Happy Reading ^^

Judul : Love Hurt

Main Cast : Chanyeol (Namja)

Sehun (Namja)

Baekhyun (Yeoja)

Luhan (Yeoja)

Other Cast : Exo Official couple member and All SM Family

(GS for Uke)

Rate : T

Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan YME, Orang Tua Mereka, Lee Soo Man Ahjussi, SM Entertainment kecuali Chanyeol milik saya :P

Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /

FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^

Mohon maaf jika ada kesamaan cerita, tapi sejujurnya ini murni dari pemikiran saya


"make me love you"

.

.

Sudah tiga hari chanyeol dirawat dan sudah dipindahkan di kamar VIP. Keluarga park sengaja memindahkan chanyeol keruang VIP karena ruang tersebut luas. Keluarga park termasuk orang yang berkecukupan maka dari itu tuan park langsung memindahkan chanyeol ke ruang VIP. Hari ke tiga chanyeol dirawat dia belum sadarkan diri. Nyonya park khawatir sekali dia takut chanyeol akan koma lama seperti dulu tapi tuan park selalu menenangkannya.

"yeobo sudahlah kau jangan bersedih terus chanyeol akan segera sadar" ucap tuan park mengelus pundak istrinya

"bagaimana aku tidak bersedih, anakku sedang sakit dan belum sadarkan diri" nyonya park terus menangis dan memegangi jemari chanyeol. Tak lama kemudian jemari chanyeol bergerak.

"yeobo chanyeol" seru nyonya park gembira

"eomma dimana aku?" chanyeol membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya yang ada hanya eomma dan appanya

"kau ada dirumah sakit chagi"

"memang aku kenapa?"

"kau mengalami kecelakaan chagi"

"eomma, appa kenapa kakiku tidak bisa digerakkan?" chanyeol mencoba menggerakkan kakinya namun nihil karena kakinya tak bisa digerakkan

"hiks" nyonya park menangis

"eomma ada apa denganku? Appa kenapa eomma malah menangis?"

"tenang chanyeol appa akan jelaskan semuanya padamu. Kau .. kau mengalami lumpuh nak, namun lumpuh itu tidak permanen namun satu tahun ini kau tidak akan bisa berjalan normal sayang"

"aap..apa aku lumpuh?" chanyeol menatap kosong pada kedua kakinya dia begitu syok mendengar bahwa dia lumpuh

"kau jangan khawatir sayang, eomma dan appamu akan berusaha agar kau cepat bisa berjalan normal lagi" nyonya park memeluk erat putranya dia tak tega melihat raut wajah chanyeol yang sedih. Tuan park hanya terdiam prihatin kenapa anaknya harus seperti ini.

.

.


Seharian ini chanyeol hanya diam menatap kosong kearah kakinya. Sudah satu jam yang lalu kedua orang tuanya pergi katanya mereka akan pulang dan mengambil baju ganti untuk chanyeol sedangkan sehun belum pulang dari sekolah.

("tenang chanyeol appa akan jelaskan semuanya padamu. Kau .. kau mengalami lumpuh nak, namun lumpuh itu tidak permanen namun satu tahun ini kau tidak akan bisa berjalan normal sayang")

("kau jangan khawatir sayang, eomma dan appamu akan berusaha agar kau cepat bisa berjalan normal lagi")

"apa aku tak bisa berjalan lagi? Jika aku tak bisa berjalan baekhyun mungkin tak akan pernah mencintaiku"

Kenapa chanyeol memikirkan baekhyun? Bukannya sebelum dia kecelakaan dia menyatakan cintanya pada luhan? Ya memory chanyeol sudah kembali semenjak ia kecelakaan. Dia ingat semua kejadian masa lalunya hingga dia mengalami kecelakaan kemarin.

Chanyeol terus melamun sampai tak sadar ada orang yang masuk ke dalam kamarnya.

"annyeong chanyeolie aku akan menemanimu hari ini" ucap orang tersebut

"…" chanyeol tidak menyahut

"chanyeolie" lirih orang tersebut lalu memeluk chanyeol

"chanyeol mianhe hiks" chanyeol tersadar dan memandang orang yang memeluknya

"baek baekhyun" ucap chanyeol lirih membalas pelukan baekhyun

"yeollie mianhae jongmal mianhae hiks"

"mian untuk apa baek, kenapa kau menangis?" chanyeol melepaskan pelukannya dan mengulurkan tanggannya dan mengusap air mata baekhyun.

