"KAITO! O! HA! YOU!"
"KAITOOOO!"
Kaito yang masih membungkus dirinya dengan selimut hanya bisa menggeliat malas.
"Apa sih yang diinginkannya pagi – pagi begini?" Ujar Kaito. Aoko memang selalu membuatnya frustasi.
"Lebih baik kau bangun dan memeriksanya." Ujar Elizabeth yang sedang duduk di kursi meja belajar milik Kaito.
Elizabeth sedari tadi berada disana sambil memakai laptop milik Kaito. Sepertinya mencari informasi soal permata – permata lainnya yang kemungkinan besar adalah Pandora.
"Nee-chan~ Aku masih mengantuk." Balas Kaito tetap dalam posisi yang sama. Bergelung malas dalam selimut.
"KAITOOOO!" Teriak Aoko.
"Hei, tuan putri-mu itu terus berteriak. Teriakannya itu sangat mengganggu. Cepat bangun dan cuci wajahmu." Ujar Elizabeth.
"Hai! Hai!" Ujar Kaito yang langsung duduk di ranjangnya.
"Aduh. Kenapa kau membangunkanku sepagi ini di hari minggu? Masih jam 8 nih!" Ujar Kaito sebal. Matanya masih setengah terpejam dan sekali – sekali ia menguap.
"Chikage-san memintaku untuk tetap membangunkanmu pagi – pagi walaupun di hari libur, dan menyiapkanmu sarapan." Balas Aoko sambil menuangkan kopi untuk Kaito. "Ini, kopi." Lanjut Aoko sambil meletakkan cangkir yang berisi kopi tadi di sebelah piring Kaito.
Kaito yang sedang memakan rotinya dengan masih setengah terpejam hanya diam saja dan menyalakan televisi.
"Semuanya sedang sibuk membahas topik ini pagi ini. Suzuki Jirokichi-Shi dari grup Suzuki menantang KID lagi."
Kaito dan Aoko langsung mengalihkan pandangan mereka ke televisi. Bahkan roti yang masih dimakan Kaito tanpa dipegangnya sedari tadi tersebut langsung terjatuh ke piring.
"Si kakek itu masih tidak menyerah melawan KID? Dia keras kepala juga ya?" Ujar Aoko yang setelah memberikan Kaito kopinya langsung menggoreng telur untuknya sarapan.
Tapi saat melihat Kaito memakan telurnya dengan cepat dan meminum kopinya, Aoko langsung kebingungan.
"Apa yang kau lakukan, Kaito?" Tanya Aoko.
"Terima kasih untuk sarapannya! Aku baru ingat ada sesuatu yang harus kulakukan!" Balas Kaito tanpa memperhatikan Aoko dan langsung bergegas pulang ke rumahnya.
"Ada apa sih?! Bahkan aku saja belum menghabiskan sarapanku…" Ujar Aoko.
"Nee-chan! Ayo bersiap – siap. Kita akan ke Blue Parrot!" Teriak Kaito setelah masuk ke dalam rumahnya.
Elizabeth yang masih berada di dalam kamar Kaito langsung menutup laptop Kaito tanpa mematikannya.
"Kau sudah tahu tentang The Purple Nail ya?" Tanya Elizabeth pada Kaito yang sudah berada di kamarnya.
"Eum! Kita akan membicarakannya dengan Jii-chan." Jawab Kaito.
"Baiklah."
Secret
.
KaiShin Story (Kuroba Kaito x Kudou Shinichi [Kuroba Kaito x Edogawa Conan])
.
Author : Elizabeth Lee
.
Warning : typo, OOC, boyxboy, OC!Elizabeth Anne Michaelis, demon!Elizabeth Anne Michaelis
.
Based on Detective Conan & Magic Kaitou 1412 Anime & Manga
.
Detective Conan & Magic Kaitou 1412 © AOYAMA Gosho
.
If you don't like, just read, don't bash
.
Don't You dare to copy this fanfiction WITHOUT my permission
"Grup Suzuki lagi. Dan dia akan menantikanmu malam ini…" Ujar Jii.
