Happy Reading ^^
Judul : Love Hurt
Main Cast : Chanyeol (Namja)
Sehun (Namja)
Baekhyun (Yeoja)
Luhan (Yeoja)
Other Cast : Exo Official couple member and All SM Family
(GS for Uke)
Rate : T
Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan YME, Orang Tua Mereka, Lee Soo Man Ahjussi, SM Entertainment kecuali Chanyeol milik saya :P
Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /
FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^
Mohon maaf jika ada kesamaan cerita, tapi sejujurnya ini murni dari pemikiran saya
"secret"
.
.
"cie baekki yang sedang berbunga-bunga" Luhan menggoda Baekhyun ketika berjalan berdua sepulang dari rumah chanyeol
"akhh eonni aku malu" baekhyun malu-malu
"bunga-bunga cinta bermekaran" Luhan malah bersenandung (korban iklan)
"ish eonni sudah-sudah jangan menggodaku terus" baekhyun memukul pundak Luhan
"aww appo baekki"
"mian eonni hehhe" baekhyun hanya nyengir
.
"baekhyun ada yang ingin aku ceritakan padamu" setelah mereka terdiam agak lama Luhan membuka suaranya
"apa yang ingin eonni ceritakan padaku?" baekhyun menatap Luhan serius
"aku sebenarnya sudah mengetahui semua tentang kau dan sehun yang sudah menjalin hubungan sebelum kalian mengungkapkannya waktu itu"
"MWO jadi eonni sudah mengetahuinya ?"
"ne, aku sudah mengetahui semuanya baek, rasanya sakit sekali saat aku mengetahui kalian menjalin hubungan"
"…." Baekhyun hanya terdiam mendengarkan luhan yang serius berbicara, ada rasa tak enak saat luhan membicarakannya.
"aku…." Luhan menjeda kalimatnya lalu menghela nafasnya dan melanjutkan pembicaraannya
"aku mencintai sehun baekhyun-ah , aa aku mencintai sehun sebelum kau dan sehun menjalin hubungan" dan saat itu pula baekhyun berhenti berjalan dan membelakakan matanya mendengar Luhan bicara bahwa Luhan mencintai sehun
"mm . mwo? Eonni? Kau pasti bercanda kan?"
"untuk apa aku bercanda baek jika ini menyangkut perasaanku? Sebenarnya sebelum chanyeol hilang ingatan pun dia sudah mengetahui semuanya jika kalian berpacaran dan dia juga tahu tentang perasaanku pada sehun"
"eonni…. Mianhae" baekhyun merasa bersalah, dia merasa sakit karena telah menyakiti hati luhan selama ini
"mianhae untuk apa baek?" luhan tersenyum pada baekhyun
"mian karena aku telah menyakiti hati eonni, mian karena selama ini aku tidak pernah peka terhadap perasaan eonni, pokoknya aku minta maaf eonni" baekhyun menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya.
"uri baekki uljima, jangan menangis. Aku tidak apa-apa kok, sudah jangan menangis aku mengerti kok jika kalian kan memang tidak tahu perasaanku sesungguhnya" Luhan menangkup pipi Baekhyun dan menghapus air mata baekhyun.
"eonni mianhae" Baekhyun berhambur memeluk Luhan
"sudah-sudah aku tak marah padamu kok baekki kau jangan menangis lagi" luhan membalas pelukan baekhyun dan mengelus rambut baekhyun
"gomawo eonni"
.
.
Baekhyun berjalan ke perpustakaan sekolah karena tadi Yang Seongsanim menyuruhnya mengambil buku pelajaran di perpustakaan. Dia membawa setumpukan buku hingga ke dagunya, melihat baekhyun yang kesusahan ketika menuruni tangga chanyeol memperhatikannya. Chanyeol terkikik geli melihat baekhyun yang menggerutu sambil berjalan menuruni tangga tersebut namun tawanya terhenti ketika melihat baekhyun yang limbung dengan cepat chanyeol berlari kearah baekhyun dan menopang tubuh baekhyun hingga mereka terjatuh bersamaan di lantai dengan posisi chanyeol menindih tubuh baekhyun.
