***Disclaimer:
Ofc, JK Rowling (The real owner for the all of Harry Potter characters. I have nothing)~(_")
BrownieBee adding new characters. Haha~aku mau ambil bagian pokoknya, biarin, ini kan fanfic punya aku! –smirk- But, cukup memilukan liat namaku disandingkan dengan penulis terkenal sekelas JKR-tutup muka pake panci- (_)

***Starring: George Weasley & Lucia Anderson (a.k.a Serafina)

***Genre: Romance

***Rate: T

"Ini adalah kisah cinta George Weasley, dimana dia berusaha menemukan kembali

cerita cinta yang hampir dilupakannya."

Chapter 2. The Burrow I

*Normal *

Di sebuah rumah kayu cukup megah dengan model klasik di dekat hamparan ladang rumput ilalang tinggi yang nampak sejuk dan hangat, tercium bau harum dari arah dapur rumah tersebut. Ini adalah kediaman Mc Gonagall, guru Transfigurasi sekaligus menjabat sebagai wakil kepala sekolah sihir Hogwarts.

"Serafina, kemarilah sayang, makan siang sudah siap",teriak Mc Gonagall pada gadis yang sedang asyik berkebun di samping rumah.

"Iya Mrs, saya datang, oohh kenapa tidak bilang kalau mau menyiapkan makan siang? saya kan bisa membantu",sahut gadis yang bernama Serafina itu memasuki rumah, menepuk tangannya bermaksud membuang debu dan mencuci tangannya di wastafel.

"Tidak perlu sayang, Rolph, peri rumah kita sudah menyiapkan segalanya",kata Mc Gonagall tersenyum.
"Mrs kan tau kalau saya suka memasak, tidak adil rasanya membiarkan Rolph kecil melakukan semua tugas ini sendiri, setidaknya kita bisa berbagi tungku untuk memasak bersama, benar kan Rolph?",sahut Serafina sambil mengedipkan matanya sebelah pada Rolph

"Ini bukan tugas Mistress, tangan lembut Mistress bisa rusak jika melakukan hal-hal seperti ini",kata Rolph pelan dan sedikit takut yah atau malu-malu

"Tidak sama sekali, itu bukan alasan untuk membantu peri kesayangan di rumah ini",ucap Serafina meletakkan tangannya di pipi Rolph, membuat pipi Rolph bersemu merah tanda malu. Tangannya masih halus walau sering berkebun. Serafina, gadis itu baik hati, lembut dan manis.

"Betapa bahagianya aku memilikimu disini Serafina",ujar Mc Gonagall senang.

"Betapa bahagianya pula saya memiliki Ibu sebaik anda Mrs",Serafina melanjutkan.

Bau roti hangat isi almond dengan taburan keju diatasnya, menggoda untuk di makan, makan siang di kediaman Mc Gonagall berlanjut dengan Rolph "Si Peri Rumah" makan bersama mereka di meja makan, tentunya dengan sedikit paksaan dari Serafina.

Kamar sederhana dengan dinding berlapis wall art bunga lily berwarna beige di kediaman Mc Gonagall menjadi saksi seorang gadis yang kini sedang menatap cermin di meja riasnya yang kosong tanpa make up, gadis ini sudah lebih dari cukup untuk di katakan cantik walau tanpa make up sekalipun.

Hidupnya berubah semenjak Mrs Gonagall menemukan dan merawatnya, dia merasa bahagia, namun disamping itu, dia juga merasa sedih, karena bahkan dia tidak tau siapa dirinya yang sebenarnya. Mrs Gonagall hanya bercerita bahwa dia menemukan Serafina beberapa bulan yang lalu di samping danau dekat kediamannya, si gadis tergeletak bersimbah darah dengan bekas tali mengikat lengannya, dia hilang ingatan karena terluka parah, dan Mrs Gonagall merawatnya hingga pada akhirnya memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak. Masih janggal baginya untuk sekedar mengobrol dengan bahasa informal pada Mrs Gonagall, maklum lah, baru 1 bulan ini dia menjadi anak angkatnya. Mc Gonagall memberikan nama "Serafina" pada si gadis, terdengar seperti nama Perancis ya? Hanya itu yang dia tau.