"Ya, apa orang itu tidak terlalu memaksakannya?" Ujar Kaito.
Saat ini, Jii dan Kaito sedang berdiri di depang meja billiard yang selalu dipakai oleh Jii untuk mempersiapkan trik Kaito KID selanjutnya. Sedangkan Elizabeth sedang berada di meja bar yang tidak jauh dari meja billiard tersebut. Dia sedang meminum cocktail buatan Jii.
"Ginza, 4-chome. Itu adalah mall pejalan kaki." Ujar Jii.
"Hadiahnya adalah Purple Nail, Ada batu kecubung 100 karat di atasnya." Balas Kaito.
"Bocchama, kita tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkannya. Kurasa kau harus menunggu kesempatan berikutnya–"
"Tidak!" Ujar Kaito memotong kata – kata Jii. "Aku akan mengambilnya malam ini." Lanjutnya.
"Tapi kurasa kau tidak harus melawan kemauan Suzuki-Shi yang tidak jelas." Ujar Jii lagi.
"Aku setuju dengan Jii-chan." Ujar Elizabeth sambil berjalan mendekati Kaito dan Jii. Masih dengan gelas cocktail di tangannya.
"Aku akan mencurinya, bagaimanapun caranya." Balas Kaito dengan wajah seriusnya.
Elizabeth hanya bisa menyeringai. "Keras kepala." Ujarnya.
"Tapi karena itu adalah surat resmi, Kaitou KID akan mengubah semuanya menjadi hiburan, 'kan? Lagi pula, jika aku terlibat dalam hal ini, dia pasti akan muncul." Lanjut Kaito.
"Dia?" Tanya Jii.
"Kau memperlakukan kekasihmu seperti orang lain saja." Ujar Elizabeth sambil menjawab pertanyaan Jii. Sedangkan Kaito hanya tersenyum lebar. Sepertinya di kepalanya sudah ada bayangan tentang Conan.
"Baiklah, aku akan pergi ke Ginza sekarang. Nee-chan, apa kau mau ikut?" Tanya Kaito pada Elizabeth.
"Tidak. Kau pasti akan mengajak Aoko dan aku tidak akan bisa berjalan di sampingmu. Itu merepotkan." Jawab Elizabeth. "Aku akan pergi ke tempat Conan. Sepertinya lebih menyenangkan." Lanjutnya sambil meletakkan gelas cocktailnya yang sudah kosong. Ia langsung berjalan ke arah pintu keluar Blue Parrot.
"Jii-chan, tolong persiapkan kostum Phantom Lady yang sudah kurancang ya." Ujar Elizabeth.
"Hai, Oujo-sama."
Malam harinya, area Ginza sudah penuh dengan orang – orang yang ingin melihat penampilan dari Kaito KID. Tapi mereka tidak tahu bahwa malam ini, bukan hanya Kaito KID yang muncul, tapi juga Phantom Lady yang sudah menghilang selama 18 tahun.
Conan juga sudah berada disana. Bersama dengan Mouri Kogoro, Ran dan Sonoko. Conan sedari tadi hanya menatap ke segala arah. Berusaha mencari keberadaan Kaito KID.
"Psssttt!"
Conan langsung menoleh ke arah kanan. Dan tidak jauh darinya, Elizabeth sudah berdiri di dekatnya. Conan yang melihat Elizabeth langsung tersenyum dengan lebar dan dengan perlahan mulai melangkahkan kakinya ke arah Elizabeth. Dia tidak ingin Ran menahannya seperti biasanya.
"Nee-chan!" Sapa Conan.
"Shinichi. Senang melihatmu disini." Ujar Elizabeth yang kemudian mulai berlutut. Menyamakan tinggi badannya dengan Conan.
"Nee-chan kenapa ada disini? Biasanya nee-chan tidak datang." Tanya Conan.
Elizabeth hanya tersenyum. Conan memang sangat manis.
"Kau tahu 'kan kalau aku ingin tampil sebagai Phantom Lady?" Tanya Elizabeth balik.
"Eumh!" Jawab Conan.
