Judul : Love Hurt
Main Cast : Chanyeol (Namja)
Sehun (Namja)
Baekhyun (Yeoja)
Luhan (Yeoja)
Other Cast : Kai / Kim Jong In (Namja)
Do Kyungsoo (Yeoja)
Kim Jun Myeon / Suho (Namja)
Zang Yixing / Lay (Yeoja)
Kris / Wu Yi Fan (Namja)
Huang Zi Tao (Yeoja)
Kim Minseok/ Xiumin (Yeoja)
Kim Jong Dae / Chen (Namja)
and All SM Family
Rate : T
Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan YME, Orang Tua Mereka, Lee So Man Ahjussi, SM Entertainment kecuali Chanyeol milik saya :P
Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /
FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^
Jealous?
.
.
"chann?" baekhyun menutup matanya
"baek kau jorok sekali lihat ice cream belepotan dibibirmu" kata chanyeol sambil mengusap es krim yang belepotan di bibir baekhyun dengan jarinya. Baekhyun membuka matanya menikmati sentuhan jari chanyeol di bibirnya membuat pipi baekhyun memerah seperti tomat.
"ah ne?" baekhyun langsung mengambil tissue dan menyeka es krim tersebut.
"kenapa wajahmu memerah seperti itu baek? Gwenchanayo?"
"ah ani naneun gwenchana. Mm sebaiknya kita pulang sekarang yeol sudah jam 5 sore pasti eomma sudah menunggu"
"ne, kajja"
.
.
Dirumah baekhyun tidak bisa tidur dia terus saja tersenyum dan memeluk boneka rillakuma pemberian chanyeol saat ulang tahunnya ke 17.
"ah chanie aku bisa gila karena memikirkan Chanyeol terus seperti itu"
"Omoo kenapa pipiku jadi panas seperti ini. Arghh aku benar-benar mencintaimu. Semoga kau memiliki rasa yang sama padaku yeol. Saranghae Park Chanyeol"
.
.
Keesokan harinya Baekhyun dan chanyeol ke sekolah tidak terlambat lagi , saat Baekhyun baru duduk dikursinya Luhan dengan garang langsung mengintrogasi Baekhyun.
.
"kalian berhutang penjelasan padaku" kata Luhan sambil menyilangkan tangannya di dada
"maksud eonni?" tanya baekhyun tak mengerti
"kau dan chanyeol kemarin"
"mmakksuud eonni?" ('Astaga apa eonni melihat aku berdua dengan chanyeol kemarin sore di kedai es krim?') Baekhyun gugup
"kenapa kau gugup seperti itu baek? Jangan-jangan kalian?" Luhan menggoda Baekhyun dan menaik turunkan alisnya
"kau jangan salah paham eonni"
"salah paham kenapa baek? Bahkan aku belum melanjutkan perkataanku? Hahaha kau lucu sekali baek" Luhan tertawa membuat Baekhyun salah tingkah
"hehehe ani"
"aduh baek aku Cuma ingin bertanya kenapa kau dan chanyeol kemarin bisa datang dan terlambat bersamaan?"
"eungg itu aku sekarang menjadi guru privatnya eonni jadi kemarin aku menginap dirumah chanyeol untuk mengajarinya eh kami ketiduran dan bangun kesiangan jadinya kami terlambat deh" jelas baekhyun
"ah begitu hahaha aduh coba saja aku merekam saat wajahmu gugup seperti itu tadi hahaha lucu sekali kau baek"
"ah eonni" baekhyun merajuk
"hahaha memang apa yang kau fikirkan heum? Apa kau berfikiran jika aku akan menanyakan tentang hubungan kalian? Hahaha"
"eonni apa-apain sih kau ini" baekhyun malu sekali
"hahaha lihat-lihat wajahmu merah seperti itu.. uuu sepertinya perkiraanku benar jika kau…" Luhan terus saja meledek baekhyun
"eonni ada yang ingin ku ceritakan padamu" putus baekhyun
"ada apa baek?" Luhan menghentikan tawanya dan menatap baekhyun serius
"eumm bagaimana ya aku menceritakannya.. aku bingung"
"tak usah bingung baek, kau ingin cerita apa padaku?'
