Judul : Love Hurt
Main Cast : Chanyeol (Namja)
Sehun (Namja)
Baekhyun (Yeoja)
Luhan (Yeoja)
Other Cast : Exo Official couple member and All SM Family
(GS for Uke)
Rate : T
Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan YME, Orang Tua Mereka, Lee Soo Man Ahjussi, SM Entertainment kecuali Chanyeol milik saya :P
Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /
FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^
Mohon maaf jika ada kesamaan cerita, tapi sejujurnya ini murni dari pemikiran saya
"Remember ?"
.
.
Awal tahun ajaran baru di Seoul High School. Luhan, Chanyeol dan Baekhyun memutuskan untuk bersekolah di tempat yang sama. Dan beruntungnya lagi mereka menjadi teman sekelas kembali sama seperti saat Junior High School di SM JHS. Sehun yang kala itu masih duduk di kelas 2 JHS merengggut kesal karena dia akan bersekolah sendirian di SM JHS tersebut. Sehun tak ingin berpisah dari chanyeol, baekhyun dan luhan, karena tanpa mereka Sehun akan menjadi bosan. Sudah kesal karena berpisah dari hyungnya, lalu sahabatnya sekaligus noonanya dan kekasihnya. What sehun sudah mempunyai kekasih? Tentu saja dia sudah mempunyai kekasih, kekasihnya itu adalah Baekhyun ya Byun Baekhyun. Sehun sudah lama menyukai sahabat kakaknya itu sejak dia memasuki SM JHS dan dia dikenalkan oleh Chanyeol saat itu.
.
Mulai dari saat itu Sehun menyukai Baekhyun, sikap baekhyun yang ramah, selalu tersenyum, apa adanya dan manja membuat Sehun menjadi gemas melihatnya. Saat acara perpisahan sekolah Sehun barulah menyatakan cintanya pada Baekhyun dan ternyata Baekhyun juga mempunyai perasaan yang sama padanya, itu membuat Sehun senangnya bukan main. Namun kebahagiann itu tak begitu menyenangkan karena mereka harus merahasiakan hubungan mereka didepan semuanya terutama chanyeol dan luhan karena mereka tak ingin chanyeol dan luhan marah dan merusak persahabatan mereka, jadi mereka menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan semua itu pada Luhan dan Chanyeol.
.
Malam ini Sehun ada janji berkencan dengan baekhyun di sungai han. Mereka ingin melepas rindu yang selama ini terpendam. Sudah setahun ini mereka menjalani backstreet, sebenarnya Sehun sudah ingin membicarakan semua ini pada chanyeol dan luhan namun baekhyun melarangnya karena dia belum siap jika nanti chanyeol dan luhan akan marah. Disinilah mereka sekarang duduk berdua di kursi dekat sungai han. Sehun merangkul pinggang baekhyun dan kepala beakhyun bersandar pada pundak Sehun.
"Sehun-ah aku merindukanmu"
"nado noona, aku juga merindukanmu noona. Aku ingin setiap saat bertemu denganmu. Aku bosan jika harus selalu bersembunyi seperti ini noona, sudah setahun ini kita selalu bersembunyi dari mereka. Aku merasa kita seperti berselingkuh dan bermain di belakang mereka hahaha lucu bukan pemikiranku" Sehun tertawa garing sambil matanya terus memandangi air di sungai tersebut.
"hahaah kau benar hun-ah, tapi mau bagaimana lagi? Aku belum siap jika mereka marah pada kita dan malah memusuhi kita?"
"tapi sampai kapan noona kita akan bersembunyi seperti ini terus? Lebih baik kita memberitahu mereka dari pada terus merahasiakannya dan mereka malah mengetahui sendiri noona"
"bagaimana pendapatmu tentang chanyeol jika dia tahu tentang hubungan kita?"
"hmmm bagaimana ya?" sehun Nampak berfikir
"chanyeol hyung pasti akan merestui kita" lanjutnya
"apa kau yakin chanyeol bisa menerima hubungan kita?"
