Us Against The World

.

Chapter 3: NCT J

Dua minggu berlalu sejak NCT Dash resmi memulai debutnya. Mereka berhasil meraih posisi dua di salah satu music program pada minggu pertama dan kedua. Taeyong dan kawan-kawan berharap semoga di minggu ketiga, mereka bisa meraih posisi satu di acara music program tersebut.

Sehari setelah resmi debut, NCT Dash bekerja keras menampilkan entertainment skill mereka di Weekly Idol. Ini adalah kesempatan mereka menunjukkan kepada para fans bahwa mereka juga mempunyai kemampuan untuk terjun di bidang entertainment. Acara baru akan airing dua minggu setelah recording. Mereka berharap apa yang mereka tunjukkan di Weekly Idol bisa menjadi booster kepada para fans untuk lebih mengakui mereka serta membantu untuk meraih trofi pertama mereka di minggu ketiga.

Lima hari sebelum pengumuman pemenang, semua member NCT diundang untuk ikut SM TOWN yang diadakan di Bangkok, Thailand. Semua member tentu merasa senang karena sebagian dari mereka memang sudah debut. Bagi yang belum pun, PD SM TOWN sudah menyiapkan slot khusus untuk menampilkan kemampuan dance mereka. Acara SM TOWN tentunya sudah direncanakan secara matang satu sampai dua bulan sebelumnya. Koreografer pun sudah mereka makan bulat-bulat.

Saat ini mereka sedang di meeting room agensi bersama para PD yang bertanggung jawab atas NCT mendiskusikan gladi bersih yang diadakan besok dan lusa. Urutan tampil, konsep panggung, penampilan kolaborasi, mereka semua terlihat hikmat mendengarkan arahan dari sang PD.

Bersama di ruang itu terdapat manager NCT, coach choreographer dan Supervisor Idol dari agensi. Para member sebelumnya saling berpandangan. Supervisor Idol biasanya hanya akan datang ketika ia mengumumkan akan dibentuknya sub-unit baru. Napas mereka terkadang tertahan menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Baiklah, saya rasa itu cukup. Setelah ini, mohon kerja sama dari para member NCT untuk memberikan tampilan sebaik mungkin." Sang Head PD tersenyum yang disambut dengan kata "Baik" yang penuh semangat dari para member.

"Sweet. Itu menjadi penutup dari meeting kali ini. Kami permisi." Para PD berdiri diikuti para member kemudian membungkuk hampir bersamaan sambil mengucapkan terima kasih. Giliran manager mereka yang angkat bicara.

"Anak-anak, tolong tetap di ruangan. Supervisor-hyungnim mau bicara."

Para member duduk kembali. Helaan napas panjang terdengar di sana-sini. Momen yang mereka tunggu akhirnya datang juga.

"Sebelumnya, seperti biasa saya ucapkan terima kasih kepada semua member NCT yang selalu bekerja keras dan berdedikasi dalam grup ini. Penampilan NCT Dash benar-benar memukau di music video maupun live. Saya berharap besar kalian benar-benar bisa membawa pulang piala kalian beberapa hari ke depan." Semua member tidak hanya NCT Dash saja menganggukkan kepala mengaminkan harapan sang supervisor.

"Nah, para eselon di SM juga berharap kalian bisa menampilkan yang lebih dari ini. Beliau-beliau sudah memutuskan sudah saatnya kalian memikat hati para fans dengan tantangan baru." Sang supervisor memandangi para member satu-satu sebelum ia mengeluarkan nada yang lantang dan berapi-api.

"Jaehyun, Jhonny, Jaemin, dan Jeno...," sang supervisor menegaskan arah pandangannya kepada empat pemuda yang menyentakkan tubuh mereka ketika nama mereka disebut, "...selamat, kalian tergabung dalam unit baru bernama NCT J."

Ruangan sempat hening beberapa saat sebelum tepukan tangan dari Taeyong memecahkan keheningan tersebut. Sesaat setelah itu, tawa, ucapan selamat, senyum merekah, dan tepukan tangan dari member lain meringankan ketegangan di ruang itu.

"Konsep dari unit ini sesuai namanya, terdiri dari empat pemuda berinisial J yang mempunyai keunikan dan karakter masing-masing di music video nanti. Kalian harus berakting cool, masculine, garang, lengkap dengan senyum mematikan yang mampu membuat para fans histeris seketika."

"Lagu yang akan kalian bawakan berirama heavy beat dengan electro pop-rock sebagai pendukungnya. Ditambah instrumen guitar rhytim, biola, harmonika, saxofon, piano, dan drum, akan membawa warna tersendiri dari musik-musik NCT yang sudah-sudah." Sang supervisor memberikan jeda sebelum melanjutkan.

"Lagu juga akan dibuat english version lengkap dengan music video english version-nya juga. Jadi kalian harus ekstra kerja keras untuk debut kali ini." Supervisor menghentikan kalimatnya dan memusatkan pandangannya pada Jaehyun. "Dan Jaehyun, kau yang akan memimpin unit ini."

