Happy Reading ^^

Judul : Love Hurt

Main Cast : Chanyeol (Namja)

Sehun (Namja)

Baekhyun (Yeoja)

Luhan (Yeoja)

Other Cast : Exo Official couple member and All SM Family

(GS for Uke)

Rate : T

Genre : Romance/Life School/Friendship/Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan YME, Orang Tua Mereka, Lee Soo Man Ahjussi, SM Entertainment kecuali Chanyeol milik saya :P

Warning : this is genderswitch if you don't like genderswitch don't read / typo(s) bertebaran dimana-mana /

FF ini murni 100% imajinasi author / No Bash and Plagiat ^^

Mohon maaf jika ada kesamaan cerita, tapi sejujurnya ini murni dari pemikiran saya


"Dilemma"

.

.

"apa rencanamu ini akan berhasil noona?" tanya jongin pada baekhyun

Kini mereka sedang mengadakan rencana untuk mengurung Luhan dan Sehun bersamaan di dalam ruang musik.

Pertama-tama mereka menulis pesan di loker sehun dan Luhan

'Ada yang ingin aku bicarakan denganmu noona, datanglah ke ruang musik sepulang sekolah

SH'

.

'Sehun-ah aku ingin bertemu denganmu sepulang sekolah, datanglah ke ruang musik hari ini

LH'

.

"nah beres sepulang sekolah nanti kita ikuti mereka dan saat mereka sudah di dalam maka kita bergegas mengunci pintunya" kata baekhyun sambil bersmirk ria

"apa kau yakin rencanamu ini akan berhasil dan membuat Sehun dan Luhan noona dekat lagi?" tanya chanyeol

"kau tenang saja yeol aku yakin rencanaku akan berhasil"

Sepulang sekolah Luhan datang ke ruang musik dan menunggu Sehun. dia duduk di kursi untuk bermain piano. Tak lama luhan menunggu, sehun masuk kedalam.

"noona" ucap sehun menghampiri luhan

"sehun, jadi benar kau yang menulis surat itu?" tanya luhan

"surat? Bukankah noona yang menulis surat untukku?"

"mwo? Aku tidak menulis surat untukmu"

"tapi ini?" sehun memberikan secarik kertas yang sehun rasa dari Luhan. Tapi tiba-tiba pintu tertutup sendiri.

Brakk

"Sehun-ah pintunya tertutup" Sehun langsung berlari kearah pintu dan berniat membukanya namun sayang pintu tersebut dikunci

"tidak bisa dibuka noona"

"ah eottokhae? Lalu bagaimana kita bisa pulang?" tanya luhan panik dan menarik lengan baju sehun

"tenang noona jangan panik" luhan hanya mengangguk dan memegang lengan sehun karena dia takut

"apakah ada orang diluar? Cepat buka pintunya" sehun berteriak

Baekhyun CS yang mendengar Sehun berteriak hanya diam saja.

"noona lebih baik kita buka saja pintunya" kata jongin

"ssttt kau berisik sekali"

"tapi aku khawatir dengan mereka noona"

"apa yang kau khawatirkan? Tenang saja tidak akan terjadi apa-apa"

"tapi?"

"sudah kau diam saja kamjong. Kau turuti saja omongan baekhyun" kata chanyeol kemudian

"ish baiklah"

Sudah sampai jam lima sore sehun tidak berhasil membuka pintunya. Sehun frustasi dan pasrah dia lalu duduk di sebelah Luhan yang sedang meringkuk ketakutan.

"maafkan aku noona, aku tidak bisa membukanya" kata sehun dengan tampang sedih

"bagaimana ini sehun-ah, kita tidak bisa pulang jika pintu tersebut tidak bisa dibuka. Aku takut sehun-ah, hari sudah gelap" ucap Luhan dengan badan gemetar

"mungkin kita harus menginap disini noona"

"mwo? Aku tidak mau disini menyeramkan. Akh bagaimana jika kau telpon chanyeol?" kata luhan kemudian

"iya kau benar noona" sehun langsung mengambil handphonenya namun saat dia ingin menelepon chanyeol handphonenya mati karena baterenya habis

"noona mianhae, baterenya low"

"aish jinja bagaimana ini, handphone ku juga mati dari tadi"

Jam menunjukkan pukul 6.30 mereka masih tetap terkurung didalam sana. Sedangkan baekhyun, jongin dan chanyeol sudah pulang sedari tadi. Sebenarnya mereka bertiga berdebat terlebih dahulu tepat jam 4 sore tadi.