"eonni sebenarnya aku menyukai chanyeol ani aku mencintai chanyeol"
"aku sudah tahu kok" kata luhan enteng
"apa kau sudah tahu? Bagaimana bisa?"
"aku tahu dari sehun"
" ? apa kau juga tahu jika?"
"ya aku pun sudah tahu jika kau sudah putus dengan sehun. Karena dari itu aku pun tahu jika kau mencintai chanyeol"
"tapi .. tapi aku takut eonni"
"takut kenapa?"
"aku takut ya aku takut jika ternyata chanyeol tidak mencintaiku" baekhyun menundukkan kepalanya
"itu resikonya baek. Itu resiko yang harus kau jalani jika kau mencintai seseorang. Kau harus siap jika orang itu ternyata tidak mencintaimu. Memang menyakitkan tapi ya itulah kenyataanya"
"ne eonni"
('kau tak tahu bagaimana rasanya chanyeol dulu mencintaimu tapi kau tak mencintainya baek. pokoknya Aku tak akan memberitahumu jika ternyata chanyeol mencintaimu. Kalau kau mencintai chanyeol kau harus berjuang untuk mendapatkan chanyeol baek. apapun resikonya nanti')
.
.
.
.
Hari ini adalah pelajaran olah raga, olah raga kali ini adalah basket. Lee Seongsanim menyuruh semua muridnya untuk memasukkan bola basket sebanyak 20 kali. Namun Luhan selalu gagal karena Luhan tak begitu menyukai olah raga basket, dia lebih menyukai olah raga sepak bola.
"arghh kenapa tidak masuk-masuk sih bolanya" gerutu Luhan kesal
-PRIITT-
"Yak Xi Luhan kenapa kau selalu gagal dalam permainan basket? Bagaimana saat ujian nanti? Bisa-bisa nilai pelajaran olah ragamu minus" kata Lee Seongsanim memarahi Luhan
"mianhamnida seongsanim" Luhan menundukan kepalanya. Baekhyun dan chanyeol serta semua teman-teman satu kelas Luhan merasa kasihan melihat Luhan yang dimarahi oleh Lee Seongsanim. Ini bukan sekalinya Luhan dimarahi, tapi setiap olah raga basket pasti luhan selalu dimarahi oleh Lee Seongsanim.
"kau harus banyak latihan Luhan-ssi jika nilaimu tak ingin minus. Okey untuk semua pelajaran kali ini sudah selesai kalian bisa istirahat dan mengganti baju kalian" Lee Seongsanim langsung pergi meninggalkan lapangan basket.
.
Chanyeol dan baekhyun menghampiri Luhan yang duduk di pinggiran lapangan.
"sudahlah noona kau jangan bersedih"
"ne eonni kau jangan bersedih"
"bagaimana aku tidak sedih jika setiap olah raga basket aku selalu dimarahi oleh Lee Seongsanim. Pasti Lee seongsanim bosan melihatku yang selalu tak bisa bermain basket"
"aku akan mengajarimu bermain noona" kata chanyeol, Luhan dan Baekhyun menatap Chanyeol bersamaan
"ne? kau mau mengajariku chan?" tanya Luhan
"ne noona aku akan mengajarimu bermain basket" chanyeol tersenyum sambil memegang pundak Luhan
"gomawo chan" Luhan ikut tersenyum
'ayolah baek kau tak usah cemburu seperti itu, chanyeol hanya akan mengajari Lulu eonni bermain basket' baekhyun menatap kesal kearah chanyeol dan luhan, entah mengapa dia kesal ketika chanyeol menawarkan unutk membantu Luhan bermain basket.
.
.
.
Sepulang sekolah…
"Yeol, apa aku nanti keumahmu lagi?" tanya baekhyun
"tidak usah baek, mungkin untuk seminggu ini kau tak usah mengajariku dahulu, karena aku akan mengajari Luhan noona bermain basket tak apa-apa kan baek?"
"ah ne tidak apa-apa chan. Kalau begitu aku pulang dulu ya , bye" baekhyun pergi keluar kelas dengan perasaan yang sedih.