"ne, aku yakin noona. Aku sudah mengenal chanyeol hyung dan aku yakin itu"
"tapi aku takut sehun"
"tak ada yang perlu kau takutkan noona" Sehun memeluk Baekhyun dan mencium pucuk kepala Baekhyun.
.
Tanpa Baekhyun dan Sehun sadari chanyeol telah berdiri dibelakang mereka dan mendengar semua pembicaraan mereka. Hatinya sakit mendengar pembicaraan baekhyun dan sehun itu, dia pun langsung pergi dari sana dan pergi menemui luhan untuk menceritakan semuanya.
Kenapa chanyeol bisa berada disana dan mendengar semuanya? Ya malam ini chanyeol berniat mencari udara segar, tadinya dia ingin mengajak sehun pergi tapi berhubung tadi kata sehun dia ada janji dengan temannya maka chanyeol memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri dan pilihannya tepat pada sungai han. Mungkin berdiam diri duduk dipinggir sungai dan menikmati udara malam kota seoul membuat fikirannya sedikit tenang, namun ternyata pilihannya salah bukannya fikirannya menjadi tenang malah membuat dirinya jadi kacau sekarang. Ketika chanyeol menuju tempat duduk baekhyun dan sehun yang dia kira kosong ternyata ada yang menempati yaitu Sehun dan Baekhyun. Chanyeol menyadari bahwa orang yang duduk itu sehun, chanyeol mulai menghampiri sehun namun niatnya terhenti ketika dia mendengar pembicaran sehun dan baekhyun.
("nado noona, aku juga merindukanmu noona. Aku ingin setiap saat bertemu denganmu. Aku bosan jika harus selalu bersembunyi seperti ini noona, sudah setahun ini kita selalu bersembunyi dari mereka. Aku merasa kita seperti berselingkuh dan bermain di belakang mereka hahaha lucu bukan pemikiranku")
"Sehun, apa yang dia rahasiakan?"
("hahaah kau benar hun-ah, tapi mau bagaimana lagi? Aku belum siap jika mereka marah pada kita dan malah memusuhi kita?")
"Bukankah itu suara baekhyun?"
("tapi sampai kapan noona kita akan bersembunyi seperti ini terus? Lebih baik kita memberitahu mereka dari pada terus merahasiakannya dan mereka malah mengetahui sendiri noona")
("bagaimana pendapatmu tentang chanyeol jika dia tahu tentang hubungan kita?")
"Jadi mereka selama ini….?"
("hmmm bagaimana ya?chanyeol hyung pasti akan merestui kita")
("apa kau yakin chanyeol bisa menerima hubungan kita?")
("ne, aku yakin noona. Aku sudah mengenal chanyeol hyung dan aku yakin itu")
("tapi aku takut sehun")
("tak ada yang perlu kau takutkan noona" )
"jadi sebenarnya mereka selama ini berhubungan diam-diam? Omona ini terlalu menyakitkan untukku. Kenapa harus sehun baek? Kenapa harus sehun yang kau cintai baek? Kenapa kau mencintai adikku?"
.
.
.
.
.
.
("nado noona, aku juga merindukanmu noona. Aku ingin setiap saat bertemu denganmu. Aku bosan jika harus selalu bersembunyi seperti ini noona, sudah setahun ini kita selalu bersembunyi dari mereka. Aku merasa kita seperti berselingkuh dan bermain di belakang mereka hahaha lucu bukan pemikiranku")
("tapi sampai kapan noona kita akan bersembunyi seperti ini terus? Lebih baik kita memberitahu mereka dari pada terus merahasiakannya dan mereka malah mengetahui sendiri noona")
("bagaimana pendapatmu tentang chanyeol jika dia tahu tentang hubungan kita?")
