ABOUT CHANBAEK LOVE
Author: Shin Raewoo
Rate: T
Main Cast: Chanyeol x Baekhyun
Other Cast: Exo member, Kwak Saebyul
Length: Chapter
Genre: Romance, Humor, EXO life
Warning: Yaoi, Typo, B x B, Bahasa berantakan
CHAPTER 6
MINGGU PERTAMA
Sudah satu minggu sejak Chanyeol dan Baekhyun menjadi sepasang kekasih dan semuanya masih tampak sama. Baekhyun yang mencoba untuk menambat hati Chanyeol dan Chanyeol yang masih keliru dengan perasaannya tapi dia sudah mulai menyadari yang dia mencintai namja cantik itu. Hari ini ke-sembilan member Exo berada di gedung SM. Mereka sedang sibuk menjalani latihan untuk comeback dan konsert mereka yang akan datang. Baekhyun, Chen, D.O, Suho sedang melatih vocal mereka. Kai, Lay, Xiumin melatih dance mereka. Chanyeol dan Sehun dengan rap mereka. Itu semua berjalan hampir 2 jam lebih lamanya. Sebelum mereka memutuskan untuk beristirahat.
"Ah aku lelah sekali." Ucap Baekhyun. Dia menyandarkan tubuhnnya ke dinding dan meminum air. Walaupun hanya berlatih vocal, itu juga sudah cukup untuk menguras tenaganya. Baekhyun memandang Chanyeol yang masih sibuk dengan kertas lirik di tangannya. 'wah ternyata Chanyeol waktu serius tampan juga ya' Baekhyun membatin dan terkekek geli sendirian.
Baekhyun bangun dan jalan mendekati Chanyeol. Dia menyodorkan air minuman. 'Pasti Chanyeol sedang haus juga saat ini'. Chanyeol melihat ke arah Baekhyun sekilas. Dia tersenyum melihat Baekhyun yang juga ikut tersenyum memandangnya. 'Baekhyun manis sekali.'
"Gomawo Baekhyunee."
"Kyaaa hyung. Masa Chanyeol hyung doang. Aku juga haus."
"Ambil saja sendiri sana." Jawab Baekhyun ketus. Sehun mencibir mendengar omongan Baekhyun. Sehun memincingkan matanya memandang Baekhyun dengan lekat.
"Kyaaa kau kenapa melihat ku seperti itu?"
"Ahniyoo hyung. Cuma…" Sehun menggantungkan kalimatnya. Dia bangkit dari duduknya dan mendekati Baekhyun. Baekhyun hanya bergidik ngeri melihat Sehun yang menghampirinya memandang dengan intense. Sehun mendekatkan bibirnya ke telinga Baekhyun dan menyambung kalimatnya tadi.
"Kau hyung yang sangat menyebalkan yang pernah aku jumpa." Sehun meniup telinga Baekhyun dan itu berhasil membuat muka Baekhyun memerah. Bukan Baekhyun malu Cuma dia sedang menahan marah kerna setelah itu Sehun ketawa dengan kuat kerna dia telah berhasil mengerjai hyungnya itu.
Chanyeol mengepal tangannya. Rahangnya mengeras dan dapat di pastikan aura hitam sedang menguar ditubuhnya. Dia benar-benar emosi melihat adegan Baekhun tadi. Memang dia tidak mendengar apa yang dibisikkan Sehun, tapi melihatkan wajah Baekhyun yang memerah, itu membuatnya berfikir yang enggak-enggak. Ayolah Park Chanyeol, apa kau cemburu melihat itu?
"Aish dasar maknae sialan." Baekhyun menggosok-gosok telinganya. Dia mengalihkan pandangannya ke Chanyeol yang berada di hadapannya. Dia mengeryitkan dahinya. Kenapa wajah Chanyeol di tekuk begitu?
"Chanyeol wae? Gwenchanayo?"
" Ahni."