"Aku akan melakukannya hari ini." Ujar Elizabeth.
"Benarkah?!" Tanya Conan tidak percaya.
"Tentu saja. Tunggulah dan juga kau harus bisa menebak apa yang akan Kaito-chan lakukan malam ini." Jawab Elizabeth.
"Ne, nee-chan… Dimana Kaito?" Tanya Conan lagi.
"Ahhh, kau merindukannya ya?" Tanya Elizabeth balik yang kemudian tertawa.
"Conan-kunnn!"
"Mouri-san sudah mencarimu, kembalilah kesana." Ujar Elizabeth setelah mendengar Ran berteriak mencari Conan.
"Baiklah. Aku sayang nee-chan." Ujar Conan sambil memeluk Elizabeth. Yang tentu saja dibalas oleh Elizabeth.
"Nee-chan juga sayang Shin-chan. Apalagi Kai-chan." Balas Elizabeth sambil tersenyum lebar.
Kemudian Conan langsung melepaskan pelukannya dari Elizabeth dan berbalik untuk menemui Ran dan yang lainnya.
Elizabeth langsung berdiri dan melihat jam di tangan kirinya.
"5 menit lagi." Ujar Elizabeth yang kemudian langsung menghilang.
8 PM
Terdengarlah suara baling – baling yang berputar dengan cepat dan dengan hitungan detik, orang – orang sudah menatap ke langit.
Dan terlihatlah Kaito KID yang sedang terbang menggunakan hang glidernya. Dan di belakang hang glidernya tersambung dengan baling – baling. Membantunya agar bisa terbang dengan lebih cepat. Tapi hanya berselang beberapa detik, sosok Kaito KID langsung tertutupi oleh asap tebal dan kemudian sosok Phantom Lady terlihat.
Dan sosok Phantom Lady yang berdiri di atas langit benar – benar membuat semua orang menatap dengan tidak percaya. Phantom Lady benar – benar melayang, tanpa bantuan apapun. Tidak ada helikopter di atasnya seperti Kaito KID waktu itu.
Dan Phantom Lady tidak terlihat seperti dulu. Phantom Lady yang sekarang menggunakan Victorian Dress, lengkap dengan topi dan sebuah kipas yang semuanya berwarna hitam.
Phantom Lady berdiri dengan tegak sambil mengibaskan kipasnya.
"Siapa dia?"
"Dimana Kaito KID?"
"Siapa wanita itu?"
Banyak yang bertanya – tanya. Siapakah sosok wanita yang berdiri di langit tanpa bantuan apapun.
"Phantom Lady." Ujar Conan sambil menatap Phantom Lady.
"Phantom Lady?" Tanya Kogoro, Ran dan Sonoko bersamaan.
Saat perhatian semua orang tertuju pada Phantom Lady, Kaito KID langsung menaiki tempat pameran dimana sepatu yang tertempel permata Purple Nail berada.
Dan saat orang – orang sudah melihat sosok KID, semuanya langsung berteriak memanggil nama KID. Dan tak berapa lama beberapa wartawan TV langsung mendekatinya untuk menanyakan pendapatnya.
"K-Kaito KID, tolong katakan sesuatu."
"Siapa wanita yang berada di atas tadi?"
Dan berbagai pertanyaan ditujukan kepada Kaito KID.
Tapi KID hanya terdiam dan tak berapa lama, sosok Phantom Lady sudah berada di samping Kaito KID. Dengan pakaian yang berganti menjadi dress hitam panjang. Topeng dan kipasnya juga sudah menghilang, digantikan dengan topeng masquerade berwarna hitam.
Tapi posisi Phantom Lady yang tepat berada di sebelah KID dan dalam posisi duduk bersila, membuat semua orang kaget. Karena selain tempat pameran yang dijadikan pijakan oleh Kaito KID, tidak ada tempat lain. Phantom Lady terlihat seakan – akan dia melayang.
"Tidak sopan sekali, menanyakan tentang diriku pada Kaito KID." Ujar Phantom Lady.