"mian karena aku kau jadi seperti ini chanyeol"

"naneun gwenchana baek, jadi uljima" chanyeol tersenyum lembut

"sudah jangan menangis kau jelek kalau menangis" ledek chanyeol mencoba menghibur baekhyun

"bagaimana aku tak menangis kau seperti ini karena aku yeol, sudah dua kali aku membuatmu masuk kerumah sakit, aku selalu membuat kau terluka, aku.. aku….mmmpht

CHU~~

Chanyeol mencium bibir baekhyun lembut agar baekhyun berhenti berbicara dan baekhyun terdiam jantungnya serasa akan copot. Chanyeol menghentikan ciumannya dan tersenyum manis pada chanyeol.

"itu lebih baik. Sudahku bilang kau tak usah khawatir aku baik-baik saja baek. Ini semua bukan kesalahanmu, ini semua sudah takdir jadi kau tak perlu merasa bersalah padaku"

"tapi.."

"tak ada tapi-tapian apa kau mau aku cium lagi agar kau berhenti menyalahkan dirimu heum?"

"yak kau" baekhyun mencubit lengan chanyeol

"awww appo baek" chanyeol meringis kesakitan karena cubitan baekhyun tak main-main

"itu salahmu karena berucap seperti itu kau sudah dua kali menciumku kau tahu itu jika kau akan menciumku lagi berarti kau akan menciumku untuk yang ketiga kalinya"

"hahaha kau masih mengingatnya baek?"

"tentu saja itu first kiss ku mana mungkin aku tak mengingatnya.. tunggu kau ?"

"ya aku sudah ingat semuanya baek, hahaha lucu bukan karena kepalaku terbentur trotoar ingatanku kembali lagi"

"ish seharusnya aku kemarin"

"yak kau jahat padaku baek"

"biarkan saja wlee" baekhyun menjulurkan lidahnya

"awas ya kau baekhyun"

"hahahaha" mereka berdua tertawa dengan lepasnya, kedua orang tua chanyeol yang melihat chanyeol dan baekhyun tertawa ikut bahagia karena anaknya bisa ceria kembali.

"kita harus sering-sering membuat baekhyun bermain bersama chanyeol" ucap tuan park

"haha kau benar yeobo, nanti aku akan berbicara pada baekhyun agar dia sering-sering main ke rumah dan menemui chanyeol"

"tapi bukankah baekhyun kekasih sehun? Apa sehun tak akan…"

"aku yakin sehun tak akan cemburu lagi pula sehun pasti akan setujuh. Aku juga akan mengajak luhan nanti supaya mereka berempat bisa bercanda bersama"

"ne aku percayakan semuanya padamu yeobo"

"lebih baik kita masuk sekarang" tuan dan nyonya park masuk ke ruangan chanyeol

"wah anak eomma dan appa sudah ceria kembali" kata nyonya park mendekati baekhyun dan chanyeol. Melihat kedua orang tua chanyeol datang baekhyun berdiri dan membungkuk sopan

"annyeonghaseo eommanim dan abeoji"

"ah annyeong baekhyun. Wah kau menjenguk chanyeol sendirian? Dimana sehun dan luhan?"

"tadi sehun bilang akan pulang terlambat karena ada kegiatan lalu luhan eonni dia bilang tak bisa menjenguk chanyeol karena ada urusan dengan Tao sepupunya"

"oh tao kekasih kris?"

"ne eommanim"

"Yi fan sudah memiliki kekasih?" tanya tuan park tak percaya

"hahha sudah kekasihnya sangat manis sekali, kau tahu gadis yang dia ajak saat pesta ulang tahun chanyeol waktu itu"

"ahh iya aku ingat, wah pintar juga anak itu mencari kekasih hahaha" baekhyun hanya tersenyum mendengar percakapan kedua orang tua chanyeol sedangkan chanyeol malas mendengarnya

"yak eomma appa jika kalian hanya ingin membicarakan kris hyung dan tao kalian bicara saja diluar ishh"

"yak chanyeol-ah kau ini tak boleh bicara seperti itu pada orang tuamu" baekhyun memperingatkan

"ne yang dikatakan baekhyun benar sekali kau ini ada-ada appa tahu pasti kau iri pada Yi Fan kan karena dia sudah memiliki kekasih sedangkan kau belum?" tuan park malah meledek anaknya

"Appa~~"

"hahah kenapa? Ucapan appamu benar jika kau sudah punya kekasih coba kenalkan pada kami" nyonya park malah ikut-ikutan meledek chanyeol

"ish eomma dan appa sama saja" '

Baekhyun terkikik melihat perdebatan anak, bapak dan ibu tersebut.

