Happy Reading ^^

Judul : Love Hurt

Main Cast : Chanyeol (Namja)

Sehun (Namja)

Baekhyun (Yeoja)

Luhan (Yeoja)

Other Cast : Exo Official couple member and All SM Family

(GS for Uke)

Rate : T

Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan YME, Orang Tua Mereka, Lee Soo Man Ahjussi, SM Entertainment kecuali Chanyeol milik saya :P

Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /

FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^

Mohon maaf jika ada kesamaan cerita, tapi sejujurnya ini murni dari pemikiran saya


"Strategi?"

.

.

Hari ini chanyeol sudah diperbolehkan unuk bersekolah namun dia bersekolah menggunakan kursi roda karena kakinya tidak bisa digerakan. Dengan sabarnya baekhyun selalu menemani chanyeol dimanapun chanyeol berada. Mereka jadi semakin dekat tentunya chanyeol sangat senang dengan kedekatan mereka, sekarang tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi karena chanyeol sudah tahu jika baekhyun dan sehun sudah putus jadi chanyeol bisa mengambil hati baekhyun.

"yeol, sepulang sekolah kau mau jalan-jalan kemana?" tanya baekhyun

"eumm aku tak tahu baek, lagi pula percuma aku keluar jika aku tetap terus terduduk di kursi roda seperti ini"

"tapi tak ada salahnya kau menikmati dunia luar, kau bisa menghirup udara segar diluar dari pada kau terus menerus terkurung di dalam rumah itu akan membosankan"

"aku mau jalan-jalan asal kau yang menemani bagaimana?"

"aduh chanyeol tentu saja aku akan menemanimu untuk apa aku bertanya tadi" baekhyun cemberut

"hehehe mian aku tidak connect baek, kau jangan mengempoutkan bibirmu itu apa kau mau aku cium?"

Pletak (kepala chanyeol di pukul oleh baekhyun)

"sepertinya otakmu geser saat terbentur trotoar waktu itu"

"yak appo baek, kau jahat sekali padaku" chanyeol mengerucutkan bibirnya

"biarkan saja habis otakmu jadi mesum sekarang"

"ish aku tak mesum baek"

"sudah-sudah aku malas berdebat denganmu"

"baek bagaimana perasaanmu pada sehun?" chanyeol tiba-tiba menanyakan hal itu pada baekhyun membuat baekhyun menatap chanyeol intens

"apa aku harus menjawabnya?"

"tentu saja tapi jika kau tak mau menjawabnya tidak apa-apa" chanyeol tiba-tiba merasa takut jika ternyata baekhyun masih menyukai sehun

"aku akan menjawabnya, aku…"

"sudah tidak usah dilanjutkan baek" chanyeol memutuskan perkataan baekhyun karena dia tak mau mendengar jika baekhyun bilang masih mencintai sehun

"tidak kau harus tahu chan aku sudah tidak memiliki perasaan pada sehun. memang aku masih menyayanginya tapi itu hanya sebagai seorang sahabat tidak lebih karena hatiku sudah memilih yang lain"

"kau menyukai seseorang?" chanyeol berkata lirih

"ne"

"siapa orang itu?"

"kau akan tahu nanti yeol" baekhyun tersenyum pada chanyeol namun chanyeol hanya tersenyum tipis pada baekhyun

"okey akan aku tunggu siapa orang yang berani merebut hatimu"

.

.

.


Semua siswi di Seoul High School sedang bergosip kali ini. Gossip kali ini muncul karena ada murid baru yang datang dari negeri tirai bamboo china yang katanya sangat tampan hingga membuat siswi di Seoul high school gempar namun tidak dengan para siswa disana yang hanya memutar bola matanya malas karena mendengar ocehan siswi-siswi tersebut.

"hei kau tahu akan ada murid pindahan dari china dia dia sangat tampan sekali" kata seorang siswi pada teman-temannya saat di kelas

"kau tahu dari mana?" tanya temannya

"tadi aku melihatnya saat sedang diruang guru"

"apa kau melihat wajahnya tadi?"

"tentu saja oh my god aku hampir pingsan tadi saat melihatnnya"

"ah kau sangat lebay sekali"

"yak krystal-ssi bisakah kau diam kau sangat berisik" tegur suho sang ketua kelas

"bilang saja kau sirik" krystal siswi yang membuat gossip tadi melawan

"untuk apa aku sirik, aku bahkan lebih tampan jika dibandingkan dengan murid itu nanti"

"sudahlah junmyeon-ah kau tak usah mendengarkan dia" kata lay melerai pertengkaran itu

"ne apa yang dikatakan lay benar jika kau tak ingin mendengarkan maka tak usah didengarkan" krystal menyetujui omongan lay

"bagaimana aku bisa tidak mendengarnya sedangkan aku memiliki telinga aish jinja" suho mengerang frustasi. Belum sempat mereka melanjutkan perdebatan mereka, Jung seongsanim masuk dengan membawa seseorang.

"wah siapa dia? Tampan sekali" bisik seorang siswi yang bernama Sulli

"benarkan apa yang kataku tadi" krystal tersenyum bangga

"Selamat pagi anak-anak hari ini saya akan mengenalkan seseorang pada kalian. Nah kau cepat masuk dan perkenalkan dirimu" kata jung seongsanim lalu murid baru itu masuk dan memperkenalkan diri.

