A Vkook/TaeKook Drabble

(Kim Taehyung x Jeon Jungkook of BTS)

.

Very, Very, Very ! : Cepat Sembuh, Tae-hyung !©peachpeach

.

.

All cast belongs to God, themselves, family and management. Story line is mine. No profit taken.

.

Siang hari yang terik di pertengahan musim panas kembali di habiskan Jungkook dengan semangkuk stroberi segar dan selai cokelat sembari menonton rekaman Pororo di televisi. Sekali mulut kecilnya akan mengguman mengikuti irama lagu yang diputar. Ibunya hanya bisa tersenyum senang, menahan diri untuk tidak memekik gemas, kemudian meninggalkan masakan untuk makan siang. Hari ini hanya ada Jungkook dan Ibunya di rumah. Ayahnya sedang bekerja dan baru pulang pukul empat sore nanti, sedangkan Junghyun sedang mengikuti acara kemah musim panas selama satu minggu yang diadakan oleh sekolah.

Nyonya Jeon baru saja mematikan kompor saat mendengar bel berbunyi dan bergegas untuk membukakan pintu, sedangkan Jungkook langsung meninggalkan mangkuk camilannya hanya untuk mengikuti langkah Ibunya menuju pintu.

"Selamat siang Nyonya Jeon," Ibu Jungkook langsung mengulas sebuah senyum hangat ketika melihat Keluarga Kim di depan rumahnya.

"Selamat siang ! Ayo, ayo…silakan masuk—eh ?! Taehyung kenapa, Nak ?" Nyonya Jeon memekik kecil ketika baru saja menyadari jika Taehyung sedang berada dalam gendongan punggung Ayahnya dan kaki kanan yang dipasang gips sampai bawah lutut. Sedangkan kedua adiknya tampak berdiri tenang di samping Ibunya.

"Taehyung terjatuh saat bermain sepatu roda kemarin, jadi ia tidak bisa ikut kemah. Dan kedatangan kami kemari untuk menitipkan Taehyung selama kami pergi tiga hari. Apa tidak masalah ?"

"Oh, tentu tidak ! Taehyung bisa menjadi teman main Kookie karena hyung-nya pergi kemah."

"Maaf kami merepotkan, tapi orang tua kami di Daegu sedang sakit. Taehyung juga tidak bisa diajak dengan kondisinya." Nyonya Jeon hanya tersenyum maklum, kemudian mengangguk ringan tanda setuju. Sementara itu, Jungkook masih setia berdiri di belakang tubuh Ibunya sembari memegangi blouse biru mudanya.

"Tidak usah sungkan begitu, ah…Taehyung bisa istirahat di sofa sekarang," Ayah Taehyung tersenyum, kemudian membawanya untuk bisa beristirahat di atas sofa. Ayahnya juga tidak lupa untuk meletakkan kruk di samping Taehyung.

"Appa dan eomma pergi dulu, ne ?" Taehyung hanya mengangguk kecil, kemudian melempar sebuah senyum kepada Ayahnya.

"Ne, hati-hati Appa…" satu usapan pada puncak kepala diterima Taehyung dari Ayahnya sebelum mereka benar-benar berpamitan untuk segera menuju Daegu.

"Kookie, temani hyung disini ya…eomma akan siapkan makan siang," Jungkook hanya mengerjap pelan, kemudian pandangan penasarannya jatuh pada kaki Taehyung yang terbalut gips.

"Wae, Kookie ?" Taehyung bertanya, dan Jungkook kemudian menyentuh lapisan gips yang membungkus tungkai Taehyung dengan ujung jari telunjuknya yang tembam.

"Ige mwoya, hyung ?" tanya Jungkook penasaran.

"Ah, ige ?" Taehyung ikut menunjuk gips-nya sebelum menjawab pertanyaan balita berusia tiga setengah tahun tersebut, "Hyung jatuh saat main sepatu roda kemarin…"

"Jatuh ? Ige, appayo ?" Manik cemerlang Jungkook mulai berkaca-kaca. Hyung kesayangannya jatuh, tidak bisa berjalan, dan mungkin saja kakinya terasa sakit. Kalau Tae-hyung sakit, siapa nanti yang akan menemaninya bermain petak umpet ?

"Ani, ini tidak sakit." Taehyung menepuk lembut puncak kepala Jungkook dan mengulas senyum. Ia mengerti jika adik kecil di depannya ini khawatir dengan kondisinya, "—tapi Jungkook-ie tidak boleh berlari di tangga, nanti bisa-bisa jatuh seperti hyung. Kookie tidak mau kan ?" Jungkook menggeleng pelan dan membuat helaian ravennya bergoyang seiring dengan gerakannya. Taehyung hampir saja mencubit gemas pipi Jungkook yang belepotan selai cokelat.

Jungkook kemudian berjalan menuju mangkuk berisi stroberinya dengan selai cokelat, dan memberikannya kepada Taehyung.

"Untuk hyung, cepat sembuh ne ?" Taehyung terkejut sejenak, kemudian menerima mangkuk yang disodorkan oleh Jungkook sembari tersenyum. Sementara dari dapur, Nyonya Jeon menahan diri untuk tidak mengganggu momen manis Jungkook dengan Taehyung yang sayang dilewatkan hanya karena suruhan untuk makan siang.

"Ne, gomawo Kookie-ya…Ah, kata eomma, ppopo bisa membuat hyung sembuh lebih cepat. Jadi, ppopo juseyo ?" Taehyung menyodorkan sebelah pipinya, membuat yang lebih muda mendekatkan diri dan mengecup pelan pipi Taehyung. Taehyung tersenyum senang, tidak keberatan sama sekali dengan pipinya yang terkena selai cokelat dari mulut Jungkook.

"Pipi hyung-nim kotor," Jungkook mengerjap pelan, kemudian mengusap pipi Taehyung dengan tangan mungilnya. Dan Nyonya Jeon sudah dengan sigap merekam momen keduanya dengan kamera ponsel. Ah, bahkan Junghyung dan Jungkook tidak pernah semanis mereka. Ingatkan Nyonya Jeon untuk mengirim rekamannya kepada Ibu Taehyung yang sekarang berada di perjalanan menuju Daegu.

"Gwenchana…"

"Boys, ayo makan siang…" pada akhirnya, Nyonya Jeon dengan berat hati menginterupsi momen mereka berdua supaya jadwal makan siang keduanya tidak terlewatkan. Nyonya Jeon membantu Taehyung berjalan dengan kruk-nya, dan membantunya juga untuk duduk di atas kursi ruang makan. Nyonya Jeon lalu mengangkat Jungkook untuk duduk di atas kursinya setelah ia membersihkan sisa cokelat di wajah putih Jungkook. Tidak lupa juga untuk memasangkan celemek pada leher Jungkook.

"Ja, selamat makan…" Nyonya Jeon tersenyum lembut ketika mereka berdua mulai menyuapkan sesendok makanan.

"Eomma…"

"Hum ?"

"Kookie mau bobo sama Tae-hyung, boleh ?" Jungkook mengerjap pelan, kemudian melihat Ibunya mengangguk sembari tersenyum.

"Boleh, Kookie boleh menemani Tae-hyung sampai sembuh. Tapi janji tidak nakal, hyung-nim sedang sakit. Arraseo ?" Pekikan senang dari Jungkook mau tak mau membuat Nyonya Jeon dan Taehyung tersenyum. Ah, senyum Jungkook memang selalu menular pada siapapun.

*FIN*