***Disclaimer:
Absolutely JK Rowling (The real owner for the all of Harry Potter characters. I have nothing but "Serafina" Haha yay) \(^_^)/

***Starring: George Weasley & Lucia Anderson (a.k.a Serafina)

***Genre: Romance

***Rate: T

"Ini adalah kisah cinta George Weasley, dimana dia berusaha menemukan kembali

cerita cinta yang hampir dilupakannya."

Chapter 4. Suprised

*Normal POV*

Beberapa hari telah berlalu di The Burrow, perlu untuk di ketahui bahwa George semakin akrab dengan Serafina berkat Fred juga. Fred selalu memberikan waktu tersendiri untuk George dan Serafina agar lebih sering mengobrol dan bersama. Fred paham betul bahwa sebenarnya kembarannya ini sudah lama kesepian. Di hari terakhir Serafina menginap di The Burrow, George terlihat menunjukkan roman muka yang sedih, dia memaksakan senyumannya untuk melepas Serafina pergi. Fred tau betul hal itu. Hati saudara kembar memang terkoneksi. Apapun itu mereka sudah bersama sejak di dalam kandungan.

"Terimakasih telah menjaga anakku dengan baik selama sepekan ini, kalian benar-benar baik, ini ada 5 kotak choco pie untuk kalian, tadi aku sempat mampir ke Diagon Alley untuk berbelanja beberapa keperluan", kata Mc Gonagall tersenyum.

"Lihat Ron, kau dapat 5 kotak choco pie, jadi ku pikir itu sudah cukup", kata Hermione berbisik pada Ron.

"Tidak, aku ingin satu lagi tambahan yang spesial darimu", Ron menggenggam tangan Hermione.

"I… itu… mmm… ba… baiklah, tapi hanya satu, janji?",Hermione terlihat sangat malu, ia tak bisa berkata-kata. Semua orang menatap Hermione dan Ron dengan pandangan curiga.

"Kami senang Serafina bisa menginap disini, dia sangat baik dan cukup teratur", Mrs Weasley menjelaskan rasa sayangnya kepada Serafina.

"Benarkah? Aku harap Serafina tidak mengacau dengan suaranya",kata Mc Gonagall mengedip pada Serafina.

"Mengacau? Apa maksudmu Minerva?",tanya Mr Weasley penasaran.

"Dia suka bernyanyi setiap saat…. dan suaranya itu…", jawab Mc Gonagall.

"…. seperti kaleng berkarat yang tergores duri dari pohon thorny, sangat buruk, mmm… iya, itulah mengapa disebut mengacau, hehe",Serafina memotong perkataan Mc Gonagall dan memandang Mc Gonagall seakan menyuruhnya untuk tutup mulut tentang masalah itu.

"Serafina bahkan tidak pernah menyanyikan lagu sekalipun selama disini, tapi thanks untuk memberikan satu rahasia lagi tentangnya pada kita, haha",kata Ron.

"Aku penasaran, seburuk apa suaramu sehingga bisa di bilang mengacau, haha",George menambahkan. Dan itu membuat George mendapat sebuah cubitan keras di lengannya. "Ouuucchhhh"

"Baiklah, aku rasa sudah waktunya kami pergi. Nah, anak-anak, sampai jumpa di Hogwarts hari senin, dan….. jangan mengacau", kata Mc Gonagall melirik kepada Fred dan George dengan melakukan sedikit penekanan di kata "mengacau"

"Tidak ada jaminan untuk itu Prof, haha", ujar Fred dan George ber-high five bersamaan.

Mc Gonagall dan Serafina pergi dengan ber-apparate ke kediamannya.

"Nah George, jangan bersedih lagi, mari masuk, aku ada ide untuk mengerjai Percy",kata Fred berbisik dan menepuk bahu George yang sejak tadi masih mematung memandangi kepergian Serafina.

