Judul : Love Hurt
Main Cast : Chanyeol (Namja)
Sehun (Namja)
Baekhyun (Yeoja)
Luhan (Yeoja)
Other Cast : Kai / Kim Jong In (Namja)
Do Kyungsoo (Yeoja)
Kim Jun Myeon (Namja)
Zang Yixing (Yeoja)
Kris / Wu Yi Fan (Namja)
Huang Zi Tao (Yeoja)
Kim Miensok/ Xiumin (Yeoja)
Kim Jong Dae / Chen (Namja)
and All SM Family
Rate : T
Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt
Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /
FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^
.
"Move On and First Kiss"
.
.
..tettt...tett..tett..
Bel istirahat pun berbunyi tapi chanyeol belum juga masuk kekelasnya Luhan dan Baekhyun khawatir dengan keadaan chanyeol. Baekhyun pun berniat mencari chanyeol di UKS namun hasilnya nihil dan dia pun menemui Sehun sahabat sekaligus kekasihnya menanyakan Chanyeol karena siapa tahu dia mengetahui keadaan chanyeol saat ini.
"Sehunie apa kau melihat chanyeol?" Tanya Baekhyun masuk ke kelas Sehun
"Tidak baek noona , aku belum bertemu dengan chan hyung dari tadi . Tadi aku berangkat sekolah duluan karena ada piket. Memang chan hyung tidak masuk?"
"Tadi pagi aku bertabrakan dengannya tapi ku lihat wajahnya mengerikan sekali seperti zombie bahkan matanya terlihat seperti panda. Saat ku tanya kenapa dia seperti itu dia malah pergi dan sampai sekarang aku tak melihatnya lagi. Apa kau tahu kenapa dia seperti itu?"
"Aku juga tidak tahu noona.. tadi malam chan hyung pulang diantar oleh luhan noona dalam keadaan mabuk aku khawatir sekali . Tapi saat ku tanya kenapa chan hyung bisa seperti itu luhan noona hanya menjawab mungkin dia sedang ada masalah. Dan tadi pagi aku tanya lagi pada chan hyung dia tidak menjawab"
"Lulu eonni tahu kalo chanyeol terlihat menyeramkan seperti itu karena dia mabuk? Tapi kenapa disaat ku tanya dia tidak tahu? Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Baekhyun penasaran sambil mengerucutkan bibirnya menggemaskan
"Sudahlah noona mungkin memang chan hyung sedang ada masalah dan dia sedang tidak ingin menceritakan semuanya pada kita , kalau ada saatnya mungkin chan hyung baru akan menceritakannya pada kita.. kau jangan cemberut seperti itu noona itu menggemaskan sekali" kata sehun sambil mencubit kedua pipi baekhyun
"Yak sehuni kau jangan mencubit pipiku terus kalau pipiku melar bagaimana?"
"Tak apa noona aku tetap mencintaimu"
"Aish selalu saja kau seperti itu sehuni... nado - nado.. sudah jangan mencubiti pipiku lagi. Kajja kita ke kantin siapa tahu chanyeol dan Luhan eonni ada disana" kata baekhyun lalu menarik Sehun keluar kelas dan menuju kantin
"Ya noona jangan menarik tanganku"
Sehun dan Baekhyun pun pergi ke kantin dan kini baekhyun tidak lagi menarik sehun tapi malah melingkarkan tangannya pada lengan sehun. Dan tanpa mereka sadari seseorang melihat dan mendengar kejadian itu dari tadi dengan raut wajah yang sedih lalu pergi.
.
"Apa kau hanya akan terus bersembunyi disini hari ini?"
"Lu noona ke..kenapa kau ada disini?" Tanya chanyeol kaget karena sudah ada Luhan yang kini berada di depannya dengan menyilang kedua tangannya didepan dada.
"Hhh aku khawatir padamu pabo. Kenapa kau tidak masuk kelas hari ini?"
