***Disclaimer:
Absolutely JK Rowling (The real owner for the all of Harry Potter characters. I have nothing
but "Serafina" Haha yay) \(^_^)/
***Starring: George Weasley & Lucia Anderson (a.k.a Serafina)
***Genre: Romance
***Rate: T
Author Notes: Well, sebelum aku memulai chapter 5 ini, aku mau minta maaf pada semua karena aku merasa bersalah, di chapter 4 aku buat kesalahan besar, ini salahku juga kenapa tidak mengecek lebih teliti. Aku menyebut Madam Pomfrey sebagai Kepala Asrama Huflepuff, pada waktu itu aku benar-benar lupa! Mian, seharusnya Prof. Sprout lah Kepala Asrama Huflepuff. Jadi, mulai sekarang, aku akan menuliskan Prof. Sprout sebagai Kepala Asrama Huflepuff. Maaf, lain kali aku akan lebih teliti, please take a look after me :( moga kalian masih mau terus baca ceritaku, please.
"Ini adalah kisah cinta George Weasley, dimana dia berusaha menemukan kembali
cerita cinta yang hampir dilupakannya."
Chapter 5. Ramalan
*George POV*
Pagi hari di dekat Menara Astronomi, terlihat Angelina sedang mengobrol dengan Prof. Trelawney, entah apa yang di perbincangkan, tampaknya Angelina terlihat sangat akrab dengan guru ramalannya itu, mereka sedang membuat kesepakatan.
"Fred, lihat itu pacarmu sedang berselingkuh dengan seseorang", kataku sambil menunjuk Angelina dan Prof Trelawney yang sedang berbincang berdua.
"Apa?", kata Fred terlihat memerah dan mencari-cari sosok pacarnya itu
"Well, dasar bodoh, dia masih normal, tidak menyukai sesama jenis, kalau pun iya, tidak mungkin itu yang errr aneh itu", Fred menambahkan kalimatnya ketika dia sudah melihat sosok Angelina dan Prof. Trelawney.
"Well, siapa tahu? Bukankah pacarmu itu juga cukup aneh? Ahaha", kataku meledek
-Tuuk- aku berhenti tertawa, seseorang mengetuk kepalaku, dan sudah pasti itu Fred, arrgh.
"Ada yang salah di dalam kepalamu George, aku hanya berusaha sedikit membantu", Fred terlihat puas
"Sial, ini sakit, aku bisa jadi bodoh karena sering kau pukuli Fred", kata ku pura-pura sedih
"Kepalamu sudah sering terkena pukulan bludger George, itu bahkan lebih sakit, jangan berpura-pura, kau berhutang 5 galleons atas kebohonganmu", kata Fred meledek
"Yang benar saja, kau yang seharusnya berhutang", kataku mengelak
"Baiklah, kita lihat siapa yang sebenarnya berhutang!"
Aku dan Fred bertengkar lagi dan berguling di rerumputan. Semua orang tampak menyoraki kita berdua.
*Normal POV*
Segerombolan siswa tampak sangat antusias menyaksikan perkelahian Fred dan George Weasley. Bukannya mereka jarang melihat pertengkaran si kembar Weasley, tapi ini cukup menyenangkan melihat Weasley bertengkar seringkali hanya karena alasan konyol.
"Hey, untuk alasan apa kali ini mereka bertengkar?",tanya seorang siswa berambut blonde, dia memakali syal biru, sudah pasti dari Ravenclaw
"Entahlah, aku bertaruh 5 galleons untuk Fred, OOOoiiii ayo Fred, hajar dia",kata seseorang yang lain sambil menyoraki.
"Apapun itu, apa yang sebenarnya kalian lakukan disini! Kalian sangat berisik, kalian seharusnya bersiap untuk kelas", teriak Prof. Trelawney pada segerombolan siswa yang sedang bersorak sorai.
Suara teriakan begitu keras. Seketika itu mereka berhenti dan menyingkir. Menyisakan pemandangan dua pria kembar berambut merah sedang bergulingan di rerumputan.
"Lagi dan lagi",Prof. Trelawney bergumam sambil mendesah.
"Fred!", teriak Angelina terkejut melihat pacarnya lagi-lagi bertengkar dengan saudara kembarnya.
Fred yang mendengar namanya di panggil kemudian terhenyak sesaat, George mengambil kesempatan itu dan~
"Hentikan!", teriak seseorang dengan suara lantang
Serafina, dia berteriak dan berhasil menghentikan George ketika ia hendak menghajar Fred.
