ABOUT CHANBAEK LOVE
Author: Shin Raewoo
Rate: T
Main Cast: Chanyeol x Baekhyun
Other Cast: Exo member, Kwak Saebyul
Length: Chapter
Genre: Romance, Humor, EXO life
Warning: Yaoi, Typo, B x B, Bahasa berantakan
CHAPTER 9
"Eoh sudah pulang Baek? Kok sendiri? Chanyeol mana?" Xiumin yang sedang memainkan handphone di sofa langsung menyapa Baekhyun yang sudah memasuki dorm. Dia sedikit kehairanan melihat Baekhyun yang pulang sendiri, padahal tadi Chanyeol dan Baekhyun keluar bersama.
"Sudah mati!" seiring dengan itu terdengar hempasan kuat dari pintu kamar Baekhyun. Xiumin melongo sedangkan duo makne Sehun dan Kai yang sedang bermain game hanya memandang satu sama lain. Mereka menggedikkan bahu mereka dan menyambung kembali permainan video yang sempat terhenti tadi.
"Kyaa siapa yang menghempas pintu tadi?"
"Itu Baekhyun hyung, Junmyeon hyung." Jawab Sehun tanpa memandang Suho yang menempatkan dirinya di samping Xiumin. Ketika ini semua member minus Sehun, Kai, dan Xiumin sudah tidur sedangkan Suho terjaga dari tidurnya setelah mendengar hempasan pintu dari Baekhyun.
"Baekhyun sudah pulang?"
"Nde. Tanpa Chanyeol hyung."-Kai
"Eoh? Emang Chanyeol ke mana?"
"Baekhyun hyung bilang Chanyeol hyung sudah mati. Aish sialan kau Kkamjong aku kalah lagi." Sehun mengumpat kesal kerna sudah masuk ketiga kalinya dia kalah bermain video game dengan Kai. Sedangkan Kai saat ini sedang tertawa kemenangan.
"Mworagoo!?"
"Ah mereka pasti berantem lagi Junmyeon-ah"-Xiumin.
"Aish jinjja…mereka berdua benar-benar seperti anak kecil."
C
X
B
"Pagi semua!" Chanyeol yang baru keluar dari kamarnya, segera berjalan mendekati meja makan yang sedang riuh oleh suara-suara member. Memang sih mereka dimana-mana pun tidak bisa diam. Pasti akan terjadi keributan antara mereka.
"Pagi Chanyeol-ah. Telat sekali kamu bangunnya. Emang tadi malam kamu pulang jam berapa?" Chanyeol langsung duduk di sebelah Baekhyun. Menyesapi sedikit jus orangenya.
"Erm… ku kira lebih kurang jam 3 Minseok hyung." Baekhyun menjeling tajam sekilas Chanyeol yang berada di sebelahnya. Wah seseronok itu kah bertemu sama mantan mu Park Chanyeol?
'Jadi kau bersama yeoja itu sehingga jam tiga pagi? Park Chanyeol sialan.' Baekhyun mengumpat di dalam hati.
"Telat sekali. Emang kau ke mana aja?."
"Aku bertemu sama teman lama ku. Hehe.."
'Ceh teman lama eoh? Ketawa seperti apa itu?' Baekhyun membatin-lagi.
Xiumin hanya mengangguk-anggukkan kepala mendengar jawapan dari Chanyeol dan kembali memakan roti panggangnya.
"Kyaa Baekhyun, kok diam? Selalunya kau ricuh sekali dan suka mengumbar kemesraan saat Chanyeol dekat denganmu." Chen memandang Baekhyun aneh. Selalunya Baekhyun akan menjadi orang yang paling heboh jika Chanyeol sudah disampingnya. Ini pemandangan yang luar biasa menurut Chen. Chanyeol juga memandang Baekhyun di sebelahnya. Dia baru sadar Baekhyun tidak heboh seperti kebiasannya.
"Jongdae-ah." Xiumin yang duduk disebelahnya menyikut lembut pinggang Chen. Coba memberi isyarat bahwa Baekhyun sedang di dalam mood yang tidak baik sekarang ini.