"Ingat Phantom Lady?" Tanya KID pada para wartawan. "Dia sudah kembali." Lanjutnya sambil tersenyum lebar. Membuat semua orang langsung kaget.
"Phantom Lady?"
"Bukankah Phantom Lady sudah menghilang dulu?"
"Benarkah wanita itu Phantom Lady?"
"Penampilannya berbeda sekali."
Kaito KID dan Phantom Lady hanya tersenyum.
"Dan juga, tolong sampaikan ini kepada Penasihat Senior Suzuki Jirokichi." Ujar Kaito Kid. "Berita ini bagai petir di siang hari. Aku tidak punya waktu untuk bersiap, jadi maaf atas ke tidak sopananku karena tidak membawa surat pemberitahuan. Bahkan aku harus membawa Phantom Lady bersamaku." Lanjutnya.
Suzuki Jirokichi yang berada dalam mabil siaran khusus Suzuki Corp. hanya menatap dari layar.
"Yosh! Tangkap dia!" Perintah Suzuki Jirokichi.
Setelah perintah tersebut persimpangan Ginza dipasangi jaring. Jaring tersebut tingginya kira – kira 20 meter dan orang – orang yang ingin keluar dari jaring tersebut tidak akan bisa keluar dengan mudah. Karena staff – staff dari Suzuki Jirokichi sudah menjaganya dengan ketat.
Dan saat ini, Suzuki Jirokichi sedang tertawa dengan lebar. Karena ia merasa bahwa ia sudah menang dari Kaito KID. Dan juga dari Phantom Lady yang entah mengapa bisa berada disana.
"Wah~ Wah~ Aku sudah menduga ini akan terjadi." Ujar Phantom Lady sambil menatap ke sekeliling dan tersenyum lebar. Walaupun senyumnya lebar, tapi sangat terasa aura mengerikan yang dikeluarkan oleh Phantom Lady. Membuat beberapa wartawan bergidig ngeri.
Bahkan Suzuki Jirokichi yang melihatnya langsung berhenti tertawa.
"A-Anou, kau sudah dikepung saat ini. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya sorang wartawati.
"Tugasku sudah selesai, kurasa aku akan pulang." Jawab Kaito KID.
"B-Bagaimana caranya?" Tanya wartawati tersebut.
"Dengan teleportasi." Jawab Kaito KID.
"A-Apa katanya?" Tanya Suzuki Jirokichi tidak percaya.
"Te-Teleportasi?" Tanya Ran dan Sonoko tidak percaya. Bahkan Conan bertanya – tanya dengan ekspresi wajahnya yang tidak terbaca. Tapi karena kata – katanya tadi, banyak orang yang memujinya.
"Aku akan menerima sepatu legendaris ini dengan senang hati." Ujar Kaito KID.
"Ne~ Kita akan bertemu lagi dalam waktu kurang dari 1 menit dari sekarang…" Ujar Phantom Lady.
"… Setelah kami berjalan melewati ruang dan waktu." Ujar KID sambil memegang topinya.
Dan tak berapa lama, asap putih mulai keluar meutupi tubuh Kaito KID dan Phantom Lady. Yang kemudian mereka menghilang.
"Hilang?"
"Me-Mereka benar – benar menghilang."
'Tidak, mereka masih disini dan berbaur dengan orang – orang saat asap keluar. Ini bukanlah menghilang dalam sekejap.' Batin Conan sambil memperhatikan Nakamori-keibu yang sedang kebingungan mencari Kaito KID dan Phantom Lady.
"Di-Dimana alat transmisinya? Yang sudah terpasang di dalam sandal itu?" Tanya Suzuki Jirokichi.
"Di sebelah utara, mengarah ke blok Ginza." Jawab salah satu staff.
"Yosh! Kalau begitu tolong perketat penjagaan di depan jaring di blok itu. Tidak, tapi penjagaan di setiap arah sekitar jaring." Perintah Suzuki Jirokichi.
"Siap!"
Dan tak berapa lama setelah perintah itu dikeluarkan, semua penjaga langsung bersiap di sekitar jaring. Berusaha menahan Kaito KID dan Phantom Lady.