"hhh kenapa aku selalu memimpikan itu lagi setelah aku melihat luhan noona dan sehun berpelukan? Oh God apa yang sebenarnya terjadi? Siapa wanita yang bersama sehun dalam mimpi itu? Apa yang terjadi sebenarnya. arghhh" Chanyeol terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi wajahnya dan kepalanya yang terasa nyeri. Sudah satu minggu setelah pesta ulang tahunnya itu dia selalu bermimpi yang sama. Mimpi Sehun berbicara dengan seorang wanita dan berpelukan dengan wanita itu.
Teriakan chanyeol terdengar sampai kamar orang tuanya, eomma chanyeol bergegas memasuki kamar chanyeol.
"Astaga chagi kau kenapa?" nyonya park panic melihat chanyeol yang bekeringat dan saat nyonya park memegang dahi chanyeol, dahinya panas sekali. Chanyeol terus memegang kepalanya
"channi kau kenapa sayang? Badanmu panas sekali dan berkeringat banyak"
"sakit eomma"
"apa yang sakit sayang?" nyonya park memeluk chanyeol erat dan menangis
"kepalaku sakit sekali eomma"
"kau sabar ya sayang eomma akan memanggil dokter terlebih dahulu" nyonya park pergi ke kamar sehun dan meminta sehun menjaga chanyeol selagi dia menelepon dokter Cho
.
"Sehun-ah bangun nak" nyonya park mengguncang-guncangkan badan sehun
"ada apa eomma? Eomma kkenapa kau menangis?" sehun panic melihat eommanya menangis
"hyung mu…"
"ada apa dengan chan hyung?"
"hyung mu sakit sehun-ah, kau cepat ke kamarnya dan menenangkan dia. Eomma akan menelepon dokter cho dahulu"
"ne, eomma" Sehun langsung bangun dan berlari ke kamar chanyeol
.
.
"hyung, ada apa denganmu?" sehun langsung duduk di sebelah chanyeol dan memegang pundak chanyeol
"aku tak tahu sehun-ah, mimpi itu selalu datang dan ketika aku terbangun kepalaku sakit"
"memang hyung mimpi apa? Ceritakan padaku?"
"aku bermimpi kau berbicara dengan seseorang tentang sesuatu yang rahasia dan kalian berpelukan. Aku tak tahu setelah aku bermimpi itu rasanya kepalaku sakit sekali"
"sesuatu yang rahasia? Aku berpelukan dengan seseorang? Sudah tidak usah difikirkan hyung itu hanya mimpi"
"aku tak memikirkannya hanya saja setiap malam mimpi itu selalu datang sehun-ah"
"chanyeol sayang dokter cho akan segera datang, ini minum dulu eomma bawakan the hangat untukmu" nyonya park datang dan membawa segelas teh hangat untuk chanyeol
"gomawo eomma"
"bagaimana keadaanmu channi? Apa kepalamu masih saja sakit?"
"masih eomma"
"lebih baik kau istirahat saja hari ini dan tidak usah sekolah dulu"
"tapi eomma hari ini ada ulangan fisika"
"sudah biar nanti sehun yang membawakan surat izin untuk gurumu"
"iya hyung dengarkan apa kata eomma, lebih baik kau istirahat saja, lagi pula wajahmu sangat pucat hyung" sehun menambahkan
"baiklah kalau begitu" chanyeol pun menuruti perkataan eommanya dan sehun
"kalau begitu aku bersiap dulu eomma karena aku akan sekolah"
"ne, eumm sehun-ah kau sarapan disekolah saja ne? eomma hari ini tidak memasak hari ini"
"ne eomma tidak apa-apa" sehun tersenyum dan pamit ke kamarnya untuk bersiap-siap
.
.
Sehun memasuki kamarnya dan merapihkan dirinya setelah setengah jam dia selesai, sehun pun langsung berangkat menuju sekolahnya. Dia menaruh tasnya lalu pergi ke kelas chanyeol untuk menitipkan surat izin pada Suho ketua kelas chanyeol.