"WAW brother jika kalian ingin melakukan 'itu' cari tempat yang sepi jangan di sekolah kau akan mendapat hukuman" ujar Kris ketika melewati Chanyeol dan Baekhyun
"yak hyung kau berisik sekali bukannya membantu kami" protes chanyeol
"hahaha sorry aku mau kekelas aku bisa dimarahi oleh Jung seongsanim jika telat. Bye" kris melenggang pergi meninggalkan chanyeol dan baekhyun.
"eungg yeol bisakah kau cepat berdiri tubuhmu berat sekali" lirih baekhyun
"ah mian baekki" chanyeol cepat-cepat menyingkir dari tubuh baekhyun dan membantu bakehyun berdiri.
"ne tidak apa-apa yeol"
"kenapa kau tidak meminta bantuanku saja untuk membawakan buku – buku ini?" tanya chanyeol membantu baekhyun membereskan buku-buku yang berserakan dilantai
"tidak lagi pula Yang Seongsanim hanya menyuruhku saja lagi pula aku tak enak jika meminta bantuanmu ataupun yang lain"
"tapi kan jika begini lebih baik , coba kalau aku tadi tidak menopang tubuhmu"
"ne gomawo chanyeolie" baekhyun berterima kasih pada chanyeol dan memberikan senyuman manis dan eyes smilenya membuat chanyeol tertegun beberapa saat dan membalas senyuman itu.
"cheonmanayo baekki, ayo kita kembali kekelas pasti yang seongsanim menunggu" chanyeol mengusak rambut baekhyun.
Dijalan menuju kelas baekhyun terus mengembangkan senyumannya dan menunduk untuk menutupi rona merah dipipinya. Chanyeol yang melihat baekhyun tersenyum sendiri merasa aneh.
"baek apa kau sedang bahagia? Dari tadi aku perhatikan kau selalu tersenyum?"
"ah ne"
"wah apa yang membuatmu bahagia? Kau bisa ceritakan padaku? Apa kau diajak berkencan oleh Sehun?"
"ani" ("aku bahagia karena bersamamu")
"aku kira sehun mengajakmu berkencan hingga membuatmu senang"
"ani, untuk apa Sehun mengajakku berkencan"
"kaliankan berpacaran jadi wajar jika sehun mengajakmu berkencan baek, apa kalian sedang bertengkar?"
"ani kami sudah putus yeol"
"MWO? Sejak kapan?" chanyeol terkejut dan melirik ke arah baekhyun
"sudah lama yeol ya kira-kira 3 bulan yang lalu"
"kenapa kalian putus?"
"tidak apa-apa"
"wah sayang sekali padahal aku berharap kau akan menjadi adik iparku"
DEG baekhyun menghentikan langkahnya dan menundukkan wajahnya lesu
"baek ada apa denganmu? Apa kata-kataku menyinggung perasaanmu?" chanyeol mendekati bakehyun dan satu tanggannya memegang pundak baekhyun
"ani sudah ayo kita ke kelas , aku takut Yang seongsanim akan marah" baekhyun melanjutkan jalannya dan tersenyum simpul pada chanyeol. Chanyeol hanya memegang tengkuknya dan mengikuti baekhyun berjalan.
.
.
.
Minggu pagi ini chanyeol sudah bersiap diri untuk mengajak Luhan berjalan-jalan. Karena tadi malam Chanyeol menghubungi Luhan dan mengajak Luhan untuk membeli bubble tea di dekat taman kota tentu saja Luhan akan langsung menerima ajakan chanyeol karena Luhan sangat menyukai bubble tea. Chanyeol menuruni tangga rumahnya dengan penampilan yang sangat kasual. Sehun yang sedang diruang TV sedang menonton TV sambil mengunyah snacknya menanyakan chanyeol akan pergi kemana.
"mau kemana dirimu hyung tumben rapih sekali? Apa kau akan berkencan?"
