Annyeong ^^

aduh maaf ya agak telat update...

silahkan membaca :D


Judul : Love Hurt

Main Cast : Chanyeol (Namja)

Sehun (Namja)

Baekhyun (Yeoja)

Luhan (Yeoja)

Other Cast : Kai / Kim Jong In (Namja)

Do Kyungsoo (Yeoja)

Kim Jun Myeon / Suho (Namja)

Zang Yixing / Lay (Yeoja)

Kris / Wu Yi Fan (Namja)

Huang Zi Tao (Yeoja)

Kim Minseok/ Xiumin (Yeoja)

Kim Jong Dae / Chen (Namja)

and All SM Family

Rate : T

Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan YME, Orang Tua Mereka, Lee So Man Ahjussi, SM Entertainment kecuali Chanyeol milik saya :P

Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /

FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^


.

Do You Love Me?

.

.

"Park Chanyeol kau di panggil oleh Kim Seongsanim" kata Minseok yang baru saja masuk ke kelas.

"ada apa Kim Seongsanim memanggilku?" tanya chanyeol

"molla, cepat kau kesana dia sudah menunggumu"

"ne, terima kasih infonya" chanyeol pun langsung melesat pergi menemui Kim Seongsanim.

Tok

Tok

Tok

"annyeonghaseyo seongsanim" sapa Chanyeol sopan membungkukan badannya.

"ne, silahkan duduk park chanyeol-ssi" kata Kim seongsanim mempersilahkan duduk

"ne" chanyeol pun duduk di hadapan kim seongsanim

"chanyeol-ssi kau pasti bertanya-tanya kenapa aku memanggilku kan? Baiklah tak usah berlama-lama, aku tahu kau sedang mengalami amnesia saat ini dan kau pasti tak begitu banyak mengingat tentang pelajaran bukan dan juga banyak sekali pelajaran yang tertinggal? Karena dari itu aku ingin agar kau bisa mengejar semua pelajaran yang tertinggal itu"

"bagaimana caranya seongsanim?"

"kau bisa meminta bantuan Baekhyun-ssi untuk membantumu belajar. Ya dia bisa menjadi guru privatmu karena menurut catatanku dia termasuk siswa yang memiliki catatan akademik yang bagus lagipula kalian terlihat dekat mungkin tak akan masalah jika dia bisa menjadi guru privatmu bagaimana? Tapi jika kau ingin memiliki guru privat yang lain aku tak akan melarangmu" jelas kim seongsanim

"baiklah seongsanim aku akan mengikuti saranmu, aku akan meminta bantuan baekhyun untuk mejadi guru privatku"

"baguslah kalau begitu. Aku hanya ingin mengatakan itu pada kau jadi kau bisa kembali lagi ke kelasmu chanyeol"

"ne, gamsahamnida seongsanim" chanyeol pun berdiri dan pamit pada kim seongsanim lalu meninggalkan ruangan itu dan kembali ke kelasnya. Sesampainya dikelas dia langsung menuju ke bangku Baekhyun.

.

"baekhyun-ah"

"ne ada apa yeol?"

""Baek, bagaimana jika malam ini kau kerumahku untuk belajar bersama karena kata seongsanim aku harus belajar bersamamu dan kau harus menjadi guru privat ku?"

"ne?"

"iya baek kau mau kan belajar bersamaku?"

"eumm baiklah jam berapa aku ke rumahmu?"

"bagaimana jika jam 7 malam?"

"eummmm" baekhyun berfikir lagi

"kau tak perlu khawatir jika nanti kau pulang terlalu malam kau bisa menginap dirumahku pasti eomma akan mengizinkan"

"okey kalau begitu aku setuju"

"yeyyy gomawo baekhyunee"

"ne cheonma chanyeolie" baekhyun tersenyum sampai eyes smilenya terlihat.

.

.