"Bohong. Chanyeol kau kenapa? Tadi kau tidak seperti ini." 'Memang! itu sebelum sehun mendekatimu tadi.' Baekhyun menguncang pelan tangan Chanyeol. Dia tidak berpuas hati dengan jawapan Chanyeol. Lagipula wajah Chanyeol berubah menyeramkan.
"AKU BILANG TIDAK ADA APA-APA!" Baekhyun terkejut dengan Chanyeol yang tiba-tiba membentaknya dan membanting botol air yang diberinya tadi. Member yang sedang beristirahat pun sama terkejutnya mendengar suara bentakkan Chanyeol. mereka serempak memandang Baekhyun dan Chanyeol termasuk Sehun yang sudah mengobrol bersama Kai.
Baekhyun mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia tidak menyangka Chanyeol yang selama ini tidak pernah membentaknya akan membentaknya seperti itu. Gara-gara dia menanyakan perubahan di wajah Chanyeol. Ia mereka memang sering bertengkar dan beradu mulut. Tapi Chanyeol yang membentak menggunakan suara bassnya itu baru pertama kali dalam pertemenan mereka yang hampir 5 tahun ini. Tambahan pula mereka sekarang telah menjadi sepasang kekasih meskipun sampai sekarang Baekhyun tidak mengetahui isi hati sebenar Chanyeol terhadap dirinya.
"Kyaa Chanyeol. tidak usah membentakku seperti itu. Aku kan Cuma bertanya!" Baekhyun membentak Chanyeol semula. Nafas Baekhyun memburu. Dapat dilihat kilatan marah dari mata Chanyeol yang sedang merenung tajam ke arahnya.
"Aishh.." Chanyeol mengacak-acak rambutnya frustasi sebelum keluar meninggalkan ruang latihan itu dan Baekhyun masih memandang Chanyeol yang berjalan pergi keluar dari ruang latihan.
"Park Chanyeol sialan!" Baekhyun setengah berteriak. Dia terpancing emosi melihat Chanyeol tiba-tiba membentaknya tadi.
"Baekhyun hyung memang apa yang Sehun barusan lakukan kepadamu tadi?" Kyungsoo mendekati Baekhyun yang masih berdiri ingin mengetahui hal sebenar.
"Ahniyo. Anak itu cuma menjaili ku."
"Lalu, kenapa Chanyeol hyung bisa marah seperti itu?"
"Mana ku tau. Dia tiba-tiba saja membentakku seperti itu. Apa jangan-jangan…" Baekhyun menjeda kalimatnya dan memandang tepat ke wajah D.o.
"….Chanyeol hyung cemburu melihat kau dan Sehun tadi." Dan mereka berdua saling menatap tak percaya.
C
x
B
Chanyeol membasuh kasar mukanya dengan air di wastafel beberapa kali. Selepas keluar dari ruang latihan, dia terus ke toilet yang berdekatan di gedung. Dia memandang pantulan wajahnya di cermin dan mengeratkan pegangannya di wastafel.
"Chanyeol pabo. Aish kenapa kau membentak Baekhyun tadi? Kenapa kau harus marah melihat sehun melakukan itu?" Chanyeol memarahi dirinya. Dia menyesal dengan kertelanjurannya membentak Baekhyun tadi. Dia tidak berniat untuk memperlakukan Baekhyun seperti itu. Dia benar tidak dapat mengawal emosinya tadi. Entah dengan alasan apa dia mendadak panas melihat Sehun yang berbisik di telinga Baekhyun dengan jarak yang dekat.
"Kenapa dengan ku? Apa aku cemburu?" Chanyeol bertanya dengan suara yang lirih entah pada siapa.
C
x
B
Saat ini kesemua member Exo menikmati makan malam dengan keheningan. Tiada suara gaduh atau berisik seperti selalunya. Hanya sesekali terdengar dentingan sendok yang berlaga dengan piring. Sejak kejadian siang tadi, tiada seorang pun member yang menyentuh hal tersebut. Mereka menyerahkan hal itu untuk Baekhyun dan Chanyeol menyelesaikan sendiri masalah mereka.
