ABOUT CHANBAEK LOVE
Author: Shin Raewoo
Rate: T
Main Cast: Chanyeol x Baekhyun
Other Cast: Exo member, Kwak Saebyul
Length: Chapter
Genre: Romance, Humor, EXO life
Warning: Yaoi, Typo, B x B, Bahasa berantakan
CHAPTER 3
"Kyaaa Chanyeol! kembalikan Ipad ku! Dasar yoda!"
"Shireo! Kau malah mengacuhkan ku Baekhyunee."
Siapa lagi kalau bukan pasangan rusuh Exo. Chanyeol dan Baekhyun. Baekhyun yang sedang mengejar Chanyeol di ruang tamu kerana si rapper Exo itu mengambil Ipad Baekhyun. Padahal Baekhyun lagi sedang asyik bermain game di ipadnya. Apa kalian masih ingat Chanyeol pernah bilang yang dia cemburu kerana Baekhyun mempunyai kekasih baru yang ternyata adalah sebuah ipad? Ya. Bahkan chanyeol masih cemburu dengan ipad Baekhyun sehingga sekarang.
"Kyaaa palli kembalikan kepada ku! Dasar TIANG LISTRIK!" kali ini sebuah bantal selamat mendarat tepat di kepala Chanyeol.
"Appo."
"Rasakan!" ucap Baekhyun dengan pandangan mematikannya terhadap Chanyeol.
"Kalian berdua apa lagi sih? Tidak bisakah cuma satu hari dorm di dalam keadaan tenang?"
"Junmyeon hyung~ Chanyeol mengambil ipad ku. Padahal aku hampir menang tadi." Adu Baekhyun sambil mengeluarkan jurus puppy eyes andalannya. Chanyeol yang melihat itu memasang ekspresi seperti mau muntah. Sedangkan Suho hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan mereka berdua.
"Chanyeol kembalikan semula ipad Baekhyun. Aigoo kalian ini seperti anak kecil aja."
"Shireo hyung. Siapa suruh dia mengacuhkan ku hyung."
"Kalian ini seperti sepasang kekasih aja. Aku jadi curiga. Jangan-jangan shipper kalian itu benar lagi. Chanbaek is real. Hahaha.." Ucap Chen yang muncul secara tiba-tiba. Baekhyun merona. Bahkan pipinya kini telah mengeluarkan semburat merah setelah mendengar perkataan Chen barusan. Dia jadi malu dan tersenyum sendiri.
Tapi tidak dengan Chanyeol. Dia malah ketawa dengan tidak henti-henti. Bahkan sekarang dia sudah berguling-guling di lantai dan tertawa idiot. Yang lain memasang wajah kehairanan melihat tingkah Chanyeol. Reaksi yang berlebihan. Itu menurut ChenBaekHo.
"Aigooo… yang benar saja. Aku? Sama Baekhyun? Gak akan. Kami Cuma berteman kok. Tidak lebih dari itu." Chanyeol menyeka air mata effect ketawanya tadi. Malah dia belum berhenti ketawa juga. Air muka Baekhyun terus berubah. Hatinya tertohok setelah mendengar ucapan Chanyeol. Chen dan Suho yang menyedari situasi itu, terus memandang Chanyeol dan Baekhyun bergantian. Ya. Semua member sudah tahu perasaan Baekhyun terhadap Chanyeol. Baekhyun menundukkan wajahnya. Dia tersenyum miris. Hatinya terasa pedih. Ternyata semua kelakuan Chanyeol terhadapnya, hanyalah kelakuan seorang sahabat. Kasihan sekali kau Baekhyun. Ternyata kau hanya bertepuk sebelah tangan.
"Hahaha… Benar. Aku dan Chanyeol hanya sahabat. Apa-apaan kau Jongdae. Lagipula mana mau aku sama si idiot ini." ucap Baekhyun sambil tertawa. Tapi bagi Suho dan Chen tertawa Baekhyun itu amat menyedihkan. Terlalu menyedihkan. Suho mendekat ke arah Baekhyun. Mengusap pundaknya lembut. "Baek?"
"Hahaha hyung. Aku ke kamar dulu ya." Baekhyun langsung masuk ke kamarnya. Suho hanya memandang nanar punggung Baekhyun. 'Ketawamu menyedihkan Baekhyun. Walaupun kau tak menunjukkannya'.