"Tidak apa noona aku hanya ingin membolos saja hari ini. Anak rajin sepertiku tak apa kan jika membolos pelajaran sekali saja"
"Pabo lebih baik kau tidak masuk sekolah sekalian dan bilang kalau kau sakit" kata Luhan menjitak kepala Chanyeol
"Yak noona kenapa kau menjitak kepalaku? Kalau aku jadi bodoh bagaimana?" Ucap Chanyeol mengusap kepalanya yang sakit
"Biarkan saja lagi pula bukankah kau sudah pabo" kata Luhan enteng
"Aish noona ini"
"Bagaimana keadaanmu apakah sudah baikan?" Tanya Luhan kemudian lalu duduk disamping Chanyeol
"Ya kau bisa lihat sendiri noona. Secara fisik aku sudah agak mendingan tapi untuk batin ... kau pasti tahu" kata Chanyeol sambil menghela nafasnya
"Tadi Baekhyun menanyakan keadaanmu. Sepertinya dia sangat khawatir padamu"
"..." Chanyeol hanya terdiam mendengar ucapan Luhan dan kini pandangannya kosong.
"Kau seharusnya tidak usah begitu menghindari baekhyun ataupun sehun apalagi berbicara ketus pada mereka, bersikaplah biasa seperti Chanyeol yang biasa"
"Aku tidak menghindari siapapun noona, aku hanya butuh waktu untuk menerima semuanya, aku tidak bisa sepertimu yang bisa menerima keadaan ini dengan cepat, jadi ku mohon noona biarkan seperti ini sampai aku siap dan aku akam bersikap normal seperti biasanya"
"Hhh aku mengerti chan... tapi bagaimana jika kau tidak bisa menerimanya?"
"Aku tidak tahu noona. Mungkin aku akan meminta kedua orang tuaku untuk pindah bersekolah di jepang"
"Lalu bagaimana dengan Sehun? Jika kau pindah ke jepang kau akan meninggalkan dia disini sendirian begitu?"
"Aku akan menitipkannya pada Kris hyung sepupuku mungkin"
"Ayolah Chan kau jangan seperti ini kenapa kau jadi pengecut seperti ini?"
"Aku lelah noona dengan perasaan ini . Aku mencintai Baekhyun sudah sejak penerimaan siswa baru waktu Junior high school dan kau tahu noona sudah 5tahun aku memendamnya. Dan aku juga menyayangi Sehun adikku karena hanya dia keluarga yang aku punya untuk menemaniku disini sejak orang tuaku pindah ke jepang karena bisnis dan hanya bisa mengunjungi kami 2bulan sekali. Saat aku mengetahui mereka ternyata menjalin hubungan diam-diam rasanya hatiku seperti hancur berkeping-keping dan mungkin tak bisa di satukan lagi"
"aku pun begitu chan. Aku mengerti dengan semua perasaanmu bahkan aku pun merasakannya baekhyun sudah ku anggap bukan seperti sahabat lagi tapi dia sudah ku anggap sebagai adikku karena kau tahu sendiri aku anak tunggal bahkan aku tinggal di sini sendiri hanya dia yang menemaniku disaat kau dan sehun sedang sibuk dan Sehun kau tak akan percaya bahkan aku mencintai dan menyayanginya sudah lama saat aku mampir ke rumahmu pertama kalinya saat kita masuk JHS hahaha"
"Jinjayo noona?"
"Hahaha awalnya aku ragu mungkin itu hanya cinta monyet biasa untuk anak seusia kita saat itu lalu menginjak Senior high school ternyata perasaan itu tidak hilang tapi aku terus berfikiran mungkin aku menyukainya karena dia sudah ku anggap adikku sendiri dan mulailah aku menyadari dan meyakinkan bahwa perasaan ini ternyata cinta saat kita menginjak kelas 3 senior high school aku baru sadar bahwa aku benar-benar mencintai adik sahabatku. Tapi perasaan itu mungkin akan berakhir sebentar lagi" kata Luhan sambil tersenyum pahit
"..." kini mereka berdua hanya terdiam dengan fikiran masing-masing sampai akhirnya Luhan memecah keheningan
"Hei sudahlah jangan bersedih. Bagaimana kalau nanti sepulang sekolah kita main ke club milik Kai? Sekali-kali tak apa kan kita bersenang-senang disana? How?"
