ABOUT CHANBAEK LOVE
Author: Shin Raewoo
Rate: T
Main Cast: Chanyeol x Baekhyun
Other Cast: Exo member, Kwak Saebyul
Length: Chapter
Genre: Romance, Humor, EXO life
Warning: Yaoi, Typo, B x B, Bahasa berantakan
CHAPTER 4
Saat ini semua member sedang menikmati hidangan makan malam. Tanpa Sehun tentunya. Kerna saat ini Sehun masih di Beijing bersama rusa kesayangannya. Semuanya makan dengan tenang. Tidak seperti kebiasaan yang pasti akan ada gaduh dari duo maknae Kai dan Sehun serta pasangan rusuh Chanbaek.
"Tumben pada diam semuanya." Xiumin mengangkat bicara. Baginya suasana sepi seperti ini adalah hal yang sangat langka sekali.
"Baek? Chanyeol? Gwenchana? Kok kamu berdua pada diam. Gak seperti kebiasaannya. Berantem ya?" Kini giliran Lay pula berbicara. Semua member mmemandang Baekhyun dan Chanyeol. Dan yang di tatap hanya memandang satu sama lain. Sebenarnya alasan mereka diam kerana Baekhyun memikirkan tentang cadangan D.O tadi siang dan Chanyeol memikirkan perkataan Chen dan Suho tentang perlakuannya ke Baekhyun.
"Ahniyo hyung. Kami baik-baik aja kok. Benarkan Baek?" Chanyeol menyenggol Baekhyun yang duduk di sebelahnya.
"Ah iya. Kami gak berantem." Baekhyun memberikan senyuman canggungnya ke member yang menatap mereka.
Baekhyun berdiri di luar balkon dorm. Angin malam itu membuatnya kedinginan. Dia mengusap-usap kedua-dua belah telapak tangannya. Baekhyun kan tidak tahan cuaca dingin.
"Baek…" Baekhyun menoleh kebelakang saat dia mendengar suara bass itu. Automatis saat ini jantungnya berdegup laju. Siapa yang tidak berdebar-debar saat orang yang kamu suka berada di depan mata.
"Oh Chanyeol… Kamu sudah datang." Baekhyun menundukkan kepala untuk menyembunyikan wajah gugupnya. Memang tadi setelah makan Baekhyun meminta Chanyeol menemuinya di balkon kerna ada sesuatu yang ingin di bicarakan berdua.
"Emang ada apa kau mau ketemu ku di sini? Kenapa tidak di dalam aja? Apa ada hal yang serius yang ingin kau bicarakan?." Baekhyun menggerakkan bola matanya ke kiri ke kanan. Dia merasa mulai salah tingkah kerna Chanyeol terus memandang tepat ke arahnya.
"A..Aku.. erm.. sebenarnya.. itu.." Baekhyun merutuk dirinya sendiri. Aigoo kenapa dia bisa jadi gugup sekali sih.
Chanyeol mengangkat sebelah keningnya. Dia merasa aneh. Biasanya Baekhyun akan berbicara dengan lantang dan laju. Tidak seperti saat ini. Baekhyun benar-benar aneh.
"Sebenarnya apa Baek? Aish jinjja. Kau ini." Chanyeol mulai frustasi melihat Baekhyun yang masih berdiam. Sebenarnya Baekhyun kenapa sih?
"Ehem…" Baekhyun membenarkan suaranya. Lumayanlah untuk mengurangkan rasa gugupnya saat ini. Baekhyun memantapkan hatinya. Dia harus yakin. Dia harus berusaha mendapatkan Chanyeol seperti apa yang telah direncanakannya bersama D.O. Baekhyun menatap lekat mata Chanyeol. Dia coba mendapatkan kekuatan untuk meneruskan kalimatnya yang terhenti.
FLASHBACK ON
"Kau tau hyung, aku benar-benar yakin Chanyeol hyung menyukaimu. Hanya saja dia tidak sadar akan perasaannya sendiri. Jadi kau harus membuat Chanyeol hyung sadar akan perasaannya."
"Maksudmu?"
"Kau harus terlebih dulu mengatakan perasaanmu kepada Chanyeol hyung."
"MWO?!" D.O menanggukkan kepalanya mantap. Sedangkan Baekhyun menatap D.O tidak percaya.
"Neo… Michiseo? Aish Jinjja .. MALDO ANDWAE!. Aku tidak mau." Baekhyun menggelengkan kepalanya. Dia fikir D.O sudah gila. Mengaku perasaannya kepada Chanyeol? BIG NO!. Sedangkan D.O hanya memutarkan bola matanya malas apabila mendapat setengah teriak daripada Baekhyun.
"Ayolah hyung jangan keras kepala seperti itu. Aku akan coba membantumu kok. Tenang aja."