"Well, apapun itu, aku setuju denganmu Fred, dia butuh sedikit peregangan, tampaknya dia sudah terlalu ekstrim memikirkan masalah pantat kuali",George menyeringai.

Thanks to Fred untuk mengembalikan mood saudara kembarnya itu.

Di kediaman Mc Gonagall, Rolph telah menyiapkan makan malam. Tatanan makanan betabur keju kesukaan Serafina sudah tersaji, tapi air wajahnya terlihat meredup.

"Sayang, mengapa kamu tampak murung?",tanya Mc Gonagall cemas.

"Mom, apakah saya bisa bertemu dengan mereka lagi?",tanya Serafina balik.

"Tentu saja sayang, aku ada kabar gembira untukmu, mau dengar?",Mc Gonagall mencoba menghibur Serafina yang tertunduk lesu mengiris potongan roti tanpa sekalipun menyendoknya untuk di masukkan ke mulut.

"Apa itu Mom?",tanya Serafina lagi.

"Kau sudah tau kan kalau mereka semua siswaku di Hogwarts? Rencananya aku akan memasukkanmu di Hogwarts juga besok senin, aku sudah berbicara dengan Dumbledore dan kau bisa bersekolah disana mulai besok. Aku sudah siapkan semuanya, bagaimana sayang?",Mc Gonagall tersenyum.

"Benarkah? Itu berita yang sangat bagus Mom, thanks",kata Serafina bersemangat dan melahap makanannya dengan cepat.

.

.

.

Menara Hogwarts sudah mulai terlihat dari kejauhan. Para siswa mengantri untuk menaiki kereta yang ditarik oleh Thestral (*Binatang berkulit hitam/gelap, besar, dan bersayap yang hanya bisa dilihat oleh orang yang sudah pernah menyaksikan kematian dengan mata kepalanya sendiri). Beberapa siswa tampak mengobrol dengan gerombolannya. Sore menjelang malam yang begitu mengharu biru. Seorang gadis tampak kebingungan sendirian di tengah kerumunan itu. Dia tampaknya siswa baru, menelusuri gerombolan untuk mencari kemungkinan orang yang di kenalnya. Tapi sayang sekali, dia tak menemukannya. Dengan wajah ditekuk, dia menaiki kereta bersama siswa lain yang tak di kenalnya. Dia duduk terdiam dan melempar senyum pada beberapa orang di depannya yang tampak berbisik tentang dia.

"Oh, apa yang harus aku lakukan, bahkan tidak satupun dari mereka yang aku kenal. Tiba-tiba aku merasa takut akan kesepian lagi",Serafina tampak lesu.

Tiba-tiba ada suara berisik dari kereta di belakangnya.

"Bisakah kau hentikan itu? Ini bukan tahun baru, jangan membuat Thestral takut dengan kembang api gila buatan kalian"

"Well, ini cukup mengasyikkan sebagai permulaan, kau hanya terlalu serius menjalani hidup, haha, sesekali kau butuh hiburan juga"

"Aku yakin bahwa aku mengenal betul suara-suara tadi, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di kereta lain itu. Percikan kembang api menutupi wajah mereka. Maaf, apa kalian kenal dengan penumpang di kereta itu?",tanya Serafina pada seorang gadis di depannya.

"Oh, sudah pasti itu Weasley bersaudara, disini cuma mereka yang sering membuat keributan, mereka terkenal sebagai pembuat onar",kata gadis itu sambil membenarkan kacamatanya yang turun.

"Weasley? Oh, terimakasih", Serafina tersenyum begitu senang mendengar nama keluarga itu.

"Hey, ngomong-ngomong, siapa namamu? sepertinya aku tidak pernah melihatmu sebelum ini, kebetulan aku siswa dari asrama Huflepuff, kulihat syalmu sama denganku",kata gadis itu penasaran.