George pun terkejut dan memandang asal suara tersebut. Ia melihat Serafina yang terlihat sangat kecewa dengan perbuatannya. Serafina berlari meninggalkan kerumunan dengan sangat kesal.
*George POV*
Ini hari yang sangat sial, kenapa Serafina harus melihatku bertengkar dengan Fred? Dia pasti sangat kecewa dengan perbuatanku tadi. Aku menyesal. Baru kemarin rasanya dia mencium pipiku, dan hari ini bukan tidak mungkin dia akan menampar pipiku.
"Hey brother, maaf untuk yang tadi"
"Untuk apa George? Kita kan sudah biasa seperti itu. Mari kita anggap itu adalah cara kita bersenang-senang, kalau pun Mom pikir cara bersenang-senang kita aneh, tapi dia tetap mencintai kita kan? Tak ada yang perlu dikhawatirkan", kata Fred menepuk pundakku dan membuatku lega.
"Thanks Fred"
"Maukah kau membantuku?",tanya Fred padaku
"Well, apapun itu", kataku pada Fred
"Aku ingin tau apa yang Angelina dan lakukan, tidak biasanya mereka terlihat begitu akrab. Aku curiga mereka sedang merencanakan sesuatu", kata Fred menerawang ke langit-langit
"Hey brother, aku bercanda tentang Angelina yang berselingkuh dengan Prof. Trelawney, jangan terlalu serius", kataku sedikit meledek
"Apa kau mau mulai lagi George? Aku hanya ingin tau sesuatu", kata Fred menimpali dengan memberiku death glare
"Baiklah apapun itu, keingintahuanmu terkadang menyulitkan kita, tapi demi kau akupun rela mati", aku menirukan suara Angelina dan itu sukses membuat kepalaku kena pukul Fred lagi.
"Hentikan",kataku mengaduh
"Benar, hentikan, kalian sudah terlambat masuk kelas",kata Prof. Mc Gonagall melihatku dan Fred yang masih saja berbincang.
"Baik Prof", aku menyeret Fred berlari meninggalkan Prof. Mc Gonagall yang terlihat menggelengkan kepalanya.
.
.
.
.
.
Usai Kelas Ramalan, Angelina pun terlihat masih mengobrol dengan Prof. Trelawney. Aku dan Fred bersembunyi di balik pintu bermaksud menguping pembicaraan mereka.
"Ini, alamatnya, sabtu ini pergilah padanya sendiri, dia mungkin agak sedikit mengerikan", kata Prof. Trelawney
"Tidak masalah Prof, aku bukan orang yang pengecut", kata Angelina terdengar sangat bersemangat
"Itulah kenapa kau ada di Gryffindor", kata sedikit berlinang air mata
.
.
Aku dan Fred meninggalkan kelas dan berlari menuju danau
"George, kau dengar itu?",kata Fred terlihat gelisah
"Iya Fred, aku begitu tidak menyangka bahwa Angelina akan berada dalam kencan buta bersama seseorang yang katakan mengerikan itu",kataku dengan polosnya
"Bukan itu bodoh! Itu bukan kencan buta tampaknya",kata Fred sekali lagi memukul kepalaku.
"Dengar Fred, kalau aku menjadi benar-benar bodoh, kau lah yang pertama kali akan aku salahkan", aku mengusap bagian kepalaku dimana Fred memukulku tadi.
"Pokoknya kau harus membantuku, aku janji akan membantumu mendapatkan Seraf~", kata Fred terputus karena aku menyumpal mulutnya dengan tanganku.
"Apa yang terjadi?Apa kalian bertengkar lagi?", kata Serafina berjalan mendekatiku dan Fred
"Ti.. tidak, kami sedang berbincang, lalu ada lalat yang hampir masuk ke mulut Fred, mulut Fred ini sangat lebar, jadi aku menutup mulutnya, demi menyelamatkannya, kau tahu lalat itu begitu jorok",kataku mencari-cari alasan dan berusaha menangkap beberapa lalat sebagai alibi.
"Ah, tidak perlu sampai menyumpal mulutku begitu, bung", Fred terlihat kesal
"Hehe maaf brother, aku hanya benar-benar mencintaimu",kataku pada Fred namun mataku tertuju pada Serafina.
