SUMMARY : Apa arti cinta sebenarnya? Perasaan seperti apa? Maniskah? Atau hanya akan membuat sakit.
CAST : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, + another member + OC.
PERINGATAN : CERITA INI MURNI HASIL KARYA SENDIRI. APABILA TIDAK SUKA JANGAN DIBACA. NO BASH! PLEASE REVIEW. GOMAPTA.
LeeJihye
Presents
"Cinta membuatmu gila ya?"
"CINTA BUKAN HANYA PERUMPAAN KATA. CINTA BISA MEMBUAT HAL YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN. CINTALAH YANG MEMPERSATUKAN MEREKA"
Gakkeum I muneul datgo nan saenggage ppajyeo
Mudae wi nae moseubeul sangsanghagon haesseo
Seotureun nae moseupdo
Johahae jun neoyeossjiman
Gwabunhan geu sarangeul badado doeneunji
Terkadang aku menutup mata dan jatuh ke dalam pikiranku tentangmu. Kamu terbiasa membayangkan sebuah gambar yang sama denganku. Meskipun kekikukanku, kamu masih menyukaiku apapun itu. Tapi apakah aku pantas untuk dicintai olehmu?
Sigani jinado malhaji mothago
Mam sugeuro samkineun na
Mianhandago neol saranghandago
Jigeumcheoreom mdeoldallago
Neol analjuge du son jabajulge
Ne mami pyeonhaejil su itdamyeon
Nae modeungeol bachilge
Seiring berjalannya waktu, ada sebuah kata yang tidak bisa aku ucapkan. Tenggelam di dalam hatiku "Aku minta maaf", 'Aku mencintaimu'. Memintamu untuk percaya padaku seperti saat ini. Aku akan memelukmu dan menggenggam tanganmu. Jjika aku bisa mengekspresikan hatiku. Aku akan mengabdikan diriku kepadamu.
Aku berjanji.
Sebuah memori berputar di dalam pikiran Kris. Memori indah bersama Luhan 6 tahun lalu, saat dimana mereka masih bersama. Saling menyayangi, saling mengasihi di bawah lindungan Tuhan yang mencintai mereka. Tapi waktu itu berjalan begitu cepat hingga Kris tidak menyadarinya.
Betapa buruknya bila kata "menyesal" datang pada akhir sebuah cerita. Seberapa buruk hal yang akan kita alami bila kata "maaf" tak pernah disebutkan. Biarkan ia bertanya, "dimanakah keadilan Tuhan selama ini?" Keadilan Tuhan? Semua tertera pada takdirmu sendiri, apapun yang kau alami di dunia ini itulah keadilanNya. Dan mungkin sudah menjadi keadilanmu juga bila seorang Xiao Lu membencimu sampai ke ubun-ubunnya.
"Maafkan aku Lu, aku menyesal."
Pagi ini Luhan sudah berada di apartemen Kyungsoo dan membantu Kyungsoo memasak, setelah kejadian dia yang bertemu Kris, penerobosan masuk paksa oleh Kris, dan paket sial yang dikirim oleh Kris, Luhan menjadi sedikit pendiam. Mungkin dia sedikit shock dengan kejadian menimpanya, atau mungkin dia memilih untuk bungkam tentang perasaannya.
"Lu!" teriak Chanyeol dari ruang tamu.
"Ish! Ada apa Yeol, kenapa berteriak."
"Aku punya kabar baik untukmu, cepat kemari!"
Dengan wajah kesal Luhan membanting spatula nya di meja dapur dan melangkah ke ruang tamu.
"APA!"
"Lihat!" ucap Chanyeol sambil menyodorkan ponselnya.
Oh Seyoul.
Park Chanyeol bos tersayangku. Hari ini izinkan aku untuk tidak bekerja, aku akan menjemput adiku di bandara. Kau ingat kan aku pernah bercerita tentang adiku yang berada di Jerman, dan hari ini dia pulang ke Korea. Jadi, izinkan aku untuk bolos beberapa hari bos^^. Bye.
Seketika raut wajah Luhan berubah drastis, ia merebut ponsel Chanyeol dan langsung mengetik pesan balasan.
"Kau menyetujui dia untuk tidak bekerja kan?"
"Ya tentu saja. kenapa?"
Park Chanyeol
Baiklah aku akan mengizinkanmu untuk tidak bekerja, by the way, bisakah aku bertemu dengan adikmu? Mungkin akan lebih baik jika aku juga bisa mengajaknya bekerja sama di perusahaanku.
"Ya! Apa yang kau lakukan dengan ponselku!" Chanyeol berusaha merebut kembali ponselnya, tapi insting Luhan lebih cepat. Dia berlari menuju dapur dan mengunci pintu dapur.