"Baiklah"
"Kalau begitu kajja kita masuk kelas sepertinya sebentar lagi akan masuk"
"Tapi noona?"
"Sudah ayo" Luhan pun berhasil membawa Chanyeol untuk turun dan masuk ke kelas. Sesampainya di depan kelas semua teman chanyeol memandang chanyeol dengan tatapan aneh karena melihat wajah chanyeol yang sangat mengerikan
"Waeyo? Kenapa kalian memandangiku seperti ini?" Tanya Chanyeol kesal
"Wah santai brother . By the way apa kau semalam begadang sampai kau terlihat seperti panda kelebihan kalsium seperti itu?" Ucap jongdae bercanda
"Ya ya ya aku begadang semalaman. Tapi walaupun wajahku seperti ini aku tetap tampan"
"Ya terserah kau saja tuan park" kata jongdae sambil memutar bola matanya malas mendengar ucapan chanyeol yang kelewat pedenya. Dan teman-teman chanyeol hanya diam karena tahu akan sikap chanyeol yang seperti itu. Setelah itu chanyeol duduk dibangkunya di belakang jongdae tempat duduk paling belakang dan dekat dengan jendela. Baekhyun yang baru saja masuk ke dalam kelas melihat chanyeol yang kini sudah ada dikelas sambil membaca bukunya lalu menghampiri chanyeol.
"Chanyeol-ah kau sudah baikan?" Tanya Baekhyun yang kini berada di samping chanyeol
"Aku tidak apa-apa baek kau tak perlu khawatir padaku"
"Bagaimana bisa aku tidak khawatir pada sahabatku melihat keadaanmu yang seperti ini. Aku tadi mencarimu dimana-mana tapi tidak ketemu lalu aku pergi ke kelas Sehun dan katanya kau mabuk semalam apa itu benar?" Tanya Baekhyun
"Ya itu benar" jawab Chanyeol enteng
"Kenapa kau begitu yeol? Apa kau sedang ada masalah? Jika kau ada masalah kenapa kau malah mabuk? Kenapa kau tidak menceritakannya saja padaku siapa tahu aku bisa membantumu"
"Aku tidak ada masalah aku hanya ingin saja meminum soju tadi malam tapi aku meminumnya terlalu banyak jadi aku mabuk"
"Tapi kenapa kau bisa pulang bersama Lulu eonni?"
"Aku meneleponnya untuk menjemputku karena jarak tempat aku meminum soju dan rumahnya dekat jadi aku meminta bantuannya saja"
"Hmm begitu tapi kau tak boleh seperti itu lagi itu bisa merusak kesehatanmu. Baiklah aku balik ke tempatku ya sepertinya lee seongsanim akan segera masuk" kata baekhyun
"Ne"
Baekhyun pun balik ke tempat duduknya dan chanyeol hanya bisa terdiam sambil memandang kearah luar jendela
"Hhh kau tahu baekhyun saat kau khawatir dan peduli padaku rasanya aku senang sekali tapi saat kau bilang menemui sehun saat itu pula hatiku berdenyut merasakan sakit" kata Chanyeol dalam hati.
Luhan yang sedari tadi memperhatikan Chanyeol hanya bisa tersenyum pahit
"Kau pasti bisa chanyeol. Walaupun kau keras kepala tidak mau berbicara dengan baekhyun tapi aku tahu dalam hatimu menolak itu. Aku percaya kau pasti bisa menghadapinya"
.
Sesuai kata Luhan tadi diatap sepulang sekolah Luhan dan Chanyeol pergi ke club milik Kai. Disana mereka meminum banyak soju dan meracau tak jelas. Kai yang terlihat khawatir lalu menghubungi Sehun untuk membawa Chanyeol dan Luhan pulang kerumah dan Mobil Luhan dititipkan pada Kai. Luhan pun dibawa Sehun ke rumahnya karena dia tidak tahu kunci rumah Luhan.
"aish hyung kenapa kau seperti ini lagi? Apa yang terjadi padamu ? dan kenapa Luhan noona juga ikut-ikutan mabuk sepertimu?" kata Sehun sambil membopong tubuh Chanyeol dan menidurkannya di kasur miliknya dan membopong tubuh Luhan dan menidurkannya dikamar milik Chanyeol.
