halo semua..

saya kembali di ff yang semakin hari semakin gaje aja,

oh ya Dirgahayu RI ke-70 tahun..

jayalah terus Indonesiaku !

MERDEKA !

selamat membaca :D


Judul : Love Hurt

Main Cast : Chanyeol (Namja)

Sehun (Namja)

Baekhyun (Yeoja)

Luhan (Yeoja)

Other Cast : Kai / Kim Jong In (Namja)

Do Kyungsoo (Yeoja)

Kim Jun Myeon / Suho (Namja)

Zang Yixing / Lay (Yeoja)

Kris / Wu Yi Fan (Namja)

Huang Zi Tao (Yeoja)

Kim Minseok/ Xiumin (Yeoja)

Kim Jong Dae / Chen (Namja)

and All SM Family

Rate : T

Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan YME, Orang Tua Mereka, Lee So Man Ahjussi, SM Entertainment kecuali Chanyeol milik saya :P

Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /

FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^


.

"Falling in Love"

.

Sudah tiga hari sejak chanyeol sadar kembali dari komanya dan hari ini akhirnya chanyeol sudah diperbolehkan pulang ke rumah tapi untuk seminggu dia masih belum bisa sekolah seperti biasa.

"wah chanyeol akhirnya kau bisa pulang juga. Apa kau senang?" tanya sang dokter

"aku senang sekali dokter karena akhirnya aku bisa kembali kerumah walaupun aku masih tak mengingat apapun" jawab chanyeol

"tidak apa lama kelamaan kau akan mengingatnya tapi ingat kau jangan memaksakannya oke"

"baik dokter"

"baiklah kalau begitu kami pamit dokter" pamit tuan park sambil membawa barang-barang chanyeol dan nyonya park yang membantu chanyeol berjalan.

"ne tuan park, jika ada apa-apa anda bisa menghubungi saya"

"baiklah dokter terima kasih"

.

.

Chanyeol pun dibawa masuk kedalam mobil dan mereka pun langsung menuju kerumahnya. Sesampainya dirumah nyonya park langsung membawanya masuk.

"apa ini rumah kita eomma?" tanya chanyeol sambil melihat sekeliling dalam rumahnya

"ne chagi, ada apa?"

"ani, rumah yang bagus. Oh ya dimana sehun?"

"sehun kan sedang sekolah sayang. Kau merindukannya?"

"hehhe"

"kalian ini seperti tidak bertemu bertahun-tahun saja. Ayo masuk ke kamar, kau harus istirahat"

Nyonya park mendudukan chanyeol di tempat tidurnya.

"akh aku tak mau istirahat terus eomma, sudah cukup aku istirahat dirumah sakit. Aku ingin jalan-jalan" Chanyeol merajuk pada eommanya

"tidak boleh chan kau belum sembuh total lihat bahkan perban dikepalamu masih ada. Jika kau ingin cepat ke sekolah kau harus banyak istirahat seminggu ini"

"tapi eomma aku bosan di kamar terus"

"kau boleh keluar kamar kok tapi hanya sampai taman belakang rumah kita saja"

"benarkah?"

"ne"

"yeyyy gomawo eomma" Chanyeol bersorak girang seperti anak kecil yang baru mendapatkan permen

"kau ini, sudah eomma mau ke dapur dulu memasak makanan untuk kalian"

"eomma" sebelum eommanya keluar chanyeol menarik bajunya

"ada apa?"

"eumm apakah Luhan noona akan datang?" tanya chanyeol

"meolla eomma tidak tahu, kenapa kau merindukannya? Jangan-jangan kau menyukainya?" goda eomma chanyeol

"eumm ne eomma" kata chanyeol malu-malu

"tapi eomma jangan bilang siapa-siapa yah" tambahnya lagi

"hahahaha anak eomma sudah besar rupanya. Tenang eomma tak akan memberitahu siapapun ini rahasia kita berdua" kata eomma chanyeol mengusak lembut rambut chanyeol

"gomawo" chanyeol tersenyum manis

.

.

Jam sudah menunjukan pukul 1 siang dan Sehun belum juga datang. Chanyeol bosan sekali berada dikamar jadi dia memutuskan untuk ketaman belakang rumahnya sambil menunggu Sehun pulang.

"hahh aku bosan sekali. Kenapa sehun belum juga datang sih" gerutu Chanyeol duduk di bangku teras dan menyandarkan kepalanya di tembok. Tak lama kemudian Sehun datang, ternyata Sehun datang bersama Baekhyun dan Luhan. Oh betapa senangnya chanyeol bisa melihat pujaan hatinya datang.