"annyeonghaseyo namaku henry lau aku pindahan dari china karena orang tuaku pindah ke korea. Senang bertemu dengan kalian, mohon bantuannya" henry murid baru itu membungkukkan badannya

"nah henry-ssi sekarang kau bisa duduk dibangku belakang luhan, nah luhan angkat tanganmu" luhan mengangkat tangannya dan henry pun membungkuk sopan pada jung soeongsanim lalu menuju bangkunya

"Kau?" luhan menunjuk henry saat henry berpapasan dengannya

"hai Luhan kita bertemu lagi" henry tersenyum pada luhan sehingga membuat semua siswi disana iri. Henry pun duduk dibangkunya.

"nah anak-anak sekarang kalian buka buku halaman 102" jung seongsanim menjelaskan pelajarannya

.

.

Tett—tett-tettt bel istirahat berbunyi..

"eonni apa kau ingin ikut aku dan chanyeol makan bersama dikantin?" tanya baekhyun

"kau duluan saja baek nanti aku akan menyusul"

"baiklah aku duluan ne" baekhyun pergi bersama chanyeol menuju kantin sedangkan luhan sedang asyik menulis catatan dari jung seongsanim tadi yang belum selesai

"hei kau tidak ke kantin?" tanya henry pada luhan lalu duduk dibangku depan tempat duduk luhan

"nanti aku masih belum selesai kau duluan saja" kata luhan

"apa kau masih tidak mengingatku?"

"kau orang yang bertemu denganku waktu di lotte mart kan?"

"ne, tapi bukan itu maksudku apa kau mengingat jika aku teman kecilmu?"

"mian aku masih tidak mengingatnya" luhan menunduk

"tidak apa-apa jika kau tidak mengingatnya, aku henry teman kecilmu saat kau masih di china. Kita adalah tetangga, saat kecil kita selalu bermain dan bersekolah bersama namun semua itu tidak lagi terjadi kerena kau pindah sekolah saat kita akan masuk ke junior high school. kau dan keluargamu pindah ke korea, saat itu aku merasa sedih sekali karena tak ada kau disana, aku selalu meminta orang tuaku untuk pindah juga ke korea menyusul dirimu namun aku tidak diizinkan oleh orang tuaku tapi saat aku senior high school aku merengek pada orang tuaku dan akhirnya aku bisa pindah ke korea sekarang. Jadi aku tidak akan kesepian lagi karena ada kau sekarang" ucap henry sambil tersenyum manis

"wah aku tak menyangka kau akan menyusulku kesini, sebenarnya setahun setelah aku pindah kesini kedua orang tuaku pindah kembali ke china namun aku tidak mau karena aku betah berada disini jadi aku tinggal sendiri disini sampai sekarang"

"kau tinggal disini sendiri?"

"ne, tapi sekarang sudah tidak karena sepupuku tao dia tinggal dirumahku sekarang"

"oh begitu, baguslah jadi kau tidak merasa sendiri lagi dirumah" kata henry dan hanya dibalas senyuman dari luhan

"oh ya apa kau masih ingat dengan orang tuaku junsu lau dan Victoria song?"

"ah junsu ahjussi dan Victoria ahjumma? ya aku mengingatnya akh kau rylau benar itu?" kata luhan senang dengan mata berbinar

"ne, aku rylau lulu akhirnya kau mengingatku juga"

"hehehe mianhae rylau habis kau mengenalkan nama aslimu jadi aku tidak begitu ingat" luhan hanya nyengir kuda

"tidak apa luhan aku mengerti" luhan mengusak rambut luhan dan luhan hanya tersenyum. Dia tak menyangka akan bertemu dengan teman masa kecilnya itu. Sedangkan di depan kelas sehun mengepalkan tangannya melihat kedekatan Luhan dengan seorang namja, dia pun bergegas pergi dan menemui chanyeol baekhyun di kantin.

.

"Hyung, noona siapa namja yang ada dikelas kalian itu?" tanya sehun yang langsung duduk disebelah chanyeol dan menyeruput jus milik chanyeol

"yak kau dongsaeng kurang ajar" chanyeol memukul lengan sehun

"appo hyung"

"salahmu sendiri" baekhyun hanya terkikik geli melihat tingkah kakak beradik tersebut.

"namja siapa yang kau maksud sehun-ah? Banyak sekali namja di kelas kami" kata baekhyun

"molla aku tak tahu tapi tadi dia dekat sekali dengan Luhan noona"

"tadi terakhir saat kita meninggalkan kelas hanya ada henry di kelas bersama luhan noona, mungkin yang kau maksud henry? Tapi mana mungkin dia dekat dengan luhan noona" ucap chanyeol

"Henry murid baru itu? Masa sih dia dekat dengan eonni? Tapi memang sewaktu henry akan duduk dibangkunya, Luhan eonni sempat menunjuknya dan henry menyapanya" baekhyun menambahkan

"memang ada apa sehunie?" tanya chanyeol pada sehun

"ani tidak ada apa-apa kok"

"aahha aku tahu apa kau cemburu?" kini baekhyun menggoda mantan kekasihnya itu

"ani aku tidak cemburu" sehun menyangkalnya dan bangkit berdiri akan pergi, karena lama-lama disini dia pasti akan digoda habis-habisan oleh chanyeol dan baekhyun.

"aku pergi saja dari sini"

"hahaha sehuni cemburu" baekhyun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah sehun yang menurutnya sangat lucu dengan wajah yang memerah entah malu atau marah.

"apa kau yakin sehun cemburu pada lulu noona?" chanyeol bertanya serius pada baekhyun

"molla tapi itu semua bisa terjadi" jawab baekhyun enteng dan menyeruput susu strawberrynya.

"wah aku senang jika memang sehun cemburu berarti dia mulai menyukai luhan noona" chanyeol tersenyum memikirkannya dan hanya dibalas senyuman oleh baekhyun

"nado"

.