.
.
Kesokan harinya Luhan terbangun tapi saat dia mencoba duduk dia merasa kepalanya sangat pening dan dia melihat sekeliling kamarnya namun dia menyadari bahwa dia sedang tidak berada dikamar miliknya tapi dikamar milik Chanyeol karena dia melihat beberapa foto chanyeol yang terpampang di meja belajar Chanyeol.
"ke.. kenapa aku ada di kamar Chanyeol? Arghh kepalaku pusing sekali" ucap Luhan sambil memegangi kepalanya.
tak lama kemudian Sehun masuk ke kamarnya sambil membawakan segelas susu hangat untuk Luhan.
"annyeong noona, ternyata kau sudah bangun? Bagaimana apa kau sudah merasa baikan? Ini kubawakan susu hangat untukmu" kata Sehun sambil menyodorkan minumannya
"gomawo Sehuni" Kata Luhan lalu menghabiskan susunya dan setelah sudah habis gelasnya diambil kembali oleh Sehun
"ne noona, kalau begitu aku pergi dulu untuk mencuci gelas ini" kata Sehun beranjak pergi namun sebuah tangan menahannya
"tunggu, aku mau menanyakan kenapa aku bisa berada di kamar chanyeol? Lalu kemana dia?" tanya Luhan
"aku yang membawa noona kesini karena tadi malam Kai menelponku karena kalian mabuk jadi aku membawa pulang kalian kesini. Untuk chanyeol hyung dia ada di kamarku noona kau tenang saja" kata Sehun tersenyum
"oh begitu gomawo"
"ne noona, oh ya ngomong-ngomong kenapa kalian mabuk?"
"ah tidak kok, itu tidak sengaja kami hanya ingin meminum saja tadi malam tapi kami malah ketagihan dan terlalu banyak meminumnya jadi ya begitulah" kata Luhan berbohong
"begitu ya noona, tapi kau jangan terlalu banyak minum noona itu bisa merusak tubuhmu noona aku tidak ingin noona jadi sakit karena noona sudah aku anggap sebagi noonaku sendiri. Aku menyayangi noona dan Chanyeol hyung" ujar Sehun mengingatkan
"ah ne . terima kasih sudah mengkhawatirkanku" kata Luhan tersenyum pahit. Jujur rasanya perkataan Sehun membuatnya merasa sakit dan ingin menangis namun Luhan menahannya sampai Sehun pergi dari kamar itu.
"baiklah noona, aku keluar dulu ya"
"ne"
Setelah Sehun keluar dari kamar Chanyeol, Luhan pun langsung menumpahkan air matanya. Ia kini sudah terisak sambil memeluk lututnya.
.
.
Chanyeol kini terbangun saat dia membuka mata ternyata dia tidak berada di kamarnya tapi di kamar Sehun lalu dia beranjak pergi ke kamarnya. Saat dia membuka pintu dia terkejut karena melihat Luhan sedang menangis. Karena khawatir chanyeol langsung menemui Luhan dan memeluknya.
"noona, kenapa kau menangis?" tanya Chanyeol sambil memeluk Luhan
"Chan.. hiks.. Chan.. hiks.. Chanyeol sepertinya .. hiks.. aku… hiks"
"kau kenapa noona? Uljima noona"
"aku… hiks.. sepertinya aku harus menyudahi perasaan ini.. aku sudah tidak kuat lagi chan.. aku lelah,, aku lelah mencintai orang secara sepihak, setidaknya aku sudah mengetahui perasaannya sekarang padaku chan,,,, mungkin kini saatnya aku harus mengakhirinya.. hiks.. aku akan berhenti mencintai Sehun adikmu.. " Kata Luhan sambil terus terisak dan memeluk Chanyeol
"Apa kau yakin dengan perasaan mu noona?"