"aku pulang…. Eomma dimana chanyeol hyung?" kata Sehun yang baru saja masuk

"annyeong eomanim" sapa baekhyun dan luhan

"eh kalian sudah pulang.. chanyeol ada di kamarnya sehun-ah"

"baiklah aku akan kekamarnya sekarang kalian tunggu disini dulu ya noona-noona"

"ne" Sehun pun bergegas masuk ke dalam kamar chanyeol namun ternyata chanyeol tak ada di dalam kamarnya. Sehun begitu panic dan berteriak pada eommanya.

"eomma chanyeol hyung tidak ada dikamar. Eottokae?"

"kau tenang sehun dia tak mungkin pergi jauh-jauh, coba kau cek di taman belakang rumah"

"gomawo eomma" Sehun pun melesat pergi ke taman belakang rumahnya

"Eommanim kami juga ingin kesana ne?" kata Luhan

"ne silahkan"

Luhan dan baekhyun pun ikut sehun ke taman belakang rumahnya.

"chanyeol hyung aku pulang tebak aku bersama siapa" kata Sehun

"siapa memangnya?" tanya Chanyeol cuek

"annyeong Chanyeol" ucap Baekhyun dan Luhan bersamaan

"wah kalian datang juga? Aku senang sekali" kata chanyeol dengan mata berbinar-binar

"tentu saja aku kan ingin melihat keadaan sahabatku" kata Luhan

"ne Luhan noona benar, bagaimana keadaanmu sekarang?" tambah baekhyun

"ya kau bisa lihat sendiri baek, sudah agak mendingan tapi aku bosan seharian aku tak bisa jalan-jalan. Aku kan ingin sekolah lagi, lagipula aku ingin melihat bagaimana sekolahku siapa tahu dengan begitu ingatanku bisa cepat pulih kembali"

"hahaha kau harus sabar chan" kata Luhan sambil tertawa manis menurut chanyeol

"Omo lihatlah dia tertawa sangat manis sekali… sungguh aku menyukainya"kata chanyeol dalam hati

Chanyeol pun hanya tersenyum memperlihatkan deretan giginya. Matanya tak pernah lepas untuk memandangi Luhan, menurutnya Luhan begitu cantik dan mempesona.

.

.

Baru lima hari chanyeol dirumah dan tidak melakukan kegiatan apapun. Dia tampak bosan sekali, dia ingin sekolah lagi seperti sehun tapi eommanya tidak memperbolehkannya. Sekarang chanyeol dan sehun sudah tinggal bersama eommanya karena eommanya sudah keluar dari pekerjaannya semenjak Chanyeol keluar dari rumah sakit jadi hanya tinggal appa chanyeol yang harus bolak-balik Jepang-Korea jika ingin menemui keluarganya. Tuan Park atau appa chanyeol dan sehun kini berada di jepang karena tidak mungkin dia tinggal lama di Korea sedangkan pekerjaannya banyak yang terbengkalai walaupun dia memiliki sekretaris tapi tetap saja tuan park tidak mau seenaknya meninggalkan pekerjaannya disana.

"eomma tak bisakah aku sekolah hari ini?" tanya Chanyeol saat sarapan bersama dengan eommanya dan Sehun

"tidak bisa chagi, kau harus menunggu 2 hari lagi baru bisa sekolah kembali" jawab sang eomma sambil mengambilkan lauk untuk chanyeol dan sehun

"ahh eomma ayolah aku bosan sekali dirumah" chanyeol merengek dan mengerucutkan bibirnya, sehun yang melihat kakaknya merajuk seperti itu jadi gemas

"haha kau harus sabar hyung"

"aku tak bisa sabar lagi hunie... aku merindukan teman-teman, seongsanim, pelajaran aku ingin melihat bagaimana wujud sekolahku, wajah semua teman dan guruku"

"hahaha tapi sebenarnya hanya satu orang yang ingin kau lihat kan hyung?"

"ne?" tanya Chanyeol polos

"ani lupakan hyung hihihi" Sehun cekikikan sambil menyuapkan makanannya

"memang siapa yang ingin hyungmu lihat hun-ah? Apakah orang special hyungmu?" tanya eommanya penasaran

"ne eomma, dia orang special chanyeol hyung (dan dia juga orang special bagiku)"

"wah chanyeol sudah besar ternyata. Siapa itu chanyeol? Kenalkan pada eomma"

"hah? Eomma bicara apa sih aku tak mengerti"

"eomma aku sudah selesai aku berangkat ne?" kata sehun berdiri dan bersiap untuk pergi

"ne, hati-hati sehun sayang"

"ne eomma. Hyung nanti pulang sekolah baekhyun noona akan main kesini"

"bagaimana dengan Luhan noona?"

"dia tidak ikut katanya dia sedang ada acara bersama Tao"

"Tao siapa itu?"