"hahaha aku akan pergi bersama Luhan noona untuk jalan-jalan sekaligus aku ingin mengatakan sesuatu padanya"
"MWO kau akan berkencan dengan Luhan noona?"
Chanyeol hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Sehun
"yak hyung aku sudah memperingatkanmu jangan pernah dekati Luhan noona apalagi mengajaknya berkencan"
"yak apa-apaan kau melarangku dekat dengan Luhan noona? Luhan noona saja tidak masalah"
"aish hyung ini ngeyel sekali sih, kau tidak boleh mendekati luhan noona sekali tidak tetap tidak"
"terserah kau saja sehuni namdongsaengku tersayang. Aaa kau melarangku karena kau menyukai Luhan noona kan? Ani walaupun kau menyukainya kau harus bertarung denganku secara sehat untuk mendapatkan hati luhan noona"
"yayaya terserah kau saja hyung kau akan menyesal nanti telah mengabaikan apa yang aku katakan"
"sudahlah aku tak ada waktu untuk berdebat denganmu. Aku pergi dulu okey bye sehunie…" chanyeol melenggang pergi dan menghidupkan mesin motornya lalu melaju ke tempat luhan.
"Luhan noona" sapa chanyeol
"ne, ayo kita segera berangkat yeol nanti keburu penuh kedai bubble tea nya"
"okeyy" chanyeol langsung tancap gas dan melaju menuju kedai bubble tea didekat taman kota.
Sesampainya di kedai bubble tea…
"kau ingin rasa apa noona?"
"aku ingin rasa taro chan"
"baiklah kau tunggu saja disini aku akan memesankannya untukmu"
Chanyeol bergegas pergi dan memesan bubble tea tersebut , 5menit kemudian chanyeol kembali dan membawa dua gelas bubble tea dan menaruhnya dimeja mereka
"ini noona"
"gomawo chan" Luhan langsung menyeruput bubble teanya
"eumm mashita sering-sering kau mengajakku kesini chan hahaha"
"tentu noona"
"oh ya chan bagaimana jika kita duduk di bangku taman itu?" kata luhan menunjuk taman
"kajja kita kesana" chanyeol menarik tangan Luhan dan berjalan kaki ke taman tersebut. ternyata saat chanyeol dan Luhan berjalan menuju taman kota baekhyun melihatnya. Diam-diam baekhyun mengikuti chanyeol dan luhan.
Kini chanyeol dan luhan sudah duduk di bangku taman tersebut sambil meminum bubble tea yang dibelinya tadi.
"wah enak sekali duduk disini"
"ne noona"
"eungg noona ada yang ingin katakana sebenarnya padamu" kata chanyeol menatap luhan
"apa itu? Katakan saja" luhan menatap balik chanyeol
"noona aku ingin mengatakan sesuatu padamu, seharusnya ini akan ku katakan saat ulang tahunku tapi beruhubung kau dan sehun sibuk berbicara jadi aku akan mengatakan sekarang... noona saranghae, maukah kau menjadi yeojachinguku?" chanyeol memegang tangan Luhan erat
"….." luhan hanya terdiam syok mendengar chanyeol berucap seperti itu padanya
("ani bukan aku yang kau cintai chan")
"kali ini aku serius noona, mungkin noona akan terkejut ya walaupun waktu itu aku juga pernah mengatakan ini padamu tapi aku mohon padamu noona tolong jawab pertanyaanku apa kau mau menjadi yeojachinguku?" chanyeol berlutut dihadapan luhan tanpa melepas genggaman tangannya pada luhan.