"Baiklah, hari sudah semakin siang, waktunya makan siang, sebaiknya kalian kembali ke ruang utama", kata Serafina terdengar datar
"Sure, George's Princess", kata Fred meledekku.
Aku menyikut lengan Fred.
"Awww", Fred pura-pura mengaduh kesakitan
"George", Serafina menatapku tajam
"Tidak, aku tidak melakukan apa-apa", kataku mengelak
Sial, Fred benar-benar mengerjaiku.
.
.
"Hey, bukankah kalian baru selesai dari kelas Ramalan? Patricia bilang kalau kelas Ramalan itu sangat membosankan"kata Serafina
"Patricia? Prefek Girl aneh dari Huflepuff itu?", tanyaku pada Serafina
"Omong-omong dia teman asramaku", jawab Serafina memberiku death glare
"Ohh, okay, sorry, hehe",aku benar-benar kelepasan
"Kau tau, dia memang menyebalkan, sudah beberapa kali kita di hukum oleh si keriput Mc Gonagall karena dia melaporkan kita berkeliaran di dekat ruang bawah tanah pada malam hari, padahal ki~",kata Fred dengan lepasnya namun terputus karena menyadari satu hal yang salah. Serafina memberinya tatapan mata tajam.
"Well, si keriput itu juga M.O.M, kau tahu?"kata Serafina kesal
"Oopss, maaf, bercanda"
Aku dan Fred benar-benar kelepasan. Serafina tampak berjalan menjauh karena saking kesalnya pada kami. Hari yang sial.
"Fred, kau janji akan perbaiki ini kan?"kataku pada Fred
"Baiklah, ini juga salahku, tapi ingat perjanjian kita, okay?"
Aku melihat Serafina berjalan dengan cepat di kejauhan, tampaknya seorang siswa berambut blonde dari kelas Ravenclaw mulai mendekatinya, tapi Serafina yang sedang marah justru menghajarnya dengan buku tebal. Serafina meninggalkan Si Blonde Ravenclaw yang malang itu sendiri. Aku berjalan mendekati pria malang itu.
"That's my girl!", aku berkedip pada siswa Ravenclaw yang sedang kesakitan itu dan memandang ke arah Serafina pergi, menginstruksi bahwa gadis itu adalah milikku.
"Awas kau Weasley!", dia pergi dan melemparkan pandangan kesal pada George
"Sudahlah George, ayo kita makan, aku sudah lapar", Fred mengajakku pergi ke ruang utama.
*Normal POV*
Di Ruang Utama Hogwarts sudah terlihat banyak siswa berkumpul untuk menikmati makan siang mereka. Menu hari ini memang menggoda, tapi hari ini Serafina masih begitu kesal sehingga dia tidak berselera untuk makan sedikitpun.
"Sera, kenapa kau tidak makan makananmu?", tanya Patricia sambil menyendok supnya
"Mungkin aku hanya kehilangan sedikit nafsu makanku", jawab Serafina datar
"Apakah itu karena George? Kulihat tadi pagi kau begitu kesal melihat dia berkelahi dengan Fred",tanya Patricia
"Bukan hanya itu kau tahu?", jawab Serafina mendesah, dia meletakkan sendoknya lagi di meja makan
"Lalu apa?"
"Ada beberapa hal yang membuatku merasa sedih semenjak pagi ini", jelas Serafina
"Ahh, apa yang sebenarnya terjadi? Kau menemui Prof. Mc. Gonagall pagi buta tadi dan kau terlihat muram setelah itu bahkan sampai saat ini, apa yang begitu mengganggumu?", tanya Patricia lagi.
"Mulai dari mimpi buruk semalam, perbincangan dengan Ibu, maksudku Prof Mc. Gonagall, dan Geo~"Serafina tidak menyelesaikan perkataannya. Dia mulai berpura-pura menyendok sup dan memakannya.
"Sudahlah, cepat kita makan, kita harus ke kelas selanjutnya tepat waktu kan?", kata Serafina kini tersenyum walau itu terlihat sekali kalau dipaksakan.
Patricia pun terdiam dan tidak berusaha menginterogasinya lagi. Dia justru tersenyum karena melihat sesosok pria berambut merah tengah menatap Serafina dengan cemas dari meja Gryffindor. Well, sepertinya dia pun tahu kalau George begitu peduli pada Serafina. Sangat manis.
.
.
.
