Annyeong yeorobun...
akhirnya chapter ini bisa diupdate juga..
bagaimana fast update kan?
hahaha ok happy reading...
Judul : Love Hurt
Main Cast : Chanyeol (Namja)
Sehun (Namja)
Baekhyun (Yeoja)
Luhan (Yeoja)
Other Cast : Kai / Kim Jong In (Namja)
Do Kyungsoo (Yeoja)
Kim Jun Myeon / Suho (Namja)
Zang Yixing / Lay (Yeoja)
Kris / Wu Yi Fan (Namja)
Huang Zi Tao (Yeoja)
Kim Minseok/ Xiumin (Yeoja)
Kim Jong Dae / Chen (Namja)
and All SM Family
Rate : T
Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan YME, Orang Tua Mereka, Lee So Man Ahjussi, SM Entertainment kecuali Chanyeol milik saya :P
Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /
FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^
"Memories"
.
.
Setelah memaki dan menampar Baekhyun, Luhan keluar dan duduk dibangku taman Rumah Sakit. Dia menyesali perbuatannya yang telah menampar Baekhyun. Sejujurnya dalam hatinya Luhan tak ingin melakukan itu pada sahabatnya tapi emosinya membuat dia harus melakukannya pada Baekhyun.
"astaga apa yang telah aku lakukan?" tanya luhan memandangi telapak tangannya yang baru saja untuk menampar baekhyun
"baekhyun-ah mianhae" Luhan pun terisak menangkupkan wajahnya di kedua telapak tangannya.
Saat dia mendongkakkan wajahnya tiba-tiba ada sebuah sapu tangan didepan wajahnya.
"hapus air matamu, wanita sepertimu tak pantas menangis" ujar orang yang ada member sapu tangan itu.
"Kris?"
"hei kau tak perlu sampai menampar baekhyun seperti itu" kata Kris lalu duduk disamping Luhan
"ne Kris aku menyesal. Aku minta maaf"
"seharusnya kau meminta maaf pada baekhyun bukan padaku"
"ne"
"aku tahu kau pasti kecewa padanya, tapi musibah yang dialami chanyeol saat ini bukan kesalahannya itu semua sudah takdir dari Tuhan. Jadi kau jangan membenci Baekhyun dia pasti juga terpukul mendengar keadaan chanyeol seperti itu" Kris menasihati
"ne Kris aku tahu aku salah, aku hanya tidak tega dengan Chanyeol. Dia selalu menuruti permintaan Baekhyun bahkan dia tidak peduli jika itu akan membuatnya sakit dan terluka. Apapun yang baekhyun minta pasti dia akan menurutinya"
"aku paham dengan semua perkataanmu Lu , lagipula kan kau tahu jika ada pepatah cinta itu buta atau cinta itu butuh perjuangan tak peduli jika diriya merasa sakit jika melihat orang yang kita cintai bahagia kita pun sudah merasa bahagia. Mungkin itu yang difikirkan oleh chanyeol dia tak ingin melihat baekhyun bersedih atau sakit jika melihat baekhyun bahagia maka Chanyeol akan bahagia bahkan jika dia harus merasa sakit kebahagian baekhyun adalah kebahagiannya. Kau mengerti?"
"ne aku sekarang mengerti Kris. Terima kasih karena kau telah menasihatiku. Kau memang yang terbaik Kris" Luhan tersenyum pada Kris
"tak masalah rusa kecil. Kau dan Chanyeol sudah ku anggap sebagai adik kandungku sendiri" Kata Kris mengelus kepala Luhan
.
.
.
Baekhyun yang merasa bersalah pada Chanyeol dia menemui chanyeol dengan ditemani oleh Kyungsoo dan Sehun.
"Eonni aku tunggu diluar ne, aku mau menemui Kai dikantin tidak apa-apa kan?" tanya kyunsoo
"ne, kyungi taka pa lagipula ada Sehun disini"
"baiklah kalau begitu aku pergi dulu bye eonni , bye Sehun"
"ne"
.
Sehun pun membantu Baekhyun berjalan dan duduk di samping tempat tidur Chanyeol. Baekhyun terus saja menangis melihat keadaan chanyeol yang sekarat seperti itu.