"Aish apa aku perlu mengatakannya pada tiang listrik itu?" D.o menganggukkan kepalanya. Member keyakinan pada namja yang dihadapannya itu.
"Jadi apa rencananya Kyung?" D.o membisikkan sesuatu ke telinga Baekhyun dan Baekhyun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ottae?" D.o menaikkan satu keningnya meminta pandangan dari Baekhyun.
"Bagus recananamu kyung." Dan seringaian terukir di wajah kedua-dua vokalis Exo itu.
FLASHBACK OFF
"Naneun neoreul saranghada." Ucap Baekhyun dengan jelas dan penuh peneggasan. Serasa saat itu rohnya terpisah dari tubuhnya. Mata Chanyeol yang bulat bertambah bulat dan mulutnya menganga mendengar penyataan Baekhyun barusan. Dia tidak percaya dengan kata-kata Baekhyun. Ah apa ini mimpi? Baekhyun mengatakan cinta KEPADANYA?!
"Mwo… Mworago?"
"Jeongmal neomu neomu saranghae Chanyeol-ah." Chanyeol membeku di tempat. Sedangkan Baekhyun hanya mampu menghela nafas berat, dia sudah menduga hal ini akan terjadi. Chanyeol akan menolaknya. Baekhyun menundukkan kepalanya. Dia meramas-ramas jarinya yang bergementaran. Melihat Chanyeol yang masih diam, membuat hatinya sedikit sakit. 'Kau harus kuat Baek. Sabar Baek sabar'. Baekhyun coba menenangkan hatinya.
"Aku tau." Gumam Chanyeol. Baekhyun mengangkat kepalanya. Memandang Chanyeol. 'Mwo? Chanyeol tau perasaan ku? Tapi kapan?'
"Aku mendengar pembicaraanmu dengan Kyungsoo waktu di dapur kemarin." Seolah mengetahui persoalan di fikiran Baekhyun, Chanyeol menjelaskan semuanya. Ya dia sudah tau. Dengan tidak sengaja Chanyeol mendengar pembicaraan Baekhyun dan Kyungsoo. Dan dia benar-benar tidak tau harus melakukan apa saat mengetahui Baekhyun, teman baiknya mencintai dirinya.
"Ah… Kau sudah tau ternyata… haha." Baekhyun tertawa kecil. Dia menghadapkan tubuhnya ke hadapan. Menyaksikan pemandangan kota Seoul pada waktu malam. Chanyeol memerhatikan wajah Baekhyun dari tepi. Jelas dia melihat ada raut kekecewaan di situ meskipun raut itu hanya menunjukkan ekspresi datar. Entah mengapa Chanyeol benci melihat itu.
"Jadi bagaimana?" Chanyeol mengernyitkan dahinya sebelum menyadari arti dari pertanyaan itu.
"Mianhae Baek. Aku tidak tau harus melakukan apa saat ini."
"Aku ngerti Yeol. Aku sudah tau. Bahkan aku sudah siap saat kau menolak ku." Nada Baekhyun terdengar dingin. Gengsinya terlalu tinggi untuk bersedih meski dia berasa sakit.
"Baekhyunee…"
"Ya sudah kalau kau sudah menolakku. Aku bisa apa. Lagipula aku sudah menyadari dari awal. Aku memang tidak pantas untuk mengatakan ini. Aku sadar diri Yeol." Chanyeol hanya diam mendengar penuturan namja kecil itu.
"Kenapa diam? Apa kau jijik dengan ku?" Baekhyun bertanya sinis. Chanyeol yang mendengar itu langsung mengelengkan kepalanya.
"Ahni Baek… aku tidak jijik denganmu. Cuma ini terlalu dratis. Aku keliru sama perasaanku. Lagi pula aku masih tidak bisa lepas dari cintaku yang dulu." Sebenarnya entah kenapa, Chanyeol agak senang dengan pernyataan cinta Baekhyun barusan, seolah-olah ribuan kupu-kupu sedang menggelitik perutnya saat ini. Rasanya sangat menyenangkan. Dia tidak tau apakah dia memiliki perasaan yang sama seperti Baekhyun. Memandangkan dia masih tidak bisa melupakan percintaannya yang lalu dengan seorang yeoja. Bukankah seharusnya dia berasa risih? Tapi justru kenapa dia merasa sebaliknya?
Baekhyun tersenyum pahit. Dugaanya benar. Chanyeol itu straight. Dan dia masih mengenang cinta lamanya. "Tapi tidak bisakah aku untuk mencoba membantumu melupakannya?" tanya Baekhyun. Oh jangan lupakan sekarang ini dia sedang bikin aegyo secara tak langsung dihadapan Chanyeol, membuat degupan jantung namja Park itu berdetak beribu kali kencang.