Malam hari pun tiba, Hogwarts mulai terlihat sunyi, terutama Asrama Huflepuff berada di bawah tanah, sehingga tak banyak yang tahu tentang Asrama misterius itu, para siswa di Hogwarts tak banyak bercerita tentang asrama mereka. Yeah, seperti rahasia. Namun tetap saja mulut wanita tak bisa diam, beberapa kadang menggosipkan hal aneh tentang asrama. Seperti ada desas desus bahwa untuk memasuki Asrama Ravenclaw, mereka harus memecahkan teka-teki dulu. Sungguh merepotkan bukan? Entah Gosip atau Bukan, tapi Serafina menyukai Hogwarts. Ia nyaman berada di Huflepuff bersama Kepala Asrama (AN: Oh, come on, kali ini benar-benar lho! Tidak mau salah sebut lagi hehe ;) ) yang mengajar Herbology, itu merupakan kelas favoritnya, seringkali ia meninggalkan kelas paling akhir hanya untuk bertanya tentang hal tambahan.
"Malam ini sedikit dingin", kata Serafina pada Patricia di depan perapian ruang rekreasi Huflepuff.
"Aku bersedia memberikan pelukan gratis untukmu",Ed tiba-tiba memotong pembicaraan.
"Tidak perlu, parasit",Patricia tampak marah
Pria berambut coklat itu memang tampan, tapi dia di kenal sebagai playboy. Sudah banyak wanita yang terjebak dengan parasit itu.
"Well, tidak ada yang mengajakmu bicara NONA PREFEK yang SOK PERFECT", kata Ed meledek
"Akuilah kalau kau lah yang SOK PERFECT',Patricia terlihat marah
"Aku memang Perfect, setelah kematian Cedric, akulah yang paling tampan di Asrama ini", kata Ed dengan sombongnya
"Siapa itu Cedric?",tanya Serafina ingin tahu. Nama itu sepertinya sedikit mengganggu pikirannya.
"Cedric Diggory, pria malang pahlawan Huflepuff yang meninggal karena kesalahan Potter", jelas Ed
"Meninggal? Kesalahan Potter? Maksudmu Harry Potter? Jelaskan padaku", tanya Serafina lagi
"Tentu saja Harry Potter, dialah satu-satunya Potter di dunia ini", kata Ed dengan nada meledek
"Hentikan Ed, kita semua tahu kalau itu kesalahan Kau-Tau-Siapa, bukan Harry, Cedric meninggal dengan terhormat sebagai pahlawan, kita bangga padanya, dia bukan pria malang", Patricia menjelaskan dengan nada kesal pada Ed
Serafina merasakan kepalanya terasa sangat sakit. Entah kenapa ada rasa yang aneh. Dia merasa pusing.
"Sera, apa kau baik-baik saja?", tanya Patricia khawatir
Serafina terus memegangi kepalanya yang terasa hampir pecah.
"Well, sebaiknya kita istirahat sekarang', Patricia menuntun Serafina untuk berjalan ke kamar mereka.
"Hey Sera, maukah kau pergi ke Hogsmeade denganku minggu ini?"tanya Ed
Serafina hanya terdiam, ia merasa sangat pusing.
"Sera sedang sakit, pergilah ke Hogsmeade dengan troll hidung berlendir", kata Patricia sebal. Ed terlihat sangat kesal.
.
.
"Sera, aku akan panggil sehingga dia akan memanggil Madam Pomfrey untuk memeriksamu. Susan, kau jaga dia sebentar, aku harus pergi sekarang untuk melapor, jangan biarkan Si Parasit Ed memasuki kamar para gadis, mengerti?", Patricia menjelaskan.
"Baik, aku mengerti", jawab Susan memutarkan bola matanya mendengar Patricia sedikit mengomel padanya.
"Aku baik-baik saja Patricia",Serafina menjawab lemah
Tapi Patricia tidak berusaha mendengarkannya dan meninggalkan ruangan. Pintu kamar para gadis tertutup kembali.
"Hey Sera, apakah itu sangat sakit?", tanya Susan
"Begitulah, tiba-tiba kepalaku terasa pening ketika Ed dan Patricia berbicara tentang seseorang bernama Cedric", kata Serafina pelan.