"Annyeong Chanyeol"
"…"
"Chan kenapa kau jadi begini? Maafkan aku , seharusnya aku yang terbaring disini sekarang. Kenapa harus dirimu? Aku minta maaf padamu karena aku selalu menyusahkanmu. Mungkin yang dibilang Luhan eonni memang benar kalau aku jahat padamu. Seandainya aku tak meminta untuk keatas waktu itu kau tak mungkin berada disini sekarang, kenapa kau tidak membiarkan aku jatuh saja waktu itu?. Chanyeol maafkan aku" Baekhyun terus saja menangis sambil memegangi jemari chanyeol. Sehun yang melihatnya tak tega dan memegang pundak Baekhyun berusaha membuat baekhyun tidak menangis lagi
"uljima noona, semua ini bukan kesalahanmu. Percayalah tidak akan terjadi apa-apa pada chanyeol hyung, dia akan baik-baik saja noona"
"tapi ini semua salahku Sehun-ah"
"ani ini bukan salahmu ini sudah takdir dari Tuhan. Dan jika saat itu aku yang berada diposisi chanyeol hyung aku pun akan sama melakukan seperti yang chanyeol hyung lakukan"
"tapi?"
"sudahlah noona sebaiknya kau istirahat lagi saja, kau masih sakit dan biarkan chanyeol hyung istirahat. Mungkin besok dia sudah siuman"
"ne sehun-ah"
Baekhyun lalu meninggalkan kamar chanyeol dan kembali ke kamarnya.
.
.
Sudah satu minggu berlalu namun tidak ada perkembangan juga tentang keadaan chanyeol, dia masih saja koma dan terbaring dirumah sakit. Kedua orang tua chanyeol sampai harus mengabaikan pekerjaannya di jepang demi menemani chanyeol anaknya karena mereka tak akan tega meninggalkan chanyeol dan sehun dalam keadaan chanyeol yang sedang terbaring lemah di rumah sakit, lagipula mereka juga tak akan bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya jika memikirkan keadaan anaknya saat ini. Semua teman-teman chanyeol pun bergantian mengunjungi chanyeol dirumah sakit apalagi Baekhyun dan Luhan karena mereka adalah teman yang paling dekat dengan chanyeol.
"Chan kenapa kau belum bangun juga? Ayo bangun aku merindukanmu" ucap luhan yang kini berada di kamar chanyeol bersama baekhyun
"ne chanyeol ayo bangun..apa kau tak merindukan kami?" timpal baekhyun menambahkan
"chanyeol kami sungguh merindukanmu aku mohon padamu bangunlah"
"jongmal mianhae chanyeol"
"kau tak usah meminta maaf lagi baekhyun-ah"
"tapi tetap saja eonni… ini semua salahku" baekhyun menunduk
"sudahlah kita berdoa saja semoga chanyeol cepat sadar dari komanya" kata luhan merangkul pundak Baekhyun
"amin"
.
.
Setiap hari baekhyun pasti menyempatkan diri datang untuk menjenguk chanyeol. Baekhyun kali ini ditemani oleh eomma chanyeol saat ini.
"annyeonghaseyo ahjuma" sapa baekhyun sopan pada eomma chanyeol
"annyeong, apa kau baekhyun teman chanyeol?"
"ne ahjumma, saya baekhyun teman chanyeol"
"oh masuklah sini duduk bersama eomma, ah iya kau tak perlu memanggil ahjuma kau panggil saja eommanim sama seperti Luhan"
"ah ne ah.. eh maksudku eommanim" kata baekhyun canggung karena baru sekarang dia bertemu dengan eomma chanyeol dan sehun
"oh ya eomma dengar kau yeojachingu sehun apa itu benar?"
"hmm ne eommanim" baekhyun menunduk malu
"wah ternyata itu benar sehun ternyata pintar juga mencari kekasih"
"ne?"
"ahahaha tidak apa-apa kok, aku beruntung jika mempunyai calon menantu dirimu. Lalu apa chanyeol tahu?"
"ah tidak eommanim, saya dan sehun belum memberitahukannya pada chanyeol dan luhan eonni"
"wae?"