.


Minggu ini chanyeol dan baekhyun janjian akan pergi jalan-jalan menikmati indahnya kota seoul. Baekhyun dengan setianya mendorong kursi roda chanyeol melewati jalanan kota seoul.

"Baek apa kau pegal terus mendorongku?"

"ani, aku senang bisa membantumu dan jalan-jalan bersamamu"

"tapi baek aku jadi merasa tak enak padamu"

"kau tidak perlu merasa khawatir yeolli" baekhyun tersenyum dan memegang pundak chanyeol chanyeol balas tersenyum dan memegang jemari baekhyun yang berada dipundaknya.

"chanyeol-ah aku ingin mengatakan sesuatu padamu"

"apa itu baek?"

"aku…"

"baek bukankah itu luhan noona dan siapa namja itu?" chanyeol memutuskan omongan baekhyun dan menunjuk luhan yang sedang bercengkrama bersama seorang namja.

"ne kau benar bukankah itu henry?"

"henry? Masa sih?"

"iya itu henry ayo kita lihat lebih dekat yeol"

.

.

Sekarang mari kita lihat Luhan dan Henry yang sedang bercengkrama dan tertawa lepas sambil memakan es krim ditangan mereka masing-masing.

"Lulu" kata henry dan membuat luhan menengok kesamping namun dengan jahilnya henry mengoleskan es krimnya di pipi luhan

"yak rylau kenapa kau mengoleskan es krimmu di pipiku? Sekarang pipiku jadi kotor kan" kata luhan sambil mengerucutkan bibirnya imut dan mengusap pipinya sehingga membuat henry tertawa gemas melihatnya

"hahaha mian lulu"

"ish tidak lucu rasakan ini" luhan balas dendam dan mengoleskan es krimnya pada pipi henry

"sekarang kita impas" luhan tertawa senang bisa membalaskannya

"yayaya Lulu kenapa kau balas dendam padaku?"

"siapa yang duluan hayo?"

"uh aku selalu kalah jika menjahili dirimu"

"hahah sudah kubilang jangan pernah menjahili aku"

Disisi lain chanyeol dan baekhyun dengan jahilnya memotret luhan dan henry disana untuk memanas-manasi sehun.

"hahaha mari kita lihat bagaimana expresi sehuni saat melihat foto ini" ucap baekhyun disertai smirknya yang menyeramkan

"hahaha kau benar baek. Seharusnya tadi kita ajak saja sehun jika ternyata luhan noona ada disini aku jadi ingin lihat bagaimana reaksinya" chanyeol tertawa devil

"sekarang kau hitung sampai lima yeol sebentar lagi hp ku akan berbunyi dari sehun"

"satu….. dua… tiga…. Empat….. lima…."

(my answer is you… my answer is you oh only you)

"NOONA JANGAN PERNAH MENGIRIMIKU FOTO SEPERTI ITU LAGI KARENA AKU TAK AKAN PERNAH CEMBURU" Sehun berteriak dalam teleponnya dan Baekhyun menjauhkan handphonenya dari telinganya karena suara sehun membuat telinganya sakit.

"sini kemarikan handphonemu" chanyeol merebut handphone baekhyun

"SEHUN KAU JANGAN BERTERIAK SEPERTI ITU PADA BAEKHYUN , SUARAMU BISA MEMBUAT GENDANG TELINGA BAEKHYUN RUSAK !" Chanyeol gantian berteriak pada Sehun

"HYUNG JANGAN BERTERIAK PADAKU ! TIDAK BERTERIAK SAJA SUARAMU SUDAH BESAR SEPERTI MEMAKAI SPEAKER BAGAIMANA KAU BERTERIAK ! AISHH TELINGAKU SAKIT" sehun tetap berteriak pada chanyeol

"SEHUNI KAU JANGAN BERTERIAK PADA HYUNGMU ! TIDAK SOPAN SEKALI CK" Baekhyun berteriak juga karena kesal mendengar sehun yang terus-terusan berteriak

"sudah-sudah lebih baik kututup saja telponnya" sebelum chanyeol dan baekhyun berbicara sehun sudah menutup teleponnya

"yak Seh… tuttt—tutt—tutt aish anak itu benar-benar" chanyeol mengembalikan handphone milik baekhyun

"maafkan sehuni ne baek" chanyeol meminta maaf pada baekhyun atas nama sehun karena dia merasa bersalah sehun yang berteriak padanya di telepon.

"ne tidak apa-apa yeol" baekhyun tersenyum manis pada chanyeol memperlihatkan eyes smilenya lalu Baekhyun memasukkan handphonenya kedalam sakunya.

"kajja sebaiknya kita pergi dari sini sebelum luhan eonni melihat kita" baekhyun mendorong kursi roda chanyeol dan membawa chanyeol berjalan-jalan kembali.

.

Apa kalian penasaran dengan sehun? sekarang kita lihat bagaimana perasaan sehun saat mendapat pesan tersebut.

.

Sehun yang sedang asik menikmati waktu santainya dengan memainkan game di Play Station nya tiba-tiba mendapat pesan LINE dari Baekhyun.

"argh siapa sih yang mengirim pesan mengganggu saja" sehun merogoh sakunya dan membuka pesan tersebut namun permainannya tidak berhenti, dia membuka pesan tersebut dan melihatnya namun tetap focus pada gamenya.

("sebaiknya kau cepat menyatakan perasaanmu pada eonni sebelum henry merebutnya darimu")

Begitulah isi pesan dari baekhyun disertai dengan foto Luhan yang sedang mengoleskan es krim di pipi henry.