"chan aku memang menyukaimu…
"jadi noona menerimaku? Gomawo noona" chanyeol memotong perkataan luhan dan langsung berhambur memeluk luhan. Bakehyun yang tak tahan langsung menghampiri chanyeol dan luhan yang sedang berpelukan sambil menangis
"yeoll? eonni?" lirih baekhyun
"baekhyun" luhan membelakakan matanya ketika melihat baekhyun berdiri di depannya
"eonni kkau.. hikss" baekhyun menangis dan berlari meninggalkan luhan
"yak baekhyun tunggu kau salah paham" luhan berteriak dan melepaskan pelukan chanyeol
"chan cepat kau kejar baekhyun"
"tapi noona"
"aish sudah aku yang akan mengejar bakehyun" Luhan berlari mengejar baekhyun dan melihat itu chanyeol juga menyusul luhan
"Baek.. Baekhyun kau salah paham aku akan menjelaskannya semua yang kau lihat tidak seperti yang kau fikirkan"
"Luhan noona tunggu aku"
"sudahlah eonni kau tak usah menjelaskan lagi padaku" baekhyun terus berlari sambil menangis dan tidak melihat jalan didepannya ternyata ada sebuah mobil yang sedang melaju kencang
"BAEK BAEKKHYUN" Luhan baerhasil mengejar Baekhyun dan mendorong tubuh Baekhyun hingga terduduk disisi jalan sedangkan nyawa Luhan sedang dalam bahaya dan mobil semakin dekat melihat itu chanyeol berlari dengan kencang lalu mendorong Luhan hingga luhan terjatuh disamping baekhyun dan
Brakkkkk
Mobil tersebut menabrak tubuh chanyeol hingga chanyeol tersungkur berlinangan darah. Kepalanya terbentur trotoar jalan hingga darah terus mengalir di pelipisnya, kaki chanyeol patah tulang ringan sehingga darah juga berlomba-berlomba keluar dari kakinya.
.
"CHANYEOLLL" teriak baekhyun dan luhan bersamaan . mereka pun langsung berdiri dan menghampiri tubuh chanyeol yang bersimbahan darah baekhyun memeluk tubuh chanyeol hingga darah chanyeol menempel pada bajunya
"Chanyeol hikss…. " baekhyun menangis sekencang-kencangnya
"chan.. hikss.. chan bangun chan" luhan juga menangis disamping tubuh chanyeol sambil menggenggap erat tangan chanyeol
"eonni hiks chanyeol eonni"
"baekhyun hiks cepat telpon sehun"
"halo sehun" baekhyun langsung mengeluarkan handphonenya dari saku bajunya lalu mendial nomor sehun
"….."
"sehun cepat kesini chanyeol…"
"…"
"chanyeol chanyeol tertabrak mobil"
"…"
"ne sehun-ah palliwa, cepat kau kesini dan bawa chanyeol kerumah sakit"
"…."
"aku dan luhan noona ada di taman kita paliiwa sehun-ah hiks"
"…"
"ne" bakehyun menutup sambungannya dan menyeka darah chanyeol dengan sapu tangan yang dibawanya
"chanyeol kau harus bertahan ne, sehun akan segera kesini dan membawamu kerumah sakit"
"chan aku percaya kau kuat"
Tak lama kemudian sehun datang
"baek noona, luhan noona. Astaga chanyeol hyung"
"sehun-ah cepat bawa hyungmu kerumah sakit"
"ne" sehun menggendong chanyeol dan membawanya masuk kedalam mobil lalu baekhyun dan luhan mengikuti sehun dan masuk kedalam mobil tersebut. sehun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga mereka sampai ke rumah sakit dengan cepat.
"Ahjussi tolong chanyeol hyung" ucap Sehun pada kyuhyun sambil menggendong tubuh chanyeol
"astaga apa yang terjadi sehun-ah?"
"chanyeol hyung tertabrak mobil ahjussi"
"suster cepat masukkan pasien ini ke ruang UGD" perintah kyuhyun pada seorang suster disana
"baik dok" suster tersebut lalu mengambil ranjang dan menidurkan chanyeol disana lalu memasukkan ke ruang UGD.
"kalian tunggu disini okey" kata kyuhyun
"dokter selamatkan chanyeol" ujar baekhyun menangis dipelukan luhan
"ne saya akan berusaha" doctor cho pun menuju ruang UGD untuk menangani keadaan chanyeol
.
"aku harus telepon eomma dahulu" sehun langsung mengambil handphone dari sakunya dan mendial nomor eommanya.