Tapi Phantom Lady yang sudah berada di tempat awal dia berada langsung tertawa dengan keras. Pakaiannya berubah lagi. Ia memakai kemeja dan juga celana berbahan kulit yang berwarna hitam. Topengnya sudah menghilang digantikan dengan topi yang Phantom Lady pakai di awal. Di tangan kanannya sudah ada pistol milik Kaito KID.
"Suzuki-jiisan! Aku sudah berada di atas sini dan kau baru selesai menempatkan semua staffmu?" Tanya Phantom Lady yang kemudian tertawa lagi.
"A-Apa?! Bagaimana Phantom Lady sudah berada di atas sana?!" Tanya Suzuki Jirokichi tidak percaya.
Phantom Lady kemudian langsung menembakkan pistolnya sebanyak 3 kali ke arah yang berbeda. Mengeluarkan 3 kartu KID.
Kartu pertama mengenai kepala Mouri Kogoro. Bertuliskan THREE.
Saat Conan melihat kartu tersebut, ia melihat transmiter yang menempel di kartu tersebut.
Kartu kedua di dapatkan oleh seorang wanita. Bertuliskan TWO.
Kartu terakhir di dapatkan oleh seorang pria. Bertuliskan ONE.
Dan kemudian asap keluar dari atap gedung salah satu gedung perbelanjaan. Memperlihatkan sosok Kaito KID yang berdiri di sisi luar pembatas atap gedung. Dan di sebelahnya sudah ada Phantom Lady yang duduk di pembatas tersebut. Dengan pakaian yang tidak lagi berganti dan masih memegang pistol milik Kaito KID.
Kemudian Kaito KID langsung berjalan mendekati kru Nichiuri TV yang berada di atap yang sama dengan KID.
"Tolong sampaikan pesan ini pada Penasihat Senior Suzuki Jirokichi." Ujar KID. "Aku akan dengan senang menerima barang yang ia tawarkan padaku, sepatu legendaris ini." Lanjutnya.
"Tapi sayang sekali, salah satunya hanya replika." Ujar Phantom Lady melanjutkan kata – kata KID yang entah bagaimana sudah berada di samping KID dan masih duduk di pembatas gedung sambil memegang sepatu yang sebelah kiri.
"Ini ambil." Ujar Phantom Lady lagi sambil memberikan sepatunya kepada wartawan Nichiuri TV yang ada di depannya.
"Kami akan berterima kasih jika kau mau menyiapkan yang asli besok malam. Jika hanya memberikan sebelah sepatu saja kepada seorang wanita, dia pasti akan kecewa." Ujar KID yang kemudian memegang topinya.
"Selamat tinggal." Ujar Kaito KID dan Phantom Lady bersamaan. Dan secara bersamaan, mereka menjatuhkan diri mereka. Membuat orang – orang yang berada di jalan hanya menatap sambil berteriak ngeri.
KID langsung menggapai Phantom Lady dan membawanya dengan bridal style dan kemudian, langsung mengeluarkan hang glidernya. KID dan Phantom Lady langsung terbang meninggalkan area Ginza.
Dan tak berapa lama, KID langsung tertawa. Dia sangat puas dengan hari ini.
"Jangan tertawa dulu, atau kau akan menyesal." Ujar Phantom Lady.
Benar saja. Karena tak berapa lama, sebuah bola melesat di sisi kanan wajah KID. Membuat monoclenya terjatuh.
"Karma." Ujar Phantom Lady. "Untung kepalaku tidak berada di sisi kananmu." Lanjutnya.
KID langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang baru saja menendangnya. Dan ia melihat Conan. Yang sedang menatapnya sambil tersenyum lebar. Kemudian Kaito KID langsung membalas senyumannya.
"Kekasihmu perhatian sekali. Sampai menendangmu dengan bola." Ujar Phantom Lady.
"Nee-chan, diamlah." Balas KID yang kemudian disambut dengan tawa dari Phantom Lady.
'Datanglah dan lihat aksiku besok, tantei-kun.'
.
.
.
To be Continue