"permisi, bisa aku bertemu dengan Suho sunbae?" ucap sehun sopan
"ah bukannya kau adik chanyeol?" tanya jongdae salah satu teman sekelas chanyeol
"ne sunbae , annyeonghaseo perkenalkan namaku sehun"
"ada apa sehun-ah kau menemui suho?"
"begini sunbae aku ingin menitipkan surat izin chanyeol hyung"
"chanyeol tidak masuk? Wae?" Baekhyun tiba-tiba menyambar surat yang dipegang sehun
"yak baekhyun kau main mengambil surat itu saja" jongdae mengomel
"ish berisik sekali kau chen-chen" baekhyun langsung membuka amplop surat tersebut dan membacanya
"ish kau ini sudah kalian berbicara saja berdua,aku pergi" jongdae pergi dari hadapan baekhyun dan sehun
"mworago? Chanyeol sakit?" baekhyun membelakkan matanya
"ne noona eung kalau begitu aku permisi ke kelas. Annyeong" sehun membungkukkan badannya dan berbalik namun baekhyun menahannya
"ada apa noona?"
"sehun-ah, chanyeol sakit apa?"
"aku tak tahu noona, sepertinya dia demam tadi badannya panas dan kata chanyeol hyung kepalanya sakit sekali"
"….." baekhyun diam sambil memegang erat surat chanyeol , karena tak ada respon dari baekhyun akhirnya sehun pamit
"noona aku ke kelas dulu ne, sudah jangan kau pikirkan chanyeol hyung, dia akan segera sembuh kok" sehun tersenyum pada baekhyun lalu pergi
.
.
Sedangkan dirumah dokter cho telah memeriksa keadaan chanyeol dan memberikan obat untuk chanyeol. Sekarang chanyeol sudah tertidur karena efek dari meminum obat tersebut.
"kyuhyun bagaimana keadaan chanyeol?"
"kau tenang saja Luna, keadaan chanyeol baik-baik saja. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu hingga membuatnya tertekan atau jangan-jangan dia memaksakan ingatannya kembali, tapi tenang saja jika chanyeol merasakan kesakitan seperti tadi kau bisa memberinya obat ini agar rasa nyerinya hilang"
"ah begitu, kalau begitu gamsahamnida kyuhyun"
"baiklah, kalau ada yang terjadi pada chanyeol kau bisa menghubungiku lagi"
"ne" dokter cho pun pamit pulang. Sepeninggal doctor cho, nyonya park duduk di samping ranjang chanyeol dan mengelus rambut chanyeol sayang.
"apa kau memaksakan ingatanmu nak? Lebih baik kau tak memaksakannya, tidak apa-apa jika ingatanmu tidak kembali yang penting kau tetap anak kandung eomma dan appa" nyonya park mengecup dahi chanyeol dan menyelimuti chanyeol lalu keluar dari kamar chanyeol.
.
.
.
"eonni, apa kau mau menjenguk chanyeol nanti sepulang sekolah bersamaku?" tanya baekhyun pada luhan saat mereka sedang makan dikantin
"memang chanyeol oppa sakit baek eonni?" tanya Tao
"ne, dia sakit tao-ah tadi sehun datang ke kelas dan member surat izin" jawab baekhyun
"tentu saja baek aku akan ikut menjenguk chanyeol" kata Luhan
"apa kami boleh ikut eonni?" tanya kyungsoo
"tentu saja kyungi kau kan teman chanyeol juga" baekhyun menyahut sambil menyeruput jus strawberrynya.
"kita bilang sehun terlebih dahulu atau tidak eonni?" tao bertanya
"biar aku saja yang bilang nanti pada Sehun" jawab Luhan.
Sebenarnya Luhan enggan untuk bertemu dengan sehun sejak kejadian malam di pesta ulang tahun Chanyeol kemarin tapi mau bagaimana lagi selaku sahabat paling dekat chanyeol dan orang yang paling dewasa diantara baekhyun, kyungsoo dan tao jadi dialah yang harus berbicara pada sehun.