"Serafina, apa yang sedang kamu pikirkan, sayang?" Mc Gonagall tiba-tiba masuk melihat Serafina termenung di depan cermin, dia memang membiarkan pintu kamar terbuka, entah kenapa mungkin ini sudah menajadi kebiasaannya dari dulu, sedikit dari yang bisa diingat, dia sepertinya selalu lupa untuk menutup pintu kamar sebelum tidur.

"Ah, tidak Mrs, saya cuma merasa sedikit kesepian dan sepertinya…. eengg butuh teman, sekarang ada Mrs, tapi besok Mrs akan pergi menjalankan tugas dari kementrian sihir, lalu saya hanya akan sendiri disini, seperti biasa kadang Rolph juga tak mau muncul karena dia sangat pemalu",ucapnya terlepas begitu saja.

"Berhenti memanggilku seperti itu, cobalah dengan panggilan "Mom" sesekali, itu akan jauh lebih mendekatkan kita", Mc Gonagall mengelus rambut Serafina yang panjang itu.

"Baiklah… mmmm…. Mom",ucap Serafina terbata, sepertinya ada kerikil tajam yang mengganjal di tenggorokannya.

"Inilah gadisku",Mc Gonagall tampak senang, ada semburat kebahagiaan di wajahnya yang sudah mulai berkerut itu.

"Mom punya ide untuk masalahmu ini sayang, Mom akan menitipkanmu pada seorang teman, mereka keluarga besar yang baik hati, kau akan berjumpa banyak teman disana, kurasa kau akan senang bertemu mereka. Jadi, sekarang tidurlah, besok kita akan ke The Burrow",ucap Mc Gonagall lagi sambil mengecup kening Serafina dan menutup pintu kamarnya, tanpa mematikan lampu, Serafina sangat takut dengan gelap.

"The Burrow, apa itu? dimana? tapi tempat itu sepertinya akan jadi tempat yang menarik bagiku, good night world", Serafina menutup matanya perlahan dan tertidur. Malam yang hangat, tidak seperti biasanya, kali ini dia bermimpi indah, dia bertemu seorang pria yang rambutnya menguarkan aroma mint segar, ingin berlama-lama dia membelai dan mencium rambut orang itu. Tapi, who are you? Bahkan dia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas di dalam mimpi, hanya saja sepertinya dia mengenalnya.

Mc Gonagall mengirimkan surat kepada keluarga Weasley. Mrs Weasley menerima surat itu dan membacanya:

"Mr dan Mrs Weasley, besok pagi aku dan anak perempuanku (Serafina) akan berkunjung ke The Burrow, aku membutuhkan sedikit bantuan kalian"

-Minerva Mc Gonagall-

"Minerva memiliki anak perempuan? Sejak kapan?",Mrs Weasley sedikit terheran.

*George*

"Hoaaaaammmm….. Selamat pagi Fred, aku harap ini jadi hari yang indah, hari tidak ada mimpi buruk seperti biasanya",ucapku pada Fred, mengerjapkan mataku, tanda masih mengantuk.

"Selamat pagi George, kau tampak sedikit merah hari ini",lanjut Fred yang sedang menggosok giginya.

"Aku memang selalu merah. Well, rambut merah ini membuatku semakin tampan saja",kataku sedikit menyombongkan diri.

"Bukan rambutmu bodoh",Fred menyemburkan beberapa busa di mulutnya.

Aku sekamar dengan Fred sejak masih kecil, yah, sebetulnya ini pun bekas kamar Bill dan Charlie sih. Aku dan Fred memakai tempat tidur yang berbeda. Aku tidak mau satu ranjang dengannya. Fred benar-benar bisa membuatku gila, dia tidur bagaikan sedang bermain Quidditch ala Oliver Wood! Atau bisa dikatakan mirip sepak bola para Muggle yang sangat disukai Dean Thomas. Ranjangnya selalu seperti terkena bencana alam ketika bangun tidur. Entah apa yang ada di mimpinya itu, kadang akupun curiga.