"kami takut jika chanyeol dan luhan malah membenci kami dan kami takut jika mereka akan menjauhi kami"
"tidak akan chagi lagipula kenapa chanyeol dan luhan harus marah dan menjauhi kalian? Kalian kan sudah saling mengenal dan mengerti perasaan masing-masing. Pasti mereka juga akan mengerti dengan perasaan kalian chagi" kata eomma chanyeol lembut membelai rambut baekhyun
"ne eommanim"
"sudah berapa bulan kalian berpacaran?"
"mm sudah hampir 2 tahun eommanim"
"wah sudah lama juga yah. Hhh eomma terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga tak mengetahui tentang hubungan anak-anak eomma. Lalu chanyeol apakah dia sudah mempunya yeojachingu?"
"sepertinya belum eommanim karena chanyeol tak pernah menceritakannya padaku"
"kalau yeoja yang disukainya?"
"saya juga tidak tahu eommanim"
"hmm mungkin aku bisa menanyakannya pada luhan setelah ini"
"ne eommanim"
"oh ya aku dari tadi belum melihat sehun apa dia belum pulang sekolah?"
"sepertinya dia sedang latihan dance eommanim karena hari ini adalah jadwal extrakulikuler dance latihan"
"ah begitu, baiklah"
"eommanim mianhae"
"ada apa chagi?"
"mianhae karena diriku chanyeol jadi seperti ini"
"tak apa chagi,, sudah kau tak perlu meminta maaf ini semua sudah takdir jadi kau jangan besedih ne?"
"ne"
.
.
.
Tiga minggu kemudian tapi keadaan chanyeol jugan masih sama dia masih belum sadar dari komanya. Eomma chanyeol sangat sedih sekali karena anak sulungnya ini belum juga sadarkan diri. Appa chanyeol selalu menenangkan eomma chanyeol agar tidak bersedih terus juga sehun selalu berusaha menenangkan eommanya. Semua orang kini berkumpul di ruangan chanyeol terbaring. Ada kedua orang tua chanyeol, sehun, baekhyun, luhan, kris, tao, kai dan kyungsoo. Semua orang disana berharap chanyeol segera sadar dari komanya selama ini. Eomma chanyeol terus menggenggam tangan chanyeol dan membisikkan sesuatu ditelinga chanyeol agar chanyeol segera bangun dari komanya.
"sayang bangun nak, eomma sangat merindukanmu. Eomma mohon bangun sayang, apa kau tidak lelah tertidur terus? Eomma mohon padamu chanyeol sayang bangun disini banyak orang-orang yang sangat sayang padamu" bisik eomma chanyeol ditelinga chanyeol sembari menangis lalu mengecup dahi chanyeol berharap chanyeol mendengar semuanya. Tanpa sadar jemari chanyeol bergerak menggenggam jari eommanya.
"yeobo lihatlah chanyeol menggenggam tanganku" ujarEomma chanyeol histeris , dia sungguh bahagia akhirnya ada perkembangan.
"kau benar,sebaiknya aku panggil dokter terlebih dahulu" Appa chanyeol pun bergegas keluar memanggil dokter dan beberapa menit kemudian dokter masuk dan memeriksa keadaan chanyeol.
"keadaan chanyeol sudah membaik saat ini, masa kritisnya sudah lewat dan mungkin sebentar lagi dia akan segara sadar kita tunggu saja. Jika dia sudah sadar hubungi saya kembali" kata sang dokter
"baik dokter, terima kasih" ucap appa chanyeol.
"sayang akhirnya chanyeol..." eomma chanyeol menangis bahagia mendengar bahwa chanyeol sudah melewati masa kritis komanya. Dia terus saja menggenggam tangan chanyeol, appa chanyeol juga Sehun disana senang mendengar kabar tersebut.
"eonni akhirnya chanyeol" kata baekhyun senang sambil memeluk luhan
"ne baekhyun, sekarang kita hanya perlu menunggu chanyeol segera sadar" Luhan menepuk punggung Baekhyun.
.
.
Setelah menunggu 3 jam chanyeol belum juga sadar Kristao dan Kaisoo memutuskan untuk pulang ke rumah karena ada keperluan.