Sesuai rencananya tadi pagi kini Baekhyun berada di rumah chanyeol untuk mengajari chanyeol agar mengejar pelajarannya yang tertinggal. Baekhyun juga sudah membawa baju ganti karena dia akan menginap dirumah chanyeol malam ini. Baekhyun berada di kamar chanyeol sekarang dan duduk lesehan disamping tempat tidur milik chanyeol. Dengan sabarnya baekhyun mengajari chanyeol sambil sesekali mencuri pandang pada chanyeol.

"apa yang tak kau mengerti yeol?" tanya baekhyun pada chanyeol yang sedang membaca buku tersebut

"aku tak mengerti semuanya, dari tadi aku bingung" ucap chanyeol mengerucutkan bibirnya imut

"baiklah aku akan mengajarimu dari awal" Baekhyun pun dengan telatennya mengajari Chanyeol sampai bisa tapi saat baekhyun hampir selesai membacanya chanyeol malah tertidur. Buku yang dilihatnya malah dibuat alas untuk kepalanya.

"bagaimana apa kau mengerti yeol?" tanya baekhyun namun tidak ada jawaban dari chanyeol dan dia pun melirik kearah chanyeol yang sedang tertidur.

"astaga ternyata kau tertidur. Jam berapa sekarag? Oh ternyata sudah jam 9 malam pantas saja. Pasti kau sangat mengantuk ya? Atau aku menjelaskannya terlalu membosankan hingga kau tidur yeol?" baekhyun terus saja bergumam sambil mengamati wajah chanyeol yang tertidur itu. Perlahan bibirnya melengkung keatas .

"kau tetap tampan walau tertidur seperti itu yeol" Baekhyun terus saja mengamati wajah sampai dia lelah dan malah ikut tertidur di samping Chanyeol.

.

Sehun yang niatnya ingin membawakan minuman dan makanan ke kamar chanyeol pun tidak jadi dikarenakan saat dia membuka pintu kamar chanyeol dia malah disuguhkan oleh pemandangan dua orang yang sedang tertidur itu. Perlahan sehun pun tersenyum.

"kalian sangat serasi hyung. Semoga saja kau cepat sembuh dari amnesiamu"

Sehun meletakkan nampannya di meja lalu mengambil selimut dari tempat tidur chanyeol dan menyelimuti chanyeol dan baekhyun bersamaan

.

.


Keesokan harinya Baekhyun pun terbangun dari tidurnya, dia merenggangkan otot-otot pinggang dan lehernya karena terasa sakit akibat tidur duduk seperti itu.

"eungg. Aduh pinggang dan leherku sakit sekali" dia menggerakkan badannya dan lehernya ke kanan dan kekiri dan tiba pandangannya pada chanyeol yang masih tertidur dengan tenangnya.

.

"kau masih tidur ternyata. Kau lucu sekali jika sedang tidur seperti ini hihihi"

Baekhyun mengelus surai rambut chanyeol menyingkirkan poni rambut yang menutupi dahi chanyeol

"apakah perasaanmu sama padaku yeol? Aku berharap kau memiliki perasaan yang sama padaku" Baekhyun masih saja senang mengelus rambut chanyeol, chanyeol tiba-tiba membuka matanya dan baekhyun dengan terburu-buru menyingkirkan tangannya dari kepala chanyeol.

"pagi chanyeol" sapa baekhyun

"eumm pagi juga baek, apa aku ketiduran?"

"ne, kau tertidur saat aku sedang menjelaskannya padamu"

"lalu kenapa kau juga bisa tertidur dikamarku?"

"eumm entahlah mungkin aku juga terlalu lelah jadi aku juga tertidur disini" Baekhyun tak mungkin menceritakan bahwa ia tadi malam tertidur karena lelah memperhatikan wajah chanyeol saat sedang tidur.

"ah begitu, jam berapa sekarang?"

"astaga sudah hampir jam 7 yeol palliwa kau mandi terlebih dahulu , mungkin aku akan mandi di kamar mandi eommanim"

"tidak kau saja mandi dikamar mandi ku, aku akan mandi di kamar mandi sehun" Chanyeol pun beranjak berdiri menuju kamar sehun.

