SUMMARY : Apa arti cinta sebenarnya? Perasaan seperti apa? Maniskah? Atau hanya akan membuat sakit.

CAST : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, + another member + OC.

PERINGATAN : CERITA INI MURNI HASIL KARYA SENDIRI. APABILA TIDAK SUKA JANGAN DIBACA. NO BASH! PLEASE REVIEW. GOMAPTA.

LeeJihye

Presents

"Cinta membuatmu gila ya?"

"CINTA BUKAN HANYA PERUMPAAN KATA. CINTA BISA MEMBUAT HAL YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN. CINTALAH YANG MEMPERSATUKAN MEREKA"

Tanpa memperdulikan pertanyaan Baekhyun, Luhan mengalihkan wajahnya dari ponselnya dan menatap wajah orang yang berbicara dengan Chanyeol.

Wajah itu, bibir itu, cara bicara, dan mata itu. Itukah dia?

Tanpa sengaja kedua mata mereka bertemu ….

Pria yang dimaksud Luhan sudah keluar meninggalkan ruangan Chanyeol.

"Oh shit! Park Chanyeol, jangan katakan kalau dia adalah Oh Seyoul!"

"Eoh? Ne, itu Oh Seyoul, wae? Kau mengenalnya?"

"Sudah berapa lama dia bekerja untukmu?"

"Hm, 3 tahun?"

"Double shit! Chanyeol kau itu bodoh atau bagaimana? Kau tidak bisa mengenalinya bahkan saat dia sudah bekerja denganmu selama 3 tahun? Dia itu Oh Seyoul, kakak dari Oh Sehun!"

"Jin..Jinjjayo! Bagaimana bisa? " teriak Chanyeol.

"Halah, dasar kau bodoh. Kau perhatikan saja wajahnya, bibir, mata, hidung, itu semua mirip dengan Sehun, dan gaya bicaranya yang barusan mengatakan "Ohorat". Itu adalah kebiasaan Sehun kau tahu? Hah." Keluh Sehun sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing. "Berikan aku nomor ponselnya!"

"Ah begitukah? Aku tidak menyadarinya, maaf. Nomor ponsel? Untuk apa? Pasti kau ingin menanyakan tentang Sehun kan."

"Jangan banyak protes Yeol. Berikan nomor ponsel Seyoul dan kerjakan tugas yang kuberikan untukmu. Urusan uang akan aku berikan kalau data yang kuinginkan sudah sampai."

"Kau berlagak seperti bos sekarang? Okay akan aku turuti hanya untukmu Tuan Lu."

Setelah itu Luhan bergegas untuk pergi, atau penasaran dengan Oh Seyoul?

"Baek, kau ingin pulang bersamaku atau ingin disini dengan calon suamimu yang aneh ini."

"Eeh..hh.. mungkin aku pulang bersamamu saja Lu."

"Baiklah, cepat."

Sebelum Luhan dan Baekhyun keluar dari ruangan tersebut Chanyeol langsung menarik tangan Baekhyun.

"Aku akan menemuimu di apartemen Kyungsoo nanti, akan aku usahakan agar bisa pulang cepat. Otte?" ucap Chanyeol sambil memegang wajah Baekhyun.

"Hmm. Okay, tidak masalah sekalipun kau sibuk jangan memaksa. Aku pulang dulu Yeol."

"Ya, hati-hati Baek." Dan mereka berdua berpelukan.

"OH MATAKU SAKIT SEKALI!" teriak Luhan dari belakang mereka.

"SHIKERO!" balas Baekhyun dan Chanyeol tidak kalah kencangnya.

Luhan hanya bisa memutar bola matanya, malas.

Baekhyun dan Luhan sudah sampai di apartement Kyungsoo dan sedang membicarakan tentang Kris.

"Jadi." Kai mulai buka suara. "Aku dan Kyungsoo berhasil membuat pria blonde itu keluar dari sini, tapi…" Kai menggantungkan argumennya.

"Kim Jongin!." Bentak Baekhyun.

"Woo… okay okay, aku dan Kyungsoo berhasil membuat Kris pergi dari sini, tapi sepertinya dia melihat kepergian kalian, brada."

"A.." Saat Luhan ingin bicara Kyungsoo sudah mencegahnya. "Maksudnya, saat Kris keluar dari apartement disaat itu juga dia melihat kau masuk ke dalam mobil Baekhyun, dan mungkin saja dia melihat plat nomor mobilmu Baek. Itu hanya opiniku, tidak usah dipikirkan."

"Apa kau pikir aku bodoh? Mana mungkin aku tidak memikirkannya, dia bisa saja membuat laporan palsu dengan menyebutkan bahwa aku menculik Lu, oh tidak hidupku berakhir! Yeol. Aku tidak mau berakhir seperti ini! Tidak!"

"Aigoo berisik Baek!"

BUGH!

"Aw!" Baekhyun hanya bisa mengaduh saat Luhan mengambil sebuah buku dan mendarat cantik tepat di dahinya.