Kembali ke jam 4 sore….

"noona sebaiknya kita lepaskan mereka sekarang" kata Jongin sambil menarik lengan baju baekhyun

"yak jangan tarik-tarik bajuku" baekhyun mengomel dan menampar tangan jongin

"ayolah noona apa kau tidak kasihan pada sehun dan luhan noona? Mereka sudah 4 jam kita kurung disana"

"ssttt kau tak perlu khawatir jongin, mereka tidak akan kenapa-kenapa. Nah lebih baik kita pulang saja" kata baekhyun bangkit berdiri

"ya noona kau kejam sekali" jongin ikut bangkit

"sudahlah jongin ini demi mereka, apa kau tak ingin mereka bersatu? Biarkan saja dengan begitu mereka bisa menikmati waktu berdua dan mengobrol sesuka hati mereka" kata baekhyun santai lalu jalan

"baek, tapi yang dikatakan jongin benar. Bagaimanapun juga sehun adikku. Lalu apa yang aku harus katakam jika eomma menanyakannya?" kata chanyeol kini

"hmmm kau bilang saja sehun sedang menginap di rumah temannya" ucap baekhyun enteng dan terus berjalan. Sedangkan chanyeol dan jongin mengikutinya dari belakang seperti pengawal

"tapi baek?" chanyeol menyahut namun baekhyun memutuskan omongan chanyeol

"sudah tidak akan terjadi apa-apa pada mereka, percayalah. Sehun tak mungkin akan tinggal diam. Dia pasti memiliki cara untuk keluar dari sana. Sudah ayo kita pulang" kata baekhyun tersenyum tipis lalu mundur dan menggandeng lengan jongin dan chanyeol secara bersamaan. Sedangkan chanyeol dan jongin hanya pasrah dan menuruti perkataan baekhyun.


Sekarang lanjut ke jam 6.30 lagi….

Langit sudah semakin gelap dan keadaan di sekolah juga sudah gelap. Luhan sudah ketakutan didalam sana lampu yang sehun nyalakan tiba-tiba mati dan tidak ada lagi cahaya yang menerangi mereka kembali.

"sehuni aku takut" kata luhan menenggelamkan kepalanya di lututnya

"gwenchana noona ada aku disini, aku akan mencari cara agar kita bisa keluar dari sini" ucap sehun mengelus pundak luhan. Melihat luhan yang badannya gemetaran, sehun membuka blazernya dan memakaikannya di badan luhan agar luhan tidak kedinginan.

"sehun?" luhan memegang blazer sehun lalu menatap sehun

"tidak apa-apa noona, aku tahu noona pasti kedinginan" ucap sehun sembari tersenyum manis pada luhan dan membuat luhan juga tersenyum pada sehun

"gomawo"

Sehun berdiri dan mulai memutar gagang pintu lagi namun tetap tidak bisa terbuka. Sehun pun mendobrak pintu tersebut berharap pintu akan terbuka. Sudah beberapa kali sehun mendobrak pintu tersebut namun hasilnya nihil. Melihat sehun yang sangat kelelahan luhan pun menyuruh agar sehun duduk disampingnya.

"sehun-ah, sudahlah jika pintunya tidak bisa dibuka maka kita harus menunggu besok pagi sampai penjaga sekolah membuka pintunya kembali. Sekarang kau duduklah disini" luhan menepuk lantai disamping tubuhnya. Sehun menurut dan duduk disamping luhan

"mianhae noona" ucap sehun dengan wajah yang sangat lesu

"mianhae untuk apa?"

"mianhae karena aku tidak bisa mengeluakan kita dari sini"

"tidak apa-apa, asalkan kau ada disampingku tidak masalah" ucap luhan tersenyum tulus

DEG senyuman itu

"aku tak akan meninggalkanmu noona, aku akan menjagamu"

"gomawo"

Keheningan terasa diruangan musik, baik sehun maupun luhan tidak ada yang berbicara. Sampai sehun memecahkan keheningan itu.