"eomma kau harus cepat datang ke Seoul international hospital"
"…"
"chanyeol hyung eomma dia kecelakaan cepat eomma kesini"
"…."
"ne eomma aku tunggu"
.
"hiks eonni ini semua karena aku" baekhyun menangis dipelukan luhan
"sudah tenanglah baek ini semua sudah takdir"
"tapi..tapi"
"ssstt lebih baik kita do'akan saja chanyeol tidak kenapa-kenapa" Luhan mengelus punggung Baekhyun dan baekhyun hanya mengangguk.
Selang beberapa jam nyonya park datang
"sehun-ah apa yang sebenarnya terjadi nak? Ada apa dengan hyungmu?" ucap nyonya park panic dan langsung bicara pada sehun
"chan hyung kecelakaan eomma"
"astaga chanyeol ada apa denganmu nak hikss" nyonya park terduduk dan menangis
"eomma tenanglah sekarang kyuhyun ahjussi sedang menangani hyung" sehun tak tega melihat eommanya menangis dan dia pun duduk disamping eommanya dan memeluk erat eommanya
"bagaimana eomma bisa tenang sehun-ah? Hyungmu saja bahkan belum sembuh dari amnesianya sedangkan sekarang dia kecelakaan kembali hiks"
"sudah eomma uljima. Eumm eomma apa appa tahu hyung kecelakaan ?"
"ne katanya besok pagi dia akan mengambil penerbangan menuju korea"
.
.
.
.
Dokter cho akhirnya keluar dari ruang UGD dengan raut wajah yang serius membuat nyonya park dan yang lainnya khawatir akan keadaan chanyeol.
"kyuhyun bagaimana keadaan chanyeol?"
"chanyeol…"
"ada apa dengan chanyeol hyung ahjussi?"
"chanyeol keadaannya sangat kritis dia mengalami kelumpuhan ringan karena kakinya mengalami patah tulang"
"apa chanyeol anakku" nyonya park pingsan dan membuat sehun,baekhyun dan luhan khawatir
"eomma" teriak mereka bertiga. Sehun dengan sigapnya membopong tubuh eommanya
"cepat kalian bawa Luna ke ruang rawat inap" ujar kyuhyun
"ne ahjussi" sehun menggendong tubuh eommanya dan menidurkannya di salah satu kamar inap disana lalu kyuhyun memeriksa keadaan nyonya park
"dia hanya terlalu syok sebentar lagi dia akan segera sadar kalian tenanglah"
"dok lalu bagaimana keadaaan chanyeol?" tanya baekhyun
"chanyeol keadaannya kritis dia baru saja mendapat donor darah mungkin besok pagi dia baru bisa dipindahkan di ruangan inap biasa" jelas dokter cho
"lalu tadi kata dokter chanyeol mengalami kelumpuhan apakah itu bisa disembuhkan?" tanya baekhyun kembali
"bisa tapi akan memakan waktu yang lama mungkin 1 tahun ini dia harus berjalan menggunakan kursi roda atau berjalan menggunakan tongkat penyangga"
"Oh God chanyeol hiks mianhae" baekhyun menangis tersedu-sedu dia merasa bahwa kecelakaan yang chanyeol alami karena kesalahannya andai saja dia mau mendengar penjelasan Luhan terlebih dahulu mungkin semua ini tak akan terjadi.
"boleh aku bertemu chanyeol dokter?" pinta baekhyun
"silahkan tapi hanya boleh satu orang - satu orang saja yang menjenguknya"
"eonni, sehun aku boleh kan menemui chanyeol terlebih dahulu?" baekhyun meminta pada sehun dan luhan. Sehun dan luhan bertukar pandang dan menganggukkan kepalanya
"gomawo" baekhyun bergegas keluar dari ruang kamar eomma chanyeol dan langsung pergi ke ruang UGD tempat dimana chanyeol terbaring.
"chanyeol-ah" baekhyun mulai mendekati ranjang chanyeol, baekhyun meringis melihat bergitu banyak perban ditubuh chanyeol.