"ahjussi dan ahjumma kami berempat pamit pulang dulu ne, nanti kami akan kembali lagi. Jika chanyeol sudah sadar hubungi aku" pamit Kris pada kedua orang tua chanyeol
"ne, hati-hati dijalan ya kalian" kata eomma chanyeol dan appa chanyeol
"ne, annyeong ahjussi, ahjumma, sehun, baek dan lulu"
"ne" pasangan kristao dan kaisoo pun pergi keluar.
"baekhyun dan Luhan kalian tidak pulang?" tanya appa chanyeol
"ah tidak abeoji, kami ingin menemani chanyeol disini" kata Luhan
"ne abeoji, kami ingin melihat chanyeol sadar" tambah Baekhyun
"baiklah kalau begitu"
"baek noona dan lu noona ingin makan atau minum apa ? aku akan membelikannya untuk kalian" sehun menawarkan
"ani tidak usah aku belum lapar"
"ne aku juga sama"
"baiklah kalau begitu, eomma appa sehun ingin ke kantin dulu"
"ne sehun jangan lama-lama" kata eommanya.
.
.
Tak lama kepergian sehun, chanyeol pun membuka matanya. Perlahan dia mengamati sekelilingnya, dia berusaha bangun dan eomma chanyeol membantunya.
"chanyeol kau sudah sadar?" tanya eomma chanyeol sambil membantu chanyeol duduk di kasurnya
"aku dimana? Siapa kalian?arghh" tanya chanyeol sembari menahan sakit dikepalanya
"tenang chagi kau ada dirumah sakit sekarang. Aku eomma mu nak"
"eomma? Aku tak kenal dengan anda, kau bukan eommaku" ucap chanyeol melepaskan genggaman tangan eommanya
"chanyeol aku eommamu nak.. hiksss" eomma chanyeol terisak dan appa chanyeol yang melihatnya langsung memeluk tubuh istrinya sambil menenangkannya
"chanyeol dia eommamu nak, kenapa kau tak mengenalnya?"
"siapa kau?"
"aku appamu nak"
"aku tak kenal dengan kalian semua" teriak chanyeol
"chanyeol? Kau? Hiks" eomma chanyeol terus menangis mendengar chanyeol tak mengenal kedua orang tuanya.
"Luhan bisakah kau memanggil dokter?" pinta tuan park
"ne, abeoji" Luhan lalu bergegas memanggil dokter dan dokter pun segera datang
"chanyeol kau sudah sadar?" tanya dokter itu pada chanyeol
"dokter siapa mereka? Kenapa mereka mengaku orang tuaku?" tanya chanyeol
"mereka memang orang tuamu chanyeol-ssi"
"bukan, pasti dokter sekongkol dengan mereka"
"chanyeol aku eommamu nak... hiks.. aku yang melahirkan dan membesarkanmu nak"
"apa kau tak mengingatnya chanyeol-ssi?" tanya dokter, chanyeol hanya menggelengkan kepalanya
"hhh, coba apa kau mengenal dua gadis itu?" tanya dokter itu sambil menunjuk baekhyun dan luhan siapa tahu chanyeol mengingatnya
"siapa mereka dokter?"
"kau tak mengenalku chan? Aku luhan sahabatmu dari kecil dan ini baekhyun sahabatmu juga" ucap Luhan
"aku tak mengenalmu dan siapa itu baekhyun? Aku tak kenal dengan kalian semua"
"chan.. hiks.. kenapa kau jadi seperti ini?" baekhyun menangis
"tuan dan nyonya park aku ingin membicarakan sesuatu pada kalian mari ikut saya keruanganku" kata dokter tersebut
"dokter kau mau kemana? Aku tak mau bersama dengan dua gadis itu" kata chanyeol menarik jas dokter tersebut
"kau tenang chanyeol mereka temanmu, mereka tak akan menyakitimu. Sekarang kau bicaralah dengan mereka"
"tapi aku tak mengenalnya dok"
"kalau begitu kalian berekenalan saja. Aku akan berbicara dulu dengan kedua orang tuamu" kata dokter itu dan tersenyum pada chanyeol dan pergi.