"Sabarlah, aku hanya meminjamnya."
Tidak lama kemudian balasan pesan pun datang.
Oh Seyoul
Oh, kau menyeramkan Yeol, ada apa denganmu. Baiklah, aku akan membicarakannya, kita akan bertemu di Bambina café. Pukul 05:00 KST.
Yeah! Kau berhasil Lu!
"Xiao Lu buka pintunya!"
"Iya, iya baiklah! Dan ini…" Luhan melemparkan ponsel Chanyeol tepat kearah wajahnya. aku kembalikan!" ucap Luhan seraya berlari ke kamarnya.
"Ya! Bodoh! Hati-hati dengan barang-barangku."
Untung saja Luhan sudah menghapus pesan yang ia tulis, sehingga Chanyeol tidak bisa membacanya. Aigoo Lu, kau nakal.
"Apa yang rusa itu lakukan dengan ponselku?"
"Hi, my lil brada!"
"Hi hyung, apa kabamu?"
"Aku baik seperti yang kau lihat. Oh ya, hari ini aku ingin mengenalkanmu pada temanku, aku bekerja di perusahaannya dan dia bilang dia ingin bertemu denganmu. Mungkin kau mengenalnya, namanya Park Chanyeol."
"Chanyeol? Kyunghee?"
"Ya, tepat sekali! Kau kenal kan?"
"Ya, dia seniorku di Universitas dulu. Lalu untuk apa kita bertemu dengannya?"
"Mungkin dia ingin membicarakan bisnis denganmu? Ayolah waktunya sudah tiba."
"Bambina Café…bambina… ah! Ini dia !"
Luhan berjalan memasuki café dengan sedikit tergesa berharap dia dengan cepat menemukan sosok yang dia cari.
"Bodoh! Kenapa aku tidak menghubungi Seyoul saja."
"Yeobseyo. Oh, Luhan-ssi, ada apa? Kau perlu denganku?"
"Oh, Youl, maaf. Apa kau hari ini berjanji akan bertemu dengan Chanyeol?"
"Ne, hari ini aku berjanji untuk bertemu dengannya, memangnya kenapa?"
"Hmm.. aku minta maaf sebelumnya, pesan yang kau terima itu aku yang mengirimnya."
"Oh benarkah? Jadi sebenarnya kau yang ingin bertemu denganku? Ada apa?"
"Apa hari ini kau bertemu dengan Sehun? Maksudku, apa kau datang ke café bersamanya?"
"Well, iya aku bersamanya. Ken.."
"Kalian berada di meja mana?"
"Eoh? Meja nomor 8 dekat dengan rak buku romansa."
"Arraseo. Kamsahamnida."
Luhan segera mencari meja nomor 8, dan berharap bahwa Sehun benar ada disana. Hari ini pertemuan perdana mereka setelah sekian lama Sehun pergi tanpa kabar. Apakah Sehun masih ingat dengannya? Apa Sehun tahu kalau Luhan mencintainya sejak lama? Apa mungkin Sehun mau berbicara dengannya?
Semuanya berkecamuk jadi satu di dalam pikiran Luhan. Dan saat itu juga mata rusanya menangkap siluet seorang pria dengan bentuk tubuh tegap layaknya seorang model. Seyoul melambaikan tangannya kepada Luhan, dan kegiatan itu sontak membuat pria tersebut berbalik dan menatap Luhan.
"Oh shit! Itu benar Sehun!"
Luhan berjalan menuju meja tersebut dan berusaha untuk tetap tenang agar tidak berteriak detik itu juga. Walaupun sebenarnya berbagai kata umpatan sudah berada di ujung lidahnya.
"Annyeong, Seyoul-ssi, kau sudah lama menunggu?"
"3 menit, tidak masalah. Oh ya, kenalkan ini Oh Sehun, adikku."
"Annyeong Sehun-ssi, aku Luhan." Ucap Luhan sambil hendak bersalaman dengan Sehun.
"Sehun imnida." Jawab Sehun dingin. Sangat dingin kawan.
"Hm, Sehun-ssi apa kau tidak mengenaliku?"
"Memangnya kau siapa? Aku tidak pernah melihatmu atau bahkan mendengar namamu. Jadi jangan berlagak seperti kau kenal baik denganku, lagipula aku tidak ada banyak waktu, jadi cepat katakan ada apa kau memanggilku dan hyungku kesini."
Bingo Luhan! Lihat apa yang kau dapatkan dari Sehun hari ini? Tunggu, apa tadi itu termasuk dalam penolakan?