Aku pergi ke kamar mandi menyusul Fred, menggosok gigiku dengan pasta gigi aroma mint kesukaanku. Tapi pagi ini ada yang aneh, ketika berkumur, tenggorokanku terasa agak sakit, badanku juga terasa sedikit hangat yang berbeda, entah ini sakit atau karena aku kepanasan waktu tidur. Akhir-akhir ini aku memang jarang makan dan sering melamun. Ah, aku tak mau tau, terlepas dari itu, aku suka wangi mint, ini membuatku merasa lebih "hidup". Lain halnya dengan Fred, masalah aroma ia mengaku lebih suka wangi bunga lavender, katanya wangi itu lembut seperti Angelina.

Yaacckkk! Padahal Angelina itu bukan tipikal orang lembut sama sekali. Fred hanya mengarang saja, dia cuma ingin mengingat Angelina di setiap waktu. Salah satu cara licik untuk membuat jomblo sepertiku terbakar cemburu. Dasar pasangan baru, mari kita lihat beberapa bulan kemudian, masihkan kalian seromantis ini! Aku ingin bertaruh 5 galleons untuk satu saja pertengkaran yang terjadi!

Aarrgghhh lihat aku mulai terlihat bodoh dengan semua keromatisan saudara kembarku dan pacarnya itu. Walaupun aku konyol, tapi aku tak mau terlihat bodoh. Sial! Fred menjebakku lagi!

"Dengar para pemuda, cepat bersiap dan segera turun ke bawah, kita memiliki tamu istimewa disini",teriak Mrs Weasley dari lantai dasar. Para pemuda di The Burrow masih berkutat di lantai atas dengan kesibukan bangun tidurnya masing-masing.

"Baiklah, Mom sudah mulai mengoceh, sebaiknya kau cepat bersiap George, sebelum Mom menyita jatah rotimu dan membagikannya untukku! Kau tampak agak kurus akhir-akhir ini! Mungkin begitulah caramu membuatku terlihat lebih tampan, haha",kata Fred bergegas memakai t-shirt merahnya.

"Nonsense!",ujarku lagi menyambar t-shirt warna biru kesukaanku, menerjang Fred yang sudah satu langkah di depanku.

Aku lihat Ron dan Harry sedang berebut celana, nampaknya mereka benar-benar baru bangun tidur, dasar pemalas!

Aku lihat dari tangga, Hermione dan Ginny sudah bangun sedari tadi, tampaknya mereka membantu Mom untuk membuat sarapan pagi ini, baguslah, calon istri yang baik. Namun, aku melihat ada yang janggal, iya, disamping Hermione, aku melihat seseorang lain, gadis berambut hitam panjang, dan MUNGIL! Seperti yang kulihat di Diagon Alley beberapa bulan lalu. Mengapa sekarang dia ada di rumahku?

"Ah, mungkin aku sedang bermimpi, seseorang, bisakah menamparku?" Aku menggumam sendiri pelan dan kemudian terdiam sesaat.

~PLAAAKKK
Tiba-tiba seseorang menamparku dengan telapak tangan besarnya, belum cukup sekali, tapi dua kali! aku menoleh dan ku dapati Fred sangat menikmati ketika dia mendapati wajah tololku saat ini. Uh, aku ingin menamparnya balik! Tapi kali ini aku urungkan niatku, karena aku tidak mau mengacau The Burrow didepan gadis itu. Fred menuruni anak tangga, melewatiku yang berjalan semakin melambat. Entah itu karena gugup atau agak pusing. Ada yang semakin aneh, kulihat Mc Gonagall sedang duduk bersama Mom berbincang di meja makan menunggu para gadis muda menyiapkan sarapan. Sepertinya ada yang retak di kepalaku karena tamparan Fred, biasanya aku dan Fred yang dipanggil ke ruang Mc Gonagall karena kejahilan kami, sekarang bahkan Mc Gonagall sendirilah yang datang ke rumah kami.

["Apakah itu artinya aku dan Fred mungkin sudah berbuat hal yang kelewatan?"]

Tapi aku anggap ini bukanlah sebuah bencana, karena sekarang dirumahku ada gadis itu, dia masih belum menolehkan wajahnya, aku semakin penasaran. Aku hanya mendengar tawa kecil yang manis darinya sembari berbincang dengan Hermione dan Ginny selagi memasak. Tampaknya dia cukup cekatan dalam hal ini, terbukti Hermione dan Ginny lah yang banyak bertanya tentang beberapa resep masakan.

Fred sudah sampai di meja makan, dia pun menemui Mc Gonagall dan Mom.