"yak apa-apaan dengan kiriman ini" Sehun memelototkan matanya dan membanting stick PSnya sehingga membuat gamenya menjadi GAME OVER.

"aish jinjayo" sehun mengacak-acak rambutnya lalu mencari nama baekhyun di kontaknya, tak lama dia menyentuh tulisan 'call' pada nama tersebut.

"NOONA JANGAN PERNAH MENGIRIMIKU FOTO SEPERTI ITU LAGI KARENA AKU TAK AKAN PERNAH CEMBURU" Sehun berteriak dalam teleponnya

"sini kemarikan handphonemu" suara chanyeol terdengar di telinga sehun

("hh aku tahu pasti chanyeol hyung sedang merebut handphone baekhyun noona") batin sehun

"SEHUN KAU JANGAN BERTERIAK SEPERTI ITU PADA BAEKHYUN , SUARAMU BISA MEMBUAT GENDANG TELINGA BAEKHYUN RUSAK !" Chanyeol gantian berteriak pada Sehun hingga sehun menutup telinganya

"HYUNG JANGAN BERTERIAK PADAKU ! TIDAK BERTERIAK SAJA SUARAMU SUDAH BESAR SEPERTI MEMAKAI SPEAKER BAGAIMANA KAU BERTERIAK ! AISHH TELINGAKU SAKIT" sehun berteriak balik pada chanyeol sambil mengusap telinganya

"SEHUNI KAU JANGAN BERTERIAK PADA HYUNGMU ! TIDAK SOPAN SEKALI CK" terdengar suara Baekhyun yang berteriak juga karena kesal mendengar sehun yang terus-terusan berteriak

("memang benar-benar pasangan yang cocok") batin sehun lagi

"sudah-sudah lebih baik kututup saja telponnya" dengan cepat sehun menutup teleponnya karena ia yakin jika dia terus berdebat dengan hyungnya dan baekhyun pasti tak akan pernah berhenti. Dia melempar handphone tersebut ke kasur dan mengacak rambutnya. Entah apa yang dirasakan Sehun saat ini hanya dia dan Tuhan yang tahu perasaannya saat ini.

.

.

.

.


"noona aku ingin bicara padamu" kata sehun menarik tangan luhan saat luhan sedang duduk bersama henry di kantin

"kau ingin bicara apa sehun-ah?" tanya Luhan

"tidak disini noona" Sehun menatap tajam Henry mengisyaratkan bahwa dia hanya ingin berbicara berdua saja dengan Luhan

"baiklah, rylau aku ada urusan sebentar bersama sehun tidak apa kan kau ku tinggal?" Luhan meminta izin pada Henry, bagaimanapun tadi Henry yang mengajaknya ke kantin bersama

"ne tidak apa lulu" Henry tersenyum memperbolehkan Luhan pergi

Luhan beranjak dari kursi dan mengikuti sehun bejalan

.

"siapa dia kenapa dia seperti sebal melihatku? Ah molla aku tak peduli" Henry hanya menggendikan bahunya acuh dan melanjutkan makannya yang tertunda

.

.

Sehun menarik Luhan dan membawa Luhan ke atap sekolah.

"apa yang ingin kau bicarakan sehun? kenapa kita harus berbicara diatap sekolah" tanya luhan to the point

"ada hubungan apa noona dengan namja tadi? Kenapa noona dekat sekali dengannya?" Sehun berkata langsung ke intinya

"apa aku harus menjawabnya?" Luhan malah balik bertanya

"tentu saja" jawab Sehun dengan tampang serius

"kenapa kau ingin tahu?" tanya Luhan lagi

"karena aku peduli padamu noona, aku tak ingin kau dekat dengan namja yang nantinya bisa menyakitimu"

"kenapa kau peduli padaku? Bukankah kau tak pernah peduli padaku maupun perasaanku? Apa bedanya namja tersebut yang kau pikir akan menyakitiku dengan dirimu? Apa kau pikir kau tak menyakitiku sehun-ah? Kau sudah sering menyakiti hatiku, ya walaupun aku tahu itu bukan salahmu karena kau tak pernah mengerti perasaanku padamu yang ada dihatimu hanya baekhyun benar bukan begitu? Aku tahu kau peduli padaku karena kau hanya kasihan padaku kan? Aku selalu bersabar sehun-ah, awalnya aku sempat ingin melupakan perasaanku padamu tapi aku tetap tidak bisa sehun-ah, aku tidak bisa menghapus namamu dihatiku. Ini semua begitu sakit sehun-ah. Aku memang bodoh karena mencintai seseorang yang jelas-jelas tidak mencintaiku. Aku begitu menyedihkan sekali"

Luhan sudah tak tahan lagi semua unek-unek yang dia rasakan selama ini akhirnya dia curahkan semuanya pada Sehun. dadanya naik turun karena emosi, air mata dipelupuk matanya runtuh seketika dan mengalir di kedua pipinya. Kakinya tiba-tiba melemas dan dia terduduk menekuk lututnya dan menenggelamkan kepalanya di lututnya.

Sedangkan sehun dia hanya bisa diam mematung tak berkata apa-apa, tiba-tiba dadanya sakit melihat luhan yang menangis karenanya dihadapannya saat ini. Sehun pun berjongkok dihadapan luhan, tangan kanannya memegang dagu luhan hingga luhan mendongkakkan wajahnya. Raut wajah luhan terlihat begitu rapuh, matanya sayu dan membengkak, air mata terus mengalir dipipinya dan hidungnya memerah. Perlahan tangan kirinya mengusap air mata tersebut.