"Oh, Cedric, Si Tampan itu, dia sangat terkenal di Hogwarts, kau tahu? Dia Pahlawan", kata Susan dengan pipi bersemu merah
"Benarkah?", Serafina tersenyum lemah
"Tentu saja, dia sangat tampan dan baik, bukan hanya itu, dia pintar dan merupakan ketua Tim Quidditch Huflepuff, semua gadis tergila-gila padanya", pipi Susan bersemu merah lagi.
"Dan kau menyukainya", Serafina tersenyum
"Itu rahasia, okay?",Susan tampak gugup dan malu
"Tentu saja", Serafina berjanji
"Sayangnya dia harus meninggal secepat itu, dia berkorban untuk Harry. aku begitu sedih", Susan terlihat muram
"Setiap orang akan meninggal, tapi kebaikan seseorang tidak akan pernah mati, jika Cedric adalah seseorang yang sangat baik seperti yang kau ceritakan, maka jangan pernah khawatir, kau tidak pernah kehilangannya", Serafina berusaha menenangkan Susan
Cedric, Cedric, Cedric, setiap kali mendengar atau mengucapkan nama itu, rasanya Serafina mengingat sesuatu, tapi entah apa itu.
*George POV*
Di Asrama Gryffindor, semua orang tampaknya sudah mulai tertidur, Ron dengan bodohnya tertidur di depan perapian bersama Harry usai bermain catur.
Aku dan Fred mengendap-endap berusaha tidak menimbulkan suara.
"Mau kemana kalian malam-malam begini?", tanya Ginny. Dia hampir membuat jantungku copot.
"Mmm... anu", aku tidak bisa berkata-kata
"Tenang saja adik kecil, kita sedang ada sedikit urusan penting, rahasiakan ini kepada Mom maka kami tak akan memberitahunya bahwa kau sudah pacaran dengan Harry", kata Fred dengan mengarahkan pandangannya pada Harry yang sedang tertidur.
"Umm aku, baiklah, pastikan kalian kembali dengan selamat", kata Ginny gugup
Dia ternyata bangun hanya untuk menyelimuti Harry, sungguh perhatian.
Kami berjalan melewati lorong dan portrait Nyonya Gemuk.
"Fred, sejak kapan kau tau kalau Ginny dan Harry sudah berpacaran?", tanyaku heran
"Tentu saja aku tau, bahkan aku tahu kalau minggu ini Ron berencana mengatakan cintanya pada Hermione", kata Fred dengan sombongnya.
"Darimana kau tau semua itu?",tanyaku semakin heran
"Aku punya informan rahasia", kata Fred dengan entengnya. Aku hanya bisa memutar bola mataku.
"Okay whatever, btw Fred, apakah kau sudah mengecek lagi bahwa Angelina benar-benar akan pergi ke tempat itu malam ini?,tanyaku pada Fred
"Tentu saja, aku sudah menguntitnya beberapa hari terakhir",kata Fred bangga menunjukkan kertas salinan alamat yang akan dituju oleh Angelina
"Baiklah kalau begitu, cepat selesaikan ini karena aku sudah mulai mengantuk hoaam",kataku berpura-pura menguap.
"Sssstt diam George", Fred menarikku untuk bersembunyi dibalik pintu sebuah ruangan.
"Ada apa Fred? Apa aku melakukan kesalahan", tanyaku heran
"Tutup mulutmu, lihatlah, ada Prefek dari Huflepuff di lorong bawah tanah", Fred mencoba menjelaskan padaku dengan berbisik
"Okay, baiklah... ahhh berarti sangat besar kemungkinan kalau Asrama Huflepuff disekitar sini kan? Mari kita cari tahu sebentar Fred", aku tiba-tiba menjadi sangat bersemangat
"Tidak sekarang brother, kau milikku sekarang, ingat perjanjian kita", kata Fred menarik lenganku menjauh dari Asrama Huflepuff
"Fine", kataku memutar bola mata.
Oh, demi Janggut Merlin aku akan mengingat jalan ini, aku akan menemukan Serafina-ku disini suatu saat, gumamku dalam hati.
.
.
.
.
Di sebuah pondok di sekitar Hutan Mangrove, Angelina menghentikan langkahnya, pondok itu terlihat sangat kotor dan kusam dari luar, seperti tak perpenghuni. Angelina mengetuk pintu dan memasuki pondok itu. Terlihat ada seorang nenek bongkok dan mengajaknya masuk. Dari balik pohon, aku dan Fred bersembunyi.