"dia kekasih Kris Hyung sepupu kita nanti kapan-kapan Kris Hyung akan kesini kok sekarang dia sedang sibuk-sibuknya jadi tidak bisa menemuimu hyung"

"ah begitu, baiklah. Sampaikan salamku pada semuanya ya"

"ne, annyeong eomma dan chanyeol hyung" Sehun pun bergegas pergi ke sekolah.

.

Sesampainya disekolah dia langsung masuk kekelasnya dan duduk disebelah kai.

"hey brother" sapa kai

"hay juga kai"

"kau datang sendirilagi hari ini?"

"ne"

"apa chanyeol hyung belum diperbolehkan sekolah?"

"belum dua hari lagi dia akan masuk, kau merindukannya?"

"hahaha ne, sejak dia siuman dari komanya hingga sekarang aku belum menemuinya"

"kenapa kau tak main saja kerumah? Chanyeol hyung pasti senang jika ada yang datang menemuinya tapi kau jangan kaget jika dia tak mengenalimu hahaha"

"mian aku sibuk sekali jadi tak sempat ke rumahmu, jadi benar chanyeol hyung amnesia?"

"ne, dia amnesia. Tapi aku akan berusaha untuk membuatnya mengingat semua kembali"

"bagaimana caranya?"

"molla tapi aku akan berusaha untuk dekat dengannya,menceritakan semua yang berhubungan dengannya ya begitulah. Apa kau juga mau membantuku kamjong?"

"hahaha tentu saja chanyeol hyung sudah aku anggap sebagai hyungku juga jadi dengan senang hati aku akan membantumu sehun"

"gomawo kai kau memang yang terbaik" sehun mengacungkan kedua jempolnya

"tentu sobat" Kai menepuk pundak Sehun

.

.

Kriingggg—jam istirahat berbunyi semua murid Seoul High School pun berhamburan keluar kelas dan melesat ke kantin sekolah tak terkecuali Sehun, Kai, Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo. Kini mereka sedang duduk dan makan dipojok kantin.

"noona apa kau nanti jadi main ke rumah?" tanya sehun pada baekhyun

"tentu saja lagi pula aku juga ingin membawakan catatan untuk chanyeol" jawab baekhyun

"wah aku ingin sekali ikut baekhyun tapi aku sudah ada janji dengan Tao" kata Luhan lesu

"jangan sedih noona, kau kan bisa datang kerumahku kapan saja" kata sehun menenangkan

"iya sehun benar eonni" tambah Baekhyun

"bagaimana keadaan chanyeol oppa sekarang?" tanya Kyungsoo

"dia sudah membaik kok kyung hanya saja ya dia masih belum bisa mengingat semuanya" jawab sehun

"begitukah? Eumm kau yang sabar ya sehun dia pasti akan segera sembuh dari amnesianya kok"

"ne gomawo kyung"

"bagaimana jika besok kita main kerumah sehun kyungi dan melihat keadaan chanyeol hyung?" ucap Kai pada kyungsoo

"apa kau tak sibuk?"

"ani, besok aku tidak sibuk lagipula besok hari sabtu dan sekolah pulang awal"

"baiklah kalau begitu besok kita main kerumahmu ya sehun-ah boleh kan?"

"tentu saja boleh, aku senang jika ada yang main kerumah" sehun menjawab sambil tersenyum

"apa baek noona dan lu noona mau ikut juga?" tanya Kai

"bagaimana ya? Aku sepertinya tak bisa, aku harus menemani eomma belanja" kata baekhyun

"aku juga tak bisa, aku ada janji dengan Tao lagi" kata Luhan

"baiklah kalau begitu jadi hanya aku dan kyungsoo saja"

.

.

Sepulang sekolah Sehun langsung pulang bersama Baekhyun karena Baekhyun sudah bilang akan main ke rumah dan bertemu chanyeol. Kini baekhyun dan sehun jalan berdua.

"noona apa tak sebaiknya kita membongkar semuanya jika kita sudah berpacaran selama dua tahun? Lagipula tak baik jika kita terus merahasiakannya" ucap Sehun

"molla hunnie,aku masih takut jika kita mengungkapya"

"kau tak perlu takut noona, aku akan selalu bersamamu" kata sehun menggenggam tangan baekhyun

"tapi tetap saja bagaimana jika chanyeol dan luhan eonni malah memusuhi kita?"