Flashback:
"noona ada yang ingin aku tanyakan padamu" tanya Sehun pada Luhan sambil menatap lekat wajah Luhan disampingnya
"apa itu?"
"apa kau menyukai chanyeol hyung?" ucap Sehun to the point
"apa aku perlu menjawabnya?"
"ne noona"
"jika aku tidak mau menjawab bagaimana?"
"tidak bisa kau harus menjawabnya noona"
"hhh sepertinya kau ingin tahu sekali jawabanku" Luhan mendengus
"….." Sehun hanya terdiam
"apa alasanmu ingin tahu tentang apakah aku menyukai chanyeol atau tidak?" tanya Luhan dingin
"….." sehun terdiam lagi karena ia tak tahu harus menjawab apa
"pasti karena baekhyun kan?" tebak Luhan dan bingo memang alasan Sehun menanyakan itu karena baekhyun ia tak mau baekhyun bersedih. Oh ayolah sehun apa kau tak merasa kasihan pada wanita dihadapanmu ini? Kenapa kau malah menanyakan hal itu pada orang yang mencintaimu?
"hh sudah ku duga pasti kau menanyakan ini karena baekhyun kan? Aku sudah tahu itu. Baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu…." Luhan menghela nafasnya dan melanjutkan kata-katanya
… aku….. ya aku menyukai Chanyeol. Sekarang kau puas dengan jawabanku?"
"tidak kau pasti bohong kan noona?"
"kenapa aku harus berbohong padamu? Untuk apa aku berbohong padamu? Memang jika aku berbohong padamu aku akan dapat apa?" Luhan tersulut emosi kini emosinya sudah memuncak dia tidak bisa memendamnya lagi.
"tidak kau bohong noona"
"terserah apa katamu sehun. Sekali lagi aku katakan padamu aku menyukai Chanyeol" Luhan berbicara dengan tegas lalu berdiri dan akan beranjak dari hadapan sehun karena air matanya sudah tak tahan ingin keluar. Namun tangannya ditarik oleh Sehun hingga membuat Luhan terduduk kembali di samping Sehun dan Sehun memeluknya.
"jika kau ingin menangis, menangislah noona" saat itu juga tangis luhan pun pecah kini air matanya mengalir deras di kedua pipi luhan hingga membuat make-up luhan sedikit luntur. Sehun merasa hatinya sakit melihat Luhan menangis seperti itu.
"hiks"
"mianhae noona" hanya itu yang bisa sehun katakan pada Luhan.
Lama sekali Luhan menangis dipelukan Sehun dan kini Luhan tersadar dia tidak seharusnya terlihat lemah didepan namja ini.
"mian, aku harus pulang" Luhan segera menghapus air matanya dan berdiri sayangnya ketika luhan akan melangkah lagi-lagi sehun menarik pergelangan tangannya.
"aku akan mengantarkan noona pulang"
"ani, tidak usah itu akan merepotkanmu lagi pula aku akan pulang bersama baekhyun" Luhan menarik paksa tangannya dari genggaman sehun dan berhasil dia melepaskan diri dari sehun lalu beranjak keluar mencari Baekhyun.
"Baekhyun-ah eodiso?"