"chanyeol-ah manhae hiks" baekhyun meneteskan air matanya hingga air matanya menetes di tangan chanyeol yang sedang digenggam baekhyun
"hiks mianhae chanyeolie sudah dua kali aku membuatmu harus terbaring kembali di rumah sakit. Mianhae karena aku kau selalu terluka, mianhae karena aku bukan orang yang terbaik untukmu. Mianhae hiks jongmal mianhae chanyeolie" baekhyun mencium pucuk tangan chanyeol dan menangis. Karena tak kuat melihat keadaan chanyeol, baekhyun langsung pergi dari ruangan chanyeol.
"baek"
"eonni, mianhae hiks" baekhyun memeluk luhan lagi dan terisak
"baek uljima sudah kukatakan kau jangan terus meminta maaf, ini juga bukan salahmu baek, ini sudah takdir dari Tuhan"
"tapi eonni seandainya aku tak berlari dan mendengar ucapan eonni mungkin chanyeol tak akan seperti ini"
"sudah tenanglah baek chanyeol akan baik-baik saja"
"bagaimana aku bisa tenang eonni? Chanyeol lumpuh selama satu tahun"
"aku tahu baek aku juga sedih sepertimu, seharusnya aku yang harus terbaring disana bukan chanyeol. Dia seperti ini karena menyelamatkan aku baek hiks dia sahabat terbaikku baek dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri jika dia sakit maka aku juga akan sakit baek hiks jadi uljima baek aku mengerti apa yang kau rasakan" Luhan juga ikut terisak dan memeluk baekhyun erat. Sehun yang melihat Baekhyun dan Luhan berpelukan seperti itu dan mendengar semuanya membuat dia terharu hingga meneteskan air matanya.
"terima kasih karena sudah menyayangi chanyeol hyung noona. Sekarang aku tahu perasaanmu tulus pada chanyeol hyung dan sudah saatnya aku memutuskan perasaanku padamu dan membuka hati pada orang lain"
.
.
TBC
.
.
Chapter selanjutnya :
"eomma dimana aku?"
.
.
"eomma, appa kenapa kakiku tidak bisa digerakkan?"
.
.
"annyeong chanyeolie aku akan menemanimu hari ini"
.
.
"kenapa kau akhir-akhir ini selalu mendekatiku? Ada apa denganmu sehun-ah?"
.
"noona bantu aku agar aku bisa mencintaimu"
hei hei hei saya kembali di epep yang makin gaje aja.
semoga tidak mengecewakan ya chapter ini
jongmal-jongmal gomawoyo yang udah review...
kali ini saya mau balas review dari kalian hihihi
.
RaRaPCY : Wuahh gomawo jika suka sama epep ini :*
Oh tunggu aja yah bwt momet chanbaek yang so sweet.
Ini sudah diupdate yahh.. gomawoo ^^
Baekkiechuu : Wah kamu baru baca prolognya chingu?
estyn48 : ini udah diupdate chingu :)
Ririn Ayu : Waw waw waw waw capslock jebol bu? Hahaha sabar yah bwt Hunhannya
Tenang – tenang saya juga gk akan bwt Luhan gampang nerima sehun kok hahaha
Terima kasih reviewnya
Ne, Hwaiting ^^
ChanHunBaek :
baek kenapa yah? Hahaha memang sengaja saya bwt complicated hihihi
ini sudah dilanjut yah… gomawo reviewnya :)
Seravin509 : Ini sudah dilanjut… ini termasuk fast update gak yah? Hihihi
Gomawo reviewnya ^^
TiaraChanyeol : Wah chanyeol kenapa chanyeol? Jawabannya ada dichapter ini hihihi
Ini sudah di update yah… gomawo ^^
Arifahohse : sudah diupdate dan fast update menurut aku hihihi .. gomawo ^^
.
terima kasih untuk reviewnya yah... yang belum review ayo review dongs...
review dari kalian itu penyemangat buat aku lanjutinnya ^^
okey cukup sekian, terima kasih sudah mau membaca :D
jaljayoo~~
review jusseyo ^^