"Cih! Tidak mungkin Kyung, kau pasti bercanda kan. Kenapa dia terus menggangguku."

"Aku tidak sedang bermain lelucon Lu, begini saja, untuk mengurangi kemungkinan buruk aku punya rencana untuk ini. Kita ganti plat nomor mobil Baek, atau mungkin kita beli mobil baru untuknya."

"Aku suka ide kedua."

"DIAM BAEK!" teriak Kyungsoo, Luhan dan Kai.

"Hah, aku lelah kalau harus berteriak guys, begini saja. Aku akan membicarakan tentang penggantian mobil Baek pada Chanyeol nanti, itupun kalau memang dibutuhkan. Oh Lu, apa kau sudah meminta Chanyeol untuk mengutus spy dan mencari tahu tentang Kris? Aku rasa itu perlu." Ucap Kai.

"Aku sudah melakukannya, tenang saja."

Ting Tong

Ting Tong

"Who's that? Kenapa hari ini banyak sekali gangguan di rumah ini!" teriak Kyungsoo frustasi.

"Aku saja yang buka pintunya, kalian disini saja." kata Kai.

Kai berjalan menuju intercom di dekat pintu masuk. (setelah kejadian penerobosan masuk oleh Kris, Kyungsoo dan Kai sepakat untuk memasang intercom) .

"Kurir? Chagiya apa kau memesan sesuatu?" teriak Kai.

"Hum? Aniya. Memang nya itu siapa?"

Tanpa menjawab, Kai langsung membuka pintu.

"Selamat sore Tuan…Luhan?"

"Aku Kai, teman Luhan, ada kiriman? Dari siapa?"

"Oh maaf Tuan, saya tidak diberitahu siapa pengirimnya, saya hanya bertugas untuk mengantarnya."

"Ah baiklah. Terima kasih."

"Semoga harimu menyenangkan."

Sesaat Kai hendak menutup pintu Chanyeol datang dan menahan pintunya.

"Hei Kai. Tadi itu siapa?"

"Oh Yeol. Hum itu kurir, dia mengantarkan sesuatu untuk Luhan, kupikir itu untuk Kyungsoo."

"Wait a minute." Chanyeol segera menarik paket tersebut dan melihatnya. Dia menemukan salah satu dari sudut kotak tersebut dibubuhkan sebuah tanda tangan. Sebuah smirk tercipta di wajahnya.

"Ayo masuk! Sepertinya aku tahu ini kiriman dari siapa."

Melihat kedatangan Kai dan bersama Chanyeol, ketiga orang tersebut menatap mereka dengan heran.

"Yeol? Sejak kapan kau disini?" Tanya Kyungsoo.

"itu tidak penting, yang penting sekarang adalah ini. Ucap Chanyeol sambil menunjuk sebuah kotak besar berwarna putih di tangan kirinya. "Sepertinya aku tahu siapa pengirim barang ini, lihat aku menemukan salah satu sudutnya diberi sebuah tanda tangan."

"Lalu?" Tanya Luhan.

"Lu, barusan kau memintaku untuk mencari tahu tentang Kris kan? Aku sebenarnya ingin memberitahumu bahwa dia adalah salah satu dari investor di perusahaanku. Tapi aku pikir untuk tidak melakukan itu, mungkin saja aku salah orang. Dan aku sangat tahu bagaimana bentuk tanda tangannya. Dan Kai mengatakan bahwa paket juga ini ditujukan untukmu."

"Jinjja? Aku tidak mau menerimanya."

"Kalau begitu aku saja yang membukanya, berikan padaku Yeol." Kata Baekhyun.

Dengan segera Baekhyun membuka paket tersebut dan tiba-tiba saja tawanya menggema ke seluruh ruangan di apartement.

"Pffftttt.. bwahahahahaha…. Ini benar-benar untuk Luhan? Bwaahahahaha, aku tidak menyangka pfffttt…"

"Ada yang salah?" Tanya Kai sambil berjalan ke arah Baekhyun.

"Astaga! Apa ini!" teriak Kai histeris sambil mengangkat benda dari paket tersebut.

"Satu set gaun?!" teriak mereka bersamaan.

"Oh jangan lupakan heels nya Lu, bwahahaha!" ucap Baekhyun.

"KRIS BODOH!" geram Luhan. "Apa maksudnya dengan memberiku sebuah gaun? Dia pikir aku ini transgender? Akan kubunuh dia!" ucap Luhan sambil menekan dial pad ponselnya.

"TEMUI AKU DI CAFÉ BIASA SEKARANG JUGA! AKU AKAN MEMBUNUHMU KRIS WU!"

Hanya itulah sepenggal dari ucapan Luhan yang dapat mereka mengerti.

Starbucks Café. 05:00 KST

Luhan duduk di salah satu meja dekat dengan jendela, Raspberry Black Mix sudah berada di tangannya. 15 menit Luhan menunggu Kris dengan wajah kesal.

"Akan aku beri pelajaran dia! Tidak peduli dia menangkapku atau sebagainya, aku tidak akan rela dipermalukan seperti ini!"