"tapi…" baekhyun menarik tangan chanyeol

"sudah tak apa baek, cepat kau mandi kita bisa terlambat nanti"

"baiklah gomawo chan"

"ne" Chanyeol tersenyum lalu mengacak-acak rambut baekhyun dan pergi keluar kamar.

.

.

15 menit kemudian baekhyun sudah keluar dari kamar chanyeol dengan rapih sambil menenteng tas sekolahnya. Setelah baekhyun keluar dari kamar chanyeol bergegas masuk ke kamarnya dan bersiap-siap. Setelah sudah merasa rapih dan tampan chanyeol keluar kamar dan menyusul baekhyun di ruang makan keluarga Park.

"annyeong eomma, baekhyun,, eumm dimana sehun eomma?" ucap chanyeol duduk di kursi samping baekhyun

"annyeong chanyeol" balas baekhyun

"annyeong chagi, sehun sudah berangkat 10 menit yang lalu, dia takut terlambat, cepat kalian habiskan makanan kalian lalu berangkat sekolah, oh ya eomma juga sudah menyiapkan bekal untuk chanyeol dan baekhyun"

"untuk aku eommanim?" tanya baekhyun

"ne, sudah kau tak perlu merasa sungkan, kau sudah eomma anggap anak eomma sendiri lagipula kau kan sebentar lagi akan menjadi menantu eomma"

"uhukk—uhukkk" chanyeol tersedak kimbabnya

"pelan-pelan yeol , ini diminum" ucap baekhyun memukul punggung chanyeol dan memberi segelas air putih untuk chanyeol

"gomawo" chanyeol menerima air dari baekhyun dan langsung meminumnya.

"eomma sudah tahu jika baekhyun..?" tanya chanyeol kemudian

"ne, eomma sudah tahu chan,, hahaha berarti dia akan jadi adik iparmu"

DEG..

WHAT? ADIK IPAR? NO ! baekhyun tidak ingin jadi adik ipar chanyeol tapi dia ingin menjadi pendamping hidup chanyeol. Baekhyun menundukkan kepalanya merasa hatinya sakit. Dulu mungkin dia senang jika dikatakan akan jadi adik ipar chanyeol tapi sekarang? Tidak dia sudah tidak mau dikatakan adik ipar. Chanyeol yang melihat baekhyun menundukan kepalanya merasa bahwa baekhyun malu padahal baekhyun bukan malu. Chanyeol malah menggoda baekhyun.

"sudah baek kau tak usah menunduk seperti itu. Hahaha aku tahu pasti kau sangat malu kan digoda oleh eomma? Hihihi" chanyeol malah cekikikan

"ne?" baekhyun mendongkakkan kepalanya tapi dengan wajah yang sendu

"sudah-sudah lebih baik kalian cepat berangkat sekolah nanti kalian bisa terlambat" Kata nyonya park memperingatkan

"akh eomma benar baek, ayo cepat kita berangkat" chanyeol langsung berdiri dan menarik tangan baekhyun. Baekhyun pun menurutinya, mereka pun langsung pamit pada eomma chanyeol dan pergi kesekolah menggunakan motor sport chanyeol.

.

Chanyeol dan Baekhyun sampai digerbang sekolah dan gerbang sekolah sudah akan ditutup oleh bapak-bapak penjaga sekolah tersebut.

"tunggu ahjussi jangan ditutup dahulu" teriak chanyeol

"cepat kalian masuk"

"baik terima kasih ahjussi" chanyeol langsung menjalankan motornya dan berhenti di parkiran sekolah. Mereka berdua turun dari motor dan langsung berlari ke kelas. Sayang sekali saat mereka akan masuk kedalam kelas ternyata Jung Seongsanim sudah datang.

Tok

Tok

Tok

"Permisi Seongsanim" kata chanyeol dan baekhyun bersamaan

"wah wah bagus sekali , kalian tahu sekarang jam berapa?" tanya Jung seongsanim sinis. Ya jung seongsanim terkenal dengan guru yang paling disiplin. Walaupun muridnya hanya terlambat 1 detik saja tapi dia tidak bisa mentolerirnya jadi murid yang terlambat sudah pasti akan mendapat hukuman.

