy for looking information about Kris. Then, asking your relations about Kris's company. I know the name, eeummm.. ah! WU Corporation!"

"Aku bersumpah Lu, WU Corporation?"

"Ya, why?"

"Ah, aniya, lanjutkan"

"Just that for now. Berikan aku informasi secepatnya."

Tanpa menunggu waktu lama, Chanyeol meraih ponselnya dan langsung menekan speed dial 2

"Youl. Can you come to my room? Right now. Thank you."

Tak lama kemudian seseorang datang ke ruangan Chanyeol.

"Kau perlu denganku Yeol?"

Luhan dan Baekhyun yang sibuk dengan ponselnya tercengang, Luhan sepertinya kenal dengan suara orang dengan seseorang yang selama ini Luhan cari. Mungkinkah dia?

"Ya, urus beberapa spy yang bekerja padaku untuk mencari informasi tentang Kris Wu, dan hubungi beberapa relasiku dan tanyakan pada mereka tentang WU Corporation. Aku ingin data-data dan informasi terbaru dan akurat. Jangan sampai kau lakukan kesalahan. Mengerti?"

"Ohorat!~ Kau terima beres saja."

Baekhyun yang menyadari perubahan raut wajah Luhan, berinisiatif untuk bertanya.

"Hei, Lu." Baekhyun berbisik pada Luhan. "Apa yang kau pikirkan? Kenapa wajahmu pucat?"

Tanpa memperdulikan pertanyaan Baekhyun, Luhan mengalihkan wajahnya dari ponselnya dan menatap wajah orang yang berbicara dengan Chanyeol.

Wajah itu, bibir itu, cara bicara, dan mata itu. Itukah dia?

Tanpa sengaja kedua mata mereka bertemu dan ternyata….

TBC