"luhan baekhyun titip chanyeol ne, kalian berdua jaga dia. Eomma dan appa menemui dokter dulu"
"ne"
Orang tua chanyeol pun pergi menemui dokter tersebut diruangannya. Setelah kedua orang tua chanyeol dan dokter tersebut pergi luhan dan baekhyun mendekati ranjang chanyeol.
"hai chanyeol aku senang kau sudah sadar" kata Luhan
"..."
"chan kenapa kau diam saja?" tanya luhan
"lalu aku harus bicara apa? Membalas salammu? Sedangkan aku tak mengenalmu" jawab chanyeol ketus. Luhan menahan tangisnya kenapa chanyeol jadi berubah sekarang. Melihat wajah luhan yang sedih baekhyun pun memarahi chanyeol
"chanyeol kenapa kau berubah? Kau tak perlu berbicara ketus pada Luhan eonni"
"apa peduliku. Memang siapa dia?"
"chanyeol kau!" bentak baekhyun
"sudah-sudah lah baek. aku tak apa-apa, aku paham dengan kondisi chanyeol saat ini"
"tapi eonni"
"tak apa-apa. Eumm chanyeol bagaimana jika kita berkenalan saja . kita memulainya dari awal. Hai namaku Luhan" kata Luhan mengulurkan tangannya berharap chanyeol membalasnya
"heuhh, hai luhan-ssi namaku chanyeol" chanyeol membalasnya
"kau tak perlu memanggil ku dengan embel-embel ssi kau bisa memanggilku noona atau luhan saja"
"noona? Apa kau lebih tua dariku?"
"ne, aku lebih tua darimu satu tahun tapi kita sekelas jadi terserah kau jika tak mau memanggilku dengan noona juga tak apa-apa"
"ah tidak aku akan memanggilmu noona bagaimanapun kau lebih tua dariku yah walaupun wajahmu terlihat lebih muda"
"ah baiklah"
"baek kau tak mau berkenalan dengan chanyeol?" bisik luhan
"baiklah. Hai chanyeol perkenalkan namaku Baekhyun, byun baekhyun tapi kau bisa memanggilku baekhyun" kata baekhyun memperkenalkan diri
"apa kau adik luhan noona?"
"bukan aku bukan adik lu eonni"
"oh aku kira kalian bersaudara karena wajah kalian agak mirip"
"ahh ani"
"apa aku juga harus memanggilmu noona baekhyun-ssi?"
"tak perlu karena umur kita seumuran dan kau juga tak perlu memaikai embel-embel ssi karena itu terlalu formal"
"baiklah baekhyun-ah"
"oh ya aku ingin bertanya pada kalian apakah kalian tahu kenapa aku berada di sini sekarang?"
"kau tak mengingatnya chan?" tanya baekhyun namun chanyeol hanya menggelengkan kepalanya
"kau terjatuh kejurang 3 bulan yang lalu saat sekolah kita mengadakan camping lalu kau koma selama 3 bulan dan akhirnya kau sadar tapi kau malah tak mengenal kami" jelas Luhan
"apa aku begitu dekat dengan kalian?"
"tentu saja , kita sudah bersahabat sejak lama"
"eumm chanyeol-ah mianhae"
"kenapa kau meminta maaf baek?"
"karena aku kau jadi jatuh ke jurang ,, chanyeol jongmal mianhae" baekhyun menundukkan kepalanya dan menangis. Chanyeol lalu memegang pipi baekhyun dan menghapus air mata baekhyun.
"uljima baekhyun... kau tak boleh menangis. Aku tak apa kok. Aku tak marah padamu. Entah mengapa aku tak bisa melihatmu menangis seperti ini. Uljima" kata Chanyeol. Luhan yang mendengarnya tersenyum tipis.
"walapun kau sedang amnesia seperti ini tapi hatimu tak pernah bisa jauh darinya chan" kata luhan dalam hati. Setelah itu sehun masuk dan dia langsung menghampiri chanyeol
"hyung kau sudah sadar? Akhirnya aku senang sekali" kata sehun langsung memeluk chanyeol
"aish siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba memelukku?" tanya chanyeol melepas pelukan sehun
"aku sehun adikmu hyung? Kenapa kau tak mengenalku?"
"sehun hyungmu mengalami amnesia. Dia pun tak mengenali kami juga orang tua kalian" jelas luhan
"apa? Lalu dimana eomma dan appa sekarang?"