"nggg jam 7 lewat 10 menit seongsanim" jawab chanyeol takut dan baekhyun pun hanya memegang tas belakang chanyeol.

"lalu pelajaran dimulai jam berapa?"

"jam 7 seongsanim"

"kalian tahu kan kalian sudah telat 10 menit dari pelajaran saya dan kalian juga tahu jika saya tidak bisa menerima murid yang datang telat walaupun dia hanya telat satu detik saja" kata jung seongsanim tegas

"jadi… kalian berdua pergi ke lapangan upacara dan bersihkan semua sampah yang ada disana sampai jam istirahat. Kalian mengerti?"

"ne seongsanim" chanbaek hanya menurut dan membungkukkan badannya sopan.

"kalau begitu kalian taruh tas kalian terlebih dahulu"

"ne" chanyeol dan bekhyun menuju ke tempat duduknya masing-masing

.

"hei baek kenapa kau bisa terlambat datang bersama chanyeol?" tanya Luhan

"ceritanya panjang eonni, aku melaksanankan hukuman dulu ya eonni, bye" ucap baekhyun langsung melesat pergi

"kau berhutang penjelasan padaku chanyeol dan baekhyun" kata luhan bersmirk ria.

.

Di lapangan sekolah chanyeol dan baekhyun menjalankan hukuman mereka. Mereka mulai memunguti sampah-sampah yang berserakan disana.

"aish menyebalkan sekali jung seongsanim itu . kalau dia bukan guru sudah aku lawan dari tadi" gerutu chanyeol sambil memunguti sampah-sampah. Baekhyun yang mendengar gerutuan chanyeol tertawa karena wajah chanyeol sangat lucu sekali.

"hahaha kenapa kau tidak lawan saja tadi?"

"tidak mau"

"wae? Apa kau takut?"

"aku tidak takut hanya.."

"hanya apa? Sudah kau tak usah mengelak seperti itu, sudah terlihat jelas dimatamu kok jika kau takut hahaha"

"yayaya aku takut padanya tapi bukan aku takut dengan dirinya tapi aku takut jika aku melawannya tadi kita malah mendapatkan hukuman tambahan"

"ahahhaha itu sama saja pabo"

"ishh apa kau bilang? Pabo? Awas kau byun baekhyun" chanyeol mencubiti pipi baekhyun

"aww yak PARK CHANYEOL APPO !" Baekhyun berteriak

"sini kau park chanyeol" baekhyun gentian mencubiti pipi chanyeol dan mereka bukannya melaksanakan hukuman malah saling mencubiti pipi lawan masing-masing dan berakhir dengan aksi kejar-kejaran sampai jam istirahat dimulai.

Tettt..

Tett…

Tettt…..

"yak park bagaimana ini? Kita belum selesai membersihkannya" baekhyun panic

"itu salahmu kenapa kau memanggilku pabo"

"yak tidak bisa itu salahmu kenapa kau mencubiti pipiku terlebih dahulu?"

"PARK CHANYEOL. BYUN BAEKHYUN" teriak Jung Seongsanim

"aishh matilah kita" baekhyun dan chanyeol menunduk

"yak apa yang kalian lakukan? Aku menyuruh kalian untuk menyelesaikan tugas bukan untuk berpacaran

"hah? Ani seongsanim kami tidak berpacaran" elak Chanyeol

"jangan membantahku Park Chanyeol. Sekarang aku akan menambah hukuman kalian"

"MWOOO?" baekhyun berteriak hingga jung seongsanim menutup telinganya

"aish aku tahu jika suaramu bisa mencapai 8 Oktaf tapi kau tak merlu memekik kencang seperti itu" omel jung seongsanim

"mianhamnida seongsanim" baekhyun menunduk dan meminta maaf pada jung seongsanim

"baiklah untuk yang satu ini aku maafkan tapi untuk hukuman tambahan tetap ada, sekarang setelah kalian selesai membersihkan lapangan, kalian harus membersihkan ruang perpustakaan disana sampai pulang jadi kalian tidak boleh mengikuti pelajaran hari ini"

"tapi.." chanyeol menyela tapi jung seongsanim langsung memutuskan pembicaraan chanyeol

"tidak ada tapi-tapian sekarang cepat laksanakan hukuman kalian ! kalau tidak aku akan menambah hukuman lagi untuk kalian. Arraseo?"