"Kyaaa hyung, kenapa kau menyikut pinggang ku eoh?" ucap Chen tidak terima. Xiumin yang hanya mendengar itu hanya memandang datar wajah namja bermuka kotak itu.
"Kyungie-ah emang kenapa sama Baekhyun hyung? Mereka berantem lagi?" kini giliran Kai pula bertanya separuh berbisik kepada D.o coba memastikan keadaan sebenar duo couple heboh di Exo itu.
"Aku juga gak tau Jongin." D.o membalas jawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Eoh Chanyeol hyung? Ku kira kau sudah mati." Semua member memandang suara yang baru keluar dari kamar dan sedang duduk di hadapan mereka. Siapa lagi kalau bukan maknae Oh Sehun.
"Mwo? siapa bilang aku mati?" tanya Chanyeol separuh terkejut. Dia sihat-sihat aja masa di bilang sudah mati. Cih.
"Baekhyun hyung. Tadi malam kan Baekhyun hyung pulang sendiri. Pas di tanya kenapa gak pulang sama Chanyeol hyung? Dia bilang Chanyeol hyung sudah mati." Ucap Sehun dengan polosnya. Semua member sudah mulai sweet drop dengan kejujuran luar biasa dari maknae mereka. Manakala Sehun hanya memakan sarapannya dengan wajah tanpa dosa dan datar miliknya.
Baekhyun langsung melototkan matanya mendengar pengakuan jujur dari namja putih itu. 'Aish dasar Oh Sehun sialan.'
"Kenapa kau bilang begitu Baek?"
"A… Aku… ah sudahlah." Baekhyun langsung meninggalkan meja makan dan masuk ke kamarnya dengan membanting pintu. Meninggalkan member + Chanyeol yang terkejut dengan kelakuan Baekhyun yang tiba-tiba.
C
X
B
Sudah seharian ini Baekhyun mendiamkan Chanyeol dan namja pendek itu hanya menghabiskan masa bersama Sehun. Seperti saat ini, Baekhyun dan Sehun sedang bermain permainan video game di ruang santai mereka. Oh dan jangan lupa sedari tadi Park Chanyeol sedang memerhatikan tingkah mereka berdua yang sedikit terliat mesra? Kerna sedari tadi mereka hanya bermain sambil ketawa dan tolak-tolakkan .
"Menyebalkan." Gumam Chanyeol yang mulai sakit mata ah lebih tepat lagi mulai cemburu melihat Baekhyunnya bersama orang lain.
"Sehun-ah bisakah kau meninggalkan aku dengan Baekhyun. Aku ingin bicara berdua dengannya." Chanyeol yang tidak tahan melihat adegan BaekHun di depannya mulai memberi arahan kepada si maknae untuk meninggalkan mereka berdua.
"Erm.. nde baiklah hyung."
"Tetaplah di sini Sehun." Ucap Baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari layar television jangan lupa tangannya masih memainkan joy stick game.
"Tapi hyung…"
"Aku bilang jangan pergi." Baekhyun sedikit meninggikan nada suaranya. Sedangkan Chanyeol menatap tajam Baekhyun yang masih membelakanginya membuat Sehun berasa canggung dengan situasi tidak biasa itu. 'Tolongin Sehun Luhan hyung' batinnya.
"Oh Sehun. Tolong tinggalkan kami berdua." Chanyeol berucap datar tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Baekhyun. Jangan lupa wajahnya yang terliat sangat tidak bersahabat kini.
"Kyaaa Park Chanyeol! Apa-apaan kau? Tidak liatkah aku sedang bermain game dengan Sehun!?." Baekhyun sedikit membanting joy sticknya dan berdiri menghadap namja yang lebih tinggi darinya itu. Nafasnya memburu dan wajahnya memerah menahan amarah yang di tahan sejak semalam. Melihat situasi yang mulai memanas itu, Sehun dengan cepat melarikan dirinya.