"Well, ternyata dia menemui seorang nenek-nenek Fred, kau tidak perlu secemburu itu", kataku meledek Fred
"Diam kau, aku dengar dari si mulut besar Carl bahwa nenek bongkok itu adalah seorang peramal handal, dia bersembunyi di pondok tua itu agar tak seorangpun mencarinya, ramalannya sangat tepat", Fred masih memperhatikan pondok itu lekat-lekat
"Aku tidak peduli dengan ramalan Fred", kataku bosan
"Kalau dia bisa membantumu memberitahu apa yang terjadi pada Serafina dan dirimu di masa depan, tidakkah kau penasaran?"Fred menanyaiku dengan tatapan aneh
"Oke, itu sebuah pengecualian",aku mulai bersemangat
"Hah, dasar kau George, begitu aku sebut namanya, kau bisa berubah 180 derajat", Fred mengolokku.
Kami mengendap-endap di bawah jendela untuk mencuri dengar pembicaraan mereka,
"Jadi dia yang menyuruhmu datang kesini?", tanya si nenek bongkok
"Iya, dia mengirim ini padamu", kata Angelina
"Mengapa harus orang lain yang mengirimkannya? Apa dia titip pesan padamu?"tanyanya lagi
"Tidak, dia hanya memintaku memberikan ini",kata Angelina
"Baiklah, terima kasih, aku akan mengantarmu sampai jalan depan, hari sudah larut, tidak baik bagi seorang gadis berjalan sendirian larut malam begini", si nenek mengambil sweater lusuhnya
"Oh iya, dia sebenarnya merindukanmu, namun karena suatu hal dia tak bisa datang dan menyuruhku kemari, kau tahu, tak ada anak yang tak merindukan ibunya setelah sekian lama berpisah", kata Angelina dengan lembut
"Terimakasih",kata si nenek bongkok sedikit terisak
Aku dan Fred terkejut mengetahui kalau nenek bongkok itu adalah Ibu dari Prof. Trelawney. Ketika si nenek bongkok mengantar Angelina ke halaman depan untuk pulang, aku dan Fred menyelinap lewat pintu belakang.
"Lihatlah George, tempat ini dipenuhi barang-barang aneh dan ini cukup menarik", kata Fred
"Kau benar Fred, ada beberapa yang mungkin bisa menginspirasi kita untuk membuat barang baru yang bisa kita jual", kataku
"Lihat George, ada sebuah kuali tua, disini tertulis "Air Masa Depan", instruksinya pikirkan sesuatu, masukkan wajahmu ke kuali berisi air ini dan lihat masa depanmu",kata Fred menjelaskan.
"Tapi ada tulisan "berbahaya" di kuali itu Fred", aku mencoba menjelaskan pada Fred apa yang aku temukan.
Namun Fred tetap bersikeras. Aku hanya melihatnya sambil terbengong.
"George, kau berjagalah, aku akan mencobanya lebih dulu", Fred menceburkan wajahnya ke dalam air suci itu.
"Apa yang kau lihat Fred?",tanyaku
Fred mengangkat kepalanya dan mengusap sisa air di wajahnya.
"Aku tak melihat apapun, hanya gelap, semua terlihat gelap, benda bodoh, aku akan melihat sesuatu yang lain disini"kata Fred
"Biarkan aku mencoba", aku memikirkan tentang Serafina dan sesuatu terjadi. Iya! Aku melihat sesuatu di masa depan.
Start
"Maukah kau menikah denganku?"
"Sudah bertahun-tahun aku menunggumu mengatakan itu"
.
.
Seorang anak perempuan mungil berambut merah memeluk kaki George
"Dengar Georgia, ayah akan berangkat bekerja, kita akan menyusulnya nanti jika kau mau"
"Toko Sihir Sakti Weasley sangat ramai akhir pekan ini, jagalah kesehatanmu, aku mencintaimu"
.
.
End
"SIAPA KALIAN? APA YANG KALIAN LAKUKAN DISINI?", si nenek bongkok berteriak
"Benda itu sangat berbahaya, kalian tidak seharusnya menggunakan itu!"katanya lagi, dia berusaha memukulkan tongkatnya pada kami. Aku dan Fred berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
*Normal POV*
"Dasar anak-anak bodoh, semoga tidak terjadi sesuatu hal yang buruk pada kalian, aku bersumpah akan menghancurkan benda ini", si nenek terisak
Malam itu adalah malam yang indah untuk George, di tengah pelarian mereka, George terus menerus tersenyum dan itu membuat Fred merasa terganggu, mungkin saja George meminum cairan di dalam kuali tua itu dan kemudian mabuk atau apalah.