"Aku Serafina, siswa baru disini, aku masuk dipertengahan semester, dan waw betapa beruntungnya aku bertemu dengan seseorang yang satu asrama denganku, siapa namamu?",kataku bersemangat.

"Aku Patricia, aku sekarang di tahun ke-6 dan menjabat sebagai prefek putri di asrama Huflepuff",gadis itu menyalamiku ramah.

"Senang bisa bertemu denganmu Patricia, aku mohon bantuanmu, mungkin aku akan beberapa kali bertanya, hehe", kataku bahagia akhirnya menemukan seseorang teman baru di Hogwarts.

"Oh, sure, tidak masalah, kita berteman mulai sekarang",kata gadis berkulit coklat khas orang latin.

Sesampainya di ruang rekreasi asrama Huflepuff, Madam Pomfrey (*Aku sebenarnya kurang tau persis Kepala Asrama Huflepuff, jadi mohon maaf kalau aku keliru) menyambut Serafina di depan pintu. Mc Gonagall menitipkan Serafina padanya selama di Hogwarts. Banyak mata memandanginya penasaran. Dia mulai bingung bagaimana harus memulai pembicaraan, jadi pada akhirnya Serafina hanya tersenyum semanis mungkin pada mereka. Tidak ada salahnya memberikan kesan yang baik di pertemuan pertama kan?

"Anak-anak, ini Serafina, siswa baru di asrama Huflepuff. Dia masuk dipertengahan semester pada tahun ke-6. Aku harap kalian semua bisa berteman dengan baik", Madam Pomfrey menjelaskan kepada semua siswa asrama Huflepuff.

"Tentu saja Prof, gadis cantik memang sudah seharusnya dilindungi",teriak seorang lelaki dari sudut pintu, terlihat sekali kalau dia punya pandangan yang menjijikan.

"Ed, aku harap kau tidak berulah",kata Madam Pomprey mengingatkan.

"Baik madam",kata lelaki yang bernama Ed itu, dia masih tidak berhenti menatap Serafina dari atas sampai bawah, merasa risih dengannya.

Mata Serafina masih mencari-cari sosok Weasley di asrama ini, tapi tak kunjung menemukannya. Dia mengambil kesimpulan bahwa Weasley bersaudara ada di asrama lain. Sebenarnya dia agak kecewa dengan ini, tapi ya sudahlah, setidaknya mereka masih satu sekolah. Dia berjanji akan mencari mereka waktu berkeliling sekolah.

"Cepat bersiap Sera, beberapa menit lagi kita harus berkumpul di ruang utama",kata Patricia membuyarkan lamunan Serafina.

"Oh, baiklah"Serafina bergegas menyusul Patricia

Di ruang utama, Serafina masih mencari sosok Weasley. Namun belum ada tanda apa-apa, rambut mereka yang merah seharusnya tampak begitu mencolok di banding yang lain, apa ada yang salah dengan matanya?

Prof Dumbledore selaku kepala sekolah Hogwarts memulai ceramahnya, terlihat Mc Gonagall tersenyum mendapati Serafina duduk di barisan asrama Huflepuff, dia memberikan senyuman terbaik untuknya juga.

Sejenak Serafina menajamkan penglihatannya untuk mencari sosok Weasley yang ada di ruangan itu. Weasley si rambut merah, iya, hanya itu yang dia cari sedari tadi.

DAN~ satu kabar baik! Akhirnya dia menemukannya di barisan lain tepatnya di sebelah asrama Huflepuff!

"Kepada siapa kau tersenyum Sera?",tanya Patricia penasaran.

"Oh, tidak ada, hehe", Serafina tampak malu dan melempar pandangannya lagi kearah Prof Dumbledore.

*George POV*

"Kau tau Fred, kalau aku melihat Prof. Mc Gonagall aku jadi teringat pada Serafina, rasanya belum lama sejak dia menginap di The Burrow",kataku dengan berbisik.