Seorang pria terlihat memasuki café, mata rusa Luhan sudah dapat mengenalinya. Kris berjalan menuju counter untuk memesan minuman saat sebuah suara menginterupsi kegiatannya.

"Tidak usah repot memesan aku akan langsung bicara denganmu Kris Wu!" teriak Luhan dengan suara oktafnya, membuat seluruh pengunjung café menatap aneh kearahnya.

"Ada apa Lu, kenapa kau memanggilku dengan kasar, kau tidak malu menjadi bahan perhatian orang-orang?"

"Aku tidak peduli! Justru aku lebih malu bila jadi dirimu. Kau pikir aku perempuan? Kau pikir aku transgender hah?!"

"Apa maksudmu Lu, tenanglah."

"Hah, tenang kau bilang? Aku harus tenang bahkan setelah kau memperlakukanku seperti ... perempuan?!" Luhan setengah berbisik saat menyebutkan kata "perempuan".

"Apa salahku Lu?"

"Kau! Kau mengirimkan sebuah paket ke apartemen Kyungsoo, tapi mengatasnamakan paket itu kepadaku. Dan apakah kau sadar benda apa yang sudah kau kirim kepadaku? Demi Tuhan Kris, kau sangat menyebalkan, aku bersumpah aku akan membunuhmu sekarang juga Kris!"

"Paket?" Kris terlihat berpikir. "Ah paket itu, aku ingat. Apa kau tidak menyukainya? Itu adalah edisi terbaru Lu, dan aku sudah prediksikan itu sangat cocok untuk kau pakai."

"Aku pakai? Lalu kau pikir sangatlah lucu bila seorang Xiao Lu, memakai gaun merah maroon, dengan kalung "infinity" dan heels 8cm berwarna merah? Oh shit! where is your brain?"

"Ya Lu, gaun itu…Apa! Gaun?! Tapi aku tidak membelikanmu gaun Lu, aku membelikan sepatu keluaran terbaru dari Dr. Kelvin. Mana mungkin bisa berubah menjadi gaun?"

"Simpan omong kosongmu Kris Wu! Dengarkan aku, cepat atau lambat kau akan merasakan bagaimana rasanya dipermalukan sepertiku Tuan!"

Setelah itu Luhan langsung beranjak dari kursinya, dan tidak lupa untuk meninggalkan sebuah cindera mata untuk Kris yaitu, menumpahkan minuman miliknya di jas Kris.

Kris, you're finish!

Kyungsoo's Apartment

"Ah jadi ini semua adalah idemu, agar Kris dibenci oleh Luhan? Dan Luhan akan dengan cepat menjauhi Kris? Arraseo. Teruskan pekerjaanmu, laporkan semua perkembangannya."

""Jadi? Ini semua ulah dari Oh Seyoul? Kakak dari Oh Sehun? Aku tidak percaya dia bisa mengerjakannya begitu cepat. Daebak!" ucap Kai.

"Berterima kasihlah padanya, dengan usahanya dia sudah meluncurkan satu roket untuk membuat Kris dibenci oleh Luhan, dia adalah salah satu dari sekian orang kepercayaanku, dan dia yang terbaik. Dia sengaja menukar paket yang Kris berikan pada jasa pengiriman, sebelumnya paket itu berisi sepatu keluaran terbaru dan limited dari Dr. Kelvin, dan Seyoul menggantinya dengan gaun merah maroon Victoria Secret, kalung "infinity" InfiniteCo, dan heels merah dari American Eagle. Oh astaga, dia membuang banyak sekali uang hari ini." Kata Chanyeol sambil mengeluarkan satu persatu barang barang di paket tersebut.

"That's a good work Chan, I'm proud to him." Kata Kyungsoo.

"Ya, sudah seharusnya Seyoul melakukan tugasnya dengan baik. Lalu bagaimana dengan rencana kalian yang akan mengganti mobilku?"

"DIAM BAEK!"

"Tunggu, mengganti mobil? Maksudnya?"

"Ya, Kris melihat kepergian Luhan dan Baekhyun saat mereka mencoba kabur dari Kris, Kris tiba-tiba datang ke apartemenku hari ini dan mencoba menerobos masuk kesini. Aku hanya berpikir akan sangat berbahaya saat Kris melihat plat nomor mobil Baekhyun, kau tau kan apa yang bisa ia lakukan dengan uangnya?" jelas Kyungsoo.

"Oh, itu tidak masalah Kyung, serahkan saja padaku." ucap Chanyeol.

"Tapi aku tidak mengizinkanmu untuk mengganti mobilnya, aku hanya salah bicara tadi." elak Kyungsoo.

"Tidak adil Kyung!" teriak Baekhyun sambil berlari ke kamarnya.

BLAM!

"AKU BENCI KAU PENGUIN!"

"LA LA LA I CAN'T HEAR YOU BARBIE!" teriak Kyungsso.

Chanyeol dan Kai hanya bisa geleng-geleng kepala.

TBC