"itu resiko yang harus kita hadapi noona, kita juga tak bisa terus menerus merahasiakannya pada mereka, lagi pula eomma sudah tahu kok dan dia malah mendukung kita, aku juga yakin jika chanyeol hyung dan Luhan noona juga pasti akan mengerti" sehun sengaja ingin segera mengungkapkan hubungannya dengan baekhyun selama ini sekarang karena dia berfikir jika chanyeol sekarang sedang tak mengingat apapun jadi mungkin chanyeol tak akan merasa sakit hati. Oh tunggu kau lupa sehun jika Luhan mencintaimu, apa kau tak mengerti perasaannya jika kau membongkar semuanya?

"baiklah bagaimana jika setelah chanyeol kembali kesekolah kita mengungkapnya?"

"ne noona, kita akan membicarakannya pada mereka saat chanyeol hyung sudah kembali kesekolah dan kita membicarakannya di taman belakang sekolah?"

"okey" tak terasa mereka berjalan kini mereka sudah sampai dirumah sehun dan chanyeol.

.

"kau duduk dulu disini noona, aku akan ganti baju dan memanggil Chanyeol hyung untuk keluar kamarnya"

"ne" bekhyun pun duduk disofa ruang tamu. Rumah chanyeol begitu sepi hari ini karena eomma chanyeol dan sehun sedang pergi berbelanja dan hanya tinggal chanyeol sendiri di kamarnya.

Sehun kini sudah mengganti seragamnya dengan pakaian santai dan dia pun langsung menuju kamar chanyeol.

Tok-tok-tok – sehun mengetuk pintu kamar chanyeol

"hyung apa kau ada didalam?" tanya sehun namun tak ada jawaban

"apa chanyeol hyung sedang tidur ya?"

"hyung aku masuk ya" Sehun pun masuk ke dalam kamar chanyeol, dia melihat chanyeol yang tertidur di meja belajarnya dengan tangan yang masih memegang komik.

"hyung bangun baekhyun noona ada di ruang tamu sekarang" kata sehun membangunkan chanyeol sambil mengguncang-guncangkan tubuh chanyeol

"hmm" chanyeol hanya bergeming

"hyung bangun ada baekhyun noona"kata sehun lagi. Dan chanyeol perlahan-lahan membuka kelopak matanya

"ada apa hun?" tanya chanyeol mengucek-ngucek matanya

"baekhyun noona ada di sini sekarang hyung, cepat kau temui dia"

"ah begitu baiklah aku akan menemuinya"

"ne kalau begitu aku akan kedapur dulu untuk membuatkan minum" kata sehun

.

.

Chanyeol pun datang menemui baekhyun yang sedang duduk mengamati ruang tamu chanyeol dan sehun yang terdapat banyak foto chanyeol dan sehun disana.

"apa kau menunggu lama baek?" tanya chanyeol dan duduk disamping baekhyun

"ani, apa aku mengganggumu tidur?"

"bagaimana kau tahu aku tidur?"

"hahaha terlihat jelas dari wajahmu yang kusut itu . kau seperti zombie tahu" ledek baekhyun

"jinjayo?"

"ne"

"aish kalau begitu aku cuci muka dulu tadi" gerutu chanyeol

"hahaha tidak aku hanya bercanda chan kau tetap tampan walau bangun tidur sekalipun" OMG Baekhyun tanpa sadar mengucapkannya

"tentu saja aku tetap tampan" kata chanyeol percaya diri

"ish kau selalu seperti itu tuan park. Percaya dirimu selalu tinggi"

"haha ada apa kau kemari baek? apa kau merindukanku?"

"apa aku merindukanmu? No no no aku kesini hanya ingin main saja sekalian memberimu catatan ini padamu kau pasti lupa dengan pelajaranmu jadi aku memberikanmu catatan dariku agar aku mempelajarinya" kata baekhyun memberi buku catatannya untuk chanyeol

"wah kau baik sekali baekhyunie...gomawo" ucap chanyeol mengambil buku catatan dari tangan baekhyun dan tersenyum sangat manis pada baekhyun hingga satu dimple di pipi kirinya pun terlihat.

DEG

"astaga perasaan apa ini? Kenapa aku senang sekali melihat chanyeol tersenyum seperti itu? kenapa aku jadi gugup seperti ini?" baekhyun terpesona pada senyuman chanyeol hingga dia ikut tersenyum pada chanyeol.

"ne cheonma chan" baekhyun pun berbincang-bincang dan bercanda ria bersama chanyeol dan sehun sekarang entah mengapa baekhyun merasa nyaman berada dekat dengan chanyeol sekarang. Apakah baekhyun sudah mulai mencintai chanyeol? Lalu bagaimana dengan hubungannya dengan sehun? Entahlah baekhyun juga tak mengerti sekarang dengan persaannya. Biarkan semuanya berjalan dengan sendirinya.

.

.


Dua hari kemudian akhirnya chanyeol bisa bersekolah lagi.