"Aku yakin kau begitu merindukannya, hanya saja kau malu untuk mengakuinya kan?",Fred menyikut lenganku.

["Aku memang merindukannya, tapi mulutku tak bisa berkata jujur dengan semua perasaan yang aku miliki. Aku iri pada Fred yang dengan leluasa bisa mengekplorasi perasaannya dengan sangat mudah"]

Waktu makan akhirnya tiba, inilah saat yang aku tunggu. Dumbledore ceramah begitu lama membuatku kelaparan setengah mati. Dalam sekejap seperti biasa makanan tersaji di depan mata kami. I love magic. Semua menikmati makanan, beberapa menuju barisan dari asrama lain untuk sekedar mengobrol atau menyapa, yah, ini adalah waktu santai untuk semua siswa. Para guru pun telah beranjak pergi dari tempatnya. Disela-sela aku mengunyah roti, tiba-tiba aku melihat sesosok gadis dari asrama lain yang mirip sekali dengan Serafina.

Oh tidak! Mungkin aku sudah gila, kini aku melihat Serafina tersenyum dan berjalan mendekat.

"Seseorang, tolong tampar aku, mungkin aku sedang bermimpi sekarang",aku bergumam lirih.

~Uuuuppps, dengan reflek dan kecepatan tanganku, kali ini aku berhasil menangkap tangan seseorang yang ingin menamparku. Iya, tidak lain tidak bukan adalah Fred.

"Hey Fred, apakah aku tidak salah lihat? Apakah efek gigitan serangga beracun seminggu yang lalu itu masih ada padaku? Kenapa sepertinya aku melihat Serafina berjalan kesini, apakah itu hantu?",kata George tak berkedip memandang Serafina yang berjalan menuju ke arahnya.

"Apa kau sudah gila George?",Fred melihatku heran, dia meletakkan telapak tangannya di keningku.

"Hai semuanya",kata Serafina dengan senyumnya yang manis.

"Oh, waw, bagaimana kau bisa ada di sini Sera?",tanya Hermione terkejut.

"Mulai hari ini aku sekolah di sini bersama kalian",kata Serafina bersemangat.

"Well, sorry George, tampaknya ini benar-benar Serafina, Hai Sera",kata Fred memandang Serafina.

"Oh, Hai Fred",Serafina menyapanya balik.

"Boleh aku duduk disini?",tanya Serafina, segera dia duduk di depanku. Aku masih melongo tidak percaya dengan yang aku lihat.

Serafina melambaikan tangannya di depan mukaku, membuatku tersadar.

"Hey George, apakah kau baik-baik saja?",tanya Serafina

"Oh, yeah aku baik-baik saja, sangat baik, haha",aku tersenyum lebar, yah, sedikit dipaksakan.

"Waw, kau bahkan bisa membedakan Fred dan George dalam waktu satu minggu saja, tampaknya Mom harus berguru padamu",Ron bertepuk tangan kagum pada Serafina.

"George's princess?",tiba-tiba Angelina menyela.

Aku sangat kaget dan tersedak, seketika aku menyumpal mulut Angelina dengan roti gulung besar di tengah meja.

"Apa?",tanya Serafina, tampaknya dia tidak mendengar, syukurlah ruang utama ini cukup berisik untuk dapat mendengar seseorang yang berkata lirih.

"George, aku sudah kenyang, kau tidak perlu menyuapiku dengan roti sebesar ini",kata Angelina kesal. Fred mengetuk kepalaku sebagai balasan. "Ooouuchh"

"Oh, hai, salam kenal, aku Serafina", Serafina mengulurkan tangannya pada Angelina

"Hai, aku Angelina"

"Pacar Fred",kata Ginny menambahkan dengan senyuman menyeringai.

"Waw, jadi ini gadis yang sering kau ceritakan Fred? Sangat manis",Serafina tersenyum.

"Jadi kau ada di asrama Huflepuff? Bagaimana ceritanya?",tanya Harry penasaran.