"ne, aku akan mencobanya"
"hh baiklah jika itu keputusanmu noona, aku tidak bisa melarangnya. Mungkin aku pun akan melakukan hal yang sama sepertimu noona. Jika kau memutuskan untuk mengakhiri perasaanmu pada Sehun maka aku juga akan mengakhiri perasaanku pada Baekhyun. Aku juga sudah lelah noona dengan perasaan ini"
"kau yakin?" tanya Luhan kini
"ne, aku yakin dengan keputusanku mungkin saatnya kita harus move on noona" kata Chanyeol tersenyum sambil menghapus air mata yang mengalir dipipi Luhan. Tanpa mereka sadari seseorang mendengarnya dari balik pintu kamar dengan raut wajah yang sedih.
.
.
.
.
.
.
.
"Apa Kau siap noona?" tanya Chanyeol
"ne aku siap,,, kajja saatnya kita memulainya dari awal" ucap Luhan semangat
.
Sesampainya disekolah Chanyeol dan Luhan bersikap seperti biasa sebelum mereka mengatahui bahwa Baekhyun dan Sehun menjalin hubungan.
"Annyeong Baekhyunie" sapa Luhan riang
"annyeong eonni.. wah sepertinya wajahmu ceria sekali ada apa denganmu?"
"ah ani,,,, bukannya wajahku selalu ceria setiap saat?"
"haha tapi aku rasa hari ini kau berbeda eonni,,, kau seperti orang yang baru saja memenangkan togel"
Plak…
"yak eonni kenapa memukul kepalaku?" tanya Baekhyun mengelus kepalanya yang dipukul Luhan
"itu salahmu sendiri enak saja.. memang aku apaan sampai-sampai bermain togel" kata Luhan kesal sambil mengerucutkan bibirnya
"hihihi kan aku hanya bercanda eonni..oh ya dimana Chanyeol? Biasanya dia selalu bersamamu seperti perangko?"
"hei hei hei tidak kebalikah? Bukannya dia seperti perangko jika bersamamu? Dia kan jika sudah bersamamu dikelas selalu saja menempel padamu" ucap Luhan cemberut
"aish apa kau cemburu padaku eonni?" tanya Baekhyun dengan polosnya
"What? Cemburu? Heol big no…. dia hanya ku anggap seperti adikku saja"
"hahahha ku kira kau cemburu karena kedekatan kami…. Tenang saja eonni,, kami hanya sahabat tidak lebih kok… lagi pula aku setuju jika kau dan chanyeol menjadi pasangan"
"aku justru lebih cocok jika kau yang menjadi pasangan Chanyeol karena kalian sama-sama berisik"
"hahahha terima kasih atas pujianmu eonni"
"heii aku sedang tidak memujimu"
"ne arraseo" mereka berdua pun tertawa lepas sampai Chanyeol datang
"kalian jahat sekali tertawa tidak mengajakku" kata Chanyeol duduk di depan Baekhyun dan Luhan sambil cemberut
"eoh.. chanyeolie sedang ngambek rupanya eonni.. eotthokae?" kata Baekhyun pura-pura panik
"jinjayo? Omo-omo apa yang harus kita lakukan?"
"hmm bagaimana jika kita mencubit pipinya seperti ini" kata Baekhyun lalu mencubit pipi Chanyeol dengan gemas
"aww,,, awww yak,,,, Baekhyun appo" ringis Chanyeol kesakitan karena pipinya ditarik kencang oleh baekhyun
"uhh… kau lucu sekali Chanyeol jika sedang ngambek seperti itu" kata Baekhyun dan Luhan hanya bisa tertawa melihat tingkah duo moodmaker tersebut.
Sehun yang tak sengaja melewati kelas chanyeol tersenyum bahagia karena bisa melihat chanyeol tersenyum kembali bersama Baekhyun dan Luhan.
"Aku senang hyung kau bisa tersenyum lagi seperti itu… mianhae" ucapnya lalu berjalan menuju kelasnya.
.
.
.
"hei brother ada apa dengan wajahmu? Kenapa lesu sekali?" kata Kai teman sebangku Sehun sambil merangkul pundak Sehun
"ani,,, tidak ada apa-apa" ucap Sehun seadanya
"wah wah apa kau ada masalah?"
"hmm sepertinya"
"apa itu masalah cinta?"