"wah aku senang sekali akhirnya bisa sekolah kembali" kata chanyeol pada sehun

"ne hyung aku juga senang"

"sampai jumpa sehun istirahat nanti"

"ne"

.

.

Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki kelasnya dia pun membuka pintunya dan.

"surprice" sorak semua teman sekelas chanyeol

"selamat datang park chanyeol" seru suho sang ketua kelas

"wah terima kasih..."

"suho namaku suho, aku ketua kelasmu disini, aku sudah mengetahui semuanya tentangmu jadi kau tak perlu khawatir kami semua akan membantumu untuk mengingat semuanya lagi"

"ne gomawo chingudeul... aku senang sekali"

"yeayyy happy virus kita kembali" sorak jongdae

"yeyyyyyy" chanyeol tersenyum senang melihat semua teman-temannya gembira.

..

.

Jam istirahat berlangsung sesuai dengan yang dibicarakan sehun dan baekhyun dua hari yang lalu jika chanyeol sudah kembali bersekolah mereka akan mengungkap hubungannya. Kini mereka berempat sudah duduk di pojok kantin tempat mereka makan seperti biasa.

"kalian ingin membicarakan apa sehun-ah dan baekhyun-ah?" tanya Luhan khawatir. Dia memliki firasat yang tak enak.

"Chanyeol hyung dan Luhan noona kami ingin memberitahukan bahwa kami sudah berpacaran selama dua tahun" jelas sehun to the point

DEG... hati luhan terasa seperti ditusuk paku yang tajam matanya sudah memerah dia menahan tangis

"apa? Jadi kalian ternyata berpacaran?" tanya chanyeol kaget. Chanyeol menatap lekat kedua orang di depannya secara bergantian. Dia sungguh tak mengerti dengan perasaannya sekarang karena saat sehun berbicara tadi hatinya terasa sesak. Tapi disisi lain dia juga memiliki rasa suka pada Luhan . setelah sehun dan baekhyun mengiyakan pertanyaan chanyeol dia melirik luhan yang hanya menunduk. Hatinya juga sakit melihat luhan yang terlihat sedih sepertinya. Apalagi melihat luhan yang langsung berdiri.

"aku mau ke toilet dulu" kata Luhan yang masih menunduk dan bergegas berlari pergi meninggalkan tiga orang disana. Dia tak bisa menahan air matanya terlalu lama jadi dia bergegas pergi.

"sehun-ah sepertinya luhan noona marah" kata baekhyun lesu

"kau tenang saja baek luhan tak marah pada kalian" kata chanyeol

"kau tidak marah pada kami chan?" tanya baekhyun

"tidak , untuk apa aku marah? Jika kalian bahagia, aku juga ikut bahagia" chanyeol berkata seperti itu karena dia sedang amnesia saat ini jadi dia tidak mengingat apapun.

"terima kasih hyung karena kau sudah mengerti kami. Tapi bagaimana dengan luhan noona?"

"kau tak perlu khawatir nanti aku yang akan menemuinya. Dia hanya syok saja"

"gomawo chanyeol" kata baekhyun.

.

.

Kini luhan berada di atap sekolah, dia menumpahkan segala air matanya yang ia tahan sejak tadi. Sungguh pernyataan sehun tadi membuatnya jadi rapuh kembali. Setelah 2 tahun akhirnya dia mendengarnya sendiri dari mulut sehun. Sebenarnya luhan sudah tahu sejak lama dari awal sehun menyatakan cintanya pada baekhyun hingga sekarang. Sungguh hati luhan saat ini sakit sekali.

"hiks.. akhirnya kalian mengungkapkannya hiks setelah dua tahun kalian merahasiakannya hiks kalian jahat hiks kalian baru mengungkapnya sekarang disaat hiks chanyeol sedang amnesia hiks kalian pintar hiks... aku tak mengerti dengan jalan pikir kalian hiks... mungkin chanyeol sekarang tak merasakan apapun pada baekhyun tapi hiks bagaimana dengan perasaanku padamu sehun hiks... aku bahkan tetap mencintaimu walaupun aku tahu kau mencintai baekhyun hahaha aku bodoh kan? Aku memang bodoh... kau bodoh Luhan ... hahaha hiks..." Luhan seperti orang gila saat ini karena terus meracau. Menangis dan tertawa keras disana. Untung dia berada diatap sekolah saat ini. Matanya bengkak saat ini karena terus menangis. Dia pun turun untuk mengambil tasnya dan pulang. Mungkin saat ini dia hanya butuh istirahat.

"eonni" kata baekhyun saat melihat luhan membereskan bukunya

"..."

"eonni kau marah padaku?mianhae" kata baekhyun

"kau tak perlu meminta maaf padaku baek. aku mengerti"

"tapi eonni mau kemana sekarang?"