"uljima noona, uljima. Mianhae" sehun meraih tubuh luhan dan memeluknya.

.

Sementara sehun memeluk Luhan, dibalik pintu atap sekolah tersebut seseorang sedang mengepalkan tangannya dengan wajah yang menahan kesal.

"tak akan aku biarkan satu orang pun yang akan menyakiti Luhan ! sehun lihat saja nanti aku akan membalaskan bagaimana rasa sakit yang telah Luhan rasakan selama ini"

Luhan kembali kekelasnya dengan wajah yang ketara sekali habis menangis. Bagaimana tidak ketara? Lihat saja matanya saat ini yang memerah dan bengkak lalu ujung hidungnya memerah.

"eonni gwenchanayo? Apa yang terjadi eonni?" tanya baekhyun panik saat melihat Luhan yang duduk dengan wajah yang sendu

"naneun gwenchana baek" Luhan mencoba tersenyum pada baekhyun dia tidak ingin baekhyun khawatir

"apa eonni yakin? Apa kau habis menangis eonni?" tanya baekhyun lagi dan memegang pipi

"ani, tadi mataku terkena sabun saat aku cuci tangan tadi, saat aku memencet sabunnya eh sabunnya malah muncrat mengenai mataku" Luhan berbohong dan baekhyun tahu jika luhan sedang berbohong namun dia hanya ber ooh ria saja mungkin fikirnya Luhan sedang tidak ingin menceritakan yang sebenarnya.

"aah begitu, lain kali eonni harus hati-hati. Bahaya sekali jika sabun mengenai mata"

"ne, gomawo baek" luhan tersenyum tipis

"bagaimana hubunganmu dengan chanyeol baek?" luhan mengalihkan pembicaraan dan menggoda baekhyun

"mmaksud eonni?" tanya baekhyun gugup

"ya apakah ada kemajuan? Kalian kan akhir-akhir ini sangat dekat maka dari itu aku sengaja tidak ikut bersama kalian jika kalian mengajak makan atau jalan-jalan" tanya luhan menggoda baekhyun dengan menaikkan kedua alisnya

"hubungan kami masih biasa saja eonni, hubungan kami baik sebagai sahabat"

"astaga baek aku kira kalian sudah pacaran" luhan menepuk jidatnya tak habis pikir dengan kedua sahabatnya ini

"tidak eonni" baekhyun menunduk

"kenapa kau tidak mengatakan pada chanyeol saja jika kau menyukainya?"

"ani, sepertinya chanyeol tidak menyukaiku eonni, kemarin saja saat aku bilang jika aku menyukai seseorang dia malah meminta mengenalkannya padanya dengan wajah yang biasa saja"

("chanyeol pasti menyembunyikan rasa sakitnya dengan baik. Aku yakin hatinya sakit")

"apa perlu aku memberitahukan chanyeol jika kau menyukainya?"

"andwe, kau tidak boleh mengatakannya eonni"

"baik-baik aku tak akan memberitahukannya pada chanyeol tapi kau jangan terlalu lama memendam perasaanmu baek , itu akan menyakitkan"

"ne aku tahu itu eonni, sekarang aku merasakan apa yang eonni rasakan dulu, mianhe"

"tidak apa-apa baek, tapi aku yakin kau akan bersatu dengan chanyeol tidak sepertiku" luhan berujar lirih dan mengelus kepala baekhyun sayang

"tidak eonni aku pun akan bersatu dengan sehun nanti" baekhyun tersenyum manis pada luhan mencoba menghibur Luhan

"aku tak berharap lebih baek, biarkan Tuhan yang mengatur semuanya. Aku takut harapanku tak sesuai dengan kenyataannya" luhan balas tersenyum pada baekhyun namun baekhyun tahu jika hati luhan sedang sakit saat ini

.

.

.


"Luhan kau kenapa kau lama sekali tadi saat bicara dengan si albino itu? kalian membicarakan apa" tanya henry pada Luhan saat mereka sedang berada dimobil henry

"tidak ada apa-apa kok rylau hanya pembicaraan biasa,, eumm mianhae rylau aku jadi tidak jadi menemanimu makan di kantin" luhan mencoba mengalihkan pertanyaan dari henry

"ne, tidak apa-apa lu aku mengerti kok" henry tersenyum pada luhan

"gomawo" luhan balas tersenyum pada henry

"sepertinya sehun tak menyukaiku lu" ucap henry kemudian

"dia bukan tidak menyukaimu rylau, memang sifatnya seperti itu jika bertemu dengan orang yang baru ditemuinya"

"sepertinya kau mengenal sekali sehun, apa kau menyukainya?"

"apa maksudmu rylau? Tentu saja aku mengenalnya kami bersahabat sejak lama jadi aku sudah mengenal sifat-sifatnya, bukan hanya dia tapi aku juga mengenal sifat chanyeol dan baekhyun karena kami berempat bersahabat" jelas Luhan pada henry

"tapi sepertinya sehun orang yang special bagimu lu? Benar begitu? Aku bisa melihatnya lu caramu berbicara dengannya, menatap matanya itu beda sekali dengan saat kau bicara pada chanyeol bukankah chanyeol juga sahabatmu ? tapi tetap saja beda"

"apa begitu terlihat rylau?" luhan menundukkan wajahnya

"tentu saja, jadi benar kau menyukai sehun?" tanya henry

"ne tapi cintaku bertepuk sebelah tangan rylau"

"apa kau begitu mencintainya lu?"

"ne, aku sangat mencintainya sejak lama" luhan meneteskan air matanya kembali

"sejak kapan?"