"ne arraseo seongsanim" chanyeol dan baekhyun membungkukan badan mereka dan langsung menuruti hukuman mereka

"baiklah aku pergi dulu, selamat menjalankan hukuman kalian" jung seongsanim melenggang pergi meninggalkan baekhyun dan chanyeol.

"aish guru itu cantik-cantik tapi hatinya tidak secantik wajahnya" omel baekhyun

"haha sudah tak usah menggerutu lebih baik kita selesaikan hukuman kita"

"ne" chanyeol dan baekhyun menjalankan hukuman mereka ya walaupun terkadang chanyeol dan baekhyun suka menjahili lawannya masing-masing.

.


Kebetulan Luhan keluar kelas dan tertawa melihat tingkah baekhyun dan chanyeol. Dia tersenyum melihat chanyeol bisa tertawa kembali bersama baekhyun dan Luhan berharap agar disaat chanyeol sudah mengingat semuanya, dia berharap baekhyun sudah membalas perasaannnya pada chanyeol.

"aku senang melihat kalian tertawa bersama seperti itu" kata Luhan.

"noona sedang apa kau disini?" tanya seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri disamping Luhan

"hah kau mengagetkanku sehun-ah" kata Luhan mengelus dadanya

"hahah kau lucu sekali noona' sehun malah tertawa dan Luhan yang melihat sehun tertawa mengerucutkan bibirnya imut

"ish kau ini kualat kau menertawakan aku"

"hahaha habis wajahmu lucu noona jika sedang terkejut itu. Kau terlihat imut seperti rusa kecil"

*Blushh* Luhan malu pipinya merona mendengar bahwa dia dikatakan imut oleh sehun

"noona kenapa pipimu memerah? Ayo kita ke kantin membeli bubble tea sepertinya kau kepanasan"

"ah ne?"

"ayo noona" Sehun menarik tangan Luhan dan membawa Luhan ke kantin untuk membeli bubble tea bersama.

"kau ingin rasa apa noona?"

"aku ingin rasa coklat untuk hari ini"

"baiklah, ahjuma tolong satu bubble tea rasa taro dan satu bubble tea rasa coklat"

"ne"

.

Beberapa menit kemudian bubble tea mereka sudah jadi.

"ini noona"

"gomawo sehun-ah" mereka berdua langsung duduk di bangku pojok kantin. Karena bangku pojok kantin adalah meja favorite mereka berempat.

"apa yang kau lihat tadi noona?" tanya sehun sambil menyeruput minumannya.

"eung aku tadi melihat baekhyun dan chanyeo yang sedang dihukum tadi"

"jinjayo noona? Chan hyung dan baek noona dihukum? Wae?"

"mereka terlambat sekolah tadi 10 menit saat pelajaran Jung seongsanim. Kau kan tahu bagaimana jung seongsanim"

"seharusnya tadi pagi aku ke kamar chanyeol hyung dan membangunkan mereka"

"apa? Mereka satu kamar? Bagaimana bisa?" tanya Luhan panic bagaimana tidak panic jika dua orang berbeda jenis kelamin itu tidur satu kamar? Jika mereka melakukan yang tidak-tidak bagaimana? Atau jika baekhyun hamil anak chanyeol bagaimana? Stop hentikan fikiran negative mu itu Luhan.