"Eh? Saya?"

"Tentu saja. Kau sudah dua kali debut jadi kau yang paling berpengalaman. Bimbinglah tim-mu menjadi tim yang hebat!" Ruangan semakin riuh atas perkataan sang supervisor dengan nada keyakinan dan penuh percaya diri. Jaehyun sepertinya berkata dengan nada lain.

"Tu..tunggu sebentar. Saya tidak keberatan untuk memimpin, tapi konsep videonya…," Jaehyun menggigit bibir bawahnya sebelum melanjutkan, "…jika untuk saya dan Jhonny-hyung mungkin akan mudah menyesuaikan, tapi bagi Jaemin dan Jeno…"

"Kau ingin mengatakan bahwa mereka tidak mampu?"

"Bu...bukan begitu," nada Jaehyun berubah panik, kesulitan menemukan kalimat yang ia maksud.

"Dengar Jaehyun," sang supervisor melipat tangannya di dada, nada bicaranya menegas kembali, "...Jaemin dan Jeno sudah bekerja sangat baik di NCT Dream dengan menunjukkan image manis dan innocent. Seperti yang kau tahu bahwa seorang idol dituntut untuk serba bisa, nah, di NCT J ini mereka akan membuktikan kepada para fans bahwa mereka masih punya amunisi di dalam saku mereka. Tugasmu, adalah mengajarkan bagaimana mereka menembakkan amunisi tersebut."

Kata-kata sang supervisor menusuk tepat ke keraguan Jaehyun dalam hatinya. Ia menyadari dalam diam bahwa ini tidak akan pernah mudah. Di satu sisi, ia tentu merasa bangga karena dirinya terpilih kembali untuk dapat mempromosikan NCT mengingat ada member lain yang sama sekali belum debut. Di sisi lain, tanggung jawabnya sebagai leader merupakan beban tersendiri atas konsep video yang cukup kompleks ditambah ia harus membimbing Jaemin dan Jeno yang perlu melahirkan image baru.

Semuanya sudah diputuskan. Mau tidak mau Jaehyun harus melakukannya.

"...Akan saya coba." Kalimat terkahir yang diucapkan Jaehyun mengundang senyum puas dari sang supervisor, tetapi tidak dari seseorang. Seseorang yang sedari tadi tidak dapat melepaskan pandangannya dari pria bertubuh jangkung dan berkulit susu itu, yang jelas ia dapat melihat kegundahan, kecemasan, ketidaksiapan, kebingungan, segala macam energi negatif.

Picingan mata dan kepalan tangannya gemas ingin segera membebaskannya dari energi negatif yang melingkupinya.

...

Aneh. Hanya kata itu yang bisa dideskripsikan Taeyong mengenai kekasihnya, Jaehyun. Mereka jarang mengobrol, bahkan saat mereka hanya berdua pun, di mana Jaehyun biasanya bermanis-manis dengan Taeyong, jadi jarang ia lakukan. Jaehyun-nya yang manis seketika menjadi hambar.

Hal itu terus berlanjut sampai berakhirnya konser SM Town di Bangkok. Malam tepat setelah konser, semua member NCT merasa lega karena mereka telah menampilkan yang terbaik dan mendapat sambutan berupa teriakan-teriakan tidak lazim dari para fans Thailand. Mereka berbagi pengalaman masing-masing saat berkumpul untuk makan malam di salah satu restoran yang sudah dipesan oleh manager mereka.

"Kalian tahu, tadi di momen terakhir waktu kita memberikan hormat untuk fans sambil membungkuk dan bergandengan tangan, yang aku gandeng ternyata Yoona-sunbaenim! Jantungku rasanya hampir jatuh ke tanah!" Hansol tidak bisa menyembunyikan pipinya yang terbakar.

"HA?! Kau curang Hansol-hyung! Kau pasti sengaja dekat-dekat dengan So Nyuh Shi Dae-sunbaenim untuk curi-curi kesempatan, kan?!" Ten memajukan tubuhnya tidak terima.

"Kalian jangan macam-macam, ya! Yoona-sunbaenim itu milikku, kalian berada dua langkah di belakangnya saja harus minta izin padaku!"

"Yuta-hyung, kau butuh istirahat." Donghyuck berkata dengan wajah plis deh, hyung kepada pria yang duduk di sampingnya itu.

"Biarkan saja, Donghyuckie. Yuta jadi absurd begitu sejak dia pulang dari Weekly Idol yang sukses menirukan aegyo legendarisnya Yoona-sunbaenim." Taeyong menimpali dengan ekspresi datar.

"Taeyong-ah, jangan membahas masa lalu gelap yang mempermalukanku itu." Taeil menutupi wajahnya dengan telapak tangannya yang sontak disambut tawa renyah dari para member. Mereka semua ingat bagaimana hyung dari semua hyung di NCT gagal menirukan tingkah ataupun suara binatang yang katanya ia latih sendiri sebelumnya.