"Luhan apa kau mencari baekhyun?" tanya eomma chanyeol yang kebetulan mendengar Luhan berteriak mencari baekhyun
"ne eomma, apa eomma melihatnya?" tanya Luhan
"aigoo ada apa dengan wajahmu Luhan? Apa kau habis menangis?" eomma chanyeol menakup pipi luhan
"ah aniyo eomma aku hanya lelah"
"ah begitu, oh ya baekhyun sedang berada dikamar chanyeol tadi chanyeol kesakitan jadi dia menjaga chanyeol"
"oh begitu eomma baiklah kalau begitu saya pamit pulang ya eomma, tolong sampaikan pada baekhyun jika saya pulang duluan"
"kau akan pulang sendiri? ah sehun kemari, kau antarkan Luhan pulang" eomma sehun memanggil sehun
"ne eomma"
"ah tidak usah eommanim saya pulang sendiri saja" tolak Luhan halus
"tidak luhanie kau itu wanita tidak baik wanita pulang sendiri malam-malam jika ada orang jahat yang menyakitimu bagaimana? Sudah pokoknya kau pulang bersama sehun, nah sehun sekarang antarkan luhan pulang"
"ne eomma aku akan mengantarkan luhan noona pulang"
"tapi?"
"sudah tidak apa-apa"
"ne eomma" luhan terpaksa menerima permintaan nyonya park.
.
.
Didalam mobil sehun keheningan terjadi diantara mereka. Sehun dan Luhan sama-sama bungkam. Luhan bahkan terus menatap ke luar samping jendela mobil sehun. Sampai sehun berdehem dan mencoba mencairkan suasana.
"ekhmm noona gwenchanayo?" tanya Sehun melirik Luhan lalu focus kembali pada kemudinya
"hmm"
"hhhhhh" Sehun hanya bisa menghela nafasnya
"apa kau marah padaku noona?"
"ani" Luhan berucap dingin
Sehun menghela nafasnya kembali mungkin sekarang bukan saatnya untuk berbicara pada Luhan. Sampai akhirnya Sehun pun juga ikut diam seperti Luhan. Kini akhirnya sampailah pada rumah Luhan dan luhan pun bergegas membuka pintunya.
"gomawo" Luhan enggan menatap sehun karena menatap sehun membuat hatinya menjadi sakit.
"ne" Luhan akan menutup pintu namun sehun bercuap
"mianhae noona" perkataan sehun membuat Luhan terdiam beberapa saat dan tersadar lalu menutup pintu mobil sehun dan berlari masuk kerumahnya. Setelah melihat Luhan masuk ke dalam rumahnya sehun langsung menyalakan mesin mobilnya dan pergi kembali ke rumahnya.
Luhan berlari masuk kerumah dan mengunci pintu rumahnya lalu masuk kedalam kamarnya dan menangis sejadinya di atas kasurnya sambil memeluk boneka rusa kesayangannya itu.
"hiks kau jahat sehun-ah. Kenapa kau tidak pernah mengerti perasaanku sehun-ah? Kenapa kau malah menanyakan perasaanku pada chanyeol sehun-ah? Kenapa sehun kenapa? Kau menyakiti hatiku sehun-ah" Luhan larut dalam tangisnya
Flashback End
.
.
"Sehun-ah" Luhan memanggil Sehun yang sedang membereskan bukunya
"noona" Sehun cepat-cepat memasukkan bukunya kedalam tasnya lalu keluar kelas menemui Luhan
"noona ada apa mencariku?"
"aku hanya ingin mengatakan bahwa hari ini aku,baekhyun, kyungsoo dan tao akan kerumahmu untuk menjenguk chanyeol apa boleh?"
"tentu saja boleh noona"
"baiklah kalau begitu aku dan yang lain pergi dulu ya, sampai bertemu dirumahmu" Luhan tersenyum tipis
.
.
.
.
.
Luhan , baekhyun , Kyungsoo dan Tao sampai dirumah keluarga park untuk menjenguk chanyeol yang sedang sakit.
"annyeonghaseyo eommanim" sapa Luhan dan baekhyun
"Annyeonghaseyo ahjumma" sapa Tao dan kyungsoo
"annyeong wah ada apa kalian kemari? Ah pasti menjenguk chanyeol benar begitu?"
"ne eommanim, apa chanyeol sedang tidur?"
"sebentar ya, kalian duduk dulu didalam eomma akan mengecek keadaan chanyeol sekarang"
"ne"
.
.