"aku mau pulang entah mengapa aku merasa tak enak badan"

"apa eonni sakit?"

"ne, aku merasa pusing jadi aku mau pulang"

"baiklah kalau begitu jangan lupa minum obat eonni. Dan mianhae karena aku baru mengatakannya padamu"

"ne tak apa .. kau tak perlu meminta maaf padaku. Aku pulang dulu ya, annyeong"

"ne eonni"

Luhan pun bergegas keluar kelas namun langkahnya terhenti karena chanyeol menghadangnya.

"noona kau mau kemana?" tanya chanyeol

"aku mau pulang chan, aku merasa tak enak badan"

"apa kau sakit noona? Matamu bengkak apa kau habis menangis?"

"ne aku sakit, tapi tak parah kok aku hanya butuh istirahat sekarang. Apa menangis? Tidak kok aku tidak menangis"

"tapi.."

"sudahlah chan, sekarang aku mau pulang dulu ne bye chanyeol"

"ne, hati-hati noona"

Chanyeol terus menatap punggung luhan sampai luhan tak terlihat lagi. Entah mengapa melihat luhan lemas seperti itu dia jadi merasakan jika dia juga mempunyai perasaan yang sama seperti luhan.

Baekhyun yang melihat Chanyeol terus memandangi Luhan saat luhan pulang hatinya serasa panas sekali dia jadi merasa sebal karena chanyeol memperhatikan Luhan sampai seperti itu. Sehun yang kebetulan lewat kelas baekhyun, chanyeol dan luhan melihat Baekhyun kesal melihat Chanyeol dan Luhan dia mulai berfikir bahwa Baekhyun mungkin mulai menyukai chanyeol.

"kenapa aku kesal sekali melihat Chanyeol menatap Luhan noona seperti itu? Ayolah baek tahan dirimu ini tak mungkin terjadi. Apa aku cemburu? Oh tidak"

.

"sepertinya mungkin sudah saatnya kita mengakhiri hubungan ini noona, aku rasa kau sudah mulai mencintai chanyeol hyung. Tak apa jika perasaanku harus terluka jika melihat chanyeol hyung senang bersamamu aku rela"

.

.

.


setelah beberapa minggu kejadian sehun dan baekhyun yang mengakui perasaannya. Luhan sudah mulai bisa merelakannya walaupun dalam hatinya dia tak bisa merelakannya. Luhan bersikap biasa pada semuanya dia akhirnya bisa tertawa kembali seperti biasa ini semua berkat chanyeol yang selalu menghiburnya.

"noona tebak aku bawa apa?" tanya chanyeol pada luhan

"molla" jawab luhan cuek

"tarraaa aku membawakan makanan kesukaanmu" kata chanyeol sambil menyodorkan jajangmyeon pada luhan

"woahhhh kau sekarang ingat makanan kesuakaanku?"

"hahaha ani aku hanya sering memperhatikanmu jika memesan makanan pasti selalu jajangmyeon jadi aku berspesifikasi bahwa kau menyukai jajangmyeon"

"hahha kau benar aku suka sekali dengan jajangmyeon. Gomawo" kata luhan tersenyum sambil mengambil jajangmyeonnya

"hmm mashita,kau membuatnya sendiri?" tanya luhan

"ne, aku mencoba membuatnya"

"kau berbakat chan. Sering-sering ya membawakanku jajangmyeon seperti ini jadi setidaknya aku menghemat uang jajanku hahaha" canda luhan

"tanang saja noona aku akan selalu membuatkannya untukmu"

.

Baekhyun yang baru saja mau masuk kekelas melihat chanyeol yang sedang tertawa bersama luhan jadi merasa kesal dan dia pun langsung pergi ke taman belakang sekolah.

"Aigoo, kau kenapa baek ? kenapa dirimu jadi seperti ini? Aishh chanyeol kau membuatku gila… ini tak boleh terjadi, bagaimana dengan sehun? Astaga aku bahkan sudah melupakan perasaanku pada Sehun. Sehun-ah mianhae aku mengkhianati perasaanmu" lirih baekhyun yang kini sedang menyendiri di taman sekolah.

Kebetulan Sehun melewati taman sekolah dan dia menghampiri baekhyun dia sempat mendengar gerutuan baekhyun jadi sudah saatnya dia harus mengakhiri hubungannya ini.

.

"mungkin sudah saatnya aku mengakhiri semua ini" batin Sehun

.

.

"Baekhyun noona" sapa Sehun

"ah hai sehuni" balas baekhyun

"kenapa kau ada disini noona? Apa kau ingin membolos?"