Baekhyun mengaduk-adukan makanan di piringnya tanpa berniat untuk memasukkan di dalam mulut. Dia kehilangan nafsu makannya. Tidak seperti selalu yang selalu bersemangat waktu makan. Semua member tau kok yang Baekhyun itu suka makan. Benar-benar bukan seperti Baekhyun saat ini.
"Baekhyun kok makanannya tidak di makan? Apa masakannya kurang enak?" Xiumin sebagai yang tertua menegur Baekhyun dan memecahkan keheningan yang menyelimuti mereka hampir 20 minit. Chanyeol yang berada di hadapan Baekhyun turut memandang 'kekasihnya' itu. Dia benar rasa bersalah sekarang.
"Ahniyo hyung. Masakannya enak kok. Cuma aku sedang tidak nafsu makan." Baekhyun tersenyum pahit menganggapi pertanyaan hyungnya itu. Sedangkan Chanyeol masih memandang Baekhyun tanpa mengalihkan perhatiannya.
"Tapi Baek… kamu tidak makan dari siang tadi."
"Jangan khawatir hyung. Aku baik-baik saja. Mungkin hanya lelah. Aku sudah ya semua." Baekhyun bangun dari meja makan dan membawa piringnya untuk di cuci. Xiumin hanya menghela nafasnya. 'Pasti kerna hal itu' katanya dalam hati. Chanyeol masih memandang punggung sempit namja itu yang kini telah masuk kedalam kamar sebelum suara Suho menginturapsi kegiatannya.
"Kau harus membicarakan masalah ini baik-baik Chanyeol. sebentar lagi kita akan comeback dan konsert kita akan segera mulai Chanyeol dan aku tak mahu hal ini terus berlanjutan. Tambahan lagi kalian sepasang kekasih sekarang."
"MWO?! Chanyeol hyung dan Baekhyun pacaran?" Sehun hampir tersedak minumannya sendiri mendengar omongan Suho yang di hadiahi tatapan memelas dari semua member. Hampir terlupa namja yang memiliki marga Oh itu tidak mengetahui Chanyeol dan Baekhyun Berpacaran seminggu yang lalu. Kerna sepulangnya dari China, tidak ada seorang member pun yang memberitahunya akan hal itu.
"Nde hyung. Aku mengerti." Ucap Chanyeol yang mengabaikan pertanyaan dari Sehun barusan. Ya. Dia harus menyelesaikan masalah ini secepatnya. Melihat Baekhyun yang selalu ceria berubah menjadi dingin begitu membuat hatinya sedikit sesak.
C
X
B
Tok… tok… tok…
"Nuguya?" Baekhyun sedang berbaring memainkan ponselnya di kamar sebelum ketukan pintu menganggu aktivitasnya.
"Aku Baek… bisa aku masuk?" tanpa mengenalkan nama pun, Baekhyun sudah tau siapa pemilik suara besar itu. Dengan perlahan Baekhyun berjalan mendekati pintu, memutar knopnya.
"Masuklah." Ucap Baekhyun dingin. Baekhyun memutarkan tubuhnya dan menduduki pinggir ranjang diikuti namja tinggi yang tampan itu. Dia juga mengambil tempat duduk di sebelah Baekhyun. Suasana canggung menyelimuti mereka berdua. Baekhyun memandang kembali memainkan handphonennya dan Chanyeol sibuk memandang langit-langit kamar Baekhyun.
"Baek… aku sebenarnya… ah mianhaeyo Baekhyunee." Chanyeol berujar lirih setelah hampir lima menit masing-masing berdiam diri.