"Prof, apakah saya dan George telah berbuat kelewatan? Sehingga anda sendirilah yang datang ke rumah kami?",kata Fred sama persis dengan yang aku pikirkan.

"Tidak sama sekali, bukan tentang hal itu, hari ini aku disini sebagai tamu, bukan sebagai guru",kata Mc Gonagall menegaskan.

Aku masih mematung di dekat tangga, seperti tersihir, gadis itu menolehkan wajahnya.

Jujur kuakui dia sangat cantik, matanya bulat besar, dengan bulu mata yang cantik, hidungnya kecil, serta bibirnya yang tipis menggoda, aku semakin gila karenanya~

"Hey Bung, jangan menghalangi jalan",tiba-tiba Ron menabrakku hingga aku terjatuh dan kepalaku terantuk jam besar di dekat tangga.

["Iiissshh…. Dasar sial! Kenapa aku jadi lemah begini, padahal baru terkena sedikit senggolan saja dari Ron yang tubuhnya bahkan tidak lebih besar dariku"]

"Apa kau baik-baik saja George?",Mom menanyaiku cemas.

"Iya Mom, I'm okay",kataku pelan, mengelus kepalaku yang sakit, dan aahhhh gadis itu melihat ke arahku, tapi aku dalam keadaan malang begini. Aku berjanji akan balas mengerjai Ron atas perbuatannya ini padaku, dia sudah membuatku terlihat bodoh di depan gadis itu.

"Aku pikir George belum sepenuhnya bangun Mom",ujar Fred menambahkan.

Gadis itu tersenyum mendengar perkataan Fred.

["Oh manisnya"ini berefek pada pipiku yang mulai memerah seperti rambutku, malu, iya mungkin karena itu]

Akhirnya sarapan pun siap, kami semua duduk di meja makan, gadis itu duduk tepat di depanku, membuatku tak berkutik dengan pandangan matanya itu, aku pikir sedari tadi dia terus memperhatikanku. Entah kenapa aku merasa tersanjung.

"Waw, ini sungguh menarik, kalian kembar identik",ucap gadis itu menatapku, ahhh koreksi, lebih tepatnya menatap aku dan…. Fred tentunya. Hmm

"Iya, benar sekali Serafina, kembar identik yang benar-benar jahil, kadang aku pun tak bisa membedakan mereka, mereka Fred dan George",kata Mom

Oh, jadi gadis itu bernama Serafina, nama yang cantik, thanks Mom, berkat Mom kini aku tau namanya.

"Aku tau, George yang kepalanya tadi terantuk jam besar itu kan? Hehe",Serafina menebak dengan polosnya.

Aku terbatuk, beberapa remahan roti keluar dari mulutku dan mengenai wajah Ron, Rasakan itu!

Aku benar-benar malu, reputasiku seakan berakhir, pertemuan pertama sudah memalukan seperti ini. Tiba-tiba Serafina mengelap mulutku dengan tissue dan memberikanku segelas minuman.

["Oh Demi Janggut Merlin, aku harap aku tidak pingsan!"]

"Maafkan aku sudah berkata tidak sopan",kata Serafina cemas.

"Bukan salahmu sayang, pagi ini George memang terlihat aneh seperti orang kikuk, aku pikir dia sedikit sakit",ujar Mom menambahkan.

"I'm okay Mom",aku membantah, tapi tidak memungkiri kata Mom, kepalaku memang terasa sedikit pening.

"Benarkah? Tapi mukamu terlihat merah",Serafina berdiri mendekatiku dan meletakkan telapak tangan mungilnya di dahiku, memeriksa apakah suhu tubuhku normal.

DAN! Seketika itu juga aku tidak tau apa yang terjadi.

Aku tersadar di kamarku, bagian dari The Burrow lantai 2. Mata mengerjap, memandang beberapa orang sudah mengelilingi ranjangku dengan tatapan cemas.

"George, lain kali kalau benar-benar sakit, tolong katakan, kau membuat orang lain kebingungan dan panik seperti ini",kata Fred terdengar serius.

"Aku tidak sakit Fred", kataku mengelak.

"Berbohong itu bukan penyelesaian masalah yang baik, kita semua mengkhawatiranmu George",kata Mom khawatir.