"noona aku ingin bertanya sesuatu padamu"

"apa ?" luhan menatap sehun lekat

"sejak kapan noona menyukaiku? Dan kenapa noona bisa menyukaiku"

"molla, aku tidak tahu perasaan itu datang dengan sendirinya tapi sepertinya saat kita bertemu pertama kali. Kau mungkin akan tertawa mendengarnya. Berawal dari rasa kagum hingga menjadi suka lalu berubah menjadi cinta. Haaha aneh bukan" luhan tertawa hambar dan menatap langit-langit ruang musik. Keheningan menyapa mereka kembali, sampai luhan menatap sehun yang menundukkan kepalanya dan berbicara kepada sehun.

"sudah kau tak perlu memikirkan tentang perasaanku padamu. Aku tidak masalah jika memang kau tidak menyukaiku sehuni, aku tahu perasaan seseorang itu tidak bisa dipaksakan. Jika kau memang tidak menyukaiku tidak apa-apa sehun. mungkin memang Tuhan tidak menakdirkan aku untuk memilikimu. Dan mungkin lebih baik aku yang melupakan perasaanku padamu agar kau tidak merasa tidak enak padaku" kata luhan menepuk pundak sehun dan tersenyum tipis. Sebenarnya hatinya sakit saat dia mengatakan itu.

Saat luhan mengatakan jika luhan akan melupakan perasaannya entah kenapa hati sehun merasa tidak enak dan dia merasa bahwa dia tidak ingin luhan melupakan perasaannya.

"tidak noona kau tidak boleh melupakan perasaanmu padaku. Biar aku yang mencoba belajar untuk membalas cintamu" batin sehun

.

.

.

.


"Sehun-ah apa kau ada didalam?" seseorang berteriak

.

Samar-samar sehun mendengar namanya dipanggil.

"itu chanyeol hyung. CHANYEOL HYUNG AKU ADA DISINI" sehun langsung berlari kearah pintu dan berteriak

"SEHUN DIMANA KAU?" ternyata orang itu chanyeol. Ya chanyeol tidak tega adiknya dan luhan dikurung disana berjam-jam jadi tepat jam 8 malam dia datang kesekolah dan membebaskan sehun namun dia berpura-pura tidak mengetahui keberadaan sehun.

"HYUNG AKU ADA DI RUANG MUSIK BERSAMA LUHAN NOONA, APA KAU MENDENGARKU?"

"CHANYEOL PALLIWA"

"Sehun, noona kalian didalam?" tanya chanyeol dan menggedor pintu ruang musik

"ne hyung, cepat buka pintunya"

"baik, aku akan mengambil kunci terlebih dahulu"

Chanyeol mengambil kuncinya dari dalam tas lalu dia mulai memutar kunci tersebut dan terbukalah pintu ruang musik.

"Sehun, Noona kalian baik-baik saja?" tanya chanyeol khawatir

"kami baik-baik saja hyung, terima kasih. Jika tidak ada hyung kami mungkin tidak bisa pulang" kata sehun memeluk chanyeol

"ne, gomawo chan" ucap Luhan berterima kasih

"kalian kenapa ada disini dan terkunci didalam?" tanya chanyeol melepaskan pelukan sehun

"molla sepertinya kami dijebak" jawab Luhan

"maksudnya?"

"iya aku menerima pesan dari seseorang yang aku kira sehun dan menyuruhku datang ke ruang musik begitu juga sebaliknya dengan sehun. dan ketika kami masuk pintu tiba-tiba tertutup dan terkunci" Luhan menjelaskan

"aahh tapi untungnya kalian tidak terjadi apa-apa kan?"

"ne, kami tidak kenapa-kenapa hyung"

"kalau begitu kajja kita pulang" kata chanyeol.

Mereka bertiga lalu pulang ke rumah masing-masing.

.


Sebenarnya sebelum chanyeol menolong Sehun dan Luhan dia berdebat dahulu dengan Baekhyun, karena baekhyun bersih keras untuk membuat chanyeol tidak menolong sehun. namun dengan iming-iming Es krim strawberry kesukaan baekhyun, akhirnya baekhyun menyetujuinya.

Flashback :

"Baekgi ayolah lepaskan Sehun dan Luhan, ini sudah jam setengah delapan tapi mereka belum juga pulang" kata chanyeol melalui telepon

"bagaimana bisa kau tahu jika mereka belum juga pulang?"