"sejak bertemu dengannya pertama kali di rumah chanyeol, dia adik chanyeol rylau"

"lupakan dia lu jika dia hanya membuatmu sakit hati" henry tiba-tiba berkata seperti itu

"aku sudah mencobanya tapi aku tidak bisa"

"kau harus bisa lu. Aku yakin kau bisa"

.

"nah sudah sampai lebih baik kau istirahat lihat wajahmu yang kusut itu kau jelek tahu" henry bercanda pada luhan

"yak jahat sekali kau mengatakan aku jelek dasar. Yasudah aku turun dulu . terima kasih sudah mengantarkanku rylau" luha turun lalu menutup pintu mobil henry

"ne, aku pergi dulu ya. Sampai jumpa besok"

"ne, hati-hati" luhan melambaikan tangannya pada henry dan hanya dibalas senyuman oleh henry lalu henry melajukan mobilnya.

.

.

.

.

.


Chanyeol sedang duduk sendiri dibawah pohon belakang sekolah dia membaca komik kesukaannya. Dia ingin menikmati apa yang dia lakukan dulu sebelum dia lumpuh, duduk bersandar dibawah pohon sakura dan membaca komik kesayangannya. Ya walaupun dia sekarang hanya duduk di kursi rodanya dia tetap menikmatinya. Tiba-tiba Luhan datang memukul kepalanya dengan novel milik luhan.

Plak

"yak apa yang noona lakukan?" chanyeol merengut kesal dan mengelus kepalanya yang sakit

"itu untukmu yang pabo" luhan lalu duduk disamping kursi roda chanyeol

"maksud noona?"

"sampai kapan kau akan memendam perasaanmu pada baekhyun? Kau tak ingin mengungkapkannya padanya? Bukankah sekarang dia sudah putus dengan sehun dan kalian sudah dekat?" luhan berbicara sambil membuka novelnya

"aku takut noona"

"apa yang kau takutkan?"

"aku takut ditolak karena cintaku bertepuk sebelah tangan"

"maksudmu?"

"baekhyun menyukai seseorang noona"

"siapa orang itu?"

"aku tidak tahu tapi dia akan mengenalkannya padaku jika waktunya tepat"

"pabo"

"kenapa noona malah mengatakanku pabo?"

"tidak apa, aku senang saja mengataimu pabo chanyeol dongsaengku hahaha" luhan tertawa lepas

"ish kau ini tak pernah berubah"

"tentu saja, memang aku power rangers atau sailormoon yang bisa berubah"

"hehehe kau bisa saja noona"

"sudah lebih baik kau cepat bertindak jika kau tidak ingin kehilangan baekhyun untuk kedua kalinya"

"bagaimana caranya?"

"Oh My God chanyeol dongsaengku sayang kenapa kau polos sekali? Ya kau harus nyatakan cintamulah masa begitu saja tidak tahu. Lagi pula mau sampai kapan kau pendam perasaanmu hah?"

"tapi aku takut noona" kata chanyeol dan luhan hanya bisa menepuk jidatnya

"astaga chanyeol kau itu lelaki masa takut untuk menyatakan cinta karena takut di tolak? Itu resiko yang harus kau hadapi chanyeol. Kau itu namja, kau harus berani menyatakan cintamu mau sampai kapan kau memendamnya? Sampai baekhyun dilamar oleh orang lain nanti?"

"andwe tidak boleh itu terjadi, hanya aku yang boleh melamar bakehyun" kata chanyeol tegas

"yasudah kalau begitu cepat ungkapkan perasaanmu pada baekhyun"

"akan aku usahakan noona, tapi aku butuh bantuanmu"

"tenang saja aku akan selalu membantumu chan" luhan tersenyum tulus pada chanyeol

.

.

.

.


Seminggu kemudian chanyeol mempersiapkan semuanya untuk menyatakan cintanya pada baekhyun tentunya dengan bantuan Luhan dan juga Sehun ya walaupun mereka hanya membantu sedikit. Chanyeol mengajak baekhyun jalan-jalan ke namsan tower pada malam ini disana dia sudah mempersiapkan semuanya.

"semoga sukses chanyeol" itu kata-kata semangat dari luhan lewat pesan SMS

"semoga berhasil hyung, aku selalu mendoakan yang terbaik untumu" sehun menyemangati chanyeol juga melalui pesan SMS

.

"tumben sekali kau mengajakku jalan-jalan malam hari?" tanya baekhyun sambil mendorong kursi roda milik chanyeol

"tapi ini tidak termasuk jalan-jalan karena hanya kau saja yang jalan. Maaf merepotkanmu baek"

"kenapa kau selalu meminta maaf yeol? Aku tidak merasa keberatan kok"

"eum baek sebenarnya ada yang aku bicarakan padamu"

"apa itu?" baekhyun menatap chanyeol

"kau cantik malam ini" chanyeol tersenyum manis pada baekhyun dan sontak perlakuan chanyeol itu membuat pipi baekhyun merona

"astaga kenapa pipiku jadi panas seperti ini" bakehyun berkata dalam hati dan menunduk karena malu

"Baek, aku menyukaimu, ani aku mencintaimu. Aku mencintaimu sudah lama sejak penerimaan murid baru Junior High School apa kau ingat pertemuan pertama kita itu? Mungkin bisa dibilang aku jatuh cinta pada pandangan pertama" kata chanyeol kemudian dan menggenggam jemari baekhyun

"..." baekhyun terdiam dan terkejut mendengar pengakuan chanyeol lalu menatap chanyeol