"mungkin"
"hahhaa kau bisa menceritakan padaku sob… kau tahu aku ini ahli dalam percintaan" kata Kai bangga
"yayaya aku tahu kau ahli dalam percintaan saking ahlinya kau bisa menaklukkan semua wanita"
"hahaha tentu saja. Jadi jika kau ada masalah dalam percintaan kau bisa berkonsultasi dengan diriku"
"akan ku pikirkan"
"oh ya bagaimana dengan keadaan Chanyeol Hyung dan Luhan noona?"
"mereka baik-baik saja. Gomawo karena sudah memberitahu keadaan mereka waktu itu"
"ne, aku khawatir sekali melihat keadaan mereka jadi aku cepat-cepat meneleponmu. Sepertinya Chanyeol hyung dan Luhan noona sedang memiliki masalah percintaan karena saat disana mereka meracau tak jelas. Apa mereka sedang patah hati?" tanya Kai
"molla" hanya itu yang bisa Sehun ucapkan karena ia tak tahu lagi harus berkata apa kini hatinya merasakan perasaan yang aneh dia merasa sakit jika mengingat Chanyeol dan Luhan.
"kajja kita masuk kelas sebentar lagi Choi Seongsanim akan masuk" ucap Kai menarik tangan Sehun.
.
.
.
"hhh membosankan sekali" ucap Baekhyun sambil menopangkan dagunya pada meja
"kau benar, umm bagaimana jika nanti sepulang sekolah kita ke lotte world? Lagi pula besok libur" kata Luhan
"mm bolehh juga…. Kita ajak Chanyeol dan Sehun kan?" kata Baekhyun bersemangat
"ne, tentu saja"
"baiklah siapa yang akan memberitahu mereka?" tanya Baekhyun
"biar aku yang memberi tahu Sehun dan kau beritahu Chanyeol"
"sip eonni" kata Baekhyun memamerkan kedua jempolnya
.
.
Saat Jam Istirahat Luhan datang ke kelas Sehun untuk memberitahu rencana merka yang akan pergi ke Lotte World sepulang sekolah.
"fighting Luhan kau pasti bisa" ucap Luhan menyemangati dirinya karena jujur saja dia belum siap untuk bertemu Sehun ya walaupun dia sudah berniat untuk melupakan perasaannya pada Sehun.
Sesampainya di depan kelas Sehun...
"Sehun-ah" kata Luhan terlihat riang
"noon... noonaa?"
"apa kau sibuk ? aku ingin berbicara padamu" kata Luhan lagi dan langsung menghampiri meja Sehun
"ani,,,, aku tidak sibuk noona. ada apa?" jujur Sehun saat ini merasa canggung berbicara dengan Luhan
"mm aku dan Baekhyun memiliki rencana kalau sepulang sekolah kita akan bermain di Lotte World. apa kau mau ikut bersama kami?"
"memang siapa saja yang ikut noona?"
"hanya aku, baekhyun, chanyeol dan kau itu juga jika kau mau? bagaimana?"
"hmm akan kupikirkan nanti noona aku takut tiba-tiba saja aku ada acara mendadak"
"baiklah... jika kau mau , kau bisa langsung datang ke kelas ku saja ne?"
"ne noona"
"okey ,, hanya itu yang ingin aku bicarakan padamu,, bye Sehunie" kata Luhan melambaikan tangannya dan tersenyum memamerkan senyum indahnya dengan mata rusanya
.
"kau masih bisa bersikap biasa dan tersenyum seperti itu noona?" lirih Sehun dalam hati.
.
Sedangkan disisi lain Baekhyun tengah menemui Chanyeol diatap sekolah, dia mencari-cari chanyeol dari tadi tapi tidak ketemu namun batinnya merasa jika Chanyeol saat ini ada di atap sekolah dan benar saja sekarang dia sedang melihat Chanyeol yang sedang tertidur disana sambil mendengarkan lagu dari earphonenya.
"hihihi Chanyeol sedang tidur … aku kerjai dia akh" ucap Baekhyun sambil tersenyum mengerikan dia perlahan melepaskan earphone dari telinga chanyeol dan….