Chen mengalihkan pandangannya ke Chanyeol. Saat ini Chanyeol sedang duduk di sofa sambil memainkan ipad Baekhyun yang sempat jadi rebutan tadi. Chen mengambil tempat duduk di samping Chanyeol dan Suho duduk berhadapan dengannya. Dia memandang Suho sesaat dan menghela nafas sebelum memulakan bicara.
"Yeol…"
"Nae…" Chanyeol masih bermain dengan ipad Baekhyun. Sepertinya ipad itu jauh lebih menarik ketimbang Chen yang berada di sebelahnya.
"Apa benar kau tidak mempunyai perasaan apa-apa dengan Baekhyun?"
"Maksudmu?" Chanyeol menolehkan kepalanya ke samping, meminta penjelasan yang lebih. Sungguh dia tidak mengerti maksud ucapan Chen barusan.
"Maksudnya apa kau tidak mempunyai perasaan yang lebih terhadap Baekhyun? Cinta misalnya?" Kali ini Chanyeol mengalihkan pandangannya ke Suho yang mengangkat bicara. 'Apa-apaan mereka ini? kenapa tiba-tiba mereka membicarakan hal seperti ini?'
"Ah.. soal itu. Kan aku sudah bilang aku dan Baek cuma teman dekat. Soulmate. Kami tidak lebih dari itu.. aish." Chanyeol mengacak rambutnya. Dia tidak mengerti kenapa mereka mempersoalkan hal itu lagi. Sedangkan dia sudah menjelaskan berkali-kali.
"Tapi aku tidak liat kau seperti itu. Kau memperlakukan Baekhyun lebih dari seorang teman. Kau memperhatikannya, memperdulikannya, posesif terhadapnya, sering melihatnya dari jauh, bahkan kau sering melakukan hal-hal yang bodoh dan konyol semata untuk mendapatkan perhatian Baekhyun. Dan kau juga sering tersenyum bila melihat Baekhyun gembira."
" Ya wajarlah hyung. Dia kan teman baikku. Aku juga sering melakukan itu terhadap member lain."
"Ya itu benar. Kau sering melakukan itu terhadap member lainnya. Tapi apa yang kau lakukan terhadap Baekhyun itu lebih dari apa yang kau lakukan untuk member lainnya. Dan kebanyakkannya kau tidak melakukan terhadap kami. Kau hanya melakukannya terhadap Baekhyun seorang. Dan aku juga sebenarnya sering melihat wajah ceriamu berubah menjadi dingin dan menakutkan bila Baekhyun bermesraan sama member."
Chanyeol coba mencerna ucapan Chen barusan. Apa benar dia seperti itu? Dan dia diam-diam mengiyakan apa yang dibilang Chen bahawa ekspresinya akan berubah saat melihat Baekhyun bermesraan sama member lain. Dia sering merasa risih dan sakit hati dan tidak tau mengapa dia merasakan hal itu. Dan dia juga tidak tahu mengapa dia memperlakukan Baekhyun seperti apa yang di bilang oleh Suho dan Chen.
Saat ini Baekhyun tengah terbaring diam di kasurnya. Memikirkan perkara yang baru berlaku tadi. Hatinya tiba-tiba berasa perih saat mengingatkan hal itu. Ternyata selama ini Chanyeol hanya menganggap dirinya sebagai teman. Sedangkan dirinya menganggap Chanyeol lebih dari itu. Baekhyun duduk dari pembaringannya. Dia menyandarkan tubuhnya ke dinding. Dia mengusap mukanya kasar.
"Sial. Ternyata dia menganggapmu hanya teman Baekhyun." Baekhyun tertawa kecil. Tertawa atas ke bodohannya sendiri yang mengharap lebih dari seorang Park Chanyeol.
"kau mencintai orang yang menganggapmu sebagai teman. Bahkan semua perlakuan Chanyeol hanya perlakuan seorang teman. Kau bodoh kerana mengharapkan yang lebih. Baekhyun pabbo." Baekhyun memukul-mukul geram bantal di hadapannya. Dia begitu mencintai Chanyeol sepenuh hatinya. Tapi Chanyeol?
Jika kalian mengharapkan Baekhyun akan menangis akan penolakan Chanyeol terhadapnya, kalian salah besar. Kerna seorang Byun Baekhyun tidak akan mudah menangis akan hal-hal seperti ini. Dia selalu mengingatkan dirinya seorang lelaki tidak bisa cengeng.
Tok.. tok… tok.. Baekhyun tidak mengendahkan ketukan pintu di kamarnya. Dan ketukan itu berlanjutan beberapa kali. Baekhyun yang tengah di dalam moodnya kurang baik bertambah kesal mendengar ketukan pintu yang tidak henti-henti.