"mungkin kau akan kaget dengan pengakuanku ini baek, tapi inilah kenyataannya. Aku sudah mencintaimu sebelum kau berpacaran dengan sehun. Rasanya sakit sekali saat aku mengetahui kau berpacaran dengan adikku sehun aku mencoba melupakanmu tapi aku tidak bisa. Aku selalu memendam perasaanku dan berharap suatu saat nanti kau membalasnya dan sudah saatnya aku mengatakannya padamu. Byun Baekhyun saranghae, would you mine to be my girlfriend?" ucap chanyeol serius dan menatap lekat kedua bola mata baekhyun

"yes, i do. Nado saranghae Park Chanyeol" baekhyun memeluk chanyeol erat air mata bahagia meluncur dengan cepat di kedua pipinya. Chanyeol pun begitu air mata keluar dari kedua matanya dia tersenyum bahagia dan membalas pelukan baekhyun lalu chanyeol melepaskan pelukan baekhyun memegang dagu baekhyun dan menempelkan bibirnya pada bibir baekhyun serta melumatnya sedikit dan dibalas oleh baekhyun. Ciuman mereka kali ini adalah ciuman hangat bahagia karena mereka akhirnya bisa menyalurkan perasaannya masing-masing dan disaat itu pula kembang api muncul dilangit menambah kesan romantis malam ini. Setelah lama berciuman mereka pun melepaskan ciuman mereka dan berpelukan kembali.

.

Kembang api yang muncul dilangit itu sebenarnya yang menyalakannya sehun dan luhan dibantu oleh Kris, tao, kai dan kyungsoo. Mereka sengaja datang diam-diam dan bersembunyi di balik pohon semak-semak lalu memotret kedua pasangan yang baru saja berbahagia itu dan menyalakan kembang api tersebut agar menambah keromantisan.

"aww mereka romantis sekali" kata tao dramatis

"aku tak menyangka chanyeol hyung bisa seromantis itu" kata kai

"aku bahagia sekarang melihat chanyeol hyung bahagia seperti itu" ucap sehun

"kau tidak cemburu?" tanya kris

"tidak untuk apa aku cemburu? Aku sudah tak memiliki perasaan apa-apa lagi pada baekhyun noona lagi hyung selain perasaan seorang sahabat "

"aku dapat fotonya" kata kyungsoo kemudian memperlihatkan foto chanyeol dan baekhyun yang sedang berciuman itu

"wah kau hebat kyungi, kita besok bisa meminta traktiran pada chanyeol dan jika chanyeol tidak mau memberi kita traktirannya maka kita teror saja dengan foto ini hahaha" luhan tertawa evil sambil memegang kamera milik kyungsoo

"kau menyeramkan sekali eonni" tao hanya bergedik ngeri melihat luhan tertawa seperti itu.

.

.

.


Chanyeol dan baekhyun memasuki kelas bersamaan namun mereka harus berpisah karena tempat duduk mereka berjauhan. Awalnya baekhyun membantu chanyeol duduk di bangkunya lalu dia kembali ke bangkunya sendiri dan saat dia duduk dibangkunya luhan menyambutnya dengan wajah ceria.

"chukkae uri baekhyun"

"chukkae untuk apa eonni?"

"chukkae karena kau sudah berpacaran dengan chanyeol. Wah selamat ya akhirnya dongsaengku tidak jomblo lagi"

"yak eonni, heheh gomawo eonni" baekhyun senang dan memeluk luhan

"hahaha wajahmu terlihat berseri sekali baek bagaimana cara chanyeol menyatakan perasaannya padamu? Apakah dengan cara yang romantis?"

"hehehe tidak terlalu romantis kok eonni"

"apakah chanyeol menciummu disana?" luhan menggoda baekhyun dan yang digoda tiba-tiba pipinya memerah mengingat kejadian tadi malam

"wah chanyeol benar-benar menciummu? Lihat wajahmu sampai memerah seperti itu baek" luhan tertawa bahagia melihat wajah baekhyun yang memerah malu-malu seperti ini dan baekhyun hanya menunduk sambil senyum-senyum malu

"apa itu first kiss kalian baek?"

"sebenarnya tidak itu ciuman ketiga kami"

"WHAT ketiga jadi?" luhan membelalakan matanya kaget

"ne, sudah tiga kali cahanyeol menciumku hehehe" baekhyun hanya bisa terkekeh malu

"astaga aku tak menyangka chanyeol sudah pernah menciummu sebelumnya"

.

.

.


Kini sepasang kekasih Chanyeol dan Bakhyun sedang makan berdua di kantin dengan mesranya. Mereka makan dengan saling suap-suapan dan sesekali tertawa bersama, benar-benar sepasang kekasih yang sedang kasmaran namun kegiatan mereka berhenti karena tiba-tiba teman-temannya datang dan menggoda mereka.

"ekhmm traktirannya mana nih?" sindir Kris

"wah mentang-mentang kalian sedang kasmaran jadi hanya makan berdua nih?" tambah jongin menyindir

"kalian ingin makan bersama kami? Kalau begitu sini duduk" ucap baekhyun dengan tampang polosnya sambil menepuk tempat duduk disebelahnya

"apa kami akan makan gratis kali ini?" tanya jongin dengan wajah berbinar, lumayan kan makan siang kali ini gratis

"eyyy kau ini ingin makan gratis terus ! bayar sendiri" kata chanyeol

"yak hyung kau ini, kalian kan baru jadian jadi boleh kali ya pajak jadian" jongin memberengut

"ish mana ada seperti itu?"