Ketika mereka sampai di koridor bawah tanah, terdengar beberapa langkah kaki. Fred menarik George untuk bersembunyi. Ternyata langkah kaki itu berasal dari Mc. Gonagall, Madam Pomfrey dan Prof. Sprout.
"Aku sangat berterimakasih padamu Pompie", kata Mc Gonagall pada madam Pomfrey
"Tidak masalah, hanya saja melihat anak itu, sepertinya mengingatkanku pada seseorang yang ku kenal, bukankah kau bilang anak angkatmu itu hilang ingatan?", tanya Madam Pomfrey
"Iya benar, aku masih menyelidiki apa yang terjadi padanya, namun aku belum begitu yakin dengan informasi yang aku dapat, aku khawatir dia akan cemas dan sakit seperti sekarang", Mc Gonagall terlihat muram
"Tenang saja, aku akan menjaganya" Prof. Sprout menambahkan
"Terimakasih, aku benar-benar sangat berterimakasih, ingatlah untuk menjaga rahasia ini",kata Mc Gonagall menerangkan.
"Tentu saja", kata Madam Pomfrey dan bersamaan.
George dan Fred mendengar percakapan mereka, bagi Fred, rahasia itu sudah tidak asing lagi ditelinganya karena ia sudah mendengar cerita Mc. Gonagall tentang Serafina sebelumnya, namun bagi George, apa yang baru saja di dengarnya barusan adalah sesuatu yang mengejutkan. Mereka merahasiakan itu semua dari George.
*George POV*
"Kau dengar itu? Serafina adalah gadis yang mengalami hilang ingatan, aku tidak salah dengar kan Fred?", tanya ku pada Fred
"Iya, itu semua benar, Prof. Mc Gonagall sudah menceritakannya pada kita semua yang ada di The Burrow kecuali kau, karena kau sakit waktu itu dan~ ",jawab Fred namun aku memotong perkataannya
"Apa? Kalian sudah tahu hal ini sejak awal dan kalian tidak memberi tahuku? Ini benar-benar tidak adil, Kenapa kalian semua merahasiakan ini dariku?", aku kesal pada Fred
"Maafkan aku brother, aku tau kau begitu mencintainya, itulah sebabnya kita tak mau menyakitimu dengan mengatakan hal malang yang sebenarnya terjadi pada Serafina", suara Fred terdengar sedih
"Sudahlah, aku ingin tidur, aku sangat lelah", aku berpura-pura tidur membelakangi tempat tidur Fred.
Malam itu aku benar-benar tidak bisa tidur sama sekali, aku memikirkan tentang Serafina. Pantas saja pertama kali aku mengenalinya sebagai gadis dari sekolah Beauxbatons dari seragam yang dia pakai di Diagon Alley, dan juga sangat aneh ketika tiba-tiba dia menjadi anak angkat Prof. Mc Gonagall dan berada di The Burrow saat liburan, itu semua terdengar aneh, tapi dengan bodohnya aku tidak peka dan tidak berusaha menanyakan tentang keanehan itu. Aku benar-benar mencintai Serafina, tapi aku tidak tau kalau hidupnya selama ini menderita. Pantas saja beberapa hari yang lalu waktu dia bertemu denganku, dia bilang dia sangat merindukanku dan keluargaku, Dia sungguh gadis malang yang kesepian. Sungguh bodohnya aku. Aku seharusnya melindunginya dan tidak membuatnya kesal, aku merasa bersalah.
*Author Notes:
Makasih buat semua yang masih setia baca lanjutan cerita ini. Semoga kalian suka chapter ini :) Lemme know what do you think about this chapter, okay? :)
-QueenMamba: Aku lebih suka Serafina di Huflepuff, soalnya dia itu cocok disitu, "setia dan toleransi" lagian jarang-jarang ada yang bahas tentang Asrama Huflepuff kan? Hehe but makasih ya atas reviewnya selalu, di tunggu review selanjutnya :)
-My guest Luna: Iya sabar ya, masih dalam proses dulu, ntar kalo buru-buru jadian jadinya nggak asik, hehe keep reading ya :)
-Thanks for all, makasih ya masih mau baca lanjutan cerita ini, kalian adalah harapanku melanjutkan chapter selanjutnya :D