"Sepertinya George tergigit serangga beracun. Mrs Weasley, aku temukan beberapa bintik merah di lengan tangannya", aku baru sadar kalau Serafina sudah menyingsingkan lengan t-shirt biruku.

["Gadis ini tampaknya selalu berbuat secara spontanitas, terkadang membuatku kaget saja"]

Jantungku rasanya berdebar kencang, tetapi hatiku terasa damai, entah perasaan apa itu, susah untuk di mengerti.

"Benarkah? Aku begitu mengkhawatirkan anakku",ujar Mom mulai gelisah.

"Tenang Mrs Weasley, sepertinya Serafina punya cara untuk menyembuhkan George",sahut Mc Gonagall menenangkan.

"Dengan madu dari lebah Hipocres, George akan sembuh dalam beberapa hari, kebetulan aku menemukannya kemarin setelah berkebun di samping rumah, ternyata hari ini berguna juga ya, untung aku bawa, syukurlah",ucap Serafina manis sambil menatapku.

["Oh, aku pikir tidak perlu madu, mungkin hanya perlu kau disisiku itu sudah bisa menyembuhkanku. Kau bahkan lebih manis dari madu jenis apapun di dunia ini"]

"Kau tau banyak tentang pengobatan ya?",tanya Hermione penasaran.

"Entahlah, rasanya bibirku sudah terbiasa mengucapkan hal-hal seperti ini, hehe", Serafina tampak bingung dan tertawa kecil.

"Bisakah kau lebih detil memeriksa kakakku?",tanya Ginny pada Serafina.

"Iya, tentu saja",Serafina mengangguk.

"Tolong lakukan, aku tidak mau dia mati sebelum menikah",Ron mengejek puas.

"Ron, bisakah kau diam? Kakakmu benar-benar sedang sakit",Hermione menyikut Ron.

"Jika ada yang bisa kami bantu, tolong beritahu",Harry mengalihkan pembicaraan.

"Sure, akan aku beritahu",Serafina tersenyum.

"George, mungkin lebih baik kau membuka t-shirtmu, Serafina bisa mengecekmu lebih detail",kata Mom cemas.

"Mom, aku malu, terlalu banyak orang disini",kataku cepat.

"Baiklah, aku mengerti, anakku sudah besar ya ternyata, mari kita semua keluar"

Semua orang tampak melangkahkan kaki keluar dari kamarku, membiarkanku dan Serafina berdua dengan pintu kamar terbuka lebar tentunya. Serafina ingin mengecek sejauh mana level gigitan serangga itu padaku. Aku malu kalau banyak orang melihatku topless ketika diperiksa. Oh apa ini adalah salah satu alibi agar aku dekat dengan Serafina? Okay, apapun itu, hehe. Akal licikku benar-benar berjalan sangat mulus.

"George, maaf, bisakah kau buka bajumu sebentar?",kata Serafina

"Se… sekarang?" Tiba-tiba mukaku berubah sangat merah, aku benar-benar bingung. Well, kita belum jadi suami istri kan? aku begitu gugup.

"Tentu saja untuk mengecek keadaanmu Mr Weasley muda",kata Serafina sedikit tertawa kecil melihat tingkah anehku.

"Ohh…. Tentu saja", aku membuka t-shirt ku dengan malu-malu, aku harap Serafina tidak mengetahui apa yang aku pikirkan sebelum ini.

"Untunglah, cuma beberapa ruam di bagian dada dan lengan, semua akan membaik segera, tenang saja"

Ketika tangan mungil Serafina menyentuh tubuhku untuk mengoleskan obat, rasanya aku seperti Peron yang meletupkan apinya siap untuk memberangkatkan beberapa gerbong besar. Aku sungguh panas karena malu yang luar biasa. Pikiranku melayang tidak karuan. Ah, serangga sial!
"Astaga, badanmu kenapa mendadak panas begini? Aku rasa kau membutuhkan beberapa penanganan, tolong pakai bajumu lagi, biar aku bantu" Serafina cemas.