"Sehabis aku pulang dari The Burrow, Mom memberiku kabar gembira, dia berdiskusi dengan Prof Dumbledore sehingga aku bisa sekolah di Hogwarts, bertemu dengan kalian lagi, sangat menyenangkan rasanya. Aku masuk asrama Huflepuff karena Mom pikir aku cocok disitu, kau tau? Aku suka herbologi dan pengobatan. Yah, begitulah caranya aku ada disini. Oh ya, aku ada di tahun ke-6 sekarang",kata Serafina menjelaskan, semua tampak memperhatikan.

"Aku juga menyukai hal-hal yang berkaitan dengan herbologi, tapi aku ada di Griffindor, topi itu bilang aku lebih cocok disini",tiba-tiba Neville angkat bicara.

"Benarkah? Topi yang mana? Oh ya, Siapa namamu?",tanya Serafina

"Dia Neville Longbottom, dan aku Seamus… Seamus Finnigan",Seamus menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada Neville.

"Hey, dia bertanya padaku",ujar Neville kesal.

"Baiklah, salam kenal semuanya, aku Serafina", Serafina membalas dengan senyuman, dia tampak bahagia. Aku terus memandangi wajahnya sampai tiba-tiba Fred menyikutku.

"Apa Fred?",ujarku kesal.

"Dapatkan dia sebelum orang lain yang mendapatkannya, sepertinya kau akan banyak saingan",kata Fred setengah berbisik.

"Kau tau? Aku selalu suka bagian yang menantang",aku begitu meletup.

"Kau di tahun ke-6 kan? Kita bisa sering bertemu, aku, Fred dan George ada di tahun ke-6 juga",kata Angelina

"Waw, bagus", kata Serafina bersemangat.

"Well Fred, tahun ini aku akan berjanji akan menghapus status jombloku",ujarku berbisik pada Fred.

"Semangat yang bagus brother", Fred menepuk bahuku.

*Normal POV*

Di pelajaran Ramuan, Prof Snape memperkenalkan Serafina sebagai siswa baru.

"Baiklah semuanya, kita punya selebriti baru disini, namanya Serafina, dia akan bersama kita mulai semester ini, kuharap tidak ada kekonyolan di kelas ini!",Prof Snape menjelaskan sambil melemparkan death glare kepada para siswa yang menatap Serafina. –Kejam-

Beberapa siswa lelaki memandang tanpa berkedip. Apa lagi kalau bukan karena kecantikan Serafina. Tidak mudah untuk berpaling dari wajahnya yang cantik dan terlihat lugu. Selama pelajaran, George lah yang tampak paling tidak konsentrasi, dia selalu mencuri pandang ke arah Serafina. Naasnya dia ketahuan dan pada akhirnya kena marah Prof. Snape dan itu membuatnya jadi pusat perhatian.

"Cukup bagus untuk selebriti pemula",kata Prof Snape memuji Serafina.

"Terimakasih Prof",Serafina tersenyum simpul.

Tampak sekali kalau Serafina sudah mahir mengkomparasi berbagai macam ramuan. Tangannya sudah terlatih untuk meracik ramuan sihir.

"Hari pertamamu berjalan mulus, congrats",kata Angelina setengah berbisik pada Serafina.

Usai pelajaran, mereka keluar ruangan dan berjalan di koridor sekolah, sekedar melepas penat pasca menguras otak dengan semua Ramuan itu.

"Sera, bisa kau ajari George? Aku khawatir dia tidak akan lulus kalau terus seperti tadi",kata Fred pura-pura bersedih.

"Oh, tentu saja, dengan senang hati",ujar Serafina tertawa renyah.

"Maaf, kami harus pergi duluan, ada beberapa hal yang perlu kami urus, nikmati waktu kalian ya, bye",Angelina menyela dan menarik Fred tergesa pergi dari George dan Serafina.