"ya karena sehun belum pulang maka aku pastikan jika mereka belum bisa keluar dari ruang musik"

"ayolah yeolbong, kau tak perlu khawatir. Sebentar lagi mereka juga akan pulang"

"bagaimana aku tidak khawatir baekgi, sudah tujuh jam mereka dikurung disana. Lagipula eomma dari tadi menanyakan sehun, dia tidak percaya jika sehun sedang menginap di rumah temannya. Eomma menghubungi sehun tadi tapi handphone tidak aktif"

"baiklah tapi ada syaratnya"

"apapun baekgi"

"kau yakin?"

"ne, jadi apa syaratnya?"

"eumm, besok kau harus mentraktirku es krim strawberry ukuran jumbo"

"hanya itu?"

"ne hanya itu"

"baiklah apapun untukmu, kalau begitu apa aku bisa kesekolah sekarang dan melepaskan mereka?"

"ne"

"okey gomawo baekgi,,, besok akan ku traktir kau es krim strawberry jumbo kesukaanmu"

"jongmalyo? Gomawo yeolbong"

"ne, kalau begitu aku tutup ya teleponnya, sampai bertemu besok saranghae baekgi"

"ne, nado saranghae yeolbong"

Flashback End.

.

.


Keesokan harinya Luhan sudah kembali bersekolah seperti biasa, ya walaupun rasanya badannya tidak enak semenjak kejadian dia yang terkurung bersama luhan di ruang musik.

"Lulu, kau kemana tadi malam? Aku tadi malam kerumahmu namun kata tao kau belum pulang" tanya henry yang tiba-tiba duduk di tempat duduk baekhyun saat istirahat

"aku terkurung di ruang musik bersama sehun dan baru keluar jam 8 malam itu juga karena chanyeol yang datang dan menyelamatkan kami" jawab luhan

"mwo? Bagaimana bisa?" tanya henry kaget

"molla aku juga tidak tahu" luhan menggendikan bahunya

"tapi kau tidak kenapa-kenapa kan?" tanya henry memegang pundak luhan

"ne, aku tidak apa-apa kok rylau"

"syukurlah kalau begitu" Henry bernafas lega

"oh ya ngomong-ngomong kenapa kau datang ke rumahku?"

"ah tadinya aku ingin mengajakmu makan malam, aku kan baru datang ke korea nah aku ingin mencoba makanan korea di sekitar sini. Eumm bagaimana jika besok malam kau makan malam bersama ku?"

"besok ya?"

"kenapa? Apa kau ada acara?"

"ani, besok itu malam minggu kan?"

"ne, karena besok malam minggu jadi tidak apa kan aku mengajakmu makan malam dan sedikit jalan-jalan menikmati indahnya kota seoul pada malam hari? Bagaimana?" tanya henry

"baiklah aku akan menemanimu makan malam dan jalan-jalan bersamamu" jawab luhan dan tersenyum

"yeayy gomawo lulu, kau yang terbaik" henry mengacak-acak rambut luhan dan tersenyum pada luhan

.

Ternyata di depan kelas sehun tidak sengaja melihat henry yang sedang mengacak-acak rambut luhan dan tersenyum pada luhan. Dia merasa kesal karena semenjak henry datang, Luhan jadi semakin dekat dengan Luhan. Kenapa kau harus kesal Sehun? kau kan tidak mencintainya? Entahlah hanya Sehun yang tahu.

.

"aish kenapa namja itu selalu dekat dengan Luhan noona"

.

.


Malam ini tiba saatnya Luhan menemani Henry jalan-jalan dan makan bersama. Mereka berjalan menelusuri kota seoul, makan malam di restaurant dan berakhir dengan menaiki namsan tower.

"wah ternyata yang aku lihat di drama-drama korea memang benar jika Seoul adalah kota yang indah. Apalagi saat melihatnya dari atas menara ini" kata Henry saat mereka sedang menikmati pemandangan kota seoul pada malam hari di atas menara namsan.

"ne, ini belum seberapa, kau akan takjub jika sudah menjelajahi tempat-tempat indah lainnya di korea, misalnya saja pulau jeju, sungai han, lotte world dan sebagainya. Kau akan merasa betah dan tidak ingin meninggalkan Negara ini" ucap Luhan

"ne kau benar, pantas saja kau sangat betah berada disini dan tidak ingin kembali ke china"

"hahaha bukan begitu, sebenarnya aku juga ingin kembali lagi ke china. Aku sangat merindukan tempat kelahiranku. Aku juga merindukan eomma dan appa disana"

"kenapa kau tidak kembali saja ke china?"

"ah ne? eumm aku tidak bisa"

"wae? Apa karena sehun?"