"dia sedang ada diruang dokter saat ini"
"ahh begitu"
"apa kau benar adiku?" tanya chanyeol pada sehun
"ne hyung aku sehun adikmu"
"maafkan aku jika aku kasar tadi pada kalian, aku benar-benar tak mengingat apapun tentang kalian"
"tak apa-apa hyung. Aku yakin perlahan-lahan kau akan mengingat semuanya"
.
.
Sedangkan diruangan dokter...
"dokter apa yang terjadi dengan chanyeol?" tanya tuan park
"chanyeol mengalami amnesia tuan park , itu semua terjadi karena dia mengalami benturan yang terlalu keras pada waktu itu dan sebagian ingatannya mengilang"
"lalu berapa lama dia akan mengalami seperti itu?"
"mungkin akan agak lama tapi anda tak usah kawatir tuan dan nyonya perlahan-lahan ingatan chanyeol akan segera pulih jika kalian semua mau membantu mengingatkannya pada chanyeol"
"tentu saja dok, kami akan membantu chanyeol mengingatkannya kembali" ujar nyonya park
"tapi kalian jangan terlalu memaksakan ingatannya jika itu terjadi chanyeol akan merasakan sakit pada kepalanya dan itu akan malah membuat ingatan chanyeol tak akan kembali"
"baiklah dok, kami akan berusaha semampu kami dan tak akan memaksa chanyeol terlalu keras" kata tuan park
"aku akan memberi obat untuk menghilangkan sakit kepala chanyeol jika chanyeol merasa kepalanya merasa sakit kembali. Itu saja yang dapat saya sampaikan. Semoga tuan dan nyonya mengerti"
"terima kasih dok atas penjelasannya. Kalau begitu kami pamit dulu" kata tuan park lalu membawa istrinya dan kembali lagi ke ruangan chanyeol. Eomma dan appa chanyeol senang melihat chanyeo kini sedang tertawa bersama sehun, luhan dan baekhyun. Sepertinya chanyeol sudah mulai terbiasa dengan mereka, jika chanyeol seperti ini mungkin ingatan chanyeol akan segera kembali.
.
.
"wah chanyeol kau sudah baikan sekarang? Eomma senang melihat kalian tertawa seperti itu. "Apa yang kalian tertawakan heum?" tanya nyonya park mendekati chanyeol
"akh tidak eommanim, kami hanya membicarakan tentang sikap konyol chanyeol saat disekolah" jawab baekhyun
"memang chanyeol seperti apa?" tanya tuan park
"chanyeol kalau disekolah itu suka...mmppppp" baekhyun tak bisa melanjutkan kata-katanya karena mulutnya dibekap oleh tangan chanyeol
"ah tidak apa-apa kok appa"chanyeol hanye nyengir. Appa? Dia memanggil tuan park dengan sebutan appa? Ya dia sudah mulai mau memanggil orang tuanya dengan sebutan eomma dan appa karena tadi sehun sudah menceritakan semuanya.
"kau sudah mengenal ku nak?" tanya tuan park
"sebenarnya belum tapi aku akan mencoba mengingatnya. Lagi pula tadi sehun sudah menceritakan semuanya jika kalian memang benar eomma dan appa ku"
"akhirnya chanyeol, eomma senang sekali nak... mulai sekarang eomma dan appa tidak akan meninggalkanmu dan akan menemanimu sampai ingatanmu kembali" kata eomma chanyeol memeluk chanyeol dan otomatis bekapan tangan chanyeol terlepas dari mulut baekhyun. Akhirnya baekhyun bisa bernafas kembali.
"yak apa yang kau lakukan chanyeol? Kau membuatku tak bisa bernafas rasakan ini" teriak baekhyun lalu mencubit lengan chanyeol. Chanyeol merintih kesakitan hingga pelukan eommanya terlepas dan chanyeol serta baekhyun mulai beradu mulut kembali. Semua yang ada disana tertawa melihat tingkah baekhyun dan chanyeol yang seperti tom and jerry.
.
.