"Kyaaa siapa itu? Ganggu aja moodku sedang tidak baik. Jangan ganggu aku!"
"Hyung aku ni Kyungsoo. Aku masuk ya." bersamaan dengan itu, pintu kamar Baekhyun yang memang tidak di kunci terbuka. Baekhyun memerhatikan sosok yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya. Dia membuang nafasnya kasar. Sepertinya Baekhyun mengetahui alasan D.O datang ke kamarnya.
"Apa kau nangis hyung"? bukan jawapan yang diterima, melainkan tatapan mematikan yang di lemparkan Baekhyun ke Kyungsoo.
"Haha baiklah . Sepertinya kau tidak sedang bersahabat sekarang ni hyung. Aigoo… kamarmu berantakkan sekali." D.O sedikit kaget melihat keadaan kamr Baekhyun yang seperti baru dilanda rebut. Bantal-bantal serta patung Rillakumanya bersepah di lantai.
"Mau apa kau ke sini? Mood ku sedang jelek. Dan aku sedang ingin sendiri." ucap Baekhyun ketus. Dia memainkan handphone ditangannya dan mengabaikan D.O yang sedang menatapnya.
D.o mendudukkan dirinya bersebelahan Baekhyun. Dia sempat menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keadaan hyung mungilnya saat ini. 'Ck kau tidak menangis hyung. Keras hati sekali kau'.
"Apa kau baik-baik aja hyung?"
"Menurutmu?"
"Aku sudah mendengarkannya dari Junmyeon hyung."
"Lalu?" D.o memutarkan bola matanya malas mendengar penuturan dingin Baekhyun.
"Mencintai seseorang yang tidak mencintaimu. Terlebih dia hanya menganggapmu hanya sahabat dan selalu memberi perhatian lebih kepadamu, rasanya menyakitkan sekali Kyung." Baekhyun meletakkan handphonenya. Dia memandang lekat D.o yang kini juga sedang memandangnya dan membiarkan Baekhyun mencurahkan kesakitan hati yang sedang dirasakannya.
"Aku terkadang iri denganmu Kyung. Aku iri melihat hubunganmu dengan Jongin, aku juga iri melihat Sehun dengan Luhan hyung. Sungguh Kyung aku menginginkan itu semua. Aku ingin merasakan apa yang kalian rasakan. 4 tahun waktu yang cukup lama untuk aku mencintai Chanyeol dalam diam. Dan aku berharap dalam tempoh itu Chanyeol juga akan mencintaiku dan kami akan jadi seperti kalian. Tapi kenyataannya… Aku lelah Kyung…"
Baekhyun membuang nafasnya kasar. Dan mengacak rambutnya frustasi. Walaupun Baekhyun tidak menunjukkannya, tapi D.o merasakan Baekhyun benar-benar kecewa saat ini.
"Hyung! Kau tidak boleh mengalah. Kau tidak boleh seperti ini. Apa kau mau perjuangan cinta selama 4 tahun ini jadi sia-sia? Apa kau mau Chanyeol hyung jatuh ke tangan orang lain?" Baekhyun memandang wajah D.O. dengan cekatan dia menggeleng-geleng kepalanya. Andwae! Dia tidak mau Chanyeol jadi milik orang lain. Memikirkannya aja dia tidak sanggup. Apalagi kalau hal itu benar-benar terjadi. Mungkin dia akan mati saat itu juga.
"Kalian benar-benar bodoh." Baekhyun memincingkan matanya sedangkan D.o hanya menatap langit-langit kamar Baekhyun.
"Kyaa apa—apaan kau ini. Aku sedang curhat kau malah mengataiku bodoh?" D.o tersenyum kecil memandang wajah Baekhyun yang sedang kesal saat ini.
"Kau tau hyung, aku benar-benar yakin Chanyeol hyung menyukaimu. Hanya saja dia tidak sadar akan perasaannya sendiri. Jadi kau…" D.O menunjukkan jarinya tepat dihadapan Baekhyun membuatkan Baekhyun refleks sedikit kebelakang.
"…-harus membuat Chanyeol hyung sadar akan perasaannya."
"Maksudmu?"
"Kau harus terlebih dulu mengatakan perasaanmu kepada Chanyeol hyung."
"MWO?!"
TBC
Gomawo kkepada yang sudah baca. Mind to Review?