"ah, ne, tapi bukan karena sehun juga, aku juga tidak bisa meninggalkan korea karena aku tidak ingin berpisah dari sahabat-sahabatku yang sudah aku sayangi"

"tapi bukankah jika kau kembali ke china itu bisa membuat kau melupakan sehun?"

"ne itu benar"

"kalau begitu ayo kembali ke china dan lupakan perasaanmu pada sehun"

"tidak bisa rylau" Luhan menundukkan kepalanya

"andai aku jadi sehun aku pasti akan merasa senang" lirih henry

"ne kau bilang apa tadi?" kata Luhan berpura-pura tidak mendengar lirihan Henry padahal sebenarnya dia mendengarkan lirihan henry tadi

"ah, ani aku tidak bilang apa-apa. Ah oh ya aku ingin menulis sesuatu digembok seperti ini. Ayo kita tulis sesuatu di gembok ini" kata Henry lalu menarik Luhan dan membeli dua buah gembok lalu menuliskan sesuatu di gembok tersebut setelah itu mengunci gembok tersebut dan melemparkan kuncinya

.

"apa yang kau tulis rylau?" tanya luhan setelah mereka melempar kunci tadi dan turun dari namsan tower

"ahahaha itu rahasia"

"awww sepertinya rylau sudah mau main rahasia denganku" ledek luhan

"hahaha, kau harus mengatakan dulu apa yang kau tulis tadi baru aku akan memberitahumu" kata henry sambil mencubit hidung Luhan

"yak appo. hehehe itu rahasia"

"uhh kau saja bilang rahasia maka punyaku juga rahasia wle" henry menjulurkan lidahnya

"ishh kau ini"

"hahaha sudah kajja kita pulang sepertinya sudah larut malam" henry menggenggam tangan luhan

"ne kajja" luhan membalas genggaman tangan henry

("tak akan ku biarkan Luhan terus bersedih karenamu sehun. Aku akan membuat Luhan melupakanmu")

.

Diam-diam seseorang mengikui henry dan luhan dari saat mereka jalan-jalan, makan bersama hingga pulang. Orang itu mengepalkan tangannya menahan kesal melihat dua orang itu tertawa lepas dan berpegangan tangan. Kalian tahu siapa orang itu? Orang itu adalah sehun, ya dia diam-diam mengikuti Luhan dan Henry dan memperhatikan gerak-gerik Luhan dan Henry sedari tadi. Kenapa sehun bisa mengikuti Luhan dan Henry? Itu karena sebelumnya Baekhyun mengatakan jika Luhan akan berkencan dengan Henry. Setelah itu Sehun segera mendatangai Luhan untuk menggagalkan kencan Henry dan Luhan, namun sayang Henry sudah datang terlebih dahulu dan menjemput Luhan sehingga membuat Sehun hanya bisa mengikuti mereka diam-diam.

.

.


Flashback :

.

Baekhyun main ke rumah chanyeol dan disana dia melihat chanyeol yang sedang bertandin game di PSnya. Baekhyun duduk di sofa sambil melihat kedua kakak beradik tersebut asyik bermain sambil sesekali bertengkar, Baekhyun terkikik geli melihatnya.

"hyung kau curang , kau menembak pasukanku" ujar sehun cemberut

"yeayy aku tidak curang pasukanmu saja yang terlalu lemah" balas chanyeol

"akh tidak , yak hyung jangan menghabisi semua pasukanku aishh" sehun mengacak-acak rambutnya frustasi

"hahahaha kau akan kalah sehuni" chanyeol tertawa

"hey kalian jika bermain selalu saja ribut" kata baekhyun

"hehehe mian noona, tapi jika tidak rebut itu tidak akan asyik. Noona mau mencoba bermain?" ucap sehun sambil menyodorkan stick PS nya

"ani, aku tidak suka bermain game"

"kau tidak asyik sekali baekgi" ucap Chanyeol

"yak enak saja kau bilang tidak asyik awas kau yeolbong" baekhyun melempar bantal sofa yang dipeluknya ke kepala chanyeol hingga membuat chanyeol mengaduh kesakitan

"aww appo baekgi kenapa kau memukul kepalaku" ucap chanyeol dengan bibir yang dikerucutkan lucu dan mengusap kepalanya

"yak kenapa hyung dan noona malah berlovely dovey didepanku? Aishh" sehun berteriak kesal