.

.


"zi tao kenapa kau lama sekali" gerutu luhan pada sepupunya itu

"ish sabar jie aku kan harus berdandan dulu"

"aish kita hanya akan bebelanja"

"walaupun kita hanya berbelanja tapi kita juga harus tampil cantik jie siapa tahu ada cogan disana"

"heyy ingat mau kau kemanakan si angry birdmu itu?"

"astaga aku sampai lupa dengan yifan gege. Yifan ge tetap dihatiku"

"ah sudahlah aku malas berbicara denganmu. Dalam hitungan ke 5 jika kau tidak cepat selesai akan ku tinggal kau"

"yak mana bisa begitu"

"satu…"

"yak jie-jie"

"dua…"

"ishh"

"tiga"

"astaga lulu jie-jie"

"empat"

"yayaya"

"lima.. sudah aku tinggal"

"aish iya-iya aku selesai" Tao membereskan make-upnya dan menggerutu sedangkan luhan tertawa puas

.

"ah jie-jie gara-gara dirimu aku hanya memakai sandal jepit kan" Tao kesal karena takut ditinggal luhan jadi dia tidak sempat mengganti sandal jepit rumahannya dengan sepatu sandal yang bagus.

"itu salahmu sendiri"

"yak kenapa ini salahku? Ini semua kan salah jie-jie"

"ish sudahlah apa salahnya memakai sandal jepit? Masih mending kau memakai sandal jepit dari pada tadi kau keluar rumah nyeker"

"yayaya terserah kau saja jie-jie" Tao berhenti berbicara karena berdebat dengan luhan tak akan ada habisnya.

Akhirnya mereka sampai juga di lotte mart untuk berbelanja.

"jie-jie nanti malam kita mau memasak apa?"

"apa yah? Kau ingin apa memangnya?"

"aku ingin steak jie"

"baiklah kalau begitu kita harus membeli daging sapinya"

"okey" Luhan dan Tao langsung menuju tempat daging untuk mengambil daging yang akan mereka masak.

"sementara kau mengambil daging, aku akan ke tempat sayuran ne"

"ne jie"

Luhan lalu pergi meninggalkan tao dan pergi ke tempat sayuran untuk membeli sayur-sayuran. Saat dia berjalan menuju ke tempat sayuran dia bertemu dengan seseorang.

"hei apa kau Xi Luhan?" sapa orang tersebut

"ne, aku luhan kau siapa? Apa kita saling mengenal? Jika iya maaf karena ingatanku memang tidak begitu tajam"

"hahaha ternyata kau sudah melupakanku tapi tidak apa-apa. Eungg aku adalah teman masa kecilmu saat di china namaku …."

"yak jie-jie kenapa kau malah berbicara dengan orang ini katanya kau mau mengambil sayuran, kajja nanti keburu sore" kata tao yang tiba-tiba datang dan menyeret Luhan

"mian aku harus cepat berbelanja dan pulang karena sepupuku itu sepertinya sudah tak sabar ingin pulang"

"ne, tidak apa. Sampai jumpa Luhan-ssi"

"ne"

.

"kau masih sama Luhan"

.

.


"ish kau tak sopan sekali pada orang tadi"

"apa jie-jie mengenalnya?"

"sebenarnya tidak tapi wajahnya memang familiar bagiku"

"tadi apa yang dia katakana pada jie-jie?"

"katanya dia adalah teman kecilku saat di china"

"kau jangan mudah percaya dengan orang asing jie-jie siapa tahu dia hanya mengaku-ngaku saja lalu kau di hipnotis dan diculik terus dia meminta tebusan bagaimana?" luhan sweetdrop mendengar ocehan tao

"kau ini terlalu drama queen"

"tapi kan benar, coba saja jika aku tadi tidak langsung menyeretmu"

"sudah-sudah ayo cepat kita ke kasir dan pulang"

"ne"

.

.