"Kau yang apa-apaan Byun Baekhyun? Kenapa kau mendiamkanku satu hari ini? kau menjauhkan dirimu emang aku berbuat salah apa?" Baekhyun berdecih mendengar pertanyaan-pertanyaan dari Chanyeol. Dia menaikkan sebelah sudut bibirnya,tersenyum miring dan membuang muka ke samping. Tidak berniat untuk menjawab semua pertanyaan Chanyeol barusan.
"Jawab aku BYUN BAEKHYUN!" Chanyeol membentak. Chanyeol mencengkam erat kedua lengan namja mungil itu. Dia sedikit mengguncangkan tubuh Baekhyun yang membuatkan Baekhyun mau tidak mau harus bertatapan dengannya. Sepertinya namja tinggi itu sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi.
Baekhyun, yang lengannya di cengkam erat mulai meringis kesakitan. Walau bagaimanapun juga tenaga Chanyeol lebih besar dan kuat darinya. "S…sakit Chanyeol. Lepaskan…" rintih Baekhyun. Mungkin selepas ini kedua lengan Baekhyun akan meninggalkan bekas yang memerah.
Chanyeol yang mendengar rintihan kesakitan Baekhyun langsung melepaskan tangannya yang mencengkam sedari tadi. Dia mendudukkan dirinya di sofa. Mengacak rambutnya kasar. Mencoba untuk mengawal emosinya semula. Sedangkan Baekhyun masih berdiri di hadapannya sambil mengusap pelan lengannya yang berasa sakit.
"Mianhae Baekhyun. Apa itu sakit? Maaf aku tidak sengaja." Ucap Chanyeol mulai melunak. Tiba-tiba rasa bersalah menguasai dirinya. Sungguh dia tidak punya niat untuk menyakiti namjanya. Itu semua di luar kendalinya dia benar-benar gagal menahan emosi tadi . Chanyeol mendekati Baekhyun mencoba untuk menyentuh lengannya. Tapi Chanyeol langsung terkejut kerna dengan cekatan, Baekhyun menepis kuat tangannya.
"Baek?"
"Jangan sentuh aku. Bahkan kau sudah menyakiti ku dua kali Chanyeol. Dua kali." Baekhyun dengan sengaja menekan perkataan 'dua kali' agar Chanyeol sadar dengan kesilapannya.
"Maksudmu apa Baek? Aku tidak mengerti?" Baekhyun tertawa kecil mendengar pertanyaan yang menurutnya konyol dari Chanyeol. Dia menghembuskan nafasnya sebelum mulai berbicara.
"Apa kau tidak ingat apa yang kau bicarakan kepada Saebyul tadi malam?" Baekhyun coba memberi jalan kepada Chanyeol untuk mengingati kesalahan yang telah diperbuat. Dan raut wajah Chanyeol sekarang sedang memikir keras akan pertanyaan Baekhyun.
"Apa kau tidak ingat kau memberitahunya untuk menjadikan dia kekasih mu semula tuan Park-ssi?" Chanyeol tersentak. Dia memandang tepat ke wajah Baekhyun.
"A…aku hanya bercanda Baek." Chanyeol salah tingkah. Dia mengusap pelan tengkuknya. Baekhyun tersenyum miring. Kedua tangannya sudah disedekapkan di hadapan dadanya.
"Bercanda kau bilang? Di hadapan kekasihmu sendiri eoh? Bagaimana kalau aku yang mengucapkan itu kepada bekas kekasihku dihadapanmu Park Chanyeol-ssi? Kira-kira apa yang kau rasa saat itu?" tanya Baekhyun sarkastik. Chanyeol hanya diam tidak tau bagaimana harus menjawab soalan-soalan itu. Dia hanya merutuki dirinya sendiri yang terlanjur berbicara seperti itu kepada Saebyul di hadapan Baekhyun, kekasihnya sendiri.
"Kau juga pulang jam tiga pagi. Emang kau berbuat apa dengan dia ha?! Bahkan aku dapat melihat kau masih mempunyai perasaan terhadapnya lagi Park Chanyeol!" Baekhyun meninggikan suaranya. Dia mulai geram melihat Chanyeol yang masih berdiam. Emosinya kini sudah sampai di puncaknya.