("Chanyeol akan bersama Luhan eonni selama seminggu ini?")
Pikirannya selalu tentang bayang-bayang Luhan dan Chanyeol yang asik bermain basket dan badan chanyeol yang menempel pada Luhan untuk mengajari Luhan cara menshoot bola tersebut.
"Omoo,Omoo hilangkan pikiran anehmu itu baek ! Sebaiknya kau harus cepat pulang dan tidur baek" Baekhyun terus-terusan memukul-mukul kepalanya dan menggeleng-gelengkannya dan tingkah aneh baekhyun itu membuat semua orang yang berpapasan dengannya meliriknya aneh.
.
.
.
"noona, ayo kita latihan basket bersama" kata chanyeol menghampiri Luhan
"ayo, dimana kita akan berlatih?"
"kita berlatih di lapangan basket sekolah saja noona"
"baiklah, kajja"
.
.
Kini sekolah sudah sepi dan hanya tinggal chanyeol dan luhan yang bermain basket bersama. Chanyeol dengan sabarnya mengajari Luhan bagaimana cara mendribble bola lalu memasukkannya kedalam ring basket dan cara mengoper bola serta menjaga agar bola tidak di rampas olehh lawan. Namun untuk tahap permulaan Chanyeol mengajari Luhan cara mendribble bola lalu memasukkannya ke dalam ring.
"noona memegannganya seperti ini jangan seperti itu" kata chanyeol sambil mempraktikannya
"bagaimana chan?" tanya luhan tak mengerti
"ini noona tangan noona harus begini" kata chanyeol memegang tangan luhan dan membenarkannya
"lalu bagaimana lagi?"
"setelah itu pelan-pelan noona pantulkan bola tersebut kebawah sebanyak 3 kali"
"seperti ini?" Luhan memantulkan bola basket tersebut seperti yang chanyeol katakana tadi
"ne seperti itu lalu bolanya noona lempar dan pantulkan pada papan atas ring seperti ini dan .. SHOOT" kata chanyeol sambil melempar bola basket nya memasuki ring tersebut. Luhan mempraktikan seperti yang chanyeol ajarkan tapi…
"yah gagal chan,,," lirih Luhan.
"tidak apa noona ini kan baru permulaan, ayo kau coba lagi"
Luhan terus mencoba untuk melemparkan bola tersebut namun gagal sampai 10 kali dia masih juga belum bisa memasukkan bola basket tersebut pada ringnya.
"chan, latihan kali ini sampai disini saja aku lelah chan" Luhan putus asa, dia lalu mendudukan dirinya di tengah lapangan. Chanyeol prihatin melihat Luhan yang frustasi itu dia menghampiri Luhan dan ikut duduk di samping Luhan merangkul Pundak Luhan dan memberikan Luhan sebotol air mineral.
"baiklah noona, ini diminum dulu kau pasti haus"
"ne, gomawo chan"
.
.
Sudah lima hari ini Luhan selalu belajar bermain basket bersama Chanyeol. Setiap sepulang sekolah mereka selalu menyempatkan diri untuk berlatih. Sudah lima hari ini Luhan belum juga berhasil memasukan bola tersebut kedalam ring, Luhan sudah pasrah dia sudah tidak mau berlatih lagi namun karena bujukan chanyeol dia mau berlatih kembali.
"ayolah noona kau harus berlatih kembali"
"aku tidak mau, aku sudah menyerah !"
"bagaimana jika nilaimu minus?"
"masa bodoh dengan nilai tersebut aku sudah lelah chan, aku tak mau lagi bermain basket, lihat kakiku lecet" Luhan memanyunkan bibirnya sambil menunjuk kakinya yang lecet. Ya Luhan terpeleset kemarin saat mendribble bola tersebut hingga membuat lututnya lecet.
"AWW yak appo kenapa kau memegangnya?" teriak luhan ketika chanyeol menyentuh lukanya
"mian noona, apakah begitu sakit?"