["Tunggu dulu, setidaknya berikan aku kesempatan untuk bisa sedikit berlama-lama merasakan tangannya menyentuh kulitku. Ada rasa yang beda, hangat yang menenangkan. Beberapa helai rambut panjangnya jatuh ke pipiku. Hm… harum aroma mint, sama seperti kesukaanku"]

"Nah, aku akan kembali segera dengan air hangat, kau tunggu disini dan jangan banyak bergerak, racun itu mudah menyebar, mengerti?",Serafina menjelaskan dengan lembut, pipinya terlihat bersemu merah, entah malu atau hanya sedikit shading dari blush on saja. Dia meletakkan telapak tangannya di pipiku. Aku makin memerah, lalu aku hanya memalingkan badan, berharap dia tidak melihatku memerah karena malu.

*Normal*

"Astaga, Kenapa jantungku berdebar kencang ketika melihat George? Ah, bukankah semua wanita yang normal akan merasa aliran darah di jantungnya melaju cepat ketika gumpalan pemicu darah itu berdenyut kencang? Apalagi ketika melihat seorang lelaki tampan topless di depannya, berdua saja, oh lihat aku baru saja mengatakan kalau dia tampan! Mungkin aku sudah sedikit terinfeksi serangga beracun itu, sehingga otakku bekerja agak beda dari biasanya. Bodohnya, kenapa aku justru menyentuh pipinya dengan kedua tanganku? Apa ini tidak benar-benar murahan? Oh, aku galau! Lebih baik aku pergi mengambil air hangat di dapur sebelum George bertambah curiga." Serafina membatin, berusaha menampik rasa ketertarikan itu jauh-jauh.

Serafina tampaknya merawat George dengan sungguh-sungguh.

Meninggalkan George dan Serafina, beberapa orang lainnya kembali melanjutkan sarapan yang tertunda karena tragedi pingsannya George tadi. Mrs Weasley agak terheran melihat gadis semuda itu sudah pandai tentang pengobatan.

"Minerva, Bisakah kau ceritakan lebih detail tentang Serafina? Sejauh ini kami hanya tau namanya",Mrs Weasley terlihat serius.

"Serafina, nama itu sebenarnya dariku. Aku menemukannya beberapa bulan lalu di dekat danau, dia terluka dan hilang ingatan, aku merawatnya dan memutuskan untuk menjadikannya sebagai anak angkatku" Mc Gonagall menjelaskan.

"Anak? Dia lebih cocok jadi cucumu Prof",ujar Fred terkikik bersama Ron dan Harry

"Hentikan Fred, itu sangat tidak sopan! Tolong maafkan dia Minerva",Mrs Weasley memelototi Fred, dia tampak sedikit geram dengan kelakuan anaknya.

"Akhir-akhir ini aku dapati dia sangat tertarik dengan perihal pengobatan, banyak hal yang dia ketahui tentang itu, sepertinya hilang ingatan tidak memudarkan kemampuannya",kata Mc Gonagall lagi.

"Apa mungkin dia itu keturunan dari penyihir penyembuh? Aku pernah membacanya di beberapa buku lama di perpustakan",tanya Hermione penasaran.

"Kau terlalu banyak membaca buku Hermione, aku yakin semua buku di perpustakaan sudah pernah kau baca",Ron menyela, alhasil mendapat pukulan dari Hermione di bagian lengannya.

"Aku tidak tau pasti, yang jelas wajahnya begitu cantik, sepertinya dia keturunan Veela. Seperti yang kalian tau, akhir-akhir ini banyak penculikan Veela di dunia sihir, aku curiga dia adalah salah satu korbannya, aku berkutat di kementrian sihir untuk menyelediki ini, tapi aku mohon tolong jangan katakan hal ini pada Serafina, aku khawatir dia belum siap mendengarnya",ujar Mc Gonagall.

"Bloody Hell, jika memang benar, aku begitu beruntung untuk kemungkinan mendapatkan ciuman kedua dari Veela lagi",kata Ron tiba-tiba, membuat semua yang ada disitu tersedak.

Maklum lah, Ron sangat terpukau dengan gadis-gadis di Beauxbatons yang sebagian besar adalah keturunan Veela. Di akhir turnamen Triwizard beberapa bulan lalu, Ron mendapat ciuman di kening dari Fleur Delacour atas selamatnya dirinya dan adiknya ketika tugas kedua.