Hari ini sehun sedang berlatih dance bersama Kai. Namun sehun tak begitu bersemangat pada latihan kali ini. Melihat temannya seperti itu kai langsung mendekati sehun dan bertanya padanya.

"hei ada apa denganmu kenapa kau terlihat sangat tidak bersemangat?" tanya kai merangkul pundak sehun

"ani, aku tidak apa-apa"

"apa kau memikirkan keadaan chan hyung?"

"ya itu salah satunya tapi ada sesuatu hal yang aku pikirkan"

"kau memikirkan apa? Kau bisa cerita padaku sehun-ah"

"aku memikirkan Luhan noona"

"waw apa kau sudah jatuh cinta padanya?" sehun hanya menggelengkan kepalanya

"lalu? Kenapa kau memikirkan dia?"

"aku memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa membalas perasaannya"

"hey bung kau tak perlu memikirkan itu. Kau jangan memaksakan perasaanmu jika kau memang tidak mencintainya kau jangan memaksakannya karena perasaan yang datang karena terpaksa itu akan membuat sakit, kau akan tersakiti dan luhan noona juga akan tersakiti. Jadi biarkan perasaan itu datang dengan sendirinya, perasaan yang datang seiring dengan berjalannya waktu akan lebih indah dari pada perasaan yang datang karena dipaksakan"

"jadi aku harus bagaimana? Aku tak mau melihat luhan noona terus menangis karenaku"

"molla, kau ikuti saja kata hatimu"

"arghh kai aku benar-benar jahat karena telah melukai perasaan Luhan noona"

"yak au memang jahat sehun-ah hahaha" Kai tertawa untuk menghibur sehun

"ish kau ini"

.

.


Keesokan harinya Sehun berangkat sekolah pagi sekali karena dia ingin menjemput luhan untuk berangkat sekolah bersama. Sesampainya dirumah luhan dia berdiri di depan pagar rumah luhan sampai luhan keluar. Betapa terkejutnya luhan saat dia membuka pintu rumahnya, sehun telah berdiri dipagar rumahnya.

"sehun-ah apa yang kau lakukan disini?" luhan menutup pintu rumahnya dan menghampiri sehun

"aku menjemputmu" kata sehun enteng

"tumben sekali tak biasanya kau akan menjemputku" luhan mengunci pagar rumahnya dan berjalan bersama sehun

"aku hanya ingin menemanimu noona, kan biasanya chanyeol hyung yang menjemputmu tapi untuk hari ini dan seterusnya aku yang akan menjemputmu"

"kau aneh sekali. Apa kau sedang sakit?" luhan menempelkan punggung tangannya pada dahi sehun

"kau tidak panas tapi tingkah lakumu aneh"

"ish aku memang tidak sakit noona"

"yayaya terserah kau saja. Oh ya bagaimana keadaan chanyeol?"

"dia baik-baik saja, hari ini dia pulang apa kau mau menemuinya nanti noona?"

"ah mian aku tak bisa, aku ada latihan vocal hari ini bersama baekhyun dan kyungsoo"

"oh begitu baiklah tidak apa-apa"

"sehun apa kau masih menyukai baekhyun?" luhan tiba-tiba bertanya dan pertanyaan luhan itu membuat sehun menghentikan jalannya

"kenapa noona bertanya seperti itu?"

"tidak apa-apa sebagai sahabatmu aku hanya ingin tahu saja" luhan meringis saat mengatakan sahabatmu

"ahh aku masih menyukai baekhyun noona tapi bukan suka terhadap sepasang kekasih tapi suka sebagai seorang sahabat. Lagi pula aku kan tak boleh terus-terusan mempunyai perasaan pada baekhyun noona jika baekhyun noona sudah tak mencintaiku. Jika baekhyun noona bahagia bersama orang yang dicintainya aku juga akan bahagia"

"hmm aku mengerti sehun-ah"

"kajja noona sebaiknya kita cepat nanti terlambat" sehun menggenggam tangan luhan dan menariknya dan luhan hanya bisa pasrah ditarik oleh sehun lalu mengikuti sehun berjalan.

.

.

Tiga hari berlalu sehun selalu datang pagi untuk menjemput luhan dan berangkat bersama, lalu saat pulang sekolah pula sehun selalu menunggu luhan di depan kelasnya untuk pulang bersama. Hari-hari selalu mereka lalui berdua, sehun semakin dekat dengan luhan sementara luhan merasa antara senang dan sakit jika bersama sehun.