"ne, rasanya perih apalagi jika terkena air" ringis Luhan
"baiklah hari ini kita absen untuk berlatih basket tapi besok noona harus mau berlatih kembali"
"mana bisa begitu, shireo aku tidak mau"
"nonono tak bisa begitu noona kau harus tetap berlatih"
"NO"
"mm bagaimana jika aku membelikanmu bubble tea?" chanyeol merayu
"NO"
"setiap hari aku akan membelikanmu bubble tea sampai latihan berakhir?"
"bagaimana ya?" Luhan berfikir jari telunjuknya dia tempelkan di dagu
"aku akan menraktirmu bubble tea selama 1 bulan deh" bujuk chanyeol
"itu aku terima, tapi kau harus tepati janjimu deal?"
"ok deal" chanyeol dan luhan saling berjabat tangan dan Luhan tersenyum dengan manisnya.
('Please jangan tersenyum noona aku tak akan pernah bisa tahan dengan senyumanmu itu')
.
.
Keesokan harinya Luhan mulai kembali berlatih dengan chanyeol karena chanyeol menyogoknya dengan segelas bubble tea.
"chan begini kan cara melemparnya?"
"bukan noona tapi seperti ini" chanyeol memegang tangan Luhan dan memperbaiki cara memegang bola tersebut.
"aish merepotkan sekali bermain basket" gerutu luhan dan itu membuat chanyeol terkikik geli melihat tingkah Luhan.
1 x gagal
2x gagal
3 x gagal
4 x gagal
5x gagal
6x gagal
7x gagal
8x gagal
9x gagal
"aish ini lemparanku yang kesepuluh awas saja kalau sampai gagal lagi aku tak mau bermain lagi !" kata Luhan lalu melempar bola tersebut dan SHOOT . Bola yang kesepuluh akhirnya masuk kedalam ring basket Luhan yang melihat itu langsung bersorak girang.
"yuhuuuyyyy kau lihat chan, kau lihat chan, bola itu akhirnya masuk… YEAYYY" Luhan berteriak dan menari-nari mengitari lapangan basket dengan riangnya. Chanyeol yang melihatnya tertawa. Tingkah Luhan seperti anak kecil, padahal umurnya 1 tahun lebih tua dari chanyeol. Tiba-tiba GREEP Luhan memeluk chanyeol dari belakang.
"gomawo chanyeolie kau sudah mengajariku, maaf kalau aku selalu berteriak-teriak padamu dan selalu menyusahkanmu. Sekali lagi jongmal gomawoyo chanyeolie"
"aaaa ne noona cheonmanayo" sungguh sikap Luhan saat ini membuat jantung Chanyeol berpacu semakin cepat dan gugup. Bibir chanyeol tertarik keatas membuat sebuah senyuman bahagia. Secara reflex chanyeol memegang tangan Luhan yang melingkar dipinggangnya.
.
Ternyata kejadian dari awal mereka bermain basket sampai acara Luhan memeluk Chanyeol dan Chanyeol memegang tangan Luhan dilihat oleh dua orang yang diam-diam memperhatikan mereka sedari tadi dari tempat yang berbeda. Mereka adalah Baekhyun dan Sehun. Sedari tadi mereka memperhatikan Chanyeol yang mengajari Luhan bermain basket hingga Luhan memeluk chanyeol. Salah satu dari mereka langsung beranjak pergi karena tak kuat melihat adegan itu. Namun satu orang lagi masih terus saja memperhatikan chanyeol dan Luhan.
.
.
"noona?"
"ne?"
"bisakah kau melepas pelukanmu?"
"ah ne ne, mian chan, aku terlalu bersemangat tadi" luhan nyengir lalu melepaskan pelukannya. Chanyeol hanya membalas senyuman pada Luhan.
"noona sebaiknya kita pulang sekarang sudah sore"
"ne, ayo" Luhan mengambil tasnya lalu menggandeng tangan chanyeol.
.
Dijalan Luhan terus saja berbicara dan chanyeol dengan senang hati membalas pembicaraan Luhan.