"tentu saja bisa, tadi malam mereka belajar bersama di kamar chan hyung saat aku masuk untuk membawakan makanan dan minuman ternyata mereka sudah tertidur di meja belajar milik chanyeol hyung. Tadinya aku ingin membangunkan baekhyun noona untuk pindah ke kamar eomma tapi aku tak enak sepertinya baek noona dan chan hyung terlihat begitu lelah"

"oh begitu, syukurlah jika begitu"

"mereka terlihat begitu serasi bukan noona?" kata sehun sambil melihat ke jendela luar dan mendapati chanyeol dan baekhyun duduk dipinggiran lapangan untuk istirahat. Luhan langsung memutar badannya dan mengikuti arah pandang sehun.

"apa kau cemburu?" Tanya Luhan tak memperhatikan sehun dia masih mengamati duo chanbaek itu.

"ani, aku tak cemburu pada mereka" kata sehun tersenyum manis. Mendengar kata sehun tadi dia langsung membalikan tubuhnya menghadap sehun kembali dan menatap lekat wajah sehun.

"jinjayo? Tapi kau kan…?"

"aku sudah putus dengan baekhyun noona" kata sehun enteng lalu menyeruput bubble teanya kembali

"MWO? Ba..bagaimana bisa? Bbukankah kalian saling mencintai? Sejak kapan?"

"mm kira-kira satu minggu yang lalu, tentu saja bisa noona, orang yang menikah pun bisa bercerai bagaimana yang hanya baru berpacaran."

"tapi tentu saja ada alasan lain kan? Apa kalian sudah tak saling mencintai?"

"sebenarnya aku masih mencintai baekhyun noona tapi baekhyun noona sudah tak mencintaiku. Aku tak mungkin memaksakan perasannya padaku jika dia sudah tak mencintaiku"

"sebegitu besarkah cintamu pada baekhyun sehun?" lirih Luhan namun lirihan tersebut dapat didengar sehun

"ne? apa yang kau bicarakan noona?" sehun pura-pura tak mendengarnya

"ani, bukan apa-apa. Sebaiknya kita masuk ke kelas lagi karena jam istirahat akan berakhir. Kajja" Luhan berdiri dari bangkunya dan menarik tangan sehun.

"mianhae noona pasti kau terluka mendengar bahwa aku masih mencintai baekhyun noona. Jongmal mianhae luhan noona" kata Sehun dalam hati.

.

.


Di Perpustakaan sekolah Chanyeol dan Baekhyun membereskan buku-buku yang berantakan disana. Semua buku harus disusun rapi sesuai dengan raknya.

"buku-buku ini banyak sekali chanyeol" keluh Baekhyun

"apa kau lelah?"

"ne, aku lelah sekali sedari tadi kita bahkan belum istirahat"

"kalau begitu kau duduk saja dulu biar aku yang merapihkannya"

"tapi?"

"tidak apa-apa kau tenang saja jung seongsanim tak akan tahu. Sudah lebih baik kau istirahat dulu"

"gomawo chanyeol aku jadi tidak enak padamu" kata baekhyun merasa tak enak pada chanyeol

"sudahlah tak apa-apa" chanyeol tersenyum.

Baekhyun menuruti kata chanyeol dia duduk dimeja dekat jendela perpustakaan, dia memperhatikan chanyeol yang sedang merapihkan buku-buku tersebut. baekhyun baru menyadari bahwa chanyeol seperti malaikat. Baekhyun terus saja tersenyum memandang chanyeol. Baekhyun yang merasa tidak enak karena dia sudah terlalu lama beristirahat akhirnya berdiri dan membantu chanyeol kembali.

"sebaiknya kau istirahat sekarang, biar aku yang menggantikanmu" kata baekhyun

"kau sudah selesai istirahat?"

"ne, aku sudah selesai beristirahat , sini biar aku yang membereskannya" kata baekhyun mengambil buku yang ada ditangan chanyeol.

"tidak apa-apa baek, bagaimana jika kita berdua yang membereskannya jadi akan cepat selesai?" chanyeol mempertahankan buku yang dipegangnya

"okey, kita kerjakan berdua. Fighting"

Baekhyun dan chanyeol membereskan buku-buku tersebut berdua . tak selang berapa lama mereka berhasil menyelesaikan tugasnya tepat saat bel pulang sekolah berbunyi.
tettt.. tettt.. tett..