"tentu saja ada hyung, ayolah hyung sekali saja"

"nanti saja jangan sekarang aku sedang tidak punya uang"

"ish bilang saja kau pelit" kata Krisyang langsung duduk di samping baekhyun karena capek berdiri terus

"aku tidak pelit hyung tapi benar lain kali saja ya aku traktirnya. Oh ya ngomong-ngomong dimana tao, kyungsoo, sehun dan luhan?"

"iya dimana mereka oppa?"

"kalau tao,kyungsoo dan sehun sedang di perpus karena katanya ingin mengerjakan tugas dari Mr. Shin kalau Luhan noona molla aku tak tahu dimana dia, tapi akau tadi melihat dia bersama henry" ucap Jongin sambil meminum jus milik chanyeol

"yak kenapa kau minum jus milikku?" seru chanyeol kesal

"aku haus hyung habis kau tidak membelikan kami minum"

"kau ingin minum apa jongin? Aku akan membelikannya untukmu?" tawar bakehyun

"wah noona baik sekali, aku ingin jus alpukat"

"baiklah akan aku belikan kalau kris oppa ingin apa?" tanya baekhyun lagi dan melirik kris

"aku cola saja baek"

"okey tunggu sebentar ya" baekhyun beranjak pergi dan membeli minuman untuk jongin dan Kris

"wah kau beruntung sekali hyung memiliki baekhyun noona"

"tentu saja" chanyeol tersenyum bangga

"penantianmu selama ini tidak sia-sia brother" kris menepuk pundak chanyeol

"ne hyung"

"eum hyung, jongin aku ingin meminta bantuan kalian, apa kalian mau membantuku?" tanya chanyeol dengan wajah serius sehingga membuat kris dan jongin saling menatap

"kau ingin meminta bantuan apa yeol?" tanya kris

"ne hyung ingin kami membantu apa? Tentu saja kami akan membantumu hyung "

"ayo kita buat Sehun dan Luhan bersatu" kata chanyeol dengan mantap

"MWO?" teriak kris dan jongin bersamaan sehingga membuat semua orang yang berada di kantin menatap mereka. Jongin dan Kris tersenyum malu dan meminta maaf.

"jeongsonghamnida" kris dan jongin membungkukkan badan mereka

"makanya pelan-pelan tak perlu berteriak seperti itu" chanyeol memutar bola matanya

"apa maksudmu seperti itu yeol?" tanya kris menatap tajam chanyeol

"aku hanya ingin membuat sehun dan luhan noona bersatu. Aku hanya tak ingin luhan noona selalu bersedih karena sehun. Itu saja"

"lalu kau punya rencana apa hyung?"

"molla aku juga tidak tahu maka dari itu aku ingin kalian membantuku"

"bagaimana caranya yeol? Kita tidak bisa memaksa sehun untuk menyukai luhan. Jika sehun tidak menyukai luhan kita tidak bisa berbuat apa-apa yeol"

"sehun bukan tidak menyukai luhan noona hyung, dia hanya belum memahami perasaannya"

"lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya jongin serius

"bagaimana kalau kita membuat sehun cemburu dengan kedekatan luhan dengan henry?" usul kris

"itu sudah pernah aku dan baekhyun lakukan tapi tetap saja dia tidak mau mengakuinya"

"kita coba lagi saja hyung. Lagi pula aku melihat sepertinya henry menyukai luhan noona"

"bagaimana kau bisa menyimpulkan seperti itu?"

"aku bisa melihat dari tatapan henry pada luhan noona hyung"

"kita harus bertindak cepat kalau begitu untuk membuat sehun sadar alan perasaanya" kata Kris bersemangat

"wah kalian sedang membicarakan apa? Sepertinya serius sekali?" kata baekhyun yang tiba-tiba datang dan memberikan minuman pada kris dan jongin

"gomawo noona"

"thanks baek"

"kami sedang membicarakan sehun dan luhan noona baek" jawab chanyeol

"ada apa dengan luhan eonni dan sehun?"

"kami sedang menyusun rencana agar sehun dan luhan bersatu. Tapi perlahan kita harus membuat sehun menyadari perasaannya terlebih dahulu" kata Kris

"wah apa aku boleh membantu?" tanya baekhyun dengan wajah berbinar

"tentu saja memang kau ada ide noona?" tanya jongin

"serahkan saja padaku" baekhyun hanya tersenyum simpul.

.

.TBC.

.

Next Chapter :

"apa rencanamu ini akan berhasil noona?"

.

"ssttt kau berisik sekali"

.

.

"aish kenapa namja itu selalu dekat dengan Luhan noona"

.

.

"tak akan ku biarkan Luhan terus bersedih karenamu sehun. Aku akan membuat Luhan melupakanmu"

.

.

"kudengar Luhan eonni akan berkencan dengan Henry apa kau masih tetap berada disini sehun dan tidak mencegah luhan eonni pergi bersama dengan namja itu?"

.

"untuk apa aku mencegahnya?"

.

"baiklah terserah kau, tapi ingat kataku sehun kau jangan menyesal nantinya"


hey hey hey saya kembali lagi..

kali ini saya update sampai 5k loh.. hehehe

gimana panjang kan?

apa chapter ini memuaskan?

chanbaek udah jadian tuh tinggal tunggu hunhan aja nih... sabar yah hunhan shipper :D

maaf ya jika moment chanbaek kurang romantis hehehe

oh ya sama mau kasih tahu kayanya epep ini tinggal beberapa chapter lagi selesai deh hahaha

.saya ucapkan sekali lagi terima kasih untuk yang sudah mau review, follow dan favorite...

okey sekian cuap-cuap dari yuki..

sampai jumpa di chapter selanjutnya

pai - pai ^^

Review Jusseyo :)