Luhan Pov
"aku senang melihat chanyeol kembali seperti dulu walaupun dia mengalami amnesia saat ini. Aku berjanji akan terus menemani chanyeol hingga ingatan chanyeol kembali seperti dulu dan aku berharap jika ingatan chanyeol kembali dia tidak merasakan sakit hati lagi pada baekhyun"
.
.
Sehun Pov
"aku bahagia melihat chanyeol hyung sudah kembali. Selamat datang kembali chanyeol hyung. Aku akan terus berusaha membuatmu mengingat semuanya kembali. Aku senang melihatmu tersenyum seperti itu bersama baekhyun noona. Apa aku harus melepaskan baekhyun noona untukmu? sepertinya iya mungkin dengan seperti itu saat kau sudah mengingat kembali kau bisa bahagia bersama dengan baekhyun noona"
.
.
Baekhyun pov
"chanyeol-ah aku senang kau sudah sadar dan bisa tertawa kembali seperti dulu. Entah mengapa ketika melihatmu tertawa seperti ini hatiku merasa senang. Aku tak tahu kenapa sejak kau menolongku saat itu aku jadi merasa jantungku selalu berdegup kencang jika bertemu denganmu dan saat mendengar kau sakit hingga koma hatiku sakit sekali seperti separuh jiwaku hilang. Apa aku mencintaimu? Ah andwe.. itu tak boleh terjadi jika aku mencintaimu lalu bagaimana dengan sehun? Aku tak mau menyakiti sehun nanti. Aku tak mungkin mencintai kalian berdua"
.
.
Chanyeol Pov
"aku memang tak mengingat semuanya dan aku baru bertemu dengannya saat ini tapi entah kenapa aku merasa sepertinya aku menyukai Luhan noona menurutku dia gadis yang sangat baik. Walaupun aku sempat bicara ketus padanya tadi tapi dia tetap tegar dan malah berkenalan denganku katanya kita bisa memulainya dari awal. Dia gadis yang cantik, baik dan manis sepertinya aku memang benar-benar menyukainya. Aku harus mengenal Luhan noona lebih dalam. Tapi kenapa hatiku sakit ketika melihat baekhyun menangis? Akh molla untuk saat ini aku hanya merasa jika aku menyukai Luhan noona. Luhan noona naneun johae"
.
TBC
.
.
.
Next Chapter :
"Omo lihatlah dia tertawa sangat manis sekali… sungguh aku menyukainya"
.
.
"kenapa aku kesal sekali melihat Chanyeol menatap Luhan noona seperti itu? Ayolah baek tahan dirimu ini tak mungkin terjadi. Apa aku cemburu? Oh tidak"
.
"sepertinya mungkin sudah saatnya kita mengakhiri hubungan ini noona, aku rasa kau sudah mulai mencintai chanyeol hyung. Tak apa jika perasaanku harus terluka jika melihat chanyeol hyung senang bersamamu aku rela"
.
.
.
"noona aku ingin membicarakan sesuatu padamu"
"apa itu?"
"aku… aku ingin mengakhiri hubungan kita"
.
.
.
"sehun-ah aku ingin menceritakan sesuatu padamu, apa kau mau mendengarnya?"
.
"aku.. aku sepertinya menyukai Luhan noona
("apa kau menyukai Luhan Noona? Tidak itu tidak boleh terjadi")
"apa kau yakin hyung dengan perasaanmu?"
"ne, aku yakin dengan perasaanku"
.
author mengucapkan banyak terima kasih untuk semua yang sudah follow,favorite, baca dan review tentunya...
maaf ya kali ini saya tidak bisa balas review kalian lagi... tapi tenang kok semua review dari kalian sudah saya baca kok ^^
aduh dichapter ini my honey body sweety chanyeol amnesia chingu...
dan baekhyun udah mulai suka tuh sama chanyeol...
tapi chanyeol suka sama Luhan eottokae?
hahahaha aduh maaf banget yah kalau cerita ini makin gaje aja, soalnya authornya lagi galau banget.
oh ya sekalian mau bilang kalau kisah Luhan disini sama kaya author (lah jadi curhat).
hahaha udah deh cukup sekian aja...
pokoknya jangan lupa review setelah membaca ^^
sampai jumpa di chapter selanjutnya !
Jaljayo ^^
Review Jusseyo ?