"kenapa kau akhir-akhir ini selalu mendekatiku? Ada apa denganmu sehun-ah?" tanya luhan saat mereka sedang pergi berdua membeli bubble tea.

"memang kenapa noona? Tentu saja kita memang seharusnya dekat"

"tapi kau itu aneh sekali sehunie. dulu ya walaupun memang kita dekat tapi kau tak pernah selalu dekat denganku"

Sehun terdiam lalu berucap

"noona bantu aku agar aku bisa mencintaimu" luhan menghentikan aktivitasnya menyeruput buble teanya dan terdiam menatap sehun dengan tatapan dingin

"kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu?"

"noona aku mohon bantu aku agar aku bisa mencintaimu"

"kenapa aku harus membantumu?" luhan memalingkan pandangannya karena tak ingin sehun melihat bahwa matanya berkaca-kaca saat ini

"agar aku bisa membalas perasaanmu noona"

"kkkauu?" satu tetes air mata mengalir di pipi luhan

"aku sudah mengetahui perasaan noona padaku, jadi aku mohon noona bantu aku agar aku mencintaimu dan bisa membalas perasaanmu padaku"

"kau tak perlu hiks melakukan itu sehun-ah jika kau memang hiks tak mencintaiku. Karena jika kau memaksakannya maka aku tak akan mau karena kau membalas perasaanku hanya karena kau kasihan padaku hiks. Aku merasa menyedihkan bukan? Hahaha sejak kapan kau mengetahui perasaanku?" luhan tertawa miris

"aku tahu saat noona mabuk bersama chanyeol hyung saat itu. Aku tak sengaja mendengarkan pembicaraan kalian. Mianhae"

"apa aku begitu menyedihkan sehun? Hiks aku memang menyedihkan"

"noona"

"sudahlah sehun kau tak perlu membalas perasaanku , jika kau memang tak pernah mencintaiku tidak apa-apa aku sudah ikhlas mungkin kau memang bukan jodohku. Aku pulang dahulu okey. Bye sehuni" luhan menyambar tasnya dan pulang. Luhan ingin cepat-cepat sampai ke rumahnya dan menangis sepuasnya disana.

.

.

"noona mianhae"

.

.

Sesampainya dirumah luhan langsung mengurung diri didalam kamarnya dia menangis sejadi-jadinya disana. Untung tao sedang pergi bersama kris jadi dia tak perlu khawatir melihat wajah tao yang khawatir padanya.

"aku memang menyedihkan sekali. Luhan pabboya bagaimana bisa kau begitu menyedihkan seperti ini hiks. Kau sangat menyedihkan luhan sampai-sampai orang yang kau cintai meminta bantuanmu untuk membuat dia mencintaimu Luhan. Hiks…. Kau orang paling menyedihkan di dunia ini luhan… hikss….. appo…. Ini begitu menyakitkan kenapa kau bisa berbicara seperti itu sehun? kau mengatakan hal yang membuat aku begitu terlihat menyedihkan dimatamu"

.

TBC

.

.

Next Chapter :

.

"hei kau tahu akan ada murid pindahan dari china dia dia sangat tampan sekali"

"kau tahu dari mana?"

"tadi aku melihatnya saat sedang diruang guru"

.

.

"Selamat pagi anak-anak hari ini saya akan mengenalkan seseorang pada kalian. Nah kau cepat masuk dan perkenalkan dirimu"

.

"annyeonghaseyo namaku henry lau aku pindahan dari china karena orang tuaku pindah ke korea. Senang bertemu dengan kalian, mohon bantuannya"

.

.

"Kau?"

.

"hai Luhan kita bertemu lagi"


hai hai hai i am back...

yuhuyy akhirnya saya bisa update juga...

gimana fast update kan? hahha kebetulan ide muncul dengan mulusnya daripada idenya nanti hilang jadi aku putuskan untuk cepet update..

yeayyy.. gimana chapter ini membosankankah?

wah terima kasih banget buat yang review kemarin sumpah review kalian bkin aku semangat banget ^^

buat saran-saran dari kalian terima kasih banyak loh,,,,,

wah ada pemain baru nih... gimana-gimana cucok kan? :D

okey cukup sekian...

sampai jumpa di chapter selanjutnya..

bye :D

review jusseyo ^^