"Kenapa kau tidak memperkenalkan ku sebagai kekasihmu? Dan kenapa kau tidak menyusulku saat aku pergi? Bahkan dengan jelas aku bisa mendengar tawa kalian. Sebegitu menyenangkankah saat aku tidak ada?! Wae Chanyeol? Wae?!. Chanyeol bungkam. Baekhyun yang kini berteriak di hadapannya membuatkan Chanyeol kehilangan kata-katanya.
"Kenapa diam? Kau masih mencintainya huh?"
"…"
"Kenapa kau lepasin tautan tangan kita saat kau melihat Saebyul?"
"…"
"Kyaaa! Jawab aku Park Chanyeol!" Baekhyun memukul keras bahu Chanyeol. Chanyeol benar-benar menguji kesabarannya saat ini.
"Aku tidak tau." Chanyeol menjawab lirih. Dia menundukkan kepalanya. Dia tidak tau harus melakukan apa saat ini.
"Mworago? Apa kau bilang?"
"Aku tidak tau Baekhyun."
"Sialan! Kau benar-benar berengsek Chanyeol!"
Baekhyun beranjak mau meninggalkan Chanyeol sebelum sebuah tangan mengenggam erat pergelangan tangannya membuat langkahnya terhenti.
"Baekhyun. Maafkan aku. Jeongmal mianhae Baekhyunee." Sedikit kesedihan dan penuh penyesalan terdapat dalam nada bicara Chanyeol. Ini tidak seperti Park Chanyeol sang happy virus yang sering tertawa, bertingkah konyol dan idiot. Park Chanyeol saat ini sudah bertukar menjadi sad virus gara-gara seorang Byun Baekhyun, namja yang sedang mengisi hatinya saat ini.
"Apa kau benar-benar mencintaiku?" Baekhyun bertanya lirih tanpa memandang wajah Chanyeol. Chanyeol memandang lekat sosok Baekhyun dihadapannya.
"Kita sudah membahaskan ini Baek."
"Jawab aku Chanyeol. Kau mencintaiku apa tidak?"
"Baek…."
"Kau tidak sepenuhnya mencintaiku bukan?"
"Aku mencintaimu Baek. Sepenuhnya."
"Ahni. Kau tidak sepenuhnya mencintaiku Chan. Kau tidak pintar berbohong."
"…"
"Bahkan saat kau ketemu Saebyul tadi malam. Aku bisa merasakan yang kau masih mempunyai perasaan terhadapnya. Pandangan matamu Chan cukup menjelaskan segalanya."
Chanyeol diam. Ucapan Baekhyun barusan seolah berjaya menikamnya secara perlahan. Katakanlah saja dia benar-benar brengsek kerna pernyataan Baekhyun itu memang ada benarnya. Ia. Dia merasakan dia mempunyai perasaan lagi terhadap Saebyul.
"Satu bulan Chanyeol, waktu aku akan beri kepadamu Chanyeol untuk kau menata ulang perasaanmu sendiri. Dan setelah itu temui aku di taman belakang dorm setelah makan malam. Aku anggap hubungan kita putus jika kau tidak datang."
Chanyeol memandang nanar Baekhyun yang masih membelakanginya. Dia sangat mencintai sosok itu. Sosok yang sikit demi sikit telah berjaya membawa keluar dirinya dari kisah lama. Tapi pertemuannya dengan Saebyul tadi malam, telah mengelirukan perasaannya sendiri.
"Baekhyunee… aku mencintaimu."
Dan setelah itu Baekhyun melepaskan genggaman tangan Chanyeol di pergelanggan tangannya perlahan dan meninggalkan Chanyeol sendirian yang masih duduk terdiam di sofa.