"Baiklah, nampaknya aku harus pergi, kementrian sihir akhir-akhir ini sangat sibuk, aku tak ada waktu untuk menemani Serafina, aku harap kalian bersedia menjaganya dengan baik untuk sepekan ke depan. Oh ya, terimakasih atas sarapannya, sangat lezat, gadis-gadis ini pandai memasak",kata Mc Gonagall berdiri dari tempat duduknya dan tersenyum menuju pintu.

"Tentu saja, calon istri yang baik",kata Harry menggumam pada Ginny yang pipinya bersemu merah, dia tak menyadari hal itu diketahui oleh Fred. Fred mulai curiga dan menatap mereka berdua dalam-dalam.

"Hati-hati Minerva, sampaikan salamku untuk Arthur dan Percy jika kau bertemu mereka disana",Mrs Weasley berkata sambil melambaikan tangan pada Mc Gonagall

"Tentu saja", Mc. Gonagall menghilang dengan apparate

Malam itu, Serafina tidur dikamar Ginny, mereka bertiga bersama Hermione mengobrol hingga larut malam. Obrolan tentang gadis remaja pada umumnya. Mulai dari urusan jepitan rambut menjerit sampai kaus kaki berjari yang sedang trend akhir-akhir ini.

"Kau tau, jepitan rambut Pansy pernah menjerit di kelas sewaktu dia lupa tidak mencuci rambutnya selama seminggu, dia benar-benar jorok, bisa kau bayangkan wajahnya saat itu, kami puas menertawainya",kata Hermione terkikik geli.

"Bagaimana dengan kaus kaki berjari milik Neville? Beberapa gadis menjerit kaget karena melihat kaus kaki berjalan sendiri di lorong, kata gossip yang beredar, kaus kaki itu menuju ke ruang laundry karena Neville lupa membawa pasangannya saat sedang mencuci di ruang laundry, haha benar-benar ceroboh", Ginny menambahkan.

"Benarkah? Benda-benda itu tampaknya sangat menarik, bayangkan kau bisa membuat benda-benda aneh macam itu! Kau pasti punya otak yang sangat konyol, haha",Serafina terkikik.

"Fred dan George adalah ahli pembuat benda-benda aneh macam itu, kau tau?",Ginny setengah berbisik.

"Hahaha", tawa tertahan menghiasi kamar kecil Ginny.

Serafina semakin terlihat cantik dengan senyum di wajahnya, sama sekali tidak terlihat bahwa dia adalah kemungkinan bagian dari korban penculikan malang seperti yang Mc Gonagall kira. Tidak berapa lama mereka tertidur pulas, kecuali Serafina, dia masih memikirkan George yang sedang sakit. Benar saja, di kamar lain George sedang merasa tidak enak badan, badannya menggigil. Fred yang mengetahui ini langsung memanggil Mrs Weasley.

"Mom, tampaknya George mulai sakit lagi, dia menggigil",kata Fred melapor cemas.

Tapi yang terbangun malam itu hanya Mrs Weasley, Fred dan Serafina. Ron, Harry, Hermione dan Ginny begitu pulasnya tertidur. Kembali Serafina merawat George dengan telaten, Fred yang mengantuk akhirnya tertidur di sofa kamar Si kembar. Sementara Serafina mempersilakan Mrs Weasley untuk tidur, karena tampaknya dia sudah sangat lelah. George, biarlah Serafina yang mengurus untuk malam ini. Sepanjang malam Serafina mengganti kompres George, mengoleskan obat, menyelimuti dan memegang tangannya. Sampai pada akhirnya George tertidur. Dia pun tidur terduduk dengan kepala bersandar di ranjang George. Kali ini George benar-benar mimpi indah.

*Author Notes:

Finally di chapter ini aku munculkan tokoh "Si Gadis Mungil" Lucia Anderson (a.k.a Serafina)

- Trims buat Whelly573, you are the first one who did "fav" on the last chapter! Yay... I'm so happy :D

- Trims buat NabilahAnanda, oke, cerita ini bakal aku lanjutin, semoga kamu suka :D

- Alice keynes dan mumogimogi, thanks to follow this story :D moga kalian suka

- I'm gonna continue this story, hope you guys like it, tolong di review, I'm begging, gimme a support to finish this story :D

- Lemme know what do you think about this chapter, you are so lovely guys~chu 3