"ani, kebetulan seongsanim belum ada diruangan jadi aku keluar dan aku hanya ingin duduk-duduk saja disini. Lalu bagaimana denganmu? Apa kau membolos?"

"ani, aku juga sama sepertimu kebetulan aku melihatmu disini jadi aku menghampirimu saja"

"oh begitu"

Kini baekhyun dan sehun hanya terdiam tidak biasanya sepasang kekasih ini akan berdiam diri seperti ini. Mereka kini sedang dalam fikirannya masing-masing sampai Sehun memecah keheningan ini.

"noona aku ingin membicarakan sesuatu padamu"

"apa itu?"

"aku… aku ingin mengakhiri hubungan kita" ucap Sehun serius

"mwo? Kau pasti bercandakan?"

"aku tak bercanda noona, aku serius"

"apa kau sudah tak mencintaiku lagi?"

"bukan begitu sejujurnya aku masih mencintaimu"

"lalu kenapa kau ingin mengakhiri hubungan kita?"

"aku… ada alasan lain yang tak bisa aku jelaskan pada noona, tapi mungkin ini memang yang terbaik. Lagipula aku sudah mengetahui sebenarnya noona menyukai hyungku kan?"

"hah kau bicara apa sih" elak baekhyun

"kau tak usah berbohong noona, aku bisa melihatnya dari bagaimana caramu menatap chanyeol hyung dan bagaimana sikapmu padanya"

"tapi…"

"sudahlah noona tak apa jika kau menyukai chanyeol hyung. Jadi mulai sekarang lebih baik kita mengakhiri hubungan kita ini"

"tapi sehun-ah?... sehun mianhae.. hiks" Baekhyun kini menangis dihadapan Sehun karena dia merasa telah menyakiti hati sehun saat ini.

"kau tak usah menangis noona. Aku mengerti.. mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Jika kau memang mencintai chanyeol hyung aku malah senang sekali. Jadi uljima noona" Sehun memeluk Baekhyun dan menenangkan sahabat sekaligus mantan kekasihnya saat ini.

"Sehun aku benar-benar minta maaf padamu karena telah mengkhianati perasaanmu padaku. Baiklah jika itu yang kau mau mulai sekarang hubungan kita berakhir dari pada aku malah menyakiti hatimu . Tapi kita masih bisa bersahabatkan?"

"tentu saja noona. Sampai kapanpun kau tetap sahabatku"

"gomawo sehun-ah" baekhyun kini melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Sehun

.

.

"hei sobat ada apa dengan wajahmu? Kenapa kau sepertinya lesu sekali? Apa ada masalah?" tanya Kai pada Sehun ketika sehun duduk di sampingnya

"aku putus dengan baekhyun noona"

"woahh kenapa? Bukankah kau mencintainya?"

"iya aku mencintainya tapi dia sudah tak mencintaiku lagi"

"apa baekhyun noona berkhianat padamu?"

"ani bukan seperti itu lagipula aku malah senang karena orang yang dia cintai adalah orang yang aku sayang"

"siapa orang yang dicintai baekhyun noona? Apa itu …"

"ya dia hyungku. Lagi pula jika aku terus mempertahankan hubungan ini akan makin banyak orang yang tersakiti jadi lebih baik jika aku saja yang merasakan sakit itu"

"maksudmu?"

"kau tahu kai, chanyeol hyung ternyata sudah mencintai baekhyun noona sejak lama dan dia telah mengetahui tentang hubunganku dengan baekhyun noona. Dia merasa sakit hati ketika mendengar aku berpacaran dengan baekhyun noona hingga dia mabuk saat itu. Aku merasa sakit melihat chanyeol hyung seperti itu. Yang lebih menyakitkan lagi bahwa aku mengetahui bahwa Luhan noona ternyata mencintaiku. Oh sungguh ini terlalu menyakitkan bagiku. Mereka dengan tegarnya bisa menutupi rasa sakit itu dan merasa jika tidak terjadi apa-apa. Aku merasa bersalah karena telah menyakiti perasaan dua orang yang amat aku sayangi, mereka adalah noona dan hyungku yang aku sayang tapi aku malah menyakitinya. Aku merasakan sesak apalagi ketika melihat Luhan noona dan Chanyeol hyung menangis waktu itu. Tapi setelah aku mengetahui ternyata baekhyun noona kini telah mencintai chanyeol hyung rasanya aku sedikit senang karena dengan itu aku bisa mengakhiri semua ini"

"mwo? Aku tak menyangka kisah cinta kalian terlalu rumit. Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Dan bagaimana dengan Luhan noona? Apa kau akan mencoba mencintainya?"