C
X
B
Setelah kejadian itu Chanyeol maupun Baekhyun tidak bertegur antara satu sama lain. Masing-masing berdiam diri. Lebih tepatnya Baekhyun. Namja cantik itu mencoba untuk menjauhkan diri dari Chanyeol. walau pun agak sukar kerna mereka sering bertemu di dalam dorm maupun aktiviti bersama Exo, Baekhyun sedaya upaya menahan gengsinya. Dia terlebih sering bersama Sehun atau pun Lay. Sedangkan Chanyeol hanya mampu memandang sedih Baekhyunnya.
"Gwenchana hyung?" Chanyeol tersentak dari lamunannya. Dia menoleh ke samping. Melihat D.O yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Kai Sehun eodi?" alih-alih menjawab, Chanyeol bertanya semula kepada D.O.
"Mereka keluar bersama Baekhyun hyung." Chanyeol menghela nafasnya berat mendengar jawaban yang di berikan D.O. Dia sangat merindui Baekhyunnya saat ini.
"Kau kenapa hyung? Sepertinya kau sedang ada masalah dengan Baekhyun hyung. Kalian juga sudah beberapa hari ini tidak bertegur sapa." Chanyeol menatap D.O lenkat. Menimbang-nimbang sama ada dia harus menceritakan kepada dongsaengnya itu atau tidak.
"Ayolah hyung. Kau bisa mengandalkan ku kau tau." D.O tertawa kecil. Chanyeol langsung menceritakan semuanya tentang apa yang berlaku terhadap hubungannya dengan Baekhyun. Dia percaya D.O bisa membantunya untuk berbaik semula dengan kekasih cantiknya.
"Astaga hyung. Kau bodoh sekali." Seiring dengan itu sebuah jitakkan berhasil mendarat di kepala Park Chanyeol.
"Kyaaa. Appo. Kenapa kau malah memukuli kepalaku. Sakit tau. Aish.." Chanyeol mengusap-usap kepalanya. Jangan lupa bibirnya yang sedang mengerucut lucu.
"Itu gara-gara kau benar-benar bodoh hyung. Makanya aku memukuli kepalamu agar kebodohanmu hilang sedikit." Ucap D.O tanpa rasa bersalah kerna telah memukuli kepala hyungnya.
"Bantu aku kyungsoo-ya. Aku harus bagaimana?" saat ini Chanyeol sedang merengek seperti anak kecil yang minta di belikan mainan dari ibunya. D.O hanya memutar kepalanya malas melihat kelakuan Chanyeol itu. Terlebih lagi Chanyeol sedang menggoyang-goyangkan lengan D.O membuatkan namja bermata bulat itu mulai berasa jengah.
"Kyaaa hyung berhentilah bertingkah seperti anak kecil." D.O menatap Chanyeol. Tapi argh. Dia mulai berasa mau muntah kerna Chanyeol saat ini memandangnya dengan.. erm… aegyo?
"Hyung! Jebal berhentilah beraegyo kau membuatku mau muntah."
"Kyung..~"
"Ah arasseo… arraseo. Aku akan membantu oke." Chanyeol tersenyum lebar mmendengar persetujuan D.o untuk membantunya.
"Gomawo kyungie. Saranghae." Chanyeol mengecup pipi D.O sekilas dan dengan cepat D.O menghapuskan bekas ciuman Chanyeol di pipinya.
"Kyaaa kau menjijikan hyung!." D.O mempoloti Chanyeol dan hanya di hadiahi senyuman khas lima jari miliknya kepada D.O.
"Kami pulang!" dapat di pastikan suara milik Baekhyun, Kai, Sehun yang baru pulang dari acara jalan-jalan. Kai langsung meluru ke arah D.O setelah melihat D.O dudu di ruang tamu bersama Chanyeol.
"Kyungie~ bogoshipoyo~ poppo~." Kai memonyong-monyongkan bibirnya untuk mencium D.O. tapi…
Plakk
"Auuw." D.O dengan cepat mengeplak dahi Kai membuatkan si mangsa-read Kai- megusap-usap dahinya.
"kyung kok tega? Aku ini calon suami masa depanmu tau."
"Suami masa depan monyetmu!" D.O langsung meninggalkan Kai, Sehun, Baekhyun, Chanyeol menuju ke kamarnya.