"CHANYEOOOOLLLLLLLLLLL" teriak Baekhyun tepat ditelinga Chanyeol, Chanyeol tebangun kaget dan berbalik namun…
Chu~~
Bibir Chanyeol menempel pada bibir Baekhyun tak sengaja karena Chanyeol langsung berbalik dan Baekhyun tak sempat menjauhkan dirinya dari Chanyeol. Beberapa detik bibir mereka menyatu Baekhyun dan Chanyeol hanya bisa melotot karena kejadian itu tiba-tiba saja berlangsung. Sampai akhirnya Chanyeol sadar dan menjauhkan dirinya dari Baekhyun. Baekhyun hanya bisa mengerjap lucu.
"mm..mii…mianhae Baekhyun" Kata Chanyeol merasa bersalah lalu menundukan kepalanya
"hiks…. Huaaa kau tega Chanyeol… aku benci padamu" kata Baekhyun ngambek lalu menghindar dari Chanyeol namun sebelum baekhyun pergi tangan chanyeol dengan sigap menarik tangan baekhyun hingga baekhyun kini duduk di depan chanyeol.
"mianhae baekhyun.. aku sungguh tak sengaja…"
"kau jahat Chanyeol.. itu first kiss ku… aku kan hanya ingin first kiss ku dengan orang yang aku cinta" ucap Baekhyun sedih dan menangis
Deg…
Perkataan Baekhyun barusan membuat hati Chanyeol serasa ditusuk oleh pisau yang tajam.
"mianhae" kata Chanyeol lemah
Baekhyun lalu mengadahkan kepalanya dan melihat Chanyeol yang kini juga menangis sama seperti dirinya.
"Chan… Chanyeol kau menangis?" tanya Baekhyun sambil mengangkat Wajah Chanyeol dan menghapus air mata Chanyeol
"mianhae Baek.. mianhae… maaf telah merusak first kissmu.. sungguh aku tak sengaja"
"ne,,,, tidak apa-apa chanyeol… aku memaafkanmu… aku hanya terkejut tadi maafkan aku juga karena membangunkanmu seperti itu.. uljima" kata Baekhyun lalu memeluk Chanyeol
"ne" Chanyeol menangis bukan karena Baekhyun tidak memaafkannya namun dia menangis karena perkataan Baekhyun tadi ("aku hanya ingin first kissku dengan orang yang aku cinta")
"apa itu Sehun Baek? Apa orang yang kau harapkan adalah Sehun?" tanya Chanyeol dalam hati
"Chan… apa kau mau pergi bersamaku dan luhan eonni ke Lotte World sepulang sekolah? Sehun juga akan ikut kesana kok" kata Baekhyun mulai riang dan melepaskan pelukannya
"ahh,,, baiklah aku akan ikut dengan kalian nanti"
"ahh gomawoo chanyeolie… kita akan bersenang-senang disana nanti…. Okey sampai nanti… aku akan memberitahu kalau kau ikut kepada Lu eonni…. Oh ya untuk kejadian tadi lupakan saja kau tak perlu memikirkannya lagi aku sudah tidak apa-apa kok" kata Baekhyun tersenyum lalu pergi dari hadapan Chanyeol
"bagaimana aku bisa melupakannya? Sejujurnya aku merasa senang karena first kiss ku bersama denganmu Baekhyun dan aku juga senang karena first kissmu juga dengan diriku" kata Chanyeol tersenyum simpul sambil memegangi bibirnya.
.
.
TBC
.
.
haahaha akhirnya aku comeback dengan ff abal-abal ini...
aduh maaf sekali jika ceritanya malah jadi gaje...
mumpung ada ide jadi aku update aja...
cerita ini melanjutkan cerita chanyeol dan luhan yang sudah tahu hubungan Sebaek/baekhun...
untuk flashback kenapa Luhan dan Chanyeol bisa tahu tentang hubungan Baek dan Sehun akan diceritakan di chapter khusus nanti...
maaf jika sedikit ceritanya.
terima kasih buat semua yang sudah berbaik hati mau review... ayo dong yang belum review mohon di review, karena review dari kalian bisa menyemangati saya...
maaf belum bisa membalas review kalian lagi... next time okey?
sampai jumpa di chapter berikutnya.
Gomawoyo ~~
Jaljayo ^^