"aku tidak tahu untuk saat ini biarkan semua berjalan dengan sendirinya. Aku yakin Tuhan mempunyai rencana terbaik untuk kami nantinya"

"wah wah aku bangga padamu sehun, walaupun kau lebih muda dari padaku tapi kau memiliki pemikiran yang dewasa. Tetap semangat ! apapun yang kau lakukan aku akan selalu mendukung yang tebaik untukmu sobat" kata Kai bangga dan menepuk pundak Sehun

"terima kasih kai" Sehun hanya tersenyum mendengar pujian dari kai.

.

.

.

.


Saat ini chanyeol sedang berada dikamar Sehun, karena ada sesuatu yang ingin dia ceritakan. Sekaligus dia ingin lebih dekat pada adiknya itu, siapa tahu dengan dekat dengan adiknya dia jadi bisa mengingat semuanya lagi.

.

"sehun-ah aku ingin menceritakan sesuatu padamu, apa kau mau mendengarnya?" tanya chanyeol yang kini sedang tiduran dikasur milik adiknya itu sambil memeluk guling berbentuk larva.

"kau ingin menceritakan apa hyung?" tannya sehun balik tapi masih tetap focus dengan buku yang sedang ia baca. Sehun duduk dikasurnya disamping Chanyeol yang sedang berbaring.

"aku.. aku sepertinya menyukai Luhan noona.. aku tak tahu sejak kapan aku menyukainya tapi sepertinya aku menyukainya saat pertama kali kita berkenalan di rumah sakit waktu itu" kata chanyeol malu-malu dan tersenyum-senyum sendiri

("apa kau menyukai Luhan Noona? Tidak itu tidak boleh terjadi" – batin sehun dia terkejut dan langsung menutup bukunya lalu menatap chanyeol intens)

"apa kau yakin hyung dengan perasaanmu?" tanya Sehun kini

"ne, aku yakin dengan perasaanku" jawab chanyeol dengan sungguh-sungguh

"kau tak boleh menyukai Luhan noona hyung"

"wae? Kenapa aku tak boleh menyukainya? Apa jangan-jangan kau menyukainya kau kan sudah memiliki baekhyun?" ucap chanyeol dan merubah posisinya menjadi duduk sejajar dengan sehun dan menatap sehun lekat

"tidak aku tidak menyukai luhan noona tapi tetap saja kau tidak boleh menyukainya hyung"

"wae? Kalau kau tidak menyukainya untuk apa kau melarangku untuk tidak boleh menyukainya? Apa luhan noona telah mempunyai kekasih?"

"tidak juga"

"lalu kenapa kau melarangku?" kata chanyeol kesal dan dia cemberut

"ada alasan sendiri kenapa aku melarangmu hyung, lagipula perasaanmu menyukai luhan noona itu berbeda"

"apa maksudmu?" tanya chanyeol tak mengerti

"kau akan mengetahuinya nanti"

"terserah walaupun kau melarangku aku tak akan pernah menyerah untuk mendekati dan mendapatkan hati Luhan noona" kata chanyeol final

"tidak boleh hyung, pokoknya kau tidak boleh menyukai Luhan noona"

"kalau aku tetap tidak mau bagaimana?"

"aish kau itu menyebalkan sekali hyung pokoknya kau harus menuruti perkataanku jangan menyukai Luhan noona"

"yak sebenarnya disini siapa yang kakak siapa yang adik? Kenapa jadi aku yang harus menuruti perkataanmu? Aish" omel chanyeol

"kau akan menyesal nanti hyung jika tetap mendekati Luhan noona karena kau akan menyakiti orang yang kau cintai" Sehun hanya membatin dan tak bisa membayangkan nantinya jika harus ada hati yang terluka kembali.

.

.

TBC

.

.

.

Next Chapter :

.

"Baek, bagaimana jika malam ini kau kerumahku untuk belajar bersama karena kata seongsanim aku harus belajar bersamamu dan kau harus menjadi guru privat ku?"

.

.

"kau tetap tampan walau tertidur seperti itu yeol"

.

"kalian sangat serasi hyung. Semoga saja kau cepat sembuh dari amnesiamu"

.

"apakah perasaanmu sama padaku yeol? Aku berharap kau memiliki perasaan yang sama padaku"

.

.

.


hahaha chapter ini gaje banget yah?

alurnya kecepatan ya? aduh mian ya kalau kecepatan.

terima kasih untuk semua yang sudah review yah,,,, (readers : terima kasih terus thor tapi gk di bales-bales reviewnya)

hehehe mian readerdeul belum sempet...

ayo yang belum review , review dong...

seneng banget kalau banyak yang suka ff ini , aku jadi semangat ngelanjutinnya...

jongmal gomawo ya buat ssemuanya... ^^

sampai jumpa di chapter selanjutnya..

bye :D kisseu dari bias masing-masing :*