Beberapa menit kemudian nyonya park kembali ke ruang tamu
"chanyeol sedang duduk didalam kamarnya dan membaca komik, kalian masuk saja ke dalam kamar chanyeol. Eomma akan membawakan makanan untuk kalian"
"ne gamsahamnida eommanim"
.
Luhan CS pun masuk kedalam kamar chanyeol
"Annyeong chanyeol"
"annyeong oppa"
"loh kalian?" chanyeol kaget sekali ketika luhan, baekhyun, kyungsoo dan tao yang masuk kedalam kamarnya. Chanyeol pun menutup komik yang dibacanya.
"bagaimana keadaanmu chan?" tanya Luhan
"aku sudah membaik noona" chanyeol tersenyum
"apa kau sudah minum obat yeol?" baekhyun bertanya pada chanyeol dan mengkhawatirkan chanyeol
"sudah kok baek, baru saja aku minum obat" chanyeol membalas baekhyun lalu tersenyum
"syukurlah kalau oppa sudah baikkan sekarang" tambah tao
"tumben tao dan kyungi datang kesini?"
"hehehe kami mengkhawatirkan keadaan oppa jadi kami ikut baekhyun eonni dan luhan eonni untuk menjenguk oppa" kata kyungsoo
"hhhehe gomawo sudah mengkhawatirkanku"
"yeol apa besok kau sudah bisa masuk sekolah?" tanya Baekhyun
"mollayo baek, wae? Kau merindukanku?" goda chanyeol
"ah ani" baekhyun mengelak padahal dalam hatinya memang baekhyun merindukan chanyeol
"cie eonni" tao dan kyungsoo cekikikan melihat wajah baekhyun yang memerah
"ahahaha sepertinya kita harus meninggalkan baekhyun dan chanyeol berdua" luhan menambahkan menggoda baekhyun
"hahaha iya luhan eonni benar"
"yak jangan tinggalkan aku disini sendiri"
"kau tak akan sendiri baek, kan ada chanyeol bersamamu"
"eonniii" baekhyun berteriak malu
"ahahaha lihat wajahmu memerah" luhan malah makin menggoda baekhyun
"sudah-sudah kalian malah menggoda baekhyun"
"kau yang pertama menggodanya chan"
"ahahaha mian baekki, tapi jika kau memang benar kau merindukanmu nado baek, aku juga merindukanmu kok sehari tanpa mendengar suaramu rasanya aneh hahhaa"
"tuh dengar baek eonni chanyeol oppa juga merindukanmu cie-cie kalian memang jodoh" kata Tao senang
Baekhyun tersenyum sangat manis sekali mendengar ucapan chanyeol tadi.
"chanyeol juga merindukanku? Omoo apakah ini mimpi?"
.
TBC
Chapter Selanjutnya :
"baekhyun ada yang ingin aku ceritakan padamu"
.
"MWO jadi eonni sudah mengetahuinya ?"
.
"aku mencintai sehun baekhyun-ah , aa aku mencintai sehun sebelum kau dan sehun menjalin hubungan"
.
.
"noona aku ingin mengatakan sesuatu padamu, seharusnya ini akan ku katakan saat ulang tahunku tapi beruhubung kau dan sehun sibuk berbicara jadi aku akan mengatakan sekarang...
noona saranghae, maukah kau menjadi yeojachinguku?"
.
("ani bukan aku yang kau cintai chan")
.
.
"yeoll? eonni?"
.
.
"yak baekhyun tunggu kau salah paham"
.
.
"CHANYEOLLL"
hai hai hai saya kembali membawakan chapter baru di ff yang abal-abal ini.
aku senang sekali dengan respon kalian di chapter sebelumnya... aku jadi semangat nulisnya ^^
jongmal gomawoyo buat semuanya ...
jangan lupa review kembali okey
semoga kalian suka sama chapter ini yah.. mohon maaf jika chapter ini mengecewakan
gamsahamnida
Review jusseyo chingudeul :)