"hhh akhirnya selesai juga baek" chanyeo langsung mendudukan dirinya dilantai dan baekhyun mengikuti duduk di samping chanyeol

"ne kau benar yeol. Yey kita berhasil menyelesaikan hukuman kita" baekhyun tersenyum senang sampai memperlihatkan eyes smilenya

"bagaimana jika kita cepat melapor pada jung seongsanim dan langsung ke kedai es krim di depan sekolah?" tanya chanyeol

"boleh, kajja"

"kau ini" chanyeol mengacak-acak rambut baekhyun. Baekhyun hanya nyengir.

.

.

Tok—tok—tok

"permisi seongsanim" ucap chanyeol dan baekhyun bersamaan

"ne , wah kalian ternyata, apakah kalian sudah selesai dengan hukuman kalian?"

"ne, kami sudah menyelesaikan hukuman kami seongsanim" kata chnayeol

"baiklah, sekarang kalian boleh pulang tapi besok jangan diulangi lagi okey" ucap jung seongasanim

"ne, seongsanim"

"ya sudah kalian pulang sekarang"

"ne, gamsahamnida seongsanim. Kami permisi"

.

.

.

"wah kita melewatkan semua pelajaran hari ini" kata baekhyun mengambil tasnya

"kau benar, hhh semakin banyak pelajaran saja yang aku lewatkan" keluh chanyeol

"tenang saja chan aku akan membantumu kok. Kau tak perlu khawatir. Sekarang aku kan guru privatmu" kata baekhyun menepuk pundak chanyeol

"ne, gomawo baek,, kajja kita ke kedai es krim sekarang nanti keburu malam"

"kajja".

.

.


di Kedai Es Krim...

"kau ingin es krim rasa apa baek?" tanya chanyeol

"aku ingin rasa strawberry"

"baiklah, mm ahjussi aku ingin satu cup es krim rasa pisang dan satu cup es krim rasa strawberry"

"ne"

"ini pesanan kalian anak muda"

"gamsahamnida ahjussi"

.

.

"wahh enaknya, akhirnya aku bisa memakan es krim strawberry lagi" kata baekhyun girang

"hahah kau lucu sekali baek, apa kau sangat menyukai es krim rasa strawberry?"

"ne, aku suka semua yang berhubungan dengan strawberry" kata baekhyun dengan mata berbinar.

"akh kyeopta"

"ne?"

"ani" chanyeol nyengir mengusak rambut baekhyun

"ish kau selalu membuat rambutku berantakan" cibir baekhyun

"hahaha mian baek habis aku gemas padamu" chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah baekhyun reflex mundur kebelakang

"mmmppp chann.. aappaa yang akan kkau llakkukan?" tanya baekhyun gugup karena wajah chanyeol semakin lama semakin dekat saja dengan wajahnya sampai-sampai deru nafas chanyeol bisa terasa oleh baekhyun .

"kau diam baek"

"chann" baekhyun diam dan menutup matanya…..

.

.

TBC

.

.

.

.

Next Chapter :

"kenapa wajahmu memerah seperti itu baek?"

.

.

"kalian berhutang penjelasan padaku"

.

.

"eonni ada yang ingin ku ceritakan padamu"

.

.

"noona naneun johae"

.

.


aduh siapa itu yang bilang johae? hayo tebak hayooo...

wah kayanya chapter ini dikit banget yah terus gaje banget ? maaf yah... aku lagi benar-benar kehabisan ide .

aduh itu chanbaek makin greget aja deh momentnya... love love dah :*

untuk yang nunggu sehun kapan jelesnya sabar yah, kalau udah jeles berarti sehun udah lope-lope ke luhan kan? nah aku belum dapet feelnya nanti aku fikirin lagi..

tapi kalau ada yang mau kasih masukan silahkan di review aja yah...

sekali lagi terima kasih buat semua yang mau menyempatkan diri untuk mereview...

jongmal gomawo buat semua :* {}

sampai jumpa di chapter selanjutnya..

paii-paii :* :* :*