"Aish apa-apaan Jongin. Berani-beraninya dia mau menciumku di depan member. Dasar tidak tau tempat. Aku kan jadi malu. Ommo-ommo pipi ku memanas." Gerutu D.O pelan sambil memegang kedua pipinya. Jangan lupa senyum yang mengembang dan err.. dia sikit menari membuatkan Kai, Sehun,Baekhyun yang melihat itu….
"Kyung sehat?"-Baekhyun.
"Kyungsoo hyung kenapa?"- Sehun.
"Rasanya tadi dia oke-oke aja."-Chanyeol.
"Chagie~."-Kai. Dan dapat di pastikan Kai menyusul D.O setelah itu.
"Baek-…"
"Ayo Sehun kita ke kamar." Ketus Baekhyun yang langsung menarik tangan Sehun untuk mengikutinya. Sehun sempat menoleh ke arah Chanyeol. Memberi tatapan 'Hyung Sehun gak tau apa-apa hyung.' Dan Chanyeol hanya mampu memandang nanar sosok mungil itu.
C
X
B
"Kau mau ke mana Chanyeol malam-malam begini?" Suho menegur Chanyeol setelah melihat namja berdimpel satu itu tergesa-gesa memakai sepatunya.
"Aku keluar sebentar hyung. Ada urusan."
"Jangan pulang lewat. Arra?"
"Arraseo hyung. Aku pamit ya hyung. Annyeong."
"Aish anak itu." Suho menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Chanyeol. Baekhyun yang turut berada di ruang tamu hanya diam melihat Chanyeol keluar dari dorm.
C
X
B
'Sudah jam 12. Chanyeol kenapa gak pulang-pulang lagi? Apa dia ketemu..?' dengan cepat Baekhyun menggelengkan kepalanya. Untuk mengusir fikiran buruknya.
"Kau kenapa hyung?"-Kai
"Ahni." Baekhyun menjawab pertanyaan Kai dengan senyumannya. Sungguh dia berasa resah saat ini. sudah empat jam. Dan Chanyeol masih belum pulang. Saat ini dia, Sehun dan Kai sedang menonton TV di ruang tengah. Entah cerita apalah itu, Baekhyun tidak peduli. Dia memikirkan hanya memikirkan Chanyeol sekarang.
"Ommo apa-apaan ini?" Sehun yang sedari tadi sibuk berkutik dengan handphonenya tiba-tiba berteriak membuatkan Kai dan Baekhyun mengalihkan pandangan mereka kepada Sehun yang duduk di lantai (Kai dan Baekhyun duduk di sofa).
"Waeyo Sehun?"
"Lihat ini Jongin" Sehun memperlihatkan handphonenya kepada Kai. Dan sama seperti Sehun, Kai juga turut berteriak.
"Ommo jinjja?" membuatkan Baekhyun menatap bingung dua maknae yang berbeza warna kulit itu..
"Kalian kenapa?"
"Anu.. Baekhyun hyung.." Jawab Sehun terbata-bata. Dia berasa gelagapan mau menjawab pertanyaan hyung manisnya.
"Anu apa?" Baekhyun tidak sabaran mau mendengar jawapan dari namja putih itu. Sehun menatap Kai dan Kai hanya mengangkat kedua bahunya. Sehun menghela nafasnya dan dengan pasrah dia member handphonenya kepada Baekhyun.
"Ini hyung.." bersama Kai dan Sehun menatap Baekhyun. Pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti.
"Mworago?!" tidak jauh-jauh seperti Kai dan Sehun, Baekhyun turut berteriak. Bahkan teriakannya jauh lebih tinggi dari duo maknae. Kerna di situ ada foto dan caption….
'[FANTAKEN] Fan spotted EXO Chanyeol and Saebyeul at café tonight.'
TBC
Ah maaf chap ini kepanjangannya. Haha thanx utntuk yang sudah baca. Author tambah semangat pas baca review kalian ^^. Gomawo
Haha haruskah untuk next chapter author bikin Chanbaek NC? *smirk. Ketawa evil bareng Chanyeol.
Read and review?