Baekhyun refleks memandang Chanyeol yang juga ternyata Chanyeol kini juga sedang memandangnya. "Mianhae Baekhyunee kerna telah membentak mu pagi tadi. Jeongmal mianhae." Chanyeol hanya memandang nanar wajah Baekhyun. Dia benar-benar menyesal kerna telah membentak namja mungil yang memiliki paras cantik itu. Baekhyun tersenyum tulus. Dia meraih tangan besar Chanyeol, menggengamnya untuk memberi sedikit ketenangan.
"Gwenchana Chan… meski aku tidak tahu alasan kau membentak ku, tapi aku sudah memaafkan mu kok." Baekhyun tertawa kecil. Tapi tetap bisa di lihat mata bulan sabitnya ketika dia tertawa dan itu sukses membuat Chanyeol terpana akan kecantikkan namja manis itu.
Tanpa disadari, Chanyeol mengangkat sebelah tangannya menangkup sebelah pipi kiri Baekhyun. Mengusap-usapnya lembut menggunakan ibu jarinya dan itu membuat Baekhyun menutup matanya meraskan sentuhan hangat dari tangan besar Chanyeol.
Chanyeol mempertipiskan jarak mereka. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun. Dan matanya menatap lekat bibir tipis milik Baekhyun. Bibir merah itu membuat Chanyeol ingin merasakannya lagi. Dan dalam hitungan detik, Chanyeol telah menyatukan bibir tebalnya dengan bibir Baekhyun. Baekhyun refleks membuka matanya untuk memastikan benda kenyal yang menempel di bibirnya. Mata sipitnya membulat sempurna, kerna Chanyeol telah menciumnya saat ini.
Chanyeol melumat pelan bibir bawah Baekhyun. Dia sedikit memiringkan kepalanya untuk mencari posisi yang nyaman. Hanya lumatan kecil tanpa nafsu yang membuatkan Baekhyun terbuai dan memejamkan matanya kembali. Dia juga mulai membalas ciuman Chanyeol dengan lembut dan perlahan.
Chanyeol yang telah menyadari Baekhyun mebalas ciumannya, memegang tengkuk Baekhyun untuk memperdalamkan ciumannya. Sebelah tangannya mengenggang erat jari tangan Baekhyun memperkuatkan tautan jari mereka. Dan Chanyeol menyudahi sepihak ciuman mereka tanpa memperjarakkan jarak mereka. Sehingga Baekhyun maupun Chanyeol bisa merasakan deru nafas masing-masing.
Chanyeol menatap lekat wajah Baekhyun. Dia telah berhasil membuat namja kecil bersurai hitam itu memerah sempurna. Bahkan Baekhyun saat ini menundukkan wajahnya dia benar-benar malu untuk melihat Chanyeol sekarang tanpa diketahui namja tinggi berambut merah itu sedang tersenyum melihat reaksinya.
Chanyeol mengangkat dagu Baekhyun guna untuk menatapnya. Dia mengelap sekilas sudut bibir Baekhyun menggunakan ibu jarinya dan sukses membuat muka Baekhyun tambah merah.
"Chanyeol tadi itu…."
"Aku cemburu melihat Sehun berbisik di telingamu tadi." Suara berat Chanyeol memotong kalimat Baekhyun yang berhasil membuat Baekhyun kaget. 'Mwo? Chanyeol cemburu? Apa kerna itu dia membentakku? Ah ternyata benar perkiraanku dengan Kyungsoo tadi… haha'
" Jadi ciuman itu?" tanya Baekhyun gelagapan. Chanyeol yang memandangnya intense serta ciuman mereka tadi membuat Baekhyun benar-benar gugup.
Chanyeol tertawa kecil. Dia mendekatkan bibirnya di telinga Baekhyun dan berbisik dengan suara beratnya. " Aku benar-benar yakin sekarang. Aku mencintaimu… Byun Baekhyun. Sangat mencintaimu. Saranghae."
TBC
Yang sudah baca thanx ya. Mind to review?