"chanyeol-ah gomawo"
"ne? gomawo untuk apa noona?" Chanyeol menatap Luhan
"gomawo sudah mau dengan sabar mengajariku bermain basket, aku tahu kok kau pasti sebal padaku karena aku tak kunjung bisa bermain basket" luhan mengerucutkan bibirnya imut
"ne noona tidak apa-apa , aku tidak sebal padamu kok , kau tenang saja" chanyeol mengusak rambut Luhan
"hehehe"
"ngg noona ada yang aku ingin katakan padamu" Kata chanyeol menatap lekat mata Luhan
"apa itu?" tanya Luhan penasaran
"noona naneun johae" Chanyeol berucap dengan bersungguh-sungguh sambil memegang kedua tangan Luhan.
"…" Luhan hanya terdiam dan menatap chanyeol
"mungkin aku terlalu lancang mengatakan ini pada noona atau mungkin ini akan membuat noona terkejut, tapi aku sudah tidak bisa menahannya lagi noona. Sekali lagi aku mengatakan noona aku menyukaimu" chanyeol menatap lekat kedua mata Luhan.
"nado" Chanyeol langsung memeluk Luhan.
.
Ternyata diam-diam ada seseorang yang mengikuti mereka dan mendengarkan semuanya sambil mengepalkan kedua tangannya.
.
.
.
Sesampainya dirumah chanyeol selalu tersenyum dari pulang sekolah hingga malam ini dan membuat sang eomma heran dibuatnya.
"wah anak eomma ada apa dari tadi tersenyum seperti itu?" tanya nyonya park mendekati chanyeol yang sedang duduk diruang tv
"hehehe ani eomma"
"apa kau sedang bahagia hari ini? Coba ceritakan pada eomma"
"eomma aku senang sekali hari ini" kata chanyeol tersenyum sumringah memperlihatkan deretan giginya yang rapih sambil memeluk eommanya
"kau senang kenapa heumm? Apa anak eomma sedang jatuh cinta?" nyonya park mengelus surai chanyeol
"eomma Luhan noona dia juga menyukaiku"
"wah apakah itu benar? Jadi itu alasan kenapa kau selalu tersenyum seperti ini?" nyonya park melepaskan pelukan chanyeol dan menatap lekat chanyeol
"ne eomma"
"lalu apakah kalian sudah menjadi sepasang kekasih?"
"hmm aku juga tak tahu, Luhan noona tadi hanya bilang nado padaku saat aku bilang joha padanya"
"tentu saja Luhan hanya mengatakan nado karena kau hanya berucap jika kau menyukainya saja. Kau seharusnya bertanya padanya apakah luhan mau menjadi kekasihmu nah jika luhan menjawab ya maka dia akan menjadi kekasihmu" nyonya park member penjelasan
"apa harus seperti itu eomma? Apakah dulu appa seperti itu pada eomma?"
"tentu saja bahkan sangat romantis sekali appamu itu. Kau seharusnya belajar pada appamu hahaha"
"wah kalau begitu aku harus belajar pada appa"
"hahaha sudah-sudah lebih baik kau belajar pelajaran terlebih dahulu agar bisa Lulus dengan nilai terbaik dan sukses terus baru kau belajar tentang cinta pada appamu. Lagi pula jika kau sudah sukses nanti kau tak belajar pada appamu juga wanita manapun akan jatuh cinta padamu"
"ne eomma kalau begitu aku belajar dulu sekarang"
"ne" chanyeol beranjak menuju kamarnya untuk belajar
"tak kusangka anak-anakku sudah besar rupanya, padahal aku merasa baru saja menggendong mereka, menyusuinya, menina bobokan" nyonya park berguming sambil tersenyum.
.
.
Chanyeol tidak masuk kekamarnya tapi masuk ke kamar sehun. Chanyeol berniat curhat pada sehun malam ini tapi sehun malah menjawabnya dengan dingin.
"sehun-ah" chanyeol masuk kedalam kamar chanyeol dan duduk di kasur milik sehun sambil memeluk guling berbentuk larva milik sehun. Chanyeol senang sekali memeluk guling tersebut.
"hmm"
"Sehun-ah apa kau sedang sibuk?"
"ani. Ada apa?"
"jika kau sedang tidak sibuk aku ingin bercerita padamu"
"kau ingin cerita apa hyung?"
"aku tadi mengutarakan perasaanku pada Luhan noona"
"lalu?"