"hahaha aww sepertinya ada yang iri yeolbong" ledek baekhyun

"hahha kau benar baekgi. Makanya cepat kau dapat kekasih baru sehuni" tambah chanyeol

"iya kau benar yeolbong. Oh ya ngomong-ngomong kekasih baru, kudengar Luhan eonni akan berkencan dengan Henry apa kau masih tetap berada disini sehun dan tidak mencegah luhan eonni pergi bersama dengan namja itu?"ucap baekhyun pada sehun berniat memanas-manasi

"untuk apa aku mencegahnya?"kata sehun datar

"kau harus mencegahnya sehun, jika tidak jangan menyesal jika nanti terdengar khabar jika luhan eonni menjalin hubungan dengan henry"

"…." Sehun hanya terdiam merenungi ucapan hatinya yang terdalam sebenarnya Sehun ingin sekali pergi menemui Luhan dan menggagalkan kencan luhan dan henry namun rasa itu kalah dengan egonya.

"baiklah terserah kau, tapi ingat kataku sehun kau jangan menyesal nantinya"kata baekhyun kemudian karena melihat sehun hanya terdiam.

"ne, baekhyun benar sehun. kita tahu jika kau sebenarnya menyukai Luhan noona, jadi sebelum semuanya terlambat, lebih baik kau bergerak cepat sebelum kau akan menyesal nanti" Chanyeol mencoba menasehati sehun dan menyadarkan sehun akan perasaannya yang sesungguhnya.

Kata-kata dari chanyeol dan baekhyun membuat sehun sadar akan perasaannya dan akhirnya sehun meletakkan stick PSnya pada Baekhyun lalu berdiri dan pergi menemui Luhan.

"noona kau gantikan aku bermain ne" kata sehun menyerahkan stick PSnya pada baekhyun

"mwo? Kau mau kemana memangnya?" tanya baekhyun bingung

"aku,,, aku akan menemui Luhan noona, aku berterima kasih pada kalian. Karena kalian telah membuat aku sadar akan perasaanku pada Luhan noona"

"wah kau benar-benar menyukai Luhan noona sehuni? Kalau begitu cepat temui Luhan noona !"

"ne hyung, eum aku pamit dulu. Doakan aku noona , hyung" kata sehun tersenyum pada Baekhyun dan Chanyeol lalu pergi

"Ne, Fighting sehuni" kata chanyeol dan baekhyun bersamaan.

.

Sehun cepat-cepat berlari menuju rumah Luhan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. Dia berdoa dalam hati dan berharap henry belum datang sehingga dia bisa membawa Luhan kabur bersamanya. Namun ternyata keberuntungan belum datang padanya, saat dia sudah sampai dirumah Luhan dengan nafas yang terengah-engah, Henry sudah berada di depan pintu Luhan lalu menggandeng tangan Luhan dan mengajak Luhan pergi bersamanya. Sehun merasa kesal dan dia pun akhirnya mengikuti Henry dan Luhan dari belakang.

.

Flashback End.

.

.

TBC

.

.

Chapter Selanjutnya :

.

"Wah sebentar lagi ujian kelulusan, aku takut"

.

"setelah lulus dari Seoul high school kau akan melanjutkan kemana eonni?"

.

"molla, tapi sepertinya aku akan kembali ke china dan melanjutkan kuliah disana"

.

"mwo? Kenapa kau harus ke china noona? Kau kan bisa melanjutkan kuliah disini bersama kami?"

.

"aku merindukan negeriku. Aku merindukan eomma dan appaku disana dan ada satu alasan lagi yang tak bisa aku jelaskan pada kalian"

.

"jika Sehun memintaku untuk tetap tinggal disini, maka aku tidak akan kembali ke china"


holla saya kembali?

apa masih ada yang menunggu epep ini?

aduh udah hampir dua minggu saya tidak update. mian semuanya hehehe

tapi hari ini saya update loh hihihi

chapter ini sedikit sekali yah? maaf banget yah benar-benar sedang tidak ada ide.

dan oh ya apa epep ini makin gaje dan jelek? sekali lagi jongmal mianhaeyo :)

gamsahamnida untuk semua yang sudah review.. gak nyangka bakal menembus angka 100

maaf ne tidak bisa membalas review kalian, tapi aku sangat berterima kasih sekali buat kalian yang sudah review..

okey sampai jumpa di chapter selanjutnya ! jangan bosen yah :D

Review jusseyo ^^