"Aku tau ini agak konyol sih. Tapi tidak bisakah kau beri kesempatan untukku? Erm aku akan mengalah jika aku benar-benar tidak bisa membuatmu mencintaiku." Baekhyun mendongak memandang Chanyeol yang beda 11 cm dengannya. Bahkan fans selalu kagum melihat perbedaan ketinggian mereka. 'Ugh please Baekhyun. Jangan memandangku dengan tatapan seperti itu.'
Chanyeol diam. Dia sibuk dengan pemikirannya setelah mendengar permintaan Baekhyun. Untuk sekian kalinya Baekhyun menghembuskan nafasnya. Dia pasrah. Sang vocal Exo yang mempunyai suara merdu itu membalikkan badannya untuk masuk ke dalam. Dia benar-benar putus asa.
"Ya sudahlah. Kalau kau benar-benar tidak mau. Lupakan hal tadi. Aku tidak akan memaksa."
"Kurae! Aku setuju." Baekhyun menghentikan langkahnya. Dia tersenyum mendengar penerimaan Chanyeol. Ternyata rencananya dengan D.o sudah berhasil. Tidak sia-sia dia berakting sedih di hadapan Chanyeol tadi. Sedikit drama tidak apa-apa sih asalkan dia bisa membuat Chanyeol sadar akan perasaannya sendiri.
Baekhyun membalikkan badannya dan dengan cepat dia mendekati Chanyeol. "Benarkah? Kau setuju?" Dia menatap Chanyeol dengan mata yang berbinar dan saat itu juga jantung Chanyeol bekerja dengan kecepatan luar biasa.
"Ah iya. Aku akan coba memberimu peluang Baek. Agar kau bisa dapat membuatku lupa kepadanya." Baekhyun melompat-lompat seperti anak kecil. Dia terlalu senang mendengar jawaban Chanyeol. Dengan antusias dia langsung memeluk Chanyeol hingga membuat Chanyeol hampir terjungkal kebelakang.
"Gomawo Chanyeollie~ Asal kau tau aku benar-benar mencintaimu." Baekhyun tersenyum hingga memperlihatkan mata bulan sabitnya yang membuat Chanyeol kehilangan seluruh oksigen di tubuhnya melihat senyuman Baekhyun. Dan dia bisa menemukan raut ketulusan dari Baekhyun.
"Nde Baekhyunee." Chanyeol turut tersenyum dan membalas pelukan namja kecilnya.
DI DALAM DORM
Kai mengerutkan dahinya saat melihat sosok namja mungilnya terhendap-hendap ke arah balkon. "Kyungsoo? Ngapain dia terhendap-hendap seperti itu? Ada apa sih di balkon?" Kai menghampiri D.O dia penasaran dengan apa yang di lihat D.O saat ini.
"Kyaaa Jongin. Kau membuat ku kaget tau. Kalau aku jantungan bagaimana?" teriak D.O saat Kai menyentuh pundaknya sambil mengusap-usap jantungnya. Kai hanya menyengir saat D.O melotot ke arahnya. Tapi tidak lama sih, kerna D.O kembali ke aktivitas asalnya.
Kai yang masih penasaran turut mengikuti kelakuan D.O. matanya membulat sempurna saat melihat pemandangan di depannya.
"MWO?! Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung berpelukan di balkon?!... Kyaaa Appo!" sebuah jitakan berhasil mendarat di kepala main dancer Exo itu. Siapa lagi pelakunya kalau bukan D.O yang sebal dengan jeritan Kai tadi.
"Kyaaa chagi… kenapa kau memukuliku?" tanya kai tidak terima. Dia mengusap-usap kepalanya. Sungguh itu sakit.
"Pabbo. Diamlah Kai." Kai memuncungkan bibirnya. Dia rasa dicuekkin D.O kerna namja bermata bulat itu terus melihat aksi Chanbaek yang berpelukkan.
"Akhirnya… Sepertinya kau kan berjaya Byun Baek." Kai memandang D.O dengan pelbagai persoalan di mindanya. Dan senyuman seringai D.O membuat Kai bergidik ngeri melihatnya. Itu senyuman yang menakutkan menurut Kai.
TBC
Read and review?
Annyeong yeorobeun~ thanx ya sudah mau baca. Dan author juga gak tau sama ada kalian ngerti atau nggak sama penulisan author. Hahaha. Oh ya mungkin ntar malam author akan update utk next chap. Nya.
Special Thanx to: yeolbanana (buat kalian yang belum baca Concubine Byun by yeolbanana.. silakan baca ya.. ff nya keren, nc nya juga hot. Kkkkk),
onyong park, eyily, hyo luv chanbaek