"dia ternyata menyukaiku Sehun-ah . ahh aku sangat senang sekali"
"benarkah?"
"ne sehun-ah" chanyeol tersenyum bahagia
"…."
"sehun-ah"
"hmmm"
"sehun-ah kenapa kau sepertinya tak senang jika luhan noona menyukaiku? Ada apa dengan mu?"
"lalu aku harus bagaimana hyung? Mengucapkan 'Wah chukkae hyung' begitu?" Kata Sehun sinis
"ani" chanyeol menunduk
"hhh hyung aku lelah, aku mau istirahat" ucap sehun mengusir chanyeol
"baiklah kalau begitu aku pergi dulu, jaljayo sehun-ah. Terima kasih sudah mau mendengarkanku dan maaf sudah mengganggumu" kata chanyeol lalu pergi dari kamar sehun.
"mianhae chanyeol hyung. Bukan maksudku seperti itu padamu tapi entah kenapa aku tak suka kau menyukai Luhan noona. Aku tak mengerti dengan perasaanku. Apa aku hanya tak ingin jika baekhyun noona sedih melihat kau bersama Luhan noona atau apakah aku cemburu jika melihat mu selalu dekat dengan Luhan noona. Entahlah aku tak mengerti"
-TBC-
.
Chapter Selanjutnya :
"mian bukan maksudku begitu tapi entah kenapa kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibirku"
.
"kenapa Chanyeol semakin dekat dengan Luhan eonni?"
.
"noona gwenchanayo?"
.
"noona ada yang ingin aku tanyakan padamu"
"apa itu?"
"apa kau menyukai chanyeol hyung?"
"apa aku perlu menjawabnya?"
.
Hai semua…
Bagaimana dengan chapter ini apa memuaskan?
Mian kalau tidak memuaskan.
Kali ini aku mau bales review kalian nih….
estyn48: aduh sampai luar biasa begitu…. Jongmal gomawoyo… ini udah dilanjut semoga tidak mengecewakan ya :D
yoni . parkbyun : wah ini udah fast update ya… jawabannya ada di chapter ini okey.. gomawo :D
Guest : wah jawaban kamu tepat sekali … aduh aku kan emang sengaja bikin baekhyun sakit hati hehehe tapi tenang kok nanti baekhyun gk bakal sakit hati terus. Kan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian hehehe. Gomawo sudah review ^^
Ririn Ayu : tentu itu bukan sehun. Kan sehunnya mau dibuat cemburu dulu hahaha
Seravin509 : aww saran kamu dipertimbangkan kok.. tenang aja aku juga bakal bikin sehun cemburu dulu biar tahu rasanya jadi luhan. Hahaha *ketawaevil . terima kasih buat saran dan reviewnya ^^
msluhan87 : ini udah diusahakan ya moment chanlunya.. tapi klo kurang sweet mianhae hehehe. Tapi nanti bakal ada sweetnya kok lagi difikirin.. itu buat bikin sehun dan baekhyun cemburu . gomawo ^^
Chanbee : aduh aku jadi terharu ff ini sampai ditunggu begitu T.T .. moment hunhan kapan ya? Hmmm lagi dipikirin dulu deh hehehe…. Oh tenang aja untuk sehun dapetin luhan pasti bakal dibikin rumit biar sehun tahu rasa hihihi. Ahaha kok tahu sih kalau Ceye yang ngomong? Hahaha. Ini udah diupdate yah.. gomawo ^^
phantom . d'esprit : sayang sekali buka sehun…. Tapi gpp terima kasih udah review ^^
ChanHunBaek : yeayyyy juga hahaha… chanyeol kapan sembuh ya? Kasih tahu gak yah? Hehehe. Aduh ini udah fast update yah… gomawo sudah review ^^
.
Yeayy selamat buat yang nebak benar.. ya itu chanyeol yang ngomong .
Hadiahnya kisseu dari chanyeol :*
.jongmal gomawoyo untuk semua yang sudah review, faforite dan follow saya… jadi terharu T.T
Okey sampai jumpa di chapter selanjutnya ^^
Review jusseyo J