"Mmm…. Sera, apakah kau ada kelas setelah ini?",tanya George agak ragu.

"Tidak, kenapa?",Serafina menatap mata George.

"Mmm…. aku ingin mengajakmu berjalan-jalan, mungkin kau ingin tau tentang Hogwarts lebih banyak, aku bisa membantumu",kata George menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Aroma mint menguar dari rambut merahnya.

"Tentu saja, let's go", Serafina menghirup aroma itu, kemudian memegang tangan George, menariknya agar berjalan lebih cepat. George tampak menikmati situasi ini. Mereka berjalan di koridor-koridor. Serafina terus bertanya, namun George tak lelah menjawab semua pertanyaan Serafina. Ketika sampai di halaman, mereka beristirahat.

*George POV*

Tiba-tiba saja Serafina meletakkan kepala di pundakku.

"Kau tau George, aku begitu merindukan kalian, keluarga kalian sangat kompak dan menyenangkan",kata Serafina menyiratkan sedikit tanda tanya untukku bahwa dia kesepian.

"Benarkah? Apakah itu berarti kau merindukanku juga?",tanyaku polos.

"Tentu Mr Weasley muda", Serafina menjawab sambil menepuk pundakku dan tersenyum.

"Kau tau Sera, akupun sangat merindukanmu",kataku tiba-tiba.

Oh, Demi Janggut Merlin, barusan aku mengatakan hal yang sesuai dengan apa yang hatiku rasakan! Ini benar-benar ajaib!

"Terimakasih George",ujar Serafina sambil mencium pipi kiriku dan berlalu pergi meninggalkanku.

Aku meletup, kupikir aku sudah seperti kepiting rebus sekarang. Aku memegang kembali tempat di mana tadi Serafina menciumku. Oh, pipi ini, aku tak akan mencuci mukaku hari ini. Fix and Deal!

*Normal POV*

"Astaga, apa aku sudah gila? Aku begitu berani mencium pipi George tadi! Aku harap aku tidak terlihat semurahan itu!", Serafina menggumam di kamar, menutup mukanya dengan bantal.

"Kau kenapa Sera?",tanya Patricia heran melihat Serafina tersenyum sendiri.

"Entahlah, jantungku tiba-tiba berdegup kencang ketika bersama George Weasley",kata Serafina spontan. Sepertinya dia kelepasan.

"Well, pantas saja sejak kemarin kau menanyakan tentang Weasley. Ternyata itu sebabnya. Itu namanya jatuh cinta nona",Patricia melirik dari sudut kacamatanya yang tampak melorot.

"Jatuh cinta?"

"Sudahlah Patricia aku ingin tidur, see ya dear",Serafina membalikkan badan dengan pipi bersemu merah karena malu.

Apakah benar yang dikatakan Patricia kalau dia sedang jatuh cinta? Oh apapun itu, jika setiap bunga tidur bisa diputuskan oleh tiap orang, maka malam ini Serafina ingin memimpikan George Weasley.

*Author Notes:

Awww, chapter kali ini memang lebih pendek dari chapter-chapter sebelumnya, tapi aku harap kalian suka :)

-QueenMamba, makasih ya udah terus baca cerita ini, mungkin kamu bisa kasih ide gitu, pasti bakal asik deh ;)

-Makasih buat Fresa Phelps, di tunggu review nya lagi, wah, fansnya Phelps bersaudara ya? :) mereka cakep ya? hehe ups

-Hey Luna, my guest, makasih ya udah mampir dan review :)

-Buat semua yang masih terus baca cerita ini, makasih ya, kalau mau kasih kritik nggak papa koq, itu buat aku improve, aku juga masih baru, masih banyak salah tulis disana-sini, dll so please lemme know, I don't mind :)

-Untuk my followers and silent reader (yang nggak aku tahu), Big Hug for you guys~ ^_^

*Enjoy Reading*