Makan malam berlanjut dengan suasana kehangatan dan kebersamaan yang erat dari para member. Bahasa tubuh mereka sungguh menunjukkan hubungan yang lebih dari sekedar partner Idol. Pemandangan ini menarik mata Taeyong untuk memandang adik-adik dan sahabatnya dibalik sumpit yang ia genggam, dengan senyuman tulus ia berharap bahwa mereka akan seperti ini selama-lamanya.

"Taeyong-hyung, mau udang dan paprika-ku?" Sebuah suara pelan yang bersumber dari pria berambut hitam di sampingnya membuyarkan lamunannya. Jaehyun sudah menunjuk dua buah udang dan dua iris paprika kuning dengan sumpitnya di piringnya.

"Jae, kalau ini soal kau pilih-pilih makanan, aku tidak mau ambil." Taeyong menegur pelan tanpa melihat wajah Jaehyun. Jaehyun hanya bisa memandangnya dengan mata sendu.

"Aku tidak nafsu makan." Jaehyun bergumam lirih sambil melihat sisa makanan di piringnya. Taeyong sebenarnya tidak tega melihat kekasihnya yang sedang payah seperti itu. Ia tahu betul mengapa Jaehyun bersikap demikian, tapi harga diri dan sikap dingin yang Taeyong rutuki sendiri dalam hati menjadi penghalang dirinya untuk berlaku lebih jujur di depan Jaehyun.

"Tidak apa-apa, sini biar aku yang makan, Jaehyun-ah." Doyoung tersenyum pada Jaehyun yang duduk tepat di depannya. Jaehyun tidak bisa mengatakan tidak. Taeyong menyaksikan mereka dari sudut matanya dengan perasaan aneh di dadanya.

"Doyoung-ah, jangan terlalu memanjakannya." Taeyong berkata datar dan hanya disambut seringai manis dari pria tampan bergigi kelinci itu.

...

Waktu menunjukkan pukul 11.30 malam. Taeyong membawa kakinya berjalan sepanjang koridor hotel dengan kepala pening. Sepasang matanya mencari-cari sosok yang memenuhi benaknya. Si bodoh itu kemana, sih?!

Setelah makan malam selesai, para member kembali ke kamar hotel dan kebetulan Taeyong, Yuta, Jaehyun, dan Hansol berada di kamar yang sama. Setelah mandi, Jaehyun permisi keluar kepada para hyung-nya. Dua jam setelah itu ia belum kembali. Taeyong dibuat susah karena tingkah Jaehyun yang membuatnya jengah. Ia harus mengakhiri ini semua.

Langkahya terhenti ketika ia mendapati lelaki yang sedang berdiri memegang bibir jendela di ujung pojok koridor hotel. Taeyong secara instan mengenali benar pose bodoh yang sok melankolis itu hanya dimiliki oleh satu orang yang tentunya bodoh pula di dunia ini.

"Sedang apa kau di sini, hah?! Mau aku bantu melempar tubuhmu ke bawah?!" Teriakan Taeyong di gendang telinga Jaehyun merespon cepat ke jantungnya, mengirim sinyal salah ke tubuhnya untuk oleng dan hampir jatuh betulan dari jendela. Tangan kekar Taeyong dengan gesit memegang tangan Jaehyun membantu menstabilkan posisi tubuhnya. Jaehyun mengelus dada dan mengela napas panjang sekali.

"Hyung! Hyung mau membunuhku?!" Jaehyun berteriak kaget pada lelaki yang berdiri di belakangnya. Taeyong hanya melipat tangannya.

"Justru kau yang ingin membunuh dirimu sendiri, bodoh!" Nada dingin khas Taeyong keluar lagi, mendiamkan Jaehyun yang langsung menangkap apa maksud kalimat kekasihnya. "Sampai kapan kau mau seperti ini, Jae? Kau sadar kelakuanmu ini hanya menyusahkan Jhonny, Jaemin dan Jeno?!"

Jaehyun hanya melihat sekilas wajah dingin dari kekasihnya, dan membuang muka tanpa menjawab pertanyaannya. CK! Taeyong geram bukan main. Ia benar-benar harus mengakhiri ini semua.

"Ikut aku!" Taeyong mengambil paksa pergelangan tangan Jaehyun, meninggalkan ekspresi terkejut di wajah Jaehyun. Taeyong tidak ambil pusing, karena setelah itu ia menarik tubuhnya untuk diajak lari sekencang-kencangnya.

To Be Continued

Up next: FULL JAEYONG MOMENTS ONLY ON NEXT STORY!

And...ohoho...do you notice there's a sign of love triangle already? Tunggu cerita berikutnya ya!

A/N: okay, sekali lagi saya tekankan bahwa ini adalah murni fiksi, tentu saja segala hal mengenai Agensi SM dan SM TOWN di atas bersumber dari imajinasi saya hihihi ^^ tidak lupa saya ucapkan terima kasih untuk yang sudah review di ch kemarin plus semua yg fav n follow, love youuu :*

PS. kutunggu reviewnya :*